-
WASILAH, Cara Berjumpa Dengan Allah
Semua manusia di dunia ini meyakini bahwa Tuhan adalah sosok yang Agung, Mulia, Sempurna dan segala gelar hebat di sandang oleh-Nya. Kalau di dunia ada Raja maka Tuhan adalah Maha Raja Diraja. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia tersebut, sebegitu tingginya sehingga hampir semua manusia merasa mustahil untuk berjumpa denga-Nya. Hanya golongan tertentu saja seperti Nabi yang diizinkan untuk menjumpai-Nya. Bahkan dalam pandangan kelompok tertentu dalam Islam, bahkan Nabi sendiri tidak pernah berjumpa dengan Allah di dunia, dalil tentang pengalaman Musa ingin melihat Tuhan dijadikan dalil untuk membenarkan pendapat mereka. Kelompok Mu’tazilah bahkan lebih ekstrim lagi, mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa dilihat atau dijumpai baik di dunia maupun…
-
Wasilah, Cara Berkenalan Dengan Allah (Bag. 2)
Coba disimak doa sesudah azan : Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhamad s.a.w. wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan… (HR. Bukhari). Maknanya siapun yang ingin menegakkan Shalat harus terlebih dahulu menemukan WASILAH, menggabungkan rohaninya dengan Rohani Rasulullah sehingga tercapailah Shalat yang Khusyuk dan benar-benar shalat menjadi media untuk Mikraj bagi orang beriman.
-
Wasilah, Cara Berkenalan Dengan Allah (Bag. 1)
Satu hal yang selalu saya syukuri dalam hidup ini karena Allah Yang Maha Pemurah berkenan memperkenalkan Kekasih-Nya, Seorang Guru Mursyid kepadaku sehingga lewat Beliau saya diizinkan oleh Allah untuk mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal. “Kenal” dengan “tahu” adalah dua kata yang berbeda. Kebanyakan kita mengetahui tentang Allah tapi tidak mengenal-Nya. Kita mengetahui nama Presiden RI, yang sekarang sedang menjabat bernama Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab di panggil SBY dan seperti umumnya masyarakat Indonesia pasti mengetahui nama Presidennya dan mungkin ada yang pernah melihat wajahnya secara langsung atau lewat TV. Hubungan kita dengan Presiden umumnya adalah hubungan “mengetahui” bukan hubungan “berkenalan”. Kita dianggap kenal, apabila pernah berjumpa, berjabat tangan dan saling menatap…
-
Nikmatnya Celaan
Ingin saya menulis tentang kehidupan beberapa tokoh sufi yang kaya raya sebagai kelanjutan dari Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 2), namun malam ini, malam jum’at yang penuh rahmat hati saya tergerak untuk menulis tentang hal lain, tentang sebuah Maqam yang harus dilewati oleh para penempuh jalan kebenaran, maqam yang tidak meng-enakkan yaitu Maqam Celaan. Jarang sekali ada pembahasan tentang maqam celaan walaupun hampir semua kita yang menekuni tarekat, berguru, pernah mengalami hal seperti itu. Saya menemukan ulasan lengkap tentang maqam celaan dalam sebuah kitab Tasawuf Klasik yang berjudul Kasyful Mahjub karya Al-Hujwiri.
-
Siapakah Wali Allah itu?
Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah tiada ketakutan pada diri mereka dan tiada pula mereka berduka cita. (QS. Yunus : 62). Tulisan ini saya tujukan kepada orang-orang yang ingin mencari dan bertemu dengan Kekasih Allah yang setiap zaman diturunkan oleh Allah SWT ke dunia untuk membimbing manusia agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Tulisan ini mudah-mudahan bisa membuka hijab orang-orang yang selama ini mengingkari adanya Wali Allah. Siapakah Wali Allah itu? Dan bagaimana kita bisa mengetahui kalau seseorang mempunyai derajat Wali? Berikut pendapat para Syekh tentang Wali Allah. Abu Yazid al Busthami mengatakan: Para wali Allah merupakan pengantin-pengantin di bumi-Nya dan takkan dapat melihat para pengantin itu melainkan ahlinya. Mereka itu…
-
Hakikat Sakit Seorang WALI ALLAH
Suatu hari aku berziarah kepada Guruku. Saat itu Beliau sedang terbaring di opname dirumah sakit. Bersyukur sekali dalam kedaan darurat aku di izinkan untuk langsung bertemu Beliau. Aku masih ingat saat itu aku menangis lama melihat Guruku yang selama ini gagah dan sehat terbaring lemah di kamar rumah sakit. Aku masuk kekamar dengan pelan agar tidak mengganggu istrahat Beliau. Beliau melirik ke arahku dan berkata:
-
KONTAK ROHANI
Manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Diri rohani adalah inti daripada manusia. Diri rohani yang merupakan mitra dari diri jasadi (jasmani) dapat mengadakan kontak dengan diri rohani manusia lainnya, baik semasa masih sama-sama hidup atau sama-sama sudah mati atau salah seorang sudah mati dan yang lainnya masih hidup. Diri rohani tidak mengalami kematian, sedangkan yang mengalami kematian adalah diri jasadi.