-
BUKU : Perjalanan Sufimuda, Menemukan Tuhan Dalam Keseharian
Syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas hadirnya buku “Perjalanan Sufimuda, Menemukan Tuhan Dalam Keseharian”. Buku setebal 187 halaman yang diterbitkan oleh QM Publishing ini untuk memenuhi permintaan sebagian besar pembaca blog ini agar karya sufimuda bisa berwujud dalam bentuk buku. Menemukan Tuhan dalam Ibadah merupakan hal yang biasa tapi menemukan Tuhan dalam keseharian, dalam kesibukan kantor, ditengah pasar yang hiruk pikuk, di dalam mall dan disaat menghirup segelas kopi disebuah kafe adalah hal yang luar biasa. Bagaimana menemukan Tuhan dalam keseharian akan terjawab lewat buku yang akan resmi diterbitkan 1 Juli Menyambut Bulan Suci Ramadhan.
-
Sufisme, Satu Target Serangan Taliban
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD– Serangan terkini Taliban terhadap sebuah bangunan yang biasa digunakan kaum sufi di distrik Nowshera, baratlaut Pakistan, kian membuktikan bahwa militan tersebut menganggap kemajemukan dalam masyarakata adalah ancaman. Pada Ahad (28/10) lalu bom meledak di luar Kaka Sahib, nama bangunan yang didirikan pada abad ke-16 dan digunakan untuk praktik sufi Muslim Sunni. Serangan itu membunuh sedikitnya tiga pengikut aliran sufi tersebut dan melukai 25 orang lain.
-
Dua Ulama Khos Berpulang Hari Ini
Dalam sehari ini, Jum’at 7 Ramadhan 1430 H yang bertepatan dengan 28 Agustus 2009 M. Warga Nahdlyiin kehilangan dua orang ulama kharismatis sekaligus. Seorang ulama khos Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah asal Menganti, Bugel, Jepara Jawa tengah, yang akrab disapa Mbah Shobib, dipanggil ke hadirat Allah SWT. Sementara itu, pada hari ini pula, seorang ulama kharismatis, KH Ma’ruf Zubair, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ulumus Syar’i, juga berpulang ke hadirat Allah SWT. Sarang Rembang, adik kandung dari tokoh ulama KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar, Rembang.
-
Menag: Indonesia Krisis Ulama, Banyak Terjun ke Dunia Politik
JAKARTA – Ini menjadi peringatan bagi umat Islam di Indonesia. Sebab, saat ini umat muslim di negeri ini sedang mengalami krisis ulama. Peringatan itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kemarin (5/4). Dia menegaskan, masa depan perkembangan agama Islam di negeri ini terancam menurun. ”Ulama-ulama kita semakin habis. Padahal, ulama-ulama inilah penerus nabi. Kita harus bergerak cepat,” tandas Menag dalam sambutannya pada Haul Al Marhumin, Sesepuh dan Warga Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
-
Acara “The Master” di Haramkan
Sejumlah pemimpin pondok pesantren di Jawa Timur mengharamkan tayangan The Master yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta. Fatwa pengharaman acara atraksi yang mirip sulap dan debus tersebut merupakan hasil dari pembahasan masalah atau bahtsul masail yang digelar di Pondok Pesantren Abu Dzarrin di Kendal, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Bahtsul masail itu sengaja digelar untuk menyikapi tayangan The Master yang digandrungi oleh sebagian besar pemirsa televisi Indonesia. Acara yang pada sesi terakhirnya menampilkan adu ketangkasan antara Master Joe Sandi dan Master Limbad itu dianggap menyesatkan karena menampilkan atraksi-atraksi di luar taraf kekuatan manusia biasa.
-
Jemaah Ahmadiyah Tobat Masal di Monas
Taubat yang dilakukan oleh jemaah Ahmadiyah ini tergolong menarik sehingga mengundang perhatian orang banyak karena disamping dilakukan secara massal juga di tempat terbuka di lapangan Monas. Biasanya orang bertaubat itu di Mesjid, Rumah Allah, tempat yang suci sebagai symbol kembalinya sang pendosa dari kotor menjadi bersih, dari keliru menjadi benar. Tapi kenapa FPI cs membawa jamaah Ahmadiyah bertaubat di lapangan Monas, apakah ini benar-benar taubat atau hanya sekedar “sandiwara” layaknya sinetron religi yang sering kita tonton di TV, apakah FPI sebagai “pembimbing” ahmadiyah melakukannya pembinaan dengan ikhlas atau hanya sekedar ingin menunjukkan “power” atas tragedi di monas 1 juni 2008. Coba kita baca berita lengkapnya berikut ini:
-
PKS Melarang Ibu Ani Berjilbab
Pada awalnya PKS sangat gencar menganjurkan Ibu Ani Yudhoyono untuk mengunakan jilbab. Zulkifliemansyah, wasekjen PKS mengatakan sebagian kader PKS hatinya pada pasangan JK-Win karena istri mereka pada berjilbab. Sederhana pernyataannya, tapi menyengat! Tapi kemudian sangat mengejutkan ketika saya baca detik.com hari Jum’at tanggal 29 Mei yang memberitakan bahwa PKS melarang Ibu Ani memakai jilbab menjelang pilpres, berikut kutipan dari detik.com :