Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Kritik Dengan Batin Yang Remuk

Ahmad Syafii Maarif

syafii mJangan dikira kritik yang dulu sering muncul di ruang ini atas mentalitas Arab kontemporer yang hobinya berpecah, saya lakukan dengan perasaan senang dan lega. Jauh dari itu. Batin saya remuk mengamati dunia Arab yang berdarah-darah.

Rakyat Palestina yang belum juga merdeka setelah menderita hampir 70 tahun dan masih saja menjadi bulan-bulanan Zionis Israel yang didukung Amerika Serikat, toh antara Hamas dan Fatah belum juga akur dengan sepenuh hati. Sudah miskin, pertengkaran terus saja berlanjut. Untunglah mata dunia sudah semakin terbuka: Palestina harus merdeka segera.

Tidak sekali saya mengutip di ruang ini pendapat pemusik Gilad Atzmon-baru saja datang ke Indonesia atas undangan Dwiki Darmawan-bahwa Zionisme tidak mungkin menjadi bagian dari kemanusiaan karena wataknya yang rasialis dan congkak.

Negara kecil Israel yang telah melumpuhkan bangsa-bangsa Arab yang melingkarinya adalah fakta telanjang betapa rapuhnya mereka, tetapi tetap saja belum juga sadar. Bahkan, Arab Saudi karena sama merebut hegemoni dengan Iran di kawasan panas itu dikabarkan malah main mata dengan Israel. Alangkah hinanya, alangkah amoralnya.

Persis seperti yang dilakukan Iran di era Shah Reza Pahlevi (berkuasa 1941-1979) dulu yang sekaligus menjadi antek Amerika sampai gerakan Khomeini meruntuhkan rezim antirakyat itu. Akan halnya Iran sekarang, demi membela al-Assad yang dilawan rakyatnya sendiri enak saja bekerja sama dengan Rusia yang tidak kurang liciknya dibandingkan Amerika.

Selanjutnya, serangan gencar pasukan Saudi atas Yaman untuk memburu pemberontak al-Houthi adalah bukti lain betapa suasana persaudaraan sesama Arab ini sudah sirna, amat sulit dipertautkan kembali. Lalu Islam di mana? Islam sudah menghilang, entah ke mana. Yang mengemuka adalah label Suni, label Syiah, atau label apa lagi untuk sama membinasakan perumahan persaudaraan sesama Muslim.

Batin siapa yang tidak akan remuk membaca fenomena yang hitam dan ganas ini? Tetapi tuan dan puan jangan salah tafsir, Islam masih ada ketika shalat, naik haji, puasa, zakat dalam arti yang terbatas. Di luar itu, jika sudah menyentuh kepentingan politik kekuasaan, Islam tidak berdaya. Apakah ada bentuk krisis yang lebih dalam di dunia Arab melebihi drama yang kini menjadi tontonan manusia sejagat ditinjau dari sisi iman?

Akar drama Arab ini menjalar sampai ratusan tahun yang silam, semuanya selalu berkaitan dengan ranah kekuasaan. Perang Shiffin (657) yang meledak di selatan Sungai Furat adalah fitnah (bencana) yang paling bertanggung jawab mengapa dunia Arab, dan bahkan dunia Islam, tidak pernah akur sampai hari ini.

Ironisnya, perbelahan politik yang kotor ini oleh pihak-pihak yang terlibat sama-sama dicarikan alasan teologisnya masing-masing: pakai dalil Alquran dan sunah. Bau buruknya juga tercium di Indonesia. Klaim-klaim merasa paling benar adalah senjata ampuh untuk saling menghujat dan saling meniadakan.

Amat sedikit Muslim yang benar-benar sadar bahwa kejatuhan dunia Islam yang parah ini dapat dicari penyebab utamanya sebagai ekor dari Perang Shiffin yang tidak lain adalah perebutan kekuasaan sesama Arab Quraisy. Bukankah ‘Ali dan Mu’awiyah secara geneologis adalah Quraisy belaka?

Mengapa kita tidak bersedia keluar secara berani dari kotak-kotak Quraisy yang mewariskan perpecahan yang tak habis-habisnya itu? Nabi Muhammad SAW memang Quraisy juga, tetapi Quraisy yang dipimpin wahyu, Quraisy yang bertugas menyampaikan rahmat bagi alam semesta. Semestinya, Alquran dan Muhammad SAW sajalah yang sah dijadikan imam dan panutan, bukan yang lain.

Ajaibnya, komunitas Muslim non-Arab di berbagai belahan bumi turut pula menari mengikuti tabuhan genderang Perang Shiffin yang sepenuhnya bercorak Arab itu. Bagi saya, semuanya ini adalah perbuatan pandir karena kita tidak cukup jujur dan cerdas untuk memisahkan, seolah-olah yang bersifat serba Arab itu adalah kebenaran yang perlu diwarisi.

Semestinya, dengan kejatuhan peradaban Arab yang meremukkan batin ini, mengapa kita tetap saja berkiblat kepadanya dalam memahami Islam? Terus terang saya lama memberontak terhadap sikap yang buta sejarah ini.

Akhirnya, sekalipun kita merintih melihat kehancuran Irak, Suriah, Yaman, Libya, bahkan Mesir, memperpanjang tangis tidak ada gunanya, sia-sia belaka. Sikap yang benar adalah agar ayat Alquran tentang persaudaraan umat dibawa turun ke bumi kenyataan kembali, tidak hanya dibiarkan mengalun dalam suara para qari dan qariah saat bertanding membaca kitab suci ini. Semoga kita cepat sadar, matahari kehidupan sudah bergerak semakin tinggi!

 

Sumber : Republika

Single Post Navigation

16 thoughts on “Kritik Dengan Batin Yang Remuk

  1. Abangda,
    pas banget artikel ini Abang posting ditengah hiruk pikuk media membahas terorisme dan Islam, terkait dg serangan di Paris bbrp waktu lalu…

    banyak sekali opini dikemukakan untuk menyangkal tuduhan bahwa Islam adalah biang teror. Makin disimak makin bikin galau…

    tulisan di atas, terutama cuplikan ini, bisa mencerahkan kegalauan tadi….

    “Lalu Islam di mana? Islam sudah menghilang, entah ke mana. Yang mengemuka adalah label Suni, label Syiah, atau label apa lagi untuk sama membinasakan perumahan persaudaraan sesama Muslim….”

    Islam sudah menghilang….entah kemana

  2. benar adanya, islam sekarang berlabel dan banyak yang berislam dengan mimpi dan delusi

  3. Kalau Irak, Syiria,palestina Hancur maka saudi akanmengembangkan sayapnya bersama Rusia / Amirika untuk membangun tilang minyak lagi begitu kira-kira….

  4. putra galunggung on said:

    pakaian syariat tidaklh seragam
    perbuatan lahir tidaklh segenggam.
    menghindarlh dari sifat fanatik kpd bhsa,imam,madhab,fnatik akn mmbwa pmiliknya dlm pnykit buta tuli,fnatik dlm bragama akn mnjrus kpd mmbnarkn apa yg ia mliki,sdgkn pngtahuan org lain/golongn yg bd pham dijatuhkn tduhn kafir,pdhl mnymbah alloh,tuhan tdk dimonopoli olh salh satu agma/golngn,timbulah pndangn mnghina&mngejek,yg pd ahirnya dia sndri yg trsiksa ,trjdi prang antara umat llu dikorbnkan nama tuhan yg satu teriak Allohuakbar yg satunya lg triak allohu akbar satunya lagi alloh bapak,berebut kebenaran,pdhal kbenaran itu trsembunyi,lbih hbat lg perang batin, tntu bgi mreka yg tdk mngnal batin yg batin,aplagi bila batinnya mngatakn bnar sdangkn mulutnya mngtakan salah,ini sama saja dgn mlacurkn diri,lbih dhsat bhyanya dari wts,
    pada mulanya manusia itu jujur sbb ia brkorban utk dirinya sndiri,kmudian ia mngorbankn domba utk dirinya,ahirnya jd biadab,ia tlah mng korbankn yg lain utk dirinya.ANnisa 66.mhon koreksinya.salam santun tasikmalaya.

  5. Setuju …

  6. Assalaamualaikum..

    Saya mau bertanya nih bang..
    Gimana caranya saya bisa menuju batin yang baik dan serta hati yang bersih..
    Mohon sarannya?
    Saya dalam sehari-hari saya tidak bisa tenang dalam mengerjakan apapun. Karena ada hati yang suka berkata-kata kotor. Gimana ya cara mudah membenahinya?

    Salam DARI kEDIRI.
    Muhammad Syafiq

    • Wa’alaikum salam wr. wb
      Untuk membersihkan hati dgn cara memperbanyak zikir.
      Agar tenang lebih banyak bersyukur dalam hidup.
      Menjaga wudhuk terutama ketika tidur adalah cara agar hati terhindar dari was was
      Salam

  7. Yunus mustari on said:

    Assalamu alaikum Sufi muda

    Kenapa para penganut Thariqat sering kali seakan termenung dan tatapannya kosong meski ditengah keramaian

  8. Yunus mustari on said:

    Assalamu alaikum Sufi muda

    Seringkali saya lihat orang yg mendalami Thariqat kadang melamun dan tatapannya kosong tak berkedip meski ditempat keramaian.
    Apakah itu baik adanya Sufi muda.

  9. Assalamualaikum. Maju terus Bang SM apapun bentuk kerikil, pujian, dan hujatannya. Semua bentuk respon baik positif maupun negative adalah cobaan. Percayalah blog ini akan sampai pada tujuan mulianya.

  10. belajar sufi on said:

    Assalamua’lsikum wr wb….negara adikuasa…AS…Soviet…prancis…Inggris…semuanyamasing”negara memproduksi senjata yg semakin canggih…jd memang di peruntukan spy negara perang…agsr produknya laku..kan hrs ada uji coba….selain meneperlihatkan kecanggihan produk senjatanya…jg keuntunfan secara ekonomi jelas besar keuntungannnya…yerutama para broker senjata yg pisesi d dunia ini…jd d korbankanlah negara”ISLAM….krn selsin negara islam itu ky dg mineral…agama islam itukan paling banyak d dunia ini…jd paling mudah d kacaukan dg issu agama…jd konplik d mn”…perang d mn”…smg saja nrgara Inonesia tercinta ini…masih di berikan Rakhmat n Keberkahan…Ty SM….tulisanya slalu menarik perhatian…

  11. Assalammu’alaikum wr.wb.

    Numpang nulis opini..

    Kalau melihat kondisi pada artikel diatas, seakan akan umat lupa , siapa musuh yang jelas , tegas dinyatakan dalam quran..?
    Disebutkan beberapa kali dalam qur’an dengan jelas, bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
    Salah satunya ada pada ayat :

    Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.(QS : 17 : 53)

    Rasulullah saw pun mengingatkan pada hadist berikut :

    • “ Sesungguhnya syaitan telah berputus asa dari disembah orang di jazirah arab, namun dia masih dapat mengadu domba mereka “ (HR Muslim)

    Bila melihat kondisi islam di wilayah arab sana, tampaknya peringatan Allah dan Rasul-Nya diatas telah dilupakan sebagian orang.
    Pertanyaanya….apakah kita di tempat yang jauh dari tanah arab, akan juga melupakan peringatan diatas …?

    Kemungkinan kita memang agak lupa, karena sebagian kita di sibukan dengan hal lain. Seperti melihat mana amalan bid’ah, membuat bantahan tentang amalan yg tidak bid’ah, asyik berdebat (bukan berdiskusi) masalah cabang –ranting dalam agama. Sebagian kita telah terperangkap pada permainan setan, sadar maupun tidak..

    Syaitan telah berpengalaman mengadu domba. Dan mereka tahu ada proses /tahapan sebelum adu domba berubah menjadi peperangan.. Prosesnya bisa beberapa tahun, ataupun puluhan tahun.

    Salah satu skenarionya adalah sbb :

    1. Memperbesar / promosi perbedaan dengan diikuti ego.
    • Misal, promosi amalan bid’ah, ataupun perbedaan tafsir ayat /hadist.

    2. Biasakan mencela dan memaki, timbulkan rasa tidak suka hingga benci.
    • Ini banyak kita lihat. Mencaci ,memaki, berdebat. Bahkan beberapa pihak merasa bangga bila ia bisa mencela saudaranya didepan umum.

    3. Berkelahi / adu fisik.
    • Pada tahap tertentu, karena sudah dikondisikan dgn rasa saling tidak suka / benci dengan saudara seiman, maka suatu waktu akan timbul perkelahian / bentrokan fisik.

    4. Ada yang wafat akibat bentrokan fisik tersebut.
    • Ini sangat berbahaya . Karena kemudian dapat dilanjutkan dengan membakar emosi pengikutnya dgn alasan membela sahabat, kerabat, ataupun syari’at.

    5. Libatkan kelompok lebih besar.
    • Keributan / pertikaian akan diarahkan kepada kelompok yang lebih besar. Hal ini bila dibiarkan akan dapat menjadi pertempuran saudara, sebagaimana yang kita lihat pada sebagian negara di jazirah arab …

    Bagaimana dengan di Indonesia..?

    Tahap pertama dan kedua telah dan sedang berjalan. Ini terlihat sejak sekitar 15 tahun belakangan ini (atau bahkan lebih) . Pada beberapa tempat tahap 3 telah terjadi..

    Semogalah hal tsb tidak berkembang menjadi tahap 4. Dan semoga perdebatan perdebatan yang terjadi dapat berubah menjadi arena diskusi yang saling memahami dan membangun kebersamaan.

    Semoga dengan rahmat Allah, kita diselamatkan dari skenario adu domba setan yang sedang berjalan tersebut…

    Wallahu a’lam..

    Wassalam.

    • ilham saraan on said:

      Setan siapa yg ciptakan Bung Adi…..kalau anda menyalah kan setan atas perbuatan salah sama anda menyalahkan Tuhan…coba renungkan

  12. termakasih infonya, sangat bermanfaat , Abdukrahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: