Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

SEKULER VS SEKULER TERSELUBUNG DALAM TERIAKAN NYARING: “Ulama Jangan Berpolitik!”

turkibagusManusia pada dasarnya memiliki sifat kritis dan sifat ingin tahu yang besar, dengan sifat ingin tahu yang besar membuat manusia kemudian menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, atas dasar inilah peradaban manusia semakin lama semakin maju dan berkembang. Manusia juga memiliki sifat “Mencari Kenikmatan” dan “Menghindari Sengsara”, lewat dua sifat inilah manusia menentukan pilihannya, bisa salah satu atau kedua-duanya.

Ketika dulu menempuh pendidikan, kita sangat semangat pergi kesekolah karena dua hal ini, “Mencari Kenikmatan/Kebahagiaan”, kenikmatan kumpul bersama kawan-kawan, kebagiaan yang dijanjikan apabila nanti selesai sekolah dapat kerja dan hidup lebih baik. Kita juga “Menghindari Sengsara” jika pendidikan tidak selesai akan jadi pengangguran dan masa depan jadi suram. Dalam beragama juga tidak terlepas dari dua hal ini, mencari surga dan menghindari neraka, atas dasar sifat dasar yang alamiah ini Tuhan menyediakan dua pilihan bukan 3 atau 4, yaitu surga dan neraka, tidak ada pilihan lain.

Atas dasar dua kebutuhan manusia yang bertentangan inilah system dunia ini dibangun oleh para penguasa. Koorporasi besar multinasional bisa berkembang keseluruh dunia karena mereka sangat paham bagaimana cara mempengaruhi manusia, menawarkan kebahagian dan memberikan ancaman akan kesengsaraan. Anda boleh membenci Yahudi, tapi anda tidak berdaya dengan produk-produk yahudi yang dengan baik hati memanjakan tubuh anda mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Anda boleh dendam dengan Kristen, tapi produk-produk dari perusahaan Kristen atau di Negara Kristen tidak dapat anda hindari. Kenapa? Karena semuanya berjalan dengan hukum yang sudah sangat di pahami oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Coba perhatikan iklan di TV, juga berjalan atas dua hal tersebut, mengiming-iming anda atau/dan menakut-nakuti anda. “Rasakan Kesegarannya”, “Sayangi rambut anda, jangan sembarang gunakan sampoo” dan lain-lain.

Dalam iklan berlaku semboyan, “Kebohongan yang di ulang-ulang akan menjadi sebuah kebenaran” dan sikap kritis anda makin lama makin hilang dan menerima apa yang di iklankan. Awalnya kita mentertawakan kalau ada iklan setelah minum minuman bersoda lompat ke padang pasir maka seketika padang pasir berubah jadi kolam renang, tapi lama-lama hal itu menyenangkan dan tanpa sadar (memang di program di alam bawah sadar), akhirnya tergerak kita untuk minum ninuman tersebut. Iklan memang di ciptakan tidak masuk akal, lucu dan kita mentertawakan, tapi kesenangan melihat hal konyol itulah yang membuat pesan-pesan iklan masuk ke alam bawah sadar kita.

Dalam sehari-hari pun demikian, sama dengan iklan, propaganda yang dirancang bagus, bisa jadi awalnya kita tolak, tapi setelah ramai orang menerima kita akan menerima tanpa bertanya lagi. Dunia ini di desain sedemikian oleh sekelompok kecil orang agar mereka bisa memanfaatkan dengan sebesar besarnya jumlah manusia yang besar itu untuk kepentingan mereka. Pendidikan yang dirancang seluruh dunia pada dasarnya bukan untuk membuat manusia cerdas tapi untuk membuat manusia patuh, tidak lebih dan tidak kurang. Cerdas yang di dapat hanya efek samping dari tujuan utama yaitu patuh. Untuk apa pendidikan dirancang dengan patuh, agar nanti bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak, pemerintah, perusahaan dan lain-lain.

Dalam 7 tahun belakangan ini saya belajar tentang NLP, Hynotherapy, Coaching, Parenting,  dan ilmu-ilmu psikologi dari berbagai sumber dan apa yang saya sampaikan bukanlah bagian dari ilmu tasawuf tapi hasil dari pelajaran yang saya dapat dari ilmu-ilmu luar tersebut. Apa yang saya tulis di atas adalah ilmu yang telah saya pelajari dan saya pratekkkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari seluruh ilmu yang pernah saya pelajari, kesimpulan singkat bahwa tasawuf berada di atas semua itu.

Tentang hilangnya sikap kritis manusia, salah satu contoh adalah tentang semboyan dalam politik. “Tidak ada kawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi”, dan seluruh orang menerima semboyan ini tanpa mau mengkritisi sedikit pun. Kemudian kita mencari alasan pembenaran atas sikap tidak setia kita kepada teman atau sahabat dengan motto itu, dan jadilah politik sebagai lahan perang yang berdarah-darah, bukan sebagai rahmat.

Apa efek ketika manusia menerima semboyan tersebut, hilangnya sikap setia dan munculnya sifat khianat dalam diri kita. Bukankah Rasulullah SAW memberikan contoh sebaliknya, selalu setia kepada sahabat dan selain kepentingan untuk agama, maka persahabatan berada di atas segalanya. Kemudian dibangunlah politik dengan wajah culas, kotor dan penuh dendam, langkah selanjutnya yang sudah bisa ditebak adalah MELARANG ULAMA untuk terjun ke dalam dunia kotor tersebut.

Ketika orang-orang paham agama tidak masuk kedalam politik, maka kekuasaan dipegang oleh manusia licik dan berhati kotor, bertambah parahlah kehidupan masyarakat. Ketika kehidupan dan akhlak masyarakat sedemikian buruk karena system memungkinkan demikian maka nanti yang disalahkan ulama karena tidak mengambil peran dalam membina akhlak, yang salah juga ulama.

Kalau melihat cara menghancurkan ummat ini yang dilakukan oleh kekuatan di luar sana ada dua yaitu :

  1. Menciptakan system sekuler, dimana kehidupan Negara dan agama saling terpisah. Negara tidak mencampuri urusan agama ummat dan sebaliknya agama tidak diperkenankan masuk ke dalam system bernegara. Turki salah satu contoh bagaimana tatanan kehidupan sedemikian baik dibangun oleh Kesultanan Turki hancur berkeping keping dengan system sekuler ini.
  2. Membangun sebuah system yang nampak sangat agamis tapi didalamnya dimasukkan Sistem Sekuler Terselubung. Masyarakat dilalaikan dengan slogan-slogan agama, apakah itu berupa “Syariat Islam”, “Kembali ke al Qur’an Hadist”. Dalam system ini masyarakat seperti dimasukkan ke sebuah ruangan, disitu diberikan segala kelengkapan agama, semua symbol symbol agama diberi secara berlimpah sampai mereka lalai, dan mereka tidak di izinkan keluar dari ruangan, mengintip pun tidak boleh. Sistim ini anda bisa lihat di Arab Saudi, negeri yang konon kabarnya sangat Islami. Silahkan anda potong tangan pencuri, silahan anda razia orang yang tidak berbusana muslim, TAPI jangan coba-coba anda terapkan kepada Raja dan aparatnya. Dalam system Negara ini, ulama diberi tempat namun dibatasi. Ulama jangan coba coba memuat fatwa yang bertentangan dengan Raja, kalau ingin hidup selamat di dunia yang fana ini.

Bersambung….

Single Post Navigation

4 thoughts on “SEKULER VS SEKULER TERSELUBUNG DALAM TERIAKAN NYARING: “Ulama Jangan Berpolitik!”

  1. Abang Sufi, Turki dibawah Erdogan sudah berubah maju dan disegani Europe dan agama lain. Ini disebabkan Presiden Erdogan itu jebolan Pesantren Tassawuf yang masih hidup terus sampai saat ini di Turki.
    Indonesia yang parahhhh … sekali bang Sufi karena pesantren2 nya sudah tidak diajari lagi Ilmu Pengenalan kepada Allah (Makrifatullah). Kelihatannya Indonesia yang sangat sekuler bangets dan sepertinya di program dari Luar Negeri (China yang sangat berbahaya) agar Indonesia tidak menjadi Islami.
    Mari kita berdoa, jangan sampai Indonesia seperti Singapore yang hilang masyarakat Islaminya. Di Singapore banyak kita lihat mesjid2 tapi gak ada jemaahnya karena fungsi mesjid sudah sebagai Banguan Yang Dilestarikan Negara, untuk dikunjungi turis saja. Naudzubillah Min Zalik.

  2. Al Fatihah

  3. kamrin 442 on said:

    Alhamdulillah,allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad wa ‘ala aalihi wa sallimu taslima… Wahai guru… do’akan kami ,semoga allah subhana wata’ala memberikan kami nikmat agama,aamiin allahumma aamiin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: