Tasauf

Siapakah Wali Allah itu?

Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah tiada ketakutan pada diri mereka dan tiada pula mereka berduka cita. (QS. Yunus : 62).

Tulisan ini saya tujukan kepada orang-orang yang ingin mencari dan bertemu dengan Kekasih Allah yang setiap zaman diturunkan oleh Allah SWT ke dunia untuk membimbing manusia agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Tulisan ini mudah-mudahan bisa membuka hijab orang-orang yang selama ini mengingkari adanya Wali Allah. Siapakah Wali Allah itu? Dan bagaimana kita bisa mengetahui kalau seseorang mempunyai derajat Wali? Berikut pendapat para Syekh tentang Wali Allah.

Abu Yazid al Busthami mengatakan: Para wali Allah merupakan pengantin-pengantin di bumi-Nya dan takkan dapat melihat para pengantin itu melainkan ahlinya. Mereka itu terkurung pada sisi-Nya di dalam hijab (dinding penutup) kegembiraan dan takkan dapat melihat kepada mereka seorangpun di dunia ini maupun diakhirat, yakni tiada dapat mengetahui rahasia mereka.

Tanda (alamat) bagi seorang wali itu ada tiga: yakni agar menjadikan kemauan kerasnya demi untuk Allah, pelariannya kepada Allah dan kemasygulannya dengan Allah. Pendapat lain menyatakan, bahwa tanda seorang wali adalah memandang diri dengan kerendahan dan merasa takut akan kejatuhan dirinya dari martabat yang ia berada di atasnya, sambil tidak percaya dengan sesuatu kekeramatan yang nyata bagi dirinya, tiada pula ia tertipu dengannya. Tiada ia memohonkan kekeramatan itu untuk dirinya dan tiada pula ia mengakui (kekeramatan itu).

Al Khaffaz telah berkata: Apabila Allah berkehendak untuk menjadikan hamba-Nya seorang wali, niscaya dibukakan baginya pintu dzikir. Apabila ia telah merasa lezat dengan dzikir itu, maka dibukakan pula atasnya pintu pendekatan. Kemudian ditinggikan martabat-Nya kepada majelis-majelis kegembiraan. Lalu ia didudukkan di atas kursi keimanan untuk disingkapkan (dibukakan) daripadanya hijab (tabir penutup) dan dimasukkannya ia ke pintu gerbang ke-Esaan serta diungkapkan baginya garis-garis ke-Maha Agungan Allah. Pada saat penglihatannya tertuju kepada ke-Maha Agungan serta kebesaran-Nya, niscaya ia akan tinggal tanpa dirinya dan akan menjadi fana (lenyap) untuk tiba menuju pemeliharaan (penjagaan) Allah, agar terlepas dari segala pengakuan dirinya. Baru kemudian ia pun menjadi seorang wali.

Mungkin seorang wali menjadi batal kewaliannya dalam sebagian hal ihwal. Akan tetapi, yang umum atas diri wali di dalam perjalanannya dari kebatalan menuju pada ketetapan adalah kesungguhannya menunaikan hak-hak Allah Swt berbelas kasih kepada para makhluk-Nya dalam segala hal ihwal dengan hati yang sabar, sambil memohon kepada Allah, segala kebaikan diberikan untuk para makhluk. (Mahmud Abul Faidi al Manufi al Husain, Jamharotul Aulia’ Terjemah Abu Bakar Basymeleh, th.1996, Mutiara Ilmu, Surabaya, hlm. 179).

Al Quthub Abdul Abbas al Mursi, menegaskan dalam kitab yang ditulis oleh muridnya, Lathaiful Minan, karya Ibnu Athaillah as Sakandari, “Waliyullah itu diliput ilmu dan makrifat-makrifat, sedangkan wilayah hakekat senantiasa disaksikan oleh mata hatinya, sehingga ketika ia memberikan nasehat seakan-akan apa yang dikatakan seperti identik dengan idzin Allah. Dan harus dipahami, bagi siapa yang diidzinkan Allah untuk meraih ibarat yang diucapkan, pasti akan memberikan kebaikan kepada semua makhluk, sementara isyarat-isyaratnya menjadi riasan indah bagi jiwa-jiwa makhluk itu.”

Dasar utama perkara wali itu, kata Abul Abbas, “Adalah merasa cukup bersama Allah, menerima ilmu-Nya dan mendapatkan pertolongan melalui musyahadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman: “Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang mencukupinya.” (QS. ath Thalaq : 3). “Bukankah Allah telah mencukupi hambanya?” (az Zumar : 36). “Bukankah ia tahu, bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Tahu?” (QS. al Alaq : 14). “Apakah kamu tidak cukup dengan Tuhanmu, bahwa sesungguhnya Dia itu menyaksikan segala sesuatu ? (QS. Fushshilat : 53)”

Wali-wali itu merupakan orang-orang yang akan meneruskan hidup suci dari Nabi, orang-orang yang mujahadah, orang-orang yang menjaga waktu ibadat, yang rebut-merebut mengerjakan taat, yang tidak ingin lagi merasakan kelezatan lahir, kenikmatan panca indera, mengikuti jejak Nabi, mencontoh perbuatan Muhajirin dan Anshar, lari ke gunung dan gua untuk beribadat, melatih hati dan matanya untuk melihat Tuhan, merekalah yang berhak dinamakan Atqiya’, Akhfiya’, Ghuraba’, Nujaba’, dan lain-lain nama-nama sanjungan yang indah yang dipersembahkan kepada mereka.

Nabi berpesan, bahwa Tuhan mencintai Atqiya’ dan Akhfiya’, Tuhan mencintai Ghuraba’, yaitu mereka yang ke sana-ke mari menyelamatkan agamanya, yang nanti akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama-sama Isa bin Maryam, Tuhan mencintai hamba-Nya yang membersihkan dirinya, yang melepaskan dirinya daripada kesibukan anak bini, cerita-cerita yang indah yang pernah disampaikan oleh Abu Waqqash, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Mas’ud, Abu Umamah dan lain-lain yang menjadi pembicaraan dalam kitab “Hilliyatul Auliya”, sebagai kitab besar yang menyimpan keindahan dan kemegahan wali-wali itu.

Diceritakan lebih lanjut dalam kitab-kitab sufi, bahwa wali-wali itu merupakan qutub-qutub atau khalifah-khalifah Nabi yang tidak ada putus-putusnya terdapat di atas permukaan bumi ini. Mereka meningkat kepada kedudukannya yang mulia itu sesudah mengetahui hakekat syari’at, sesudah memahami rahasia kodrat Tuhan, sesudah tidak makan melainkan apa yang diusahakan dengan tenaganya sendiri, sesudah tumbuh dan jiwanya suci, tidak memerlukan lagi hidup duniawi, tetapi semata-mata menunjukkan perjalanannya menemui wajah Tuhan.

Di antara para wali terdapat wali-wali Allah yang pangkatnya sangat digandrungi oleh para Nabi dan para Syuhada’ pada hari kiamat seperti hadits Rasulullah Saw :

Sesungguhnya ada di antara hamba Allah (manusia) yang mereka itu bukanlah para Nabi dan bukan pula para Syuhada’. Mereka dirindukan oleh para Nabi dan Syuhada’ pada hari kiamat karena kedudukan (pangkat) mereka di sisi Allah Swt seorang dari shahabatnya berkata, siapa gerangan mereka itu wahai Rasulullah? Semoga kita dapat mencintai mereka. Nabi Saw menjawab dengan sabdanya: Mereka adalah suatu kaum yang saling berkasih sayang dengan anugerah Allah bukan karena ada hubungan kekeluargaan dan bukan karena harta benda, wajah-wajah mereka memancarkan cahaya dan mereka berdiri di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Tiada mereka merasa takut seperti manusia merasakannya dan tiada mereka berduka cita apabila para manusia berduka cita. (HR. an Nasai dan Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)

Kemudian Rasul membacakan firman Allah Swt:

Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah tiada ketakutan pada diri mereka dan tiada pula mereka berduka cita. (QS. Yunus : 62).

Pernah Rasulullah Saw ditanya tentang siapa para wali Allah itu? Beliau menjawab: “Mereka itulah pribadi-pribadi yang apabila dilihat orang, niscaya Allah Swt disebut bersama (nama)-Nya.” Mereka terbebas (terselamatkan) dari fitnah dan cobaan dan terhindar dari malapetaka. Nabi bersabda :

اِنَّ ِللهِ ضَنَائِنَ مِنْ عِبَادِهِ يُعْذِيْهِمْ فِى رَحْمَتِهِ وَيُحْيِيْهِمْ فِى عَافِيَتِهِ اِذَا تَوَافَّاهُمْ تَوَافاَّهُمْ اِلَى جَنَّتِهِ اُولَئِكَ الَّذِيْنَ تَمُرُّ عَلَيْهِمُ الْفِتَنُ كَقَطْعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ وَهُوَ مِنْهَا فِى عَافِيَةٍ

Sesungguhnya bagi Allah ada orang-orang yang baik (yang tidak pernah menonjolkan diri di antara para hamba-Nya yang dipelihara dalam kasih sayang dan dihidupkan di dalam afiat (sehat yang sempurna). Apabila mereka diwafatkan, niscaya dimasukkan kedalam surganya. Mereka terkena fitnah atau ujian, sehingga mereka seperti berjalan di sebagian malam yang gelap, sedang mereka selamat daripadanya.

Jadi, seorang Wali akan mengalami hinaan dan makian sebagaimana yang dialami oleh Para Nabi dan itu tidak akan menyurutkan langkah mereka untuk berdakwah membesarkan Nama Tuhan. Saya jadi ingat ucapan Guru dari Guru saya kepada Beliau ketika Beliau masih berguru. “Nanti suatu saat nanti sejuta orang mengatakan kau masuk neraka tidak usah kau takut, kecuali yang SATU itu”

“Cintailah yang di bumi maka yang di langit akan mencintaimu” Semoga Allah SWT berkenan mempertemukan kita dengan Kekasih-Nya di muka bumi agar kita bisa mencintai kekasih-Nya dengan demikian maka Allah SWT pasti mencintai kita. Amin Ya Rabbal ‘Alamin

126 Comments

  • dodi

    Assalumalaikum, ya akhi, ana mohon izin untuk mengomentari, siapa wali Allah?
    afwan, definisi diatas tentang siapa Wali Allah? adalah kaidah wali menurut fersi kaum sufi.
    dan definisi ini jelas sekali sangat bertentangan dan bertolak belakang dengan kaidah wali, menurut fersi Al-Qur’an dan As-Sunnah dan pernyataan Ahlussunnah Wal-jamaah dari kalangan Salafus sholih.
    menurut mereka bahwa Wali Allah, adalah (semua orang yang beriman kepada Allah),
    inilah Wali Allah, menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah dan pernyataan Ahlussunnah, jadi wali Allah itu amat sangat banyak dan hanya Allah yang Maha Tahu.
    hanyasaja kewalian mereka jelas ada perbedaan satu dengan yang lainnya, sesuai dengan seberapa kedekatanNya kepada Allah, dan seberapa tingkatan komitmennya kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shollalloohu alaihi wasallam, dan karenanya pula, surga bagi para wali Allah juga bertingkat-tingkat seukuran dengan derajat ubudiyahnya kepadaNya.
    hal ini sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an surat: Al-Baqoroh: 257

    257. “Allah pelindung (wali) orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

    dan lihat pula pada ayat-ayat dibawah ini:

    Ali Imran: 68
    68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi Ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung (wali) semua orang-orang yang beriman.

    Al-An’am: 51
    51. Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung (wali) dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.

    At-Taubah: 116
    116. Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. dia menghidupkan dan mematikan. dan sekali-kali tidak ada pelindung (wali) dan penolong bagimu selain Allah.

    Ar-Ra’ad: 37
    37. Dan Demikianlah, kami Telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, Maka sekali-kali tidak ada pelindung (wali) dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

    Al-Kahfi: 26
    26. Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.

    Al-Ankabut: 22
    22. Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung (wali) dan penolong selain Allah.

    As-Sajdah: 4
    4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

    As-Syura: 8
    8. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun (wali) dan tidak pula seorang penolong.

    Al-Jatsiyah: 19
    19. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang bertakwa.

    lihatlah siapa walinya Rasulullah Shollalloohu alaihi wasallam?
    عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جِهَارًا غَيْرَ سِرٍّ يَقُولُ « أَلاَ إِنَّ آلَ أَبِى – يَعْنِى فُلاَنًا – لَيْسُوا لِى بِأَوْلِيَاءَ إِنَّمَا وَلِيِّىَ اللَّهُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ».

    Dari Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dengan jelas tanpa samar-samar, ‘Ketahuilah sesungguhnya keluarga ayahku… (yakni fulan) bukanlah penolongku (waliku). Sesungguhnya penolongku (waliku) hanyalah Allah dan orang shalih dari kaum mukminin’ {Muslim 1/136}

    akhi fillah! demikianlah wali menurut Allah dan RasululNya,
    maka demikian pula kaum Alhussunnah dari kalangan pengikut Salafus Sholih menyatakan bahwa, semua orang yang beriman dan termasuk anda, apabila anda memang orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan mencintai setiap orang yang beriman, maka andapun adalah wali Allah, betapa senangnya kita sebagai wali Allah dan bukan Waliyyus Syaithon…
    semoga, anda kembali kepada akidahnya para Salafus Sholih sehingga anda akan menjadi orang yang mampu menyatakan: Waliku adalah Allah, Rasulullah dan seluruh orang-orang yang beriman….

    • singa wahabi

      —apabila anda memang orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan mencintai setiap orang yang beriman, maka andapun adalah wali Allah, betapa senangnya kita sebagai wali Allah dan bukan Waliyyus Syaithon…—-

      setuju, tetapi bukankah ada jenjang dalam tingkat maqom/tempat.

      seperti tingkat kenabian nabi Ibrohim, tentunya berbeda dengan tingkat kenabian nabi Yusuf. karena ALLAH mengajarkan kepada kita bahwa ada tingkatkan dalam suatu maqom kenabian. apalagi dibandingkan denga tingkat kenabian Rasulullah saw.

      dalam tingkatan maqom kaum beriman juga ada tingkatan, sebagaimana ALLAH sudah mengelompokan kaum beriman di diAlquran oleh ALLAH, ini bukti bahwa ada jenjang tingkatan dalam suatu maqom kaum beriman.

      apalagi anda yang berfaham salafi wahabi – ingin dikelompokan pada kelompok walinya dikaum beriman, PASTINYA tidak akan bisa dan gak nyambung.

      sarusnya salafi wahabi masuk dalam kelompok kaum munafik, yang mengaku beriman tetapi dalam hatinya tidak pernah mau berzikir dan mengagungkan Rasulullah. karena mengaggap semua itu adalah bid;ah.

      kalau anda berani mengklaim bahwa anda juga adalah menjadi seorang wali, dan Allah tidak ada mengajarkan kepada kita bahwa ada tingkatan dalam suatu maqom, silahkan anda buktikan seberapa besar ALLAH sudah mencintai anda, sebagaimana para wali sudah bisa membuktikan bahwa ALLAH sudah sangat mencintai mereka,

      • mamo cemani gombong

        apakah aku terlalu bodoh yaaaaaa ? komentar anda dah tak baca beberapa kali tapi saya ORA DONG lho ?????? maaf ya sjnga wahabi …….

    • gie

      apakah kita pantas mengakui diri kita wali???sombong amat ya……….janganlah mudah terjebak..pahamilah dengan sungguh2 jangan asal komen..semua itu ada rahasia yg tersembunyi…begitu juga dengan wali Alloh dan hanya Allohlah yg tau dengan si wali yang tidak menganggap dirinya punya kelebihan dan karomah..tidak butuh pembuktian diri dan pujian..yang ada hanyalah rahasia antara sang maha Dicinta dengan dirinya…damai…kita juga sama-sama orang islam..perbaiki aja syariah dan jangan mudah terjebak dengan syariah yang penting dapat iman terus berilmu dan amalkan.ok

    • isenk

      ADA sebagian besar berpedoman pada alqur-an/kitab buku sehingga mebentuk dirinya sesuai analisa dan tafsir kepada ayat2 ALLAH berdasarkan kemampuan Akal….(manusia pada umumnya)

      Ada sebagian kecil lagi yang dituntun langsung oleh ALLAH …..sehinga tingkah lakunya teratur sesuai irama Alqur’an…..dikarenakan dalam dirinya ada NUR ALLAH…sebagaimana sabdaNYa: akan kupimpin hamba2Ku dengan NURKU…”

      firman lainNYA” AKU berkenan dihati hambaku yang bening, mukmin, lunak dan tenang…(hati yang seperti inilah yang akan ditempati oleh NUR ALLAH)

      ini pula salah satu syarat utama manusia dikatakan sebagai WALI ALLAH…. Adanya NUR ALLAH dalam hatinya/dirinya….

      SUNNATURRASUL:
      diantara ke 4 khalifah hanya abu bakar saja yang tidak mati dibunuh (sama dengan kematian rasulullah SAW/sesuai sunatullah))….. ini sesuai dengan firmanNYA: tidak ada mudharat orang yang beserta dengan ALLAH….(mendapatkan NUR ALLAH)>>>>> jika dikatakan semua orang beriman jadi wali maka menurut pandangan saya dari contoh diatas jelas2 mengatakan tidak semua orang beriman dikatakan wali… melainkan hanya satu (diantara ke 4 sahabat hanya satu yang berHAQ dikatakan sebagai wali ALLAH/Khalifah yang HAQ ) dan selebihnya adalah pengikut /pembantu dari wali ALLAH diatas bumi….

      wassalam….

  • *FAQIR PENGEMBARA KSA

    @Salam Bang SUFI ……! WaLi YaNg Tidak Memakai Baju kewalian, tidak dikenal orang2 kebanyakan.Wali hanya diketahui oleh para Wali.Jika Anda seorang Wali suatu saat anda akan didatangi oleh para wali tanpa kehendak diri.Dan anda akan merahasiakan……kecuali pada Sahabat2mu yang kau cintai……Jika kau bertanya…….AKU TIDAK TAHU APAPUN………..”salam rindu buat Bang Sufimuda”.

    • ibrahim

      salam, aku setuju dengan pendapatmu, muga kamu benar-benar faham apa kata-kata yang kamu luntarkan. jelas sekali. alhamdulillah.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.

    Alhamdulillah …….
    Atas pencerahan tentang wali Allah .. kalau masih ada sy tunggu SM dan SH tetap akan tanya tentang Allah dan Kekasih Allah. karena waktuku kali ini sedikit akau hanya menunggu aja lebih lanjut.
    Terima kasih.
    Wassalam.

    • dillah

      asslamualaikum, allah mengilhamkan untuk membaca rindu, sekadar perkongsian, KEIMANAN SESEORANG MUDAH DILIHAT DARI CARANYA MENGHARGAI TUHAN, DAN ORANG YANG MENGHARGAI TUHAN BISA DILIHAT DARI CARANYA DIA MENGHARGAI MANUSIA DAN ALAM SEMESTA

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.
    Salam Kenal Buat kang Dodi
    Comentar kang dodi bagus sekali sama seperti penjelasan SM… Tapi kenapa kang dodi mengatakan kalau kaum sufi berbeda dan bertolak belakang dengan kaidah wali?
    Coba kang dodi renungkan kembali wali Allah bisakan disamakan dengan kekasih Allah ? karena Wali Allah sangat kasih akan Allah.

    Hawa adalah istri Adam As. = wanita adalah istri laki-laki.
    Pertanyaan Apakah semua wanita bisa jadi istri laki-laki. jawabnya Bisa. kenyataan banyak wanita tak punya laki-laki dan sebaliknya.
    Terus istri kang dodi sendiri berapa? apa bisa semua wanita kang dodi jadikan istri ?( Kekasih ) ndak kan ? pasti kang dodi pilih yang paling cantik atau cocok untuk kang dodi. atau dipilih sesuai kemampuan kang dodi. Kalaupun banyak yang mau sama kang dodi pasti kang dodi ndak mungkin menerima jadi kekasih kang dodi semua Ok.
    Kembali lagi wali Allah. manusia saja yang punya hawa nafsu tak mungkin memiliki kekasih banyak.
    Mana mungkin Allah punya (wali) kekasih semua orang yang beriman dimuka bumi ini ?
    Menurut kang dodi wali Allah hanya mewakili dibumi dan urusan dunia. Kalau begitu saya sudah jadi wali ……… (murid.) maaf kang dod aku lagi belajar. Comentarnya yang serius sedikit. Ok.
    Terima kasih Wassalam.

  • KangBoed

    Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Aku.. aku.. aku.. aku.. aku..

    Siapakah aku ini..

    Bisanya selalu mengaku dan mengaku

    Bisanya selalu merasa dan merasa

    Dengan sombong berdiri tegak seolah mampu

    Dengan gagah membusungkan dada seolah kuasa

    Seakan diri bisa dan merasa bisa melakukan sesuatu

    Berkarya.. mencipta.. berbuat dan berusaha..

    Hmm.. semua itu semu

    Semua itu palsu

    Semua itu bohong belaka

    La hawla walla quwata illa billa

    Aku ini lemah ya ALLAH…

    Lemah Tiada daya dan upaya..

    Bahkan untuk bergerakpun ku tiada mampu

    Apalagi untuk mencipta dan berkarya..

    Sungguh yaa Allaaaaaah..

    Kusadari dengan sesadar sadarnya kelemahan diri ini

    Semua terjadi hanya karena IZINMU yaaa ALLAAAH

    Tiadalah diri ini selain Engkau yang berkehendak dan berkuasa

    Tanpa semua itu adalah KEBOHONGAN BESAR

    Tanpa semua itu adalah diri diri yang Tertipu

    Yaaa Allaaaaah

    Dalam Kelemahan ini ku terdiam Memuja KebesaranMU

    Dalam Kefakiran ini ku tertunduk Membersihkan KakiMU

    Dalam Kehinaan ini ku tertegun Melihat KemulianMU

    Dalam Kepapaan ini ku menangis Terpesona KebesaranMU

    Dalam Kegaiban ini ku hilang lenyap dalam Penyaksian..

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah diriku yang sebenar benarnya

    La hawla walla quwata illa billa

    Yaa Allaaaah.. inilah aku.. aku.. aku..

    Datang ke dunia sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Pulang nantipun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Sesungguhnya Hidup di duniapun sendiri tiada memiliki apapun dalam kelemahan..

    Mengapa.. mengapa.. begitu bodohnya aku..

    Seolah hidup Kuasa dan Memiliki segalanya

    Semua Duniawi tersimpan erat kuat dalam hati

    Padahal HATI hanya untukmu ya ALLAH

    Padahal HATI bukan untuk DUNIA

    Begitu bodohnya aku selama ini ya ALLAH

    Begitu Tolol tiada menyadari semua ini..

    Diam

    Merintih

    Tertunduk

    Membisu seribu bahasa

    Keheningan Mencekam Jiwa

    Menembus dalam Relung Sukma

    Menghancurkan Seluruh Ego

    Membongkar rata kedirian yang tersisa

    Akhirnya kumengetahui

    Akhirnya kumengerti

    Akhirnya kumemahami

    Akhirnya kutemukan frekwensi bathinnya

    Akhirnya kutemukan frekwensi dalam Hidup yang meliputi

    La hawla walla quwata illa billa

    Lemah.. lemah.. semakin lemah tiada daya dan upaya

    Lenyap.. lenyap.. akhirnya lenyap.. dan lenyaaaap

    Hilang semua hanyalah sebuah KETIADAAN yang ABADI..

    ~~~080~~~
    Salam Sayang dan Kangen Bang Sufi Muda
    KangBoed

  • *FAQIR PENGEMBARA KSA

    @Salam Rindu KangBoed…….Benar adanya…..Aku & Kau & Kita semua memiliki tujuan menjadi kosong membunuh sifat2 keinginan manusia…..Tidak menjadi Aku…Menemukan kedamaian dari hati yang kosong….Tersingkapnya Hijab untuk keajaiban dalam diri dengan pikiran tanpa adanya Ego…Kita belajar keahlian yang Kita gunakan untuk menipu diri kita sendiri tapi kita tidak bisa menemukan inti…..Sang Jalan dari Jalan….Takdir itu dalam diriku dan kamu,juga setiap manusia….Tiada musuh yang lebih besar selain keingintahuan,pembelajaran…..mengatasi Penderitaan dunia Dengan kekuatan dirinya….Dengan menghentikan Perputaran….Thawaf…Menullis itu baik….Berpikir lebih baik…..Kepintaran itu baik….Kesabaran lebih baik…Dalam melakukan Sa’i …kita melewati Pilar2 kehidupan…Segala Keberadaan Alam ini Kegaiban dan Kenyataan saling Kebersamaan,kadang kegaiban mendahului Kenyataan Begitu sebaliknya…HAL-HAL GAIB MEMBUTUHKAN HAL YANG SAMAR-SAMAR…Kita memahami Aliran2 untuk menuju keSamudra KeAbadian…Inalillahi wainna Ilaihi Rajiun…Salam rindu damai buat Bang Sufimuda.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.

    Buat kang boed ….
    Kenapa kok sampean begitu ? santai ajalah jangan terus menyalahkan diri sendiri begitu. Memang hidup ini tak segampang yang kita alami. Janganlah merasa sendiri! ! ! Hidup ini sebaiknya dilalui bersama sama. lahir bersama sama, matipun bersama-sama.
    Apa kang boed ndak takut semuanya di lakukan sendiri sendiri ?? kang boed nanti stres kalau hidup ini semuanya dilakukan sendiri .!
    Kang boed sebenarnya ndak sendiri kok coba ingat kapan kang boed “lahir” sendiri ??? ndak ingatkan ?? terus selama hidup kang boed ndak boleh merasa sendiri. !! jawabnya ndak bisa dan ndak mungkin.
    Kelak kalau kang boed sampai ke jenjang Inalillahi wainalilahi rojiun juga ndak sendiri. Asal kang boed bersama orang-orang yang tidak sendiri.
    Udahan kang boed selamat menempuh hidup baru.
    Wassalam.

  • SantriGendeng

    Yth.kang sufi muda.
    serta saudaraku semua yg kuhormati.

    berbicara mengenai wali / auliya. kok membuat bulu kudukku merinding ya,,
    menurut hemat saya yg gendeng ini . yg tau seseorg itu wali adalh wali juga, karna maqom wali tidk di dpt secara gratis atau cuma 2, meski semua itu atas izin d kekuasa,anNYA.
    paling tidak beliau itu bisa MANGAN ING LONGAN TURU ING LONGAN DELIK ONO TENGAH -TENGAHE LAUTAN, dan selalu menanam pohon blimbing serta plukat di hatinya begitu jg di peredaran darahnya.
    terkadang bnyk org terkecoh olehwali itu sendiri,karna kebnyakan wali itu sendiri jika di lihat dr kaca mata awam ,suka nganeh 2hi, dr mulai tingkah laku serta kebiasa,an ,cara berpakaian, ucapan . tergantung dr mana beliau memulai perjalanannya.
    kalau jandab udah jelas ga gedabrus ,suka memamerkan [ dalil] di mana 2, beliau wali rata 2 tenang tidak emosian. krna pedoman hidupnya beliau ga takut meski smua org memusuhinya asal ALLAH bersamanya./ atau dunia ini ga ada apa 2 yg ada hanya aku dan ALLAH.
    jika perjalanannya melalui syari,at ; beliaupun gak pernah memperkosa ayat 2 ALLAH /menjualnya /bersembunyi pada ayat -ayatNYA.
    dan atas izinNYA para wali ALLAH di beri karomah olehNYA.
    itulah sedikit yg saya tau, kurang lebihnya mohon ma,af yg sebesar -besarnya.

  • cerminhati

    Ass.wr.wb. salam kenal buat semua……………………..
    Tentang siapa sesungguhnya wali Allah itu sudah jelas disebutkan dalam Al-Qur’an. jangan lah kita manusia yang lemah ini menafsiri isi Al-Qur’an itu, nanti fatal akibatnya……………………… mari kita berfikir dengan nurani bukan dengan cara mengakali……………….
    ya,kalo kita semua jadi wali ALLAH dimuka bumi ini ………………….bagaimana jadinya?????????????
    tentu ada tempat/maqom tertentu, wali Allah itu tingkatnya sederajat dengan nabi. jadi apapun yang menimpa beliau-beliau itu yaitu nabi,rasul,dan wali ALLAH, kejadian buruk atau jahat tidak membuat bersedih tetai selalu tawakal dan bersyukur, juga kejadian baik dan sangat baik tidak membuat beliau-2 sombong dan tinggi hati.semua itu semata-mata karena Allah dan tidak ada sekutu bagi Allah. kalo kita udah merasa enjoy dengan hidup ini dalam segala hal dan segi alhamdulillah, kalo belum ya mungkin taraf.orang beriman pun belum. itu menurut saya bang ya…………………… selama masih menggunakan cara selain saling kasih dan sayang kepada sesama mahlkuk Allah ya masih jauh tu…………jauuuuuuuuuuuuuh sekali dari wali Allah.

    • iwan

      wah daripada mbahas wali yang kita sendiri coro lebih baik kita nyanyi lagu wali yaaaaaaaank…….tak mudah kou bodohikuuuuu…

  • Badui Dalam

    Assalamu alaikum wr.wb
    Kata wali…sering diartikan sebagai wakil pelindung, seperti wali murid maka ia adalah orang yg bertanggungjawab dan melindungi murid, lalu wali nikah yaitu orang yg diberi kepercayaan dan tanggungjaab untuk mewakili proses suatu pernikahan. Jika wali ditambah Allah…maka menjadi wali Allah ato Waliyullah, sungguh sebuah kata yg dahsyat. Karena wali Allah adalah orang yg diberi kepercayaan dan dikehendaki Allah untuk menjadi wakilnya dimuka bumi ini untuk menegakkan agamaNya,untuk mengajak manusia agar selalu ingat kepadaNya.

    Seorang waliyullah adalah orang yg selalu memasrahkan seluruh jiwa raganya kepada Allah SWT semata. Hidup dan matinya hanya untuk mengharap ridho dan cinta dari Allah SWT. Ia sangat menikmati kehidupan didunia ini sebagai sarana untuk ibadah yg MURNI,TULUS dan IKLAS.
    Seorang wali Allah tdk akan menyia-nyiakan waktu hidup, akal dan hatinya selalu berdzikir, waktu kosong digunakan untuk beribadah dan berbuat baik. Ketika bermasyarakatpun selalu menyenangkan orang lain.

    Seorang wali Allah tdk pernah mengumpulkan uang dan harta benda, ia tdk membutuhkan popularitas maupun jabatan, tdk menginginkan sesuatu yg lebih dari kebutuhannya, tidak takut kehilangan apa-apa yg dimilikinya. Ia selalu merasa cukup, merasa senang setiap apa yg diterimanya, senang ato susah, sakit ato sehat, dan segala ujian dariNya.

    Setiap wali Allah selalu berpengang kepada Al Qur’an dan Hadist. Seorang wali Allah tdk pernah mengira perbuatannya selalu baik, tidak pernah merasa selalu meraih rahmatNya, tidak pernah merasa mampu memberi pertolongan kepada siapa saja dengan karomahnya, tidak pernah merasa bangga dengan amal ibadahnya.

    Setiap muslim bisa menjadi wali Allah, kewalian merupakan HAK PREROGRATIF Allah SWT….semata kehendakNya dan pilihanNya. Jadi diangkatnya seorang hamba menjadi wali Allah bukan karena keinginan dan cita-cita hamba. Ada wali yg mengetahui bahwa dirinya wali, ada pula yg tidak tahu kalo dirinya wali…..Kalo tahu dirinya wali dikwatirkan akan timbul rasa bangga, dan kebanggaan itu justru menurunkan derajatnya, bahkan bisa terlempar dari kewalian. Tidaklah diketahui seseorang itu wali kecuali oleh seorang wali juga. Karena Waliyullah hanya dapat dilihat oleh Waliyullah lainnya. Ia bisa berpakaian biasa, bekerja apa saja, ia berjalan dan berkendara dimuka bumi, ia tertutup oleh hiruk pikuk kehidupan dunia, namun ia sangat dikenal di alam malaikat, ia menjadi pembicaraan di alam ruhani yg mulia, ia sangat dinantikan kedatangannya oleh para malaikat dan ruh-2 manusia-2 mulia.

    Jadi untuk manusia-2 yg masih suka ke-GR-an alias gedhe rumongso….mengaku ini..mengaku itu….merasa ini…merasa itu….bisa ini…bisa itu…bangga ini…bangga itu…..maaf seribu maaf mungkin anda belum masuk nominasi……masih jauuuuuuuuuuuh sekale. Kalo wali syaiton mungkin lebih dekat ya !
    Dulu Aza Azil juga sosok makluk Allah yg dekat kepada Allah SWT, hanya karena kekaguman pada amal ibadahnya, merasa lebih pada bahan baku ciptaannya lalu dengan sombong menolak perintah Allah untuk sujud kpd Adam as, tiba-tiba dirinya telah terlempar dari rahmat Allah dan berubah menjadi iblis. Matur nuwun…..

    Wassalam

  • singa wahabi

    Apakah seorang wali ALLAH TIDAK BOLEH KAYA????

    Apa salahnya KAYA HARTA sekaligus KAYA Bathinnya DENGAN RAHMAT ALLAH???

    ALLAH sudah mencontohkan para NABI, ada yang HIDUP BERkEcukupan dan BERLIMPAH dan ada juga yang BERKUASA. artinya hikmahnya adalah

    SEORANG WALIALLLAH, diPERSILAHKAN KAYA, ATAU DIPERSILAHKAN BERKUASA ATAU DIPERSILAHKAN BERkecukupan, KARENA ITU ADALAH BUKAN PAREMETER DIDEPAN ALLAH.

    yang jadi parameter adalah QOLBU,

  • singa wahabi

    Jadi stoplah berfaham….seorang waliALLAH haruslah MISKIN dikarnakan meninggalkan dunianya.

    jadi kalau berfaham seperti itu, bisa2 orang munafik semua yang akan menguasai dunia,
    sedangkan kita disuruh berdakwah dan beramal sholeh didunia, bukan diakhirat. jadi KUASAILAH DUNIA DENGAN HARTA DAN TAHTA DAN SELALULAH BERWASILAH KEPADA TALI ALLAH.

    • wong katro

      Jadi stoplah berfaham….seorang waliALLAH haruslah MISKIN dikarnakan meninggalkan dunianya.
      ————————————————————————————-
      wah jangan salah ya pak wahabi…
      nabi sulaiman contoh seorang nabi yang paling kaya, tapi beliau tidak terpaut ama dunianya (kekayaannya) ini namanya ninggalin dunia
      syaikh abil hasan as syadzili seorang guru tarikat (sufi) yang sangat kaya sapai2 tapi beliau tidak keduniawian.
      artinya apa meninggalkan dunia itu?
      yaitu tidak menjadikan dunia sbg tujuan akan tetapi menjadikannya hanya sebagai alat untuk menggapai tujuan yaitu ALLOH.

  • Taufik

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    Smoga Allah subhanahu wata’ala slalu mmberikan hidayah & inayah-Nya kepada kita smua…
    & semoga kita d beri pemahaman tentang islam.
    Amiiiiiin……….

    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

  • Badui Dalam

    Terima kasih kepada Sdr. Singa Wahabi, anda telah melengkapi komen saya. Tidak ada paham bahwa seorang wali Allah itu harus miskin, harus jauh dari keramaian atau harus meninggakan dunia ini. Justru ia berada ditengah hiruk pikuk dunia, seorang wali Allah bisa saja ia seorang pekerja keras,pedagang, pegusaha,eksekutif sampai pejabat.

    Tapi seorang wali Allah tidak pernah menaruh dunia didalam hatinya, tidak pernah minta apapun dari dunia yang fana ini. Kalaupun didunia ini ia dikaruniai Allah berupa harta dan karomah yang luar biasa, itu bukanlah karena permintaannya. Semua itu semata-mata hanyalah kasih sayang Allah kepadanya, dan iapun tidak akan menunjukkan ataupun secara sengaja memamerkannya kepada orang lain,sombong, ria sehingga semakin melepaskan nilai keiklasannya. Seseorang yang ria tidak dapat diketahui kecuali oleh orang yang iklas.

    Jadi hanya orang yang belum memahami dengan benar tentang wali Allah yang berprasangka bahwa seorang wali Allah itu harus miskin dan tidak boleh kaya. Hanya orang yang mencintai Allah dan RasulNya dengan belum benar yang tidak percaya adanya manusia tingkat wali / auliya.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.

    Buat Santri Gendeng
    Pendapat sampean bagus……..semuanya mengandung istilah. Longan dan longan serta lautan.. bagus itu..!!!
    Mengenahi dalil-dalil itu Mungkin maksud pencerahan diatas menyiapi pertanyaan yang perlu dalil,!!!!!!!! agar tidak saling adu dalil dan merasa benar akan dalil masing-masing.
    Nah kalau mas gendeng ndak perlu dalil yah ndak usah dipakai dalil itu. iyakan Gitu aja kok repot.
    terus mas gendeng bilang kalau wali itu tingkahnya nganeh-nganehi tur nyleneh kala berpakaian aku jadi ikut bingung terus wali itu wali apa ?????????????nanti ada orang yang nyleneh dan pakainnya nganeh nganehi sampean sebut wali padahal dia ndak Gendeng.
    Malah aku juga punya tetangga tingkah lakunya aneh, pakiannya juga aneh bicaranya aneh, makanya juga aneh jalannya juga aneh. turune neng longan jembatan, mangne ugo neng longan jembatan, lautnya diganti sungai wong uripe neng pinggir kali. apa bisa mereka disebut Wali???? Mungkin bisa yah menurut kang Gendeng???

    Wassalam.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.

    Buat Santri Gendeng
    Pendapat sampean bagus……..semuanya mengandung istilah. Longan dan longan serta lautan.. bagus itu..!!!
    Mengenahi dalil-dalil itu Mungkin maksud pencerahan diatas menyiapi pertanyaan yang perlu dalil,!!!!!!!! agar tidak saling adu dalil dan merasa benar akan dalil masing-masing.
    Nah kalau mas gendeng ndak perlu dalil yah ndak usah dipakai dalil itu. iyakan Gitu aja kok repot.
    terus mas gendeng bilang kalau wali itu tingkahnya nganeh-nganehi tur nyleneh kala berpakaian aku jadi ikut bingung terus wali itu wali apa ?????????????nanti ada orang yang nyleneh dan pakainnya nganeh nganehi sampean sebut wali padahal dia ndak Gendeng.
    Malah aku juga punya tetangga tingkah lakunya aneh, pakiannya juga aneh bicaranya aneh, makanya juga aneh jalannya juga aneh. turune neng longan jembatan, mangane ugo neng longan jembatan, lautnya diganti sungai wong uripe neng pinggir kali. apa bisa mereka disebut Wali???? Mungkin bisa yah menurut kang Gendeng???

    Wassalam.

  • SantriGendeng

    wa alaikum salam wr.wb.
    salam keal kang sapinitam Yth.

    monggo kang kita buka kembali kitab 2, yg menerangkan berbagai macam ciri wali,
    seperti :kitab futuhat al-makkiyah .dlln.

    mohon ma,af lho kang ; saya hanya mengugkapkan hal 2 mengenai wali yg sering ku jumpai, bahkan banyak, yg memang dlm keada,an seprti yg saya ceritakan di ats,
    maksudnya nganeh 2hi, dlm berpakaian, jika di lihat mata awam, tidk menunjukkan bahwa beliau org yg pinilih, bahkn memang sering di ejek org. ,
    dulu saya pernah ; ketemu dgn beliau 2, yg berpakaian biasa aja, dan malah ada yg punyai kebiasa,an mencari puntung rokok, [mohon ma,af kaya pemulung].
    namun sejatinya beliau kekasih ALLAH, yg di anugrahi karomah olehNYA.
    hal ini memberi pelajaran bg kita agar hati 2 dlm melihat org / menganggap org lebih org yg kelihatannya kurang mampu, siapa tau beliau2 itu kekasihNYA.

    dan ma,af kang, mungkin kita juga masih ingat dgn kisah 2 NABI HIDIR, yg di kisahkan sering menguji manusia dgn datang sbagai peminta 2 ,pengemis.

    dan disinilah kita sbgai umat manusia harus selalu ILING DAN WASPADA.
    mohon ma,af kang jika ada kesalahan ,ma,lum karna gendeng.
    rahayu.

  • SantriGendeng

    mohon ma,af kang sapiitam;
    saya akn coba mengulas makna ;mangan longan turu longan delik tengah 2hi lautan .tpi jika menurut sampean kurang bener ,mohon dgn segala hormat di benarkan aja.

    MANGAN LONGAN TURU LONGAN ; jadi manusia itu jika pingin memperoleh derajat keluruhuran harus berani ,mangan ing longan ,turu longan ; maksudnya ; sedikit makan dn tidur, serta mampu mengurangi nafsu, masak sih kita bisa makan di kolong tempt tidur tmptnya aja sempit. [ intinya ojo bluboh]
    DELIK ONO TENGAH 2HE LAUTAN ;masak sih sembunyi di tengah lautan ,org ga ada apa 2 . dlm artian seyogyanya manusia itu harus bisa TOPO NGRAME , TOPO MENDEM,dlln .[ meskipun di tengah 2 aktifitas yg yg syarat dgn kesibukan/ di tengah pasar sekalipun ,kita harus bisa ngontrol hati kita utk selalu ingat padaNYA, dan jauh dari sifat riya ,ujub , sombong dlln, karna hati kita telah terpaku padaNYA.]
    kurang lebihnya mohon ma,af ,ats pengetahuan saya yg masih sempit ini.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.

    Terima kasih atas ulasannya … dan benar apa yang sampean katakan,,,,, namun…. bukan berarti orang yang sudah bisa melaksanakan yang sampean katakan lantas itu Wali Allah iyakan??? Bisa ,, bisa ,,, kalau bicara wali Allah memang semua orang bisa!!! yang penting rukun dan syaratnya sesuai tuntunan apa ndak ??? yang membuat saya bingung atas penjelasan sampean itu hanya masalah “nyleneh” orang yang tingkah lakunya aneh dan nyleneh bisa dibilang wali. maaf, sekali lagi maaf . maslahnya begini karena sampean bilang kalau orang yang nyleneh itu bisa dibilang wali,,, e tahunya aku punya tetengga tanpa sebab dia bertingkah aneh dan nganeh-nanehi.. masalah dia bisa melaksanakan mangan dan tidur longan serta tansah eling marang Allah itukan ndak bisa diukur dari nyleneh itu sendiri.
    Wali Allah adalah orang pinilih Gusti Allah. Ndak mungkin dia sampai memulung Puntung rokok kecuali dia lagi ada yang diuji atas umat yang lain.
    Maaf dengan kalimat sampean yang mengatakan bisa juga dia seperti pengemis, Itu membuat efek yang kurang baik, sehingga banyak orang yang memanfaatkan kalimat sampean. dia berbondong -bondong jadi pengemis. yang celakanya lagi seorang non muslim akan bilang kalau umata muslim ini kerjanya jadi pengemis padahal tidak kan??? bahkan ada yang punya faham sampai sekarang jadi Pengemis itu merupakan pekerjaan … apa itu bisa dibilang wali ??? anehkan ???
    Maaf sekali lagi maaf …. jangan sampai kita bermaksud baik ternyata kebaikan itu dimanfaatkan orang yang kurang baik. iyakan???
    Rata-rata pengamal Dzikrullah sudah bisa melaksanakan turu, mangan neng longan lan ndelik ono lautan. termasuk sampean seniri iyakan /// Maaf .
    Wassalam.

    • wong katro

      Terkuaknya ke-wali-an Kyai Hamid Pasuruan dan Kisah salam Kyai Hamid kepada ‘wali gila’ di pasar kendal

      Suatu ketika seorang habaib dari Kota Malang, ketika masih muda, yaitu Habib Baqir Mauladdawilah (sekarang beliau masih hidup), di ijazahi sebuah doa oleh Al Ustadzul Imam Al Habr Al Quthb Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih (Pendiri Pesantren Darul Hadist Malang).

      Habib Abdulqadir Blf berpesan kepada Habib Baqir untuk membaca doa tersebut ketika akan menemui seseorang agar tahu sejatinya orang tersebut siapa,orang atau bukan.

      Suatu saat Datanglah Habib Baqir menemui seorang Wali min Auliya illah di daerah Pasuruan, Jawa Timur, yang masyhur dengan nama Mbah Hamid Pasuruan.

      Ketika itu di tempat Mbah Hamid banyak sekali orang yang soan kepada baliau, meminta doa atau keperluan yang lain,

      Setelah membaca doa tersebut kaget Habib Baqir, ternyata orang yang terlihat seperti Mbah Hamid sejatinya bukan Mbah Hamid, Beliau mengatakan, “Ini bukan Mbah Hamid, khodam ini, Mbah Hamid tidak ada disini” kemudian Habib Baqir mencari dimanakah sebetulnya Mbah Hamid,

      Setelah bertemu dengan Mbah Hamid yang asli, Habib Baqir bertanya kepada beliau, “Kyai, Kyai jangan begitu, jawab Mbah Hamid: “ada apa Bib..??” kembali Habib Baqir melanjutkan, “kasihan orang-orang yang meminta doa, itu doa bukan dari panjenengan, yang mendoakan itu khodam, Panjenengan di mana waktu itu?” Mbah Hamid tidak menjawab, hanya diam.

      Namun Mbah Hamid pernah menceritakan masalah ini kepada Seorang Habib sepuh (maaf, nama habib ini dirahasiakan),

      Habib sepuh tersebut juga pernah bertanya kepada beliau,

      “Kyai Hamid, waktu banyak orang-orang meminta doa kepada njenengan, yang memberikan doa bukan njenengan, njenengan di mana? Kok tidak ada..?” jawab Mbah Hamid, “hehehee.. kesana sebentar”
      Habib sepuh tsb semakin penasaran, “Kesana ke mana Kyai??”

      Jawab Mbah Hamid, “Kalau njenengan pengen tahu, datanglah ke sini lagi”

      Singkat cerita, habib sepuh tsb kembali menemui Mbah Hamid, ingin tahu di mana
      “tempat persembunyian” beliau,

      setelah bertemu, bertanyalah Habib sepuh tadi, “Di mana Kyai..?”

      Mbah Hamid tidak menjawab, hanya langsung memegang Habib sepuh tadi, seketika itu, kagetlah Habib sepuh, melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan Masjid yang sangat megah, “di mana ini Kyai..?” Tanya Habib Sepuh, “Monggoh njenengan pirsoni piyambek niki teng pundi..?” jawab Mbah Hamid.

      Subhanalloh..!!!

      Ternyata Habib Sepuh tadi di bawa oleh Mbah Hamid mendatangi Masjidil Harom.

      Habib sepuh kembali bertanya kepada Kyai Hamid, “Kenapa njenengan memakai doa??” Mbah Hamid kemudian menceritakan,

      “Saya sudah terlanjur terkenal, saya tidak ingin terkenal, tidak ingin muncul, hanya ingin asyik sendirian dengan Allah, saya sudah berusaha bersembunyi, bersembunyi di mana saja, tapi orang-orang selalu ramai datang kepadaku,
      Kemudian saya ikhtiar menggunakan doa ini, itu yang saya taruh di sana bukanlah khodam dari jin, melainkan Malakul Ardli, Malaikat yang ada di bumi, berkat doa ini, Allah Ta’ala menyerupakan malaikatnya, dengan rupaku”.

      Habib sepuh yang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut, sampai meninggalnya merahasiakan apa yang pernah dialaminya bersama Mbah Hamid, hanya sedikit yang di ceritakan kepada keluarganya.

      —————————————————————

      Lain waktu, ada tamu dari Kendal soan kepada Mbah Hamid, singkat cerita, Mbah Hamid menitipkan salam untuk si fulan bin fulan yang kesehariannya berada di Pasar Kendal, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal.

      Fulan bin fulan kesehariannya berada di sekitar pasar dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila, namun tidak pernah mengganggu orang-orang di sekitarnya,

      Tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitip salam untuk orang yang di anggap gila oleh dirinya,

      Tamu tsb bertanya, “Bukankah orang tersebut adalah orang gila Kyai..??” kemudian Mbah Hamid menjawab, “Beliau adalah Wali Besar yang njaga Kendal, Rohmat Allah turun, Bencana di tangkis, itu berkat beliau, sampaikan salamku”

      Kemudian setelah si tamu pulang ke Kendal, menunggu keadaan pasar sepi, dihampirinyalah “orang gila” yang ternyata Shohibul Wilayah Kendal,

      “Assalamu’alaikum…” sapa si tamu,

      Wali tsb memandang dengan tampang menakutkan layaknya orang gila sungguhan, kemudian keluarlah seuntai kata dari bibirnya dengan nada sangar,

      “Wa’alaikumussalam.. ada apa..!!!”

      Dengan badan agak gemetar, si tamu memberanikan diri,

      berkatalah ia, “Panjenengan dapat salam dari Kyai Hamid Pasuruan, Assalamu’alaikum……”
      Tak beberapa lama, wali tersebut berkata,

      “Wa’alaikum salam” dan berteriak dengan nada keras,

      “Kurang ajar si Hamid, aku berusaha bersembunyi dari manusia, agar tidak diketahui manusia, kok malah dibocor-bocorkan”

      “Ya Allah, aku tidak sanggup, kini telah ada yang tahu siapa aku, aku mau pulang saja, gak sanggup aku hidup di dunia”

      Kemudian wali tsb membaca sebuah doa, dan bibirnya mengucap, “LAA ILAAHA ILLALLOH… MUHAMMADUR ROSULULLOH”

      Seketika itu langsung meninggallah sang Wali di hadapan orang yang di utus Mbah Hamid agar menyampaikan salam, hanya si tamulah yang meyakini bahwa orang yang di cap sebagai orang gila oleh masyarakat Kendal itu adalah Wali Besar, tak satupun masyarakat yang meyakini bahwa orang yang meninggal di pasar adl seorang Wali,

      Malah si tamu juga dicap sebagai orang gila karena meyakini si fulan bin fulan sebagai Wali.

      Subhanalloh.. begitulah para Wali-Walinya Allah,

      saking inginnya ber-asyik-asyikan hanya dengan Allah sampai berusaha bersembunyi dari keduniawian, tak ingin ibadahnya di ganggu oleh orang-orang ahli dunia,

      Bersembunyinya mereka memakai cara mereka masing-masing, oleh karena itu janganlah kita su’udzon terhadap orang-orang di sekitar kita, jangan-jangan dia adalah seorang Wali yang “bersembunyi”.

      Cerita Mbah Hamid yang saya coba tulis hanyalah sedikit dari kisah perjalanan Beliau, semoga kita, keluarga kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita kenal senantiasa mendapat keberkahan sebab rasa cinta kita kepada wali-walinya Allah,

      Terimakasih………

      • SantriGendeng

        Yth, kang mas Sufi Muda .
        serta saudara semua yg saya hormati.
        teruntuk kang Wong Katro yg mendptkan petunjukNYA, insyaALLAH.

        memang benar adanya kang wong katro. dan memang bnyak kisah – kisah nyata seperti itu yg tak terbantahkan, dan gak tertulis secara rinci dlm Qur,an maupun Hadist Nabi.
        jika kita mau jujur pada diri sendiri ;
        Mengaku sebagai umat MUHAMMAD SAW. aja rasanya MALU, apa lg mengakui jd org SHOLEH hnya dgn dasar bisa melafatkan ayat QUR,AN atau sedikit mengucapkan HADIST.

        kenapa MALU ?????
        jwb : jangan – jangan kita tidak di akui oleh Beliau Nabi MUHAMMAD, begitu jg dgn pengakuan kesholehan
        jangan-jangan kita tidak di golongkan olehNYA dlm golongn org 2 sholeh.
        karena semua itu HAK ALLAH .
        memang banyak ayat 2 ALLAH yg menjajikan pahala ,surga , neraka.
        tpi paskah kita menagih semua itu, jika kita mau intropeksi ; nikmat yg di berikan olehNYA dlm sehari , di banding dgn ibadah kita , banyakan mana ????
        coba kita sama 2 evaluasi diri, dgn nikmat yg ada pada mata , lidah, kuping, hidung, kaki ,tangan ,mulut, dsb,
        sedang jika di ambil satu nikmat saja .MIS ;mata,
        maka kita tdk bisa melihat akan keindahannya dunia.

        maka jgnlah kita jd org buta yg di suruh utk pegang gajah, lalu
        di kasih pertanya,an ttg gajah,
        pasti jwbnya membuat kita tertwa bg yg bisa melihat,

        kembali ttg WALI , wali bukan utk di junjung 2,atau di sembah , tp menunjukan betapa besar kekuasa,an ALLAH ,
        dan utk kita bisa mencontoh agar lebih dekat dan mengenal ALLAH. yg ahirnya ALLAHpun mengenal kita.
        kurang lebihnya mohon ma,af yg sebesar 2nya.
        rahayu,

      • daljo

        Assalamualaikum…mas Wong Katro
        bisa minta alamat emailnya untuk minta sedikit informasinya mengenai kisah mas ini…trims

      • daljo

        Assalamualaikum…mas Wong Katro
        bisa minta alamat emailnya untuk minta sedikit informasinya mengenai kisah mas ini…trims

  • SantriGendeng

    he,,, he,,,,
    benar adanya,, kang SAPIHITAM.
    mari kita belajar bersama utk memahi kebesaran ALLAH, tp harus dgn kepala dingin tentunya,

    sudut pandang manusia itu memang berbeda, 2, tp marilah kita bersm 2, utk tidak mencari perbeda,an meskipun semua itu di landasi suatu pengalaman hidup masing 2. yg tentunya berbeda 2 pula.
    sehingga kita bisa saling melengkapi dan terus belajar,
    BAHWA; tidak semua yg manis itu enak, siapa tau ,membawa penyakit.
    bgitu juga dgn pahit , tidak selamanya yg pahit itu, gak enak, siapa tau bisa jadi obat,

    intinya ; berhati 2,dlm segala hal itu yg paling baik, di sertai rasa iling dn waspada.
    karna manusia itu sulit membedakan mana penyakit hati dan yg gak dlm hati setiap pribadinya masing 2.

    dan kalau memang anggapan kang SAPIHITAM sperti itu, silahkan. saya hanya bisa menghormati setiap pendapt org lain.dgn segenap kerendahan hati saya.

    mengenai saya; sedikitpun tidak merasa org yg baik, apa lgi wali .hamba manusia ; yg penuh kebodohan , kedo,ifan , serta kefaqiran. apalah dayaku tanpaNYA.
    aku, hanya seonggok daging yg mendptkan kemurahan dariNYA.
    jd dlm hatimu jgn tuduhkan seperti itu.
    semoga kang SAPIHITAM mendptkan anugrahNYA dan di pertemukan dgn WALI – WALI ,NYA.
    jika ada kesalahan baik yg saya sengaja maupun tidak,
    MOHON MA,AF YG SEBESAR _ BESARNYA.
    RAHAYU.

  • SAPINITAM

    Ass. Wr. Wb.
    Terima kasih, dan mohon maaf kang gendeng … diantara kita tak ada sedikitpun dibenakku untuk membedakan satu sama lian apalagi sampai menuduhkan seperti itu.
    Kita sama-sama mencari dan berhati-hati dalam menentukan sikap. Rasa apapun yang diberikan Allah asal kita menjalaninya dengan tulus ikhlas. itu sebuah kenikmatan yang luar biasa.
    Bicara : Mengenahi wali Allah sangatlah penting dan benar adanya… karena tanpa wali Allah sia-sialah ibadah kita. Mencari Wali Allah wajib bagi kita semua.
    Saya ucapkan terima kasih, maaf atas kekurangan, dan maklum adanya.
    Wassalam.

    • Iyan.......... jeddah

      Assaalamu’alaikum

      Salam Kenal
      Maaf dengan rasa hormat ana boleh ikut Nimbrung silahkan
      baca di http://www.wali Allah muslim.or.id mudah mudahan antum
      semua tidak bingung antum semua juga bisa menjadi wali2 Allah dengan kesholehan antum .semoga antum semua terpili
      lih menjadi wali2 Allah

      Wassalam

  • ibrahim

    walli allah, adalah dari allah itu sendiri, didatangi kepada manusia yang bersih dan penyerahannya kepada allah keseluruhanya. pengzahiranya pada manusia yg bersih dan terpilih. ini hanya dapat dirasai olih manusia yang didatangi itu sendiri dan para pencari ilmu makrifat kepada allah saja yang benar-benar ikhlas dan jujur kepada allah. ini perlu pencarrian yang bersungguh-sungguh, tidak mengejar dunia, bertaubat dengan taubat nasuha serta bertakwa. setelah para pencari ilmu allah ini benar-benar, insyaallah akan diketemukan dengan walli allah ini bagi mendapatkan ilmu yang sebenar-benarnya. wallahualam.

  • *FAQIR PENGEMBARA KSA

    S@lam Rindu buat semua rekan2 yang mencari Wali Allah……Yang mencari akan menemukan……Yang menemukan jangan dilepaskan…..Walaupun berat sekali ingin kembali….nafsu daya tarik bumi yang menghendaki….Puji2an itu hanya untuk Allah bukan kita.Kita semua hanya pantas menerima cacimaki….Kita semua masih dalam Kepongpong belum menjadi kupu2…kalau sudah menjadi Kupu2….seperti yang dikisahkan oleh Wong katro ….itu benar adanya…..Kepongpong itu hanya kenangan….caci makilah sepuasmu….karena itu semua tiada artinya….Dan kelak kita akan menghadiri Reuni di Blog Kewalian Sufimuda….Yaitu dialam Cahaya…sebab Aku tidak mengenal wajahmu …..Tapi Aku kenal Cahayamu…..cahaya sufimuda…..cahaya wong katro….cahaya badui dalam….cahaya santri gendeng….dan cahaya2 lainnya…Pelangi2 diSufimuda….Salam sayang dan rindu buat Bang Sufimuda……From SiPendusta…”FAKIR PENGEMBARA KSA”.

  • aconk82

    JIwa terbang dgn sayap cahaya menuju Tuhan…….tiada jemu tiada letih….walau godaan,ujian,cacian,makian datang silih berganti……semakin tinggi pohon,semakin deras pula angin yg menerpa.Itulah Sunnatullah……siapa yg ingin tinggi,hrs siap2 diterpa angin deras….sabar dan ikhlas serta taslim pada Allah SWT,semua itu dari Nya semata….Semoga kita diberiNya kekuatan….aamiin

  • williamz

    sdr dodi PENGEN jadi wali dg cara keyakinan dia .. ben ben jarke wae gak usah dibantah .. (biar kan saja .. nggak usah dibantah ..)

    xi..xi..xi..

  • A. Hadison

    Assalamu’alaikum wr.wb,

    hi..hi..hi..ha..ha..ha
    Senang hati mendengar semua komentar
    zahir mencari
    hati memutus
    beda menuntun
    Allah memutuskan

    Jangan marah..jangan marah jangan marah, semua mencari zat yang maha kuasa Allah SWT.
    Selamat wahai sodaraku yang berbudi

  • A. Hadison

    Satu hal yang sering terjadi…..ingatlah :
    Wali ketemu Wali tak pernah kelahi
    Murid wali ketemu murid wali pengennya malah berkelahi
    Sempurna diri menjadi kekasih illahi

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca