• Cerita Sufi

    SI TOLOL, SI BIJAK, DAN KENDI

    Seorang tolol merupakan panggilan  bagi  orang  biasa,  yang senantiasa  salah  menafsirkan apa yang terjadi atasnya, apa yang dikerjakannya, atau apa yang dilakukan orang  lain.  Ia melakukan  semuanya  itu  begitu  meyakinkan  sehingga  bagi dirinya  dan  orang-orang  semacamnya  segi  kehidupan   dan pemikiran yang luas tampak masuk akal dan benar.   Seorang  tolol  semacam  itu pada suatu hari disuruh membawa kendi menemui seorang bijaksana  untuk  meminta  anggur.  Di tengah   jalan,   karena   kecerobohannya   Si   Tolol   itu membenturkan kendinya ke batu, dan pecah.   Ketika ia sampai dirumah orang bijaksana itu, ia  memberikan pegangan   kendinya,   katanya,   “Tuan  Anu  menyuruh  saya memberikan kendi ini kepada Tuan, tetapi di tengah jalan  ia dicuri batu.”   Karena terhibur…

  • Cerita Sufi

    TIGA ORANG DARWIS

    Konon, ada tiga orang darwis. Mereka bernama  Yak,  Do,  dan Se.  Mereka  masing-masing  berasal  dari  Utara, Barat, dan Selatan. Mereka  memiliki  suatu  hal  yang  sama:  berusaha mencari  Kebenaran  Dalam,  oleh  karenanya  mereka  mencari Jalan.   Yang pertama, Yak-Baba, duduk dan merenung sampai  kepalanya pening.  Yang  kedua,  Do-Aghas tegak dengan kepala di bawah sehingga kakinya kaku.  Yang  ketiga,  Se-Kalandar,  membaca buku-buku sampai hidungnya mengeluarkan darah.   Akhirnya  mereka  memutuskan  untuk  berusaha  bersama-sama. Mereka mengundurkan  diri  ke  tempat  sunyi  dan  melakukan latihan   bersama,   mengharap  agar  ketiga  kekuatan  yang digabung akan cukup kuat untuk mendatangkan Kebenaran,  yang mereka sebut Kebenaran Dalam.   Empat  puluh  hari empat puluh malam lamanya mereka bertahan menderita. Akhirnya, …

  • Cerita Sufi

    RAKSASA DAN SUFI

    Seorang ahli sufi yang sedang  mengadakan  perjalanan  lewat sebuah perbukitan yang terpencil tiba-tiba berhadapan dengan raksasa–setan tinggi  besar,  yang  akan  menghancurkannya. Sufi  itu  berkata,  “Baik,  silahkan mencobanya; tetapi aku bisa mengalahkanmu, sebab aku sangat perkasa dalam  pelbagai hal,  lebih  dari  yang kau bayangkan.” “Omong kosong,” kata Raksasa. “Kau ahli Sufi, yang terpikat pada masalah  rohani. Kau  tak  akan  bisa  mengalahkan  aku,  sebab  aku memiliki kekuatan badaniah, aku tiga puluh kali lebih besar darimu.”   “Kalau kau menginginkan uji  kekuatan,”  kata  Sufi,  “ambil batu ini dan perahlah air darinya.” Ia memungut sebutir batu kecil lalu memberikannya kepada Si Setan.  Setelah  berusaha sekuat  tenaga,  Raksasa itu menyerah. “Tak mungkin; tak ada air…

  • Cerita Sufi

    BAYAZID DAN ORANG YANG MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI

    Pada suatu hari, seseorang mengomel kepada Bayazid,  seorang ahli  mistik pada abad kesembilan, mengatakan bahwa ia telah berpuasa dan berdoa dan berbuat segalanya selama tiga  puluh tahun  namun  tidak  juga  menemukan kesenangan seperti yang digambarkan Bayazid. Bayazid menjawab, orang itu  bisa  saja melanjutkan   perbuatannya   tiga  ratus  tahun  lagi  tanpa mendapatkan kesenangan juga.   “Mengapa begitu?” tanya Si Sok-Saleh.   “Sebab kesombonganmu merupakan halangan utama bagimu.”   “Coba katakan apa obatnya.”   “Obatnya tak akan bisa kau laksanakan.”   “Bagaimanapun, katakan sajalah.”   Bayazid pun berkata, “Kau  harus  pergi  ke  tukang  pangkas rambut  untuk  mencukur  janggutmu,  (yang  terhormat, itu). Lepaskan semua pakaianmu  dan  kenakan  korset.  Isi  sebuah kantong  kuda dengan kenari…

  • Cerita Sufi

    KELEDAI MEMBACA

    Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,”Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.” Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya. Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin. “Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?” Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan…

  • Cerita Sufi

    TIGA PULUH TAHUN UNTUK PENERANGAN BATIN

    Seorang  muda  datang  kepada  seorang  Guru  dan  bertanya, “Kira-kira saya membutuhkan berapa  waktu  untuk  memperoleh penerangan batin?”   Kata Guru itu, “Sepuluh tahun.”   Orang  muda  itu  terkejut.  “Begitu  lama?”  tanyanya tidak percaya.   Kata Guru itu, “Tidak, saya keliru. Engkau  membutuhkan  dua puluh tahun.”   Orang muda itu bertanya, “Mengapa Guru lipatkan dua?”   Guru  itu  berkata,  “Coba  pikirkan,  dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan tiga puluh tahun.”   Beberapa orang tidak pernah belajar  sesuatu  karena  mereka menggenggam  segala  sesuatu  terlalu  cepat.  Kebijaksanaan bukanlah suatu titik sampai akan tetapi suatu cara berjalan. Kalau  engkau  berjalan  terlalu  cepat,  engkau  tidak akan melihat pemandangan yang indah.   Dengan tepat mengerti ke…

  • Tasauf

    TASAWUF PERENNIAL, KEARIFAN KRITIS KAUM SUFI MENYIBAK HAKIKAT KEAGAMAAN

    (Ahmad Risdianto,ST) Pengantar Perennial adalah kebijaksanaan abadi, hikmah abadi atau dapat disebut dengan hakikat abadi. Terma ini karena mengandung makna yang mengkerucut sebagai kebajikan yang banyak ingin dicapai oleh manusia, oleh agama, maka dia mengejawantah dan menjelma menjadi sebuah aliran yang banyak digeluti dan diminati oleh para pemikir. Karena digeluti oleh para pemikir yang tentunya punya kerangka dan metodologi tertentu yang logic, rasional, empiris maka terbawalah perennial ini menjadi berpadan dengan filsafat, karena filsafat sendiri adalah sebuah kerangka atau metodologi berfikir yang logis, sistematis, empiris dan radix, yang membicarakan sebuah persoalan secara radikal (sampai keakar) sebuah permasalahan.