Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Lagu Sebagai Takdir

laguMungkin anda pernah mengalami ketika mendengar sebuah lagi tiba-tiba emosi anda ikut berubah, menjadi senang atau menjadi sedih. Sebuah lagu yang gembira pun bisa mengantarkan kepada suasana sedih kalau lagu itu menyimpan sebuah kenangan sedih. Mungkin di masa lalu ketika anda mendengar sebuah lagu gembira, suasana begitu menyenangkan, tiba-tiba terjadi kecelakaan yang merengut nyawa orang yang begitu anda cinta atau ketika lagu indah itu anda dengar disaat itu pula anda ditinggalkan atau dikhianati oleh orang yang begitu anda percaya.

Setiap kita mempunyai selera masing-masing tentang lagu. Ada yang menyukai pop, rock, jazz, dangdut, khasidah dan jenis lagu lainnya. Kebetulan jenis musik yang saya sukai adalah rock dan yang kedua adalah pop. Kedua jenis lagu ini bisa memberikan saya semangat terutama lagu rock. Setiap saya mendengar beberapa lagu rock yang begitu saya suka, maka suasana langsung berubah. Saya membayangkan tampil di depan panggung menjadi seorang gitaris yang hebat dan memukau banyak orang. Secara otomatis semangat hidup jadi meningkat dan suasana hati jadi bahagia, seolah-olah saya masih menjadi siswa SMA yang begitu bersemangat.

Ada beberapa lagu yang kalau saya dengar membuat  hati sedih dan suasana langsung tidak nyaman. Kenapa lagu bisa mengubah emosi seseorang dari bahagia menjadi sedih, dari sedih menjadi bahagia, dari loyo menjadi bersemangat dan sebaliknya. Karena sebuah lagu tidak sekedar didengarkan oleh telinga, tapi lirik dan musiknya akan tersimpan di alam bawah sadar sebagai memori jangka panjang, direkam dengan begitu kuat sehingga apabila lagu itu kita dengarkan kembali maka rekaman masa lalu akan muncul bersamaan munculnya emosi kita saat itu.

Lirik lagu juga tanpa sadar bisa menjadi sebuah doa karena ketika mendengar lirik yang diikuti musiknya sudah pasti kita mendangar dalam kondisi senang dan saat itu pula pikiran kita di program untuk menerima apa yang ada dalam lirik lagu. Seorang penyanyi yang suka membawakan lagu-lagu sedih bisa dipastikan jalan hidup akan mengikuti sesuai dengan lirik lagu tersebut.

Bisa anda bayangkan kalau seorang sepanjang hidup hanya menyukai lagu-lagu sedih, misalnya lagu dangdut yang liriknya mengungkapkan kesedihan dan derita secara berlebihan. Lagu “Termiskin di Dunia” milik Meggi Z isi lagunya 100% mengandung derita dan kesedihan. “Aku merasa orang termiskin di dunia, yang penuh derita dan lingan air mata”. Lagu ini kalau di ulang-ulang tanpa sadar akan menuntun anda kepada takdir, yaitu menjadi orang termiskin di dunia yang penuh derita dan linangan air mata 🙂

Maka biasakan mendengar lagu-lagu positif, lagu-lagu yang liriknya mengandung kebaikan, cinta kasih dan persahabatan sehingga lagu itu akan memberikan pengaruh yang positif terhadap hidup anda. Cara lain agar lagu bisa memberikan pengaruh positif adalah dengan cara meng-intensifkan zikir. Pengalaman saya pribadi ketika mulai belajar zikir dengan bimbingan Guru Mursyid, secara perlahan, lirik-lirik dalam lagu memberikan akna yang berbeda, akhirya semua lagu yang saya dengar terasa indah dan semuanya ditujukan untuk memuja Tuhan. Lagu cengeng pun kadang bisa membuat hati menjadi rindu kepada-Nya. Seluruh lagu akan memberikan pengaruh yang positif ke dalam hidup. Kalau lagu bagi seorang ahli zikir bisa memberikan hal positif dalam hidup tentu membaca ayat-ayat Tuhan akan memberikan hal yang lebih bermakna lagi.

Bagi seorang ahli zikir, membaca ayat-ayat Tuhan bukan sekedar bacaan tapi akan rohaninya akan langsung tersambung kepada Sang Pemilik Firman yaitu Allah SWT sehingga setiap bacaan akan mendatangkan getaran Maha Dahsyat ke dalam hatinya.

Single Post Navigation

21 thoughts on “Lagu Sebagai Takdir

  1. firman on said:

    Betul sekali abangda,..
    Apalagi lagu yang diciptakan anak2 d,masive,yang berjudul Rindu Setengah Mati,sungguh setiap aku mendengarkanx terasa luapan rinduku pada Guru.Semoga kedatangan PYMM.Ayahanda disurau kendari dapat melegakan dahaga kerinduan ini.Amin

  2. Jadi teringat lagu2 bang Thomas………….” Bila tak kenal Dia, bila tak sayang Dia, sia-sialah ibadah kita, bila tak tahu Dia, bila tak cinta Dia sia-sialah ibadah kita, merasa yakin, merasa iman, tapi tak sampai kepada-Nya, yang dimaksud kehadirat-Nya, sayang sungguh sayang maksud tak kesampaian, carilah wasilah-Nya agar sampai tujuan”

    Susah memang susah mencari kemenangan bila tak dekat dengan-Nya pupuslah semua harapan, Kuingin ke Qutubul Amin lewat jalur2 suci merabit pada wasilah-Nya yang dapat menolong hamba, Tujuh tempat yang disucikan dengan menyebut nama-Nya di dalam kelambu putih yang cukup hanya sebadan, bila tlah dekat dengan-Nya hati terasa tenang

  3. Muhammad Tahir Dg Tojeng on said:

    Sungguh suat bentuk pembelajaran. Buar pembaca. Info buat SM. Sy link dgn email jd kalo ada tulisan baru abang upload lgsng conect dgn email sy wassalam

  4. Kakanda dan pembaca yang dimuliakan Allah…

    dua lagi ini sungguh membuat saya selalu berzikir pada Nya, Sang maha Agung, Cinta sejati, Yang maha Satu

    selalu menangis dalam renungan ketika mendengarkan lantunan tembangnya

    Mohon maafkan Fakir yang banyak salah ini

    Semoga kita menjadi tamu Allah swt

  5. laguku lagu rindu pada ALLAH SWT dan Rasulullah SAW

  6. Rinto on said:

    Yesss,,,i’d like this,,,ternyata apa yg kita anggap sepele yg ada disekitar kita ternyata bs menentukn maju atau mundurnya kita,thanks bang sufi muda…

  7. karil on said:

    apa hukumnya dengar musik, krn ada sebagian saudara kita yg mempermasalahkan musik. Thank’s bang

    • Memang ada yang mempermasalahkan tentang musik bahkan ada yang berpendapat bahwa mendengarkan musik haram. Kita harus maklum dengan pendapat2 itu dan kita harus hargai pendapat itu karena setiap pendapat berhubungan dengan hukum agama pasti bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist

    • arkana on said:

      iya benar.
      sedikit beda pendapat dengan bang SM.
      sangat sulit dimaklumi kalo musik dan lagu diharamkan (menurut saya musik, lagu, syair dan puisi sangat erat hubungannya dalam aspek seni suara).
      padahal ayat alquran sendiri sangat indah jika disuarakan dan terdengar seperti lagu. apa itu juga haram?

      saya kira diharamkan nya musik & lagu sangat terkait dg konteksnya.
      apa dulu isi dan artinya? apa tujuan dinyanyikan nya?

      • Setuju.. kayu juga bisa jadi haram, kalau dibuat menjadi gitar yg akan mengalunkan lagu menghanyutkan emosi. Namun bisa jadi halal kalau gitarnya dibakar buat api unggun menghangatkan dari cuaca yang dingin membeku. Yang aneh lagi saya mendengar lagu dangdut “jatuh bangun aku mencintai MU” bisa menangis, mengingat kebodohan diri ini. Benar2 pisau ber”mata dua”.

  8. Jenggot on said:

    Didalam musik ada tercurah segala ungkapan rasa yang tidak dapat terwakilkan oleh media yang lain,kita bisa lihat umat agama lain yang berdoa dengan ber musik.jika musik dapat membawa kita menjadi semangat untuk semkin mendekat kepada Tuhan sah sah saja,yang tidak boleh musik melalaikan kita terhadap Tuhan,

  9. karil on said:

    jadi bagaimana selayaknya kita sebagai orang TN menyikapi masalah musik, krn terus terang kami tdk punya dalil untuk memperlakukan musik sebagai haram atau apakah namanya. Mohon pencerahan

  10. Jenggot on said:

    Pengertian umum kata musik,suatu seni yang mengombinasikan perpaduan beberapa alat musik tertentu dengan seni suara.
    musik yang dibahas di sini adalah musik yang santun yg kata katanya sopan dan wajar tidak mengundang syah wat.jika musik yg mengundang syahwat ,mengumbar aurat,lirik pemujaan setan,bersentuhan laki dan perempuan bukan mahram,ber musik dengan minuman yang memabukan jelas hukumnya haram
    ulama yang mengharamkan musik al:imam ibnu al-jauzi,imam Qurthubi,asyaukani dll
    sahabat,tabiin,dan ulama yang mem bolehkan musik,tentu saja musik yang baik’ Umar bin Khattab, usman bin Affan saad bin abi waqqas dll,(An- Nawawi dalam Al-Umdah).Mazhab Maliki membolehkan menyanyi dengan maazif( alat musik baerdawai).
    musik menyemangati perang,ibu yg mendiami anaknya,org arab utk menyemangati unta mereka berjalan , menurut imam auzai adalah sunah,
    kebanyakan ulama sepakat bahwa aktifitas musik ,baik itu melakukan atu mendengar kan adalah haram apabila aktifitas itu dapat mendorong seseorang untuk melakukan dosa,
    adapun mendengarkan musik yang isinya berkaitan dengan hal-hal yang baik dan dapat mengingatkan orang kepada akhirat tidak mengapa bah kan sunah di nyanyikan menurut Al-Auzai.
    kalau menurut para pengamal tarekat ,tanyakan kepada kepadaa Mursydnya masing masing, kalo tidak berani tanyain ke senior anda. ikutilah apa perintahnya.

    • Thank’s berat bang atas pencerahanya, krn ada jg saudara kta yg klo boleh dibilang lebay istilah skr sesuatu selalu dilihat sempit bid’ah lah sedikit-sedikit haram lah padahal org yg melakukan tdk ada sedikitpun punya niat utk melakukan dosa, segala sesuatu dilakukan kan dimulai dengan niat, nah…. niat itu lah yg menentukan.kami bangga pux teman di blok ini & salut.

  11. M Subhan on said:

    Saya suka mendengarkan lagu,tapi malah ndak pernah berpikir sejauh itu.

  12. Muhammad Basori on said:

    ….berhati-hatilah saat kt memberi mark terhadap apapun sehubungan dengan kajian tentang Tuhan…karena mursyd sebenarnya adalah jiwa yg bersih (dibersihkan karena amal-ibadahnya sebagaimana tuntunan al quran & Hadist)…tapi kt hanyalah menilai segala sesuatu dgn keterbatasan…guru mursyid adalah segala yang berimplementasi pada Kitab yang Agung yaitu al quran dan tunutunan yang mulian sunnah rasululullah…berbahagialah bg sesiapapun yang melihat segala kebaikan dalam hidupnya yg semua daripada Allah…dan damailah bagi sesiapun yang selalau dan senantiasa hidup karenaNya…baik bukanlah hanya untuk jalan pujian sedangkan yang sebaliknya bukanlah cara untuk mencelanya..ingatlah Allah akan selalu “Muhid” absolut….pikirkanlah..dgn akal…tp jangan akal-akalan…he..he…he

  13. Yandi suyand on said:

    Ane punya lagu buat para salikin yg rindu dngn guru nya.

  14. Sepakat

  15. Diibaratkan dzikir-pun begitu juga, para penyanyi “trio” itu yang satu mengintonasikan asma Allah, yang satu lagi bermunajat/berdo’a dan satu lagi dgn suara meng-singkroni sasikan suara satu dan suara dua (itu) seperti mendorong membentuk “corong” membahana keseluruh alam, yang alam itu sendiri telah pula (sebelumnya) para makhluk Allah telah ber-irama dgn karakter dzikirnya masing-masing, sampai lah gelombangnya keujung langit,……. Allah ber Firman “Sesungguhnya Engkau tidak bisa menembus langit kecuali suatu daya dorong (shultan)”, Dalam hal ini terpenting “daya dorong” itu sendiri , itulah Sang Mursyid Yang Kamil Mukamil, sehingga sampai “Lagu (itu)” kelangit ,… Dan Allah SWT menepati janjiNya- Dalam FirmanNya : Dzikirlah engkau padaKu, maka Aku akan dzikir padamu. Gelombang dzikir Allah (ini) membahana ibarat turun dari Langit ker Bumi, maka dengan pasti turunNya ber-iringan dengan rahmat Allah SWT.

    Wass, sMoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: