Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SURAT UNTUK RASULULLAH

  Jika pergi bawalah kami

Kami ingin turut ber-bhakti

Menelusuri pelosok negeri

Menyebarluaskan kalam Ilahi

Amin Ya Allah Salam Ya Rasulullah

 
Ya Rasulullah….

Kerinduanku padamu sungguh teramat dalam dan terasa merasuk kedalam sukma, kerinduan ini datang dengan tiba-tiba setelah aku membaca Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 126-127:

Sungguh telah datang seorang Rasul dari kaum mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arays yang agung”.

Engkau memikul semua derita kami, menghapus semua dosa-dosa, duka lara dan permasalahan kami, dengan apa kami bisa membalasnya ya Rasulullah? Sementara kami ini hanya menjadi bebanmu saja…

Ya Rasulullah…

Engkau yang tidak setengah kasih akan dunia, selalu larut berzikir dalam mujahadah kepada Tuhan, yang selalu memberikan spirit hidup, yang selalu menumpahkan kasih sayang, yang menjadi jalan terang menuju Tuhan, yang selalu meyakini aku akan keselamatan dunia akhirat, yang selalu mendengarkan keluh kesah ku yang tiada habis-habisnya.

Ya Rasulullah….

Maafkan aku yang belum bisa sepenuhnya menjalankan sunnahmu, menyebarkan salam kepada seluruh penduduk negeri, belum bisa menegakkan Agama ini, aku hanyalah makhluk kecil lemah yang belum bisa mensyukuri segala nikmat-Nya.

Ya Rasulullah..

Aku ingin engkau selalu hadir dalam mimpi-mimpiku seperti malam-malam yang telah berlalu, aku ingin selalu berjumpa denganmu, mencium tanganmu yang teramat mulia dan memandang wajahmu yang teramat agung. Ingin aku tetap terus bergayut di jubahmu, membungkuk dibendul pintumu dan setia kepadamu dari hayat hingga akhir kalam.

Aku hanya punya air mata yang selalu tertumpah saat aku rindu padamu. Hanya itulah yang aku punya ya Rasul. Sungguh, aku ingin membasuh telapak kakimu dengan air mataku. Hanya air mata, ya Rasul. Air mata!

 

 

 

Salam Rinduku Pada Mu

 

Sufimuda

Single Post Navigation

42 thoughts on “SURAT UNTUK RASULULLAH

Comment navigation

  1. AyahDiamAja on said:

    Askum, kehkehkeh….

    bawakan rindu
    ke hujung jari
    bawakan kata
    ke hujung nafas
    bawakan cinta
    ke hujung nyawa

    terbawalah kasih
    biar ke mana-mana

    enak sekali….kehkehkehkeh

  2. sufiwanita on said:

    banyak orang menceritakan tentang rasullulah,bahkan mencintai melebihi dari diri mereka sendiri tetapi tidak megenal hakikat dari MHMD .saya juga belajar tasauf loh….
    tak kenal maka tak sayang,tak sayang maka tak cinta, saya orang baru di dunia maya ini ada nggak yang bisa buat kan saya blog sekeren sufi muda.

  3. yudistira on said:

    ==============================================
    Berinteraksi dengan kalian kaum sufi memang harus bener2 pake perasaan. 😀
    ==============================================

    emangnya abang farid berinteraksi dengan orang lain ndak pake perasaan ya?????????????

    oh……………………pantasan bang farid terus memaksakan dan bersikukuh dengan pemahaman2nya.

    heeeeeeeeeeeeeeeeee

  4. abuu Fadhil on said:

    assalamu’alaikum Wr.Wb.
    alhamdulillah, asholatu wassalamu ala muhammad rosulillah
    semoga bang sufi muda dan kita semua senantiasa dalam rahmat dan lindungan Alloh…
    sejujurnya saya baru tahu kalo ada website yg sangat bagus, awalnya saya hanya ingin membaca kisah humor sufi seperti yg sering saya baca di buku, eh… malah dapat ilmu yg lebih di sini, jazakumulloh khoiron katsir ya bang…
    dan karena saya baru kenal, boleh tau ga…kalo bang sufi muda ini bener-bener masih muda (usianya sekitar 20 ato 30 tahunan) ato cuman ” nama doank”….padahal sebenarnya sudah sepuh…(hik…hik…) becanda bang…trus domisili di mana….
    saya sendiri sekarang usianya 30-an, kerja di salah satu Pon-Pes Modern di Kuningan JABAR.
    sejak MTs saya sering baca buku-bukunya alm Cak Nur ( Nurkholis Majid), saya sendiri menganggap beliau ini seorang sufi, tapi kalo sufi lawas mendekati Tuhan menggunakan hati, kalo Cak Nur pake kekuatan nalar (otak),kira-kira menurut abang gimana dengan pendapat saya itu. nah waktu SMA saya seneng baca buku – buku sufistik karya Kang Jalal ( jalaludin rahmat)….sedangkan pas kuliah ngefans banget sama Aa Gym….
    mungkin sebagai awal itu aja dulu ya Bang Sufi Muda….mohon doanya semoga saya istiqomah di jalan Alloh. amiin…

  5. pahmi hidayat on said:

    assalamu’alaikum. ssemoga ALLAH selalu meridhoi abg, skrg saya sering selalu memikirkan abg pengen ketemu tapi jarak yg memisahkan, setiap baca tulisan abg air mata saya selalu menetes, mungkinkan ALLAH menemukan kita bg sedangkan alamat abg saya tdk tau, mudah2an ALLAH menemukan kita bg kalau tidak dialam nyata mungkin dialam mimpi.wassalam. ini nmr hp saya bg 085268802085

  6. salam.. minta kongsi ye ilmu2 di atas

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: