Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Takhalli (2)

Mensucikan diri dari dosa lahir

Maksiat lahir adalah segala perbuatan yang dikerjakan oleh anggota badan manusia yang merusak diri sendiri atau orang lain, yang menimbulkan pengorbanan yang berbentuk benda, pikiran atau perasaan. Maksiat lahir ini melahirkan kejahatan-kejahatan yang merusak seseorang atau mengacaukan masyarakat.

Allah menjadikan anggota tubuh manusia adalah sebagai rahmat untuk memperoleh nikmat dalam kehidupan manusia di dunia ini dan sekaligus sebagai amanat supaya manusia memanfaatkannya untuk mendapatkan ridla Allah SWT.

Pada garis besarnya ada 7 (tujuh) anggota badan manusia yang kalau dimanfaatkan untuk kebaikan maka dia merupakan rahmat dan nikmat, tetapi kalau dilaksanakan untuk kejahatan maka dia merupakan kedurhakaan dan  kekufuran. Ketujuh anggota itu adalah :

Mata

Mata seharusnya digunakan untuk melihat alam ini sebagai nikmat dan bukti adanya Tuhan, tidak melihat yang haram.

Telinga

Telinga seharusnya digunakan untuk mendengar ajaran-ajaran agama untuk kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat, tidak untuk mendengar sesuatu  yang mendorong untuk berbuat maksiat.

Mulut

Mulut atau lidah seharusnya digunkan untuk perkataan yang baik dan bermanfaat, membaca Al Qur’an, berzikir, beristighfar, dan seterusnya, tidak untuk mengatakan perkataan-perkataan yang tidak baik, berdusta, dan seterusnya.

Tangan

Tangan seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat. Bukan untuk dipergunakan untuk berbuat yang merusak.

Kaki

Kaki seharusnya digunakan untuk berjalan mencari rezeki yang halal dan mengerjakan ibadah, tidak untuk mencari rezeki yang haram dan berbuat maksiat.

Perut

Perut seharusnya diisi dengan makanan yang baik dan halal, supaya memperoleh kekuatan untuk beribadah, tidak diisi dengan makanan yang haram, untuk berbuat maksiat.

Kemaluan

Kemaluan seharusnya digunakan untuk mendapatkan keturunan melalui nikah, supaya di dunia ini makmur, tidak dipergunakan untuk memuaskan syahwat dengan berzina yang menghancurkan kehidupan bermasyarakat.

Mensucikan diri jasadi dan memanfaatkannya untuk  yang baik dan diridlai oleh Allah SWT dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang batil dan berdosa. Itulah caranya membersihkan diri jasad. Mensucikan diri jasadi ini secara zahir dilambangkan caranya kalau melaksanakan ibadah wudhu. Membasuh muka melambangkan pembersihan dosa yang ditimbulkan oleh mata dan mulut. Membersihkan telinga melambangkan, mensucikan dosa yang ditimbulkan oleh telinga. Begitulah seterusnya dengan membasuh tangan dan kaki.

Seseorang yang berwudhu melambangkan bahwa seseorang itu telah besuci secara lahiriah. Syekh Amin Al Kurdi mengatakan maksiat dan dosa lahir ini perbuatan-perbuatan yang tercela (azab). Perbuatan tercela itu banyak sekali, antara lain akidah yang fasik (sesat), melaksanakan maksiat-maksiat, meninggalkan taubat, tidak tahu hukum yang fardlu dan yang sunat, malas beramal, mengelak kewajiban, khianat, loba dan tamak, mengikuti seluruh hawa nafsu yang haram, mendengar yang merusakkan, melihat yang mungkar, perkataan yang kotor-kotor, berbuat keji, berlebih-lebihan, tidak punya malu, dan lain sebagainya.( Amin Al Kurdi 1994 : 389-390).

Bersambung…

Single Post Navigation

4 thoughts on “Takhalli (2)

  1. Syahrul on said:

    terimakasih…

  2. Ping-balik: Salahuddin Sala | Takhalli (2)

  3. Ping-balik: SMP PPM Rahmatul Asri » Takhalli (2)

  4. Ping-balik: Takhalli (2) | Ust Salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: