Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

ULAMA YANG MEMPERDAGANGKAN AGAMA

Kita sering dibuat bingung melihat agama dan keberagamaan. Ketika terjadi peperangan, terorisme dan lain-lain, kita sering menuduh agama sebagai penyebabnya. Padahal agama hanyalah kumpulan doktrin-doktrin tentang kebenaran yang bersifat mutlak karena diturunkan oleh Yang Maha Sempurna. Karena agama diturunkan oleh Yang Maha Sempurna, maka agama pun sempurna dan paripurna. Agama tidak pernah salah.

Tapi, dalam alam riil, yakni bagaimana agama diterapkan dalam peri kehidupan, kita sering melihat ketimpangan dan jurang antara agama yang mengajarkan keramahan dengan kenyataan kebringasan, agama yang menyerukan keadilan dengan korupsi yang membudaya, agama yang menyuruh menciptakan kedamaian dengan tindak-tindak kekerasan.

Sesungguhnya yang beringas, korup, kejam, dan lain-lain bukanlah agama, tapi para pemeluk agamanyalah yang beringas, korup, kejam, dan lain-lain. Para pemeluk agamanya yang kadang salah memahami pesan-pesan agama. Mereka membuat tafsiran-tafsiran sendiri tentang ajaran agama. Padahal tafsiran-tafsiran agama bisa saja salah karena dibuat oleh manusia.

Dan yang lebih parah lagi kalau tafsiran-tafsiran itu dibuat tidak dari dorongan hati nurani yang ikhlas dan penuh tanggungjawab, tapi malah pesanan. Maka yang terjadi kemudian adalah plintiran agama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Batam mengeluarkan surat rekomendasi untuk sebuah yayasan yang menaungi peramalan zikir dengan metode Thareqat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Al-Aminiyah, dalam surat itu dinyatakan bahwa seluruh amalan zikir yang dikerjakan oleh Yayasan tersebut adalah benar sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadist. Dua tahun setelah surat itu dikeluarkan, saat Gubernur Kepulauan Riau ingin meresmikan Spiritual Islamic Traning Centre milik Yayasan di Komplek Perumahan Cendana Batam Centre, kebetulan karena sangat sibuk dan waktunya yang amat mepet, panitia lupa mengundang bapak-bapak ulama dari MUI, dan tentu saja sebagai ulama mereka merasa tersinggung merasa tidak dihargai, lantas dari kalangan MUI memberikan masukan kepada Gubernur untuk tidak meresmikannya dengan alasan amalan Yayasan itu diidentifikasikan sebagai aliran sesat, atas pengaduan masyarakat.

Hampir saja Gubernur tidak jadi meresmikan pusat pelayanan masyarakat yang sangat berguna bukan saja sebagai tempat zikir semata tapi juga sebagai pusat rehabilitasi orang-orang kecanduan Narkoba, menyembuhkan penyakit-penyakit kronis termasuk HIV/AIDS, leukimia, kangker, dan lain-lain. Syukur sekali Gubernur adalah seorang yang arif bijaksana tidak termakan provokasi bapak-bapak yang menamakan dirinya ulama tapi terkadang lupa dengan gelar ulamanya, Gubernur tetap meresmikan, akan tetapi MUI Batam yang telah mengeluarkan surat rekomendasi menyatakan mencabut surat rekomendasi dengan alasan mereka dulu salah mengeluarkan surat.

Dalam kasus lain, pada tahun 90-an terjadi geger, berdasarkan penelitian seorang peneliti dari UNIBRAW, Malang, namanya Dr. Susanto, menyampaikan bahwa ada sebuah merek dagang, yakni susu, yang disinyalir mengandung lemak babi. Karenanya, barang itu diduga merupakan barang haram.

Tapi kekuasaan dan uang punya tangannya sendiri untuk menyetempel logo Halal”.

Beberapa hari kemudian, mereka- orang-orang MUI dan POM (Pengawas Obat-obatan dan Makanan)- diterbangkan ke pabrik pembuatan susu. Setelah berkeliling-keliling dan ramah tamah kemudian mereka beriklan minum susu rame-rame. Tentu saja iklan “ulama” yang didampingi orang-orang POM itu menjadi berita hangat.

Kata seorang teman yang dekat dengan “ulama” yang katanya bukunya berlemari-lemari dan menguasai ilmu alat (Maksudnya bahasa Arab dan Tata Bahasanya) dia pernah wawancara dengan ulama itu, dan dia pernah berkata: “Anda mau fatwa yang mana? Yang halal atau yang haram? Semua ada dalilnya.” Menarik bukan?

Jadi, fatwa itu tidak lebih dari sebuah pesanan atau orderan untuk menyetempel produk atau masalah semata.

Perilaku-perilaku keagamaan semacam inilah yang kemudian diistilahkan dengan model keberagamaan ekstrinsik, sebuah bentuk keberagamaan yang memperdaya orang-orang dengan pura-pura tampil sebagai orang yang shaleh dan berwawasan, tapi ujung-ujungnya hanya memelintir agama hanya untuk kepentingan pribadi, Jabatan atau uang.

Sedangkan model keberagamaan instrinsik, sebentuk keberagamaan yang seorang memperdalam ajaran agamanya dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan karena semata-mata ingin menjadikan dirinya pribadi yang benar-benar shaleh, berjuang memperbaiki diri untuk dapat hidup sesuai denan tuntutan ajaran agama.

Dan ketika orang berkuasa, ada potensi dan kecenderungan menjadikan keberagamaan hanya sebuah model dan barang dagangan. Fenomena ini benar-benar dengan mudah dapat kita saksikan pada nama depan para calon legislatif yang di depannya ditambahkan gelar “Haji”. Juga photo mereka yang berpeci.

Nah, kalau sudah begitu, betapa malang nasib agama itu. Dan betapa lebih kasihan para awam, orang-orang yang tidak memiliki wawasan untuk bisa mengakses ajaran agama karena tidak memiliki cukup ilmunya. Sementara mereka hanya bisa meniru.

Tapi, yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika melihat kenyataan riil beragama orang-orang yang alim, mereka juga bingung sendiri, kenapa mereka yang alim justru melakukan tindakan-tindakan bodoh. Sebuah paradoks!

Single Post Navigation

41 thoughts on “ULAMA YANG MEMPERDAGANGKAN AGAMA

Navigasi komentar

  1. hehehe…. saya mo pesan….. MUI itu bid’ah…. kemana ya…..pesan hadist dan ayatnya?

    maya

  2. hamba dhaif on said:

    Artikel diatas adalah contoh ULAMA PALSU, bukan ulama yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad sebagai “perpanjangan lidah Nabi” (sebagaimana yang ada di dalam hadist).
    Ulama yang Maha Benar dan Maha Suci adalah Ulama yang terhindar dari segala kebhatilan, dan keberadaannya di dunia ini membawa Rahmat bagi sekalian alam ini.
    Jadi, mulai sekarang marilah kita mencari mana Ulama yang sebenar-benarnya ULAMA seperti yang dimaksudkan Nabi Muhammad.
    Jangan sampai kita tertipu oleh orang-orang yang bertopengkan ulama

    Selamat dan sejahtera untukMU 🙂

  3. Rindu Damai on said:

    MUI itu memang bid’ah, zaman nabi mana ada MUI he5

  4. jangan buruk sangka..MUI itu juga manusia apa anda mau islam tercerai berai, Web ini juga bid’ah tapi positif.Jangan asal komentar yaaa…

    • MUI itu sesat..kebanyakan dari mereka berpemahaman mujassimah..harusnya ketua MUI nya diganti oleh Ulama..sebab ketua yang sekarang bukan Ulama..masa ada MUI ngeluarin fatwa harus nonton ke bioskop…..Ulama apaan tuh..

  5. sufimuda on said:

    Tulisan “Ulama Yang Memperdagangkan Agama” bukanlah untuk menghina dan melecehkan ulama secara keseluruhan, tapi sebuah kritikan terhadap orang-orang yang belum siap menjadi ulama akan tetapi sudah Mengulamakan dirinya.

    Di Aceh, awal kemerdekaan telah ada Lembaga pemersatu ulama, namanya PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh), inilah kemudian menjadi cikal bakal lahirnya MUI (Majelis Ulama Indonesia).
    Dalam perjalanannya yang lumayan panjang (30 tahun), MUI sebagai sebuah institusi karya manusia tentu tidak luput dari kesilapan dan kesalahan, sehingga banyak pandangan miring ditujukan kepada MUI karena keberpihakannya kepada pemerintah bukan kepada ummat

    Setelah reformasi, Para Ulama di Aceh sepakat untuk membubarkan MUI dan menggantikan dengan MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama), bedanya kalau dulu MUI banyak diisi oleh Ulama pro pemerintah maka dalam kepengurusan MPU banyak merekrut Ulama-ulama Dayah (pasantren), yang lebih mengerti persoalan ummat.

    Jadi kalau anda jalan-jalan ke Aceh tidak akan pernah anda temui yang namanya MUI 🙂

    Mengkritik MUI tidaklah berarti mengkritik Ulama secara keseluruhan, saya yakin sekali di MUI masih banyak Ulama-ulama yang ikhlas mengabdikan ilmunya bagi kemajuan ummat, Ulama yang selalu mendo’akan agar ummat Islam Jaya, makmur dan sejahtera.

    Di dalam “MENGAGUNGKAN ULAMA APAKAH SYIRIK?” dijelaskan bahwa dari zaman Nabi kedudukan ulama sangat mulia.
    “Ulama adalah pewaris Nabi”, begitulah Rasulullah SAW bersabda.

    Kritik kepada MUI tidak lain adalah sebuah penyampaian keluh kesah kita sebagai orang awam kepada Para Ulama, agar dimasa mendatang MUI menjadi Lembaga yang benar2 memberikan kesejukan, menjadi payung bagi seluruh ummat Islam, tempat bergantung orang2 “Terpinggirkan”.
    Kita semua berharap MUI lebih bijak dalam mengeluarkan Fatwa, tidak asal tuduh sesat,.
    Selama ini terhadap aliran yag diidentifikasikan SESAT, MUI hanya menerima masukan dari pihak ketiga (LPPI cs) tidak langsung mengadakan penyelidikan, tidak mengajak dialog orang2 yang di anggap menyimpang.
    Kita tidak setuju Islam dirorong oleh aliran2 sempalan, tetapi kita juga tidak setuju cara MUI menanganinya.

    Jika MUI tidak berbenah, maka senang atau tidak senang nasibnya akan sama seperti di Aceh…
    Dibubarkan… dan digantikan oleh sebuah Lembaga yang lebih baik…
    Biarlah waktu yang berbicara…
    Wasalam

  6. hamba'79 on said:

    MUI = Majelis Ulama Iiihh…Jijay deh…
    MUI = Majelis Ulama Iiihh…Kok ikut Politik ya…
    MUI = Majelis Ulama Iiihh…Mata Duitan..
    MUI = Majelis Ulama Iiihh…Bubarin aja deh..
    MUI = Majelis Ulama Iiihh…Ngaku-ngaku Ulama..
    IIhhh……cape deh…

  7. BANDITJAHIL on said:

    😉

  8. Crescent on said:

    Yeee…. ngaku-ngaku sendiri jadi Ulama, ke Ge Er-an banget tuh MUI di hadapan Tuhan….Cape deehhhh MUI….,

  9. Hawajiki on said:

    Klo udah nampak duit+wanita yg halal pun jadi haram, eh kebalik yg haram jadi halal oh ya tergantung pesanan,

  10. Al-batami on said:

    MUI = wahabi = jamaah takfiriyah, setuju sekali kalau dibubarkan meresahkan masyarakat

  11. yudistira on said:

    🙂

  12. PenGembara on said:

    Banyak sekarang yang mengakui sebagai ulama, dan yang diangkat oleh masyarakat secara tidak langsung sebagai ulama..
    akan tetapi tak mencerminkan sebagai seorang ulama,
    ulama itu pewaris / penerus Nabi, yang dapat memberi pencerahan kepada pengikutnya
    akan tetapi setelah dibuat nya majelis ulama indonesia, terlahir ribuan ulama di indonesia
    yang mengutamakan diri untuk kepentingan tertentu…
    dan bila itu berlaku maka ulama itu hanya sebagai pembohong belaka

  13. PenGembara on said:

    dan bila ini telah terjadi lebih baik majelis ulama itu di bubarkan sahaja, sebab akan menambah mudharat bagi umat islam secara umum, walaupun banyak umat islam yang secara khusus yang telah mengerti dan mengenal yang mana sebenarnya ulama itu tak mengikuti fatwa-fatwa para majelis ulama….

    MUI itu hanya alat untuk dipermainkan oleh sebagian orang, dan MUI itu pula yang membawa kesesatan dan kehancuran bagi muslim di indonesia

    bila ada yang tersinggung dengan kata-kata saya, saya mintakan maaf, dan ampunan kepada TUHAN., akan tetapi bila ada ulama MUI yang tersinggung, sebaiknya secara teratur mulai dari sekarang tuk mundur dan melepaskan kata-kata yang di sandang sebagai ulama, sekarang ulama bukan berjenggot dan bersorban, tapi banyak ulama yang hidup sederhana dengan pemikiran global..

    salam kedamaian yang penuh cinta dan kasih sayang islam…..

    🙂

  14. QA management on said:

    menentukan haram & halal bukannya Allah sendiri yg berhak menentukan yah? 🙂

  15. That’s right brother…

  16. QA management on said:

    herannya…manusia lebih banyak ingin menilai satu sama lain drpd menyatukan visi menegakkan islam yg sempurna 😉

  17. hati2 bicara mazz

  18. ada mui aj indonesia rusak kaya gini,,apalagi kalo dibubarkan.
    anda mau liberal..?????

    Rasullulah SAW bersabda :barang siapa yang tidak pernah berperang atau tidak mau berperang,atau tidak pernah berniat (dalam hati berperang).matilah ia seperti matinya orang munafik. (H.R. imam muslim).”

  19. QA management on said:

    hehehe…ndak perlu emotional mas 🙂 nyantai aja…

  20. QA management on said:

    perang yg sesungguhnya itu melawan syaitan yg ada didiri kita masing2 right? 😉

  21. Adinata on said:

    Hehehehe,,
    Bener mas QA,,, Saya juga sering lupa saat membaca /dengar ayat/hadis bahwa Qura’an & Hadis itu penuh dengan perumpamaan dan bermakna sangat2 dalam. Susahnya kadang2 saya merasa pemahaman saya sudah cukup dan benar akhirya langsung mengambil kesimpulan isi ayat/hadis dengan otak saya sendiri. Ya semisal perang itu,, tidak 100% tersirat tapi juga tidak 100% tersurat.

    Yah,, ternyata bermodal otak sendiri dan keahian baca kitab saja tidak cukup untuk jadi ulama. hehhhehehehe.

  22. QA management on said:

    sama dg sy kok mas Adinata…makanya dg adanya sufimuda nampaknya bisa membantu kt utk belajar membuka hati kt yg selama ini ditutup hijabnya oleh syaitan ughhh 😉

  23. sufimuda on said:

    Syukron atas kunjungan Saudaraku adinata dan QA Management,
    Semua orang pandai membaca surah An-Nas, kita simak ayat yang terakhir
    “….dari bisik-bisikan syetan yang mengendap-ngendap di dada manusia (yang sangat berbahaya), dari Jin dan manusia..”
    BAGAIMANA CARA MENGHILANGKAN SYETAN DALAM DADA KITA? YANG BERSEMAYAM SEJAK KITA LAHIR?

    Nah, orang kan kebanyakan tahu membaca, apa dengan mengulang-ulang membaca surat An-Nas syetan akan lari? dengan membaca ayat kursi syetan akan kabur?
    dengan membaca “A’UZUBILLAH…” Syetan bisa kabur?

    Jawab: NO WAY (mintak maaf agak kasar 🙂 )

    Syetan hanya takut kepada Nur Allah, kalau ucapan “Allah” produksi kita sendiri maka sudah pasti syetan hanya senyum2 aja karena dimensi dia lebih tinggi dari dimensi kita.

    Menyebut nama Allah dengan menyertakan Allah itulah yang berpower yang akan mengusir syetan dalam diri kita…

    Apa kriteria orang yang telah hilang syetan dalam dirinya?
    kembali ke surah an-nas, yaitu orang yang sudah kenal dan menyembah “Malikinnas” sudah menyembah “Ilahinnas”,
    Yang Mana Tuhan Manusia? yang Mana Raja Manusia?
    keduanya adalah SATU saudaraku,

    Gmana caranya ayat Kursi bisa berpower? seluruh ayat2 al-Qur’an itu punya power salakan kita tahu Teknolgi Al Qur’an…
    Tahu cara kita mentransfer Firman-Nya yang tidak berhuruf dan tidak bersuara yang tersimpan dalam dada Rasulullah SAW, dan diteruskan kepada Para Ulamanya….

    Itulah hakikat Al-Qur’an saudaraku…

    Kalau nanti malaikat mungkar nangkir bertanya kepada kita di alam kubur ” Wama imamuka?” guru ngaji kita ngasih tahu rahasia jawabannya, kita harus jawab “Al-qur’an”

    Kenapa jawabannya Al-Qur’an?
    Jawaban secara syariatnya kerana Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita, sebagai “Way of live” kita,
    Tahukah anda bahwa Hakikat Al-Qur’an itu adalah Nur Allah yang tersimpan dalam dada Rasulullah SAW?
    Sampai sekarang diwariskan kepada Para Maha Guru Ahli Silsilah, artinya Imam yang ditanyakan oleh Malaikat itu adalah Rasulullah SAW sendiri.

    Saya pernah membaca sebuah hadist dari golongan Syi’ah,
    “Barangsiapa yang tidak mengenal IMAM dizamannya maka dia akan mati kafir”

    Kalau orang thariqat tahu donk siapa imam mereka 🙂
    Orang Syiah mengenal sistem IMAMAH, ya mereka meyakini IMAM sebagai pemimpin spiritual..its ok

    Definisi IMAM itu terserah aja, mau Imam Mesjid kita, mau Kiayai kita, mau pemimpin kita, terserah aja…

    Tapi jangan sampai kebanyakan penafsiran yang akhirnya menghilangkan makna sebenarnya..

    Kalau menurut sufimuda imam yang dimaksud adalah MURSYID, titik!

  24. QA management on said:

    waduuhh pantesaannn…A’UZUBILLAH…… sy ga pernah laku…yg ada syaitan didpn sy ngejek2 smbil melawalqan A’UZUBILLAH……yg lbh baik 😦 hiks..hiks..

  25. sufimuda on said:

    Gmana caranya ayat Kursi bisa berpower? seluruh ayat2 al-Qur’an itu punya power salakan kita tahu Teknolgi Al Qur’an…

    Tulisan yang benar
    Gmana caranya ayat Kursi bisa berpower? seluruh ayat2 al-Qur’an itu punya power asalkan kita tahu Teknolgi Al Qur’an…

    Teknologi Al-Qur’an Yang Maha Dasyat…

  26. sufimuda on said:

    begitulah saudaraku QA Management…
    sekilas tentang ayat2 Tuhan, Mesin Las hanya berfungsi bila dialiri listrik…
    Mari kita cari sumber listrik dulu, nanti baru kita gunakan alat2 Listrik untuk kebutuhan hidup kita…

    Mari kita cari dulu sumber energi Al-Qur’an, barulah setiap ayat yang kita baca ber power….

    Seroang Guru Sufi pernah mengatakan, “Membaca ayat Tuhan mesti di alam Tuhan”

  27. Adinata on said:

    Terima Kasih atas sambutan hangat nya sufimuda.
    Tidak ada persaudaraan terindah selain dalam kasih dan ridha Nya.
    Saya sangat sangat setuju dengan ungkapan sufi diatas. (“Membaca ayat Tuhan mesti di alam Tuhan”
    )
    Mohon maaf sebelumnya kalau saya mau menulis ngalor ngidul (soalnya saya jarang sekali menulis,, lebih sering baca ^_^)

    Selama ini saya selalu menggambarkan hal2 ghaib dan nyata sebagai faktor energi.
    Energi tak terbatas hanya milik Allah SWT semata. Sementara energi semua Makhluknya selalu dan pasti terbatas oleh ruang dan waktu.
    Karena Energi tak terbatas itu, Allah memiliki kekuasaan absolute untuk merubah bentuk energiNya dan mentransfer kedalam bentuk energi lain didalam suatu media. Ini lah yang saya simpulkan (masih dari otak dan syetan saya) yang terjadi saat penciptaah Adam as dimana disebutkan bahwa Allah mentransfer sebagian ZatNya / ruhNya ke dalam diri Adam.
    Dan dengan keabsolutan itu pula Allah Maha Berkehendak dan tak ada energi apapun yang dapat membatasinya.
    Sepertihalnya Matahari yang berenergi besar, yang mampu mentransfer sebagian energinya ke seluruh area yang bisa dicakupnya, tidak ada yang bisa mengalahkan / memasuki energi matahari tsb kecuali energi yang sama atau energi yang lebih besar dari matahari. Benda2 alam disekitar matahari bisa merasakan energi matahari melalui cahaya/panas yang sampai pada benda itu. Tapi itu pun tidak lama. Perlu alat semacam solar cell untuk dapat mempertahankan energi matahari tadi.
    Saya pernah dengan ceramah orang tasawuf: tidak ada yang bisa masuk ke dalam matahari kecuali cahayanya sendiri. Semua materi lain pasti akan terbakar habis.
    Nah kata-kata sufi dari sufimuda tadilah yang membuat saya teringat ceramah tentang matahari tadi.
    Tapi yang sering dipertanyakan, bagaimanakah membuat solar cell dalam diri kita supaya energi yang Tak Terbatas dapat kita terima dan kita simpan sebanyak-banyaknya, agar kita senantiasa berkesempatan “Membaca ayat Tuhan di alam Tuhan”

    Ma’af kalau tidak jelas ,, lagi buru2,, hehehehe

  28. sufimuda on said:

    Analogi nya, tidak ada yang bisa menuju kehadirat Allah SWT kecuali cahayanya sendiri, unsur2 yang berasal dari diri-Nya sendiri…

    Cahaya-Nya dipantulkan dan diterima oleh Rasulullah SAW, dari beliau dipantulkan lagi ke pada sekalian Ulama pewaris-Nya.

    Media penerima cahaya-Nya tidak lain adalah QALBU, sehingga Allah berfirman: “TIDAK MEMUAT ZATKU ANTARA BUMI DAN LANGIT, YANG MEMUAT ZATKU ADALAH HATI ORANG MUKMIN YANG LEMBUT LAGI TENANG”

    Dari QALBU lah kita menyerap cahaya-Nya dan dari QALBU juga kita menuju kepada sumber Cahaya, yaitu Allah SWT.
    (Silahkan adinata mengistilahkan sebagai apa, sebagai solar cell yang menyimpan energi juga boleh, 🙂 )

    dengan apa kita berhubungan dengan sumber cahaya? tidak lain dengan WASILAH
    Prof Dr. Saidi Syekh Khadirun Yahya MA, M.Sc dalam buku “KAPITA SELEKTA” menyebutkan bahwa Nur Allah itu adalah WASILAH, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 35.

    “Cahaya di atas cahaya diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”

    Maka dalam surat Al-Maidah ayat 35, Allah mewajibkan seluruh orang Mukmin untuk menemukan WASILAH.
    “HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, CARILAH WASILAH (Frekwensi, Gelombang yang bisa mengantarkan langsung kehadirat Allah), BERSUNGGUH-SUNGGUH ENGKAU DIJALAN ITU, PASTILAH MENANG”

    Untuk menang dunia akhirat harus :
    1. Menemukan WASILAH
    2. Bersungguh-sungguh dijalan-Nya

    Bersungguh-sungguh dijalan-Nya tanpa wasilah akan sia-sia, dan sebaliknya menemukan WASILAH tapi malas-malas/tidak sungguh2 juga tidak berhasil 🙂

    Mudah2an ulasan ini bisa bermanfaat,
    salam damai selalu

  29. 🙂 Nice…

  30. Pengelana di dunia on said:

    Janganlah kita lalai dalam kesucian yg akhirnya mengotori dirikita sendiri……jangan melempar bola untuk sebuah perselisihan yang mengkibatkan kesengsaraan dan fitnah bagi SANG GURU karena ulah kita yang sombong dan sok suci…….
    beginikah cara kalian berbakti pada GURU MURSYID kalian,
    ampunilah kami……Tuan Syech

  31. Maaf kalau terkesan OOT, bagaimana dengan kasus ini Pak?

  32. sufi wanita on said:

    buat saya komentar-komentar kalian maaf sangatlah tidak bijak sana apalagi kita yang sudah megenal hakiat diri .orang yang salah jangan di cemooh atau di biarkan salah, tetapi bimbing lah mereka kembali kejalan yang benar , dan bagai mana caranya agar ilmu yang kita dapat ini bisa bermanfaat untuk orang lain dan menjadikan rahmat untuk orang lain kalau perlu menjadikan rahmat untuk seluruh sekalian alam
    janganlah kita sombong dengan apa yang sudah kita dapat (pelajari) bisa jadi apa yang kita dapat atau pelajari adalah ujian Allah SWT. hidup di dunia ini ibarat sekolahan secara tidak langsung kita belajar dengan tuhan. melalui Muhammad rasullulah SAW , orang terdahulu sebelum kita dan di turunkan kpd mursyid , guru , orang tua , orang yg ada di sekitar kita dan hal-hal yang terjadi pada diri kita. belajarlah dari kesalahan orang lain maupun diri kita agar kita bisa membedakan mana benar dan mana salah dan mengambil hikmah dari semua itu sebagi introspeksi diri nach kalau ada yang mengkritik kita dengan pedas jadikan itu sebagai motifasi agar kita bisa berbuat lebih baik dan lebih baik lagi , ayo maju….pantang mundur pejuang Allah tidak pernah gentar ,tidak pernah bersedih tidak pernah putus asa walau tertindas dihina dan difitnah dan tidak pernah megenal rasa takut. jangan pernah merasa cukup atau puas untuk berbuat kebaikan kpd orang lain dan menuntut ilmu, kalau kita merasa puas seolah-olah kitalah yang paling benar. benar dimata manusia belum tentu benar di mata Allah, hina di mata manusia belum tentu di mata Allah . ingin benar dan mulia di mata siapa ? di mata manusia atau di mata Allah . Dan ingin di benarkan siapa? di benarkan manusia atau di benarkan Allah . kalau saya boleh memilih biarlah kita dihina di finah yang penting saya sudah melakukan sesuatu yang baik yang bisa menjadi rahmat bagi mereka yang memfitnah dan menghina, dan sebaik -baik yang penolong ialah Allah SWT.

  33. saya kira,ulama sekarang tidak semua jelek dan tidak semua bagus,namun,saya sangat menyayangkan dengan sikaf yang kontroversial yang dilakukan MUI,atau ulama.
    MUI berkutat dengan dengan urusan fatwa saja,akan tetapi ia tidak pernah mengurusi hal yang lebih mendasar,seperti menatar para penghulu atau naib yang sering mengurus masalah perkawinan dan mengurus zenajah, hal seperti sering terjadi dimasarakat bahkanorang yang masih berkeluarga dikawinkan,ini sering terjadi,kalau MUi mau pro aktif saya masalah kawin di bawah umur yang kemarin terjadi itu hanya sebagian gunung es saja.inimah ulama ngurusin politik saja.bikinlah fatwa politik,apalagi menjelang pemilu seperti ini.
    apa yang dikatakan oleh Imam GHozali,seorang cendikuwan muslim abad pertengahan,bahwa nanti akan ada ulama tolol dan ulama benar,sekarang terjadi yang ngaku ulama dan sering mengeluarkan fatwa sembarangan, weiiiiiiiiii pemerintah gimana nih

    Sufi Muda :

    Komentar anda bagus cuma nickname nya dengan sangat terpaksa saya ganti. Kawan2 bebas berkomentar disini tapi dengan hormat saya mohon nickname nya jangan seperti itu. Bukankah nama itu juga do’a?

  34. ajak-ajak on said:

    WADUH,,,
    sebelum koment, kalo bisa nick nya di perhatikan dulu mas/mba.
    Kecuali kalo memang orangtuanya kasih nama itu ya apa mau dikata. Saya yang minta ma’af sudah su’udzon.

  35. Buat Saudaraku Yang Seiman, janganlah kita saling mengkafirkan saudara2 kita yang seiman karena hal perbedaaan Imam, Tidakkah kalian ingat bahwa manusia diciptakan dari setetes air hina (mani),itu supaya kita (manusia) berpikir bahwa kita semua itu hina di hadapan allah, kita berkumpul di blog ini buat silaturrahim dan sharing bukan untuk saling menghujat dan saling mengkafirkan satu sama lain, jikalau ada tulisan di blog ini yang tidak sesuai dengan hati dan pikiran saudara, tolong jangan komentar yang isinya menghujat, menghina atau mengkafirkan biarlah itu semua menjadi urusan allah,. kita disini hanya melakukan yang terbaik dengan melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya…..Oh ya satu lagi kalian semua yang ada di blog ini tujuannya kan cuman satu yaitu mencari Ridha allah, caranya sangat mudah kok, berbaktilah kepada kedua orang tua anda, layanilah mereka dengan sabar dan keihlasan jangan biarkan mereka bersedih buatlah mereka bahagia atas apa yang kamu lakukan karena dengan begitulah kunci keridhaan Allah kepada kalian semua…..Semoga apa yang kita lakukan hari ini dan hari hari yang akan datang selalu mendapat ridha Allah SWT…..Amin….Wassalam.

  36. Akankah para Ulama Ulama ini menginsyafi bahwa keulamaannya semakin tidak bermanfaat buat manusia (bukan hanya untuk umat Islam, itupun jika benar mereka membawa misi Rahmatan lil ‘alamin)?

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: