Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “wali Allah”

Sikap Yang Perlu Di Teladani

Apa yang anda lakukan kalau suatu saat uang anda dibawa kabur orang atau anda ditipu orang sehingga anda rugi dan lebih sial lagi kita tidak mengetahui siapa yang mencuri uang kita.  Mungkin salah satu dari kita pernah mengalami hal seperti itu, mengalami kesialan hal yang diluar dugaan kita. Kesal, marah kemudian timbul benci bahkan dendam kepada orang yang membuat kita rugi, kalau perlu kita sumpahi dia agar celaka sehingga tidak bisa menggunakan uang yang dia ambil adalah sikap yang umum dari orang yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan.

Itulah yang membedakan orang awam dengan orang khusus dalam hal ini wali Allah atau orang-orang yang telah dekat dengan Allah, mereka tidak pernah mendoakan orang dengan doa buruk bahkan untuk musuh sekalipun karena mereka tahu segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah. Bahkan ketika harta mereka diambil, rasa syukur mereka kepada Allah menjadi bertambah.

Baca selengkapnya…

Orang Hebat

Seorang laki-laki paruh baya, suatu ketika lewat di depan sebuah masjid. Kebetulan di dalam masjid, sedang dilangsungkan tabligh akbar. Seorang Ustad muda, nampak berada di atas mimbar. Dengan menggebu-gebu, Ia menyampaikan banyak hal, salah satunya tentang tema karomah.

”Banyak cerita, para kekasih Allah yang lantaran karomahnya, wali tadi bisa berjalan mengambang diatas air, ada juga yang bisa terbang ke awang-awang, nglempit bumi juga bisa, merekalah orang-orang hebat” tandas Ustadz muda.

Baca selengkapnya…

Tasawuf Tanpa Tarekat (2)

Auliya Allah (Wali Allah) sosok yang saya Idolakan sejak kecil

Saya lahir dan besar di desa, dari kecil Nenek saya cerita bahwa di gunung yang ada di desa saya itu tinggal Aulia Allah (Wali Allah). Ketika akan datang musim menanam padi, dipuncak gunung Auliya  Allah akan mengibarkan bendera putih tanda mulai musim menanam padi dan kalau bendera itu sudah dinaikkan maka biasanya hasil padi akan baik dan tidak pernah mengalami gagal panen. Nenek saya juga cerita bahwa Auliya Allah tidak hari kerjanya hanya ibadah dan zikir saya dan saat itu saya tidak pernah menanyakan apa yang dimakan Auliya Allah di hutan, apakah mereka makan nasi atau makanan makanan lain. Bahkan saya meyakini bahwa Auliya Allah itu berbeda dengan manusia seperti kita, sosok gaib seperti malaikat itulah gambaran Auliaya Allah dalam pikiran saya.

Baca selengkapnya…

WASILAH, Cara Berjumpa Dengan Allah

Semua manusia di dunia ini meyakini bahwa Tuhan adalah sosok yang Agung, Mulia, Sempurna dan segala gelar hebat di sandang oleh-Nya. Kalau di dunia ada Raja maka Tuhan adalah Maha Raja Diraja. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia tersebut, sebegitu tingginya sehingga hampir semua manusia merasa mustahil untuk berjumpa denga-Nya. Hanya golongan tertentu saja seperti Nabi yang diizinkan untuk menjumpai-Nya. Bahkan dalam pandangan kelompok tertentu dalam Islam, bahkan Nabi sendiri tidak pernah berjumpa dengan Allah di dunia, dalil tentang pengalaman Musa ingin melihat Tuhan dijadikan dalil untuk membenarkan pendapat mereka. Kelompok Mu’tazilah bahkan lebih ekstrim lagi, mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa dilihat atau dijumpai baik di dunia maupun di akhirat.

Baca selengkapnya…

Wasilah, Cara Berkenalan Dengan Allah (Bag. 2)

Coba disimak doa sesudah azan :
Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhamad s.a.w. wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan… (HR. Bukhari).

Maknanya siapun yang ingin menegakkan Shalat harus terlebih dahulu menemukan WASILAH, menggabungkan rohaninya dengan Rohani Rasulullah sehingga tercapailah Shalat yang Khusyuk dan benar-benar shalat menjadi media untuk Mikraj bagi orang beriman.

Baca selengkapnya…

Wasilah, Cara Berkenalan Dengan Allah (Bag. 1)

Satu hal yang selalu saya syukuri dalam hidup ini karena Allah Yang Maha Pemurah berkenan memperkenalkan Kekasih-Nya, Seorang Guru Mursyid kepadaku sehingga lewat Beliau saya diizinkan oleh Allah untuk mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal.

“Kenal” dengan “tahu” adalah dua kata yang berbeda. Kebanyakan kita mengetahui tentang Allah tapi tidak mengenal-Nya. Kita mengetahui nama Presiden RI, yang sekarang sedang menjabat bernama Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab di panggil SBY dan seperti umumnya masyarakat Indonesia pasti mengetahui nama Presidennya dan mungkin ada yang pernah melihat wajahnya secara langsung atau lewat TV. Hubungan kita dengan Presiden umumnya adalah hubungan “mengetahui” bukan hubungan “berkenalan”. Kita dianggap kenal, apabila pernah berjumpa, berjabat tangan dan saling menatap dan paling tidak ada ucapan sepatah dua patah kata dari Presiden kepada kita atau dialog kecil dengan demikian maka perkenalan kita dengan presiden menjadi sah. Hampir semua orang mengetahui dan mempunyai pengetahuan tentang sosok Presidennya minimal mengenal nama namun hanya segelintir orang yang benar-benar pernah berkenalan dengan Presiden. Istri dan anak2 Presiden sangat dekat hubungan dengan Beliau begitu juga dengan para pembantunya, Para Menteri, Gubernur, bupati sampai kepada Pak Lurah, kesemuanya adalah orang-orang yang mempunyai hubungan dengan presiden dan semakin kecil jabatan yang dipegang akan semakin kecil pula peluang untuk bisa berkenalan dengan Presiden.

Baca selengkapnya…

Nikmatnya Celaan

Ingin saya menulis tentang kehidupan beberapa tokoh sufi yang kaya raya sebagai kelanjutan dari Dunia Sufi Yang Misteri (Bagian 2), namun malam ini, malam jum’at yang penuh rahmat hati saya tergerak untuk menulis tentang hal lain, tentang sebuah Maqam yang harus dilewati oleh para penempuh jalan kebenaran, maqam yang tidak meng-enakkan yaitu Maqam Celaan. Jarang sekali ada pembahasan tentang maqam celaan walaupun hampir semua kita yang menekuni tarekat, berguru, pernah mengalami hal seperti itu. Saya menemukan ulasan lengkap tentang maqam celaan dalam sebuah kitab Tasawuf Klasik yang berjudul Kasyful Mahjub karya Al-Hujwiri.

Baca selengkapnya…

Post Navigation