Tasauf

SHALAT KHUSYUK SALAH KAPRAH

Pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh pengunjung sufimuda kepada saya lewat email adalah bagaimana shalat bisa menjadi khusyuk, apakah kita bisa melaksanakan shalat khusyuk dan ada juga yang berpendapat bahwa hanya nabi Muhammad SAW berserta sahabat-sahabatnya dan ulama salafush shalih saja yang benar-benar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk selain dari mereka tidak ada yang bisa melaksanakan shalat khusyuk.

Terhadap pendapat terakhir saya kurang setuju karena kalau memang cuma Nabi dan para sahabat yang bisa shalat khusyuk maka hampir semua orang dimuka bumi ini akan masuk neraka wail, dengan demikian fungsi Al-Qur’an dan hadist sia-sia, juga peran ulama sebagai penyambung dakwah dan sebagai pewaris ilmu nabi juga tidak akan berguna sama sekali.

Khusyuk menurut Guru Ngaji Saya

Saya masih ingat ketika masih kelas 1 SMP waktu itu masih berumur 12 tahun, saya diajarkan cara shalat khusyuk oleh guru ngaji. Beliau mengatakan untuk bisa mencapai shalat khusyuk kita harus mengetahui makna dari ayat-ayat yang dibaca dalam shalat, kemudian harus kita hayati dalam hati. Antara ucapan dan gerak badan harus selaras, mengucapkan harus benar-benar masuk kedalam hati bukan hanya di bibir saja. Kemudian Beliau memberikan tanda-tanda shalat kita itu sudah khusyuk. Ketika mata kita menatap ke sajadah perhatikan dalam-dalam, nanti akan ada bayangan bulat samara-samar, saat itulah shalat kita menjadi khusyuk.

Saya meyakini apa yang diajarkan oleh guru ngaji saya, saat muncul bayangan bulat itu saya sangat senang karena saya yakin sekali kalau shalat saya sudah mencapai tahap khusyuk dan ketika bayangan itu tidak muncul maka saya jadi sedih. Saya yakin sekali apa yang diajarkan oleh guru ngaji, karena beliau adalah alumni salah satu pasantren terkenal di daerah saya.

Metode shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad saya itu tidak ada bedanya dengan metode pelatihan shalat khusyuk yang disampaikan oleh ustad Abu Sangkan. Setiap sore saya menyempatkan diri untuk menonton acara di Metro TV tentang pelatihan shalat khusyuk yang dibawakan oleh ustad Abu Sangkan.

Seperti juga guru ngaji saya dulu, Abu Sangkan berkeyakinan bahwa shalat khusyuk itu identik dengan ketenangan dan hilangnya kesadaran. Abu Sangkan mengatakan bahwa ketika bertakbiratul ihram kita harus membuang ingatan kita terhadap apapun. “Tidak ada Guru Mursyid, tidak ada Syekh Tarikat dan tidak ada zikir yang ada hanyalah Allah semata-mata”. Persis sekali yang diajarkan oleh guru ngaji saya, cuma Abu sangkan menyampaikannya lebih lengkap disertai dengan kajian-kajian ilmiah. Apa memang demikian shalat khusyuk?

Shalat khusyuk bukanlah mengosongkan pikiran seperti dalam meditasi yoga, karena kalau kita memaksakan pikiran untuk kosong pada saat itulah timbul nafsu kita dan syetan sangat halus dan sangat lihai untuk menyusup di alam bawah sadar kita. Sama juga orang yang mencapai shalat khusyuk lewat alat-alat elektronik, mendengarkan lagu yang dibuat khusus agar kerja otak menjadi berimbang antara kiri dan kanan. Cara seperti ini memang akan mencapai ketenangan akan tetapi kita juga harus pertanyakan lagi apakah memang ketenangan seperti itu yang dinamakan khusyuk, dan apakah memang demikian yang dikehendaki oleh Allah SWT?

Khusyuk di atas dengan berbagai jenis pelatihan bagaimanapun masih pada tataran akal dan kita merasa khusyuk menurut sendiri. Ustad Abu Sangkan menulis buku dengan judul “Spiritual Salah Kaprah” untuk mengkritik ESQ, pelatihan lewat musik untuk menstimulasi otak yang bersifat instant dan kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan spiritual yang dilakukan oleh kaum sufi, demikian pendapat Abu Sangkan.

Menurut saya pelatihan shalat khusyuk yang diperkenalkan oleh Abu Sangkan juga masih dalam tataran otak dan pemikiran, karena menafikan sama sekali fungsi Mursyid dan sudah pasti yang di dapat bukan Nur Allah akan tetapi ketenangan yang tidak tahu berasal dari unsur apa. Berbicara masalah rasa (tenang, damai, dll) itu masih bersifat sangat subjektif. Maka saya menyebutkan pelatihan khusyuk ala Abu Sangkan sebagai Shalat Khusyuk Salah Kaprah.

 

Khusyuk Menurut Sufi

Menurut golongan sufi, khusyuk itu bukan tidak mengingat sesuatu, akan tetapi seseorang dikatakan khusyuk apabila dia terus menerus bisa memandang wajah Allah SWT. Kalau kita ingin menghilangkan pikiran terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan bukan berarti kita mengosongkan pikiran sama sekali karena di dunia ini tidak ada yang kosong. Setiap yang kosong itu mesti di isi oleh dua unsur; Haq atau Bathil.

Shalat khusyuk adalah kondisi dimana sang hamba bisa berdialog dengan Tuhannya di alam rabbani, maka disebutkan “Shalat itu adalah Mi’raj bagi orang mukmin”. Pada saat shalat maka rohani kita akan terangkat ke Alam Rabbani, alam yang ada hanya Allah SWT.

Mengingat wajah Muryid dalam shalat bagi seorang pemula jauh lebih terbimbing sebelum seseorang mencapai maqam makrifat dari pada mengosongkan fikiran yang justru sangat mudah disusupi oleh syetan tanpa kita sadari. Wajah Guru Mursyid yang kamil mukamil dan khalis mukhlisin tidak akan bisa ditiru oleh syetan dan kalau ada syetan yang mencoba meniru wajah Mursyid akan langsung terbakar. Jangankan Guru Mursyid, photonya saja tidak akan bisa didekati oleh jin dan sejenisnya termasuk para dukun yang menyembah jin. Kalau seorang Guru Muryid belum mencapai tahap itu berarti kadar dan keotentikan kemursyidannya perlu dipertanyakan lagi.

Kunci pertama untuk bisa mencapai shalat khusyuk adalah Makrifatulllah, mengetahui hakikat Allah sehingga selalu bisa berdialog dalam shalat. Tanpa mencapai tahap makrifat bagaimanapun canggihnya pelatihan shalat tidak akan mencapai shalat khusyuk yang sesungguhnya karena dalam hati masih bersemayang dan berbisik-bisik syetan yang sangat berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat An-Naas.

Bagi pengamal Tarikat, bermakrifat kepada mursyid merupakan awal dari tercapainya shalat khusyuk karena sesungguhnya makrifat kepada Mursyid adalah awal dari makrifat kepada Allah. Daripada anda mengeluarkan biaya yang banyak untuk pelatihan shalat khusyuk dan belum tentu mencapai alam Tuhan lebih baik anda berbaiat kepada salah seorang Guru Muryid yang akan membimbing anda kehadirat Allah SWT. Pelatihan shalat khusyuk mungkin diperlukan oleh orang-orang yang tidak menekuni Tarikatullah agar shalatnya lebih tenang. Pelatihan ini tidak diperlukan sama sekali bagi orang yang telah mempunyai Guru Mursyid apalagi yang telah mencapai tahap makrifat. Apabila anda telah bermakrifat (berjumpa) dengan Allah SWT masih perlukah anda berlatih shalat khusyuk?

Berlatih sopan santun tata cara menghadap Raja hanya diperlukan bagi orang yang akan berjumpa dengan Raja, pelatihan itu tidak diperlukan lagi bagi orang yang telah duduk bercengkerama bersama Raja, karena segala aturan terserah kepada Raja. Mengatur tutur kata berbicara dengan Raja diperlukan oleh orang yang akan menjumpai raja dan tidak akan diperlukan oleh orang yang berulangkali berjumpa dengan raja, karena segala dialog itu terserah kepada kehendak Raja.

Semoga Maharaja Manusia akan selalu memberikan kita kesempatan kepada kita untuk terus bisa singgah di istana-Nya, menikmati perjamuan-Nya dan bisa melayani tamu-Nya. Amien ya Rabbal ‘Alamin

 

412 Comments

  • yudistira

    Amin …….Ya ALLAH………..
    Amin………… Ya Rahman…………………
    Amin …………Ya Rahim………………
    amin ………..ya rabbal ‘alamin…………….

  • yudistira

    menurut saya shalat khusuk ala abu sangkan itu sangat mirip dengan beberapa latihan-latihan silat yang ada di indonesia, seperti MP (Merpati Putih), Tapak Suci, dsb.
    salah satu syarat untuk dapat ilmu tenaga dalam itu adalah pengosongan pikiran terlebih dahulu.

    sebagai contoh salah satu teman saya bercerita, dia adalah salah seorang yang ikut latihan silat MP, dia bilang untuk mematahkan kikir dari besi setebal 10 mm, cukup dengan mengosongkan pikiran kemudian anggap kikir besi itu sebuah roti, maka patahlah kikir itu.
    mereka menyebutnya itu adalah tenaga dalam.

    setelah saya masuk tariqat, belajar pada guru mursyid, barulah saya tahu bahwa itu bukanlah tenaga yang keluar dari dalam tubuh manusia, melainkan ada kekuatan lain dari luar yang membantu orang tersebut.

    saya sepakat dengan ulasan SUFIMUDA bahwa didunia ini tidak ada yang kosong. kalau ada ruangan yang kosong pasti akan segera terisi dengan sesuatu yang lain.
    jadi tujuan dari mengosongkan pikiran itu supaya ada kekuatan lain yang mengisi atau terisi kedalam tubuhnya.

    PERTANYAANNYA????
    siapa atau apa yang mengisi kekosongan pikiran atau diri orang yang melakukan latihan silat tadi, sehingga kikir besi setebal 10 mm dengan mudahnya dia mematahkannya dengan tangannya, yang secara akal sehat itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia normal.

    BAGAIMANA DENGAN SHOLAT DENGAN METODE MENGOSONGKAN PIKIRAN???????

  • aden

    Banyak sekarang orang terkicuh hanya dengan melihat penampilan luarnya saja………
    Kusyuk kerap di anggap pabila ianya bisa melafalkan ayat2 dengan fashih, punya alunan yg merdu, bersorban, berjanggut, pandai bergumam(berkhotbah), hafal banyak ayat dan hadist, bermuka tajam/tegang/serius di dlm shalat , kosong pikiran, dll……..
    N’uzubillahimindzoliq……..
    apa yg seperti itukah khusyuk???
    saya rasa Abang Sufimuda telah dengan baik mengungkap Tabir Kekusyukan yg Hakiki……….
    Terimakasih Sufimuda atas Postingnya yg sangat Tegas dan bermakna……..

  • ibnu Hajar Al-Batawie

    Salam Perkenalan Sebelum Dan sesudahnya….

    saya ga’ berani ngomentarin abu Sangkan, karna ilmu saya masih cetek di banding beliau dan saya juga jarang melihat tayangannya di TV.

    Ngomong soal Pencak silat. saya pernah belajar gerakan dasar dari sebuah perguruan bela-diri yang apabila di lakukan dengan baik sesuai yang di ajarkan oleh guru silat tersebut maka sang murid akan Terpental kebelakang sendiri (menunjukkan sudah dapat tenaga dalam).saya murid yang paling “bodoh”..karna tidak pernah bisa mendatangkan tenaga dalam tersebut.Akhirnya Saya Drop-Out alias berhenti jadi Pendekar. he…he…he…

    Kalau Sholat yang benar Menurut Guru fikih saya tidak lah boleh sunyi dari Zikir Baik dalam sholat, baik hati maupun di Lisan. tiap gerakan di isi dengan Zikir.jadi tidak ada kosong dalam sholat hingga Selesai semua Rukun Sholat.

  • pengembara

    Dalam dialog email yang pernah di lakukan, saya berkesimpulan bahwa Abu sungkan dalam sholatnya menggunakan suatu metode yang disebut dgn metode iluminasi. Sebuah metode healing yang biasa digunakan oleh para biksu dan budha di Tibet.

    metode iluminasi memang bisa menciptakan focus yang tinggi (High Focus Ilumination), namun zona itu berada pada proses Zone mind. ayau zona pikaran. Semua orang bisa melakukan itu, tak terkecuali anda-anda. Orang orang kristen ortodok di seberia juga menggunakan itu saad melakukan zakramen dan penyembahan. membuang segala pikiran dan focus pada obyek. Focus tercipta karena kortek batang dalam otak keluar cairan. itu tercipta ketika anda menghembusan nafas dan merasakan seluruh getaran tubuh dan gerak syaraf tubuh hingga menghilangkan semuanya yang di rasakan adalah gerak tubuh dan detak nafas yang mengalir dari jantung. Dalam keadaan itu kita dalam posisi hening, diam, damai, dan indah. JADI KALAU KEADAAN DAMAI, TENANG SEBAGAI AKIBAT DARI SHOLAT HUSUK ITU KELIRU BESAR. Sandi Mc Grory dan Prof. Lesli adalah ahli dalam bidang ini. Bahkan rasa sakit bisa di alihkan karena telah berlatih focus.

    Ketika kortik keluar cairan, semua perasaan yang keluar dari pikiran di aprovel oleh sub counsius, dan kerja subcounsius tidak memiliki metode menilai mana benar dan mana salah. sehingga apa-apa yang di sangkakan seolah sebuah kebenaran, termasuk menghilangkan segala sesuatu saat takbiratul ihkram dan hanaya focus pada Tuhan ala Abu Sungkam. Itu adalah benar menurut perasaan Abu Sungkan. tapi apakah benar menurut kebiasaan para nabi dalam sholat yang husuk, jawaban saya sangat jauh dari kebenaran.

    Solat itu bisa husuk maksimal, kalau kita tahu apa yang disembah, dan tahu titik yang di tuju. mengkosongkan segala sesatu tanpa tahu apa yang dituju adalah sebuah sangkaan yang spikulatif.

    Tuhan bukanlah sebuah obyek kosong, kalau dia punya sifat, punya makna maka tenttu dia punya bentuk dan punya wujud.

    Saya berkeyakinan Abu Sungkan belum kenal Allah, sama sekali, never.

    mengapa kalau kenal Allah ia tidak perlu menggunakan metode. Kenapa karena saat mata dan hati ingin menjumpainya, ia akan datang. Seperti para pembaca datang ke rumah saya.

    kalau hanya ingin mengetahui metode Iluminasi hingga Hihg Focus, saya bisa mengajari para pembaca. bahkan dengan metode itu, anda bisa merasa sholat di langit lapis tuju bersama nabi-nabi, anda bisa mesangkakan ketemu dgn nabi-Nabi, Bahkan menjadi walipun juga bisa di alam sangka. namun Tuhan tidak di situ.

    Efeknya oh dahsyat, anda akan merasa tenang, hening, damai dan perasaan yang menyenangkan dan lain-lain. Tapi apakah di situ ada ridho tunggu dulu,

    Wassalam.

  • Aria

    BAGAIMANA DENGAN SHOLAT DENGAN METODE MENGOSONGKAN PIKIRAN???

    Ya kalau tidak menarik TUHAN tentu menarik HANTU.

    Apapun yang kosong secara sunnatullah akan memiliki daya sedot yang besar (black hole effect) artinya apa? tidak ada satu tempatpun yang bisa dikosongkan dengan sama sekali.

    ketika seseorang mencoba mengosongkan fikirannya dan katakanlah ia berhasil (menurutnya) seketika itu pulalah kekosongan itu akan menarik apapun yang ada. ini menjelaskan mengapa ketika semakin kita mencoba konsentrasi, semakin banyak yang kita ingat.

    Masalahnya, mungkinkan kekuatan kekosongan fikiran kita mampu menarik TUHAN??
    absulotely NO! kitalah yang pertama2 harus menuju ke TUHAN, bukan malah menariknya ke kita (berbeda untuk orang yang sudah ma’rifat). yang sudah pasti jin2 lah yang akan secara suka rela menerkam kita dari segala penjuru, karena kita sudah membuka lebar2 pintu untuk mereka.

    cmiiw,
    Wallahu ‘alam bisshawab.

  • Sufi wanita

    Sholat khusyuk ini memang rumit , ada kala di mana tidak dapat mengtahui ,tidak mengetri , tidak sadari .
    menurut saya khusyuk itu yang mengetahui cuman Allah SWT.
    hilangkaqn lah dirimu dari nafsumu , dari tangan dan kaki mu ,
    dari zahir dan batin mu , dan keluarlah engkau pada hukum dan aturanku ,………..saya rasa nggak perlu di tulis panjang lebar kita semuah sudah tau , baca hadits Qudsi
    Di dalam sholat khusyuk tidak ada hukum dan aturan jika kita memakai hukum dan aturan kita akan terbelenggu oleh hukum dan aturan itu , tidak ada yang di pandang dan yang memandang , tidak ada yang memuji dan terpuji karna ia tepuji dengan sendirinya , tidak ada sedih tidak ada bahagia ,hilang kesadaran diri , hilang semua rasa hilang dalam kekosongan , masuk di dalam kekosongan , dan masuk di dalam kekosongan ,dan masuk di dalam kekosongan hingga kekosongan itu sendiri hilang tetapi dia ada , ada menjadi tidak ada , tidak ada menjadi ada . semoga
    kita sadar , semoga kita mengerti , dan semoga kita menyadari .

  • Boni

    Ikutan Mampir nih…….!!!!!!!!

    Menurut Gue, Sholat khusyuk itu menyatunya penglihatan, pendengaran dan perasaan kepada mengertinya akan hadirnya Tuhan pada tiap2 sesuatu termasuk pada diri qta.

    Lo semua pade tahu kan? klo Tuhan itu Maha Hadir. Jadi jangan dihadir2 kan. Tetapi sadari klo Tuhan itu sudah hadir dari doloe sampe sekarang ni.

    Tentu! lebih dulu hrs tao ilmunya, jika tidak! ente akan sesat tdk tao 7an nya.

    sprti dikatakan jablai wex, kaga ada sale nye ente2 pade ngejengukin situs yang di katakannye. Kaga kalah seru dengan di sini. Malahan Gue rasa Sufi Muda dan Pengembara jiwa satu ilmu…. tu…. mngkin satu guru ato tidak gue kaga tao.

    Tapi maaf jablai….. lo tulis situsnye sale! kaga ada situs yg lo tulis.

    Yg bener : http://pengembarajiwa.wordpress.com

  • Adinata

    Sufimuda mantaffff…
    Sama seperti yudistira, saya dulu jg ikut MP. Dah sampe matahin kikir dan besi melayang serta merasakan getaran. Secara prinsip sama seperti metode sholat khusuk para kiyai dan ustad2 atau penceramah2 dengan memusatkan panca indera pada satu titik/focus.
    Padahal setelah saya berGuru pada seorang Mursyid yang sangat sempurna, saya diberitahu apa isi dari pernafasan saya selama ini. Hiiiiiiiii…. ampun ya Allah, jangan sampai makhluk itu ikut saya lagi.
    Memang betul kalau tidak jelas sumber ilmunya, apalagi kalau tidak ada Guru Mursyid yang Kaml Mukamil, PASTI syetan lah yang jadi gurunya.

    Thanks atas pencerahannya sufimuda,,

  • pengembarajiwa

    ………………………

    Ma’rifat itu adalah mengenal akan Allah Swt, tentunya mengenal di dalam Sir/Rahasia.

    Sir/Rahasia itu adalah “DIAM”. Khusuk tidak nya seseorang itu sudah pasti mencerminkan Budi Pekerti yang baik, terhindar dari perbuatan Keji dan Mungkar.

    Khusuk juga akan mencerahkan Jiwa sehingga menjadi tersucikan dari pada cela, caci, maki, sangka2 buruk dll

    Karena itu orang yang khusuk itu lebih baik “DIAM” dari pada menyangka2 orang lain tentang khsuk tidaknya orang lain.

    Serahkan urusan khusuk orang lain kepada Tuhan Robbul ‘alamin. Bukan malah menjatuhkan, mencela, menyindir, mencibir dll. Bukankah itu awal mula dari pada Fitnah Batin ?

    Yang terbaik adalah urus diri sendiri dulu….. sudah khusuk kah saya?

    Dan jadikan pelajaran bahwasannya siapa2 yang menjatuhkan, mencela, menyindir, mencibir tentang ke khusukannya seseorang dalam sholatnya itu menunjukkan bahwa dirinya sendiri pun belum khusuk di dalam sholat.

    Kenapa demikian? Bukankah orang yg khusuk itu diterima oleh Allah? dan tanda2 orang yang diterima sholatnya itu akan membentuk pribadi yang baik/Akhlakul Karimah.

    Apakah menjatuhkan, mencela, menyindir, mencibir dll itu bagian dari Akhlakul Karimah?

    Ataukah bagian dari pada Akhlak yang tidak baik.

    Silahkan memberikan masukkan tentang bagaimana Sholat yang khusuk karena sesama Mukmin itu saling isi mengisi dan ingat mengingatkan tetapi jangan sampai mencela, mencaci dll.

    Jika Tidak! Ke khusukan Andapun akan dipertanyakan dan diragukan kebenarnnya.

    Salam

    Pengembara Jiwa

    NB:
    Untuk Saudaraku Sufi Muda, benar sekali tentang komentarnya di Pengembara Jiwa. Dan bahkan Saymsuddin Tabrizi adalah sosok Guru sekaligus Sahabat bagi Jalaluddin Rumi…………

  • pengembarajiwa

    Ma’af! ada yang ketinggalan……

    Hak Privasi Allah Swt lah segala ketentuan untuk menilai benar dan tidak nya seseorang. Karena Soal Hati/Batin itu urusan Allah bukan urusan kita untuk menilainya. Berprasangka baik kepada orang lain itu lebih bagus dan mulia ketimbang berprasangka buruk.

    Bukankah kita tidak mengetahui Hati seseorang?

    Jika Allah Swt, membukakan pun indra ke-6/mata hati kita sehingga mengetahui orang lain benar atau tidaknya, tentu juga bukan Hak Privasi kita untuk memvonis. Melainkan itu adalah suatu ujian bagi kita, bersyukur atau tidak.

    Berprasangkalah yang baik kepada orang lain jika perlu Do’akan ia untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Itulah tanda2 orang yang telah dibukakan Ma’rifat yang sesungguhnya. Menjadikan Pribadi yang Bijaksana, tutur kata yang halus dan sopan dan Prilaku/kelakuan yang santun. Itulah cerminan daripada Rosulullah Saw.

    Semoga Allah Swt, Ridho kepada kita sebagai sang penuntut Ilmu Kesempurnaan Dunia dan Akhirat dan meliputi kita di dalam Nurun ala Nurin yang membias kepada Batin dan Ma’rifat yang membias kepada Zahir.

    Aamiin.

  • oks

    Assalamu’alaikum, semoga rahmat dan hidayah Allah senantiasa mengiringi langkah kita.
    Shalawat dan salam kita haturkan keharibaan Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW..
    serta sembah dan sujud dihaturkan keharibaan Yang Mulia Mursyid Ayahanda Guru yang telah membimbing murid-muridnya sampai akhir jaman dan pula sembah sujud dihaturkan keharibaan YM ABU
    Dalam sholat jangan mencari sholat khusuk, yang penting ‘ illahi anta maksud wa ridloka mathlubi” , kita berserah diri hanya untuk mencari ridho Allah SWT,
    dan PASTI dengan ridlo ALLAH kita akan mendapatkan dan merasakan inti dari sholat khusuk

  • tren di bandung

    saya sepakat soal shalat itu adalah mi’raj nya kita. shalat itu kunci diterimanya ibadah kita. berarti strategis dong…
    kalau ibadah lain bisa kita lihat wujud fisiknya. misal zakat kita bisa lihat ada yang memberi/menerima uang zakat, ada lembaga zakat, dll. puasa, wah… apalagi, ya harga naik, mudik, panen bisnis, dll. haji, apalagi ini, ngumpulin orang sedunia, gimana ga heboh. oiya, syahadat, ini merubah aqidah seseorang, dan menunjukkan perkembangan daya jelajah Islam, dll.
    tapi shalat, kira-kira apa yang bisa kita lihat sebagai monumennya…???
    jadi betul, mari kita isra mi’raj minimal setiap 5 waktu. kemudian, saya ingin link dengan tulisan saya tentang posisi isra mi’raj…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/

  • ANTOK

    BENAR MENGOSONGKAN FIKIRAN TETAPI ISILAH DENGAN ASMA’ ALLAH ….. TIDAK MELOMPONG, SHALAT ISRA’NYA ORANG MU’MIN, BERARTI SETIAP MELAKSANAKAN SHALAT, KALAU DIA ORANG MU’MIN WAJIBLAH IA AKAN BERTEMU DENGAN ALLAH, SESUAI DENGAN HAL DIATAS, DAN ITULAH YANG DIKATAKAN KHUSYU’, TETAPI APA YANG BERJUMPA DAN BAGAIMNA CARANYA IALAG THALBUL ILMU…..

  • berekobama666

    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄

    BERITA BAIK!!!
    Mari kita tengok blog ini. hebat sekali!

    MARI MENCARI KEBENARAN

    1) Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
    2) Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?
    3) Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”
    4) Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
    5) Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
    6) Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???
    7) Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”
    8) Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
    9) Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
    10) Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!
    11) Kuiz lnjil Lukas Berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW

    Masuk sini= http://mustahil-kristen-bisa-menjawabx.notlong.com

    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄

  • Sufi wanita

    ADA KALA TIDAK DAPAT UNTUK DI KETAHUI , TIDAK DAPAT UNTUK DI MENGERTI , DAN TIDAK DAPAT UNTUK DI SADARI

    SEMOGA DAPAT SEGERA DI KETAHUI , DAPAT SEGERA DI MENGERTI , DAN DAPAT SEGERA DI SADARI

  • 10

    BISMILLAHIRROCHMANNIRROCHIM = 10

    wah ini…ini….! cocok dengan nama sa…ya…! 10 (sepuluh)=satu asalnya dari 0(nol) dan di dalam 0(nol) terdapat 1 (satu)=( MAN AROFAH NAFSAHU FAKODD AROFAH ROBBAHU) kira -kira itu aja dech Udah bisa koq dimengerti oleh tu(H)an -tu(H)an, apabila anda orang yg mengerti akan hakikat kalimat saya yg terakhir saudara, maka ketika anda menghadapkan wajah anda kemanapun…, sebelum anda melihat obyek suatu,, maka anda telah melihat …..tu(H)an anda. berarti ketika jasmani ini senam 5 waktu,maka anda sesungguhnya sudah menghadapNYA coz RUHANI anda udah nyambung terus../!!! jadi anda bisa di katakan sholat jasmani&ruhani dan dapat pula dikatakan INNA SHOLATA TANHAR ANIL FAHSAHI WAL MUNGKAR ( sesungguhnya sholat dapat mencegah dari perbuatan keji and munkar) dan dapat pula anda mengerti SHIRROTOL MUSTAKIM (jalan yang lurus) dengan apa anda menembusnya???? ya dengan menghidupkan DZIKIR RUHANI ANDA=TU(H)AN begitu mas sufi muda kalo boleh 10 menambah sedikit penjelasan TU(H)AN sufi muda, DHOHIR KITA MANUSIA BATHIN KITA …….(H)…………

    thanks sufi muda

  • qolbu

    SIAPA YANG TAU PASTI KEBENARAN………..
    KEBENARAN MILIK …..’ALLAH
    ketika kita ingin sholat khusu ALLAH akan melihat usaha hanba-NYA……
    Mungkinkah dibiarkan sesat??????anda saja pasti kasihan melihat orang yang berniat baik kok dibiarkan sesat…
    ALLAH maha pengasih lagi penyayang……
    berserah diri hal yang terbaik…….
    jangan saling menyalahkan……..
    …………………………………………….
    bukan banyaknya ibadah kita yang akan mencapai Ridhonya…..
    karena kehendak-Nya lah kita dapat mencapai Ridhonya……
    ……………………..
    kita tidak bisa mencari jalan lurus sendiri,,…..
    makanya kita berdoa dalam sholat selalu ….meminta jalan lurus…….

  • sufimuda

    Karena kebenaran itu milik Allah maka yang kita cari di dunia ini bukan kebenaran, karena kebenaran itu relatif sekali, cari lah Allah, temukan Dia maka secara otomatis kebenaran itu akan beserta kita.

    Allah tidak akan membiarkan manusia ini sesat, makanya Dia mengutus ribuan Nabi sampai dengan Nabi Muhammad SAw untuk membimbing manusia ke jalan-Nya, sesudah Rasulullah SAW tidak ada lagi nabi, yang ada adalah Ulama pewaris Nabi maka mereka lah yang meneruskan tugas nabi untuk membimbing manusia agar tidak sesat…

    Allah memberikan rumus dalam Al-Qur’an,
    “Barangsiapa yang diberi petunjuk maka dia akan mendapat petunjuk, barangsiapa yang di sesatkan maka tidak ada seorang WALI MURSYID yang memberikan petunjuk”.

    Seorang yang tidak menemukan Wali Mursyid termasuk orang yang tersesat, maka sudah kewajiban kita untuk mencarinya. Terserah mendefinisikan Wali Mursyid itu seperti apa, sebagai Ulama, Guru, pemimpin, Imam..
    Yang harus kita ketahui bahwa Wali Mursyid itu bisa membawa kita kehadirat Allah…

    Benar sekali Qolbu, kita tidak bisa mencari jalan lurus sendiri, maka carilah orang yang bisa menunjukkan jalan lurus kepada kita, sesuai dengan sebuah hadist ;
    “adakan dirimu beserta Allah, jika engkau belum beserta Allah maka adakanlah dirimu beserta orang yang telah beserta Allah, niscaya dialah yang mengantarkan engkau kehadirat Allah”

    Terimakasih udah mampir kemari, salam

  • sanggardewa

    assalamualaikum wr. wb.
    pembahasan yg sangat menarik dan keliatannya agak hangat , izinkan ana utk ikut gabung dlm wadah yg sangat bagus ini.
    shalat khusyuk di mulai dari kehidupan yg khusyuk pula, org yg hidupnya nggak khusyuk ya shalatnya g mungkin khusyuk, sbtulnya semua teori yg dikemukan diatas oleh saudara sufimuda, pengembara dan abu sangkan semua nya benar tidak ada yg salah.
    meditasi(pengosongan diri, bukan hanya pikiran) adalah jalan yg bisa menghantarkan kita kpd kekhusyukan, lalu disertai kontemplasi dan pada akhirnya kita sampai pd tingkat aplikasi atau Tajalli. ketika sampai pd tingkat Tajalli disitulah kita akan dpt mi’raj menuju kpd kesadaran Ilahiyyah, krn baik ruhani dan fisik telah menyatu dg Nur Muhammad, dan org yg sudah sampai pd tahap ini pasti akan tercegah dari berbuat Fakhsya’ dan Munkar. wassalam
    semoga bermanfaat

  • zal

    ::bukannya shalat itu sebatas, mencegah dari perbuatan keji dan munkar…lalu mengapa serius amat sih… 🙂 kerjakan aja gerakannya seperti yang kita terima sejak TK, khusuklah pada maksud kias shalat tersebut….
    masalah kosong engga, gimana mau merasakan, jika masih merasa, engga kosong namanya, kalau disadari…koq kata Allah dari tempat yang tidak di duga-duga…he…he.., kalau ngga percaya test aja sendiri, amati sendiri…jang sekedar berubah dari taqlid syariat, menjadi taqlid thareqat meskipun keduanya adalah jalan… ,
    lagian koq bisa ingatannya Tuhan yang datang jin dan syetan, berani amat tuh jin dan syetan yak….
    Kalau saya kepala mafia, dan ada orang yang saya senangi nyari saya, lalu ada yang ngaku-ngaku kalau dia adalah saya…, bakalan saya gorok, pelan-pelan lehernya….. apalagi Tuhan…, jangan membuat hijab untuk membuka hijab, bukannya terbuka, malah hijabnya bertambah… mohon maaf..kalau dirasa salah…

  • Ibnu Hajar Al-Batawie

    Yang jadi pertanyaan…
    Apakah Sholat kita sudah memberikan bekas pada kehidupan kita atau belum.?!!!

    Ga’ usah yang sulit-sulit dulu …

  • jablai_wex

    to berekobama666,blog http://mustahil-kristen-bisa-menjawabx.notlong.com…..kayaknya bukan jamannya lagi untuk menghujat suatu agama or kaum karna setau saya ada ayat di alquran menghujat suatu kaum itu hukumnya DOSA besar buanget…betul gak om sufi……Lebih baik kita terus tongkrongi ini om sufi punya blog bisa nambah2 pengetahuan sama mampir dipengembarajiwa……..kan kita bisa ikutan sufi jg dari pada gunjingi agama lain padahal yang gunjing gak kenal ama tuhannya tapi TUHAN KIRO-KIRO banyak mengeluarkan dalil dalil tapi hanya dibaca,dihafal habis itu dipake u ngujat orang or agama lain. Jaman sekarang itu alquan itu harus dibuktikan teknologinya tentunya dgn metode yg tepat dan setajam silet.dan dibimbing oleh syekh yg kamil mukamil n mujadid…..thanks ya om

  • jablai_wex

    haya allasolah (ayolah solat ) ayolah menyembah (berarti ada yg di sembah dong…) wajahtu wajahiya….(loh bisa diliat ya….berarti wujud dong…) lahaulakuatabila…..(terserah tuhan karna dia yang punya kuase…) haya alalfallah ( ayo menuju kemenangan….gmn caranye …) mau tau ya harus berguru dong (barang siapa yang tidak berguru dgn syekh (kamil mukamil) wajib syetan gurunya……hayoo……mau pilih mana …..mau dugem dialam syaiton or dugem dialam Tuhan dgn Zikir2.klo sy pilih yg ke2……thank om sufi artikelnya buanget2 bagus……….trus berjuang ……biar menang.Ayo siapa yg mau zikir yg dikelilingi malaikat……klo saye dulu cape nyari surga trus ….sekarang eh surga gak terpikir karna kelewat trus …..

  • ryannining

    Aku sependapat ama pengembara jiwa, khusuknya solat seseorang pastinya akan terbekas di kehidupannya, kalau masih suka menJUDGE orang lain, meyakini diri sendiri benar, aku rasa aku juga ragu2 kekusukan orang ini..

    Salam

Tinggalkan Balasan ke ryanniningBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca