Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tragedi Penyaliban Al-Halaj

Eksekusi al-Hallaj, seorang tokoh sufi adalah sejarah penyiksaan yang paling brutal. Setelah dikurung lebih delapan tahun, sebelum dieksekusi ia dicambuk 1000 kali, dipukuli, disayat-sayat, dimutilasi, kemudian disalibkan.

Karena malaikat maut tak kunjung menjemput, esok hari lehernya dipenggal. Tubuh tanpa kepala itu disiram minyak dan dibakar. Abu jenazahnya dibawa ke menara pengintai, ditabur-taburkan agar dibawa lari angin dan jatuh hanyut ke aliran deras sungai Tigris.

Kepala tanpa tubuh dikirim ke Khurasan, sebuah kawasan pengikut setia ajaran al-Hallaj. Peristiwa horor ini dilakukan di arena publik, di gerbang kota Baghdad yang selalu ramai sebagai pelintasan penduduk Baghdad atau pun para pendatang.

Sejenak kita bisa bertanya, apa yang dilakukan oleh al-Hallaj sampai ia disiksa dan dihukum mati dengan sadis? Bagi pengikut setia al-Hallaj, ia dibunuh karena aktivitas politiknya. Ia dituduh misionaris Qaramithah — sebuah kelompok yang melancarkan kudeta terhadap Dinasti Abbasi — oleh karena itu bentuk hukuman al-Hallaj seperti mereka yang dituding musuh politik penguasa, disebut “hirabah”, ”bughat” dan pengacau sosial (al-fasad). Mereka dieksekusi, dipancung, dan disalib.

Bagi murid-muridnya ajaran al-Hallaj mengajarkan tauhid paling tinggi. Al-Hallaj mengalami wahdatu al-syuhud (kesatuan penyaksian) — di mana dan kapan pun bisa melihat Allah, karena dirinya telah sirna (fana) dalam hakikat Tuhan. Diriwayatkan dari al-Hallaj berkata, “aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku, kusapa Dia “siapa Kamu?” Dia menjawab “kamu”.

Pun pengaruh ajaran dan politik al-Hallaj membawa kekhawatiran dua kubu di penguasa pemerintah Abbasi. Pertama, kubu politik Dinasti Abbasi yang takut pengaruh al-Hallaj akan membawa bentuk pembangkangan baru, setelah sebelumnya pemerintahan ini didera pelbagai pembangkangan politik seperti “Revolusi Negro”, Qaramithah, rongrongan Dinasti Fathimi yang beraliran Syiah Ismailiyah di Tunisia.

Mereka memiliki prasangka yang buruk terhadap al-Hallaj yang dikenal memiliki latar belakang keluarga dan pengikut yang masuk dalam kelompok oposan terhadap penguasa.

Kondisi politik dan ekonomi pemerintahan Abbasi saat itu sedang kacau, akibat pemberontakan di mana-mana yang menggerus kas negara. Salah satu usaha yang dilakukan adalah menarik upeti dari rakyat dengan harga yang mencekik dan tak jarang melalui perampasan.

Kedermawanan al-Hallaj yang langsung membantu dan membagikan uang pada rakyat tanpa menyerahkannya ke kas negara (baitul mal) membuat penguasa marah.

Kelompok kedua adalah ulama fiqh yang hidup dengan menyusu pada penguasa, yaitu ulama fiqh Maliki dan Dhahiri. Mereka pun melihat ajaran al-Hallaj mengancam doktrin agama dan sumber kehidupan mereka.

Al-Hallaj bersama kalangan sufi lainnya mementingkan ”makna batin” dari teks dan ajaran agama, sedangkan kalangan fiqh berusaha menjelaskan ”makna lahir’ dari teks agama.

Dua kubu yang korup ini bersatu untuk menghancurkan al-Hallaj yang dituding bisa mengancam eksistensi mereka. Cara yang paling efektif untuk memojokkan al-Hallaj dengan dua tuduhan: ia murtad dan zindiq yang berarti musuh agama, ia penganjur ajaran Qaramithah yang berarti ia musuh kerajaan.

Tahun 297 H / 909 M keluar fatwa dari Muhammad bin Dawud ulama madzhab Dhahiri yang mengafirkan al-Hallaj atas tuduhan dia telah bersatu dengan Allah. Al-Hallaj ditangkap dijebloskan ke penjara. Namun Ibn Suraij seorang ulama besar dari madzhab Syafii memberikan pembelaan dengan kata-katanya yang terkenal

Aku melihatnya orang yang hafal al-Quran, dan memiliki pemahaman yang baik terhadapnya. Ia mahir dalam ilmu fiqh, ilmu hadis, sejarah, dan biografi, ia berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari… ia menangis dan berkata dengan ucapan yang tidak aku pahami, tapi aku tidak menganggapnya sebagai orang kafir

Pendapat Ibn Suraij ini mampu membantah pendapat Bin Dawud. Untuk sementara, al-Hallaj selamat dari eksekusi. Setelah Ibn Suraij wafat, maka pembela al-Hallaj dari kalangan ulama fiqh yang berpengaruh sudah tidak ada. Kekacauan ekonomi dalam pemerintahan Abbasi menyebabkan krisis politik yang berujung bongkar-pasang kabinet menteri.

Seorang menteri penjilat dan penarik upeti yang kejam diberi wewenang yang besar dalam keputusan politik. Ia bernama Hamid bin al-Abbas. Eksekusi yang gagal terhadap al-Hallaj dirancang kembali.

Hamid menyusun makar untuk menggelar sebuah pengadilan agama untuk ajaran al-Hallaj yang dipimpinnya sendiri. Seorang ulama madzhab Hanbali bernama Ibn Atha’ yang simpati pada al-Hallaj dipukuli sampai sekarat, setelah itu dipulangkan ke rumahnya dan meninggal.

Hamid dibantu Abu Umar bin al-Hamadi ulama fiqh dari Madzhab Maliki yang diketahui memiliki ambisi untuk menduduki posisi hakim-agung (qadli al-qudlat). Seorang ulama dari madzbab Hanafi Ibn Bahlul yang tampak enggan mengikuti persidangan diganti dengan hakim Hanafi lain yang mau bekerjasama. Sedangkan ulama dari kalangan madzhab Syafii dan Hanbali memboikot persidangan ini.

Mudah ditebak, akhirnya jatuh vonis hukuman mati untuk al-Hallaj, tanggal 25 Dzul Qa’dah 309/26 Maret 922. Vonis dari sebuah pengadilan yang penuh rekayasa berasal dari aliansi kotor penguasa yang pengecut dan korup serta ulama yang jahat.

Di kayu salib, al-Hallaj berseru: O Tuhan, lihatlah hamba-hamba-Mu berkumpul menginginkan kematianku, karena ingin membela agama-Mu dan dekat dengan-Mu. Ampuni mereka. Karena apabila engkau menyingkap (Kebenaran) pada mereka seperti yang Kau singkap untukku, mereka takkan melakukan tindakan ini, dan apabila Engkau menutupiku (atas Kebenaran) seperti yang Kau tutupi pada mereka, maka, aku tidak akan diberi cobaan seperti yang aku alami sekarang.

Dalam proses penyiksaan al-Hallaj mengadu O Tuhanku, Engkau mengasihi orang yang menyakitimu, bagaimana Engkau tidak mau mengasihi orang yang disakiti karena-Mu?

Kutipan-kutipan tadi hanya keluar dari orang yang benar-benar merasa dekat, intim, dan menyatu pada Tuhannya.

Sumber : BeritaSatu.Com

Single Post Navigation

83 thoughts on “Tragedi Penyaliban Al-Halaj

Navigasi komentar

  1. entri selanjutnya (berharap) tentang pemahaman yang salah kaprah thd keyakinan tuan syeh tanah kuning atau yang populer dengan sebutan syeh siti jenar.

    • laksa satriya on said:

      apa sudah masuk salah satu tarekat, kalau belum di sarankan masuk, ikuti bimbingan guru mursyid, maka akan tahu sendiri bagaimana jadi syeihk siti jenar atau al halaj, ini sebuah cerita referensi saja, teman saya dulu pernah mengalami begitu, dia menaiki sepeda motor nggak pakai belok-belok, lurus tembus rumah dan apapun yang dia laju, perkataannya juga begitu, dia bisa memprediksi kejadian2 yang lampau, besi bisa dilenturkan, kayak david coverfil, atau limbad aja, dan kayaknya sudah akrab dengan tuhannya, tidak terlalu bernafsu duniawi, ya persis kayak film syeihk siti jenar, alhamdulillah beliau dibimbing guru mursyid dan sudah melewatinya, kembali normal lagi, menyesali kesalahan2 yang diperbuatnya dan kalau sholat dia sering menangis, itulah manusia yang di katakan sesungguhnya manusia berada dalam kerugian dan lemah, kecuali beriman dan saling mengingatkan, mudah2an bermanfaat

  2. Wiyanto Anugerah on said:

    La haula wala quwata illa Billah,,,,,,Bang SM,,,bagaimana tentang kebenaran kisah Syehk Siti Jinarnya Bang,,,mohon uraianya Bang,,,

    • laksa satriya on said:

      ass maaf kalau ikut koment, tentang syeihk siti jenar, atau syeihk lemah abang atau wahdatul wujud, seperti Al halaj, dalam dunia tarekat ada pos pos tertentu, atau ibarat sekolah dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi, syeihk siti jenar tidaklah salah dalam perjalanan dan masih belum selesai, diibaratkan masih duduk disekolah Menengah Pertama, bisa dilihat dari perkataan dan pembicaraannya melalui informasi yang sudah tersebar, jadi kalangan yang diatasnya hanya memakluminya, akan tetapi yang dibawah atau sederajat (semaqom) akan kagum dan ahli fiqih akan menentangnya, dan ada istilah dari orang2 sufi Fana Rasa, dari segi perjalanan tidak bisa disalahkan karena belum finish, dari segi orang2 awan akan bertentangan, hal itu hanya untuk pribadinya, kenapa ditentang juga oleh wali songo karena selain dari segi fiqih bertentangan dan salah satu dari beliau2 ada yang lebih tinggi maqomnya (sudah melampauinya), maka dari itu para wali songo ingin memantaunya dengan berkumpul agar dapat arahan2, akan tetapi syeihk siti jenar menolaknya dan dikhawatirkan akan merusak umat, maka diputuskan …..tau sendiri kan akhirnya…

  3. subhanallaah…
    semoga sejarah ini tak terulang..amiin3x yaa rabbul álamiin…

    • laksa satriya on said:

      Ass kalau kalangan di tarekat pasti melewatinya, akan tetapi kalau Guru mursydnya lebih tinggi dari pos tersebut, maka tidaklah mengapa karena ada yang memantau dan membimbingnya, orang yang sudah mencapai posisi tersebut bisa dibilang kata orang2 sakti, tidak takut terhadap apapun, dia menganggapnya tuhan, seperti cerita nabi Ibrahim As, mencari tuhan…ada bintang, dianggapnya tuhan, dan berlalu lantas ada matahari dst…

  4. laksa satriya on said:

    Ass maaf sedikit mengomentari dari cerita al Halaj, seorang pelaku rohani dari jazirah tentang wahdatu al-syuhud (kesatuan penyaksian) di mana dan kapan pun bisa melihat Allah, karena dirinya telah sirna (fana) dalam hakikat Tuhan. Diriwayatkan dari al-Hallaj berkata, “aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku, kusapa Dia “siapa Kamu?” Dia menjawab “kamu”. hal ini sama dengan syeihk siti jenar dari Demak, kedua tokoh tersebut tidaklah salah akan tetapi kalau di umumkan tentang penyaksiannya dan kata-katanya maka akan menjadikan bingung dan tidaklah mudah untuk memahaminya bagi orang awam, singkatnya kalau sekolah beliau2 itu masih Sekolah Menengah Pertama (maaf tidaklah niat untuk merendahkan), kalaupun beliau2 ketemu dengan seseorang yang sarjana (Mukamil) maka akan dibimbingnya bahwa perjalanan masih panjang

    • dan inilah oleh sahabat Nabi ” APABILA KUCERITAKAN NISCAYA KAMU AKAN MENGHALALKAN DARAHKU ” ………wallohu’alam …

    • faris cool on said:

      hmmmm aq setuju dengan pendapat laksa satria

      mereka berdua (al halaj n syekh siti jenar) klw hanya mereka yg mengetahui demikian y tdk jd masalah

      tp mereka mengajarkan ajaran mereka kepada orang awam yg masih bingung dengan masalah agama..

      akhirnya orang2 awam tersebut jd tersesat……

      it lah yg slah dr mereka berdua

  5. sy tidak mengerti apa yg terkandung dlm kisah ini.dosa/kesalahan apa yg di lakukan al hallaj sehingga dia mendpt perlakuan seperti itu?

  6. Wiyanto Anugerah on said:

    Syekh Siti Jinar adlh Al-Hallaj nya Nusantara,,,namun kami belum memahami detil tragedi kematianya,,,mudahan bang SM berkenan menguraikan di Entry berikutnya,,,

    • Al haj dan Syeh siti jenar adalah memiliki kesamaam dalam pandangan agama tauhid. Hukumani mati yg diberikan oleh pemerintah yg berkuasa saat itu kepada dua tokoh sufi yg berbeda zaman ini alasannya sama. Dia dianggap musrik dan merusak agama dikarenakan ajarannya yg kontrofersi tidak sesuai dgn fiqih yg dianut masyarakat banyak ketika itu. Hal ini dianggap bisa menggoyahkan atau merong-rong pemerintah yg berkuasa saat itu. Salah satu cara agar kekuasaan tdk terganggu dgn kerikil2 kecil ialah dgn cara menghilangkan kerikil tersebut. Yaitu menghukum mati sang pemberi ajaran yg dianggab sesat. Dalam hal ini Al Haj di jaman pemerintahan Abasiah dan Syeh siti jenar di zaman karajaan Mataram yg rajanya Raden Fatah ketika itu. Ajaran yg dianggab sesat salah satunya faham wahdatul Syuhud dan .wahdatul wujud, bisa melihat Allah secara nyata atau menyatunya antara hamba dengan tuhan. Dalam kalangan sufi kedua istilah tersebut sdh menjadi hal yg biasa. Jika memang bisa mengerti, dan paham betul dalam arti di mengerti sacara tuntas maka hal itu tdk membahayakan agama . Tapi jika dipahami serampangan dan setengah-tengah akan menjadi rusak dan menyesatkan. Hal itu akan menjadi kontroversi dan bahkan menjadi maslah besar jika kedua kata itu diterima didengar org2 yg tdk memilki kapasitas untuk memahaminya. Maka bisa dipastikan yg terjadi saling menyalahkan dan bahkan berani saling mengkafirkan. Dua kata diatas bukan istilah biasa tapi istilah yg dipakai para ahli Hakekat yg sdh ma’rifat. Jadi ketika itu dipahami secara syari,at pasti akan beda maknanya.Dipastikan akan terjadi perselisihan pemahaman. Syariat itu baik, tarekat itu baik, hakekat itu baik, ma’rifat itu juga baik jadi sebenarnya tdk perlu diperselisihkan dan semua sama2 berjalan bergandengan tangan tidak saling menyalahkan. Semoga

  7. Budi Wijayanto on said:

    Apakah seorang ulama madzhab Hanbali bernama Ibn Atha’ yang simpati pada al-Hallaj dipukuli sampai sekarat itu adalah Ibn Athaillah penyusun Al Hikam ?

  8. laksa satriya on said:

    banyak yang seperti syehk siti jenar, al hallaj walaupun jaman sekarang, akan tetapi kalau tidak selaras dengan fiqih pasti celaka…., karena masih rawan akan tipuan..dari Iblis, karena masternya tidak ada…he he he

    • cinta itu = rasa
      rasa itu = hati = tdk berupa dan tdk berwarna
      untuk cinta = tdk perlu ada alasan
      Cinta kepada Alloh S.W.T dan Rosululloh haruslah ikhlas
      Hati orang mukmin itu Istana Alloh Aza Wazala
      Hati-hati menjaga hati tdk boleh ada yang lain selain Pemiliknya

    • kateno on said:

      Pemahaman syeh siti jenar dengan Alhalaj sebernarnya tidak bertentangan dgn fiqih, hanya fiqih tdk bisa menjangkau. Saya kasi contoh gambaran dalam al-qur’an peristiwa Nabi Musa as ketika ketemu Nabi Haidir as. Saat itu ada salah satu tindakan Nabi Haidir as yg tidak bisa diterima Nabi musa yakni ketika Nabi Haidir membunuh anak kecil. Secara syariat tindakan Nabi Haidir tersebut salah dan nabi Haidir as harus mendapatkan hukuman kisas. Tapi yg terjadi tidak demikian, justru tindakan nabi Haidir dibenarkan karena nabi Haidir tahu hakekat yg bakal terjadi pada anak kecil tersebut jika kelak dewasa. Kalo sdh demikian apakah anda akan ngotot bahwa tindakan Nabi Haidir Salah karena tidak sesuai syariat dan harus dihukum ????? Bahasa mudahnya tindakan Nabi Haidir tidak salah dan tidak menyimpang namun syari’at belum bisa menjangkau saja. Maka jgan dikatakan celaka karena tidak ada masternya

  9. Asslm.wr.wb.syedara….
    blog droeneuh nyoe asoe jieh get,cuma salah bacut droeneuh hana neupegah soe nan droeneuh?pue na hay lee?
    Saleum loen ke droeneuh dari loen fahmi dari Aceh,nangroe para Aulia sigoem donya.

  10. hmmmmmm tragis ya……..

  11. Toto Sufi Ganteng on said:

    ketika Al Hallaj berkata dirinya adlh Tuhan, maka selamatlah dia..
    ketika Fira’un berkata dirinya adlh Tuhan, maka celaka yg di dapat!

    tiada hal yg paling bisa menyelamatkan Cinta, selain bertemu dngan Cinta itu sendiri..

    ^_^

    • abunawas on said:

      wau wau emangnya anda tahu Al hallaj, jangan pake perkiraan lho….waau wau, ketidaktahuan anda dan meredaksikan hal tersebut, sudah jelas posisi anda sekarang, mudah2an dikemudian hari lebih baik lagi….wau wau wau…

  12. ini cerita tentang agama apasih ,,,kok hampir mrip crita yesus ? heheh maaf bngung masih awam

  13. Sri Rahayu on said:

    kasihan deh kok seama muslim g2?

  14. update dong artikelnyaaa, udah aku tunggu in nih .. mau baca yang baru dan menginspirasi 🙂

  15. abdulloh mukhlisin on said:

    terusiiiiiiiiinnnnnn dongggggggggg………..????????????????

  16. wong aneh on said:

    bang sufimuda.. ayo kluar lg, byk yg menanti nih

  17. ivan rizal on said:

    maka penuhlah neraka dengan ahli kitab dan ahli politik

  18. Ruslianto on said:

    Sdr.iyan : Kok Kasian sihh,hahaha
    Aneh saja rasa-nya “komentar-komentar” Sdr.iyan (ini) padahal ia (dalam pengakuannya) pernah bertemu Nabi Muhammad SAW, Lalu bertemu dengan Sayidina Ali KW, Lalu bertemu kitab Syech Abdul Qodir jaelani dan bisa merasa sangat dekat dengan Allah,……
    Kok,..(aneh saja rasanya),…kurang santun-nya pada Blog (ini) apakah “orang yg sangat dekat dengan Allah ” seperti ini tabiat-nya ?
    Saya yakin Sdr.iyan “belum tamat” membaca kitab Syech Abdul Qodir jaelani itu,……. Atau mungkin sangat dekat-nya Anda dengan Allah jadi “kurang santun”.
    Wass, Maaf, jangan tersinggung hanya mengingatkan, maaf

    • abunawas on said:

      apa benar sdr iyan bertemu dengan para sahabat nabi? lantas komentnya apa saja? dimana bertemunya, didunia atau diatas?

    • saya tdk tersinggung sama anda saya sangat sayang sama anda mana mungkin saya punya pikiran jelek sedangkan Alloh menyuruh saya untuk menyayangi semua mahluknya hehe

      • “Wahai penolong agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”baca ini saudara rusli kadang anda musti sedikit rendah hati

    • betul itu sdr iyan itu tolol,kurang asem tampol aja kalo ketemu,suruh sopan kalo bicara gitu jangan kasar jangan marah2 melulu gitu jangan dengki jangan sombong mas rusli kalo ketemu lagi nasihati dia yah

  19. “Wahai penolong agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang awas.”belajar laj menyimak jangan tergesa-gesa contoh lah sufi muda dia diam tapi dia sebetulnya menyimak

  20. malikulhaq on said:

    Allahu rabbuna wa rabbukum lana a’maluna wa lakum a’malukum la hujjata bainana wa bainakum. Allahu yajma’u wa ilaihil masir

  21. ya ya beginilah mustinya mulai sekarang kita belajar cara berkomunikasi yang baik dengan siapa kita bicara karena manusia itu bertingkat-tingkat kemampuanya maaf kan saya

    • kreco22 on said:

      yang miskin jangan bersedih dan jangan sesali diri, yang kaya janganlah bangga dan jangan membusungkan dada, krn derajat manusia disisi tuhannya hanyalah Taqwanya….

  22. semoga Alloh meridhoi syaychul chubb al halaj rohimahulloh

  23. al hallaj rohimahulloh huwalladzi ala asrori lathoif

  24. marilah kita semua berdamai saling menyayangi sudahi semua perdebatan ini mari kita saling memaafkan jika ada salah salah kata

    • lebih baik kita persiapkan diri kita untuk menghadapi kematian, kedatangan malaikat maut dan pertanyaan Si Munkar dan Nakir yang pasti datang, bukankan sayyidina Umar Ibnu Khattab pernah ditanya nabi, apa yang menjadi Jaminan untuk menghadapinya???

  25. abunawas on said:

    wau wau wau begini saja teman2 aq punya pertanyaan, apa perbedaan Manusia, yang beriman dan beramal sholeh ??? hayo…siapa bisa jawab….

    • hhay saya jawab kalo salah itu saya kalo benar itu Alloh Azza wazala yah:Beriman pasti beramal sholeh.beramal sholeh blm tentu beriman hhe

      • kreco22 on said:

        ternyata yang merespon hanya mas Iyan, saya kasih info nih, yang masih namanya manusia pasti akan celaka, kecuali beriman, yaitu orang2 yang mendapatkan Lailatul Qodar pada Bulan ramadhan sedangkan orang2 sholeh itu rasul Alloh, kalau Jaman Sekarang dan masa2 yang akan datang yaitu wali agung, yang menurut alquran bisa dihitung dengan jari, didunia ini dan setiap 100 tahun, baru ada pergantian, carilah beliau2 itu, ambillah barakahnya dan ikuti, niscaya engkau disampaikan kepada Alloh dan dijadikan keluarga para Rasul, sehingga engkau aman dari kejahatan alam Kubur dan melintasi jembatan shirot, dan perlu diingat yang bisa melewati jembatan itu hanya orang2 sholeh dan rombongannya, didunia ini engkau akan didoakan oleh seluruh umat Islam sedunia…gimana siip kan..mintalah kepada Alloh petunjuk dan hidayah agar dipertemukan dengan Orang Islam

  26. coba temen2 baca kitabnya syaikh Abdul Qadir jaelani yang berjudul Ar-risalah ahli saghar,semoga bermanfaat

  27. maaf saudara-saudara saya mau kasih info:saya bukan iyan jeddah weh ada nama sama tapi yg jelas jangan alergi sama yang nama nya iyan yg jelas yg namanya iyan itu banyak.

  28. Ruslianto on said:

    Nasehat ke-35 Imam Anas Bin Malik :
    Jauhilah segala perbuatan yang mengakibatkan anda bakal dituduh dengan “keburukan” pada agama dan dunia anda saat mengerjakan nya. Karena saya (Imam Anas Bin Malik) mendengar Rasulullah Saw, bersabda :
    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia berdiri ditempat-tempat yang mendatangkan prasangka buruk”.

  29. miro.ihsan on said:

    tidaklah selayaknya bagi seorang salikin (orang yang menuju kepada Allah) mengungkap “rahasia Allah”, walaupun sebenarnya itulah yang haq bagi Allah kepada mereka yang awwam

    *walaupun sesungguhnya Allah swt adalah yang paling jelas diantara yang jelas, hanya saja manusia yang belum mampu menerima cahaya Allah

  30. Kalau rahasia perjalanan insya allah tidaklah apa, tetapi rahasia dibalik rahasia itu yang tidak diperkenankan, karena mengingat rasulullah pada waktu mi’roj dihambat dan diganggu oleh Ifrit, apalagi kita sebagai umat, dan yang terpenting yang menjelaskan sudah mengalami atau disuruh menyampaikan dengan niat yang bermaksud ke maha penguasa segala sesuatu, kemungkinan demikian yang sampaikan teman2 ingin mendekat atau menginformasikan,

  31. kreco22 on said:

    yang miskin jangan bersedih dan jangan sesali diri, yang kaya janganlah bangga dan jangan membusungkan dada, krn derajat manusia disisi tuhannya hanyalah Taqwanya….semuanya ujian bagi orang2 beriman

  32. gk usah bingung2 dah pikiranny yg mudah2 saja …. kalo bertentangan dgn Al-Qur’an ya pasti salah kalo tidak bertentangan ya Benar…. gampang to

  33. Aslmkm wr wb.
    Alhaamdulillah saya bisa jumpa sufi muda.
    batapa gundah hati hilang sirna. sudah lama sekali saya tak dapat hidangan selezat ini. terimakasih ya mas sm. jangan pernah lelah mengingatkan saudara2 kita. tak perlulah buang2 energi menjelaskan yg sudah pandai karna memang sunatullah bahwasanyasebahagian kamu akan menjadi musuhmu. memang blog ini sebenarnya mahal untuk orang2 yg haus akan ketenangan. Wslm saqahl

  34. Aslmkm wr wb.
    Alhaamdulillah saya bisa jumpa sufi muda.
    batapa gundah hati hilang sirna. sudah lama sekali saya tak dapat hidangan selezat ini. terimakasih ya mas sm. jangan pernah lelah mengingatkan saudara2 kita. tak perlulah buang2 energi menjelaskan yg sudah pandai karna memang sunatullah bahwasanyasebahagian kamu akan menjadi musuhmu. memang blog ini sebenarnya mahal untuk orang2 yg haus akan ketenangan. Wslm sawahlunto sumatera barat

  35. belajarlah dari beliau (syaikh abu yazid al-busthomi dengan SUBHAANII-SUBHAANII ,syaikh manshur al-hallaj DENGAN ANA ALHAQ-syeikh abdul dengan QUM BIDZNINYA syeikh hamzah al-fansuri WIHDATUSSAB’AH syeikh lemah abang INGSUN ALLOH dan masih banyak MASYAYIKH lainnya) Beliau-beliau adalah orang” yang tulus akan cinta … MAJDZUB .. bahasa yang amat halus untuk di kaji karena itu tak terbatas oleh pandangan mata … bagaimana kalian bisa menilai seorang pecinta kalo kalian sendiri gak pernah mengalami PANGGILAN CINTA itu / majdzub (asyiq & ma’suq)

  36. Al-Hallaj maupun syeh lemah abang mereka itu telah mencapai kesempurnaan lahir dan batin.

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: