-
ZIKIR DALAM THAREQAT (Bag 2)
Macam-Macam Dzikir Dari segi materi lafalnya, dzikir ada 3 macam 1) Seseorang melafalkan ismu dzat Allah Allah sebanyak-banyaknya sebagaimana firman Allah dalam surat Hamim Sajadah ayat 30, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata : Tuhan kita adalah Allah, kemudian mereka tekun maka turunlah malaikat pada mereka, dan malaikat itu memberi kabar : gembiralah kalian dengan apa yang telah dijanjikan pada kalian.” Dan hadits Nabi diriwayatkan Thabrani dan Baihaqi. Rasulullah bersabda kepada sayyidina Ali : “Ya Ali, pejamkan kedua matamu, lekatkan (rapatkan) kedua bibirmu, naikkan lidahmu dan berkatalah (berzikirlah) Allah Allah.” Allah berfirman : Katakanlah, Allah-lah (yang menurunkannya), kemudian (sesudah kamu menyampaikan al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.…
-
ZIKIR DALAM THAREQAT (Bag I)
Pengertian Dzikir Ayat-ayat al Qur’an dan hadits-hadits Nabi menyebut kata dzikir dalam beragam makna. a. Dzikir (dzikir) adalah al Qur’an, sebagaimana terekam dalam surat al Hijr ayat9 Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya. b. Dzikir adalah shalat jum’at, sebagaimana tertera dalam al Qur’an dalam surat al Jumu’ah ayat 9. Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at, maka bersegeralah kalian menuju dzkir kepada Allah. c. Dzikir diartikan sebagai ilmu, sebagaimana terekam dalam al Qur’an surat al Anbiya’ ayat 7. Kami tiada mengutus Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka Tanyakanlah olehmu kepada…
-
Kumpulan Komentar Tentang Kami
mubaraq http://www.mubaraq.wordpress.com | azizii_albii@yahoo.com | 217.139.57.236 Salam alaikum… Bapak Tasawuf modern adalah Syeh Abdul halim Mahmud,Egypt,yarhamhullah. Dari TENTANG KAMI, 2008/04/21 at 11:01 PM 2008/04/21 Setuju | Tolak | Spam | Hapus andalas Assalammu’alaikum kok gak pernah dengar ya nama Syeh Abdul Halim Mahmud, apa Beliau Syeh Tharekat atau Ahli Tasauf Thanks kalau mubaraq mau kasih info ke kita2 ini tentang syeh abdul halim mahmud ato tokoh2 lain orang orientalis menulis tasauf tapi tidak merasakan nikmat berTuhan karena mereka hanya memperlajari teori-teori aja, Dari TENTANG KAMI, 2008/04/22 at 3:13 AM 2008/04/22 Setuju | Tolak | Spam | Hapus habibselatan http://www.habibdila.wordpress.com | habibdila@yahoo.com | 202.87.244.34 Assalamu’alaikum.., ya SUFI MUDA., Dari TENTANG KAMI, 2008/04/22 at 9:01…
-
Bisikan Allah, Bisikan Malaikat, Bisikan Nafsu, Bisikan Syetan
Imam Al-Ghazali Tulisan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazaly dari kitab Roudlotut Tholibin wa-‘Umdatus Salikin, ini kami turunkan karena banyaknya pertanyaan dari pembaca soal cara membedakan bisikan-bisikan dari dalam hati, apakah dari Allah, nafsu atau syetan. Red.) Kajian ini seputar bisikan-bisikan hati (khawathir) dengan segala bentuknya, upaya memerangi, mengalahkan dan unggul dalam menghalau perbuatan syetan yang jahat. Juga bab ini tentang berlindung kepada Allah dari syetan dengan tiga cara: Pertama, anda harus mengetahui godaan, rekayasa dan tipuan syetan. Kedua, hendaknya anda tidak menanggapi ajakannya, sehingga qalbu anda tidak bergantung dengan ajakan itu. Ketiga, langgengkan dzikrullah dalam qalbu dan lisan anda. Sebab dzikrullah bagi syetan seperti penyakit yang menyerang manusia. Untuk mengetahui rekayasa…
-
TIGA EKOR IKAN
Konon, di sebuah kolam tinggal tiga ekor ikan: Si Pandai, Si Agak Pandai, dan Si Bodoh. Kehidupan mereka berlangsung biasa saja seperti ikan-ikan lain, sampai pada suatu hari ketika kolam itu kedatangan-seorang manusia Ia membawa jala; dan Si Pandai melihatnya dari dalam air. Sadar akan pengalamannya, cerita-cerita yang pernah didengarnya, dan kecerdikannya, Si Pandai memutuskan untuk melakukan sesuatu. “Hampir tak ada tempat berlindung di kolam ini,” pikirnya “Jadi saya akan pura-pura mati saja.” Ia mengumpulkan segenap tenaganya dan meloncat ke luar kolam, jatuh tepat di kaki nelayan itu. Tentu saja si Nelayan terkejut. Karena ikan tersebut menahan nafas, nelayan itu mengiranya mati: ia pun melemparkan ikan itu…
-
SANG RAJA DAN ANAK MISKIN
Sendirian saja, orang tidak akan bisa menempuh jalan dalam perjalanan batinnya. Kau tidak usah mencoba menempuhnya sendirian, sebab harus ada pembimbingmu. Yang kita sebut raja adalah pembimbing, dan anak miskin itu Si Pencari. Dikisahkan, Raja Mahmud dan tentaranya terpisah. Ketika sedang mengendarai kudanya kencang-kencang, dilihatnya seorang anak lelaki kecil berada di tepi sungai. Anak itu telah menebarkan jalanya ke sungai dan tampaknya sangat murung. “Anakku,” kata Sang Raja, “kenapa kau murung? Tak pernah kulihat orang semurung kau itu.” Anak lelaki itu menjawab, “Hamba salah seorang dari tujuh bersaudara yang tidak berayah lagi. Kami hidup bersama ibu kami dalam kemelaratan dan tanpa bantuan siapapun. Hamba datang kemari setiap…
-
ANJING, TONGKAT DAN SUFI
Pada suatu hari seorang yang berpakaian sebagai Sufi berjalan-jalan; ia melihat seekor anjing di jalan; ia pun memukulnya dengan tongkat. Si Anjing, sambil melolong kesakitan, berlari menuju Abu Said, Sang Ulama. Anjing itupun menjatuhkan dirinya dekat kaki Sang Ulama sambil memegang moncongnya yang terluka; ia mohon keadilan karena telah diperlakukan secara kejam oleh sufi itu. Abu Said mempertemukan keduanya. Kepada Sufi dikatakannya, “O Saudara yang seenaknya, kenapa kau perlakukan binatang dungu ini sekasar itu! Lihat akibatperbuatanmu!” Sang Sufi menjawab,”itu sama sekali bukan salahku, tapi salahnya Saya tidak memukulnya tanpa alasan, saya memukulnya karena ia mengotori jubahku.” Tetapi Si Anjing tetap menyampaikan keluhannya. Kemudian Sang Bijaksana…