Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SURAT UNTUK RASULULLAH

  Jika pergi bawalah kami

Kami ingin turut ber-bhakti

Menelusuri pelosok negeri

Menyebarluaskan kalam Ilahi

Amin Ya Allah Salam Ya Rasulullah

 
Ya Rasulullah….

Kerinduanku padamu sungguh teramat dalam dan terasa merasuk kedalam sukma, kerinduan ini datang dengan tiba-tiba setelah aku membaca Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 126-127:

Sungguh telah datang seorang Rasul dari kaum mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arays yang agung”.

Engkau memikul semua derita kami, menghapus semua dosa-dosa, duka lara dan permasalahan kami, dengan apa kami bisa membalasnya ya Rasulullah? Sementara kami ini hanya menjadi bebanmu saja…

Ya Rasulullah…

Engkau yang tidak setengah kasih akan dunia, selalu larut berzikir dalam mujahadah kepada Tuhan, yang selalu memberikan spirit hidup, yang selalu menumpahkan kasih sayang, yang menjadi jalan terang menuju Tuhan, yang selalu meyakini aku akan keselamatan dunia akhirat, yang selalu mendengarkan keluh kesah ku yang tiada habis-habisnya.

Ya Rasulullah….

Maafkan aku yang belum bisa sepenuhnya menjalankan sunnahmu, menyebarkan salam kepada seluruh penduduk negeri, belum bisa menegakkan Agama ini, aku hanyalah makhluk kecil lemah yang belum bisa mensyukuri segala nikmat-Nya.

Ya Rasulullah..

Aku ingin engkau selalu hadir dalam mimpi-mimpiku seperti malam-malam yang telah berlalu, aku ingin selalu berjumpa denganmu, mencium tanganmu yang teramat mulia dan memandang wajahmu yang teramat agung. Ingin aku tetap terus bergayut di jubahmu, membungkuk dibendul pintumu dan setia kepadamu dari hayat hingga akhir kalam.

Aku hanya punya air mata yang selalu tertumpah saat aku rindu padamu. Hanya itulah yang aku punya ya Rasul. Sungguh, aku ingin membasuh telapak kakimu dengan air mataku. Hanya air mata, ya Rasul. Air mata!

 

 

 

Salam Rinduku Pada Mu

 

Sufimuda

Single Post Navigation

42 thoughts on “SURAT UNTUK RASULULLAH

Navigasi komentar

  1. Aykal Alex on said:

    :-bd
    membuat hati terharu…

  2. yudistira on said:

    😉

  3. salam kenal saudara Sufimuda… dan yang lain nya…..

    Jadi aku dapat blog saudara ini di darwissinulingga.wordpress.com., sebelumnya ku perkenalkan lah dulu diri aku ini. aku dipanggil NUBIS, bukan Lubis, karena banyak kawan2 dijalanan memanggil aku ini Lubis kubilang bukan, aku taku Mak Aku Marah.. lama ku berjalan di lembah kekerasan dan jalanan dari tahun ketahun di kota yang termasuk besar di sumatra ini.. dari blog di atas kulihat ada link untuk saudara ku coba buka

    nah disini ku coba liat….. apa isi nya sufimuda ini pula…
    Bang sufimuda dan kawan-kawan saudara yang lainnya. TERIMASIH BESAR aku ucapkan.
    aku terkejut kalo rupanya bisa kirim surat untuk RASULULLAH.. aku berpikir, tentunya bisa pula berkirim surat untuk TUHAN…
    menarik bagiku… aku lupa bilang, kalo Mak aku itu orang islam dan jga Bapak ku yang sudah meninggal, tapi aku tak tau apa itu islam, dan setelah aku baca2 termasuk aku baca blog sufimuda ini.. menarik juga, walau belum semua sempat ku baca…
    aku berpikir kalo sufimuda ini yang pakek sorban apa bukan ya………???????????

    aku kurang enak kalo bicara-bicara dengan orang bersorban, karena aku masih bertato….. waktu aku sadar dari dan ingin berobah, pernah terlintas ingin ku tato nama ALLAH di dadaku… trus di bilang kawanku.. itu belum tentu katanya.. maka tak jadi ku tato.. dan aku telah baca beberapa bahan, dan baru sekarang aku berani berkomentar di blog ini… sudah dari tadi aku terus membaca artikel2, ku mantapkan diri untuk berkomentar.. tanpa malu bagi ku tuk mengatakan apakah sufimuda ini benar telah bertemu RASULULLAH.. karena dalam surat saudara itu sangat dalam, artikel saudara tetang PRAHARA KEMATIAN pun sangat buat aku merinding., sbenarnya aku malu dulu kalo ku akui aku ini merinding tentang kematian, karena di jalanan aku paling buas, tapi setelah ku baca artikel raja di prahara kematian itu… aku juga takut mati….

    tapi diantara lain artikel2 Bang Sufimuda buat aku tak takut mati..

    ini yang membuat aku dalam hari ini bingung.. apa aku benar telah sadar, atau hanya takut mati, seakan sadar…..

    terimakasih Bang Sufimuda, dan kawan-kawan sekalian

    salam kenal dari aku NUBIS, bukan Lubis ya

    wasalam 🙂

  4. Muslem Gaul on said:

    doa yang hidup… dan penuh getaran cinta:)

  5. sufimuda on said:

    Salam kenal kembali bang Nubis bukan Lubis 🙂
    Saya mengunjungi darwissinulingga.wordpress.com karena disana banyak berita2 kejahatan, bukankah kita harus belajar dari kejadian-kejadian yang telah terjadi, peristiwa2 itu bisa menjadi cermin bagi kita semua.
    Mengirim surat untuk rasulullah menggambarkan betapa kita harus benar2 mengenal Beliau luar dalam jasmani dan rohani, karena sebenarnya Para Nabi dan Wali itu tidak pernah mati, Beliau berlindung kehadirat Allah SWT, dan tentu kita terus bisa menjumpai Beliau asal ada yang menuntun kita kesana, sebelumnya saya ada nulis surat untuk Allah, coba Bang Nubis baca di : https://sufimuda.wordpress.com/2008/05/03/surat-untuk-allah/.
    Kebetulan sufimuda bukanlah jenis orang bersorban, kalau abang buka artikel https://sufimuda.wordpress.com/2008/07/23/hamba-baca-hamba-syetan-dan-hamba-tuhan/ disitu kita lebih tahu bahwa orang dekat ke Tuhan itu bukanlah yang bersorban atau berjubah karena itu hanyalah pakaian, banyak dukun sekarang bersorban dan berjubah, kelakuannya juga jauh dari agama, juga bukan yang membanggakan penampilan fisiknya.
    Kenapa sufimuda tidak bersorban, karena masih muda 😀 , saya teringat sebuah hadist nabi : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang secara lahiriahnya tidak taat kepada Allah akan tetapi hatinya selalu mengingat Allah dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang secara lahiriah taat kepada Allah akan tetapi hatinya ingat kepada Allah.

    Masa lalu saya dengan Bang Nubis tidak jauh beda, saya dari kecil sudah belajar Bela Diri, untuk apa? Ya untuk bela diri, tapi kebanyakan digunakan untuk memukul orang2 yang tidak kita senangi, untuk menunjukkan bahwa saya ini jago, saya juga punya ilmu kebal dan ilmu kunci bumi, sehebat apapun ilmu bela diri orang bisa saya kunci tidak bergerak di tanah, ilmu itu saya dapat saat saya belajar ilmu agama, saya pikir ilmu itu diridhai Tuhan karena amalannya juga ayat2 Al-Qur’an, ternyata amalan saya disusupi oleh Jin karena tidak ada Mursyid sebagai pembimbing Rohani.
    Kemana semua ilmu itu? Telah hilang musnah, Setelah saya bertaubat dan bertemu seorang Wali Allah, yang menuntun saya ke jalan yang benar, dari Beliau lah saya tahu mana yang Haq mana yang Bathil, ilmu yang paling berharga adalah ilmu yang bisa menjumpakan kita dengan TUHAN

    Banyak murid2 guru saya berlatang belakang preman, mulai dari pasar Amplas, Sambu, mantan preman Binjai sampai ke Preman perbaungan yang mabuk 24 jam, insya Allah, mereka semua telah menemukan kebenaran, bukan lewat baca tapi hati mereka disinari oleh Nur Tuhan.

    Bang Nubis, kita manusia ini tidak ada yang benar, apakah bertato atau tidak, yang dilihat oleh Tuhan adalah hatinya, mari kita coba bersihkan hati kita dengan berzikir kepada-Nya, tentu zikir yang diturunkan oleh seorang Wali Allah…

    Saya bisa tunduk kepada Guru saya karena Beliau sangat Kasyaf (tembus pandang), apapun yang terlintas di hati saya Beliau bisa tahu, dari Beliau lah saya mengenal Allah dengan sebenar-benar kenal.

    Untuk bisa mencintai Allah, kita harus benar-benar mengenalnya…

    Kematian bagi orang sufi bukan hal yang menakutkan, kematian adalah awal perjumpaan yang abadi, siapapun orang yang belum mengenal Tuhan dengan sebenar-benarnya akan mengalami suatu trauma yaitu : TAKUT MATI…

    Demikian Bang Nubis komentar dari saya, terimakasih atas kesediaannya udah jalan-jalan ke mari ….
    Saya ada sebuah pantun untuk bang Nubis

    Jalan-jalan ke danau Toba, singgah sejenak di pancur batu
    Sungguh hidup tiada berguna kalau belum bertemu GURU.

    Sungguh indah kota Kisaran, lebih menawan kota Langsa
    Hendaklah didunia berjumpa Tuhan, agar hidup senang bahagia…

  6. yudistira on said:

    horas……. bang nubis.

    salam kenal.

    saya juga tergolong orang-orang seperti abang nubis dulunya…
    tapi kecil-kecilan lah pula…….

    saya pernah mengalami stagnasi dalam berTuhan dikarenakan banyaknya pertanyaan2 seputaran ketuhanan yang sangat membingunkan saya.

    mohon izin ABANG SUFI MUDA
    kalau tidak keberatan bolehlah pada kesempatan ini saya sedikit berbagi dengan kawan2 di blog ini.
    😉

    dulu pada waktu saya kecil, saya sudah dididik oleh orang tua saya tentang keagamaan.
    maklum lah ayah haji, mamak hajjah.
    waktu SD saya pernah menjadi 10 besar pada MTQ di tingkat kecamatan.

    kemudian pada saat saya SMP saya melanjutkan pengembaraan saya untuk mendekatkan diri kepada tuhan dengan masuk salah satu aliran keagamaan (tidak saya sebut namanya, karena tak sedap rasanya), mulanya saya meresa nyaman disini, karena disini diajarkan tafsir langsung dari alquran dan hadist.
    saya merasa bahwa inilah agama yang paling benar karena mengambil ilmu langsung dari alquran dan hadist, dan aliran ini juga men cap bahwa selain mereka itu kafir.
    selang 3 tahun saya mengikuti aliran ini negara membredel aliran ini dan dinyatakan sesat.
    yang pada akhirnya saya putuskan untuk tidak mengikuti aliran ini lagi

    pada saat saya duduk dibangku SMA saya kembali ditawari oleh teman yang kebetulan pengurus mussala di sekolah saya (salah satu SMA di Medan), untuk masuk kedalam salah satu aliran keagamaan. ciri2 aliran ini yang pakai sorban dan pakai jenggot.
    saya juga mengikuti aliran ini lebih kurang 2 tahun, sampai saya putuskan untuk tidak ikut lagi karena menurut saya mereka tidak konsisten terhadap yang mereka katakan dan juga mereka menganggap bahwa merekalah yang paling benar dan yang lain kafir.

    setelah itu saya lelah dengan pengembaraan ini,
    kemudian saya teringat dengan perkataan salah seorang sahabat saya:
    “hidup ini sebentar, jadi nikmati aja hidup yang sebentar ini”
    kemudian saya mulai bergabung dengan orang-orang seperti bang Nubis.
    rumah saya yang kebetulan saya tinggal sendiri sering dijadikan tempat ngumpul2 teman2 sejawat.

    kemudian abang saya memperkenalkan kepada saya seorang yang sangat istimewa dalam hidup saya.
    Dialah yang membimbing saya untuk ber tuhan …..
    Dialah yang membimbing saya sehingga saya kenal dengan Tuhan……
    Dialah yang membuat saya mempunyai makna untuk hidup di dunia ini…….
    Dialah yang membuat saya tidak lagi takut dengan namanya Mati…..

    kami menyebutnya tasauf atau kata lain tariqat atau juga sering disebut dunia sufi.
    mula-mula saya malu untuk mengikutinya karena saya merasa kotor dan banyak dosa.
    juga saya masih muda, saya pikir kalau pun tobat ……ntar aja kalo sudah tua.
    tetapi ternyata dunia sufi ini tidak lah pandang bulu…
    setelah saya masuk tariqat, yang saya jumpai justru banyak orang-orang yang seperti saya,

    ya……seperti yang dikatakan ABANG SUFI MUDA tadi ,
    dunia sufi itu sangat terbuka untuk semua orang baik preman, pemabuk, bahkan mafia hongkong sekalipun.
    dan justru saudara seguru yang saya jumpai lebih akrab dari pada saudara kandung saya.

    oke dech …..
    terima kasih untuk ABANG SUFIMUDA

    untuk abang Nubis mudah2an pengalaman tadi bermanfaat bagi abang Nubis

  7. cihuy 🙂
    Hanya yang telah bertemu Tuhan yang bisa membawa kita Berjumpa dengannya 😉

  8. Sorry Ralat . . . Dengan -NYA 🙂

  9. Salam saudara sekalian
    Alangkah mungkin lebih baik bila aku mulai dengan
    ASSALMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHITA’ALA WABARAKATUH…:)

    Dengan rasa malu dan iba dalam hatiku tuk diriku pula, banyak rupanya yang peduli dengan orang yang tersesat ini. hampir seharian pula aku mengali-gali dari artikel-artikel di dunia yang maya ini, ternyata dunia yang maya ini pula yang memberi arah-arah cahaya kenyataan

    TERIMAKASIH YANG SEBESAR-BESAR NYA aku ucapkan untuk Abang Sufimuda, atas komentar, petuah dan pembagian pengalamannya 🙂
    dan juga tuk Abang Yudistira, konon dari cerita saudara saya melihat sekilas saudara hidup dari keluarga yang penuh keagamaan.
    sudah ku baca artikel surat untuk TUHAN. merinding bulu kuduk ku ini Bang. baru ku tahu kalo di dunia tak bisa berenang ternyata di akhirat pun tak bisa.. kalo di dunia tak kenal TUHAN ternyata di akhirat pun TUHAN tak mau berkenalan dengan ku (ku kutip tadi dari artikel di sufimuda/mohon di izinkan Bang kutipan ini ada yang ku tambah-tambah pula itu Bang, mohon maaf bila salah :))
    kalo dari bahasan cerita Bang Sufimuda, aku ini bukan lah preman-preman kali Bang, kalo bisa di bilang preman kampungan, karena cuma di kampung aja sok reman aku ini. cuman disini aku juga jadi ngeri Bang di artikel nya abang https://sufimuda.wordpress.com/2008/07/23/hamba-baca-hamba-syetan-dan-hamba-tuhan/
    takutnya aku jadi hamba baca, bacaan-bacaan yang bersetan pula, karena aku memang cari dari bacaan-bacaan gitu Bang.
    tapi aku juga lega Bang ada orang-orang yang mau berbagi cerita dan pengalaman dengan aku yang sesat ini Bang.. cukup lega aku ini hari, walaupun nanti aku jadi hamba baca tak apalah dulu pertama-tama, aku yakin kalo TUHAN itu tau hatiku, kalo kubilang taubat di depan orang, sedangkan hatiku tidak, TUHAN pastilah tau, maka aku berpikir tuk sekarang ini biarlah jadi hamba baca.. aku yakin TUHAN pasti tunjukkan aku jalan. itu terbukti hari ini aku baca artikel di sufimuda pasti karna petunjuk TUHAN.. 🙂 (ku hibur diriku sedikit lah Bang, biar tak jadi hamba baca yang bersetan) ku anggap bacaan ini dalam petunjuk TUHAN kan tak apa

    horas Bang Yudistira, semoga suatu saat kita berjumpa di alam nyata bukan hanya di alam maya ini. Begitu juga dengan Bang Sufimuda. dan Sufi-sufi lainnya.. 🙂 kebetulan aku lagi online dan tanggapan-tanggapan saudara sekalian sangat membantu dan membuat aku yang sesat ini terharu…
    sekali lagi aku mengucapkan TERIMAKASIH YANG SANGAT BESAR.. semoga aku yang sesat mendapat pentunjuk TUHAN.. AMIN…. 😉

  10. Agak kurang sopan ku, karena Bang Sufimuda memberi aku pantun, baiknya sedikit berbalas walau aku tak begitu bisa..

    Bunga melati di pegang gadis, gadis datang dari malaka
    Hari ini pastilah sudah takdir, aku berjumpa Bang Sufimuda…

    WASALAMU’ALAIKUM.. 🙂

  11. yudistira on said:

    apalah guna berkain batik,
    kalaulah tidak dengan bajunya
    apalah guna beribadah baik,
    kalau tidak kenal yang Punya.

    salam sufi:-)

  12. pengembara on said:

    salam kenal semua abang2 sufi….. special tuk abang sufi muda dan yang kedua untuk abang nubis bukan lubis yang karena abang nubis pula aku juga berani komentar di blog yang udah lama aku baca ini.

    sebenarnya aku pengen nanya ama abang sufimuda…. tapi aku nanyanya disini aja ya…. tidak ke emailnya abang sufi…. karena ada kaitannya juga dengan dunianya abang nubis bukan lubis.

    aku dulunya (tapi kagak dulu2 kali soalnya juga masi muda) 🙂 seorang yang baik tapi suka bunuh2. entah udah berapa banyak nyawa manusia yang aku bunuh baik secara langsung maupun tidak langsung. soalnya dulu itu aku seorang tentara pemberonak (tidak aku bilang didaerah mana karena bukan substansi dari yang ingin aku tanyakan).

    yang ingin aku tanyakan….. kalau aku mau tobat bagaimana dosa aku sama keluarga2 mereka yang aku bunuh…. padahal sebagian besar dari mereka tidak aku kenal? terus kalo pun ada beberapa yang aku kenal bagaimana pula cara aku minta maafnya? apakah aku harus bilang….. “adek….. ampuni dosa abangmu yang mau tobat ini karena sudah membunuh ayah, ibu dan kakak mu….?” soalnya selama ini aku jadi sedikit hamba baca…. katanya dosa manusia itu harus minta maaf sama manusia. atau….. maaf abang sufimuda….. apakah harus aku bunuh sisa keluarganya biar kagak tanggung…. jadi tidak perlu minta maaf ama keluarganya lagi karna udah habis aku bunuh…. biar aku minta ampunnya ama tuhan aja….

    mohon maaf sekali lagi….. aku pake initial pengembara aja ya….. karena satu dan lain hal.

    pengembara

  13. yudistira on said:

    ================================================
    dan juga tuk Abang Yudistira, konon dari cerita saudara saya melihat sekilas saudara hidup dari keluarga yang penuh keagamaan.
    ================================================
    yah …….
    begitulah Bang Nubis, tadinya saya berasal dari keluarga yang penuh keagamaan. dari kecil sudah bergelut dengan segala pernak-perniknya aturan dalam ber agama.
    mulanya saya menikmatinya, saya disanjung oleh orang-orang karena masih kecil sudah taat beragama “versinya syariat”.

    seiring dengan waktu saya mulai bertanya dalam diri saya….
    “katanya Tuhan itu lebih dekat dari urat leher”, mana itu TUhan?
    tak satupun dari para ulama yang saya kenal yang sanggup menjawabnya….
    “katanya: Awalluddin ma’rifatullah (awal beragama adalah mengenal ALLAH)”, sudah puluhan tahun saya beragama kok ALLAH itu juga saya tidak kenal?,malah wanginya aja tidak tercium….
    kalau saya bertanya sedikit kritis kepada ustad2 dalam pengajian2 yang saya ikuti tentang ketuhanan,
    jawaban ustadnya: “emang udah dari sononya gitu, jadi jangan ditanya2, ikutin aja, ntar kamu dosa, bid’ah, syirik dsb.
    jawabannya tidak pernah menjawab uneg2 didalam hati saya tentang bagaimana sesungguhnya beragama yang benar itu…..malah yang ada ditakut-takuti dengan neraka….dan diiming-imingi dengan surga…..

    akhirnya saya bosan dengan kehidupan yang seperti itu…
    lantas saya berfikir, di akhirat saya belum tentu masuk surga,
    pinomat (paling tidak) saya bisa merasakan surga dunia.
    mulai saat itu saya mulai gabung2 dengan kawan2 yang menurut guru2 disekolah orang2 yang tidak baik,
    mulai menikmati gemerlapnya dunia malam, nge band, bahkan saya sempat buka studio music dirumah saya sebagai sarana bersenang2.
    dan ternyata yang saya dapatkan, saya lebih menikmati hidup ini, teman2 yang sekarang lebih setia dan peduli kepada saya dibandingkan teman2 dipengajian.
    lama saya bergelut didunia tersebut.

    sampai pada akhirnya saya berjumpa dengan seorang GURU SUFI yang sedikit demi sedikit membimbing saya.
    mula2 saya takjub kepada Beliau karena beliau tahu semua apa yang saya kerjakan, tidak sama seperti ustad2 yang dulu yang bisa di tokoh-tokohi.

    sekarang saya sudah 4 tahun menggeluti dunia sufi ini dan saya merasa mapan disini.
    semua pertanyaan2 saya sudah terjawab,
    TUHAN, Surga, Neraka ….
    itu mah sudah pasti, tidak kira2 lagi.

    untuk Bang Nubis
    untuk orang2 seperti kita yang sudah pernah nongkrong didunia hitam, masih sangat terbuka lebar jalan ke TUHAN….
    surga itu bukan untuk orang-orang yang rajin ibadah, tapi untuk orang-orang yang sungguh-sungguh dijalanNYA…

    dalam sebuah riwayat…..
    dahulu kala ada seorang penjahat besar yang telah membunuh ratusan orang, kemudian dia mendengar bahwa ada seorang ulama besar di negri seberang, kemudian dia ingin menjumpai ulama tersebut untuk bertobat. ditengah jalan orang tersebut meninggal dunia.
    konon kabarnya orang tersebut masuk surga……

    saya lupa persis ceritanya, tapi kira-kira begitulah riwayatnya ….
    mungkin ABANG SUFIMUDA bisa menyempurnakan riwayat tersebut diatas…

    thank ABANG SUFIMUDA…..

  14. sufimuda on said:

    Saudaraku pengembara…
    Kejujuran adalah harta yang sangat berharga dan langka.
    Saya jadi teringat kisah jaman Nabi, ada orang yang kerjanya berzina, kemudian dia mau bertaubat, nabi mengatakan : “Silahkan kamu berbuat sesuka hati, Cuma satu yang tidak boleh kamu lakukan, yaitu kamu jangan berbohong”
    Kemudian saya juga membaca kisah di jaman Nabi juga, ada seorang yang telah membunuh 99 orang, kemudian di bertaubat, dan taubatnya diterima.

    Pernahkah saudaraku pengembara membaca kisah seorang pelacur yang sudah bertahun-tahun menjalani profesinya, kemudian dosanya diampuni Tuhan hanya karena memberikan minum anjing yang kehausan?
    Kenapa kok anjing yang haram, hanya dengan segelas air bisa menghapus dosa-dosa yang setinggi bukit?
    Pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh Presiden Soekarno ke banyak ulama di dalam dan luar negeri dan Beliau tidak menemukan jawaban yang memuaskan, sampai Beliau bertemu dengan seorang ulama tasauf yaitu Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc.
    Kepada Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc. kembali presiden Soekarno menanyakan hal yang sama, dari penjelasan Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc. lah presiden Soekarno menemukan jawaban.
    Kisah pelacur dan anjing itu mempunyai dua makna yaitu :
    1. Anjing yang dimaksud bukanlah anjing yang sebenarnya, tetapi kiasan untuk seorang yang dikasihi Allah SWT, seorang yang sangat patuh kepada Allah laksana anjing path kepada tuannya. Memberikan minum seorang Ulama yang dekat dengan Allah, kemudian ulama memintakan ampun kepada sang pelacur maka dosanya diampuni Tuhan.
    Dalam rumus matematika berlaku hukum pembagian dimana 10/10 (sepuluh dibagi sepuluh) = 1,
    10/1000 = 1/10
    10/∞ = 0 (10 dibagi faktor tidak berhingga hasilnya NOL)
    1.000.000.000/∞ = 0
    Penyakit+dosa+apa saja/∞ = 0
    Sang pelacur telah menemukan faktor tidak terhingga itu saudaraku pengembara sehingga seluruh dosa yang dikerjakannya dihapuskan oleh Allah.

    2. Anjing yang dimaksud memang benar anjing, akan tetapi karena keihklasan yang luar biasa maka Allah melipat gandakan amalannya.
    Rumus matematikanya:
    1 x ∞ = ∞ (1 kali tak terhingga sama dengan tak terhingga)
    1 zarah x ∞ = ∞ (1 zarrah kali tak terhingga sama dengan tak terhingga)
    Nah pelacur tadi, amal yang dilakukan memang sebesar zarah akan tetapi digabungkan dengan FAKTOR TAK BERHINGGA maka amalanya menjadi TAK BERHINGGA PULA.
    Yang harus kita cari adalah FAKTOR TIDAK TERHINGGA itu saudaraku, dan itu hanya ada dalam dada Rasulullah SAW yang disalurkan melalui Ulama Pewarisnya, dengan itulah Ruh kita disucikan, dikembalikan lagi seperti asalnya.
    Tanpa FAKTOR TIDAK BERHINGGA itu, amal apa yang mau kita andalkan saudaraku? Berapa kah sanggup kita beramal? Kebanyakan orang sok alim dan sok punya amalan, padahal seluruh amalan itu tidak ada artinya kalau tidak menyertai Tuhan didalamnya.
    Tuhan yang Maha Rahman dan Maha Rahim mengutus Nabinya adalah untuk membimbing manusia kembali ke jalan-Nya, dan tugas itu selanjutnya diteruskan oleh Para Ahli Silsilah yang menerima Warisan Nabi beruba Nur ‘Ala Nurin.

    Ada satu kisah lagi saudaraku, suatu hari Nabi Isa (Yesus) bertanya kepada murid-muridnya, “kalau ada 2 orang berutang, yang satu 1000 dinar dan yang satunya lagi 10 dinar, andai utang keduanya dihapus, manakah yang paling bahagia?”
    Murid-muridnya serentak menjawab : “Yang punya utang 1000 dinnar”
    Beliau berkata: “Begitulah dengan dosa, yang berbuat dosa paling banyaklah yang paling bahagia apabila dosanya diampuni Tuhan”.
    Dan tentu dosa diampuni setelah menjalani taubat dan tidak kembali lagi melakukan kesalahan yang sama.

    Tentang urusan dengan manusia (memintak maaf kepada saudara yang anda bunuh) saya tidak punya referensi, yang saya tahu manusia itu bertaubat kepada Tuhan, manusia sungguh tidak bisa memberikan penilaian yang adil, kebanyakan manusia adalah pendendam, umpamanya orang yang anda bunuh itu saudara saya, tentu saya juga akan membunuh anda sebagai menuntut balas 😀 (Just kidding).
    Jadi carilah jalan aman saudaraku, tinggalkan semua masa lalu anda, dan mari kita memulai langkah kita menuju ZAT YANG MAHA PENGAMPUN, Tuhan tidak pernah menyusahkan hamba-Nya yang ingin kembali kepangkuan-Nya

    Salam Damai selalu

  15. pengembara on said:

    makasih abang sufimuda (jujur….. sambil air mata menetes sedikit) jawaban abang sufi muda begitu mengena. kalolah boleh, saya ingin berkirim email ke email pribadi mas sufi muda….. karena saya ingin dituntun juga dalam memulai taubat ini agar tidak salah dalam “memakan buah manggis seperti dalam artikel sebelumnya”

    oya pengen juga kirim pantun seperti yang lainnya

    bunga mawar yang engkau beri
    dalam hati kusimpan slalu
    engkau tunjukkan jalan kucari
    tapi……. janganlah tinggalkan daku sendiri 🙂

    peace juga
    pengembara

  16. Asslmkum..

    Salam kenal kembali buat saudaraku pengembara…

    Perasaankupun sebenarnya sama dengan Saudara pengembara, banyak juga orang yang sudah ku sakiti, dan tak tau bagaimana aku harus meminta maaf, dan memang pernah ku dengar, selain hubungan manusia denganTUHAN.. haruslah pula di jalin hubungan manusia dengan manusia, ini aku teringat setelah membaca komentar dari saudara pengembara.. apakah bila hubungan dengan manusia ini masih belum ku minta maaf, bagaimana nanti aku membuat hubungan dengan TUHAN dan RASULULLAH…????

    Dunia ini memang penuh lika-liku kehidupan, dan semua itu telah berpasang-pasangan.. adanya yang baik tentu ada buruknya, ada yang tinggi pasti ada rendahnya… sungguh penjelasan Bang Sufimuda sangat memberi curahan bagi aku pribadi, walau hal tersebut di beri tuk saudaraku pengembara dan saudara-saudara pembaca lainnya…

    TERIMAKASIH Bang Sufimuda, terimakasih juga untuk Bang Yudistira dan Mas pengembara, serta saudara-saudara yang lainnya., mohon terus ada masukan dan bimbingan yang mengarahkan kami-kami ini yang pernah di jalan hitam dan sesat…

    salam semua…

  17. alhamdulillah. assalamu’alaikum abang-abang semua. aku melihat dari artikel dan komen para abang-abang sufi, saya jadi teringat kembali tentang pertanyaan yang dlemparkan kepada saya oleh seorang kakek2 waktu di masjid. saya dari pontianak, tepat ny kalimantan barat, mf tulisany sy sgkt krn sy hny menggunakn hp. pertanyaan 2, ILMU YG TIDAK DIKETAHUI UNTUK MENGETAHUI YG TIDAK DIKETAHUI TAPI DIYAKINI KEBENARANNYA. mksud dari 2 ap ya bang? mohon penjelasan abng2 sufi . biar ht sy tenang

  18. sufimuda on said:

    Trimakasih atas kunjungannya, saudaraku selembe,
    Selembe itu bahasa daerah ya, artinya apa? 🙂

    Bagus ya ungkapannya, ILMU YG TIDAK DIKETAHUI UNTUK MENGETAHUI YG TIDAK DIKETAHUI TAPI DIYAKINI KEBENARANNYA.
    Bagusnya kita tanyakan sama kakek2 yang ngucapkan kata-kata itu ya 🙂

    Menurut saya, ungkapan itu mempunyai makna yang dalam sekali, saya teringat kata-kata Nabi bahwa Ilmu Makrifat itu adalah “rahasiaku”.
    Sangat rahasia sehingga Sahabat-sahabat nabi tidak berani sembarang menyampaikannya, coba baca https://sufimuda.wordpress.com/2008/06/26/bila-aku-ceritakan-niscaya-halal-darahku/
    ILMU YG TIDAK DIKETAHUI UNTUK MENGETAHUI karena ilmu makrifat itu bukan ilmu yang dengan sembarangan didakwahkan secara umum, tidak bisa didapat dengan membaca walau bertahun-tahun belajar kitab kuning di pasantren atau mempelajarinya di IAIN.
    Sungguh Ilmu Rahasia itu yang zaman nabi disebut “Thariqatussirriah” artinya Jalan Rahasia atau amalan Rahasia tidak akan bisa didapat kecuali Allah langsung memberikan petunjuk sehingga berjumpa dengan Seorang ulama yang diizinkan untuk mengajarkannya, sesungguhnya hakikat ILMU YANG TIDAK DIKETAHUI itu adalah Nur Muhammad, dengan Nur Muhammad lah kita memperoleh pengetahuan-pengetahuan lain yang sangat Rahasia.
    Dengan apa Ilmu itu bisa didapat? Dengan menuntut ilmu kepada seorang Ulama Pewaris Nabi, yang telah diwarisi Nur ‘Ala Nur, dengan Nur Muhammad itulah ruhani kita bisa disucikan, bukankah syarat untuk bisa berjumpa Allah kita harus terlebih dahulu suci seistilah Allah?

    YANG TIDAK DIKETAHUI TAPI DIYAKINI KEBENARANNYA.
    Ilmu makrifat adalah ilmu yang tidak bisa diceritakan dengan kata-kata, tidak biasa didiskusikan, tidak bisa digambarkan dengan apapun karena disini yang berbicara adalah “Rasa”. Ada ungkapan dalam Tasawuf, “TIDAK TAHU KALAU TIDAK MERASAKAN”.
    Inilah ilmu yang sangat tinggi sekali, ilmu rahasia yang hanya dimiliki oleh orang rahasia pula.
    Dengan ILMU YANG TIDAK DIKETAHUI itulah saudaraku kita bisa mengetahui hakikat Ketuhanan, Malaikat, hal-hal Gaib sehingga ber agama tidak lagi berupa Dogma dan khayalan akan tetapi menjadi Realita, Fakta dan Nyata.
    Mudah2an jawaban saya berkenan dihati…
    Salam

  19. dear sufimuda….
    ampun tuhan………………………..
    doa tertinggi yang pernah saya lihat dan dengar
    mungkinkah saya bisa……….

  20. Dear sufimuda…….
    ampun_tuhan…………….
    saya dah gak sabar membaca lanjutan cerita tentang
    tulisan hamba baca, hamba syetan dan hamba tuhan,
    masalah hamba baca dan hamba syetan setelah saya fahami telah mengerti apa inti dan maksud tulisan tersebut ………………….
    tetapi mengganjal dihati kalau kelanjutan tulisan hamba tuhan belum saya baca…………………………
    saya yakin sekali ada hal yang maha dahsyat dalam kelanjutan tulisan tersebut…………….

    with love
    arif

  21. ahlhamdulillah…! selembe hny kt ksukaan sy saudra! apa mksud suci seistilah Allah? , apa yang rahasia saudaraku? dan Rasa apa dan yang bagaimn? kenapa tidak bisa dcritakn dgn kt2? atau didiskusikan?

  22. pake hp jd di smbung ! Nur ‘ala Nur yang mana dan Nur Muhammad yang mana? kenapa rahasia hanya yang memiliki org2 yang rahasia maksud ny apa? dan saya kurang mengerti dgn kt hakikat? terima ksh saudara.

  23. sufimuda on said:

    Imam Al-ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin berkata :
    “TIDAK SEMUA PERTANYAANMU HARUS AKU JAWAB, BIARLAH ENGKAU TAHU SENDIRI”
    Carilah seorang Guru Mursyid Thareqat Muktabarah, mulailah anda berguru, nanti semua pertanyaan anda itu akan terjawab.
    Langkah awal adalah mulai berguru kepadaseorang Mursyid yang Kamil Mukamil….

  24. sufimuda on said:

    Untuk mas Arif,
    Lanjutan tentang Hamba Baca, hamba Syetan dan Hamba Tuhan akandi tampilkan disufimuda, berhubung hari ini tanggal 27 Ra’jab maka nanti sufimuda akan menampilkan tulisan tentang Isra Mi’raj

  25. Intan Rosmadewi on said:

    Oh…RasuLLULLAH, salam alaik

  26. tahukah anda siapakah ROSULULLOH?
    tahukah anda siapakah NABIYULLOH?
    apabedanya dari keduanya itu?
    Lalu siapakah anda?
    apa perberbedaan anda dengan rosul ALLOH dari unsur penciptaanya, tidakkah anda sadari itu semua?

  27. tidak bisakah saudara mengajarkan saya ddunia maya ini? atau saudara hubungi saya di 085650842820 jika saudara berkenan Alhamdulillah

  28. sufimuda on said:

    Insya Allah akan segera saya hubungi Mas Selembe..

  29. Ya Rasulullah Adrikni………

  30. Rindu kami padamu ya Rasul … rindu tiada terperi [lagu bimbo]

  31. Mas kl ingin baca semua artikel anda terlengakap di mana mas? tlg di informasikan terima kasih sebelumnya mas sufi muda!!!

  32. secret love on said:

    salam SUFIMUDA
    :>

  33. hamba'79 on said:

    horas bang nubis….
    hebat ya preman tapi mahir dalam tekhnologi..jarang2 ada loh…hehehe…tinggal di up grade aja kayak bang yudistira yang sekarang udah punya tekhnologi rohani…

    horas bang yudistira..salam kenal..
    keliatannya bang yudistira ini mantan preman juga ya..( kabarnya udah insyaf … kwkawkwak…)
    seru juga nih..
    di blog sufimuda di comment dari berbagai lapisan..
    dari preman…mantan preman…pak ustad..mantan ustad ( hehehe…kalo ada ) ..mahasiswa..dan orang2 yang kayak gw…

    kapan nih kopi daratnya..dunia maya aja teruss…

    bang nubis ma bang yudistira kapan kita bisa jumpa…
    horas bah …!!!

    ^^V
    PiSS
    ………………

  34. Surat (khabar,hadits) dari rasullullah saw kepada kita lebih baik kita baca terlebih dahulu seperti shahih bukhari dan muslim dengan baik. baru setelah itu kita membalas ‘surat’ beliau tersebut. karena beliau lebih dahulu mengirim ‘surat’ kepada kita. bentuk ‘surat balasan’ untuk beliau adalah menjalankan wasiat-wasiatnya, menjauhi larangan2 beliau,dll.

    Mungkin seorang mursyid anda anggap membawa ‘surat’ dari rasulullah. atau bahkan surat menyurat sama rasulullah.
    kalau memang benar tunjukkan pada kami bocoran dikit aja, salah satu suratnya.

    Berinteraksi dengan kalian kaum sufi memang harus bener2 pake perasaan. 😀

  35. sufimuda on said:

    Kalau kita masih Sekolah Dasar pelajarannya memang membaca surat mas farid,
    kalau udah SMP masa cuma baca doank, harus pandai nulis surat donk 🙂

    ——————————————————————
    Mungkin seorang mursyid anda anggap membawa ’surat’ dari rasulullah. atau bahkan surat menyurat sama rasulullah.
    kalau memang benar tunjukkan pada kami bocoran dikit aja, salah satu suratnya.
    ——————————————————————
    Lucu ya, Katanya Hadist itu “surat” dari rasulullah, tapi kok masih minta “surat” lagi?
    Banyak mas buku2 hadist di jual di pasar, kalau memang paham bahasa arab beli sekian Shahih Imam Bukhari dalam versi arab, jangan lupa juga baca hadist2 lain Sunan Abu Dawud biar nambah wawasan…
    Kalau mau bocoran surat Rasulullah pergi aja ke toko buku, beli buku2 hadist, gampang toh? 🙂

    Thareqat/Tasawuf itu pemahaman nya tidak rumit, malah sangat gamblang sekali, cuma akan menjadi rumit dan aneh kalau di pahami dari pemikiran-pemikiran yang telah diracun oleh orientalis, menempatkan Tasawuf sebagai sesuatu yang salah, kalau sudah begitu yang kita cari cuma salah nya aja, bukankah sangat gampang mencari kesalahan orang lain?

    ——————————————————————-
    Berinteraksi dengan kalian kaum sufi memang harus bener2 pake perasaan.
    ——————————————————————-
    Jangan cuma pake perasaan aja, karena bisa jadi perasaan itu masih disusupi oleh syetan,
    Interaksi nya harus menggunakan QALBU,

    Kalau belum tahu dimana letak Qalbu belajar dulu donk, cari orang yang ahli….

    Ya, andai memakai pikiran itu bisa sampai ke Tuhan, maka Einsten udah duluan nyampe ke Tuhan, sayang nya OTAK dimensi nya sangat rendah, seberapa banyak pun buku yang kita baca…
    Tetaplah kita menjadi hamba baca….

    Sayang sekali dari beberapa komentar yang saya baca nampak sekali mas farid tidak paham dengan dunia tasawuf, kalau begitu seperti kata anak-anak zaman sekarang:
    CAPEEE DECH 😦

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: