Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Allah”

Apakah “Allah” itu hanya milik Umat Islam

Oleh : Ulil Abshar Abdalla

SEORANG perempuan beragama Kristen saat ini sedang menggugat pemerintah Malaysia dengan alasan telah melanggar haknya atas kebebasan beragama (baca International Herald Tribune, 29/11/2008). Mei lalu, saat balik dari kunjungan ke Jakarta, Jill Ireland, nama perempuan itu, membawa sejumlah keping DVD yang berisi bahan pengajaran Kristen dari Jakarta. Keping-keping itu disita oleh pihak imigrasi, dengan alasan yang agak janggal: sebab dalam sampulnya terdapat kata “Allah”.

Sejak tahun lalu, pemerintah Malaysia melarang penerbitan Kristen untuk memakai kata “Allah”, sebab kata itu adalah khusus milik umat Islam. Umat lain di luar Islam dilarang untuk menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan untuk Tuhan mereka. Pemakaian kata itu oleh pihak non-Muslim dikhawatirkan bisa membingungkan dan “menipu” umat Islam (Catatan: Sedih sekali ya, umat Islam kok mudah sekali tertipu dengan hal-hal sepele seperti itu?)

Pertanyaan yang layak diajukan adalah: apakah kata “Allah” hanyalah milik umat Islam saja? Baca selengkapnya…

ALLAH MAHA NYATA (AD-DZAHIR )

Bagaimana mungkin sesuatu dapat mendidingi Allah,

padahal Dia-lah yang mendhahirkan sesuatu

Bagaimana mungkin sesuatu dapat mendidingi Allah,

padahal Dia-lah yang tampak pada segala sesuatu

Bagaimana mungkin Allah dapat didindingi oleh sesuatu,

padahal Dia lebih nyata dari segala sesuatu

Bagaimana mungkin sesuatu dapat mendidingi Allah,

padahal kalau tidak ada Dia, tidak ada sesuatu

Bagaimana mungkin sesuatu dapat mendidingi Allah,

padahal Dia Maha Nyata sebelum segala sesuatu

(Al-Hikam)

 

Baca selengkapnya…

TUJUAN HIDUP HAKIKI

Sepanjang perjalanan hidup dan kehidupan, seorang hamba senantiasa dituntut untuk berusaha menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan dalam menghambakan diri kepada Allah swt. Di mana mereka harus sadar akan posisi dirinya sebagai hamba Allah (‘abid) yang harus taat dan tunduk terhadap segala titah-Nya, sebagai yang disembah (al-ma’bud) dalam kondisi apa pun adanya. Dalam menuju kesana banyak cara yang ditempuh sesuai dengan cara dan pendekatan bermacam-macam dan berbeda-beda, antara lain, dengan mengasingkan diri dari keramaian, menjauhkan diri dari kehidupan materi, memilih hidup sederhana. Aktifitas-aktifitas semacam itu kemudian disebut dengan kehidupan asketis (zuhud). Semua perjalanan yang dilalui itu adalah semata-mata dalam rangka menemukan tujuan hidup hakiki yang merupakan kebahagiaan yang kekal dan abadi.

Baca selengkapnya…

BISAKAH MELIHAT ALLAH

Tentang melihat Tuhan ada 3  pendapat ulama :

  1. Tuhan tidak bisa dilihat didunia dan akhirat
  2. Tuhan hanya bisa dilihat di akhirat
  3. Tuhan bisa dilihat didunia dan akhirat

Baca selengkapnya…

Jalan Kemesraan

JALAN KEMESRAAN

“Manakala makhluk Allah membuatmu merasa gentar  maka ketahuilah  bahwa sesungguhnya Allah hendak membukakan pintu kemesraan denganNya kepadamu”.

Baca selengkapnya…

Post Navigation