Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

MEMBAKAR RUMAH ALLAH

Baru-baru ini sebuah mesjid Ahmadiyah dibakar masa di Jawa Barat. “Gereja saja haram dibakar, apalagi Mesjid. Ini kegelapan model apa ya di zaman ini?” komentar Parjo pada kawannya.

“Lha ya, dulu Mesjidil Aqsa pernah dibakar orang Yahudi, seluruh dunia Islam marah. Sekarang orang Islam mbakar-mbakar mesjid malahan…” tumpang Salikin, kawan Parjo.

“Tapi mereka itu kan sudah divonis menyimpang oleh MUI, aliran sesat segala…”

“Lhah kalau aliran sesat di Indonesia ini ada 300-an aliran sesat…Kok MUI bungkam saja…”

Obrolan pinggir jalan itu membeku, saling merenung di antara mereka, dan tiba-tiba kakek-kakek tua bertongkat ikut nimbrung.

“Sekarang ini sudah banyak orang kebakaran. Modelnya beda-beda. Ada kebakaran jenggot. Ada kebakaran kumis. Ada kebakaran kepala sampai mendidih ubun-ubunnya. Ada kebakaran… Ada kebakaran… Kebakaran…” kakek tua itu menyebutkan ada seratus model kebakaran, sampai kebakaran yang berbau pornografi, yang membuat hadirin terpingkal-pingkal.

“Mbah sampean ini dapat istilah segudang dari mana?” Tanya Parjo.

“Jelek-jelek si Mbah ini kang senang survey…” katanya terkekeh-kekeh.

“Kalau membakar mesjid itu model kebakaran apa Mbah?”

“Itu jilatan api Neraka yang membakar hati orang yang membakar. Jadilah seperti itu…”.

“Yang turut menyulut api neraka berarti ikutan dalam neraka donk Mbah…? Tanya Parjo agak politis.

“Sudah tau kok bertanya.. hehehe…” kata kakek tua sambil ngeloyor.

 

 

Sumber : Cahaya Sufi (Edisi Mei 2008)

Single Post Navigation

19 thoughts on “MEMBAKAR RUMAH ALLAH

  1. yudistira on said:

    iya pula ya…………
    padahal nabi sudah memperingatinya dalam salah satu hadistnya yang kira-kira berbunyi:
    “islam akan terbagi menjadi 73 golongan hanya 1 yang benar”.
    nah kira2 di indonesia aja udah ada berapa aliran ya………?????
    benar donk kata sikakek, berarti bukan hanya satu aliran di indonesia yang sesat ada ratusan aliran keagamaan yang sesat. jadi ada apa kok MUI hanya menyatakan sesat hanya untuk beberapa golongan yang mungkin bersebrangan dengan aliran mayoritas anggota MUI????
    hallo bapak2 MUI……..gimana donk? apakah bapak2 MUI sudah merasa paling benar sehingga sudah bisa mencap yang ini sesat yang ini bukan???
    heeeeeeee………………..
    mau tahu aja indikator apa yang bapak2 gunakan untuk menentukan sebuah sesat atau tidak???????
    kalo indikatornya nanti jelas kan jadi enak…..
    ngakk buat umat bingung………
    yang saya tahu rakyat kita sekarang sedang susah, ya…….. kalo bisa jangan ditambah susah lagi……
    heeeeeeeee……………..

    thank you sufi muda kami salut dan sangat menghargai yang sufi muda lakukan sekarang, mencoba menyuguhkan kedamaian ditengah kehancuran umat…..

  2. hamba'79 on said:

    B U B A R K A N M U I ……!!!!
    Ngabisin duit negara aja…
    hehehe….
    piss

    • Ga usah dibubarkan, dunia perlu memiliki elemen yang bisa memberikan cermin dan menjaga kehancuran.
      Kalo dibubarkan semakin parah negri ini.Ada aturan ajah masih banyak yang ngaco, apalagi ga ada aturan.
      Paling tidak kalau ada MUI, aliran sesat akan semakin terhambat dan tidak secepat kilat.

  3. Kak asep on said:

    aku ketemu blog anti MUi, coba kunjungi :
    http://antimui.wordpress.com/

    • Kita ga usah menambah kacau dengan komunitas-komunitas lainnya. Sudahlah… Kita urus saja ibadah kita, jangan sampai kebutuhan dunia dan akhirat kita jadi terhambat dan malah mengotori kehidupan kita.

  4. MUI JANGAN DI BUBARKAN., DIBAKAR AJA SEKALIAN FPI, HTI DAN YANG ADA “i” DI UJUNGNYA BUBAR DAN BAKAR AJA, MEREKA TIDAK LEBIH DARI GENG MOTOR DI BANDUNG, BANDIT HITAM DI MAKASAR, DAN BAJING LONCAT DI SUMATRA,, PERBENDAAN YANG JELAS HANYA ORANG FPI DAN PARTNER, MEMAKAI SORBAN, UNTUK MELEMPAR BATU, BERJENGGOK DI SAAT BERTERIAK SESAT DAN MEMAKI DALAM KATA HALUS

  5. Tempat-tempat ibadah dilarang untuk dirobohkan (termasuk dibakar dll.) sesuai Al Hajj (22) ayat 34,40

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  6. Hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw., hujjah ajaran kitab suci-Nya, melarang manusia merobohkan (membakar dan lain sebagainya) semua tempat-tempar ibadah agama-agama dimana didalamnya banyak disebut nama Allah didalamnya sesuai dengan maksud Al Hajj (22) ayat 34,40.
    Akan tetapi umat islam telah melanggar hukum Allah ini. Nauzubillah min zalik !

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  7. sufimuda on said:

    Islam telah menjadi agama teroris di tangan orang2 puritan…
    Membakar rumah ibadah merupakan tindakan keji menurutkan hawa nafsu syetan,
    bagi pembakar mesjid ahmadiyah coba anda berikan kepada kami dalil apa yang anda pake?
    Mari kita memperjuangkan Islam yang sejuk, damai dan benar2 bisa menjadi pintu SELAMAT bagi seluruh manusia, karena ISLAM artinya SELAMAT.

  8. Hidayah itu milik Alloh,kita bersyukur dah diberi hidayah ga ikut2an bakar masjid..kita doakan mereka dapat hidayah juga…jadi indonesia makin tenteram…Allohu Akbar

  9. Iya kok masjid dibakar kaya kurang kerjaan aja, itukan masalah keyakinan aja, kita kan ga bisa memaksakan keyakinan kita kepada orang lain, ini sesat..itu sesat..main sesat2an trus ga ada abisnya…orang mah kalo mau bakar bakar aja hati2 mereka masing2 dengan dzikirullah…tul ga wahai sufimuda…

  10. Rumah Allah dilarang untuk dirusak dan dibakar sesuai Al Hajj (22) ayat 34,40.

    Baca, teliti, fahami, yakini buku panduan terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama, hasil karya tulis ilmiah alamiah penelitian otodidak selama 25 tahun berjudul;

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE
    Bonus: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm.
    Mendapat sambutan tertulis dari Departemen Agama Republik Indonesia, SekDirJen Bimas Buddha, Pendeta Nasrani dan tokoh Islam Pakistan.

    Tersedia dotoko-toko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Terlp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Pesepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  11. Obat Stres on said:

    Sudah Jelas Kesesatan Ya Tetap Kesesatan Biaya Dari Kaum Kafir , Yahudi & Antek2nya ( Ingris CS ), Kalau Mau Bikin Agama Baru Jangan Bawa2 Islam, Ahmadiah Jelas Merupakan Antek INGGRIS, Yang Ingin Menghancurkan Umat Rasululloh SAW, Membangun Rumah, Ditanah Yang Sudah Ada Rumahnya. Banyak Kebohongan Yang Di Tutupi & Misi2 Jahat Yang Terselubung. Allahuma Sholi alla Syaidinna Muhammad Waalla alli Syaidina Muhammad. Tidak Ada Nabi Setelah Aku Karena Aku Adalah Nabi Terakhir Sebagai Penutup. Jaman Rasululloh Kalau Masjid Tersebut Merupakan Masjid Yang Dananya Dari Kaum Kafir Jelas Wajib Dibakar

  12. Obat Stres on said:

    Ayo Ulama2, Umat Islam Yang Cinta Rasululloh Bersatu Pilih Bubarkan Ahmadiah, Kalau Tidak Punya Kekuatan Bantu Dengan DOA, Karena bukti2 Kesesatan Mereka Sudah Jelas.

  13. Ari Arraniri on said:

    Diam itu adalah emas, cuma kalo sudah ke masalah aqidah wajib ditindak lanjuti

    loh kok MUI nya yg disalahkan, bukannya yg bakar itu orang2 yg hanya ingin hukum rimba?
    Kalo MUI dibubarkan, siapa lg yang menjadi ujung tombak islam di Indonesia? Apakah indonesia mau jadi negara penganut LIBERAL ??

    Ummat Islam, marilah kita bersatu dalam satu wadah…
    tanpa nama, tanpa bendera dan tanpa lambang

    Hanya ISLAM or Moslem

  14. jongko petingkringan on said:

    Emang gue pikirin, yang penting hati damai, jiwa tenang, pikiran sejuk, jadilah ikan laut, walaupun airnya asin ikannya tidak asin.

  15. bhinnekacatursilatunggalika on said:

    Membakar Rumah Allah melanggar Al Hajj (22) ayat 34,40
    Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: