Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Masa Lalu…

Ada sebuah ungkapan, “Masa lalu adalah kenangan, masa sekarang kenyataan dan masa depan adalah harapan”. Kita semua punya kenangan masa lalu, apakah baik atau buruk dan itu mempengaruhi keadaan kita saat ini. Apa yang kita alami di masa lalu akan berbekas dan tertanam di alam bawah sadar dan karena tersimpan di alam bawah sadar tanpa kita sadari terbawa sampai sekarang.

Seseorang yang pernah mengalami kekerasan di masa lalu atau pernah mengalami penyiksaan baik secara fisik maupun psikis akan cenderung menjadi pribadi yang tertekan. Tekanan itu bisa saja membuat seseorang menjadi cenderung keras, suka berbuat kekerasan juga atau menjadi trauma sehingga sepanjang hidupnya terus mengalami ketakutan.

Diperlukan terapi khusus untuk bisa menghapus hal-hal buruk yang tersimpan di alam bawah sadar sehingga kita melangkah dengan lebih ringan tanpa ada tekanan masa lalu yang cenderung menghambat langkah kaki kita untuk menyongsong masa depan.

Agama dalam hal ini mempunyai konsep sederhana dan sangat ampuh untuk menghilangkan hal-hal yang buruk di masa lalu seseorang dengan melakukan Taubat. Dengan Taubat maka seseorang akan merasa lega dan meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan menghapus dosa dan kesalahannya di masa lalu.

Itulah sebabnya seseorang yang ingin menempuh jalan kepada Tuhan (Thariqatullah) harus melewati tahap pertama yang sangat penting yaitu Taubat!. Taubat dalam arti Taubat Nasuha, benar-benar tidak akan mengulangi kesalahannya di masa yang akan datang. Bisa jadi seorang yang akan melangkah menuju Jalan Tuhan berkali-kali bertaubat karena berkali kali pula dia melakukan kesalahan yang sama sampai mencapai taubat yang sebenarnya.

Kenangan yang tidak terlupakan ketika saya pertama sekali mendapat kesempatan bisa berdekatan dengan Guru, saat itu Beliau sedang pangkas rambut di rumah Beliau dan saya memegang cermin persis di depan Beliau. Ketika pandangan kami beradu Beliau mengucapkan kata-kata yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang. Beliau mengatakan, “Aku tidak pernah lihat masa lalumu, yang aku lihat dirimu hari ini dan Tuhanpun tidak pernah melihat masa lalu seseorang, yang dilihat Tuhan adalah hari ini dan besok, jika hari ini kita baik, maka baik juga kita dalam pandangan-Nya”.

Ucapan Beliau itu pula yang membuat saya ringan melangkahkan kaki  menapaki hidup ini dengan penuh semangat, berkarya untuk diri sendiri, keluarga dan mudah-mudahan bisa menghasilkan karya yang bermanfaat untuk orang banyak dan yang terpenting bisa bermanfaat untuk agama Islam yang Mulia Raya ini.

Mari kita langkahkan kaki dengan ringan tanpa beban masa lalu agar jiwa kita menjadi tenang karena Allah hanya menerima jiwa-jiwa yang tenang disisinya sebagaimana Firman-Nya :

“Hai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu” (QS Al-Fajr :27-30)

Ayat di atas sering kali kita dengar dan kita ucapkan di saat menutup zikir sendiri maupun saat zikir bersama (Bertawajuh) sebagai teguran untuk kita semua untuk melupakan masa lalu dan menyongsong masa depan yang lebih cerah. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, Wassalam…

Single Post Navigation

19 thoughts on “Masa Lalu…

  1. hamba Allah.. on said:

    penuh keinsafan..jazakuallahhu khyr..

  2. Assalaamualaikum…

    saya ingin belajar tarekat tp saya ga tau harus kemana…
    dimana saya bisa bertemu saudara?

  3. Assalamualaikum Bang,dengan segala kerendahan hati salam kenal dari saya terima kasih tulisannya sungguh manfaat sekali. Semoga kita semua senantiasa dalam keridhoan Allah swt amin. Salam sukses selalu..

  4. Purwadi Ibadi on said:

    Alhamdulillah segala puji hanya untuk Allah, terima kasih atas tulisannya semoga hati kita selalu tercerahkan

  5. Maha Guru yang Maha Pemurah dan Indah.. dapatkan kita melihat dengan sudut pandang seperti demikian.. melupakan masa lalu dan memandang masa depan dengan positif dan penuh semangat. seMOGA 🙂

  6. salam kenal bang.
    berSYUKUR di Jalan Allah dengan wasila nya selalu ada jalan untuk kembali,,,,”Bismillah hirrahmanirahim”,,,dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih Dan Penyayang…
    seMOGA Bapanda meridoi taubat qt,,AMIN.

  7. Hamba Allah on said:

    🙂

  8. Alhamdulillah menambah pencerahan. Salam kenal Bang SM.

  9. D'An Naisaburi on said:

    Destur madad Ya Allah Madad Ya Rasul Madad Ya Imam Rabbani Madaad

  10. assalamu”alaikum kang
    siapa gurunya kang?

    kalimat yang dicetak tebal… bener juga ya kang. masya ALLah, trimkasih kang

  11. bundanyaAisha on said:

    Subhanallah, tulisan yang sangat bagus. Semoga Bapanda dpt membimbing kita lbh lama lagi, mdampingi disetiap taubat kita.. Aamiin

  12. Apakah perempuan bisa belajar tarekat? Dimana saya bisa mempelajarinya? Saya ingin belajar tarekan dengan tinggal beberapa waktu di pondok pesantren yang bisa memberi ketenganan batin.
    Saya tinggal di jakarta. Apakah ada info tempat yang bisa saya datangi di Jakarta atau Bogor? trimakasih sebelumnya.

  13. Apakah perempuan bisa belajar tarekat? Dimana saya bisa mempelajarinya? Saya ingin belajar tarekat dengan tinggal beberapa waktu di pondok pesantren yang bisa memberi ketenangan batin.
    Saya tinggal di jakarta. Apakah ada info tempat yang bisa saya datangi di Jakarta atau Bogor? trimakasih sebelumnya

  14. trimakasih atas tulisannya dng ini mudah2an aq lebih termotifasi untuk mendalami islam

  15. Ulasan diatas tentang masa lalu “agak mudah” dipahami utk masa lalu yg kelabu, bagaimana dg ulasan masa lalu yg penuh dengan kemudahan/ kenikmatan/ kebahagiaan yg semua patut disyukuri sebagai rahmat Allah SWT…. Mungkin bisa dibantu memberikan tambahan ilmu nya… bagaimana mensikapi “hari ini dan yg akan datang” dengan tetap membawa/ mengingat masa lalu yg penuh rahmat Nya tsb…. hingga tetep sebagai hamba Nya yg sabar dan penuh Syukur… insya Allah..

  16. Ping-balik: Hidup Untuk Masa Depan – Koper dan Ransel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: