Tasauf

SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH

Pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh pengunjung sufimuda kepada saya lewat email adalah bagaimana shalat bisa menjadi khusyuk, apakah kita bisa melaksanakan shalat khusyuk dan ada juga yang berpendapat bahwa hanya nabi Muhammad SAW berserta sahabat-sahabatnya dan ulama salafush shalih saja yang benar-benar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk selain dari mereka tidak ada yang bisa melaksanakan shalat khusyuk.

Terhadap pendapat terakhir saya kurang setuju karena kalau memang cuma Nabi dan para sahabat yang bisa shalat khusyuk maka hampir semua orang dimuka bumi ini akan masuk neraka wail, dengan demikian fungsi Al-Qur’an dan hadist sia-sia, juga peran ulama sebagai penyambung dakwah dan sebagai pewaris ilmu nabi juga tidak akan berguna sama sekali.

Khusyuk menurut Guru Ngaji Saya

Saya masih ingat ketika masih kelas 1 SMP waktu itu masih berumur 12 tahun, saya diajarkan cara shalat khusyuk oleh guru ngaji. Beliau mengatakan untuk bisa mencapai shalat khusyuk kita harus mengetahui makna dari ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, kemudian harus kita hayati dalam hati. Antara ucapan dan gerak badan harus selaras, mengucapkan harus benar-benar masuk kedalam hati bukan hanya di bibir saja. Kemudian Beliau memberikan tanda-tanda shalat kita itu sudah khusyuk. Ketika mata kita menatap ke sajadah perhatikan dalam-dalam, nanti akan ada bayangan bulat samara-samar, saat itulah shalat kita menjadi khusyuk.

Saya meyakini apa yang diajarkan oleh guru ngaji saya, saat muncul bayangan bulat itu saya sangat senang karena saya yakin sekali kalau shalat saya sudah mencapai tahap khusyuk dan ketika bayangan itu tidak muncul maka saya jadi sedih. Saya yakin sekali apa yang diajarkan oleh guru ngaji, karena beliau adalah alumni salah satu pasantren terkenal di daerah saya.

Metode shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad saya itu tidak ada bedanya dengan metode pelatihan shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad Abu Sangkan. Setiap sore saya menyempatkan diri untuk menonton acara di Metro TV tentang pelatihan shalat khusyuk yang dibawakan oleh ustad Abu Sangkan.

Seperti juga guru ngaji saya dulu, Abu Sangkan berkeyakinan bahwa shalat khusyuk itu identik dengan ketenangan dan hilangnya kesadaran. Abu Sangkan mengatakan bahwa ketika bertakbiratul ihram kita harus membuang ingatan kita terhadap apapun. “Tidak ada Guru Mursyid, tidak ada Syekh Tarikat dan tidak ada zikir yang ada hanyalah Allah semata-mata”. Persis sekali yang diajarkan oleh guru ngaji saya, cuma Abu sangkan menyampaikannya lebih lengkap disertai dengan kajian-kajian ilmiah. Apa memang demikian shalat khusyuk?

Shalat khusyuk bukanlah mengosongkan pikiran seperti dalam meditasi yoga, karena kalau kita memaksakan pikiran untuk kosong pada saat itulah timbul nafsu kita dan syetan sangat halus dan sangat lihai untuk menyusup di alam bawah sadar kita. Sama juga orang yang mencapai shalat khusyuk lewat alat-alat elektronik, mendengarkan lagu yang dibuat khusus agar kerja otak menjadi berimbang antara kiri dan kanan. Cara seperti ini memang akan mencapai ketenangan akan tetapi kita juga harus pertanyakan lagi apakah memang ketenangan seperti itu yang dinamakan khusyuk, dan apakah memang demikian yang dikehendaki oleh Allah SWT?

Khusyuk di atas dengan berbagai jenis pelatihan bagaimanapun masih pada tataran akal dan kita merasa khusyuk menurut sendiri. Ustad Abu Sangkan menulis buku dengan judul “Spiritual Salah Kaprah” untuk mengkritik ESQ, pelatihan lewat musik untuk menstimulasi otak yang bersifat instant dan kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan spiritual yang dilakukan oleh kaum sufi, demikian pendapat Abu Sangkan.

Menurut saya pelatihan shalat khusyuk yang diperkenalkan oleh Abu Sangkan juga masih dalam tataran otak dan pemikiran, karena menafikan sama sekali fungsi Mursyid dan sudah pasti yang di dapat bukan Nur Allah akan tetapi ketenangan yang tidak tahu berasal dari unsur apa. Berbicara masalah rasa (tenang, damai, dll) itu masih bersifat sangat subjektif. Maka saya menyebutkan pelatihan khusyuk ala Abu Sangkan sebagai Shalat Khusyuk Salah Kaprah.

 

Khusyuk Menurut Sufi

Menurut golongan sufi, khusyuk itu bukan tidak mengingat sesuatu, akan tetapi seseorang dikatakan khusyuk apabila dia terus menerus bisa memandang wajah Allah SWT. Kalau kita ingin menghilangkan pikiran terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan bukan berarti kita mengosongkan pikiran sama sekali karena di dunia ini tidak ada yang kosong. Setiap yang kosong itu mesti di isi oleh dua unsur; Haq atau Bathil.

Shalat khusyuk adalah kondisi dimana sang hamba bisa berdialog dengan Tuhannya di alam rabbani, maka disebutkan “Shalat itu adalah Mi’raj bagi orang mukmin”. Pada saat shalat maka rohani kita akan terangkat ke Alam Rabbani, alam yang ada hanya Allah SWT.

Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari. Wajah Guru Mursyid yang kamil mukamil dan khalis mukhlisin tidak akan bisa ditiru oleh syetan dan kalau ada syetan yang mencoba meniru wajah Mursyid akan langsung terbakar. Jangankan Guru Mursyid, photonya saja tidak akan bisa didekati oleh jin dan sejenisnya termasuk para dukun yang menyembah jin. Kalau seorang Guru Muryid belum mencapai tahap itu berarti kadar dan keotentikan kemursyidannya perlu dipertanyakan lagi.

Kunci pertama untuk bisa mencapai shalat khusyuk adalah Makrifatulllah, mengetahui hakikat Allah sehingga selalu bisa berdialog dalam shalat. Tanpa mencapai tahap makrifat bagaimanapun canggihnya pelatihan shalat tidak akan mencapai shalat khusyuk yang sesungguhnya karena dalam hati masih bersemayang dan berbisik-bisik syetan yang sangat berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat An-Naas.

Bagi pengamal Tarikat, bermakrifat kepada mursyid merupakan awal dari tercapainya shalat khusyuk karena sesungguhnya makrifat kepada Mursyid adalah awal dari makrifat kepada Allah. Daripada anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk pelatihan shalat khusyuk dan belum tentu mencapai alam Tuhan lebih baik anda berbaiat kepada salah seorang Guru Muryid yang akan membimbing anda kehadirat Allah SWT. Pelatihan shalat khusyuk mungkin diperlukan oleh orang-orang yang tidak menekuni Tarikatullah agar shalatnya lebih tenang. Pelatihan ini tidak diperlukan sama sekali bagi orang yang telah mempunyai Guru Mursyid apalagi yang telah mencapai tahap makrifat. Apabila anda telah bermakrifat (berjumpa) dengan Allah SWT masih perlukah anda berlatih shalat khusyuk?

Berlatih sopan santun tata cara menghadap Raja hanya diperlukan bagi orang yang akan berjumpa dengan Raja, pelatihan itu tidak diperlukan lagi bagi orang yang telah duduk bercengkerama bersama Raja, karena segala aturan terserah kepada Raja. Mengatur tutur kata berbicara dengan Raja diperlukan oleh orang yang akan menjumpai raja dan tidak akan diperlukan oleh orang yang berulangkali berjumpa dengan raja, karena segala dialog itu terserah kepada kehendak Raja.

Semoga Maharaja Manusia akan selalu memberikan kita kesempatan kepada kita untuk terus bisa singgah di istana-Nya, menikmati perjamuan-Nya dan bisa melayani tamu-Nya. Amien ya Rabbal ‘Alamin

 

412 Comments

  • abunor

    Salam. Jagi bagaimana sebenarnya solat khusyuk mengikut sufi muda. Semuanya macam salah belaka. Bisakah agaknya sufi muda menemuramah para kiyai dan mungkin para wali di tanah jawa agar menyatakan bagaimana solat yang khusyuk itu. Setakat ini semua komentar sufi muda tidak memuaskan hati kami. Adakah sufi muda solatnya sudah khusyuk. Bila dbanding dengan pendapat orang lain nati orang lain kata bukan begitu. Apa konklusinya. Kebanyakan kita cuma andai-andaian saja.

  • Dedi Supriadi

    Assalamu’alaikum.

    Menurut keterangan yang saya dengar dari ceramah KH. AF. Ghazali ( Alm ). Khusyu itu buah dari tawadhu. maka bertawadhu lah kepada Alloh SWT maka khusyu akan lahir dengan sendirinya. Wallohua’lam

    Wassalam.

    • ocha

      assalamu alaikum wr.wb.
      khusyu tdk akan lahir dgn sendirinya, harus bertharekat dulu cari guru mursyid untuk mengajarkan metode zikir. pembuka agar khusyu harus bertobat, jaga makan yang masuk dri barang haram. wassalam mohon maaf lahir bathin bila tdk berkenan

  • ocha

    assalamu’alaikum..
    langsung saja untuk mencapai khusyu sholat perhatikan makanan yang masuk di tubuh kita bila sudah betul perbaiki zikir kita saya setuju pendapat sdrku. sufi muda didalam artikelnya salaam mohon maaf lahir dan bathin bila tdk berkenan.

  • WISNU

    mantab… analogi tepat di 2 paragraf terakhir…
    tapi seberapapun kita bersiap bertemu dengan Raja(belajar tata krama, dsb), seberapapun ngotot kita minta untuk bertemu Raja, jika Raja tidak menghendaki bertemu kita, maka akan hanya sia2.

    semoga kita termasuk golongan orang yang dipertemukan Tuhan atas Kehendak Tuhan sendiri..
    Bertemu Tuhan adalah ujung dari semua cita-cita…

    • Abu Mawaheb

      di sini lah mursyid yang sudah terbiasa bercengkerama dengan Sang Raja berperan, menggandeng tangan muridnya untuk diperkenalkan dengan Sang Raja, setelah si murid kenal, maka mursyid akan membiarkannya bercengkerama sendirian dengan Sang Raja. Mursyid bagaikan tangga untuk masuk ke rumah, ketika sampai ke dalam rumah, si murid tidak akan mengangkat tangga tersebut untuk dibawa juga masuk bersamanya, inilah di antara makna rabithah musyid atau wasilah dalam thariqat.
      yuk, kita sama2 berbai’at thariqat.

  • gionadadidalamtiada@yahoo.co.id

    saya juga setuju….?
    sholat khusuk itu ngk akan pernah bisa,kecuali sudah makrifat kepada ALLAH SWT.
    kebahagiaan hidup itu jika selalu bersama ALLAH dalam setiap langkah,detak jantung,kedipan mata,dan setiap hembusan nafas.
    sempurnanya hidup itu tidak sedih ketika tertimpa musibah,sabar ketika dapat cobaan,dan tidak menakuti kematian.
    semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung…?
    AMIN…….?

  • belajarsholatkhusyuk

    assalamu’alaikum wr wb
    pendapat pribadi nih:
    insya Allah sholat khusuk itu bisa kita lakukan, bila dalam sholat kita bisa merasakan adanya kehadiran, merasakan adanya ketidakmampuan kita untuk lepas dari zat Allah, dari kehendak Allah, sehingga kita merasa seakan-akan kita ada didalam atau terlingkupi ruh dan raga kita oleh Allah sehingga kita merasa dan meyakini bahwa apa yang terjadi tidak lepas dari kehendak dan izin Allah
    karena Allah dekat dengan kita (menurut saya sih kita ini sebenarnya ada didalam Allah, adakah didunia ini sesuatu yang berdiri sendiri diluar Allah, hanya saja memang kita diberi kebebasan untuk melakukan apa yg kita sukai)
    mohon pencerahannya sehingga kita bisa khusyuk
    wassalamu’alaikum wr wb

  • agus

    Aslmkum wr wb.
    Seharusnya aku sadar diri tak ikut berkomentar kerena kebodohanku jauh di bawah majelis ini. Tetapi mungkin krn kebodohanku pula aku nekad nimbrung. Dgn harapan ada yg berkenan mengajariku tentang jln kpd-NYA.
    Aku sama tdk kenal dgn Sufi Muda & Abu Sangkan.
    Yg aku tahu tujuan meraka sama. Berdakwah.
    Krn aku jg pernah nonton acara Abu Sangkan di Metro tv, krn itu pula aku berpendapat klu pendapat Sufi Muda tentang ”shalat khusuknya Abu sangkan salah kaprah” tdk selayaknya di ucapkan Sufi Muda sebelum benar2 memahami betul apa yg di ajarkan Abu Sangkan. Bukankah Sufi pernah bilang klu ” Guru Sufi Muda selalu berhati-hati dalam mengomentari pertanyaan tentang sesat tdknya aliran?? Atau salah tdknya sesorang seblm mngetahui dng betul??” Aku yakin Sufi Muda sdh beberapa kali membaca Ihya Ulumudin & aku jg yakin Abu Sangkan jg sama. Yg aku tahu hanya cara memberi contohnya saja yg kadang Abu sangkan tdk pada tempatnya.
    Bukankah kekhusukan setiap orang tidak sama??
    Bukankah kadar iman orang jg tdk sama??
    Mungkin jg Sufi Muda & Abu Sangkan jg punya pandangan berbeda dalam cara manyampaikan kpd muridnya. Yg pernah aku baca, kekhusukan sholat itu di dpt setelah syare’atnya sdh benar2 benar & hatinya hanya sibuk dgn Allah. Baik dalam sholat maupun di luar sholat. & aku yakin setip orang pasti berbeda pula tingkatannya.
    Mohon maaf lahir batin buatmu Sufi Muda. Aku orang yg tdk pernah mondok atau ngaji pada guru ngaji. Sekolahpun hanya sampai 1 SMP. Itupun hanya 2 bulan. Mohon maklumnya atas segala kebodohan & ke sok tahuanku.

  • wawan

    setahuku, sholat yang baik itu dilihat bagaimana perilakunya setelah ia menjalankan ibadah sholat,..
    bisakah ia menjaga wudhu dari saat sholat subuh ke dzuhur, dzuhur ke ashar dan seterusnya,….. wudhu adalah pintu pembuka dalam sholat,… dan niat adalah jalan menuju garis cahaya,… pemahaman sifat Allah (20) membuka tabir,…ketiadaan diri. atas keesaanNya
    mengkaji diri lebih baik, menambah wawasan keilmuan

  • alivermana wiguna

    Ass wr wb.
    Ikut share ya.. Hemat saya, shalat khusyu’ itu shalat yang kita sabar dan ikhlas mengerjakannya, ayat-ayat dan bacaan shalatnya kita resapkan dalan hati, sehingga terus meresap sampai kita selesai dan beraktivitas sehari-hari. Sehingga membuahkan pribadi yang senantiasa merasa di hadapan Allah SWT. Segala perbuatan, sikap, niat dan ucapan kita sesuai dengan apa yangkita baca dalam shalat. Sehingga berhadapan dengan Allah tidak saat shalat saja, tapi juga di luar shalat. Mempribadikan diri sebagaimana sifat-sifat Allah. Latihan dan terus belajar, insya Allah kita semua bisa, bisa dan BISA. Wallahua’lam, mohon maaf lahir dan batin.

  • nurjamil

    ass wr wb
    terima kasih atas ilmunya tentang shalat khusuk, tp sy msh sgt bodoh untuk memahami kalimat dari sufi muda, mursyid itu apa?,kalau guru mursyid itu manusia, saya jadi takut tergolong musyrik saat membayangkannya dalam shalat. lalu pertanyaan lagi; jika yg harus kt bayangkan wajah ALLAH SWT, apa huruf2 A L L A H yang membentuk kalimat ALLAH baik dalam tulasan arab ataupun yg lain, jadi intinya; mohon bimbingan dgn bahasa yang dapat sy pahami, sekian terima kasih sebelumnya dan mohon maaf atas kebodohan dan keawaman saya

    • SufiMuda

      Wa’alaikum salam.
      Menghadirkan Mursyid adalah latihan awal dlm proses makrifat kpd Allah. Pada akhirnya para penempuh kebenaran akan memandang wajah Allah tentu saja dgn bimbingan Mursyid sebagaimana Rasulullah SAW di bimbing oleh Jibril AS.

      Jangan pernah menghadirkan tulisan Allah, ka’bah, mesjid atau yg lain dlm ibadah anda krn segala sesuatu selain Allah akan jadi syirik.

      Jadi, carilah pembimbing agar bisa beribadah sebagaimana Nabi beribadah.

      Salam

  • Bukan seorang sufi

    Saya bukan seorang sufi muda meski umur saya masih muda saya juga bukan seorang santri atau cantrik dan saya juga bukan seorang ustad ataupun kiai tapi setelah saya baca tulisan sufi muda saya cukup merasa terhibur terhadap sufi muda… habis lucu sih…saya hanya bisa menyarankan belajar dulu deh…he..he…saya yakin banyak juga yang merasa terhibur kok…boleh aja menghibur orang tpi kalau yang baca tidak mengerti bisa menyesatkan orang…dan mencemarkan nama baik orang dan fitnah lebih baik sufi muda ketemu sama ybs( abu sangkan) dan bicara serta diskusi itu jauh lebih islami

    mau tau lucunya dimana? sufi muda mengkritik namun jawabanya sudah anda jawab sendiri…andai sufi muda ikuti saran saya pasti gak lucu lagi tapi kebenaran yang sufi muda dapatkan langsung dari ybs… semoga berguna bagi kita semua untuk tidak terburu2 dalam bertindak terimakasih semoga Allah selalu membimbing hati kita

    • SufiMuda

      Lucu ya?? Wajar kan anda bukan sufi bukan pula ustad, bukan siapa2 jdi gk mengerti kekeliruan abu sangkan. Kalau saya mengkritik kemudian memberikan solusi itu berarti sy peduli dan punya tanggung jawab agar orang tdk terjerumus kpd syirik yg tdk disadari…
      Koq jadi lucu? Sy lupa, anda kan bukan siapa2.
      Trimakasih sudah silaturahmi kemari. Saya sarankan, silahkan belajar dulu tempat lain2 banyak2 sebelum berkunjung kemari 🙂
      Salam

      • tak tau aku

        dari bahasa yang digunakan dalam menyampaikan pendapat atau menanggapi pendapat, terlihat jelas masih ada ke-akuan yang bersemayam didada.

  • andi

    iyap setuju bro… Jangan pernah mendewakan sesuatu di hati kita cukup allah tempat kita mengadu dan memohon segalanya iyakanakbudu waiyakanastain…nabi muhammad kekasih allah itu sampai saat ini juga gak ada gambar ato fotonya mungkin takut di salah gunakan sama umatnya malah yang ada patung dan gambar mariyam dan isa

  • neni

    emang siapa sih yang mau di duakan anak yang lagi kasmaran juga gak mau diduakan apalagi allah yang punya sgalanya…yang aku tau allah membimbing kpa siapa saja yang dikehendakinya.. dan sudah barang siapa yng di kehendaki allah itu orang yang bersih hatinya jauh dari sifat2 yng suka ngrumpi ria ujub dan membanggakan dirinya…

  • bukan sufi

    kisah jin yang terusir dari tempatnya adalah krn jin tdk mau sujud kpd manusia krn dia merasa lebih tinggi derajatnya alhasil allah marah dan terusir lah dia..dan malaikat sujud kpa manusia maka naiklah drajad dia…dari plajaran itulah kita harus mawas diri…

  • denadio

    Assalamualaikum Wr. Wb….
    Menurut saya kita sebagai umat Islam janganlah saling menyalahkan… karena terkadang perbedaan pendapat masalah Sholat khusyu disebabkan oleh tingkat pemahaman sholat khusyu itu sendiri dan tingkat keimanan yang berbeda setiap orang. Sholat khusyu menurut saya adalah masalah rasa,rasa ketika kita berhubungan dengan Allah, baik dalam sholat maupun dalam keseharian kita. Mohon maaf dan petunjuk kalau saya salah kaprah…terima kasih

  • seorang pemabuk cinta

    orang yng sholat nya khusuk hatinya pasti tenang krn di jaminan langsung dri Allah jika kita masih gelisah ber arti ada yang shalah dlm sholat kita berarti tdk khusuk. Orang khusuk selalu menjaga hatinya dri kotoran krn dengan menjaga hati dia bisa khusuk jika ada orang yng masih dengki sama orang ato ada masalah orang khusuk pasti mengambil jln terbaik tdk terburu2 dia akan mengmbil jln dng diskusi ato musyawarh tdk menyebarkan lewat internet krn itu sama dengan orang anda pusing kok malah cukur rambut sampai gundul he.. He.. Ya mestinya minum obat ato istirahat anak tk lho wis paham.. lha kalo sudah gundul masih pusing di tatapno tembok wah tambah nemen kui…carilah sumber nya dan selesaikan dng baik. tulisan anda itu hanya kulitnya itu sma dng anda nonton bola di tv tpi anda tdk pernah main bola. Apakah anda tidak layak main bola atao anda tidak layak masuk tv anda sendiri yng tau…krn tulisan anda hanya menunjukan diri anda sendiri di mana maqom anda…bagi yang paham mereka hanya tersenyum membaca tulisan anda …. Salam

  • seorang pemabuk cinta

    jaga lah hati kita… jagalah hati kita… Jagalah hati kita…. jangan kotori… jangan kotori jangan kotori…. Sucikan… sucikan…sucikan…. Minta tolong sama Allah…. Ikhlaskan niat….

  • om cakep

    segala sesuatu yang niatnya baik ya insya allah baik tpi kalo seoarang satria itu melihat kesalahan pasti langsung datang dan memastikan langsung dari sumbernya bukan menulis di internet sehingga amat subyektif sekali jdi buat sufi muda jadilah satria jangan hanya bisa menulis yng neko2 ngrasani kui duso ngotori ati saya hanya mengingatkan tpi klo tdk suka ya terserah yng saya tahu untuk bisa mjdi sufi hati harus bersih amat sangat tdk mungkin kalo hati ini kotor bisa khusuk, untuk datang ke allah syarat mutlaknya ada di hati setinggi apapun ilmu seseorang klo hatinya kotor ya buat apa? wass…

  • Mr. Mister

    Salam.

    Khusyuk = humble / rendah hati

    Rujuk Al-Quran [2:45], [3:199], [21:90], [33:35] penggunaan kata khusyuk itu sendiri

  • suanank

    Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh
    Ana pengen tau apa itu sholat dan apa itu khusyu’ bagi yg mengetahui mohon kiranya sudi menjelaskan nya,,

  • Xarel X

    Sholat khusyu’ bisa tercapai, jika dalam sehari-hari prilakunyanya juga khusyu’. artinya nilai-nilai sholat harus dijabarkan dg amal perbuatan yg nyata. karena antara iman dan amal perbuatan adalah satu rangkaian yg tidak bisa dipisahkan.
    jika prilaku sehari-hari bisa khusyu’ otomatis sholatnya juga bertambah khusyu’.

  • ismail

    yang jelas pikiran sufi muda belum sampai disana jadi apa yang diajarkan oleh ustad abu sangkan tidak tersambung , dan sufi muda masih harus banyak belajar lagi lebih tekun oke !

    • SufiMuda

      Kalau anda kenal dengan Abu Sangkan. Sampaikan salam saya kepada Beliau, Dan tanyakan apakah Beliau udah pernah jumpa dengan Allah, kalau jawabannya Belum silahkan berhenti mengajarkan cara shalat khusuk. Kasian banyak orang tersesat nanti. Saya menyarankan Abu Sangkan untuk mencari Guru Mursyid, berguru sampai makrifat kepada Allah. Setelah itu baru bicara tentang shalat. Kalau bingung mencari Guru Mursyid. Silahkan Hub saya via email (sufimuda@gmail.com). Saya dengan senang hati membimbing Beliau. Masih ada waktu belum terlambat. Bukan hanya Abu Sangkan yang harus belajar termasuk anda sendiri saudaraku Ismail, silahkan belajar, belum terlambat. salam

      • echo

        mas, masa mau melihat Allah saja harus pake wali mursyid seh..???
        Allah lah wali mursyid yg sebenarnya,..
        Dia-lah guru manusia…
        mau melihat / bertemu Allah saja koq repot…??

        • ahmad

          Allah maha berkehendak,
          Allah maka berkuasa,

          Bukankah dengan sifat Allah tersebut, maka Allah bisa mengajarkan kepada setiap manusia untuk dapat beriman kepada ALLAH???
          jawab : iya betul,

          kenapa Allah tidak melakukannya,???
          jawab : karena Allah ingin mengajarkan kepada makhluknya tentang wasilah/silsilah,
          Allah mengutus NABI dan Rasul, dari nabi dan Rasul tsb lah disampaikan berita kholiknya,

          siapakah yg pertama kali, mengajarkan akan adanya wasilah/perantara,
          jawab ALLAH

          kenapa kita TIDAK MUNGKIN BISA berguru langsung kepada ALLAH?
          jawab : ALLAH saja via Rasulullah untuk kepada hamba2 ALLAH, apakah kita berani mengklaim bahwa kita bisa langsung berguru kepada ALLAH tanpa Rasulullah????
          apakah kita berani mengkalim bahwa kita bisa langsung berguru Rasulullah tanpa Mursyid???

          DALAM BERAQIDAH, kita TIDAK BOLEH membuat aturan sendiri2, tanpa BERINDUK KEPADA KITAB ALQURAN YG HAQ, Karena Iblis dan syetan selalu menggoda manusia dengan mengajarkan sesuatu yg PASTI TIDAK BERINDUK PADA ALQURAN.

      • bukan sufi muda

        wah….hebat dong… dari sufi muda sekarang sudah jadi mursyid. bisa membimbing orang untuk mengenal Allah
        saya ingatkan anda untuk bisa membimbing orang anda harus jadi sufi tua dulu he he terus baru jadi mursyid namanya siapa sih kok gak jelas lawan anda dengan gagah berani dan tegas memperkenalkan dirinya nama : Abu sangkan paraning wisesa lha… kalo anda nama sufi muda ( gak jelas ) jujur saja andaikan abu sangkan itu sesat tpi dia adalah seorang satria jdi saran saya anda harus tegas dan satria. jadilah orang spt nabi Ibrahim tegas menumpas berhala bukan omdo aja ( omong doang ) di internet lagi gak ada manfaat nya mas… sampek elek ya… percuma ato anda saya kasih nama abu gosok ha.. ha…

        • SufiMuda

          Saya sarankan anda untuk belajar lagi makna Mursyid, paling tidak mau membaca sedikit agar tidak terlalu awam kalau memberikan komentar.
          Tidak ada niat dalam hati saya untuk menjadi Mursyid karena Mursyid itu bukan gelar seperti Ustad yang bisa didapat dengan mudah. Mursyid itu adalah takdir dari Allah yang sudah ditetapkan sejak Zaman Rasulullah.
          Yang menjadi pengikut Mursyid itu juga sudah dipilih oleh Allah.

          Ustad Abu Sangkan begitu lapang dada menerima kritikan atas ketidaksempurnaan beliau, lalu kenapa anda yang jadi tersinggung?

          Sudah banyak yang merasakan manfaat dari tulisan ini dan tentu saja anda tidak termasuk diantaranya.

          Internet hanyalah alat yang bisa kita gunakan untuk apa saja termasuk dakwah.

          Salam

  • muhammad sultan akbar

    Assalamualaikum w.r.
    semua orang bisa khusuk..
    mungkin kalian sudah tau smua; cuma g’ mengamalkannya, dg cr; ihsan(apabila engkau beribada maka engkau seakan/merasa melihat allah (bagi orang ma’rifat) tp apabila engkau tdk mampu, maka engkau seakan/merasa dilihat oleh allah.(bagi orang syari’at) ne ada nasehat dari seorang ulama sufi kpd muridnya:
    barangsiapa yg menyembah nama tanpa makna, ia sesungguhnya telah kapir dan tdak menyembah apa2. Barang siapa yg menyembah nama dan makna sekaligus, maka ia sesungguhnya tlah musyrik dan menyembah dua hal. Dan barang siapa menyembah makna tanpa nama, maka itulah tauhid. Wassalamualaikum w.r.

  • sava'

    numpang lewat…saya cuma mengingatkan kalau tujuan kita adalah mencari ridho dan rahmat dari Alloh.jangan sampai berdebat disertai dengan kebencian,mencari benarnya sendiri.ingatlah godaan syetan itu sangat halus.semoga Alloh berkenan menunjukkan Hidayah dam Kebenaran-Nya pada kita.amin

  • bukan sufi muda

    wahai sufi muda saya bersyukur anda tidak di jdikan Allah sebagai nabi Ibrahim atau meneruskan tugas nabi ibrahim. nabi ibrahim itu melihat patung yang di sembah (sesat)langsung di penggal dan di hancurkan patung itu tpi anda melihat kesesatan cuman omong doang.. Untuk berjuang di jalan Allah butuh pengorbanan sufi muda… ya.. pengorbanan jiwa dan raga. Bukan cuman nulis di internet weleh.. weleh.. Ayo berjuang jng hanya bisa ngrasani orang

    • SufiMuda

      Kalau anda tidak ditakdirkan Allah untuk saya bimbing menuju Dia, bagaimana bagusnya dakwah tetap mencaci seperti Abu Jahal mencaci dakwah Rasulullah dan penerus Abu Jahal tetap ada sampai akhir zaman.
      Kehadiran anda di dunia ini membuat anda bertambah semangat. Bukankah setan diciptakan Tuhan agar kita semangat beribadah? 🙂

      Salam

  • MULYANI

    dasar agama yang membuat khusuh,sabar, jujur, eklas, rido. selalu belajar ilmu agama cari rejeki yang
    baik beramal sholat tepat waktu ,sering baca quran , khusuk akan mengikuti,

    perintah nya jelas , sholat, dan zakat , insya ALLAH , goib goib , akan di kasi tahu ALLAH ,TERMASUK SHOLAT KHUSUH,goib disini bukan melihat sesuatu karena ALLAH ,tidak ada yang menyerupai , apapun ,

    biasa nya ada rasa iman bertambah dan selalu cenderung ingat ALLAH ,DAN SELALU DI ILHAM KAN KEBAIKAN

    SALAM

  • mas hari

    saya sudah mengikuti pelatihan sholat abu sangkan dan dr M sholeh bukan nonton di tv ato membaca bukunya sepertinya metodenya sama dan setelah saya rasakan juga hasilnya sama membuat diri saya semakin dekat dng Allah, lebih sabar dan tenang dlm menjalani hidup, juga hati ini selalu ingat Allah perasaan bangga diri mulai menghilang, dan banyak hal positif yang saya dapatkan… saya sarankan sufi muda ikut pelatihan sholat yang di adakan oleh beliau berdua langsung oleh beliau nya jdi anda bisa berbincang2 tpi kalau anda merasa lebih pintar, lebih tinggi ilmunya, lebih makrifat, dan lebih lain2nya dri beliau ya gak usah percuma dunk…tpi akibatnya anda akan terus ngerumpi spt ibu2 di kampung yang pada doyan ngerumpi saya ingatkan beliau2nya tdk kenal anda. Dan beliau ber 2 lebih kenal Allah dri pada kenal sama anda. saya pikir cukup mudah untuk bertemu dng ke 2nya asalkan ada tekat dan niat baik apalagi jika didasarkan atas niat krn Allah saya yakin pasti ketemu tidak ada yng sulit jika Allah berkehendak….

    • SufiMuda

      Manusia itu diberi ilmu oleh Allah bertingkat dan menerima ilmu juga sesuai kadarnya masing2.
      Alhamdulillah anda merasakan manfaatnya, silahkan teruskan.
      Salam

    • SufiMuda

      Trimakasih atas sarannya.
      Mudah2an suatu saat abu sangkan ilmunya bertambah sehingga bisa mengenal Allah dengan benar.

      Tuhan sudah menetapkan takdirnya terhadap sesuatu…

    • ahmad

      Dalam Belajar Agama, harus punya guru yg dhohir, yg bisa dipertanggung jawabkan kebenaran dari setiap kalimat yg diucap di dunia dan akhirat.

      itulah perintah Allah di Alquran yg Haq, HARUS MEMILIKI SILSILAH RANTAI EMAS yg tersambung ke pada Rasulullah. banyak ayatnya yg menjelaskan tentang kewajiban kita untuk memiliki mursyid/guru.

      abu sANGKAn? gurunya siapa ya? silsilah nya kemana?, JANGAN Ngarang2 sendiri metoda dalam beraqidah!!! ATAU hanya karena anda merasa cocok sesuai dengan akal dan hobby sendiri, maka anda mengatakan ajaran tsb adalah Benar????

      ingat mas, ajaran yg haq tetaplah bersumber pada Alquran, bukan berdasar hawa nafsu seseorang, apalagi sumber nya hanyalah dari rekaan sendiri yg gak jelas metodanya,

  • imanuell

    gak usah bertengkar tentang shalat, shalat bukan untuk diperdebatkan tpi di laksanakan dng tulus jika shalat kalian benar tentu tdk bertengkar, jika shalat kalian benar tdk saling menyalahkan, jika shalatmu benar kalian akan merasa bahagia bersama Allah dan kalian tdk akan merasa tinggi hati dan merasa benar sendiri

  • SufiMuda

    dear bukan sufi muda, berjuang itu khan bukan harus membunuh orang agar orang tsb masuk islam atau percaya akan kebenaran islam. Memberitakan kebenaran dengan jalan damai dan sabar agar orang yang belum mengerti akan kebenaran menjadi paham akan kebenaran, itu adalah sebuah kemuliaan. Banyak hal yg di ajarkan tasawuf yang tetapi tidak diketahui oleh orang yg tidak mau mencari tau tentang marifatullah yang terdapat di dalam tasawuf. Secuil saja yang ingin saya buka dari apa yang bisa kita ketahui dari belajar tasawuf : mati itu bukan sebuah rahasia tuhan bagi orang orang yang memperhatikan tanda2nya yang datang jauuuuuuuuuuuh sebelum kematian itu datang. Apakah kau sudah tau tanda2nya bukan sufi muda?

  • Ruslianto

    Mau tahu sapa Abu Sangkan dan sapa Gurunya dan sapa pula Guru Sufi Muda ? ………………Nah gitu kalo kita mau nimbrung tulisan diatas,…….
    Abu Sangkan berkata : ….Barangkali inilah perjalanan yang paling berharga dari seluruh pencarian saya tentang ilmu ketuhanan.Setelah sekian lama menggeluti ilmu di beberapa pesantren , seperti Al Ihya’ di Bogor, Al Ghazaly di Bogor pimp.KH.Abdullah bin Nuh, Al Baqiyyatush Shalihat Bekasi pimp.KH Yusuf Kamil, serta mengikuti pendd.ilmu Filsafat IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta,………..Semua ilmu yg saya pelajari masih saja tidak membawa kepuasan bathin saya yg selalu bergejolak ingin merasakan kenyataan hakikat makrifat (Komentar :…mungkin sampai saat ini,…kasian saya Abu). Lalu Abu melanjutkan, Saya merasakan kegersangan di saat harus menghadapi kehidupan yang cukup berat. Ilmu pengetahuan saya tidak mampu menghalau kegelisahan dan kekhawatiran hati. ( Komentar : Wah,..berarti belum seperti yg di Firmankan Allah ,…..Ar Rad-28: ,…. Ingatlah, Hanya dengan dzikir kepada Allah sajalah diperoleh ketentraman hati.),…..Selanjutnya Abu Sangkan berkata ; Di saat yang saya butuhkan , atas kehendak Allah saya bertemu dengan seorang “ahli laku”,……… yang mengajar tentang kehidupan berketuhanan. Bukan dengan definisi tetapi bagaimana merasakan sebuah kesadaran langsung dan kita diajak mencapai keadaan itu melalui langkah langkah sederhana . Di dalam pengajarannya, beliau tidak mengungkapkan seperti seorang resi dengan kata-kata mutiaranya ( Komentar : Lho Kok,….Gimana nich Mosok Guru nya di banding-bandingkan dengan seorang resi ( pendeta dalam cerita pewaya ngan..?)
    Lalu ia melanjutkan ,…Sekian lama saya merenung dan cukup terguncang dengan pengetahuan yang melimpah namun iman jarang dialami dengan benar. Saya tidak berani melanjutkan pencarian melalui pengetahuan. Karena iman merupakan sebuah pengalaman khusus yg tidak bisa diajarkan. Iman harus diperoleh melalui ilham secara langsung, tidak bisa dipikirkan, tidak bisa dipaksakan.
    Saya bertekad diam dan mencari jalan spiritual, saya mulai meninggal kan atribut keislaman saya, ber-blue jeans-ria,rambut terurai panjang
    Komentar : Kasian saya ama Abu Sangkan ini ) dan kemudian DIAM dalam renungan dan kontemplasi di tengah malam serta di keramaian siang hari,……Malam bagaikan rahib (spiritualis) sedangkan siangnya bagaikan singa kelaparan dalam mencari rizki……….Nah itulah Abu Sangkan sebelum terkenal,……

    Beda perjalanan “pencarian” yang dilakukan Sufi Muda (Maaf) dalam perenungannya dia menemukan sebuah Ayat Al Qur’an (Al Baqarah 208) Hai orang-orang beriman, masuklah kamu dalam islam itu secara keseluruhan,……..Sufi Muda-pun tambah getol mencari,…. bertemu pula Al Qur’an Suraah Al Maidah 35 : Hai orang beriman, takwalah pada Allah dan carilah / temukan Wasilah yang membawa engkau pada Allah, Sungguh sungguhlah engkau diatas “jalan” itu, niscaya engkau menang.

    Komentar : Sepertinya Sufi Muda “telah” mendapat hidayah sbb :
    PERTAMA : Karena merasa beriman,…Disuruh masuk islam secara paripurna
    KEDUA : – Karena merasa beriman ,…. Disuruh mencari Wasilah,… untuk membawanya kepada Allah ( Yang nama mencari,.. tentu barang sudah ada,… Nah apalagi temukanlah,….. ) Lalu ia menemukanNYA
    Nah sudah ketemu berjihadlah di “jalan” itu pasti mendapat kemenangan jangan ragu itu JANJI ALLAH JIKA INGIN BERTEMU DENGAN ALLAH.

    Lalu apa Guru Abu Sangkan “sama dengan” Guru Sufi Muda ? Oh beda baca pernyataan Abu Sangkan diatas, bahwa Gurunya adalah Seorang “Ahli Laku” ahli laku tidak pernah terdengar baik dalam Hadist maupun Al Qur’an Nah Gurunya Sufi Muda itu Ahli Dzikir ada didalam Suraah Al Qur’an An Nahl 43 : …….Lantaran itu tanyalah kepada Ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui.
    Dan Guru Sufi Muda enggak dibanding bandingkan dengan seorang Resi seperti cerita pewayangan.

    Akhirnya Sufi Muda bersyukur kehaderat Allah,…karena menemukan
    Guru Mursyid yang Kamil Mukamil- Sufimuda pun kini asik bermakrfat
    bukan saja sewaktu mendirikan sholat bahkan setiap tarikan nafas dan lebih dari pada itu ,sewaktu menahan nafas-pun ia berma’rifat kepada Allah.
    Atas tulisan ini maka Mohon maaf Saya kepada Yang Sangat di Muliakan oleh Para muridnya dan maaf saya juga Khusus kepada Sufi Muda dan kepada semua yg mengomentari tulisan diatas.

  • Hamba Allah

    Beginilah kondisi umat Islam sekarang, nggak yang mengaku sufi, ustad atau ulama kerjaannya membidahkan, menyesatkan, menyalah nyalahkan saudara seimannya lewat selebaran, lewat internet dengan dalih berdakwah tanpa melakukan observasi yang mendalam terlebih dahulu, mereka sibuk menebar perpecahan dimana-mana tapi anehnya masih banyak saudara kita yang belum sholat belum puasa malah tidak diperdulikan, hanya karena berbeda cara beribadah seperti yang satu qunut yang satu tidak, pake tasbih dan tidak, setuju tahlil dan tidak, setuju maulid dan tidak, beda metode sholat khusuk dll.sudah saling menyalahkan semua merasa sudah yang paling bener, paling dekat dengan Allah SWT. Astqfirullah… wahai Saudaraku berkacalah kepada ulama-ulama tabiin walaupun berbeda cara ibadah berbeda mahzab tidak menyebabkan mereka saling menyalahkan tetap menghormati selama kita tetap berpegang teguh pada Al quran dan Sunah baginda Rosulullah kita tetap saudara.

  • syaeful

    STUDY KRITIK HADIST ”RASULULLAH LUPA RAKAAT DALAM SHALAT”
    Oleh: Syaiful Battar

    Materi ini sebagai kelanjutan dari kritik hadist dengan Al-quran sebagai pedomannya. tujuan dari pembahasan ini adalah agar seluruh ummat Islam dapat memilah sunnah-sunnah yang bisa dijadikan sandaran hukum sehingga tidak menjerumuskan ummat pada kekeliruan yang resikonya amat sangat membahayakan diri dan orang lain.

    Oleh karena itu kita perlu menelaah sunnah-sunnah yang selama ini beredar di masyarakat Islam dan sudah diyakini sebagai sesuatu yang hak karena diriwayatkan dengan sanad hadits yang oleh sebahagian besar ulama hadits sebagai hadits “sahih”, namun setelah ditelaah isi atau redaksi hadits tersebut banyak yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an.

    Mengapa harus Al-Qur’an sebagai standarisasi…? Karena Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena segala ucapan, perbuatan dan diamnya Rasulullah SAWW adalah wahyu sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah.

    QS. 53 (An-Najm): 3 – 4:”Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

    QS.2:2 :”Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.””

    Dengan tegas dan jelas Allah menyatakan melalui firman-Nya bahwa apa yang diucapkan, apa yang diperbuat serta diamnya Al-Musthofa Rasulullah SAWW bukanlah mengikuti hawa nafsu yang dipengaruhi oleh syetan, akan tetapi senantiasa didasarkan pada “Wahyu” yang disampaikan kepada Beliau.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawuud, Ahmad dan lain-lain dijelaskan sebagai berikut:

    UKTUB.! FAWALLADZII NAFSII BIYADIHI MAA KHOROJA MINNI ILLA HAQQUN.
    Artinya: Tulislah ! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya! Tidak keluar dariku melainkan kebenaran.

    Oleh karena itu kita perlu memeriksa kebenaran suatu hadits. Kita tidak menyangsikan bahwa apa yang keluar dari diri pribadi Rasulullah SAWW adalah kebenaran yang dapat dibuktikan. Dan sebagai alat pembuktinya adalah Kitab suci Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah Akhlaq Rasulullah SAWW, karena Al-qur’an adalah prilaku Rasulullah SAWW, karena Rasulullah SAWW adalah Al-Qur’an yang berjalan.

    Tatkala sesorang menerima dan mengimani hadits-hadits yang tidak senafas dengan Al-Qur’an maka secara sadar atau tidak, sengaja atau tidak maka orang tersebut telah melakukan hal yang teramat membahayakan dirinya dan orang lain, hal yang dimaksud adalah:

    1. Menghina, memfitnah dan merendahkan Allah.
    2. Menghina, memfitnah dan merendahkan Rasulullah SAWW.
    3. Menghina, memfitnah Malaikat Allah.
    4. Menghina dan merendahkan kebenaran Kitab Suci Al-Qur’an.

    Jika sudah demikian maka Allah tidak akan meridhoi dan Rasulullah SAWW tidak akan memberikan syafa’atnya. Dan sekalian malaikat serta orang-orang yang mencintai Allah dan Rasulullah SAWW akan melaknat mereka.” Na’udzu billahi min dzalik”

Tinggalkan Balasan ke om cakepBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca