Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

INTEROGASI

Oleh : Abu Hafidzh Al-Faruq

Interogasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk meminta keterangan kepada seseorang menyangkut kesaksian orang tersebut terhadap pihak lain dan atau dirinya sendiri mengenai suatu aktivitas yang melibatkan pihak lain tersebut dan atau dirinya sendiri. Kata ini merupakan konsumsi wajib dalam dunia hukum dengan hegemoni ‘diperiksa’ atau ‘diminta keterangan’. Ada interogasi persuasif yang agak ‘bersahabat’ untuk ‘mengorek’ kebenaran dan ada pula interogasi yang memaksa seseorang mengakui suatu fiksi menjadi sebuah kenyataan. Satu contoh interogasi terakhir adalah pada korban salah vonis oleh hakim yang terungkap pada kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan si Jagal dari Jombang. Dalam melakukan interogasi berbagai macam trik dan metode diterapkan oleh si interogator, mulai dari penampilan dan sikap yang kadang lebih mirip algojo ketimbang hamba hukum, sangar dan bengis, trik yang menjebak, menggiring opini, menyudutkan yang diinterogasi, memaksa, menyiksa sampai ‘cuci otak’ istilah yang digunakan untuk mengakui sesuatu yang tak ada menjadi fakta, sehingga tujuan interogasi bergeser dari ingin menyingkap kebenaran menjadi ‘sesuai pesanan’. Namun demikian, dalam suatu kasus tindak kejahatan bukan menjadi rahasia bila si ‘pesakitan’ yang kadang memang benar bersalah mengajak ‘petugas’ untuk ‘bekerja sama’ agar bisa meringankan hukuman terdakwa di pengadilan atau sebaliknya ‘petugas’nya sendiri yang mengajukan proposal ‘kemitraan’ yang tidak tertulis dalam MOU (memorandum of understanding) bila si terdakwa di prediksi memiliki potensi deposit yang bisa di sharing.

Saudara, itulah sekelumit tentang interogasi di dunia, interogasi manusia. Lalu bagaimana dengan interogasi dalam penyidikan perkara atas nama PENGADILAN TUHAN yang dilakukan oleh para malaikatNya? Ketika saya masih kecil dulu dibalai pengajian, Tengku (ustadz) kami bercerita bahwa pada Yaumil Mahsyar nanti satu persatu manusia akan ditanyai (baca : interogasi) mengenai kesaksian dirinya sendiri terhadap kemaksiatan maupun ibadah yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Hebatnya pada cerita itu mulut kita selaku instrumen vokal diri akan dibungkam tak bisa bicara, yang bicara adalah justru masing masing anggota tubuh yang melakukan kemaksiatan atau ibadah tersebut, seperti tangan yang mencuri akan bicara sebagaimana adanya pernah mencuri. Jadi tidak ada manipulasi apapun yang menyertai cara Tuhan menginterogasi insan melalui petugas petugasnya (baca : malaikat), seperti tertulis dalam salah satu ayatNya ‘tiap tiap kamu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban’. Pertanyaannya adalah benar seketat itukah interogasi malaikat sehingga diri tak berkutik sama sekali? Bisa anda bayangkan dunia dimana uang dan materi tidak berlaku? Dan pada kenyataanya nanti anda memang tidak memiliki apapun untuk mendukung posisi tawar anda. Apakah ada ‘petugas’ yang tertarik dengan harta, tahta, wanita, toyota, … di alam akhirat sana? Bagaimana anda mengupayakan sedikit ada ‘permainan’ dengan ‘petugas’ agar interogasi dilakukan dengan cara ‘damai’?

Saudara, mungkin kita memiliki pengalaman yang sama waktu kecil, saya pernah membaca komik ‘azab kubur’ yang dilakukan oleh duet malaikat nunkar dan nankir dalam maupun sesudah interogasi ketika manusia memasuki alam kubur apabila tak bisa menjawab dengan benar pertanyaan pertanyaan mereka. Di komik itu digambarkan betapa mengerikan dan maha dahsyatnya siksa yang diterima oleh insan kufur atau pendosa, dipecut api, dimangsa binatang buas, … sampai dihimpit bumi, sehingga waktu kecil dulu, saya sampai merasa perlu menghapal semua pertanyaan tersebut beserta seluruh kunci jawabannya mulai dari ‘man Rabbuka, man kitabbuka, man kiblatuka, man imamuka, man ikhwanuka, man nabiuka…’ dan man man yang lain yang sekarang tak mampu lagi saya mengingat urutan dan kesemuanya agar lolos dari ujian masuk liang lahat. Tapi kemudian muncul pertanyaan dalam benak saya, saya kan bukan orang arab, bagaimana saya mampu menjawab para malaikat tersebut dalam bahasa arab dan yang terpenting apakah mungkin menghapal sesuatu pada saat hidup dan mengingatnya kembali setelah mati?

Saudara, saya teringat sebuah iklan yang sangat pedas saya kira, yang sudah lama tentang himbauan mematuhi rambu rambu lalu lintas di jalan raya. Dalam iklan tersebut di perlihatkan seekor anjing terlatih yang menyeberang di zebra cross menunggu lampu hijau kemudian muncul tulisan besar besar “kalau binatang saja bisa, kenapa manusia tidak?”, iklan tersebut banyak menuai protes dan tak lama kemudian tidak pernah muncul lagi di media publik, bisa jadi danggap mengusik rasa perikemanusiaan.

Saudara, apakah saudara percaya seekor anjing masuk surga seperti yang diceritakan Al Quran dalam kisah Ashabul Kahfi? Mengutip iklan tersebut, Kalau binatang saja bisa, kenapa manusia tidak? Apa rahasianya? Atau seorang pelacur yang notabene pendosa kenapa dijamin oleh Nabi masuk surga? Apa rahasianya?

Yang sangat saya kagumi dan sangat saya banggakan, GURU saya memberi petuah melalui cerita yang sangat bersahaja dalam balutan humor agar mudah dipahami oleh saya yang bodoh ini bahwa ada seorang manusia ganjil ketika di interogasi oleh malaikat nunkar dan nankir dengan pertanyaan pertanyaan man rabbuka dan seterusnya, setiap pertanyaan dijawab dengan hanya satu jawaban dan dalam bahasa jawa pula ‘nang kono kabeh (semua disana)’ merujuk kepada seorang wali ALLAH yang semasa hidup manusia tersebut telah menyerahkan ‘segala sesuatunya’ pada sang wali (baca tulisan : kakek tua dan wali ALLAH). Cerita tersebut bagi sebagian orang boleh jadi hanya berupa fiksi belaka, namun kenapa ‘nang kono kabeh’ yang saya pahami adalah bahwa Tuhan bukan orang arab sehingga bisa berkomunikasi dalam bahasa apapun sesuai dengan bahasa yang digunakan manusia itu ketika hidup, lalu kenapa ‘nang kono kabeh (semua disana)’? Mari kita kaji, menurut anda apakah Tuhan melakukan diskriminasi terhadap umat di zaman kita jikalau pada masa RasuluLLAH ada sejumlah sahabat dijamin masuk surga tanpa di hisab alias lulus masuk surga tanpa tes? Apa rahasianya? Apakah tak menjadi naïf malaikat melakukan interogasi seperti yang kita dikte-kan, man rabbuka… harus begitu dan selalu begitu? Adakah rahasia anjing, pelacur, sahabat nabi sampai si manusia ganjil memiliki rahasia yang sama? Bisa jadi mereka tak kenal Tuhan, tapi mereka pasti tahu yang dapat mengantarkan mereka ke TUHAN! Kalau demikian apakah tidak mungkin ada jiwa jiwa dari zaman kita yang masuk Jannatunna’im tanpa ujian dan menghadapi interogasi nunkar dan nankir hanya sebagai suatu formalitas bahkan tak ada? Saya percaya para pembaca cukup cerdas untuk lebih menangkap apa yang tersirat dalam cerita tersebut daripada yang tersurat sebagai sesuatu yang hendak disampaikan.

Kata Tengku waktu saya kecil dulu, kita tidak kan mampu melewati Shirattal Mustaqim jika tanpa syafaat Nabi Muhammad, yakin anda kenal nabi Muhammad? Atau Nabi Muhammad mengenal anda? Apakah syafaat Nabi Muhammad bukan merupakan ‘nang kono kabeh’ nya umat di zaman Beliau? Kenapa menjadi perdebatan jika kakek tua menjawab ‘sudah aku serah pada wali ALLAH atau si manusia ganjil menjawab ‘nang kono kabeh’ ? tiap tiap zaman AKU turunkan ulamaKu kata ALLAH, …dan carilah WASILAH, itu ada ayatnya bung!

Kembali ke dunia hukum, Jika JAKSA (MAHA) AGUNG bisa di ajak “kompromi”, maka JPU (jaksa penuntut umum) pun “gampang diatur” dan skenario persidangan bisa dibuat sesuai selera. Jika dengan BIG BOS sudah ada kesepakatan, dengan ‘petugas’ apa urusan? Kalau di dunia, hukum bisa di permainkan dengan aparat yang berwenang, apa yang akan anda lakukan diakhirat jika anda beserta yang MAHA BERWENANG? …

 

Kalaulah dangkal dalam tepian

Kayuhpun laju, Biduk takkan kemana

Kalaulah pangkal dalam cengkeraman

Jauhpun ranting, pucuk takkan kemana

Single Post Navigation

9 thoughts on “INTEROGASI

  1. happy hell on said:

    Iya, ya, jadi inget ditanyain sama malaikat, saat mati setahun lalu “dimana nyawamu?”
    aku cuma bisa ngikut ngejawab: Nang kono kabeh …
    Tapi bener gak yah? xixixixixixixixi ,,,,

    Ampun Tuhaan,, 😦

  2. hamba'79 on said:

    Nang Kono Kabeehhhhhh….

    ^_^V

  3. Semua pedagang mau laku barangnya.Tapi jangan bilang barang orang jelek.Silakan promosi tukang marketing tak iyeh

  4. seorang pelacur yang notabene pendosa kenapa dijamin oleh Nabi masuk surga? Apa rahasianya?
    (jawab)
    karena yang mengucapkan itu “nabi”, yang mana ucapannya itu dijamin ALLAH..selain itu sebagai pemilik kunci sorga…kan terserah “nabi” mau diserahkan kesiapa sorga itu…..

    yuuuukkkk…. buruan mencari “nabi” dizaman ini…..cuma melalui beliau segala ibadah kita tidak akan di hisab di akhirat …….

  5. ya ampuuuun, makasih bin makasih binti makasih makasih banget informasinya!!!! Alhamdulillah, subhanallah, allah huakbar (lama-lama tangan gw kram nulis segini banyak) pokoknya, sekali lagi makasih banyaaaaaakkkkkk!!!!!

  6. SAPIHITAM on said:

    ASS. WR. WB.

    Arlan apa itu ??? Memangnya dapat apa kok tahutahu langsung makasih aja???? Awas kalau tak mau kasih aku juga…!!

  7. Tlg sambil dengarkan lagu “jika surga dan neraka tak pernah ada”

  8. Ruslianto on said:

    “Ala putuih kaji di pangka”

  9. Pembahasan yg sangat menyentuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: