mari kita melakukan BID’AH!!!
Salah satu senjata ampuh dari golongan Wahabi untuk menyerang pemahaman diluar keyakinan mereka adalah dengan menggunakan sebuah kata…. BID’AH. Wahabi/Salafi merasa golongan paling benar dan paling berhak menafsirkan hukum-hukum Islam sehingga di awal munculnya mereka menolak mentah-mentah semua mazhab dari ahlul sunnah yang sudah begitu lama mengakar dalam masyarakat Islam. Walaupun Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi berlatar belakang mazhab Hambali namun dia tidak pernah mengakui sebagai pengikut mazhab Hambali. Dia lebih senang menyebut diri sebagai “Mawahhid” orang-orang yang bertauhid.
Begitu kaku nya pemikiran wahabi ini dapat kita lihat di beberapa negara yang dominan penganut wahabisme terutama Arab Saudi yang menerapkan hukum Islam secara kaku dan tidak pemgikuti perkambangan zaman, hal-hal yang baru langsung dicurigai dan di beri stempel “BID’AH”. Afganistan pernah amburadul ketika memakai pemahaman wahabi, kekuasaan negara mengatur keyakinan seseorang, laki-laki yang tidak berjenggot di hukum 3 bulan penjara begitu juga kalau ada yang berani tidak berpakaian “ala Islam” versi mereka.
Namun apa sebenarnya Bid’ah itu?
Bid’ah menurut Asy Saythibi adalah segala yang diada-adakan dalam bentuk yang belum ada contohnya. Hal ini sesuai dengan kata “bid’ah” dalam Al-Qur’an :
“Allah yang telah membid’ahkan langit dan bumi”
(Q.S. AL-Baqarah, 117).
Pekerjaan menciptakan bid’ah dinamakan “ibtida” sedangkan barang yang dibuat selanjutnya disebut “bid’ah”. Demikian pula dengan bentuk atau perbuatannya.
Selanjutnya pengertian bid’ah sesuai dengan perkembangan dikalangan umat Islam ialah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al-Baihaqi dari Asy-Syafi’I, sebagai berikut :
Segala yang diada-adakan itu terbagi menjadi dua, yakni pertama : yang menyalahi Kitab (Qur’an) atau Sunnah atau Atsar atau Ijma’, maka inilah bid’ah yang sesat. Dan kedua yaitu segala sesuatu yang diada-adakan tetapi tidak menyalahi sendi-sendi tersebut, maka inilah bid’ah yang tidak tercela”. (Fatkhul Baa-ri VII/154).
Berdasarkan keterangan ini dapat dipahami bahwa bid’ah itu ada yang madzmumah (tercela) karena itulah tergolong sesat dan ada yang mamduhah (terpuji).
Kalangan ulama dari mazhab apapun berpendapat bahwa setiap bid’ah yang tidak sesuai dengan dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadist atau Atsar atau Ijma’, maka akan tertolak oleh hukum Islam dan sebalik kalau sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist akan diterima.
Bagi orang-orang yang tidak bermazhab dalam hal ini Wahabi pada umumnya sangat anti dengan kata Bid’ah dan segala hal yang Bid’ah itu adalah sesat dan setiap yang sesat itu akan masuk neraka . Pendapat mereka diperkuat dengan sebuah hadist Nabi yaitu :
“Maka sesungguhnya semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu dineraka”
(H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)
Dalam hadist lain Nabi bersabda memperkuat dalil diatas yaitu:
“Barangsiapa yang menciptakan bid’ah dlalalah (sesat) yang tidak menyenangkan bagi Allah dan Rasul-Nya, maka akan ditimpakan segala dosa orang yang mengamalkan bid’ah itu yang tidak dikurangi sedikitpun”
(H.R Tirmizi)
Berdasarkan hadist di atas jelas sekali Nabi menganjurkan kita untuk hati-hati terhadap bid’ah karena akan bisa membawa kepada kesesatan dan ditolak segala amal ibadah. Akan tetapi dalam memahami sebuah hadist kita juga harus melihat hadist lain agar kita tidak kaku yang nanti akan menciptakan kekeliruan. Nabi bersabda :
“Barangsiapa yang mengadakan sesuatu yang baik di dalam agama Islam, maka baginya memperoleh pahalanya dan pahala dari orang yang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengadakan sesuatu yang tidak baik ia akan memperoleh dosanya dan menanggung dosa orang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkan”.
(H.R. Muslim)
Hadist di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa apabila seseorang mengadakan sesuatu yang baru dalam Agama namun dianggap baik maka akan mendapat pahala dan juga akan memperoleh pahala dari orang yang mengamalkannya dan sebaliknya akan mendapat dosa apabila melakukan hal baru yang tidak baik
Penggolongan Bid’ah
Agar kita lebih mudah memahami tentang bid’ah ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis bid’ah yang kami kutip dari buku “Seputar Masalah Tarikat” karya Drs. H. Imron Abu Bakar. Bid’ah itu ada 5 jenis yaitu :
- Bid’ah Muharramah, yakni suatu bid’ah yang termasuk diharamkan oleh syara’. Misalnya menghormati orang bodoh menghina orang alim, menempatkan orang-orang yang tidak mengetahui seluk beluk persoalan agama pada suatu jabatan yang langsung mengurusi soal agama sehari-hari. Termasuk juga kepada bid’ah muharramah mengikuti aliran-aliran yang menyimpang dari Agama.
- Bid’ah Makruhah, yakni sesuatu yang diada-adakan yang termasuk kedalam hal-hal yang dimakruhkan menurut pandangan syara’, seperti menghiasi Kitab Suci Al Qur’an, menghiasi masjid dengan gambar-gambar atau lazimnya sekarang dengan bentuk-bentuk ukiran.
- Bid’ah Wajibah, yakni suatu usaha-usaha baru yang berfungsi sebagai sarana untuk menyempurnakan pelaksanaan suatu kewajiban, Misalnya mengumpulkan Al-Qur’an dalam suatu bentuk mushaf, menciptakan penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan yang menjadi kunci untuk memahami dan memelihara kelangsungan tuntunan syariat baik yang ada dalam Al Qur’an maupun Al-Hadist.
- Bid’ah Mandubah, yaitu mengada-adakan sesuatu yang baru dan bersifat sunnah hukumnya. Seperti mendirikan yayasan orang jompo, penampungan anak yatim dan lain-lain yang serupa.
- Bid’ah Mubahah, Yaitu ciptaan baru dari yang bersifat mubah, seperti makan dengan sendok
Dari 5 jenis bid’ah di atas dapat kita ketahui bahwa bid’ah itu tidak selamanya buruk dan sesat akan tetapi ada juga bid’ah yang baik. Bid’ah yang haram misalnya menempatkan seorang yang tidak ahli dalam agama kepada suatu lembaga agama. Orang bodoh tentang agama atau orang yang sentimen terhadap kelompok lain menjadi pengurus MUI, akibatnya akan keluar fatwa-fatwa yang membingungkan ummat dan meresahkan masyarakat. Bid’ah yang baik sangat diperlukan untuk kemajuan ummat Islam, bisakah anda bayangkan andai para sahabat tidak melakukan bid’ah baik dengan mengumpulkan Al-Qur’an dalam bentuk mushaf tentu akan sulit bagi kita di zaman sekarang ini untuk mempelajari Al-Qur’an.
Ternyata kata bid’ah yang selalu dipakai oleh wahabi untuk menyerang kelompok lain adalah bid’ah dengan makna sangat sempit dan kaku. Kalau bid’ah itu ada yang baik dan dapat mencerahkan ummat, saya menganjurkan : “Mari kita melakukan Bid’ah!!!”
111 Comments
Habib
…. Assalaamualaikum…
sungguh tema nya di siang ini sangatttt….lah menggetarkan hati bagi para pembaca., sepertinya akan lahir banyak komentar dan kritisi disini… akan tetapi inilah Islam, bila dilihat baik maka itu sangat baik, bila di lihat buruk maka pasti ada hal yang baik dari sebuah keburukan….
salam…. ^..^ … 🙂
hasan
Sebuah penyegaran yang sangat bagus tentang pemahaman bid’ah
amanata
MasyaAllah,
Ini bahasan yang ana tunggu-tunggu.
Syukron akhi sufimuda, selama ini sudah terlalu banyak kebodohan wahabi yang menjerumuskan dan menghambat kemajuan dunia Islam dengan dalil BID’AH sepemahaman mereka.
Padahal mereka sendiri banyak melakukan bid’ah di arab sana. Mudah-mudahan banyak ikhwan akhwat kita yang menyadari dan memahami arti bid’ah itu sendiri.
samudera_pasai
SubhanaAllah..
Sungguh kita telah di”sesat”kan oleh dogma dari kaum wahabi.. yang menafsirkan hadist seenak peruynya saja… mudah2an seluruh umat islam dibukakan mata hatinya agar lebih “jernih” dalam memandang suatu permasalahan sehingga tidak main “kafir” dan “sesat” terhadap golaongan yang memiliki pandangan berbeda dalam melaksanakan ketentuan agama
yudistira
bid’ah……………… yes…..i love its.
bayangkan kalau tidak ada bid’ah:
. naik haji 1-2 tahun
. mau bepergian dari medan ke jakarta butuh waktu paling kurang 1 bulanan.
. banyak macam lagi dech pokoknya.
bagi yang merasa bahwa bid’ah itu tidak baik berarti itu orang munafik……
heeee
peace:-)
dadan
ya mari kita bikin bidah yang banyak (lol)
gotengkdr
wduuuh kasih komentar apa ya..?abis baru tahu sih apa itu wahabi..he…he.. baca baca SUFI MUDA ncen asyiiik ndaa…!
asep
Salam
Kalau membicarakan mengenai Wahabi/Salafy dengan bid’ahnya, saya jadi ingat sabda Rasulullah saw:
“Sesungguhnya bagi mereka disetiap zaman ada seorang Imam yang menolak penyimpangan dari orang-orang yang berlebihan, menginginkan kebatilan dan penakwilan orang-orang jahil terhadap agama”
Wassalam
Jack
Sarujuk, bung..setuju. Sbnarnya bnyk skl bid’ah yg dilakukan umat Islam. Bhk semenjak jaman sahabat nabi. Ingat perkataan Sayyidina Umar mslh tarawih yg memutuskan jml rakaat tarawih 20 rakaat scr berjamaah, yaitu alangkah nikmatnya bid’ah itu. Kalo demikian, beranikah org2 salafi/wahabi membuat fatwa Sayyidina Umar itu SESAT, MASUK NERAKA? Kpd bung sufimuda, mhn artikel2nya kalo bs updatenya dipercepat, kalo bs tiap hari. Akhir2 ini terkesan lama updatenya. Kasian kami yg tiap hari menunggu artikel bung sufimuda yg terbaru. I miss u everyday
Slam
Mantap, bro
Budi Medan
ass. Wr.Wb…..
Salam kenal Bang Sufi Muda , dan juga buat seluruh umat dari berbagai golongan / aliran di Islam , Semoga Situs ini bermanfaat bagi umat yang mengamalkan Tassawuf …….
Trims…. atas pencerahannya
Wassalam
hidayat
rahayu….
bid’ah yang umumnya jadi berkhir baik banyak terjadi di wilayah pedesaan di jawa, misalnya pengajian malam jumat ibu ibu nahdiyin, yasinan bapak bapak 4o hari sekali, juga halal bil halal…..
ya bolehlah…..
melek melek, puasa mutih..
ya bolehlah…
wass w b
hembusankesturi
kebenaran itu dia tidak ada dua, tidak ada tiga, tidak ada sepuluh dst. kebenaran hanya semata-mata satu. kebenaran adalah dari Allah.
jikalau kebenaran itu telah Allah datangkan wahabi/ salafi akan tau diri mereka sendiri, akan sadar betapa mereka sangat jahil. insyaAllah semakin hampir.
skrg mari kita melakukan bid’ah hasanah :d..
laallakum tuflihun
kang kolis
“Barangsiapa yang mengadakan sesuatu yang baik di dalam agama Islam, maka baginya memperoleh pahalanya dan pahala dari orang yang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengadakan sesuatu yang tidak baik ia akan memperoleh dosanya dan menanggung dosa orang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkan”.
(H.R. Muslim)
Kalau boleh saya memahami, hadis di atas mengandung penjelasan tentang bid’ah dan sekaligus sunnah, bid’ah vis a vis sunnah. Istilah Arab mengadakan sesuatu (sanna sunnatan) berarti membuat sunnah. Hanya saja jika yang diadakan itu keburukan maka disebut sunnah sayyi’ah=bid’ah dhalalah.
Standart baik/buruk adalah selama masih sejalan dengan nilai-nilai moral Alqur’an, pasti itu adalah baik adanya. Sedangkan terhadap segala kebaikan Rasulullah bukan hanya “menyetujui”, tetapi malah “menganjurkan”.
Jadi segala hal kebaikan yang baru seperti ini dapat juga disebut sunnah sekalipun Rasul tidak pernah mengatakannya (hadis).
Alfa513
Bagusnya diposting aja keorang2 salafy sehingga mereka tidak terus-terusan menjadi orang yang selalu salafi (salah fikiran)………
Kali aja ada yang mo nyadar………
Yaaa ……. setidaknya nggak gampang2 ngecap orang diluar mazhab salafy sebagai kafir, pembid’ah de el el……… seperti kaum khawarij……..
kecuali salafy = khawarij………
Innalillahi wa inna illaihi roji’un………
mard-hasaniah
salam “LOVE N PEACE”
asyik tuh bid’ah asal yg baik2 aja menurut Tuhan hehehehe … makanya enak kalau bisa nanya langsung sama yg punya langit dan bumi yg punya aturan … jadinya nggak bingung sendiri hehehehe …. mau orang bilang bid’ah dhalalah mau bid’ah mahmudah mau bid’ah baik mau bid’ah sesat nggak perduli … yg penting udah nanya langsung sama Tuhan kalau dibilang kerjakan ya kerjakan aja lageeee kalau bisa diam2 biar nggak bikin ribut hehehehe …. nggak pake bingung2 hehehehehe …. soalnya Khidir AS itu ahli bid’ah tapi benar di mata Tuhan nya hehehehe … kalau Tuhan bilang bunuh ya bunuh kalau Tuhan bilang sayangi ya disayangi … gitu aja kok repot
Al Qur’an itu kan perintah2 Tuhan untuk Muhammad Al Arabi di masanya dan itu juga disesuaikan dg kondisi … kalau mau diterapkan di zaman ini ya harus ada konversinya … bingung kan ngonversinya hehehehe … ya tanya aja sama Tuhan mana yg harus kita lakukan
selamat berdialog sama Tuhan supaya beragama dan ber Tuhan nggak ikut2an … ntar di bohongi gimana ? Mursyid aja sering bohong2ngi muridnya untuk menguji keteguhan hatinya hehehehehe
taufiq
Bertambahnya zaman dan peradaban mengandung konsekuensi logis adanya perubahan atau sesuatu yang baru, perubahan pasti mengandung kejelekan dan kebaikan kalau Islam tidak dapat mengakomodir perubahan itu sudah tamat agama islam sejak 1400 tahun yang lalu. Karena islam adalah agama sepanjang massa maka konsekuensi logisnya adalah islam harus sesuai dengan perkembangan peradaban manusia tentu saja islam mengakomodir perubahan perubahan yang baik yang tidak bertentangan dengan sendi sendi Al Qur’an dan Al khadist terhadap perubahan yang tak esuai dengan Al Qur’an dan al khadist tentu saja tertolak secara otomatis.
Kita doakan kepada saudara yang berpaham wahabi untuk dibukakan mata hati dan pikirannya terhadap hal ini.Wallahua’lam
angga erlangga
Bid’ah hasanah akan terasa berarti jika kita mau berfikir positif.. (walah?!)
Salam kenal dan Silaturahim… 😉
suroso
He3x…teringat dulu 15 th lalu saya di bilang bid,ah sama teman di kantor gara-gara ngumpulin zakat penghasilan tiap bulan…karena memang pd saat itu komunitasnya orang2 yang penghasilannya bulanan..
Kalau di lingkungan kantor dan sekitarnya banyak orang yg perlu kita sambangi, tentunya Islam mempunyai jawaban…ya zakat itu…pengelolaannya semacam BMT…Alhamdulillah banyak yang mentas…
Tapi itu tadi syetan dalam bentuk manusia dan merasa berstatus ahli sunnah, selalu saja menghalangi….tapi ya jalan terus…
Maju terus Sufimuda..salam hangat.
Jiwa Musik
kkk……. bisa2 bentar lagi ada caleg or anggota parte yg nyaranin MUI buat fatwa baca blog terutama blognya sufi muda adalah BIDAH dg dalih membingungkan ummat dan meresahkan masyarakat tuk memilih parte yg memperjuangkan syariat
sanggardewa
Salam,
“Aku takut pada zaman, rodanya menggilas iman
Idealisme tinggal pemikiran, yang tak berbekas pada perbuatan
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman
Ada lidah fasih tapi berhati lalai
Ada yang khusyu’ namun sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis
Ada ahli maksiat rendah hati bagai sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat
Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum tapi hati mengumpat
Ada yang berhati tulus tapi wajah menyungut
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi tauladan
Banyak pelacur yang tampil menjadi figur
Ada orang yang punya ilmu tapi tak faham
Ada yang faham tapi tak menjalankan
Ada yang pintar membodohi
Ada yang bodoh tak tau diri
Ada orang beragama tapi tak berakhlaq
Ada yang berahlaq tapi tak ber-Tuhan”
Lalu diantara kesemua itu dimana KITA…???
SELAMAT BER-INTEROSPEKSI…!!!
Wassalam
Pengenjadisufi
masya ALLAH jadi selama ini kita berbuat bid’ah yah…? 🙂 tapi bid’ahnya positif sih jadi jalan terus aja kali ya… Alhamdulillah…
aykal alex
mantap….
cocok nih kali tulisannya diposting ditempatnya orang-orang wahabi…
young sufi
Salam Peace, love, unity and respect to all
Topik yang bagus buat orang – orang wahabi, paling tidak menambah wawasan mereka sehingga mereka mengetahui lebih banyak tentang makna2 bid’ah yang sesungguhnya jgn asal main cap bid’ah aja.
Wassalam
smurf
@sanggardewa
Lalu diantara kesemua itu dimana KITA…???
SELAMAT BER-INTEROSPEKSI…!!!
aku bang…jadi “BID’AH” aja..
koranindependen
Hal yang kurang terpuji adalah saling hujat antar umat seagama. Dulu Muktazilah yang melahirkan banyak Pemikir dan Ilmuwan dihujat sesat. Khawarij yang kecewa terhadap pertikaian antara kubu Ali terhadap Muawiyah, juga dihujat kafir. Terus kini Wahabi juga dihujat. Lalu siapa yang benar ? Asy Ariyah ? Syiah ? Atau malah para pengikut Gatoloco ?
Abu Fatih
Banyak hal yang dilruskan di posting ini , sebenarnya bidah yang dilarang di Islam hanyalah bidah dalam hal ibadah khusus, seperti sholat, puasa, zikir dan lain yang sudah pernah dicontohkan oleh Rasulllah, kenapa dilarang karena ibadah khusus ini sudah sempurna sampai rasul meninggal, tujuannya dengan begitu umat akan tertarik untuk mempelajari sunnah nabiNya. Nah, hal-hal lain seperti naik haji dengan pesawat, azan dengan pengeras suara dll, dalam pikiran ahlu sunnah bukan merupakan bidah.
sekali lagi ketika ada ibadh-ibadah khusus yang masih menjadi perdebatan dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah maka alangkah baiknya jika meniggalkan yang syuhbat ini dan mengikuti yang sunnah, contohnya tahlilan ketika keluarga mayit meninggal, karena sifatnya syuhbat dan remang-remang karena Rasul, keluarga dan sahabtanya tidak pernah melakukan, maka alangkah baiknya kita zikir tahlilan sendiri bisa di rumah sehabis sholat sunnah atau di waktu senggang, contoh lagi misalnya kita nonton TV ada azan di masjid ya kita matikan TV terus kita sholat berjamaah bagi anda yang laki-laki , misalnya acara-acara peringatan kelahiran nabi, Isara mikraj kalau kita perhatikan akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit tapi kita lihat masjid-masjid kita tidak punya perpustakaan yang berisi Al Quran dan Tafsirnya atau kitab-kitab hadist, sehingga jamaah sholat kitapun banyak yang ketika sholat misalnya ketika menguap tidak menutup mulutnya, padahal nabi memerintahkan untuk menutup mulutnya. Kami hanya memohon kepada ahlul Bidah agar kembali ke sunnah nabi, karena jika bidah berkembang akan mematikan sunnah.
sufigokil...kill...dekil
Bid’ah ga bid’ah ga jadi masalah yang penting Allah sudah dihati…heheheeheeeee
Pingback:
andik
biarin dah bid’ah wong surga bukan punya wahabi he he he atau mereka udah kapling surganya ???
teroris tobat
oke deh mas, klo ane ngikutin ucapan ente ntar ane sholat wajib shubuh 4 roka’at ah. kan baik tuh mas, pagi2 kan enaknya nggerak2in badan biar sehat. klo cuma 2 roka’at kurang mas. atau klo nggak ya sebanyak2nya deh, kan nggak papa ngelakuin bid’ah…
Megaloman
ha ha ada bung TERORIS lagii ….memang di manapun di seluruh muka bumi ini yang namanya teroris itu selalu bikin malapetaka…dan akan menerima laknat dari ALLAH…semoga..!!!
haha ha …
Megaloman
begitulah seorang teroris…..di kasih pencerahan dan pengetahuan selalu membangkang dan menolak…
yang benar hanya yang ada di otak kotornya itu aja…
karena memang isinya udah sampah semua…he he
katanya udah tobat..???
Megaloman
buat bang TERORIS…kan udah di jelaskan pa2 aja yang di maksudkan bid’ah itu dan pengelompokkannya ,,,,
kok anda malah nyeleneh gitu….
dasar memang otak anda udah nggak konek lagi deh
mendingan anda tetap jadi TERORIS aja….biar di kenal orang…nggak usah sok tobat segala….ha ha
Megaloman
setuju banget dengan postingan abang sufi muda ..
mari kita ber BID”AH ria ha ha ….(hanya untuk yang sudah mengerti dan paham),,..
SufiMuda
@Megaloman…
Mari kita berdo’a kepada Allah agar Teroris Tobat tidak mereformasi shalat shubuh dari 2 raka’at menjadi 4 rakaat… 🙂
Dari tulisan di atas tidak ada ajakan untuk melakukan bid’ah dalam hal ushul (pokok) seperti shalat.
Rukun Islam dan rukun Iman itu kan udah jelas…
Ah, ditanggapi pun namanya juga baru tobat 😀