Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

TUHANKU TUHANMU TUHAN KITA

 

Kenapa kita berdoa selalu menengadahkan tangan dan memandang ke atas? Karena kita meyakini Tuhan berada di atas sana, berada di langit yang tinggi dan sulit di jangkau oleh makhluknya. Seluruh agama mempunyai ajaran seperti itu dan hampir semua kita mempunyai persepsi yang sama tentang Tuhan yaitu: Tinggi, Agung, Mulia dan tak terjangkau. Islam menggambarkan sifat-sifat Tuhan dalam 20 sifatnya, Wujud, Qadim dan seterusnya juga menggambarkan nama-Nya lewat Nama-Nama Tuhan yang baik yang kita sebut dengan Asma Al Husna yang berjumlah 99 Nama. Setelah kita menghapal nama-nama-Nya, mengetahui sifat-sifat-Nya, sudahkah kita benar-benar mengenal-Nya? Bisahkah kita mengenal sesuatu tanpa melihat? Mungkinkah Tuhan yang Maha Tinggi itu tidak bisa dilihat? Lalu untuk apa Dia menciptakan kita kalau memang Dia selalu berada pada posisi untouchable?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mungkin bisa di jawab lewat akal dan kita tidak bisa menemukan jawaban dengan sendirinya. Agama (dalam tataran syariat) mengajarkan kita tentang Tuhan tapi tidak secara langsung memberikan kita tuntunan kepada-Nya. Akal akan menemukan kebuntuan bila berhadapan dengan yang namanya Tuhan karena akal memiliki keterbatasan. Akal hanya bisa mengolah informasi yang diterima dari Panca Indera, padahal Tuhan adalah diluar jangkauan panca indera.

Kita sering kali melupakan pertanyaan “Bagaimana cara kita berjumpa dengan Tuhan?” karena kita lebih tertarik memperdebatkan “Apakah Tuhan bisa dilihat?” atau tentang “Bisakah Tuhan dilihat di dunia ini?. Kedua pertanyaan terakhir memberikan gambaran kepada kita tentang seseorang yang bingung dan putus atas belum bisa keluar dari keterbatasannya. Orang yang mempertanyakan tentang kemungkinan melihat Tuhan tidak akan menemukan jawaban apa-apa selain bertambah nafsunya dalam menemukan dalil-dalil yang mengingkari bahwa Tuhan bisa dilihat. Saya pernah mengalami hal serupa, dimana pertanyaan saya sebenarnya bukan untuk menemukan jawaban akan tetapi justru untuk mendukung argumen saya bahwa Tuhan memang tidak bisa dilihat sama sekali.

Hampir sebagian besar penganut agama di dunia ini bisa dengan mudah menemukan Tuhan mereka, Yesus Kristus, Sidharta Gautama, Krisna atau Dalai Lama adalah orang-orang yang di posisikan sebagai Tuhan atau manifestasi Tuhan atau inkarnasi dari Tuhan. Lalu bagaimana dengan Islam?

Islam hanya mengenal Tuhan yang bernama Allah, yang tidak pernah bisa dilihat dan tidak pernah bisa dijangkau. Al Islamamu ya’lu walaa yu’la ‘alayhi, Islam adalah agama tertinggi dan penutup semua agama, begitulah Nabi bersabda dan demikian juga kita semua meyakininya. Lalu apakah makna ketinggian itu berarti Islam juag mempunyai Tuhan yang sangat tinggi sehingga tidak pernah terjangkau dan tersentuh oleh hamba-Nya? Apakah memang pemahaman Tuhan seperti ini yang di inginkan Tuhan atau yang diajarkan Nabi Muhammad kepada ummatnya? Atau ajaran sebenarnya dari Rasulullah tentang Tuhan sangat rahasia sehingga tidak semua orang Islam mengetahuinya. Ajaran Islam tentang Tuhan yang sangat rahasia ini akhirnya tergeser oleh pemahaman syariat semata sebagai arus besar dan kenderaan politik dinasti-dinasti Islam tempo dulu.

Saya lebih cenderung dengan pendapat bahwa Rasul mengajarkan kepada para sahabat-Nya untuk berjumpa dengan Allah bukan hanya menyebut nama dan menghapal sifatnya saja. Ketika bilal diletakkan batu di atas perutnya dan ditanya siapa Tuhannya, dengan penuh percaya diri dia menyebut “Ahad” seakan-akan dia melihat sang Ahad. Saat peristiwa itu terjadi, sayangnya kita tidak berada disana, kita hanya membaca riwayat yang di tulis kemudian, apakah Bilal benar-benar mengucapkan kata “Ahad” atau “Ahmad”? Kalau Bilal mengucapkan nama Ahmad yang tidak lain sama dengan Muhammad berarti Bilal telah mengucapkan nama Tuhan lewat nama kekasih-Nya.

Al Qur’an menceritakan kepada kita ketika tukang sihir Fir’aun berhasil dikalahkan oleh Musa, kemudian mereka sujud kepada Musa dan Harun sambil berkata, “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Tuhan Harun”. Apakah mereka beriman kepada Tuhannya Nabi Musa dan Tuhannya Nabi Harun atau mereka mengakui Musa dan Harun sebagai perwujudan Tuhan sebagaimana juga Fir’aun. Sebutan Tuhan Musa bisa jadi sama dengan sebutan Tuhan Allah atau Tuhan Yesus seperti yang diyakini oleh ummat Kristiani.

Seluruh Agama mempunyai Tuhan yang amat nyata untuk disembah, hanya Islam yang tidak pernah nyata Tuhannya, siapa yang benar dan siapa yang salah?

Kita tidak akan menemukan jawabannya dalam syariat, karena kalau kita memandangnya dari kacamata syariat maka langsung timbul selera kita untuk berdebat menyalahkan tuhan-tuhan agama lain dan menganggap Tuhan kita yang gaib itu yang paling benar. Sebenarnya kalau kita dengan teliti mempelajari agama, Tuhan dengan sangat jelas memberikan kepada kita penjelasan bahwa Tuhan itu amat nyata namun kita belum bisa dengan benar menangkap pelajaran itu.

Kalau anda mempelajari Tasawuf dengan cara ber guru kepada seorang Mursyid dan terus menerus berzikir sampai Tuhan berkenan memperkenalkan diri-Nya, maka anda akan merasakan betapa Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya, betapa agung dan hebatnya Islam dan betapa Mulia dan luar biasanya para Ulama pewaris Nabi yang mampu menyimpan rahasia terbesar dari Agama dan kemudian mampu menyalurkan kepada ummat Islam agar terbebas dari kegelapan.

Tapi sayang seribu kali sayang, tidak semua ummat Islam tertarik dengan Tasawuf bahkan ada sebagian kelompok dengan bangga mencaci maki pengamal Tasawuf/Tarekat dan menganggap sebagai aliran sempalan. Kemudian mereka dengan bangga menyembah Tuhan menurut pikiran mereka. Tidak pernah sedikitpun terpikir dalam hati apakah caranya menyembah Tuhan ini sudah benar. Memang tidak semua pengamal Tasawuf sampai kepada Makrifatullah, berjumpa dengan Allah, paling tidak jalan yang ditempuhnya sudah benar dan minimal dia bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya.

Kalau kita belum sepenuhnya mengenal Tuhan dan dengan nyata melihat-Nya, maka Shalat tidak ubahnya seperti senam ala Arab, bertawaf keliling Kabah hanya meneruskan tradisi zaman zahiliyah semata. Seluruh ibadah kita tanpa sadar semuanya menyekutukan Tuhan. Tidak ada dosa yang paling besar yang tidak terampuni selain dari Syirik (menyekutukan Tuhan). Maksud hati menuduh pengamal Tasawuf berbuat syirik tanpa sadar kita sendiri penuh dengan kemusyrikan.

Saya masih ingat pertanyaan kedua yang ditanyakan ketika ingin menekuni Tarekat adalah, “Apakah anda pernah menuntut ilmu kiri (perdukunan), pernah ke dukun, mengambil jimat-jimat dari dukun?”. Kalau pada saat itu masih ada jimat di badan langsung di suruh lepaskan dan dijelaskan juga bahwa yang Haq dengan yang Bathil tidak akan pernah bertemu. Satu kali kita mendatangi dukun/paranormal maka 40 hari ibadah tidak diterima Tuhan. Itulah dasar Tauhid dalam Tasawuf yang saya pelajari. Kemudian banyak sekarang praktek perdukunan dicampur adukkan dengan ajaran Agama termasuk dengan ilmu Tasawuf agar bisa diterima masyarakat inilah yang merusak ilmu Tasawuf sehingga masyarakat menganggap Tasawuf identik dengan kesaktian dan gaib semata. Jika anda ingin menekuni sebuah Tarekat selidiki terlebih dahulu nama Tarekatnya apakah termasuk kedalam salah satu Tarekat muktabarah dan apakah Mursyidnya mempunyai silsilah (tali keguruan) yang bersambung sampai ke Rasulullah SAW. Dua hal ini sangat penting sekali agar kita tidak terjebak ke jalan yang keliru.

Lalu bagaimana dengan kami yang belum mengenal Allah?

Teruskanlah ibadah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan tidak ada satupun diantara kita yang berhak mengklaim tentang kebenaran. Seringlah bershalat Tahajud bermohon kepada-Nya agar dipertemukan dengan orang yang bisa mengantarkan kepada-Nya. Orang yang belum bertemu dengan Wali Mursyid adalah orang disesatkan Tuhan (maka segeralah menjadi orang yang diberi petunjuk agar rahmat dan karunia-Nya senantiasa mengalir selebat hujan dari langit). Carilah metode yang bisa mengantarkan langsung kepada-Nya, bersungguh-sungguh dijalan itu. Pastilah mendapat kemenangan dunia dan akhirat!

Tulisan ini semoga dapat menjadi obat dan membangunkan kita dari ketidaksadaran untuk segera dengan sungguh-sungguh mencari dan keluar dari keterbatasan.

Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim membukakan hijab siapapun yang membaca tulisan ini.

Amin Ya Rabbal Alamin…

Single Post Navigation

133 thoughts on “TUHANKU TUHANMU TUHAN KITA

  1. @sayang heulang:
    tengkyu…dah bagi2 ilmunya…walaupun saya masih bingung dengan istilah2 “bahasa tinggi” kaya gitu… maklum bang seperti yang saya katakan berkali2..saya ini cuman nyantol2 aja di guru mursyid jadi suruhan…kesana kemari…tapi itu bukan salah MURSYID saya koq…tapi memang sebatas itulah bentuk ibadah yang cocok buat saya…..

    mengenai mursyid pulang kealam jin bisa saja akang…. dialam jin kan ada WALI JIN….. nah kalo Mursyid kita ternyata PALSU dan belajar ilmu dari WALI JIN..maka tempat kembali guru kita ke alam jin itu. makanya perlunya seorang guru yang jelas garis bergurunya.

    kang angon:
    ya siip lah kang…. metode dan tata cara itu milik kita masing2…sampe kiamat pun kita cerita dan ngebahas jalan yang kita tempuh tidak akan pernah ketemu karena maqam dan fasilitas yang kita miliki berbeda……….
    dan memang tujuan iseng adalah tuk sharing saja koq siapa tau ada yang tertarik menjadi pembantu seperti iseng ..hehehe kan enak dalam satu rumah ada 2 pembantu…kerja iseng bisa jadi lebih ringan lagi. hihihi

    jikalau boleh saya simpulkan :

    akang2..belajar ilmu amalan dan ibadah dari guru tuk bekal ….agar bisa mengajar orang lain…bisa mati dengan mudah, .agar akang2 bisa bermakrifat…., agar akang2 bisa menyelamatkan diri akang di dunia dan akherat……

    sedangkan saya cuman belajar menjadi pembantu yang baik dan patuh seperti anjing peliharaan dari seorang HAMBA ….mengharap perkenan dan ridhonya sehingga apabila dia berkenan maka dibawanya iseng ini tuk jadi pembantuNYA disana dan mengenai segala kebutuhan tuk kesana adalah kewajiban dia tuk ngurus selama iseng masih berpegang teguh padanya.
    sebagai anjing peliharaan saya bersyukur dengan jalan yang saya dapatkan dari Mursyid saya..karena saya tidak perlu terlalu repot memikirkan diri……. takut neraka dan surga…takut mati, karena semuanya dijamin asalkan tetap berpegang teguh dan berusaha dengan segenap kuasa tuk berbakti aja…

    inilah yang menyebabkan kita bertbeda ilmu dan maqam…

    tapi yang patut kita syukuri adalah bahwa kita2 masih berpegang teguh tuk mencari jalanNYA…sebagai rahmatan lil alamin

    salam sayang
    salam dalam kehinaan

  2. sayang heulang on said:

    salam kehormatan rohmattan lilalamin.saudaraku….

    buat kang aries salam kenal juga,mangga nun diantos ka rorompok reot pribados di endut.yus@gmail.com,apan kedah kitu nun hirup mah apan panggung sandiwara kata bang iyek mah,masing2 gaduh peran,he…he… tiasaan euy. nu cul dogdog tinggal igel mah ,joget bari teu nyawer…nun….he….

    buat bos kopi cina
    salam kenal juga, emang engak usah repot bos,wewenang kita mau mengenal atau tidak buat alloh mah enggak ada ruginya,mo dikenal mau tidak karena mempunyai sipat jaiz/istigna/sifat engak butuh justru kita yang kena sifat butuh/iftiqor.makanya kita harus menggambar asal,mengajar rasa,menjajah jasad sendiri.
    mohon jangan marah ,itu hak masing2 dilindungi konvensi jenewa …kajauhan ..euy.

    buat bos iseng

    mari kita berjuang mencapai tiik bariul baroyah dengan cara masing2 selamat berjuang saudaraku doaku doamu menyertai kita semua. jangan takut mati karena pasti ,yang kita takutkan matinya akal ,tuk menerima kebenaran,matinya rasa tuk menyembah ,matinya hukum yang jadi tuntunan, mati kapanpun jadi,kita di kasih hidup berarti kita ketitipan hayat,bangun,bergerak kesana kemari itu mah patilasan hidup ,jadi yang di sebut hidup itu mana? yang di sebut hidup itu INGAT/ELING sama diri,…heee,klo yang masuk alam jin mah mursid su’u bos .sekali lagi mari kita berjuang mudah2an kita bertemu didunia lan aherate amin

  3. @sayang heulang

    Sayang heulang mah sanes dipameungpeuk Garut? artinya akang asalnya dari Garut?

  4. sayang heulang on said:

    saya dari tatar sukapura alias tasikmalaya ,pun buyut teh dalam sawidak arya wiradadaha 3 , saur sepuh mah ,ah duka da teu rumaos nga menak pribados mah, kang aris ti mana kawit pangancikan asal gumelar brag kadunia teh?

  5. kangBoed on said:

    hihihihi… Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang… waaaah saya jadi malu sama mas ISENG ternyata makin hebat saja… tapi sekali kali boleh dunk mas iseng tanyakan ke wali Mursyidnya… apakah baik dan benar lan pener… berkata… seperti pernyataan mas ISENG… (((… adakah saudara2 kita2 di blog ini yang merasa Bertuhan KE ALLAH?? …ampunnnnnn jauh panggang dari api….)))… maaf… saya kutif kembali untuk bahan renungan anda…
    Agama adalah petunjuk untuk menata diri… memperbaiki diri… bukan untuk menunjuk kesana kemari… dan sudah merasa paling bener… paling suci… semua tidak bertuhan kecuali aku… hati hati… karena dinding ini sangat halus dan tebalnya melebihi tembok china… “ojo dumeh… ojo gumunan”. tidaklah baik mas.. seorang guru ataupun wali mursyda… hanya menunjukkan jalan dan pos pos yang harus dilalui… selanjutnya terserah sampeyan mau diam saja atau mulai melangkah… bukan koar koar menyombongkan diri.. mudah mudahan ini pelajaran berharga bagi kita semua.. kebenaran dan pemahaman itu bukan untuk diributkan… tetapi untuk diyakini dan dijalankan… temukan TASTEnya… TASTEnya… mudah mudahan mas Iseng berkenan dan memaafkan saya yang bodoh dan tolol ini…
    Buat Mas Heulang salam damai dalam cinta kasih.. mudah mudahan suatu waktu kita bisa bertemu… 313… jadi ingat saudaraku mas PJ 313… Rahasia penciptaan.. dalam 313… titik fitrah diri dalam ..o…. sebagai langkah awal dan modal dasar kita melangkah dan membuka pintu ketuhanan.. maafkan saya yang bodoh ini mudah mudah mas Heulang berkenan….
    terima kasih buat semuanya… mari kita pertegas di bumi pertiwi ini SPIRIT ISLAM sebagai RAHMATAN LIL ALLAAAAAMIN…
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim

  6. @KAng boed::

    wadouh….masih inget aja ya kang….???? nafsu banget ya bang gara2 komentar saya sampe kang boed ga bisa tidur memikirkan teyus meneyus…….hihihihihi…………………..

    maafkan sekali lagi kalo ungkapan saya dalam bentuk tulisan mengambarkan keegoisan…..kemarahan, menghakimi, padahal maksud saya bukan seperti itu…

    sejujurnya yang dibahaskan masalah jumpa dan kenal dengan ALLAH… jadi seharusnya kalimat terakhir yg saya maksud adalah : “adakah saudara2 kita2 di blog ini yang merasa berjumpa dan kenal dengan ALLAH?? …ampunnnnnn jauh panggang dari api…………..

    seharusnya kalimatnya seperti itu bang…jadinya kan nyambung dengan pembahasan diatas….

    sebenarnya waktu udah terkirim saya sendiri kaget ketika membaca kalimat terakhir itu koq frontal abissss….. ada niat tuk meralat..tapi kemudian muncul keinginan tuk iseng-isengan dikit.sambil ketawa-ketiwi..memikirkan saudaraku yang mana nanti yang akan kebakaran jenggot akibat kalimat terakhir itu……ternyata kailnya nyangkut di kangboed……hehehehe…….

    skali lagi mohon maaf ya kang boed… semoga penjelasan ini berkenan sehingga kangboed bisa tidur nyenyak lagi…

    salam makin sayang,

    .==============================================

  7. kang sayang heulang :
    setuju tuk sama2 berjalan mewujudkan rahmatan lil alamin.

    sekedar sharing dan iseng2 tuk saling mengenal metode diantara kita dengan menghindari sikap saling mencari pembenaran saya jadi ngikut2..kangboed main kutip komentar kang sayang…sebagai berikut :

    .”….,yang kita takutkan matinya akal ,tuk menerima kebenaran,matinya rasa tuk menyembah ,matinya hukum yang jadi tuntunan, ,yang kita takutkan matinya akal ,tuk menerima kebenaran,matinya rasa tuk menyembah ,matinya hukum yang jadi tuntunan, ………”

    saya mempunyai argumen yang berbeda mengenai komentar diatas…karena menurut yang saya tau Akal dan rasa adalah kendaraan dari nafsu diri kita sehingga .
    KEBENARAN dari AKAL DAN RASA SANGAT RENTAN DENGAN CAMPUR TANGAN NAFSU.

    bukti alqur’an mengisyaratkan dalam surah al kahf mengenai kisah berguru Nabi musa kepada nabi khidir. dimana nabi musa yang memiliki metode bertuhan menggunakan akal dan rasa (nabi syariat) kebingungan dan tidak mampu mengikuti pola bertuhan nabi khidir.(nabi hakikat) .kisah alqur’an ini menggambarkan sifat relatif dari pola bertuhan sesuai akal dan rasa….

    duh …pola bertuhan nabi khidir dalam kisah al kahf jelas lebih baik dari pola bertuhan nabi musa tapi ..jadi pusing juga mikirin polanya nabi khidir….”:dasar otakku udah payah.:”… mohon pencerahan tuk masalah ini ….

    salam makin sayang
    salam dalam damai

  8. sayang heulang on said:

    bos iseng sayang,….

    untuk yang namanya akal itu sangat perlu,difiqh sebagai salah satu sarat sah islam,kedua balig berarti mempunyai pertimbangan ,ada keterangan agama itu akal, di quran di jelaskan berkali2 li ulil albab/untuk orang yang berfikir.saya kasih gambaran dari imam ghozali ,sama syeh abdul qodir jaelani ” TUBUH INI ADALAH SATU WILAYAH NEGARA,DIMANA QOLBU BERPUNGSI SEBAGAI ” THE KING” TERBELAH DUA SEBELAH KIRI BAITUL MUHARROM tempat mengajak berbuat MUSRIK ujug ria Takabur (tempat bersemayam 4 nafs rendah,bos iseng lebih tahu,amarah terbagi berapa,lawamah terbagi berapa beliau sudah tahu orang thorekat ,klo memang asal dari syeh abdul qodir,) sebelah KANAN namanya BAITULLOH tempat mengajak berbuat baik (tempat bersemayamnya 3 nafs mutmainah….kamilah BOS ISENG lebih tahu terbagi berapa lagi masing2 nafs tadi terbagi,klo memang dari syeh abdil qodir) AKAL PIKIRAN /baitul makmurberpungsi sebagai PERDANA MENTERI .NAFSU berpungsi sebagai TENTARA jadi klo RAJANYA sebelah kiri yang berperan maka akalnya akal bulus penuh tipu muslihat nafsunya nafs amarah .maka ancurlah wilayah negara tersebut,klo rajanya yang berperan sebelah kanan nafsnya mutmainah maka perdana menterinya memerintah dengan adil ,maka tentramlah wilayah satu negara tersebut,saei situlah kita bisa memanage yang namanya nafsu, dari sini akhirnya di ambil untuk tata cara berdzikir, kaa syeh abdul qodir ” klo mau segala sesuatu tujuannya ROBBIKAL MUNTAHA hati yang kayak kembang ECENG ,pada posisi kita sekarang kuncup dari kembamg tersebut ke bawah sekarang si balik ke atas sacssupkah bos iseng,jadi anda rupanya belum bisa memanage akal sama nafs anda pantes salah ketik terus……sorry bos jangan tersinggung ….bercanda

    tabe

    heulang mapakkeun jangjangna ku abdal jabbar jeng abdul jabbar

  9. budak angon on said:

    jadi klo ambil cerita nabi nuh sama nabi musa sama dengan kita waktu belajar syare’at mo ke thorekat .akal kita masih cetek sesudah tahu thorekat mencerca akal sendiri ,rasa sendiri .padahal dulu juga sama2 butek ya,itu kan gambaran diri kita bukan nabi musa dan nabi hidir ,bedanya nabi mesa tidak pernah mencerca akal sendiri,bener kata kang sayang .klo sudah tahu nafs yang 7 dengan bagain2nya maka akan tahu dia martabat yang 7 bukan begitu bos?

    budak angon

  10. @kang sayang & budak angon…yang selalu kompak..:

    hehehe… asyik dan bersyukurlah saya dipertemukan dengan akang berdua walaupun cuman di dunia maya……karena selalu ada masukan tuk menjelaskan kekhilafan saya dalam mengartikan sesuatu melalui tulisan.

    untuk itu perkenankan saya memberikan argumen MENGENAI TULISAN SAYA YANG MENDAPATKAN CAP ….”SALAH” DAN MENGHINA AKAL ” dari akang2 dengan lebih terperinci lagi agar jelas bahwa maksud komentar saya bukan untuk menghina akal dan rasa tetapi hanyalah menyampaikan bahwa metode beriman itu bukan hanya melalui akal dan rasa seperti pernyataan akang heuyang pada komentar yang lalu tetapi ada juga manusia dikatakan diakui keimanannya karena bertuhan dengan metode diluar akal dan rasa. sesuai naskah kitab alqur’anul karim. suratul kahf ayat 65 -82…

    Suratul kahf ayat 65-82

    . فَوَجَدَا عَبْداً مِّنْ عِبَادِنَآ آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِن لَّدُنَّا عِلْماً
    “Lalu mereka berdua bertemu dengan seoranghamba diantara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari Sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari Sisi Kami” [65]

    قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْداً
    “Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk” [66]

    renungan :ayat 65 – 66
    pujian ALLAH kepada khidir menimbulkan keingintahuan musa mengenal sosok khidir AS
    untuk mengetahui ilmu , atau amalan ibadah nabi khidir

    وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْراً
    “Dia menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku” [67]

    وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْراً
    “Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” [68]

    renungan:
    inilah bukti ketajaman hati dan ilmu nabi khidir dimana beliau mampu membaca keadaan diri nabi musa…..selain itu jelas ada perbedaan metode bertuhan antara musa dan khidir sesuai pernyataan khiidr AS diatas.

    قَالَ سَتَجِدُنِيۤ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِراً وَلاَ أَعْصِي لَكَ أمْراً
    “Dia (Musa) berkata, “Insya’ Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun.” [69]

    renungan ayat 69 :
    inilah bukti bahwa ilmu/metode nabi musa yang duduk pada akal dan rasa masih memiliki kelemahan yang menyebabkan manusia yang berpegasng pada akal dan rasanya akan selalu merasa bisa, merasa cukup walaupun hakikatnya belum mampu tuk mengenal dirinya sendiri. (jangan lagi ditafsirkan sebagai penghinaan kepada nabi musa…karena yang saya maksudkan dan fokus adalah kepada metodenya bukan nabinya.karena urusan nabiullah adalah urusan allah saya tidak berani menilai karena saya masih jauh dari kemulyaan seorang nabi. )

    قَالَ فَإِنِ ٱتَّبَعْتَنِي فَلاَ تَسْأَلْني عَن شَيءٍ حَتَّىٰ أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْراً
    “Dia berkata, “Jika engkau mengikuti, maka jangan engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya kepadamu.” [70]

    فَٱنْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَا قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئاً إِمْراً
    “Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?” Sungguh engkau telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar” [71]

    قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْراً
    “Dia berkata, “Bukankah sudah kukatakan, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?” [72]

    قَالَ لاَ تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلاَ تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْراً
    “Dia (Musa) berkata, “Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku” [73]

    فَٱنْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلاَماً فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْساً زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْئاً نُّكْراً
    “Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.” [74]

    :renungan : ayat 74
    akal dan rasa selalu protes…emosi marah..malah mengkafirkan orang lain……….khidir AS yang diakui ALLAH keimanan dikatakan munkar oleh musa AS

    قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْراً
    “Dia berkata, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku?” [75]

    قَالَ إِن سَأَلْتُكَ عَن شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلاَ تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِن لَّدُنِّي عُذْراً
    “Dia (Musa) berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku untuk menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku” [76]

    فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَآ أَتَيَآ أَهْلَ قَرْيَةٍ ٱسْتَطْعَمَآ أَهْلَهَا فَأَبَوْاْ أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَاراً يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْراً
    “Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.” [77]

    renungan ayat 70-77
    inilah tanda bahwa metode beriman nabi musa yang hanyalah sebatas akal dan rasa, yang duiluar akal dan rasanya dianggapnya salah. padahal dia lupa dikarenakan ilmunya yang belum mumpuni. (Sesuai perkataan khidir AS..bukan perkatan iseng …)

    قَالَ هَـٰذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْراً
    “Dia berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.”” [78]

    أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي ٱلْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْباً
    “Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.” [79]

    وَأَمَّا ٱلْغُلاَمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَآ أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَاناً وَكُفْراً
    “Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orangnya kepada kesesatan dan kekafiran” [80]

    فَأَرَدْنَآ أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْراً مِّنْهُ زَكَـاةً وَأَقْرَبَ رُحْماً
    “Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya)” [81]

    وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلاَمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحاً فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِـع عَّلَيْهِ صَبْراً
    “Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang dibawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampau dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya” [82]

    renungan ayat 77-82
    Jelaslah bahwa maqam ilmu sebatas AKAL dan RASA sifatnya relatif artinya tidak mampu membaca hakikat dari kebenaran suatu perbuatan.

    Kesimpulan:
    ilmu nabi khidir yang tidak sesuai teori, tidak sesuai oleh hukum, terkadang dianggap sesat padahal ilmu kitalah yang belum sampai kesana.

    semoga bisa diterima dengan segala kekurangan.

  11. @sayang heulang

    Nuhun atuh tos ditepangkeun, abdi mah kawit ti bandung, linggih di pengkeran psr induk caringin.

    Abdi mah tertarik kana penjelasan ti akang sayang heulang (disingkat sh), budak angon, iseng, kang boed dll. ah, ku bhs Indonesia wae supados nusanes ngartoseun.

    Terlebih dahulu sy mau kasih komentar buat tulisan abang Sufi Muda, sbb:
    Klo menurut sy mah kita beragama Islam adlh suatu kepastian dlm Al Qur’an bahwa agama yg diridhoi disisi Allah SWT adlh Islam. Dan Islam adlh agama pembenar agama yg lainnya dari mulai Nabi Adam as s/d Nabi Muhammad saw. Berarti Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhan kita adlh Allah SWT. Namun sbg umat Islam kita menyaksikan fakta yg ada bhw umat ini kenapa selalu berselisih dan berdebat saja antara satu sama lain? pdhl semua juga mengaku beragama Islam. Yah, seprti yg akang dan abang sekalian tsb diatas.

    Tolong dong penjelasan dari teman-teman sekalian kenapa?

    Salam

  12. @ kang aris:
    mat kenal ama bang aris……….

    kalo dikatakan umat islam suka debat dan berselisih saya menyangkal pernyataan kang aris. bukan umat islam yang berdebat dan berselisih tapi yang islam-islaman-lah yang suka debat dan berselisih seperti saya ini…hehehe ..( jadi malu…..)

    pemahaman sesuai naskah alqur’an bahwa islam itu adalah agama Rasulullah . (muhammad bin abdullah dan para WALIYA MURSIDA Pewaris ilmu HAQ). sebagaimana sabdanya: “telah KUsempurnakan nikmatKU kepadamu dan kuridhoi islam sebagai agamamu(muhammad)” …….bukan tertulis agama umatmu………. ( coba kang aris cari dalam naskah alqur’an dan hadits adakah pernah terucap atau tertulis dari rasulullah kalimat atau ucapan umat islam??…setahu saya ada banyak ucapan buat umat muhammad…muslim, mukmin, dsb..tapi tdak pernah dikatakan umat islam……)

    kita2 ini hanyalah umat dari RASULULLAH …bukankah waktu rasululah mau berlindung yang dia sebutkan hanyalah umatku…umatku…… bukannya seharusnya dikatakan umat islam..umat islam….. jikalau memang mengakui kita2 ini sebagai panganut ajarannya??????

    ini sekedar pemahaman … lebih kurangnya saya mohon pencerahan juga dari saudara2ku…….

    salam kenal
    salam sayang

  13. sayang heulang on said:

    terima kasih kang aris ,hapunteun anu kasuhun hampura anu diseja bukan saya mau bikin pusing kang aris.tiada niatan saya ke arah sana,saya sama mas iseng ini lagi menyamakan frekwensi,kami berdua tidak memakai emosi karena itu berbahaya,saya jamin itu. mangga bilih bade ngobrol mah ka hp saya di 0817409129.diantos nun.

    bua mas iseng

    saya paham dan mengerti maksud mas iseng ,yang jelas ada satu hadist yang artinya AKAL ADALAH CAHAYA HATI UNTUK MEMISAHKAN MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH” tapi masih ada tapinya mas…. meskipun kita memakai akal paham haruslah jelas dan bukti kebenarannya,sama dengan kisah nabi musa dan nabi khidir yang anda ambil dari nash alquran,saya tidak perlu menjelaskan lagi .tinggal mas iseng kaji lagi

    salam sejahtera rohmattan lilalamin

  14. budak angon on said:

    koreksi bos,

    bukan mau berlindung ,sewaktu beliau mau meninggal………. ya …umati…ya umati….ya umati….

    tabe pun ingsun

    besak angon

  15. @iseng

    Makasih bang iseng penjelasannya, sy kira umat Islam kan dlm bhs Indonesia.

    klo para WALIYA MURSIDA Pewaris ilmu HAQ itu siapa ya?

    @sayang heulang

    yah tdk apa, tadinya sy ingin penjelasan menurut kang sh, masa tdk punya argumen?

    Salam damai

  16. budak angon on said:

    kang aris yang ku pribados dipihormat….

    kang di dalam islam itu ada 4 tingkatan ada syare’at ada thorekat,( terbagi beberapa aliran,salah satunya naqsabandiah,klo dikampung saya juga ada di godebak panjalu abah anom,saya pernah belajar juga disana) hakekat.ada marifat,orang yang belajar dari bawah ke atas namanya salik .orang yang belajar dari atas ke bawah namanya majdud,didalam perjalanan yang dari bawah keatas atau sebaliknya suatu hari akan bertemu entah di tingkat thorekat,atau hakekat,maka akan terjadi persamaan frekwensi,pami ceuk sunda mah ” bukur nu dipibingung pahili ku barang hiji” saleresna mah kang ari hirup mah karohanian ,karohanian pami teu aya tuntunan bisa bahaya,ari yang di maksud pewaris ilmu hak bisa siapa saja .tanpa mandang silsilah karena itu haqnya alloh swt. tentunya parameternya ada ,yaitu sidik,amanah,fathonah,tablig. klo saya jauh panggang dari api ampun paralun, teu ngagaduh gaduh, ngurus diri sama rumah tangga aja belum bener ,apalagi ngaku2 saya beragama ,masih jauh panggang dari api,saya ini orang musrik yang berusaha mengurangi kemusrikan saya sedikit demi sedikit,kan ada 7 maqom dalam islam ,islam,iman,soleh,ihsan,sahadah,sidikkiyah, makomat
    kurbah
    ,

    cag heula

    tabe pun ingsun

    heulang mapakkeun jangjangna ku abdal jabbar sareng abdul jabbar

  17. @budak angon

    Hatur nuhun pisan kana penjelasanana, abdi basa sundana awon tos we ku bhs Indonesia.

    Sy jadi mengerti 4 tingkatan dlm tasawuf yaitu syare’at, thareqot, hakekat dan ma’rifat sprti yg anda katakan. dan kata anda hidup adlh rukhani berarti = bathin = ghaib, lalu dari sisi manakah yg lahirnya. Bukannya Islam mengatur lahir bathin & dunia akhirat. Dan sesungguhnya siapa saja yg hrs ditaati didua alam tsb?

    Anda juga mengatakan musyrik, maksudnya apa? dan klo anda mau baik hati, tolong dijelaskan 7 maqom itu? sy ingin sekali tahu penjelasannya utk menmbah wawasan, seblmnya sy ucapkan trmakasih.

    Salam

  18. @budak angon

    ku abdal jabbar sareng abdul jabbar, artinya apa? asa ku araraneh istilahna.

  19. heulang on said:

    ari abdal jabbar hartosna nu diabdi nu perkasa saha,ari abdul jabbar mah hartosna hamba nu perkasa nun ,makana garuda bisa hiber meberkeun jangjangna

  20. @heulang

    Kamana sayangna? o kitu janten garuda bisa hiber meberkeun jangjangna, geus meber nilep deui terus ragrag ka jurang…hehehe (heureuy)

    @budak angon

    Kamana nya budak teh? ditaros teh ngadon ngangon wae.
    klo para WALIYA MURSIDA Pewaris ilmu HAQ bisa siapa saja, bisa bingung dong umat Islam, kpd siapa hrs taat?

    ma’af yah, banyak pisan pertanyaan sy, ceuk babasan sunda mah mening bodo alewoh daripada pinter kuminter, leres teu kang?

  21. Setau saya pulau “sunda’ ga ada…
    he..he…. punten akang ….biar yg lain paham…bhs nasional wae…

    clue
    ‘tak kenal aku ta sayang’
    ‘kelamaan kenal aku mapag baluweng’

  22. heulang on said:

    ha…ha… bisa ..maaf bos maklum kuli klo engak ……. waktu cape deh..,perttanyaan itu bagus sekali ,saya akan jawab tapi tidak disini di email saya atau ke hp saya ,ini untuk saling menghormati saudara2 yang lain .karena terlalu panjang untuk saya jelaskan,mangga atuh diantos nun..,atanapi email kang aris di mana?hayu urang nepi kajucungna

  23. @heulang

    Klo menurut sy mah mening disini, biar bisa tukar fikiran dgn teman yg lainnya.

  24. @BerkatTrinitas,

    Pulau sunda memang tdk ada, yg ada selat sunda. tapi pulau jawa termasuk kepulauan sunda besar, tul kan?

  25. @sayang heulang:

    AKAL ADALAH CAHAYA HATI UNTUK MEMISAHKAN MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH”

    jikalau akal telah menjadi cahaya hati maka berarti akal telah tunduk pada hati. kalau akal telah tunduk pada hati maka yang berasal dari akal adalah merupakan pertimbangan hati ..bukan pertimbangan akal lagi namanya

    jadi kebenaran pernyataan akal adalah cahaya hati setelah akal dan rasa itu tunduk dan patuh pada hati , kalo dia belum tunduk maka pernyataan diatas jadinya gak laku.

    yang jadi masalah jika ISI HATI adalah DIRI KITA maka ndak mungkinlah akal dan rasa akan tunduk karena sama2 berasal dari dalam diri kita………………………………..

    jika dalam satu kelas ada 3 murid yang namanya akal, rasa, ego, mana mau murid yang satu tunduk sama murid yang lain???wong sama2 murid kelas koq….paling bijak ya para murid yang namanya akal, rasa, ego akan kerjasama tuk saling membantu ….menciptakan berbagai macam bentuk2 dan merekayasa berbagai macam hal tuk membenarkan tindakan mereka..inilah yang terjadi pada kelas yang tidak memliki guru pembimbing.

    makanya kita butuh diri lain untuk menundukan akal dan rasa kita … itulah pentingnya mencari guru/Waliyamursida/sebagai khalifah ALLAH/pengganti ALLAH diatas bumi. karena HANYA DIA YANG MEMILIKI POTENSI (tidak dimiliki mahluk lain manapun) tuk menundukan akal dan rasa pada diri kita.

    tidak ada cara lain, ribuan kali kau zikir, sujud, sholat kunjungi maqam ..tampa adanya guru pembimbing yang memiliki NUR AL HAQ/WALIYAMURSIDA adalah bisa jadi merupakan rekayasa akal, rasa, dan ego(nafsu)….mu semata.

    karena akal adalah ciptaan ..rasa ini adalah ciptaan, egomu adalah ciptaan, ilmu yang bermacam2 adalah rekayasa hasil ciptaan akal, rasa dan egomu….. walaupun semua itu atas izin ALLAH SWT.(izin dan jaminan kan berbeda?)….. bagaimana mungkin ciptaan akan mengantarkan kita kepada sang pencipta,???

    segala yang berasal dari ciptaan akan ditimbang dulu..(hizab) yang lolos timbangan yang berasal dari sang pencipta. (apabila ada setitik iman/nur yang berasal dari ALLAH/kekasihnya)

    tidak ada cara lain……

    agar tewujud kebenaran kalimat AKAL ADALAH CAHAYA HATI UNTUK MEMISAHKAN MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH” maka haruslah akal/rasa/ego diajar dan menemukan TUHANNYA/KEKASIHNYA……yang berasal dari luar diri…

    carilah …carilah saudaraku wasilah itu…….walaupun harus merangkak dipadang pasir yang gersang” (sunnah dan pesan rasul)

    ===============================================
    @buak angon: :
    siiippp… makasih bang tambahannya ..duh..masih sering salah nulis ya…untung ada bang angon…mengenai meninggal kalo saya lebih sreg bilang berlindung aja…maksud dan arti sama mas..beda tulisan.

    salam makin sayang
    salam sesama ciptaan..

  26. heulang on said:

    ada satu hadist yang artinya AKAL ADALAH CAHAYA HATI UNTUK MEMISAHKAN MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH” tapi masih ada tapinya mas…. meskipun kita “memakai akal paham haruslah jelas bukti kebenarannya” (copy paste)klo engak bukti kebenarannya saya setuju ,kita abaikan dulu keterangan ini ,buat nanti klo perlu. yang saya bahas adalah
    renungan ayat 70-77
    inilah tanda bahwa metode beriman nabi musa yang hanyalah sebatas akal dan rasa, yang duiluar akal dan rasanya dianggapnya salah. padahal dia lupa dikarenakan ilmunya yang belum mumpuni. (Sesuai perkataan khidir AS..bukan perkatan iseng ),dia belum mumpuni memang ya dikarenakan dia masih dalam pencarian/perjalanan makanya dia memakai keterangan di atas,klo nabi khidir udah tahu bukti kebenarannya eta nu dimaksad pribados bos.

    salam sayang saudaraku

  27. @ aris

    Makasih bang iseng penjelasannya, sy kira umat Islam kan dlm bhs Indonesia.

    (jawab):
    perkenankan saya menanggapi lagi komentar bang aris diatas. maksud saya agar jelas perbedaan antara islam yang diakui oleh ALLAH dan ISLAM yang diakui oleh MUHAMMAD…… karena anggapan salah kita selama ini bahwa umat muhammmad adalah umat islam padahal umat muhammad ada 2 kategori :

    1.umat Islam yang diakui keislamannya oleh ALLAH yang merupakan pemegang wasilah/khalifah diatas bumi yang ada di setiap zaman. apabila yang satunya berlindung maka akan ada satu lagi yang menggantikan sampai ke akhir zaman. pada mereka ini berlaku ” tidak ada mudharat orang yang berserta Allah”, “apabila masih ada satu orang mengucapkan laillaha illallahu maka dunia tidak akan kiamat”….” ya muhammad apabila engkau mencintai maka akupun mencintai, apabila engkau mengampuni maka akupun mengampuni..” inilah sebagian wasilah yang mereka emban di dunia.

    2.umat islam yang diakui keislamannya oleh pembawa wasilah/Khalifah diatas bumi karena kepasrahan, kesabaran, pengorbanan dan keteguhan dalam membantu dan berjuang menjalankan misi para pembawa wasilah/khalifah diatas bumi.” yang laku bagi islam dikategori kedua ini adalah beserta bersama orang yang sudah beserta dengan ALLAH” , mengharap ridho dan ampunannya agar supaya diridhoi Allah, mengharap ampunannya supaya diampuni ALLAH”….

    nah ….untuk menjadi umat islam bagi kita2 ini hanyalah bisa kita raih melaui point 2 diatas. untuk meraih point 2 diatas haruslah menemukan dulu pembawa wasilah itu..sebagaimana pesan rasulullah/sunnahnya ” carilah wasilah itu walaupun harus merangkak dipadang pasir yang gersang.”

    jadi jelaslah bagi kita2 yang bukan pembawa wasilah tuk menjadi umat islam harus menemukan dan berbakti kepada pembawa wasilah itu. …… tidak ada jalan lain.

    nb:

    kebanyakan kita2 tidak bisa menerima kondisi bertuhan dengan model 2 diatas dikarenakan masih terhijab oleh diri kita (akal, rasa, ego). karena merasa mampu ke tuhan sendiri, merasa mampu beribadah sendiri ,….yah…. hijab dari akal, rasa dan ego adalah maksud perkataan nabi sebagai perang ” BESAR” dalam diri kita.

    hijab akal rasa dan ego pulalah yang menyebabkan kita masih berselisih berdebat ….tidak ada satu komando….karena tidak ada lagi yang ingin mencari wasilah….semuanya berlomba2 untuk dirinya dan menggunakan dirinya tuk meraih ALLAH……..padahal ALLAH sudah memberikan kita perantara/wasilah/tuk menuju kepadanNYA….tetapi akal, rasa dan ego kita tidak mau tunduk pada sesama. …sebagaimana iblis tidak mau sujud kepada adam sebagai sesama ciptaan….

    semoga berkenan dan mohon maaf dan pencerahan pula jika ada kata yang salah dan perlu diperbaiki…

    salam sayang,
    salam dalam niat tuk mencari dan menjadi umat muhammad.

    =============================================

  28. budak angon on said:

    salam kangen sama kritikannya…..

    tuh kan salah ngetik lagi, mas iseng bermain logika /akal paham menunjukan hati mas iseng lagi iseng kan tanpa bisa membuktikan kebenaran akal/pahamnya sendiri,sesama bajaj dilarang marah…., santai .dikit bos perjalanan masih jauh.dan ternyata mas iseng kurang waspada batinnya saya bukan seperti mas iseng sangka tukang ke kuburan ,engak punya guru,salllah besar,klo orang sudah ketemu allohnya engak akan kasar begitu ,klo boleh saya memilah masalah mas iseng ini seakan akan yang lain itu engak ada ,saya yang paling benar.,guru anda yang paling benar.kasian sama yang lain …..sesama bajaj dilarang marah….he..he….

    tabe pun ingsun

  29. heulang on said:

    melamun di sekupang ,sambil minum teh obeng berdua kang angon sambil duduk cantik,inget ka lembur .sambil ngahariring……..

    Tungtungna ngarahun balung,
    Guru bukur malar bukti,
    Rek nyaba jeung Allah saha,
    Kacapangan ya Illahi,
    He Allah Gusti kaula,
    Di nu negrak di nu suni.

    Kaduhung ngajugjug jauh,
    Puguh nguntit-nguntit aing,
    Baluas da kurang awas
    Ati lali ka ma’ani
    Gumelar ma’nawiahna
    nuding ka nu lain-lain.

    Mupunjung ka uwung-uwung
    Migusti ka kutumbiri
    Mangeran ka wang-awang
    Lain duei lain deui
    Nu aya disaha-saha
    Aling-aling roch idofi
    Pikukuh ku ilallahu
    Nu murba wisesa diri
    Kelangan hajat sorangan
    Pangatikna ti leuleutik
    Balangah salah tarima
    Pahili nu dipieling

    Babasan Allah Nu Agung
    Waspada lahir jeung batin
    Marukan lain nyaeta
    lahirna dituding ati
    Batinna di torah rasa
    Moal salahir sa batin

    Nu matak diugung-ugung
    kupanarimaning ati
    Nu datang disaha-saha
    Nu undur dileungit-leungit
    Kokoceakan neangan
    Matangankeun nu ngabukti

    Mituhu lain ka baku
    Rapih bari jeung pahili
    Uyuhan bet dipirosea
    Mere deui mere deui
    Tapi da jariannana
    Nu lali purah sukingki

    Kasarung turut lulurung
    Balik deui balik deui
    Sabab dina sisimpangan
    Cerik deui Cerik Deui
    Midangdam neangan Allah
    Lain deui lain deui

    Beh di kaler beh di kidul
    Saha deui saha deui
    Na mana majar ma’ani
    Aing deui aing deui
    Ngambang di sagara mangmang
    Manggih lain manggih lain

    Tah kitu yataroddadun,
    da bongan firoebihim
    Katambias parahuna
    Kerok miriwinci hiji
    Ngumbara sosoranganan
    Da puguh pahatulalis.

    Ngahiung miindung-indung,
    Bapa mana ieu kuring,
    Teu daraekeun nembalan,
    Da geus marulih kajati,
    Ngoceak umallah-Allah,
    Repeh deui-repeh deui

    Disusul ka gunung suwung,
    Ditungtik ka cai leungit,
    Aing neangan jeung saha,
    Aing deui aing deui,
    Nĕlahkeun ngaran kamana,
    Nafsiahing anu aing.

    Kalingkung ku bising kitu,
    Loba nu nuding ka aing,
    Kabuktian mulya hina,
    Da kapalingan ti peuting,
    Da kasajaban ti beurang,
    Aing dipaling ku aing.

    Bukurna nu dipibingung,
    Pahili ku barang hiji,
    Nyawa kaleungitan rasa,
    Lawas kalindih panglandi,
    Marukan lain manehna,
    Ĕnya ge dilain lain.

    Sufi Muda:

    Pantun di atas artinya apa ya?!?

  30. @iseng

    Alhamdulillah…sungguh suatu penjelasan yg mencerahkan, yg ingin sy tanyakan

    Siapa yg memegang wasilah/khalifah diatas bumi yang ada di setiap zaman yg sesuai printah Allah SWT dan Rasul-Nya sampai akhir zaman tsb?

    Klo menurut sy dgn akal dan iman manusia dapat mencapai kesempurnaan, krn dgn keduanya manusia dpt mengenal Allah SWT melalui sifat-Nya, nama-Nya, makhluk ciptaan-Nya dll.

    Salam

  31. heulang on said:

    sok herey wae ieu mah,padahal mah……mah….,jero leuwi…, alias genteng tapak jerokadek …he….he……. mohon maaf saudara saudaraku dari atas seusap rambut dari bawah seusap dampal boro2 pinter bener bodo aje kagak punye….,mau nyebrang dulu ah ..bosen dibatam

    salam sejahtera ,sayang,

    tabe pin ingsun

    heulang mapakkeun jangjangna

  32. @heulang

    Aeh aeh…bade kamana atuh kang, sy teh belum mendapat pencerahan dari akang, kan pertanyaan sy banyak? kamana deuih bodak angon?

    Abdi mah resep pisan kuparibahasana, sakantenan bari diajar.

  33. budak angon on said:

    di nongsa ada kisah,ati nelangsa mau berpisah
    batu aji ke nagoya,klo ngaji jangan banyak gaya
    sei panas simpang empat,jangan panas jangan mengumpat
    muka kuning tanahnya merah,kepala pening muka memerah

    salam takzim ,hormat kepada saudara2ku mohon maaf bila ada salah kata ,,ucap yang tertangcap,tiada niatan saya untuk kesana apalagi nguji diri nantang kebisaan,berhubung besok saya mesti nyebrang untuk mencari nafkah .saya pamit undur diri ,mudah2an bersambung lagi klo udah kelar
    pamit,

    tabe pun ingsun

    budak angon anu bangor

  34. @budak angon

    Muhun atuh wilujeng ngumbara, mugia rakhmat Allah SWT selalu menyertai anda. Sapu nyere pegat simpay, paturay patepang deui disanes waktos.

    Salam rindu

  35. @kang sayang dan budak angon:
    maaf lagi dah kalo sampai tulisan saya seakan2 menyalahkan yang lain…tersingung dan sebagainya…jagan takut bang saya sadar koq kalo saya musyrik koq…. pernahkah saya mengakui guru saya waliyamursida????….pernahkah saya menuding guru anda salah??????…. yang ingin saya utarakan hanya menambahkan bahwa ada 2 macam metode bertuhan menggunakan “akal dan rasa” dan “diluar akal dan rasa….”

    maaf kang kalo jadinya tersinggung..saya mohon maaf dari ujung rambut sampe ujung kaki…tidaklah pantas saya menuding sesama mahluk……

  36. @ ARIS:
    sepaham berarti sejenis…. dan yang menjadikan kita sepaham hanyalah ALLAH SWT semata.

    saya sendiri belum bertemu dengan waliyamursida. saya mengetahui masalah diatas hanyalah dari kenalan/abang saya yang mempunyai pengetahuan yang HAQ dari seorang guru yang silsilah bergurunya dari YMM Maulana sayidi syekh Amirudin KY bin Khoir Hasyim AL khalidi an Naqsyabandy

    mohon maaf saya tidak dapat memberikan keterangan lebih akibat keterbatasan saya yang hanya sebagai juru dengar dan tulis saja.
    semoga mas aris “mengerti” dan “paham” maksud saya. karena dari tulisan dan komentarnya saya menganggap bang aris sudah bisa membaca yang tersirat . saya mah cuma tukang copypaste mas….

    bagi cerita :
    seorang murid yang pernah berguru keseluruh negeri berkata kepada seorang arif :
    sang murid :
    sudahkah engkau menemukan rahasiaNYA???
    sang arif :
    belum….Apakah itu? sebutkan padaku salah satu rahasiaNYA yang paling mudah….
    sang murid:
    ah-ah adalah zikir rahasiaNYA….
    sang arif :
    wahai anakku…bagaimana mungkin zikir rahasiaNYA tertulis dan diketahui oleh banyak orang termasuk aku???? bukan rahasiaNYA lagi namanya….. RahasiaNYA hanyalah diberitahukan kepada kekasihNYA…..tidaklah lebih dari itu…
    sang murid :
    ??????????????

    ilmu diluar akal dan rasa adalah ilmu kekasih ALLAH yang dapat diraih apabila sang kekasih berkenan meberitahukan…carilah wasilah…disana-lah rahasiaNYA tersimpan…………….

    berilmu dengan akal dan rasa tuk menemukan wasilah…..karena itulah qada dan qadar kita (qadar keimanan umat)

    salam sayang
    salam dalam akal dan rasa sebagai milik kita tuk meraih wasilah…

    • Ki Dungu Bungkul on said:

      Semuanya ok kecuali untuk pengertian syirik/musyrik. Pengertian syirik adalah yang tidak sesuai dengan yang dimaksud dalam surat Al Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: