Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Air Mata Pemadam Neraka

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”

Dalam sebuah kitab Daqa’iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, “Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut

kepada-Mu.”

Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.”

Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala api yang sangat dahsyat gemuruhnya, hingga semua umat menjadi berlutut karena tak sanggup menahan ketakutannya.

Allah S.W.T berfirman, “Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.” (Surah al-Jatsiyah ayat 28)

Ketika mereka menghampiri neraka, mereka mendengar gemuruh api neraka yang suaranya sudah dapat mulai didengar sejarak 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang, bahkan para nabi sekalipun akan berucap, “Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah), kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, “Umatku, umatku.”

Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, “Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali.”

Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak segera kembali, lalu malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W”

Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. “Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu. Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. “Wahai Jibril, Apakah air itu?” Maka Jibril berkata, “Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W, ” Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ada lagi air mata.”

 

 

sumber : http://www.ukhuwah.or.id/dr/node/87

dari 1001 kisah teladan

Single Post Navigation

7 thoughts on “Air Mata Pemadam Neraka

  1. alief28 on said:

    subhanallah wal hamdulillah wa laillahailallah allahu akbar

  2. anggun on said:

    apakah air mataku selama ini tergolong air ata orang takut kepada Allah?

    • eko choyo on said:

      Ya ALLAH….Ampunilah Kami dengan Kasih Sayang-Mu
      Bimbinglah Kami dengan Kemulian-Mu
      Kembalikanlah Kami dalam Cahaya-Mu
      Ya ALLAH…Maqbulkanlah doa Kami karena Cinta-Mu
      Aamiin….

  3. yudistira on said:

    maha suci ALLAH, Segala puji bagi ALLAH, tiada tuhan melainkan ALLAH, ALLAH maha Perkasa lagi maha Tinggi.
    🙂

  4. TUHAN ampunilah tangan ini
    wajah ini, kepala ini
    serta langkah kaki kami yang selalu dalam dosa
    Engkau yang maha pengasih
    lagi penyayang

  5. Ya allah s.w.t begitu besar karuniamu engkau maha pemaaf dan maha segala-galanya.Dan abang sufi muda yang terhormat perbanyak kisah seperti ini Because I Like This and Buat pembaca lain Like This Yo!

  6. Ruslianto on said:

    Ada yang bertanya, jika anda dalam keadaan shalat dan dalam shalat itu anda menangis; sah-kah shalat anda ?

    Menangis sejak dimulai shalat,dan penyebabnya karena takut kepada Allah SWT atau ingat sorga dan neraka,…maka ini “terpuji” dan men dapat pahala dan tidak membatalkan shalat, Lihat Firman Allah SWT :
    Suraah Maryam 58:
    Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

    Ali bin Abi Thalib R.a berkata; “Pada perang Badar tidak ada yang memiliki kuda kecuali al-Miqdad. Dan Sungguh aku tidak melihat diri kami dan orang lainnya (yang bersama kami) kecuali mereka terlelap tidur, kecuali Rasulullah S.A.W yang tengah shalat di bawah pohon dan beliau menangis hingga waktu subuh.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: