Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Veda

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama VISHNUBHAGAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata VISHNUBHAGAT adalah paduan dua kata yaitu VISHNU artinya ALLAH sedangkan BHAGAT artinya hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN. Dengan demikian kata VISHNUBHAGAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam. Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq

Sumber : http://media.isnet.org/

Single Post Navigation

197 thoughts on “Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Veda

Comment navigation

  1. hamba Allah on said:

    Tuhan telah mengutus beberapa orang nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad yang ke semuanya menyerukan bahwa Allah (Tuhan) itu Maha Esa. Ajaran tauhid (mengesakan Allah) ini adalah konsep dasar ajaran para nabi terdahulu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa tiap-tiap umat ada mempunyai rasul (nabi yang diutus). Berkemungkinan Sri Krisna dan Sidharta Gautama (Budha) adalah salah seorang nabi dan rasul yang pernah diutus Allah kepada umatnya masing-masing di India. Begitu juga dengan Kong Hu Cu dan Lao Tse berkemungkinan pula mereka adalah salah seorang nabi atau rasul yang diutus Allah ke bangsa Tiongkok / Cina pada zaman dahulu. Sebagaimana kita ketahui ajaran Hindu dan Kong Hu Cu pada mulanya adalah mengesakan Tuhan dan Sidharta Gautama juga hanya mengakui Tuhan itu esa dan melarang pengikutnya menyembah berhala.
    Tapi kenapa ajaran keesaan Allah itu kabur pada kitab suci agama Budha dan berbeda dengan ajaran nabi Muhammad? Salah satu penyebab adalah kitab suci agama Budha baru ditulis orang 200 tahun lebih setelah Sidharta Gautama meninggal dunia. Ajaran Budha yang asli tidak diketahui orang sampai sekarang karena Sidharta Gautama sendiri tidak pernah menyuruh tulis atau bukukan ajarannya pada muridnya secara langsung. Berbeda dengan wahyu yang diterima nabi Muhammad setiap wahyu yang diterimanya langsung beliau suruh sahabatnya untuk menghafalkan wahyu tersebut dan ditulis oleh para sahabat nabi.
    Kitab-kitab suci selain kitab Al-Qur’an sudah tercemar dengan tulisan tangan manusia yang merubah isi kitab dan menyatakan bahwa ini dari Tuhan sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an pada Surat Al-Baqorah ayat 78-79 sbb. :
    “Dan setengah dari mereka adalah yang tidak kenal tulisan, tidak mereka ketahui akan al-Kitab, kecuali dongeng-dongeng, dan tidak ada mereka selain bersangka-­sangka.” (QS Al-Baqarah : 78)
    ” Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka, kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan murah. Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena perbuatan mereka.” (QS Al-Baqarah : 79)
    Contoh kalau seandainya ada ajaran Budha yang asli maka Sidharta Gautama sendiri akan menyuruh umatnya untuk beriman kepada Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir karena ajaran nabi terdahulu khusus untuk bangsanya saja bukan untuk seluruh umat manusia di dunia dan terbatas waktunya hanya sampai kedatangan nabi Muhammad yang diutus Allah sebagai rahmat bagi semua alam.
    Kalau manusia tidak beriman kepada Nabi Muhammad apa risikonya?
    Nabi Muhammad bersabda :
    “Siapa saja di antara manusia yang telah mendengar seruan aku ini (maksudnya telah sampai berita agama Islam) sementara dia tidak beriman kepadaku (tidak mau masuk Islam) maka orang tersebut pasti masuk api neraka.”
    Jadi semua manusia yang telah mengetahui adanya agama Islam sedangkan dia cuek-cuek saja tidak mau mempelajari dan mengetahui kebenaran Islam yang terdapat pada kitab suci Al-Qur’an serta tidak mau masuk Islam maka manusia tersebut pasti masuk api neraka di akhirat kelak.
    Kalau sudah di akhirat kita tidak bisa lagi ke dunia ini untuk bertobat. Nasi sudah jadi bubur. Sebelum nasi belum menjadi bubur seyogyanya kita beriman kepada nabi terakhir ini. Al-Qur’an juga mengatakan bahwa banyak orang yang masuk neraka yang minta dikembalikan ke dunia karena tidak tahan azab api neraka dengan maksud untuk beriman dan bertobat kepada Allah namun Allah jelas tidak mengabulkan permohonan mereka karena dunia sudah kiamat dan alam akhirat sudah terbentang sehingga mereka menyesal tidak beriman kepada Allah ketika hidup di dunia ini.
    Tuhan yang menciptakan kita pasti sama, Tuhan orang Arab, India, Cina, Eropah dan lainnya pasti sama. Kenapa kita tidak mau mempelajari Al-Qur’an yang merupakan mukjizat atau bukti kerasulan Nabi Muhammad, SAW? Dalam Al-Qur’an terdapat berbagai macam ilmu pengetahuan yang baru ditemukan manusia pada abad ke 16 sampai abad sekarang ini seperti ilmu reproduksi manusia, geologi, botani, zoologi, ilmu gizi, teori penciptaan alam semesta / teori Big Bang serta ilmu pengetahuan lainnya. Hal ini mustahil diketahui oleh orang Arab jahiliah tempat nabi Muhammad dilahirkan pada abad ke-6 masehi. Yang benarnya adalah Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah Tuhan pencipta alam semesta ini yang Maha Tahu akan segala ilmu yang ada di alam ini dan Allah mengutus Nabi Muhammad untuk dipatuhi oleh semua umat manusia di dunia bukan untuk diingkari dan bukan pula untuk dimusuhi.

    • HAMBA TUHAN on said:

      ha ha itu kan kata loe, kalau aku tidak stuju mau apa muhamad…. mau nakuti ya????? gak segitunya kalee…..
      Ni menurutku….dengar ya… ini bukan sabda… karena aku manusia biasa….tapi punya otak skali lagi otak yang berketuhanan…
      – tuhan gak pernah berkenalan atau punya nama itu terjadi krna manusia yang beri nama
      -pengikut yang memberikan ijin tuk printah ngawur membunuh dengan alasan kapir dan lainlain perlu dipertanyakan apa benar itu printah tuhan….jangan jangan itu sisi buruk si pengaku ngaku…sama halnya dengan sisi buruknya memperlakukan wanita dengan alasan menyelamatkan wanita padahal doyan….aku pikir orang ini telah melecehkan tuhan
      -stahuku ada konsep yang bagus ….tuhan bilang bahwa barang siapa menyembahnya dengan cara apapun yang penting tulus iklas akan di terimanya……na ini baru sabda tuhan…cantik..teduh..dan sangat indah didengarr,,,,dan menurut aku ini adalah cikal bakal dari orang orang tuk mencari tuhan makanya ada banyak versi tapi mnurutku itu gak masalah dan saya jga yakin tuhan gak mempermasahkannya…tapi kalau dah didapat pencerahan trus diakali atau disisipi ide sendiri berdasarkan kepentingan kelompok atau mnyelamatkan diri sendiri sebenarnya orang itu udah gak patut untuk di pakai acuan sesungguhnya dia sudah ternoda
      -setelah itu baru berkemanusiaan dan beralam. saya sedih dengan manusia yang katanya punya akal budhi pekerti tapi plaksanannya manusi yang merusak semuai ini dalam hal ini tuhan pasti kecewa besar. hormat menghormati sesama manusia bukan dari segolongan terlebih kita harus jga homati keberadaan roh halus dia itu juga ciptaan tuhan bukan dia yang membisikan kejahatan tapi otak kotor kalian kasihan mahluk iu di jadikan kambing hitam dan dia jga punya kewajiban. juga tumbuhan dan binatang. manusia berkutit dan terlena dengan merasa paling tinggi paling hebat namun kelakuannya gak lebih dari si perusak jagat raya.

      nah untuk ajakan tuk mempelajari alkuran….he he maaf ya aku gak stuju kitab itu d pakai tuntunan hidup ayat ayatnya katanya ada beberapa yang parah,, sadis dan kurang layak…biarin menurut kalian aku tar di siksa kubur tp mnurutku tidak akan seperti itu itukan muhamad nakut nakuti sama seperti kalau mnyembah tuhan dan mempercayai dia dan tektek bengek akan dapat sorga dan yang paling terkenalnya dapat cewek cantik prawan sebanyak pluhan…agah ah aku gak yakin itu kalau mau seperti itu saat hdup aja cari cewek model gimana aja ada kok

      jadi terakhir aku bilang jangan bersetmen mnilai ini itu sama orang apalagi berhubungan dengan kepercayaan soalnya kta beda cara pandang……aku tulis inikarena kamu yang duluan nulis dan aku gak terima….tp kalau dilihat emang tu kalian kumpulan orang yang egois, sok benar…saran aku jalankan aja dri kitabmu yang baik baik yang parah jangan tar kalian kena serngan balik,,, kalau udah dijalankan suatu saatkalian mati, nah kala itu kalian baru akan tahu kebenaran sesungguhnya…. SLAMAT MENCOBA…

      • Begitu saja kok repot, kalau ada anggapan Al Qur’an ada ayat yang parah jangan ditelan dulu, coba cari dimana parahnya. OK ? silahkan coba kalau ada yang parah. jangan katanya.

      • sirendahdiri on said:

        Kepada Hamba Tuhan mohon maaf sebelumnya, menurut saya namanya manusia hidup sbg hamba Tuhan adlh mencari & mengenal Tuhannya melalui ajaran & wahyu2Nya, mencari kebenaran adlh sangat berbeda dgn mencari pembenaran atau berusaha memegang tradisi/kebudayaan udah terlanjur berjalan dr tahun ke tahun dr abad ke abad, menurut saya kepercayaan atau agama itu harus bisa dinalar, dirasakan, menjadi pedoman, dipraktekan, menjadi segala sumber ilmu, menjadi sumber kebajikan & kebaikan dpt mengikuti zaman tdk pernah luntur oleh modernisasi, dg output dr b’agama/b’kepercayaan adlh kedamaian, adil, makmur, sentosa nah setelah itu tinggal tergantung dr kita mau menjadi yg mana, krn warisan leluhur blm tentu baik buat kita/ zaman kita, bangsa kita, toh apabila kita tetap mengikuti maka kita akan merasa bentrok sendiri dg kata hati kita yg tlh memiliki rasa, oleh krn itu tinggal kita pilih mencari kebenaran Tuhan, atau mencari pembenaran Tuhan, Tuhan pasti akan memberikan jawaban apabila ada hambanya yg berusaha mencari diriNya mendekatkan dirinya dg akal, pikiran, rasa, dan kata hati asalkan kita dpt membuang hawa nafsu ego, angkara, hasut, fitnah, iri, dengki , sombong, sex, & hal2 negatif lainnya…. jadi Tuhan bisa kita rasakan kehadiranNya stlh kita buang hawa nafsu kita… demikian, semoga Hamba Tuhan termasuk orang2 pencari Kebenaran…… & semoga Tuhan membuka lapang hati & pikiranNya..

      • ilham saraan on said:

        Salam..
        bukanlah mnutupi…tak salah anda (hamba tuhan) beranggapan sedemikian rupa, tentang islam dan al qur’an, kerdilpun cara pandang anda itu suatu anugrah tuhan yang diberikan kepada anda..kalau sekedar mengartikan bacaan alqur’an sama dengan hewan yang tau hidup hanya untuk makan, akan tetapi kita sebagai hamba tuhan telah di anugrahi akal fikir dan budi pekerti…cari pemahan yang benar dengan sebenar-benarnya belajar.

      • HT, Kalo KAMU orang KAPIR, ngapain masuk kesini, kamu pasti disiksa, jangan ikut capur keyakinan kami. Lucunya lagi kamu masih ngomong sorga. Tidak ada kebenaran dari mu.

    • Maaf mas komen anda selalu menganggap semua nabi yg dahulu salah….kitab yg dahulu salah…kl bnar hnya kitab alquran yg plng bnr untuk slrh umat mnusia LOGIKA nya…knp TUHAN tidak lgs sj munurunkn nabi muhammad dari awal….jd gk perlu lagi ad nabi2 yg lain….jd semua busa msuk surga….trs nasibny org2 yg lahir sblm muhammad mnrt anda gmn????????brrti masuk neraka juga khan….kl berpndpt hrs pkai logika boss jangan hnya bnar mnrt pndapatmu sendiri….

  2. usman bin waru on said:

    Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad

  3. kawula aliet on said:

    a…aaa aaaa aayeeeee

    laqi jualannn kecapp bozzz…kecappp semua nomer 1

    kalo akuu…lebih memilih tidak bera gama tapi bertuhann….karena yg beragama blom tentu bertuhannn…………agama yank menjanjikan kebenaran dan keselamatann justru tdak sesuai misi misi sucinyaa.lebih memilih aliran kepercayaan ( agama) yg mngajarkan belas kasih..pada sesama bkn hnya satu golongan tetapi universal..menyluruh kpda sesama manusia…alamm..jg makhluk ghaib tak terlepas binatank jg jin…hantu…setan ato apalahh namanyaa

    mereka semua adalah karya ciptanya..jdi kita tak selayakk merasa palink bnar..palink suci….tuhann maha adil dan tak akann menyisakan sedikipun ketidak adilannn

    salamm damsi..bozzz

  4. kawula aliet on said:

    aku pilih kecap yank nomer 1…rasa e enakk..harga ekonomiz..cocok buat saiaa

    agama yg membawa kedamaian jauh lbh baguz..drpda aqama yank membawa kebenaran

    nggayuh kawicaksanaan guzti…..tuhannn hanya satuu namanya saja yank banyak….jangann bergulat pada nama saja..karena nama yg memberikan si manusia itu sendiri sedank tuhanmuuu sebenarnya tak bernamaa

    salam damai..bozzz

    • Ruslianto on said:

      Qur’an Suraah Al Kafirun ayat 1 sd 6 :
      Qul yaa ayyuhal kaafirun(a)-Laa a’budu maa ta’buduun(a)- Wa laa antum ‘abiduuna maa a’bud(u) – Wa laa ana ‘abidum maa ‘abattum – Wa laa antum ‘abiduuna maa a’bud(u) – Lakum dinukum wa liya diinn(i).
      # Katakanlah : “Hai orang-orang kafir!”
      # aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
      # Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah’
      # Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah’
      # dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah’
      # Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”.

      • to : Ruslianto pada Mei 11, 2013 pukul 1:15 pm
        surah al kafirun.
        tanya:
        1. apa makna kafir dalam bahasa yang mudah di cerna?
        2. apa yang harus umat muslim lakukan terhadap kafir menurut qoran?
        panduan menjawab :
        katakan ya, jika iya. & tidak, jika tidak. selebihnya akal akalan duality si muka kembar.
        tantangan :
        berani berkata jujur.
        gbu.

        • Agar membuka pikiran anda on said:

          @RUSLIANTO
          Katanya alquran 100% firman Alloh,
          Truuussssss… ayat yg kmu tulis diatas itu kata2 siapa ya ???
          KATA ALLAH APA KATA MUHAMMAD ???
          TOLONG DONG DIJELASIN,SAYA TUNGGU !!!

        • ilham saraan on said:

          Salam
          1.bahasa arab Kafir bahasa melayu adalah menyembunyikan dari kebenaran apapun agamanya jika menyembunyikan kebenaran adalah kafir.
          2. Dalam islam seorang muslim hanya memberi tau jika itu benar dasar dari benar adalah mengetahui salah secara timbal balik. seorang muslim tidak berhak mengadili menuduh membunuh jika mengetahui adanya kafir..sesuai pemaknaan dalam Alqur’an. Seorang Muslim yg benar bersikap melindungi menyayangi mengayomi kasih sayang kepada mahluk Tuhan yg ada di muka bumi, karena islam agama semua umat Alqur’an kitab semua Umat dan bermanfaat bagi umat di muka bumi ini (Islam Rahmatan lil Alamin). Salam Alaika ya Rasulullah.,

  5. Informasi untuk sanggahan dan penjelasan terhadap artikel di atas bisa disimak disini :

    dan disini :

  6. dengan atas nama ida sang hyang widhi :
    kita sebagai manusia yang diciptakannya kita harus menghormati agama lain
    jangan hanya menghormati agama kita sendiri tapi kita haruss… menghormati agama orang lain.bagai mana kita bisa di hormati kalok kita tidak menghormati orang lain.jika kita menghormati orang lain,pasti kita akan dihormati orang lain…
    tolong jangan menhina2 agama orang lain,bisa2 kita yang dihina.

    agamamu adalah agamaku
    agamaku adalah agamamu

  7. Ping-balik: Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Veda | wildansyarafuddin

  8. Surya ardhi on said:

    Cerita yang mengakar kuat dalam sebuah kitab “Ardhi” (Karangan Manusia Di Bumi) memang tidak akan begitu saja mudah di patahkan. Apalagi bila sudah menjadi keyakinan yang dikuatkan dengan ritual keagamaan. Yang jelas, jika semua orang pintar (bahkan yang paling pintar) di dunia ini dikumpulkan, pasti mereka SETUJU bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir, yang setelahnya tidak ada lagi orang se-kaliber Nabi, atau setingkat Budha, atau sepintar Kong Hu Tju yang lahir ke dunia.
    Jika semua sepakat tentang itu, tinggal masing-masing individu memilih. Mau iman dan ikut Nabi terakhir atau masih mau mengikuti ajaran lama yang dibawa oleh orang-orang besar sebelum Nabi Muhammad SAW?
    Sekali lagi memang sulit menerima hal baru yang ‘merubah’ hal lama yang sebelumnya tidak pernah disangkal. Islam bukanlah Muhammadism. Islam hadir sebagai penyempurna pemahaman ketuhanan manusia. Islam memang dihadirkan Tuhan, bukan kreasi Muhammad.
    Bagi yang mau berpegang pada petunjuk resmi yang baru dari Tuhan berupa AL QUR’AN, silakan…., itulah keberuntungan.
    Bagi yang masih berpegang pada ajaran sebelum datangnya Petunjuk Terbaru ya…silakan, nanti TUHAN sendiri yang menentukan ganjaran dan balasannya.
    Dan yang paling penting adalah jangan menggunakan struktur bahasa yang tidak pantas dialamatkan pada orang-orang suci, apalagi untuk Nabi Muhammad SAW, yang oleh dunia diakui sebagai Nabi yang terakhir.
    Perdebatan dengan bahasa yang ‘rendah’ hanya akan merendahkan golongannya sendiri.

    akhir kata lakum dinukum waliyadin…(untukmu agamamu, untukku agamaku).

  9. sebetulnya inti perbedaan ada pada PERSONIFIKASI TUHAN. Ajaran Tauhid menepis semua ‘penyifatan’ Tuhan pada sifat-sifat kemanusiaan. Tuhan sama sekali suci dari apa yang disangkakan manusia; dapat menjelma, maujud di alam bumi, dan sebagainya. Kekuasaan dan kebesaran Tuhan sama sekali tidak akan berkurang hanya karena bobroknya kehidupan manusia, atau merajalelanya kejahatan di dunia, bahkan Jika Semua manusia menjadi kufur-pun tidak akan mengurangi derajat dan kedudukan Tuhan.
    Namun sebagai wujud kasih sayang-Nya, Dia mengangkat orang-orang khusus menjadi UTUSANNYA. Bukan menjadi JELMAAN-NYA.
    Itulah perbedaan mendasar, bagi yang beruntung pastilah T e r c e r a h k a n.

  10. Muhammad Tahir on said:

    Wallahu Wallam Bisawwafe………….. damai-damai sajakan… cukup dihati kita saja yang tahu mana sebenarnya yang menjadi agama yang patut diikuti diakhir zaman ini……… kalau memang ada KARUNIA ALLAH dan Syafat dari Pemberi Syafaat kitapun semua akan menyatu untuk satu….. yang Penting ADALAH BESERTAAN dengan-NYA kata Bang SM.

  11. Rigveda 1:64:46 : Kebenaran Hanya Satu, Dia dipanggil dengan berbagai Nama.

  12. Akulah Allah,Akulah Brahma,Akulah Wisnu,Akulah Syiwa.Aku tidak dimana mana,Aku ada dalam dirimu,Jika ingin mengenalku maka kenalilah dirimu,janganlah pernah mengkafirkan siapapun,tengoklah dirimu.Soleh itu bukan bergamis dan berjenggot,tapi soleh itu ketika pikiranmu terbebas dari segala sifat kedirian,terlepas dari sifat ego sentris.Semoga seluruh alam berbahagia

  13. by agues on said:

    sudah jngan debat trus dimna bhenika tunggal ika klian smua

  14. Saya beragama hindu menurut saya agama semua nya sama Tuhan hanya satu saya akui ada nya Sidharta gautama.Yesusn Muhammad… tpi kenapa beberapa umat islam yg kurang pengetahuan nya tentang agama fanatik ya?saya setuju nabi terakhir Nabi muhammad.. tpi kalu menurut saya Tuhan lahir kan Muhammad untuk mengajarkan agama islam kepada umat manusia yg belum memiliki agama .. tpi umat islam sekarang suka sekali memaksa umat agama lain masuk ke agama islam.. padahal nabi Muhammad tidak mengajar kan itu… karna nabi Muhammad pintar dia tahu resikonya kalu seluruh dunia ini umatnya beragama islam coba lah kalian pikir apa resiko nya?kalian tidak berfikir atau tidak tahu? Mungkin tidak tahu ya?tpi ingat lah di kitab suci weda isi nya untuk umat manusia bukan untuk umat hindu….

  15. Mas Surya,

    Memang Nabi Muhammad tidak mengajarkan itu.. dan Islam tidak pernah mengajarkan utk MEMAKSA ( Bahkan di dalam Al Quran pun disebutkan : agamamu agamamu, agamaku agamaku )

    Yang membuat Islam TERLIHAT seperti memaksa, radikal dsb adalah : rekayasa ZIONIST utk memfitnah dan menghancurkan, bukan hanya Islam, tapi juga agama / negara2 lain.

    Mereka juga membuat tarekat2 palsu agar sesama Islam saling menuduh sesat, menyebarkan hadis2 palsu atau mempopulerkan hadis2 dg memutar balikan maknanya sehingga terdengar baik tapi bertujuan lain.

    Jika anda yakin semua agama (pada dasarnya) mengajarkan kebaikan..
    maka TIDAK MUNGKIN Islam mengajarkan keburukan
    kecuali ada pihak2 tertentu yang membuatnya terlihat demikian.

    Rina

  16. Tobirama on said:

    cukuplah perdebatan ini, sebab apapun bentuk nasihat (walau Nabi sekalipun yang hadir dihadapan mereka) tidak akan berguna bagi orang ZALIM.

    Allah Swt berfirman,
    “Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), ‘SAKSIKANLAH, BAHWA KAMI adalah orang-orang MUSLIM.’” (QS. Alu ‘Imran [3]: 64).

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: