-
Raja Salman, Nabi dan Khalifah Rasul…
Bulan Maret 2017 Indonesia dihebohkan dengan kedatangan Raja Salman bin Abdul Azis yang konon membawa rombongan sampai 1500 orang. Kedatangan Raja yang bergelar Pelayan Dua Kota Suci Mekkah dan Madinah (Khadimul Haramain Al-Syarifain) ini tentu saja menyita perhatian publik di Indonesia karena sudah 47 tahun sejak Raja Faisal bin Abdul Azis, baru kali ini Indonesia dikunjungi oleh Raja Saudi.
-
..Dan Batu pun Bisa Berlobang..
“Air mengalir setetes demi setetes akan mampu melobangi batu, namun jika diganti dengan air satu drum atau jumlah yang sama dengan yang telah menetes tapi dituang sekaligus, tidak akan mampu melobangi batu, itulah hebatnya istiqamah.” (Guru Sufi).
-
Pentingnya Ilmu Tasawuf (2)
Fiqih, Tauhid dan Tasawuf adalah pilar pokok agama Islam yang harus dilaksanakan secara lengkap tanpa meninggalkan salah satu. Fiqih berhubungan dengan hukum-hukum Agama yang di gali dari al-Qur’an dan al-Hadist oleh para ahli yang kita sebut sebagai Imam dari ilmu fiqih yang kemudian melahirkan mazhab-mazhab. Dikalangan Suni ada 4 mazhab besar sebagai rujukan ummat yaitu Hanafi, Syafii, Maliki dan Hanbali sedangkan dari Syi’ah tidak memakai 4 mazhab ini, mereka mempunyai rujukan imam tersendiri.
-
Cermai-nya Terlalu Asam
Suatu ketika saya dipanggil oleh Guru ke kamar Beliau, hanya berdua saja. Kebahagiaan yang sulit saya lukiskan ketika diberi kesempatan untuk berdua dengan Guru, saat itulah Guru memberikan pelajaran yang bersifat khusus dan bermanfaat langsung untuk diri saya pribadi. Biasanya Beliau memulai dengan cerita, baik cerita tentang pengalaman Beliau berguru maupun kisah-kisah para Auliya, sahabat Nabi dan juga tentang Nabi SAW. Tapi kali ini ketika saya masuk ke kamar, Beliau langsung mengajukan pertanyaan, “Begitu besar pengorbanan manusia dalam beribadah, kalau dia telah menemukan Guru maka diabdikan diri sepenuhnya kepada Guru siang dan malam, untuk apa semua itu dilakukan? Apa yang dicari oleh manusia?”.
-
SADAR HAMBA
Nabi Muhammad SAW mengisi malam-malam yang Beliau lewati dengan ibadah tanpa henti, baik shalat maupun dzikir kepada Allah, hal ini yang membuat ‘Aisyah menjadi heran. Sebagai istri tentu Aisyah ingin suaminya beristirahat ketika malam datang layaknya manusia yang lain karena siang hari Nabi juga tidak sempat beristirahat, mengajar dan membimbing para sahabat jika memang tidak dalam kondisi perang. Ketika perang Nabi sering berada di garis depan, ikut serta bersama kaum muslim berjihad membela agama Allah. Melihat Nabi sangat tekun beribadah dan seolah-olah melampaui kemampuan fisik Beliau, maka suatu malam ‘Aisyah berkata, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah,…