Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Tajalli (3)

Perpaduan antara hati nurani dan akal itulah yang dapat sampai kepada hakikat dan dapat naik memperoleh tajalli tertinggi. Dengan akal saja orang tidak akan sampai memperoleh derajat itu, sebagaimana halnya orang juga tidak akan sampai ke derajat itu, kalau hanya dengan kalbu hati nurani tanpa akal. Manusia ulul albab adalah memadukan kedua daya rohani yang amat besar dan menentukan itu, yaitu daya akal dan daya kalbu hati nurani. Itulah manusia yang dapat melaksanakan pola ajaran dan amal Dienul Islam dengan utuh dan sempurna.

Sesungguhnya proses takhalli, tahalli dan tajalli itu, tidaklah harus selesai satu tingkat atau satu tahap baru memasuki tingkat atau tahap selanjutnya. Pelaksanaannya adalah bersama-sama, sesuai dengan riyadhah dan mujahadah yang dilaksanakan dan tergantung pula kepada rahmat dan karunia Allah. Dari kajian ini sesungguhnya setiap salik yang dengan ikhlas dan taslim melaksanakan zikir dengan metode tarekatullah, telah memperoleh hasil yang bertahap-tahap itu. Dengan kata lain, setiap salik dengan katagori ikhlas dan taslim disertai dengan riyadhah dan mujahadah yang sungguh-sungguh dan lestari, telah memperoleh tajalli, tetapi tingkatannya tidak tajalli tertinggi, seperti yang dijelaskan di atas tadi.

Bila sudah asyik beramal dan di dalam keasyikan itu kita meraskan keagungan dan kebesaran Allah mulai dari af’al, asma, sifat dan zat Allah, sesungguhnya kita sudah tajalli dalam maqam, derajat yang berbeda-beda. Yang sampai ke derajad wali tidak banyak, tetapi yang sampai ke derajat tingkat orang yang saleh dan taat pasti lebih banyak.

Salah satu kunci utama dalam peramalan tasauf dan tarekat, adalah cinta, dan rindu selalu kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta dan rindu kepada Allah dan Rasul, adalah berkat usaha seseorang dan karunia dari Allah SWT. Karena itu bagi orang yang telah memperoleh bibit-bibit cinta dan rindu itu, harus memelihara dan membinanya sungguh-sungguh dengan beramal ikhlas, baik yang wajib maupun yang sunat. Ibadah yang dilakukan harus pas / sesuai benar antara syariat dan hakikatnya, antara yang tersurat dan yang tersirat pada amal ibadat itu. Kalangan sufi berpendapat seseorang beribadat tanpa mengetahui makna yang tersirat, makna batin, ataupun makna hakikat dari ibadat itu, tak ubahnya seperti anak kecil yang membaca buku, tanpa mengetahui sama sekali pengertian dari apa yang dia baca.

Dalam pemeliharaan dan pembinaan selanjutnya, seorang sufi dalam hidup dan kehidupannya harus dapat mengendalikan dirinya, jangan sampai terjerumus kembali kepada hal-hal yang bias membatalkan amalnya. Karena itu dia harus selalu bersikap wara’, ridla, zikrul maut, dan sebagainya.                                                                                   

Demikian Penjelasan tentang Takhalli, Tahalli dan Tajalli yang saya kutip dari berbagai sumber, mudah-mudahan bermanfaat…

Single Post Navigation

18 thoughts on “Tajalli (3)

  1. Assalammu ‘alaikum tuan SM, apa itu zikrul maut , trims’s sblmnya atas penjelasannya.

    • Wa’alaikum salam
      Zikrul Maut artinya mengingat mati. Imam Al-Ghazali dalam beberapa karyanya mengulas secara panjang lebar tentang zikrul maut.
      Mengingat kematian akan membuat kita tidak menyia-nyiakan waktu dalam beribadah juga mengingatkan kita akan hidup sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah.
      Mengunjungi orang sakit, takziah kepada yang sudah meninggal dunia, ziarah kubur adalah bagian dari mengingat mati.
      Nabi menasehati kita untuk memperbanyak mengingat akan kematian…
      “perbanyaklah mengingat kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia”. (HR.Ibnu Abid Dunya).
      “perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan” (HR. At Tarmidzi)
      “Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak mengingat kematian, serta terbanyak persiapan untuk menghadapi kematian Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka pergi ke alam baqa dengan membawa kemuliaan akhirat” (HR. lbnu majah dan Ibnu Abid Dunya).

      Demikian

      • mksh Tuan SM, sdh bertambah pula ilmu sy dengan kemurahan didalam hati tuan.., semoga Allah merahmati tuan selalu

      • Asslaamualaikum wrwb…
        kalau menurutku hal apapun yang harus diingat adalah,,.dimana kita
        harus mengalami terlebih dahulu,dalam artian tak ada cinta bila tak bertemu..dalam hadis qudsi dijelaskan….: Antal maotu qoblal maot
        belajarlah mati sebelum kita mati,,hal ini sebenarnya lebih afdhol ketimbang kita hanya menjenguk orang sakit dan ziarah kubur,
        itu pendapat saya Tuan”…mohon maaf.

  2. Ruslianto on said:

    Ass.
    Ada juga Pengamal Tarekat,..mengalami ritual kematian (yang dalam makna) mengalami kematian sebelum mati.
    Apakah (ini) juga dzikrulmaut ? Bangda Sufi Muda.
    Wass.

  3. Assalamualaikum Wr.. Wb.
    Saya dulu pernah belajar tarikat Haqmaliah, apakah ada persamaan atau perbedaan dengan tarikat Naqsabandiyah? Mohon penjelasan. Terima kasih..

  4. tohjoyo sakti on said:

    Amiin..

  5. rinaldy_pangeran jujur on said:

    Sebenarnya kita yg mengigat allah apa allah yg mengigat kita?terimakasih…..

  6. Ruslianto on said:

    Al Qur’an :
    Dzikir kepada Allah, maka Allah niscaya dzikir kepada mu-bersyukurlah kepada Allah dan janganlah meng-ingkari nikmat Allah. QS; Al Baqarah ayat 152.

    Sebutlah (nama) Allah (dzikrullah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui
    QS:Al Baqarah ayat 239.

    Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai . QS; Al A’raf ayat 205.

    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu), bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia (Muhammad itu) banyak menyebut Allah. QS;Al Ahzab ayat 21

  7. retno pasca on said:

    alhamdulillah, selalu menyenangkan membaca artikel tasawuf yang ditulis berdasarkan referensi plus (yang penting) perilaku yang telah ada…

  8. Assalamualaikum wr wb,
    Perkenalkan, saya Rina, saya murid dari ayahanda guru di surau QA Arco. Saya ingin bisa berkenalan dan sharing dengan pemilik blog ini..

    Apakah anda akan datang di hari Guru 20 Jun nanti ? atau malam2 wirid (senin-kamis) ?
    saya biasanya dtg senin dan minggu pagi (ziarah) — apakah saya bisa bertemu anda ?

    Saya juga melihat situs Mutiara Zuhud yg sepertinya murid ayahanda guru juga.
    Apakah anda juga kenal dengan pemilik blog tsb ?

    terimakasih sebelumnya
    Rina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: