Tasauf

SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH

Pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh pengunjung sufimuda kepada saya lewat email adalah bagaimana shalat bisa menjadi khusyuk, apakah kita bisa melaksanakan shalat khusyuk dan ada juga yang berpendapat bahwa hanya nabi Muhammad SAW berserta sahabat-sahabatnya dan ulama salafush shalih saja yang benar-benar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk selain dari mereka tidak ada yang bisa melaksanakan shalat khusyuk.

Terhadap pendapat terakhir saya kurang setuju karena kalau memang cuma Nabi dan para sahabat yang bisa shalat khusyuk maka hampir semua orang dimuka bumi ini akan masuk neraka wail, dengan demikian fungsi Al-Qur’an dan hadist sia-sia, juga peran ulama sebagai penyambung dakwah dan sebagai pewaris ilmu nabi juga tidak akan berguna sama sekali.

Khusyuk menurut Guru Ngaji Saya

Saya masih ingat ketika masih kelas 1 SMP waktu itu masih berumur 12 tahun, saya diajarkan cara shalat khusyuk oleh guru ngaji. Beliau mengatakan untuk bisa mencapai shalat khusyuk kita harus mengetahui makna dari ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, kemudian harus kita hayati dalam hati. Antara ucapan dan gerak badan harus selaras, mengucapkan harus benar-benar masuk kedalam hati bukan hanya di bibir saja. Kemudian Beliau memberikan tanda-tanda shalat kita itu sudah khusyuk. Ketika mata kita menatap ke sajadah perhatikan dalam-dalam, nanti akan ada bayangan bulat samara-samar, saat itulah shalat kita menjadi khusyuk.

Saya meyakini apa yang diajarkan oleh guru ngaji saya, saat muncul bayangan bulat itu saya sangat senang karena saya yakin sekali kalau shalat saya sudah mencapai tahap khusyuk dan ketika bayangan itu tidak muncul maka saya jadi sedih. Saya yakin sekali apa yang diajarkan oleh guru ngaji, karena beliau adalah alumni salah satu pasantren terkenal di daerah saya.

Metode shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad saya itu tidak ada bedanya dengan metode pelatihan shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad Abu Sangkan. Setiap sore saya menyempatkan diri untuk menonton acara di Metro TV tentang pelatihan shalat khusyuk yang dibawakan oleh ustad Abu Sangkan.

Seperti juga guru ngaji saya dulu, Abu Sangkan berkeyakinan bahwa shalat khusyuk itu identik dengan ketenangan dan hilangnya kesadaran. Abu Sangkan mengatakan bahwa ketika bertakbiratul ihram kita harus membuang ingatan kita terhadap apapun. “Tidak ada Guru Mursyid, tidak ada Syekh Tarikat dan tidak ada zikir yang ada hanyalah Allah semata-mata”. Persis sekali yang diajarkan oleh guru ngaji saya, cuma Abu sangkan menyampaikannya lebih lengkap disertai dengan kajian-kajian ilmiah. Apa memang demikian shalat khusyuk?

Shalat khusyuk bukanlah mengosongkan pikiran seperti dalam meditasi yoga, karena kalau kita memaksakan pikiran untuk kosong pada saat itulah timbul nafsu kita dan syetan sangat halus dan sangat lihai untuk menyusup di alam bawah sadar kita. Sama juga orang yang mencapai shalat khusyuk lewat alat-alat elektronik, mendengarkan lagu yang dibuat khusus agar kerja otak menjadi berimbang antara kiri dan kanan. Cara seperti ini memang akan mencapai ketenangan akan tetapi kita juga harus pertanyakan lagi apakah memang ketenangan seperti itu yang dinamakan khusyuk, dan apakah memang demikian yang dikehendaki oleh Allah SWT?

Khusyuk di atas dengan berbagai jenis pelatihan bagaimanapun masih pada tataran akal dan kita merasa khusyuk menurut sendiri. Ustad Abu Sangkan menulis buku dengan judul “Spiritual Salah Kaprah” untuk mengkritik ESQ, pelatihan lewat musik untuk menstimulasi otak yang bersifat instant dan kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan spiritual yang dilakukan oleh kaum sufi, demikian pendapat Abu Sangkan.

Menurut saya pelatihan shalat khusyuk yang diperkenalkan oleh Abu Sangkan juga masih dalam tataran otak dan pemikiran, karena menafikan sama sekali fungsi Mursyid dan sudah pasti yang di dapat bukan Nur Allah akan tetapi ketenangan yang tidak tahu berasal dari unsur apa. Berbicara masalah rasa (tenang, damai, dll) itu masih bersifat sangat subjektif. Maka saya menyebutkan pelatihan khusyuk ala Abu Sangkan sebagai Shalat Khusyuk Salah Kaprah.

 

Khusyuk Menurut Sufi

Menurut golongan sufi, khusyuk itu bukan tidak mengingat sesuatu, akan tetapi seseorang dikatakan khusyuk apabila dia terus menerus bisa memandang wajah Allah SWT. Kalau kita ingin menghilangkan pikiran terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan bukan berarti kita mengosongkan pikiran sama sekali karena di dunia ini tidak ada yang kosong. Setiap yang kosong itu mesti di isi oleh dua unsur; Haq atau Bathil.

Shalat khusyuk adalah kondisi dimana sang hamba bisa berdialog dengan Tuhannya di alam rabbani, maka disebutkan “Shalat itu adalah Mi’raj bagi orang mukmin”. Pada saat shalat maka rohani kita akan terangkat ke Alam Rabbani, alam yang ada hanya Allah SWT.

Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari. Wajah Guru Mursyid yang kamil mukamil dan khalis mukhlisin tidak akan bisa ditiru oleh syetan dan kalau ada syetan yang mencoba meniru wajah Mursyid akan langsung terbakar. Jangankan Guru Mursyid, photonya saja tidak akan bisa didekati oleh jin dan sejenisnya termasuk para dukun yang menyembah jin. Kalau seorang Guru Muryid belum mencapai tahap itu berarti kadar dan keotentikan kemursyidannya perlu dipertanyakan lagi.

Kunci pertama untuk bisa mencapai shalat khusyuk adalah Makrifatulllah, mengetahui hakikat Allah sehingga selalu bisa berdialog dalam shalat. Tanpa mencapai tahap makrifat bagaimanapun canggihnya pelatihan shalat tidak akan mencapai shalat khusyuk yang sesungguhnya karena dalam hati masih bersemayang dan berbisik-bisik syetan yang sangat berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat An-Naas.

Bagi pengamal Tarikat, bermakrifat kepada mursyid merupakan awal dari tercapainya shalat khusyuk karena sesungguhnya makrifat kepada Mursyid adalah awal dari makrifat kepada Allah. Daripada anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk pelatihan shalat khusyuk dan belum tentu mencapai alam Tuhan lebih baik anda berbaiat kepada salah seorang Guru Muryid yang akan membimbing anda kehadirat Allah SWT. Pelatihan shalat khusyuk mungkin diperlukan oleh orang-orang yang tidak menekuni Tarikatullah agar shalatnya lebih tenang. Pelatihan ini tidak diperlukan sama sekali bagi orang yang telah mempunyai Guru Mursyid apalagi yang telah mencapai tahap makrifat. Apabila anda telah bermakrifat (berjumpa) dengan Allah SWT masih perlukah anda berlatih shalat khusyuk?

Berlatih sopan santun tata cara menghadap Raja hanya diperlukan bagi orang yang akan berjumpa dengan Raja, pelatihan itu tidak diperlukan lagi bagi orang yang telah duduk bercengkerama bersama Raja, karena segala aturan terserah kepada Raja. Mengatur tutur kata berbicara dengan Raja diperlukan oleh orang yang akan menjumpai raja dan tidak akan diperlukan oleh orang yang berulangkali berjumpa dengan raja, karena segala dialog itu terserah kepada kehendak Raja.

Semoga Maharaja Manusia akan selalu memberikan kita kesempatan kepada kita untuk terus bisa singgah di istana-Nya, menikmati perjamuan-Nya dan bisa melayani tamu-Nya. Amien ya Rabbal ‘Alamin

 

412 Comments

  • Parman

    alhamdulillah, akhirnya ada wawasan yang terbuka
    terima kasih untuk M. Yam, boleh saya kenal lebih dekat dengan anda?
    kapan kita ketemu (baik di Maya maupun darat)
    pak M. Yam aku bersedia sharing lebih dalam dengan anda

    terima kasih

  • akhir denyut jantung

    Ass wr wb
    sesungguhnya tidak ada salah dan tidak ada benar……
    semua telah diciptakan……
    kita sebenarnya tidak ada…….
    jika telah diadakan maka bersukur…..bersukurr….alhamdulillah…..
    sesungguhnya khusuk dan tidak khusuk pun sudah diciptakan…..
    pasrah aja pada yg buat khusuk dan tidak khusu’ jika salah
    Astaghfirullah…….
    kita sama sekali tidak ada kemampuan……
    la qaula wala kuata ilabillah…..
    kalian benar semua……tidak ada yang salah…..
    yang salah telah diciptakan…
    yang benar telah diciptakan….

    • dudung

      Ass Wr Wb
      Saya sependapat dengan sahabat akhir denyut jantung, Insya Allah semua metode ada manfaatnya. Nggak usah saling menyalahkan, karena hakikatnya semua tercipta dalam rancangan-Nya, tidak ada yang sia-sia. Adanya perbedaan merupakan cara Allah mengajar semua makhluk-Nya.

  • akhir denyut jantung

    yang buat sholat khusu’ siapa???
    yang buat sholat tidak khusu’ siapa???
    mampukah kita sholat???
    mampulah sholat khusu’????
    mampulah sholat tidak khusu’????
    jawabnya
    tidak
    tidak
    tidak
    yg bisa hanya , Dzat yang memampukan kita…..

    semoga kita digerakan sesuai Ridho-NYA…..
    .amin….

  • andik

    akur… lha wong kita masih ngandelin amal kita, ilmu kita, kekuatan kita kok bisa-bisanya ngaku sudah khusuk he.. he.. he jgn.. jgn klo gak bisa khusuk nanti gak sholat ? lha gmn ini.. bukankah Khusuk adalah pemberian Allah, terkadang orang yang baru belajar sholat bisa merasakan kedamaian gak diperlukan metode2 yang njelimet. maaf sebelumnya salam damai untuk semua

  • hinakelana

    Assalamualaikum wr, wb

    Salam rindu untuk bungsufimuda..
    Insya Allah saya setuju dengan pendapat anda tentang cara khusyu sholat, saya juga mengikuti acara dimetro TV itu bulan Ramadhan kemaren, saya coba praktekin (saya slalu ingin mencoba mengerti dan memahami pendapat orang lain), teryata ga nikmat mungkin ga cocok dengan kadar akal budi dan hatinurani,kita

    Sholat khusyu bagi saya adalah sholatnya Rosullulah saw dan sahabat2nya r.a. yaitu antara zahir dan batin (sirrulah kita) bersaut2an, misalnya kita baca surat Idzaza anasrulohi dstnya, sir kita dalam bahasa qolbu menyauti subhanallah wal hamdulillah atagfiruka wa atubu ilaih, ruku kita hakekatnya penghormatan kepada Allah, dengan mensucikan Allah, tuhanku yangMAha Agung dan Segala Puji baginya… dstnya..anda pasti lebih paham.

    Tapi kita patut menghargai apa yang diniatkan oleh ustadz Abu Sangkan yang hendak berbagi ilmu, kita sedang bekerja keras dengan gaya dan caranya masing2 sesuai kadar keilmuan yang dioberikan Al Alimul Ghoibi Wasy Syahada, Ar Rosyid nurul huda Jala Jala Luhu, kapasitas setiap orang berbeda2. Tapi yang paling baik bagi saya adalah sejak dari anak diajarin zikir dan shalawat dulu seperti mau tidur kita sebagai orang tua, kakek, nenek membimbing dengan mengucapkan contohnya bismilahhirohmannirohim, atau bismillah Nurin ala nur 11x naikan lagi 21x lalu baca surat Al Ikhlas, Surat kul auzubirobilfalak, dan kul audzubirobinass, setelah mendekati akil baliq (anak2 kita lebih cepat baliq baik pria dan wanita itu karena gizi yang baik dan halal) kita didik untuk sholat lima waktu ga usah dipaksa cukup diingatkan, atau ajak sholat berjamaah dengan istri anak kakek saudara2nya, sampai saatnya sudah baliq entah 15 atau 17 tahun kita bilangi dengan nasehat yang lemah lembut bahwa kalo sudah baliq maka hukumnya sholat lima waktu adlah wajib, Fardhu ain). Yang penting zikir dulu entah ya Allah ya kudus, ya rahman ya rahim tingkatkan sedikit-dikit sesuai kapasitas sebagai balita 3 x , 7 x 11x dstnya

    Wassalam

    hk/robby

  • hinakelana

    bismillah ada yang kelupaan nih tentang maslah rokok apakah makruh, mubah atau haram soalnya saya seorang perokok (bekas junkies juga sih, shabu dan ganja). saya lihat ada ustadz muda namanya ustadz Muklis S.Ag sebelum masuk mesjid (uda ambil wudhu) ngerokok dulu setelah abis baru masuk kemesjid kami Jami’ |Al Anshor lalu sholat tahiyyat masjid, apa sah sholatnya kalau hukumnya makruh, mudah2an saya berharap mubah dan bukan haram. saya minta penjelasannya dari sufimua dan sahabat2 yang lain

    Ada lagi mengenai sholat sunnah Fajr’i (Sabda Baginda saw, Sholat sunnah Fajri’ lebih baik dari dunia dan seisinya,) Apakah sholat sunah Fajri’ adalah sholat qobliyah subuh, atau saya pernah baca entah dimana saya lupa ada yang bilang sholat sunnah fajr’i bertepatan sebelum Adzan Subuh bergema…, saya teramat mencintai sholat, bagi saya sholat lebih nikmat dari membaca wiridan /Innya Allah saya selalu menjaga wirid saya. Apakah juga ada Sholat sunah Sirrullah..?

    Wasalam

  • isworo

    : )

    ingattkah wahai akhi,, meremehkan seseorang itu terselip sombong didalamnya,,,

    semoga Alloh melindungiku dari sombong juga kalian,,

    amin ya robb,,,

  • Prihandoyo kuswanto

    Ass,Wr,Wb.
    Saya sdh lama mengikuti patrap nya Abu Sangkang,mulai beliau masih belum setenar sekarang .
    Sholat Khusyuk menurut guru saya kita manusia hanya bisa berusaha 50% Khusyuk Sedang 50% nya lagi hadiah dari Allah.Dzikir yang dajarkan guru saya bukan hanya menghitung jumlah butiran tasbih ,tetapi dzikir ingat kepada larangan-larangan Allah,Dzikir ingat pada perintah-perintah Allah,Dzikir ingat pada machluk ciptaan Allah,Dzikir ingat pada Arohman,Arohim nya Allah dan lain-lain,yang setiap detik kalau kita ingat akan memagari kita dari perbuatan-perbuatan tercelah.dari sini kita memulai dengan membersihkan hati,ada segenggam daging didalam tubuh manusia ,jika daging iu bersih maka bersih juga seluruh tubuh itu.Sholat khusyuk itu bisa kitalakukan kalau hati kita bersih,bening,seharusnya yang dilatih itu bagaimana membersihkan hati itu ,bukan pelatihan sholat khusyuk nya dulu . Guru saya jika melatih kita untuk iklas dengan cara memberikan barang yang paling kita senangi kepada orang yang paling kita benci.
    Jadi Sholat khusyuk itu adalah buah dari cara hidup kita yang mengikuti islam secara kafah.Islam itu adalah integral kalau kita masih korupsi,masih makan yang bukan hak kita ,masih makan yang haram-haram ya ngak mungkin bisa sholat khusyuk,apalagi kalau hati ini masih kotor ya harus dilatih dibersihkan,kok sholat khusuk serba instan .
    wassalam semogah kita diberi jalan dan rahmat dalam sholat kita

  • fauzy

    salam kenal buat sufimuda
    alhamdulillah, ini hari saya lagi menyibukan diri mencari dimana pelatihan sholat khusuk diadakan, tentunya ala abu sangkan. dengan membaca pendapat dari sufimuda, saya urungkan aja niatan saya ini, saya msh terlalu lemah pengetahuan ten\tang islam, takutnya ntar malah salah jalan

  • dedizet

    Komentar apapun tentang agama termasuk sholat khusus harus membutuhkan dalil atau hujjah yang kuat yg shohih menurut pemahaman para salafus sholeh.bukan kata sufi ini sufi itu dalilnya mana ? kenapa meniru orang sholeh yg dijamin mesuk surga di dalam memahami & mengamalkan Alqur’an dan Sunah eh malah sufi yg dijadikan rujukan

    • SufiMuda

      Ulama Salafus sholeh semuanya bertasawuf dan mereka adalah sufi.
      Zaman sekarang ada golongan yang mengaku sebagai pengikut salafus sholeh bahkan menamakan dirinya dengan salafi tapi malah membenci tasawuf, aneh

      • muhammad thahir

        marilah kita berpegang teguh dengan dua hal yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, yaitu Al-quran dan Sunnahnya. Dengan mengedepankan kaidah keilmuwan, apakah benar Rasulullah SAW mengajarkan hidup tasawuf? atau gerakan sufi? Kemukakan hujjah anda bila anda merasa benar.

        • Malcreb

          dedizet dan muhammadthahir, kalau anda erdua merasa ibadahya sudah benar, silahkan amalkan dengan sebaik-baiknya. Gak usah menyerang-nyeang faham orang lain yang tidak sama denga anda. Orang tasawuf itu berusaha mencari keikhlasan dengan susah payah, melalui pembersihan hati dari segala kesombongan, rasa iri dengki, dan sifat-sifat yang tidak terpuji lainnya. Kok anda yang Wahabi malah sebaliknya, menebar kedengkian di mana-mana dengan mengatas namakan Islam, mengkafirkan para ulama yang tidak sepaham dengan mengatasnamakan tauhid. Pantesan pengikut Wahabi dibenci oleh banyak orang. Kalian berdua selalu menanyakan tentang dalil agama, padahal dalil anda maksudkan adalah dalam pengertiannya yang tekstual. Harusnya anda bertanya juga kepada Khalifah Umar bin Khatab, kenapa beliau tidak membagikan ghonimah, padahal rasulullah sendiri membagikannya dan Al-Qur’an memberikan rincian pembagiannya. Tanyakan juga, kenapa Umar bin Khatab tidak memotong tangan pencuri, padahal (secara tekstual) A-Qur’an dan hadits menghukumi pencuri dengan potong tangan. Apakah anda berdua merasa lebih memahami Isam dibanding Umar bin Khatab? Ingat, metrode memahami Islam tidak cuma secara tekstual seperti golongan anda, masih banyak metode lainnya, sehingga para ulama mazhab fiqih pun berbeda pendapat satu dengan lainnya. Bahkan Khalifah Umar dengan Bilal pun berbeda pendapat soal ghonimah tadi. Tapi mereka tidak lantas saling mengkafirkan. Sadarlah, apa yang kalian lakukan itu akan dapat merusak ukhuwah Islamiyah. Dan, kalau ukhuwah kita rusak, yang untung adalah zionis yahudi.

  • al

    Assalammualikum Wr. Wb

    Maaf, Saya mau tanya,
    mengapa setiap sya shalat pikiran sya selalu berlari, pdhl sya sudah berusaha konsentrasi terhadap makna yg sya ucapkan.

    saya takut di pengadilan akherat ALLAH SWT menampar saya dgn shalat yg sya kerjkan.

    apakah shalat sya d terima ?

    dan apakah sebelum shalat sya harus merabbitah mursyidana ?

    mohon jawabannya..

    trims

  • SufiMuda

    Wa’alaikum salam wr wb
    Semakin kita berusaha untuk konsentrasi dalam shalat maka semakin kacau pikiran dan semakin banyak pula halayan.
    Begitulah kalau shalat kita masih dalam tahap pemikiran.
    Untuk menghilangkan hayalan yang masuk dalam pikiran ketika shalat tidak lain dengan berzikir. Dengan berzikir hati menjadi tenang.
    Hanya orang yang berzikir yang bisa menegakkan shalat sebagaimana firman Allah dalam surat Al ‘Ala.

    Tentu saja zikir bukan hanya sekedar di ucapkan mulut akan tetapi juga harus dari hati.

    Shalat yang lalai diancam oleh Allah dengan neraka wail, oleh karenanya masalah shalat adalah hal pokok sekali.

    Tentang diterima atau tidaknya shalat kita sepenuhnya urusan Allah, kita hanya bisa berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita dengan berpedoman kepada Al- Qur’an Hadist.

    Saya bisa merasakan perbedaan luar biasa ketika shalat sebelum menekuni tarekat dengan sesudah menekuni tarekat.

    Rabithah kepada Mursyid tidak hanya terbatas dalam zikir saja tapi juga dalam ibadah lain.
    Rabithah kepada Mursyid adalah pintu awal untuk Rabithah kepada Allah.

    Salam

  • bro

    Assalam.Wr.Wb..

    Seandainya..

    judul buku itu adalah :

    S P I R I T U A L itu ……

    ( tidak salah kaprah. )

    dan judul tulisan sufimuda adalah :

    S H A L A T K H U S U ‘ itu ……

    ( tidak salah kaprah. )

    Wasalam.Wr.Wb.

  • el

    Ass.wr.wb
    Perbedaan itu indah, dan Allah menciptakan makhluknya berbeda-beda, seperti firmannya yang ditulis di alqur’an. Termasuk juga dalam berfikirnya, jika manusia sama maka tak ada yang mengingatkan. Sehingga jika kita sesat maka ada yang mengingatkan , terutama ini membahas jalan yang lurus menuju Allah swt.

  • riky

    alloh menyuruh kita untuk berfikir karena mempunyai akal, dsemua tidak perlu diperdebatkat,seperti apa yg di sampaikan abu sangkan bahwa sholat itu secara rohani dan bukan semata jasmani.namun dari beberapa pendapat org yg tidak setuju.. mengatakan bahwa ketika sholat ada bulatan disajadah saya rasa itu sholat sambil ngelamun sehingga hilang akal dan jadi berpikir melayang tentang lamunanya jadi menurut saya itu jg tdk khusyuk.menurut saya khusyuk adalah ketenangan dan kepasrahan diri kita saat menghadap sang ilahi titik

  • suryawan

    Alhamdulillah semoga segala yang kita lakukan memperoleh cinta dari Alloh, karna bila Alloh cinta walaupun salah pasti diampuni-Nya, namun bila Alloh benci walaupun baik pasti Alloh tak akan menerimanya…….sholat khusyuk adalah anugrah dari Alloh, khusyuk atau tidak hanya Alloh yang berhak menilainya karena hanya Dia yang Maha Tahu, Maha segala-galanya dan karna memang hanya Dia yang berhak menilainya. Kita sebagai seorang hamba yang tidak mampu berbuat apa-apa selain dengan pertolongan-Nya. Jika Alloh telah menghendaki seorang hamba memperoleh anugrah sholat yang khusyuk maka pasti itu akan terjadi walaupun dia seorang yang awam sekalipun, sebaliknya bila Alloh belum berkenan mengaruniakan sholat khusyuk pada sang hamba, walaupun ia berusaha setengah mati pasti tidak akan pernah memperolehnya. Kalau segala sesuatu kita gantungkan pada selain dari pada-Nya maka siap-siaplah untuk kecewa karena hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Sehingga jika kita belum khusyuk jangan putus asa karena kehendak Alloh tidak tergantung pada amal kita walaupun amal kita sedikit jika Alloh berkenan memberi pasti tidak akan ada yang bisa mencegahnya, dan bila kita telah mencapai sholat yang khusyuk janganlah sombong karena hal itu (sholat khusyuk) adalah pemberian dari Alloh semata-mata bagi kita. Walaupun berusaha untuk memperoleh khusyuk itu wajib tapi ingatlah, sholat khusyuk itu bukanlah tujuan karna itu adalah pemberian Alloh, karena pemberian Alloh maka itu adalah urusan Alloh bukan urusan kita. Yang terpenting bagi kita sebagai seorang hamba adalah berserah diri sepenuhnya kepada Alloh. Sholat merupakan penghambaan diri seorang hamba pada tuannya yaitu Sang RAJA-DI-RAJA, Raja segala Raja, Pencipta, Pemilik sekaligus Pengatur alam semesta beserta isinya. Makrifat hukumnya wajib, tapi bila Alloh berkehendak membukakan jalan bagi hamba tanpa lewat makrifatpun bagi Alloh hal itu sangatlah mudah. Banyak orang yang tersesat menyembah Alloh tapi tidak mengenal Alloh, tapi tidak sedikit orang yang telah mengenal Alloh kembali tersesat karena bangga pada dirinya sendiri sehingga kembali lupa kepada Alloh……jadi segala yang selain Alloh adalah bukanlah segala-galanya bagi kita…..karena yang segala-galanya bagi kita hanyalah Alloh semata. Semoga perjalanan ini memperoleh cinta-Nya hingga mempertemukan kita dengan-Nya hingga kita dapat selalu bersama-sama dengan-Nya. “Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula)
    mereka bersedih hati, dan sessungguhnya kekasih-Ku di dalam dirinya tidak ada rasa ketakutan/kuatir dan bersedih hati sedikitpun….” Bagaimana bisa takut dan bersedih hati bila ia dalam hidupnya telah berjumpa dengan-Nya dan senantiasa bersama dengan-Nya dimanapun ia berada.…….Hanya kepada-Mu ya Alloh kami menyembah dan Hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan….bimbinglah kami menuju jalan-Mu yang lurus (hingga kami benar-benar mampu berjalan di jalan-Mu yang lurus itu) yaitu jalannya hamba-hamba-Mu yang Engkau muliakan dan Engkau cintai bukan jalannya hamba-Mu yang sesat dan Engkau murkai…….amin.

  • suryawan

    Ma’af ada ralat sedikit.
    Alhamdulillah semoga segala yang kita lakukan memperoleh cinta dari Alloh, karna bila Alloh cinta walaupun salah pasti diampuni-Nya, namun bila Alloh benci walaupun baik pasti Alloh tak akan menerimanya…….sholat khusyuk adalah anugrah dari Alloh, khusyuk atau tidak hanya Alloh yang berhak menilainya karena hanya Dia yang Maha Tahu, Maha segala-galanya dan karna memang hanya Dia yang berhak menilainya. Kita sebagai seorang hamba yang tidak mampu berbuat apa-apa selain dengan pertolongan-Nya. Jika Alloh telah menghendaki seorang hamba memperoleh anugrah sholat yang khusyuk maka pasti itu akan terjadi walaupun dia seorang yang awam sekalipun, sebaliknya bila Alloh belum berkenan mengaruniakan sholat khusyuk pada sang hamba, walaupun ia berusaha setengah mati pasti tidak akan pernah memperolehnya. Kalau segala sesuatu kita gantungkan pada selain dari pada-Nya maka siap-siaplah untuk kecewa karena hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Sehingga jika kita belum khusyuk jangan putus asa karena kehendak Alloh tidak tergantung pada amal kita walaupun amal kita sedikit jika Alloh berkenan memberi pasti tidak akan ada yang bisa mencegahnya, dan bila kita telah mencapai sholat yang khusyuk janganlah sombong karena hal itu (sholat khusyuk) adalah pemberian dari Alloh semata-mata bagi kita. Walaupun berusaha untuk memperoleh khusyuk itu wajib tapi ingatlah, sholat khusyuk itu bukanlah tujuan karna itu adalah pemberian Alloh, karena pemberian Alloh maka itu adalah urusan Alloh bukan urusan kita. Yang terpenting bagi kita sebagai seorang hamba adalah berserah diri sepenuhnya kepada Alloh. Sholat merupakan penghambaan diri seorang hamba pada tuannya yaitu Sang RAJA-DI-RAJA, Raja segala Raja, Pencipta, Pemilik sekaligus Pengatur alam semesta beserta isinya. Makrifat hukumnya wajib, tapi bila Alloh berkehendak membukakan jalan bagi hamba tanpa lewat makrifatpun bagi Alloh hal itu sangatlah mudah. Banyak orang yang tersesat menyembah Alloh karena tidak mengenal Alloh, tapi tidak sedikit orang yang telah mengenal Alloh kembali tersesat karena bangga pada dirinya sendiri sehingga kembali lupa kepada Alloh……jadi segala yang selain Alloh adalah bukanlah segala-galanya bagi kita…..karena yang segala-galanya bagi kita hanyalah Alloh semata. Semoga perjalanan ini memperoleh cinta-Nya hingga mempertemukan kita dengan-Nya hingga kita dapat selalu bersama-sama dengan-Nya. “Barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula)
    mereka bersedih hati, dan sessungguhnya kekasih-Ku di dalam dirinya tidak ada rasa ketakutan/kuatir dan bersedih hati sedikitpun….” Bagaimana bisa takut dan bersedih hati bila ia dalam hidupnya telah berjumpa dengan-Nya dan senantiasa bersama dengan-Nya dimanapun ia berada.…….Hanya kepada-Mu ya Alloh kami menyembah dan Hanya kepada-Mulah ya Alloh kami memohon pertolongan….bimbinglah kami menuju jalan-Mu yang lurus (hingga kami benar-benar mampu berjalan di jalan-Mu yang lurus itu) yaitu jalannya hamba-hamba-Mu yang Engkau muliakan dan Engkau cintai bukan jalannya hamba-Mu yang sesat dan Engkau murkai…….amin.

  • Hang Suryo Ak MM

    Hanya Allah Swt yang menciptakan suasana khusyuk..
    dalam Al Qur’an disebutkan : ” sesungguhnya Aku (Allah) yang membuka pintu hati dan menutupnya..”

    cobalah kita belajar praktik, jangan hanya berkeluh kesah.. pasti bisa dan menjadi biasa..
    Sholat itu membaca, makna dan Jiwanya..
    Berusahalah..

  • abi singkin

    Yang diulas ini ttg tata cara untuk komunikasi kpd Tuhan, anda bisa gunakan cara anda sendiri,bila belum ada,terserah anda ingin mengikuti yg mana. Jangan takut, kalo niat anda benar-benar ingin berkomunikasi,Tuhan akan dtg pada anda, tidak peduli agama anda apa..

  • ABAH

    Jika waktu kita digunakan untuk beribadah 24 jam, dan dalam setiap detik selalu berwirid ALLAH-ALLAH, tetapi hal itu tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita – Hanyalah Rasulullah dan melalui ahli silsilah yang resmi/diakui oleh para masaikh lah yang mampu menyampaikan dan menyelamatkan.

    IBLIS saja dia bermakrikat (bahkan lebih mengenal ALLAH dari kita), atau kita ingin seperti iblis, yang beramal shaleh (dengan shalat-zakat-puasa dll) tetapi tanpa menggunakan wasilah resmi untuk baginda Rasulullah, maka semuanya adalah NOL BESAR..

    shalawat

    • muhammad thahir

      Masya Allah…. Rasullullah SAW tidak mampu untuk menyelamatkan orang lain, kecuali apa yang telah dikehendaki atau ditetapkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW hanya bertugas sebagai penyampai kabar gembira dan peringatan. Ingatlah bahwa Allah SWT tidak mengampuni dosa syirik (menjadikan Rasulullah SAW sebagai perantara/wasilah). Ketahuilah bahwa orang2 arab jahiliyah dulu juga mengetahui bahwa Allah SWT adalah tuhan pencipta dan pengatur segala sesuatu, tetapi mereka menjadikan org2 alim (Lata, Mana dan Uzza — orang2 alim yang telah meninggal dunia dan org2 membuat patung mereka) sebagai wasilah/perantara untuk beribadat kepada Allah SWT.

      Sufi Muda Menanggapi :

      Ya begitulah ajaran dari Muhammad bin Abdul wahab, tokoh pendiri Agama yang menganggap Nabi hanya sebagai penyampai kabar. Lebih parah lagi dia memisalkan Rasulullah sebagai tukang pos, tugasnya sudah selesai ketika wafat dan tidak ada hubungan sama sekali dengan kita zaman sekarang.
      Saya sarankan anda jangan hanya membaca pikiran2 wahabi yang sok bertauhid sehingga tidak bisa membedakan antara benar dan salah.
      Segeralah bartaubat saudaraku. Kalau di dunia anda tidak berjumpa dengan Allah maka di akhirat SUDAH PASTI TIDAK BERJUMPA

      • SufiMuda

        Muhammad Thahir
        Sepertinya anda harus belajar lagi ttg Rasulullah SAW, jangan hanya mengambil ilmu dari Wahabi yang memangkurang paham dengan makna Rasul.
        Pahamkah anda makna Sayafaat Nabi di hari Akhir?
        Pahamkah anda surat Al-Maidah ayat 35?
        Pahamkah anda surat Al-Khafi ayat-17?

        Apa fungsi Rasul? apa hanya menyampaikan firman Allah sebagaimana ustad2 membaca al qur’an kepada kita?

        Fungsi Rasulullah adalah menyambungkan kita dengan Allah, ini yang dibantah oleh pengikut Muhammad Abdul Wahab sesuai pesanan orientalis agar ummat Islam terputus mata rantai ruhani dengan Rasulullah.

        Rasulullah hanya dipahami secara otak belaka. Kalau saya ingin tanya, pernahkah anda bermimpi dengan Rasulullah SAW sebagai junjungan kita?

        Tentu saja belum krn anda merendahkan Beliau dan menolak Ulama yang bisa menyambungkan anda dengan Beliau

        salam

      • bertarekat

        @mehammad thohir

        Coba perhatikan redaksional kalimat anda : ” Masya Allah…. Rasullullah SAW tidak mampu untuk menyelamatkan orang lain, KECUALI apa yang telah dikehendaki atau ditetapkan oleh Allah SWT.”

        Siapa yang Allah paling kehendaki di AlQuran? Rasulullah
        SIapa yang Allah paling dicintai di AlQuran? Rasulullah
        Siapa yg namanya di sandingkan dlam syahadat? Rasulullah
        Siapa yg dilindungi dan dibela Allah terus di Al-Quran ? Rasululullah

        maaf mas, pernyataan nt dibantah lagi dengan pernyataan nt juga, jadi tol belajar Al-Quran ini harus dengan Guru/mursyid, jangan lewat guru yang haram (guru yg tidak tau siapa silsilah gurunya), atau lewat buku, kaset, kitab.

    • khoyum

      kok yang menyelamatkan kita Rosulallah?bukannkah Rosul di beri tugas oleh Allah memberi jalan saja kepada kita ?bukankah pertolongan itu hanya datang dari Allah?bukankah Nabi Muhammad tidak dapat menolong pamannya ketika sakaratul maut?mohon lebih dikaji lagi pendapatnya tentang pertolongan dan yang menyelamatkan kita dong.apalagi wasilah-wasilah yang disebutkan?bukankah lebih mulya Nabi dan Nabi itupun tidak mampu menolong?namun Kita wajib untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saja untuk menghormati segala jasa beliau sehingga sekarang kita dapat memeluk agama islam ini dengan damai dan tanpa peperangan….trims….

  • Yandi

    Wahai saudara-saudaraku yang seiman,
    kita harus ingat apa tujuan hidup kita? bukankah untuk mendapatkan Ridho dan Diridhoi ALLOH, untuk menggapai kesempurnaan memang sangatlah berat, tetapi sangatlah merugi jika umat manusia ini tidak ada usaha untuk mencapai kesempurnaan. jadi apapun dan bagimana tata cara beribadah kita dengan tujuan mendekatkan diri kepada ALLOH selama tidak menyimpang dari Al-Quran dan hadist menurut saya sah-sah saja.

    • khoyum

      kok yang menyelamatkan kita Rosulallah?bukannkah Rosul di beri tugas oleh Allah memberi jalan saja kepada kita ?bukankah pertolongan itu hanya datang dari Allah?bukankah Nabi Muhammad tidak dapat menolong pamannya ketika sakaratul maut?mohon lebih dikaji lagi pendapatnya tentang pertolongan dan yang menyelamatkan kita dong.apalagi wasilah-wasilah yang disebutkan?bukankah lebih mulya Nabi dan Nabi itupun tidak mampu menolong?namun Kita wajib untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saja untuk menghormati segala jasa beliau sehingga sekarang kita dapat memeluk agama islam ini dengan damai dan tanpa peperangan….trims….

    • khoyum

      mbak,jangan memvonis bahwa shalat khusu’ itu sulit, coba anda buka al-qur’an lagi bahwa sabar dan shalat adlah penolongmu,namun hal ini berat kecuali bagi orang yang khusu’.jelas disana bahwa mudah bagi orang yan khusu’ sabar serta shalatnya.sedang khusu’ adalah orang yang meyakini bahwa dirinya bertemu dengan Tuhan mereka dan kepadaNya mereka kembali…….
      coba dilihat lagi ya….terima kasih….

  • anissa

    ikutan ya..
    saya jg pernah ikutan training sholat khusyu..
    alhamdulillah… saya bisa merasakan khusyu itu..
    yang penting sblm sholat kita harus menenangkan hati/ pikiran dan raga kita…dan hanya mngingat Allah..
    training yg bagus untuk orang2 awam spt saya..
    kan belajar menjadi lebih baik boleh dimana saja..?
    jadi jangan takut untuk berubah.. jika ada ilmu yang lebih lagi.. diterima lagi..
    semoga Allah memberi petunjuk kepada kita ..amiin..

  • Abdullah

    Saya jga orng yg sdang bgung,. . .

    kta imam al-Ghazali, hal yg mdh dtngglkn adlh shlat.
    bagi saya,.jstru shlat adlah hal yg plng slit dtngglkn,…
    nmun,apkh itu krna sbg kwjbn atw krn mmbthknya, sya jga krng thu,…

    kmdian,yg plng slit draih d dunia nie bgi sya adlh khusyu’. . .wlw dluar shlt sklpun, . .
    shlat slma hmpr 14 thun sjak sya mlai shlat,.tk prnh sklpun sya shlat khusyu’,.
    llu,.apa gnanya shlt sya slma nie,..
    kmdian,.hal yg plg slt dlkkan adlh istiqomah,…
    sya jdi bgg,.bhkn saat mnlis inipun,.sya jga msh bgg, . .

    mhon bntuannya scptnya,.
    syukon, . . .^o^

    • dudung

      Ass. Wr Wb
      Sahabat Abdullah, nggak usah resah dengan kebingungan. Bukankah kebingungan merupakan sarana untuk mendapatkan jawaban atas kebingungan kita? Bukankah dengan bingung, kita mendapatkan rasa khu’suk di kala berdo’a Ihdinassirrotol mustaqiim.
      Yang terpenting adalah terus menerus mencari jawaban atas kebingungan kita. Pencarian itulah yang menjadi fitrah kita.
      Nikmatilah kebingungan, teruslah mencari, temukanlah muara pencarian. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menemukan muara pencarian kita, Amin.

  • rany

    kenapa harus membayangkan orang yang disebut mursyid. ketika kita orang ingin khusuk dalam sholatnya. cara anda sama dengan para master reiki yang bermeditasi dengan , mereka melakukan konect atau pembayangan dengan orang orang yang mereka sebut ascendde master. dan di mata allah semua manusia sama, yang membedakan adalah amalanya.janganlah meremehkan sesama muslim, yang nota bene tuhannya sama, coba dilihat, didengar, dicerna kemudian koreksi pada diri kita sendiri sendiri.kebenaran menurut rosul adalah alquran dan hadist. mengapa kita tidak cari dihadist, cocokan semua argument argument. intan tetaplah intan walaupun keluar dari mulut seekor anjing.

    • SufiMuda

      Mursyid bukan orang,
      Menyamakan meditasi dengan rabithah dalam tasawuf menandakan anda tidak paham sama sekali dengan tasawuf.
      Semua manusia itu sama. Pertanyaannya apa yang membedakan Nabi/Rasul dengan manusia pada umumnya?
      Kenapa Nabi/Rasul dimulyakan oleh Allah dan kita pun harus memulyakan Beliau?

      Seluruh ummat Islam berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadist. Lalu kenapa bisa berbeda? Yang terjadi adalah perbedaan tafsiran terhadap Al Qur’an dan hadist.

      Intan tetap lah intan, karenanya cobalah anda membuka diri untuk menerima pendapat yang berbeda dengan anda, barangkali disana ada petunjuk ALlah yang tidak pernah anda duga,

      salam

    • bertarekat

      Al-Quran adalah Asyifa atau sebagai Penyebuh…

      Rasulullah/ Para Imam/ Para Mursyid Baca Alfatihah, ke dalam air putih, dan ternyata dapat menyembuhkan segala penyakit

      kenapa kita, yg sama-sama membaca Al-Fatihah, bahkan orng arab yg fasih pun-belum tentu air nya bisa menyembuhkan penyakit. ???

      kalau semua amal kita tdk dapat membedakan yg beriman dan yg tidak beriman, untuk apa kita beramal??? $%%$
      pasti berbedalah tiap manusia sesuai dengan Tingkatannya…

  • julius

    sufi muda, saya kurang sependapat dengan anda, tinggalkan polemik ini, apalagi pake membawa guru mursyid-mursyidan, udalah ga ada yang benar, kebenaran yang mutlak hanya datang dari ALLAH bukan GURU MURSYID, ALLHa telah berfirman bahwa aku dekat lebih dekat dari nyawa yang ada di urat lehermu, apalagi ? mana yang dekat GURU MURSYID atau ALLAH dengan anda, kenapa harus cari si MURSYID, sudahlah jangan bikin polemik nafsi-nafsi ajalah………oke

    • Malcreb

      Lha wong ini blognya Sufi Muda kok, julius maah nyuruh yang punya blog untuk tidak berpolemik. Yang memulai polemik itu siap om? kan orang-orang seperti anda, yang tidak setuju pendapat Sufi Muda. Mestinya anda justru harus mengajak konco-konco anda, untuk tidak masuk dan berpolemik di log ini. Gitu dong Om, logikanya jangan dibalik-balik.

    • khoyum

      terus berarti guru anda ketika anda masih bayi merasakan pahit dan manis itu setan apa Tuhan???? mohon lebih difikir diong para mudamuda sufi ini….jangan menafsirkan AL-Qur’an tapi Al-Qur’an itu sudah menafsirkan kita dengan ayat yang tersirat maupun yang tersuratnya (kalamullah)…..

      • bertarekat

        Bos, yang kita bahas disini kan ilmu Al-Quran, apakah tukang becak yang telah mengajarkan nt tentang jawaban ongkos dari rumah ke pasar = Rp.5000,- , bisa dibilang guru?? tanyakan lah segala sesuatu itu kepada ahlinya dong bos.

        TIDAK setiap dan SEMBARANGAN orang bisa dijadikan guru/mursyid.
        simak firman Allah : “Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang zalim.”, QS.Al-Ankabut:49.

        tapi kita WAJIB mencari Guru/mursyid yang hidup tempat kita bertanya ttng tafsir lautan ilmu Al-Quran yang sangat dalam : “….barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan mursyid yang dapat memberi petunjuk kepadanya” QS.AlKahfi : 17

        • gus khoyum

          kalo guru yang memberikan metode untuk kita agar dapat bershilatun dengannya ada.tapi tidak untuk dijadikan mursyid.karena kita hidp jelas nafsi-nafsi dan hubungan antara kita dengan Tuhan tanpa lewat mursyid dahulu…..kerena disana sudah jelas “barang siapa yang bersungguh-sngguh menuju kepada Tuhan pasti akan menemuinya.” “dan Tuhan Lebih dekat dari urat nadi leher kita” dan juga “Tuhan meliputi segala segala sesuatu.”apakah ayat tersebut kurang jelas mas?hanya metode,bukan harus tergantung kepada mursyid…sama aja lewat perantara dong……
          Wassalamualaikum….

  • khoyum

    Assalamualaikum…..
    saya ingin berkomentar tentang adanya mursyid dalam kita menuju kehadirat ALLAH.kenapa Anda berpendapat harus dengan mursyid dahulu?bukankah Allah Lebih dekat dari urat eher kita keberadaannya?dan Dia juga meliputi segala sesuatu?terus mursyid Nabi Muhammad siapa?dan jika jawabanynya malaikat jibril,terus mursyid malaikat jibril siapa?bukankah jelas barangsiapa yang sungguh-sungguh menuju kepada Tuhan pasti dia akan menemuinya?kenapa nunggu ada mursyid dahulu dan bukan hanya dengan kita bersyahadat sudah kita menghormati Nabi Muhammad.kok tadi ada penjelasan tentang foto mursyid terbakar jika dilihat jin atau setan?bukankah mursyid kita jelas-jelas ALLAH Yang meliputi Segala sesuatumohon penjelasan untuk difikir dan dikaji supaya tidak menuliskan SHLAT KHUSYU’ SALAH KAPRAH…..waalaikum salam…..

    • bertarekat

      @khoyum
      Sebelum kita berdiskusi kita sepakati rujukan kita terlebih dahulu :
      1. rujukan kita adalah Al-Quran, rujukan ini adalah mutlak, dan tidak bisa dibantah, krn ini adalah firman Allah yg tidak mungkin bisa di ganti/manipulasi oleh siapapun

      2. Rujukan kita adalah Hadist, yang pastinya harus senafas Al-Quran, jika ada Hadist sekaliber apapun (shohih, dhoif, maudu dll) tetapi harus tetap merujuk Al-Quran, jika bertentangan dengan Al-Quran maka Al-Quran an lah yang jadi pegangan,

      3. ijma para Ulama, yg tentunya semua harus merujuk kepada Al-Quran dan sunnah yg senafas Al-Quran.
      Sepakat gak??????

      baik, kita buka diskusi kita, tema 1:
      “kok yang menyelamatkan kita Rosulallah?bukannkah Rosul di beri tugas oleh Allah memberi jalan saja kepada kita ?bukankah pertolongan itu hanya datang dari Allah?bukankah Nabi Muhammad tidak dapat menolong pamannya ketika sakaratul maut?”
      1. Allah berfirman ttng hak syafaat diberikan Allah kepada Rasulullah
      “..tiada yg dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izinNya..”,
      1)QS:Yunus:3 dan 2)QS.Al-Baqoroh:255, 3)QS.21:28 bukankah ayat ini merengkan bahwa hak syafaat akan diberikan oleh Allah dengan izinnya, kalau pendapat akal nt, bahwa Allah tidak akan memberikan hak syafaat kepada yg lain, maka ayat ini tdk akan pernah ada, dan redaksional nya tdk akan seperti itu, pertanyaannya siapakah yang akan dikasih Izin ALlah untuk diberikan syafaat jawabannya yaitu Rasulullah, kekasih Allah, pemimpin para nabi dan Rasul,

      jika nt tidak yakin bahwa syafaat itu sudah diberikan haq nya oleh Allah kepada Rasulullah, dan hanya beranggapan hanya amal nt yang bisa memberikan syafaat diakhirat nanti tanpa Rasulullah maka nt termasuk orng yg tidak akan mendapat syafaat diakhirat nanti
      QS: Al-Araf : 54, penyesalan dan ingin hidup kembali lagi didunia adalah hal yang sia-sia, krn sudah berfaham diluar hukum Quran

  • manusia

    sehebat itu kah kita sampe harus mengomentari pelatihan sholat khusuk abu sangkan…hmmmmm………coz tidak ada yang salah dalam jalan kebaikan……………..rendah hati adalah kuncinya untuk mengerti

    • bertarekat

      yakin ajaran kita benar adalah harus,
      yang jelas semua perketaan, tulisan, keyakinan semua orang tarekat harus bisa dipertanggung jawabkan, didunia dan akhirat. karena guru-guru orang terekat juga mengejarkan ttng yakinnya setiap yang diajarkan adalah dari Rasulullah, yang bisa setiap hurup nya dipertanggung jawabkan didunia dan akhirat.

  • Kangdudung

    Ass..
    Untuk sahabat semua,
    Jangan terlalu merisaukan masalah benar dan salah jalan yang ditempuh. Secara sederhana, seperti ini, saya dari Bandung tujuan ke Jakarta, sebelum sampai ke Jakarta saya harus melewati terminal (maqom) Leuwi Panjang, terminal Cianjur, Terminal Baranang Siang (Bogor), terminal Kampung Rambutan, dan terus ketempat tujuan, kita pasrahkan (bertawakal) semuanya kepada Supir (Guru Mursyid).Ini jalan yang umumnya dilalui pesuluk dari kalangan ahli Tarekat, tapi bukan satu2nya jalan.
    Ada juga yang mengambil jalan dipersingkat melalui terminal Leuwi Panjang langsung lewat toll Cipularang ke Jakarta (ini dilalui oleh orang2 khusus), yang lebih khusus bisa jadi kalau melalui kendaraan pribadi tidak melewati tahapan tersebut dengan syarat kita mengetahui ilmu mengemudi dan tahu rute (termasuk rintangan2 yang ada) dalam perjalanan ke tujuan. Yang dimaksud khusus disini, tidak menunjukkan bahwa jalan yang satu lebih baik dari jalan yang lain, semuanya sama aja.
    Silahkan ambil perjalanan yang manapun, yang penting dapat menyampaikan kita ketujuan, karena tiap orang berbeda2 kecenderungan, keyakinan, pengalaman, konsep dan sangkaan2 yang mempengaruhinya. Adanya perbedaan dalam menjelaskan maqom2 itu, bukan dari sisi esensinya, tapi dari faktor2 yang mempengaruhi penafsirnya.
    Bekal yang harus selalu dimiliki dalam semua jalan yang dilalui adalah Niat yang tulus menuju Allah, bukan untuk ngumpulin ilmu tasawuf (ulama), bukan untuk memiliki karomah, apalagi untuk tujuan2 yang sifatnya duniawi.

    Demikian yang bisa saya jelaskan, mohon ma’af jika kurang memuaskan.

  • enha

    Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wakhusni ‘ibadatik. Selama nafasku berfungsi aku selalu berusaha terus menerus menyadarkan diriku pada nuansa Lailahaillallah sehingga aku merasakan bahwa Allah dekat denganku lebih-lebih ketika aku solat. Sehingga hatiku sering tersentuh (feeling touched) karena kedekatan itu. Semoga semua saudaraku mukmin merasakan ini karena ini puncak nikmatnya iman. Mohon maaf jika ungkapan saya tidak nyambung.

  • aktivis

    sebanyak apapun amal kalian g akan pernah bs menyelamatkanmu di akhirat kelak yg bs nylamatin tu cm rahmat Allah
    mbok dipikir ki y…
    km pny tenaga utk shlt dr sp?
    km pny akal utk bs shlt dr sp?
    km pny duit utk ibdh dr sp?
    km bs brnafas nfsny dpt dr sp?
    km bs liat kiblat tu penglihtnny dr sp?
    km bs sehat trus bs ibadah tu kesehtnnya dr sp?
    jd klo mo ibdh khusu’ y cm dgn cr mnyrhkn diri kpd Allah
    Wahaby..wahaby prtnyaan2 tu diajarkn ma Rasulullah g? Nek kw smp blg nggk..waduuuh ksian bgt…bljr lg sn..
    Allahu Akbar!!! Jihad fi Sabilillah,tp jgn ky wahaby…

Tinggalkan Balasan ke irfanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca