Rasulullah

URAIAN RINGKAS MENGENAI ISRA’ DAN MI’RAJ RASULULLAH SAW DITINJAU DARI SUDUT ILMU METAFISIKA EKSAKTA

Hari ini tanggal 29 Juli 2008 bertepatan dengan tanggal 27 Ra’jab tahun 1429H, 14 abad yang silam telah terjadi suatu peristiwa yang luar biasa, menjadi tonggak sejarah baru ummat Islam, dimana Nabi Besar Muhammad SAW melaksanakan Isra’ dari Mesjidil Haram di Makkah ke Mesjidil Aqsa di Pelestina, kemudian melakukan Mi’raj dari Mesjidil Aqsa naik ke Sidratul Muntaha, menjumpai Allah SWT, pada saat itulah Beliau menerima perintah shalat sebagai salah satu rukun Islam.

Saya tidak mengajak pembaca sufimuda untuk menelusuri sejarah terjadinya Isra’ Mi’raj, karena kisah itu sudah sering kali diceritakan oleh para mubaligh kita, terkadang jadi membosankan, dari kecil kita sudah mendengar kisah itu. Juga saya tidak menanyakan kepada anda sekalian apakah anda percaya Isra’ Mi’raj tersebut, karena pertanyaan itu sudah dilontarkan selama 14 abad, cuma Abu Lahab, Abu Jahal dan kawan-kawannya yang tidak percaya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merengungi dan berfikir secara kritis, Bagaimana ilmiahnya sehingga Nabi SAW bisa melakukan Isra’ dan Mi’raj hanya dalam waktu semalam?

Kalau Beliau menuju Tuhan memakai Buroq sebagai kenderaan yang mempunyai kecepatan tak terhingga, apakah Saidina Abu Bakar dan sahabat-sahabat lain juga memakai Buroq?

Apakah seluruh ummat Islam untuk mencapai kehadirat Tuhan perlu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nabi?

Nabi mengatakan, yang tidak mencontoh aku bukanlah ummatku, selama ini yang sudah kita contoh adalah pekerjaan lahiriah Beliau, kapan kita mencontoh pekerjaan spiritual Beliau?

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya mengutip penjelasan yang sangat ilmiah tentang Isra’ Mi’raj oleh Prof. Dr. Saidi Syekh Khadirun Yahya MA. M.Sc dalam bukunya berjudul : CAPITA SELECTA TENTANG AGAMA, METAFISIKA ILMU EKSAKTA JILID II (hal 51-57), Penerbit Universitas Panca Budi Medan.Berikut kutipannya :

URAIAN RINGKAS MENGENAI ISRA’ DAN MI’RAJ

RASULULLAH SAW DITINJAU DARI SUDUT

ILMU METAFISIKA EKSAKTA

Saya akan mencoba untuk mengemukakan dan menguraikan suatu contoh, sebagai ilustrasi yang nyata, karena saya sendiri sebenarnya tidak pula merasa puas, kalau tak ada sekelumit gambaran , yang agak jelas, tentang apa yang dimaksud dengan kehebatan ilmiah metafisika eksakta itu. Contoh yang diambil adalah salah satu fenomena yang hebat sekali, suatu fenomena yang sampai sekarang, tetap hangat dan aktual dan menggemparkan dunia yaitu : ISRA’ dan MI’RAJ RASULULAH SAW disorot dari sudut ILMU METAFISIKA EKSAKTA!

Marilah pelan-pelan kita ikuti uraian-uraian yang sangat ilmiah ini, dengan tenang dan dimulai dengan Bismillah dan ingat akan Rahman dan Rahim serta kasih ALLAH SWT, Penguasa Semesta Alam.

Terlebih dahulu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada sesuatu yang kurang sedap dalam uraian-uraian ini, karena mungkin kurang sesuai dengan selera kita. Tetapi kita harus sadar, bahwa ada kalanya kebenaran itu adalah pahit, tetapi kalau sudah dikenal, bahwa kebenaran yang pahit itu adalah obat satu-satunya , maka kebenaran itu akan menjadi manis (Truth is bitter, but Truth is also sweet).

Seperti juga bala yang diturunkan ALLAH, tentu terasa sakit dan pedih pada awalnya, tetapi kalau kita arif dan bijaksana, pandai mengambil pelajaran daripada bala yang diturunkan ALLAH itu, maka akhirnya bala itu akan menjadi petunjuk yang sangat berharga. Sedangkan musuh yang mencari-cari kelemahan kita siang malam, adalah sebenarnya alat yang baik sekali, untuk menunjukkan kekurangan- kekurangan kita, yang kadang-kadang kita tidak sadari sama sekali.

Begitu juga saya percaya, bahwa kita semua sadar benar-benar, bahwa kita bukan hidup di zaman Galileo Galilei lagi, dimana ucapan ilmiah eksak yang benar, tetapi tidak atau belum difahami, orangnya lantas akan “dikejar-kejar”, atau difitnah seenaknya saja. Dewasa ini, kita hidup di zaman hipermodern, kurun XV H, yang sudah hampir kiamat lagi barangkali (oleh “permainan” atom, nuclear dan sinar laser dari manusia-manusia atau “ulah/tingkah” galaxy di alam semesta ruang angkasa), yang semua problema-problema ilmiah benar-benarharus diselidiki kebenarannya, dan kalau memang benar, dapat diambil manfaatnya sesuai dengan firman ALLAH yang berbunyi :

Yaa ay-yuhal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabay-yanuu an tushiibu qauman bijahaalatin fatushbihuu ‘alaa maa naadiimin.

Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya kamu jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaannya, sehingga kamu akan mrenyesal atas kecerobohanmu itu” (Surat Al-Hujurat ayat 6).

Kesimpulan :

1. Apalagi jika berita itu datangmya dari seorang Islam sejati ! Dan seorang yang benar-benar ahli pula dalam bidangnya

2. Perlu sekali diselidiki akan sesuatu hal sedalam-dalamnya dan seksama mungkin dengan ilmu yang dalam, halus dan tinggi pula yang ada pada kita, sebelum diambil keputusan-keputusan yang menentukan, apalagi yang menyangkut soal-soal Agama Islam! Sebagai proyek ALLAH TA’ALA Yang Maha Tinggi, yang sungguh-sumgguh dalam, halus, dan sangat tinggi sekali.

3. Karena, kalau kita telah mengambil keputusan, umpanya yang benar, disiarkan sebagai berita bohong, atau sebagai sesuatu yang salah, karena kurang selidik, atau kurang mampu menyelidik, alangkah celakanya kita ini, dan bukan main hebat kutuk ALLAH jatuh pada kita, karena kita telah jatuh pada fitnah yang sangat keji, menyebarkan yang haq sebagai berita bohong, yang diancam dengan neraka jahanam Dunia Akhirat!!

Demikian sebagai pendahuluan, marilah kita mulai dengan Nama ALLAH Yang Pengasih lagi Penyayang mengikuti :

Uraian ringkas ISRA’ dan MI’RAJ Rasulullah SAW

ditinjau dari sudut ILMU METAFISIKA EKSAKTA.

Maksud Isra’ dan Mi’raj Rasulullah SAW ialah untuk sujud/hadir ke hadirat ALLAH SWT yang bersemayam di atas Arasy yang maha tinggi.

Jadi: ALLAH SWT berada di Arasy, sedangkan Rasulullah SAW berada di bumi.

Jarak antara keduanya tak terhingga jauhnya : dalam istilah ilmu pasti, jarak yang tak terhingga ditulis : S = ∞

Menurut rumus Mekanika :

1. : S = v x t

S = Spazium = distance = jarak

V = Velocitas = speed = kecepatan

T = tempo = time = waktu

2. Jadi : Jarak = kecepatan x waktu (lihat nomor 1).

3. : S = v x t; kalau jaraknya S = tak terhingga, maka ditulis : S =

4. Jadi : S = v x t;

Menurut Ilmu Aljabar :

5. Kalau : ∞ = v x t, maka v-nya harus (v = ∞).

Atau t-nya harus ( t = ∞ ).

6. Jadi : ∞ = ∞ x t atau ∞ = v x ∞

Waktu yang dipakai Rasulullah SAW berangkat sesudah Isya dan kembali sebelum subuh, katakanlah ± 6 jam pulang pergi, jadi : satu kali jalan menggunakan waktu 3 jam atau t = 3 jam.

7. Diketahui :

2t = 6

t = 3

8. : S = v x t ∞ = v x t

S = ∞

t = 3 .:. v = = ∞

3

9. Jadi : v mesti ∞ : v = ∞

∞ Artinya : Bahwa menurut ilmu rumus eksakta di atas, Rasulullah SAW wajib memakai suatu alat/”kendaraan”/faktor/frekuensi /yang berdimensi/ ber-kecepatan tak terhingga/tak terbatas, yang v-nya = ∞

Dan ini ternyata benar! Memang Rasulullah diberikan alat Bouraq = kilat, yang kecepatannya dan frekuensinya tak terhingga : v = ∞ diberikan oleh ALLAH SWT.

Betapa EKSAK-NYA ISRA’ MI’RAJ ITU !!!

KESIMPULAN :

1. Tanpa memakai faktor tak terhingga (∞) siapapun orangnya yang munajat ke hadirat ALLAH SWT tak kan sampai kepada ALLAH SWT !!!

HUKUM EKSAKTA MEMBUKTIKANNYA !

ISRA’ MI’RAJ MENUNJUKKANNYA, KEDUA-DUANYA TAK DAPAT DITAWAR-TAWAR, TAK DAPAT DITOLAK KEBENARANNYA.

2. Munajat artinya : beribadat, berdzikir, bershalat, bersamadi, beri’tikaf dan lain=lain.

3. Sampai pada ALLAH artinya masuk Syorga, karena Syorga adalah pada sisi ALLAH SWT (∞).

4. Dengan terang dan jelas kelihatannya, bahwa tidak ada satu manusiapun yang Sampai pada ALLAH SWT dengan akal apa sajapun, dengan ma’rifat apa sajapun, bagaimanapun hebatnya, karena alat tak terhingga (∞) adalah kepunyaan ALLAH, dan bukan kepunyaan manusia, karena manusia tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Manusia adalah BAHARU dan serba terbatas yang tak dapat menghasilkan yang tak terhingga (∞).

5. Alat yang diberikan ALLAH SWT pada Muhammad adalah hanya satu-satunya yaitu “Nur-Nya”, mau tidak mau harus dapat kita salurkan pada diri kita alat itu juga, karena tidak mungkin ada alat lain yang mencapai ALLAH SWT selain daripada Nur-Nya sendiri. Faktor tak terhingga (∞ ) tidak dimiliki oleh manusia manapun juga, karena tidak Ada manusia yang bersifat tak terhingga (∞ ), melainkan ALLAH saja, maka Faktor tak terhingga (∞ ) harus diberikan atau dimasukkan oleh ALLAH itu Sendiri pada manusia, baru manusia memilikinya dan barulah manusia itu dapat Berkomunikasi dengan ALLAH SWT (lihat uraian isra’ dan mi’raj di atas), dan Sesuai dengan firman ALLAH : Nuurun ‘alaa nuurin yahdillaahu linuurihiiman yasyaau. Artinya : “…..Nur Ilahi berdampingan Nur Muhammad itulah diberikannya kepada manusia yang di kehendaki-Nya….” (Surat An nur ayat 35)

6. Faktor tak terhingga (∞) ini tak dapat dan tak boleh bertukar, karena Nur Ilahi adalah satu , tak boleh yang lain, harus yang itu juga, karena jika yang lain, hasilnya/sampainya tidak akan sama; Harus yang di berikan pada Muhammad SAW itu juga harus kita miliki, agar terjamin tempat mendaratnya Muhammad SAW itu sama dengan tempat mendaratnya kita. Tempat mendaratnya Muhammad adalah Syorga, karena syorga adalah pada sisi ALLAH SWT.

7. Untuk mencapai frekuensi yang sama, tidak ada jalan lain, Rohani kita mutlk harus dapat kita gabungkan dengan Rohani Muhammad, yang hidup kekal dan abadi pada sisi ALLAH SWT sebagai “SATELIT” ALLAH TA’ALA di alam semesta ini, yang senantiasa langsung berkomunikasi dengan ALLAH SWT. Rohani digabung dengan rohani tidaklah ada salahnya dan tidak berdosa, asal pandai dan tahu cara pelaksanaan teknisnya, seperti juga frekuensi stasion radio Nusantara III Medan, selalu menggabungkan diri dengan frekuensi pusat jakarta, dan kita akan mendengar Langsung siaran pusat jakarta pada radio kita yang sedang distel dengan frekuensi stasion radio Nusantara III Medan. Begirtu juga, sewaktu Muhammad Ali bertinju di stadion rio de janeiro, cukup kita menstel tv kita pada stasion medan, medan menggabungkan diri dengan jakarta dan jakarta Dengan palapa dan palapa dengan rio de janeiro. Kita melihat Muhammad Ali langsung bertinju di layar tv kita di rumah kita sendiri.

130 Comments

  • quantumillahi

    Analisa yg luar biasa Bang Sufimuda, sudah layak untuk menjadi master dan Philosofi Doktor di bidang kesufian.
    Hayo segera dibukukan saja blog in, saya yakin sdh banyak menunggu tulisan bang sufimuda.
    Sukses dan maju terus bang sufi muda dalam menerangkan Nur Ala Nuurin YANG MAHA MENANG, MAHA PERKASA, MAHA KAYA RAYA, & MAHA-MAHA YANG LAIN TIDAK TERHINGGA MENGENALNYA.
    Kepada abang-kakak pembaca yg belum paham dg isra’ mikraj segera cari no hp bang sufimuda dan mohon petunjuk selanjutnya.
    Rugi lho ndak tahu teknik isra’ mikraj
    Salam kasih sayang yg mendalam dari negeri jiran
    quantumillahi

  • sanggardewa

    salam,
    Ada hal yg menarik dari pembahasan ttg Isra’ Mi’raj, dlm kejadian itu Allah swt menyebut perjalan Rasulullah dengan dua kata yg berbeda: Isra’ dan Mi’raj
    1. Isra’ = perjalanan satu dimensi
    2. Mi;raj= perjalanan antar dimensi
    dua hal tsb diatas disebut dlm Al-Q, tp dlm surat yg berbeda, kejadian Isra disebut dlm surat al-Isra’, sedangkan ttg Mi’raj nya Rasul disebut di surat an-Najm. kalo menurut bbrapa riwayat yg sy baca, mungkin Rasulullah tidak kemana-2, kenapa begitu? Baginda Rasulullah SAWW adlh Rasul-Nya, Hamba-Nya, Kekasih-Nya dan sebagai Rahmat bagi semesta alam,otomatis seluruh yg ada di alam semesta ini ada di genggaman beliau SAWW, pandangan dan pendengaran nya meliputi seluruh alam semesta, jadi Rasul tidak perlu kemana-2 utk mengetahui apa yg terjadi di belahan yg satu dan belahan yg lainnya yg ada di alam semesta krn cerita ttg Isra masih di dimensi fisik. Ttg Mi’raj disebutkan dlm Al-Q di surat an-Najm yg berbunyi : ” Wa huwa bil ufuqil A’la”,
    “Tsumma Danaa Fa Tadalla”, ” Fa Kaana Qooba Qausayni Au Adnaa”. (an-Najm ayat 8-10).
    Ttg Buroq disitu disebutkan sebagai kendaraan, org jawa bilang Buroq adl Butuhane Rogo (kebutuhan raga), jadi bs dikatakan apabila kita ingin Mi’raj ya harus menjadikan kebutuhan raga ato dunia sebagi tungganan kita, bukan sebaliknya. mohon maaf dan terima kasih.
    Mohom koreksi dari akhina sufi muda
    wassalam

  • sufimuda

    Trimakasih mas sanggardewa atas komentarnya yang menurut sufimuda merupakan komentar yang dalam 🙂
    kalau kita mengetahui hakikat Rasulullah SAW, Bahwa antara Beliau dengan Tuhan sudah tidak lagi berjarak, tentu kita akan bertanya, mau mi’raj kemana lagi Beliau? 🙂

    Begitulah pemahaman agama itu memang berlapis…

    Tentang buroq…
    Bukankah Mursyid itu bisa membawa kita kehadirat-Nya? 🙂

    Salam…

  • sufimuda

    Trimakasih Bang Anto S N atas kritikannya,
    Tulisan di atas saya kutip di buku CAPITA SELEKTA II bukan KAPITA SELEKTA I. (nanti segera saya ralat)
    Dalam buku khusus tentang Isra Mi’raj memang lebih lengkap, tapi kebetulan buku tersebut sudah lama menghilang, entah di pinjam kawan atau gaib sendiri he5

    Kutipan itu ada di Hal 51-57 buku CAPITA SELEKTA II, coba abang chek…

    Terimakasih sekali atas perhatiaannya

  • sufimuda

    Abangku pengembara…
    Faktor tidak terhingga itu ada dalam dada Rasulullah SAW..
    Sekarang Nabi Muhammad telah 14 abad berlalu, kemanakah kita encari v tak terhingga itu?
    Kita cari kepada ulama yang mewariskan Nur Muhammad itu…
    Mereka adalah para Kekasih Allah yang sederatan duduknya dengan Para Nabi dan Para Suhada.
    Mereka para Ahli Sisilah….
    Mereka adalah para penuntun rohani…
    Dia adalah Wali Quthub yang setiap zaman di dunia ini cuma satu orang saja….
    Lewat Dialah kita semua abangku menuju ke Tuhan…
    Lewat bimbingannya lah kita semua bisa dengan selamat melewati siksa kubur…
    Bersamanyalah kita bisa dengan selamat menuju Syurga-Nya.
    Carilah ulama yang benar2 ulama…
    Ulama yang tidak menyibukkan dengan urusan dunia, yang tidak mencari penghormatan dan kemulyaan dari penguasa…
    Yang dengan ihklas membimbing kita tanpa pamrih…
    Yang tidak pernah meminta apa-apa dari kita…
    Yang selalu mendo’akan kita, apakah kita baik atau bajingan…
    Yang menerima murid tanpa melihat latar belakang , suku, status sosial dan ekonomi…
    Yang memperlakukan murid2 sama, dengan kasih dan sayang…
    Yang apabila kita mengenangnya pastilah akan menetes air mata…
    yang membuat kita merasa seperti seorang anak nakal didalam pangkuan ibu yang mulia hatinya…
    Carilah abangku ulama tersebut…
    Tuhan tidak pernah menanyakan aliran apa yang dianut, jenis ilmu apa yang diamalkan…
    yang Tuhan tanyakan adalah, kenal gak kita sama DIA…
    Untuk bisa sampai kepada TUHAN, lebih aman dan paling mudah adalah lewat kekasih-Nya.

    Salam damai untuk abangku pengembara..

  • Aykal Alex

    Israk Mi’raj telah diilmiahkan…
    faktor tak terhingga adalah kuncinya…
    Tulisan yang penuh kebenaran…

  • sanggardewa

    @sufimuda
    “Tentang buroq…
    Bukankah Mursyid itu bisa membawa kita kehadirat-Nya?”

    yup, belajar menunggangi buroq adlh sbuah proses yg musti dijalani dibawah bimbingan sang mursyid,Rasul menjadikan Jibril as sbagai teman dlm perjalanan, krn buroq bs dikatakan spt kuda rodeo, kalo g hati-2, bisa-2 kita yg ditunggani.

  • widi

    Salam

    Bingung ni. Sebenernya penjelasan Isra’Mi’raj di Quran apakah seperti itu ? Maaf kalo saya cari di Quran 17:1, ayat yg kedua menjelaskan nabi Musa ?

    Kalau penjelasan mengenai rumus2 fisika tsb bahwa untuk bisa mencapai Allah harus ada faktor tak hingga, dll, aku percaya/paham 100%.

    Tapi Isra’Mi’raj yang kita peringati ini kan Isra’Mi’raj yg spesial, dimana baginda Nabi menerima perintah sholat. Nah saya bingungnya apakah benar ada kejadian ini (menerima perintah sholat, trus tawar menawar, dll)

  • sufimuda

    Widi
    Daging itu tidak enak, yang enak bumbunya…
    Peristiwa itu tidak menarik kalau tidak dibuat bumbu cerita 🙂
    Saya lebih percaya kalau Nabi menerima perintah Shalat Langsung dari Allah tanpa harus tawar menawar…

  • irfan

    ass…. mau bertanya tentang Wali Quthub::

    1. ada di mana beliau??
    2. apa pernah ada di indonesia??
    3. yg saya pernah dgr dari kawan, beliau tiap 100th sekali adanya?? apa benar??

    mohon pencerahan…

    trims….

  • Dono.

    Ass.wr.wb.
    Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.

    Beginilah ceritanya:
    Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
    Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
    Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
    Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
    Saya jawab wallaikumsalam.
    Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
    Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
    Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
    Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
    Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
    Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
    -Allahhuakhbar33x
    -Subhanallah33x
    -Alhamdulillah33x
    -Allah S.W.T33x
    -Laillahhailallah33x
    -Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
    Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
    1.jangan engkau sombong
    2.bersabarlah
    3.sayang kepada kedua orang tua
    4.jangan engkau membuat kesalahan
    Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.

    Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
    Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.

    Apakah kita sudah bersiap untuk kedatangan akhir zaman?

    Wassalam.

  • sufimuda

    Mas Dono,
    Pengalaman ruhani anda itu sebelum saya tanggapi, ada satu pertanyaan, apa mas Dono sudah pernah berbaiat kepada salah satu thareqat? apakah mas dono punya seorang pembimbing spiritual?

    Kenapa saya bertanya seperti itu, karena pengalaman spiritual itu kan banyak jenis nya, ada berupa khayalan kemudian terbawa tidur, dari kecil kita sudah digambarkan bahwa malaikat itu punya sayap. Kenapa gambaran malaikat seperti itu? karena zaman dulu yang bisa terbang adalah sesuatu yang punya sayap. Kalau kita nonton film IRON MAN, ternyata untuk terbang itu tidak semua harus punya sayap 🙂

    Kalau Mas Dono punya Guru Mursyid, pengalaman seperti ini harus ditanyakan kepada Beliau, nanti Beliau yang menjelaskan kepada anda siapa yang datang itu.

    Dalam literatur kristen malaikat itu digambarkan sosok putih, wajah tampan dan mempunyai sayap. Ada beberapa hadist nabi juga menggambarkan malaikat itu punya sayap yang membentang dari timur sampai barat.
    Dalam hadist tidak dijelaskan sejauh mana timur dan barat, kalau sekarang kita kan sudah tahu bumi itu bulat, dengan keliling lebih kurang 40ribuan km, apa sayap jibril sejauh itu?

    Tentang Isa Al Masih akan turun, tentu bukan nabi Isa yang dulu tiba2 turun dari langit, menurut saya ruh Allah yang bersemayam dalam diri Nabi isa itu lah kelak akan singgah kedalam tubuh seseorang, dia lah Isa yang dijanjikan datang di akhir zaman….
    Kalau demikian, kita tidak usah menunggu Isa turun dari langit, tapi carilah seseorang yang mempunyai Nur Allah, karena Nabi Isa dulu bisa hebat bukan karena dirinya akan tetapi karena dalam badannya ada Nur Allah.

    9 wali yang mas dono lihat, kita kan harus punya alat pengukur untuk mengecek apakah yang datang itu wali atau…..
    Kalau menurut saya, alat pengukurnya adalah Guru Mursyid yang wajahnya tidak bisa ditiru syetan…
    Kalau wali itu datang bersama dengan Guru Mursyid, tentu ada benarnya dia seorang wali.

    Trimakasih Mas Dono sudah mampir di sufimuda, mudah2an pengalaman mas dono yang luar biasa dapat bermanfaat dan menjadi bahan renungan untuk saudara-saudara kita yang lain, dan saya mohon maaf kalau komentar saya kurang berkenan

    Salam Damai Selalu

  • pembaca sufimuda

    Selama ini saya hanya menjadi pembaca setia sufimuda. Kali ini saya juga ingin berbagi pengalaman di sini jika diijinkan, Bang Sufimuda.

    Baru-baru ini saya juga mengalami hal yang hampir sama dengan Mas Dono. Bedanya tidak ada yang muncul tapi tangan saya menulis bergerak sendiri ( seperti jaelangkung 🙂 ). Tertulis bahwa itu adalah guru saya. Awalnya saya percaya karena yang tertulis adalah hal-hal yang baik, seperti berbuat baik dan santunlah pada orang tua, rajin-rajinlah berzikir, berzakat, datang mengunjungi guru. Tapi beberapa hari kemudian ada yang aneh dan tidak cocok jadi saya berkonsultasi dengan Bang Sufimuda.

    Saran Bang Sufimuda untuk saya agar menyebutkan nama lengkap Guru Mursyid. Sejak itu fenomena tangan bergerak menulis tidak ada lagi. Dengan demikian terbukti yang datang itu adalah bukan guru saya. Terima kasih Bang Sufimuda.

    Jadi bagi siapa saja yang mendapat fenomena apapun walaupun itu kelihatan baik dan benar, coba cek dulu dan tanyakan pada guru serta sebut nama lengkap Guru Mursyid. Tapi bagi yang belum punya Guru Mursyid, segeralah mencari Beliau untuk menjadi murid. Karena seperti kata Bang Sufimuda, Guru Mursyid wajahnya tidak bisa ditiru syetan.

    Tidak ada maksud buruk saya menceritakan hal ini. Semoga ada manfaat bagi yang membaca. Dan saya mohon ampun jika ada salah.

    Salam untuk Sufimuda dan semua pembaca

  • sufimuda

    tipuan jin itu mamakai rumus 10:1
    artinya sepuluh kebenaran yang di sampaikan ada 1 kesalahan yang samar tapi paling berbahaya.
    Sebagai contoh orang menuntut ilmu kebal, syaratnya :
    1. Tidak boleh sombong (benar)
    2. Jangan pamer kekuatan (benar)
    3. Digunakan untuk menolong orang (benar)
    4. Jangan memulai mengadu ilmu (benar)
    5. Hormat pada orang tua (benar)
    6. Sering menolong orang
    7. Harus selalu bersikap rendah hati
    8. Sayang kepada yang lebih muda
    9. Tidak menyakiti orang kecuali terpaksa
    10. Jangan meninggalkan shalat, sebab kalau meninggalkan shalat ilmu kebal bisa hilang.

    Coba perhatikan point ke 10, KALAU MENINGGALKAN SHALAT ILMU KEBAL BISA HILANG.
    Sekilas terkesan bagus, akan tetapi tanpa sadar nanti ibadah kita pelan2 di alihkan dari LILLAHI TA’ALA menjadi LIL KEBAL 🙂

    Banyak sekali contoh lain, mudah2an kita lebih berhati-hati dalam masalah rohani.
    Bisa terbang ke Makkah,
    bisa menghilang, dan lain sebagainya belum tentu itu ilmu benar walaupun banyak Wali mengalami penomena itu.

    Saya jadi teringat cerita Seorang Aulia Allah ahli Silsilah ke-35 ditawarin oleh Raja Jin bantuan berupa 250.000 bala tentara jin yang bisa dipakai untuk apa saja, bisa mengangkat badan kita menjadi terbang, bisa mengarahkan jin ke mana saja.
    Tapi Beliau menjawab : “cukuplah Allah dan Rasul saja sebagai penolongku”

    Seorang Wali Allah tidak pernah punya keinginan untuk Keramat, tapi Allah memberikan kekeramatan agar orang mengetahui siapa Kekasih-Nya.

    Selama ini Kekeramatan identik dengan kesaktian, padahal asal kata keramat itu dari KORAMAH, artinya kemulyaan…

    Ya… bukankah kemulyaan tidak lain kalau kita diberi kesempatan untuk terus bersama-Nya?

    Maka, dalam thariqat Nasyabandi tujuan dari menuntut ilmu tidak lain adalah : ILAHI ANTA MAQSYUDI WARIDHAKA MATSLUBI
    “ENGKAU YANG AKU MAKSUD DAN RIDHAMU YANG AKU TUNTUT”

  • dell

    Rupanya…. yang punya mursyid saja bisa tertipu lebih-lebih lagi yang tidak punya mursyid. Pantas saja banyak yang terjerumus karena katanya mimpi didatangi malaikat atau wali, muncul penampakan apa/siapa yang dianggap keramat atau dapat bisikan-bisikan. Permainan jin, iblis dan setan ternyata sangat halus. Awalnya diberitahu yang baik-baik, setelah mendapat kepercayaan kita baru kemudian disuruh yang aneh-aneh. Parahnya bagi yang lemah imannya, sekali disuruh yang buruk langsung percaya bahkan ada yang tega membunuh anaknya karena katanya dapat bisikan halus.

    It can happen to us. Kalau sudah mengalami yang begini bisa buruk akibatnya kalau tidak mau berkonsultasi, tidak tahu bahwa harus berkonsultasi, tidak tahu kemana harus berkonsultasi atau berkonsultasi pada orang yang salah.

    Berarti orang-orang yang tidak punya mursyid harus benar-benar… sangat… extra hati-hati. Untuk amannya ya harus punya mursyid pastinya. Musuh kita adalah mereka yang tidak tampak, tidak berwujud. Sangat sulit menahan, menangkis dan melawan mereka jika kita tidak punya pembimbing. Jangan sampai jin, iblis, setan tertawa dan bernyanyi “tertipuuu…” sambil main gitar gaya nugie 🙂

    Ternyata di blog ini tidak hanya mendapat pencerahan dari artikel-artikel yang disuguhkan mas sufimuda tetapi juga mendapat manfaat dari komentar-komentar yang ada. Ditunggu artikel-artikel menarik lainnya mas sufimuda.

    Salam untuk semuanya

  • sufimuda

    begitulah mas dell..
    Kata orang arif, antara yang HAQ dengan yang BATHIL itu bedanya setipis kulit bawang….
    Trimakasih mas dell, komentar nya mencerahkan 🙂

  • Dono.

    Ass.wr.wb,pak Sufimuda,
    Pertanyaan bapak di atas :Pengalaman ruhani anda itu sebelum saya tanggapi, ada satu pertanyaan, apa mas Dono sudah pernah berbaiat kepada salah satu thareqat? apakah mas dono punya seorang pembimbing spiritual?
    Jawaban saya tidak!
    Tetapi saya sering memasukkan orang ke agama islam.
    Teman saya semuanya para imam.

    Jibril yg saya lihat sebagai berikut: Ada beberapa hadist nabi juga menggambarkan malaikat itu punya sayap yang membentang dari timur sampai barat.
    Dalam hadist tidak dijelaskan sejauh mana timur dan barat, kalau sekarang kita kan sudah tahu bumi itu bulat, dengan keliling lebih kurang 40ribuan km, apa sayap jibril sejauh itu? sebesar inilah yg saya lihat, beliau sangat putih dan indah.

    Soal bagaimana turunnya nabi isa, itu hanya urusan Allah S.W.T sahaja, saya tak masuk campur.Saya tidak melihat 9 wali tetapi, Jibril yg mengatakannya.

    Jika bapak ada pertanyaan lagi saya sudi menjawabnya, karena sebelum jibril a.s menjumpai saya,saya pernah dibawa kelangit.

    Salam damai,kaktus.

  • Oezie

    Salam

    Bagaimana kita tahu klo Mursyid yang kita pilih adalah mursyid yang benar..? Dan atas dasyar apa klo mursyid yang kita pilih itu benar?

    Salam kenal

  • zasanet

    daku mulai tertarik nich…
    wahai Sufimuda, bisakah Anda Membantu saya mencari tau siapa dan dimana guru mursyid untuk saya?

  • sufimuda

    Makasih mas dono atas kunjungan nya kembali, mudah-mudahan kita diberi kesempatan oleh Allah untuk saling berbagi, berbagi pengalaman dan berbagi cerita di sini…
    Salam

  • Dono.

    Ass.wr.wb,pak Sufimuda,
    Saya sebenarnya yg musti berterimakasih atas kesabaran bapak membaca komentar saya diatas.

    Untuk saya pertamanya juga sangat berat untuk mengutarakan cerita ini, tetapi pula kalau ini sebagai amanah dan saya tidak menyampaikannya,saya takut berdosa,jadi saya ambil jalan tengah saja.

    Akhir zaman memang sudah kenyataan bagi kita, biar bagaimanapun akhir zaman akan menjemput kita atau di generasi berikut kita.

    Menurut pendapat saya, benar atau tidaknya kejadian ini hanya Allah S.W.T yang maha mengetahui, kalaupun saya terjebak oleh syeitan terkutuk, saya hanya manusia biasa yg kurang beriman.
    Syeitan suka menyesatkan siapa saja, apalagi mereka yg beriman.

    Anggap saja cerita saya, sebagai peringatan tentang akhir zaman yg tiada keraguan kedatangannya.

    Wassalam dan salam sejahtera untuk pak sufimuda dari Dono.

  • 10

    ASSALAMUAILAIKUM.WR,WB
    BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM
    Mohon RESTU YA MAS SUFIMUDA,saya mo nanggapi SEDIKIT SAJA tulisan saudara ku DONO untuk kata yang di ucapkan jibril dalam setiap pertama kali mendatangi orang yang di beri ILHAM oleh ALLOH melalui pesuruhnya SYAIDINA JIBRIL AS bukan TULISKAN/BACALAH/RENUNGKAN bukan saudara ku tapi adalah: BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM itulah kata yang terucap pertama kali maka itu perlulah semua saudaraku memahami arti kata BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM sebab salah satu diantara RAHASIANYA adalah yang menjadi kan PROSES awal dan akhir dalam setiap perkara baik itu peristiwa,pemunculan, ketahuilah disinilah ILMUNYA maka apabila kita mengerjakan apapun tanpa mengucapkan kalimat BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM maka terputuslah kita dengan rocmatNYA,walaupun orang itu mempunyai seribu MURSYID tapi tanpa kenal BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM maka belum dikatakan sempurnalah IMANNYA kenapa…….? karena masih terhijab dari pada ayat diatas, kalo satu surat dalam alqur’an di ibaratkan gedung maka BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM adalah kuncinya maka perhatikanlah : dalam kalimat BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM anda dapat menyelami arti dari ISRO” MI”ROJ apa sich intinya ?
    sebaik baik ciptaan Alloh adalah MAKHLUK dan sebaik baik mahluk adalah Manusia dan sebaik baiknya manusia adalah para ROSUL dan NABI menurut pengertian tasawuf kalo ROSUL bisa ISRO’ mi’roj kenapa saudaraku tidak bisa? jadi SYADINA JIBRIL AS DERAJATNYA TINGGI MANA DENGAN KITA ? maka jawabanya ya jelas tinggi kita kalo iman kita sudah AINUL YAKIN ( apa lagi ini…..? ) kalo melihat pengalaman anda semua ini bukan SYAdina JIBRIL AS yang datang tapi mungkin yang lainnya Sory ya mas saya hanya menyampaikan sedikit kebenaran saja maaf kalo ada kata2 saya yang kurang mufakat pada hati sanubari anda tp saya juga salut sama anda sudah dapat tiket untuk menuju ke surga Alloh dgn mengajak orang untuk menganut agama ROCMATAN LIL ALAMIN ini terus berjuang aq saudara mu mendukung semoga cahaya kebenaran NYA menyinari DHOHIR & BATIN ANDA

    salam damai

  • Dono.

    Wallaikum salam,pak 10.

    Bismillahirrohmannirrohim,
    Penjelasan bapak di atas sangat masuk di akal karena setiap perkataan atau perbuatan selalu kita mulai dengan Bismillahirrohmannirohim.

    Tetapi Jibril tidak memberikan wahyu kepada saya, karena Alquran sudah ada dan jelas kita amalkan sebagai umat Muhammad S.A.W.

    pertanyaan saya kepada bapak, apakah sayyidina Jibril a.s mengatakan Bismillahirrohmannirohim kepada baginda rasulallah Muhammad S.A.W sewaktu menanyakan hal rukun iman kepada Rasulallah?

    Karena menurut saya ini adalah dua hal yg berbeda, yaitu firman dan sunnah.

    InsyaAllah bapak dapat menjawab pertanyaan saya.
    Terimakasih.

    Wassalam dan salam damai.

  • zasanet

    hai sufimuda.. dimana sih etikanya? orang bertanya gak dijawab… ada orang mengaku bertemu malaikat langsung ditanggapi… sungguh tidak mencerminkan nama yg Anda pakai

  • sufimuda

    Mohon maaf mas zasanet, atas kelupaan saya terhadap pertanyaan anda yang sebenarnya merupakan pertanyaan yang sangat pokok dan sangat penting sekali.

    Bukankah manusia itu pada dasar nya penuh kilaf dan lupa? 🙂

    Kalau mas zasanet serius ingin ber guru kepada Guru Mursyid, saya mau tanya mas zasanet berdomisili di daerah mana? nanti biar saya berikan kontak kepada Mas Zasanet,

    Balasannya juga saya kirim ke emailnya,
    Makasih mas zasanet atas kunjungan dan partisipasinya disini,
    Salam

  • farid

    Tentang buraq nih…

    Hadis riwayat Malik bin Sha`sha`ah ra., ia berkata:
    Nabi saw. bersabda: Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: Salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang. Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam. Lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini. Qatadah berkata: Aku bertanya: Apa yang beliau maksud? Anas menjawab: Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Lalu aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit dunia. (Sampai di sana) Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: Siapa ini? Jibril menjawab Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan kami dan berkata: Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Lalu kami datang kepada Nabi Adam as. (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata: Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, ia menangis. Lalu ada yang berseru: Mengapa engkau menangis? Nabi Musa menjawab: Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabi saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya: Hai Jibril, sungai apakah ini? Jibril menjawab: Dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Furat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya: Hai Jibril, apa ini? Jibril menjawab: Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya. Apabila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku ditawarkan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan: Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis. (Shahih Muslim No.238)

    Eksaknya gimana nih njelasinnya si buraq itu… masa kilat dia kan binatang….

    …Lalu aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya….

  • sufimuda

    Selamat datang kembali mas farid, udah lama gak singgah ke mari kemana aja? 🙂
    Dalam bahasa padang : “alah lamo kito tidak bersuo”

    Hadist itu kan udah sering kita baca dan tidak perlu dipermasalahkan, saya cuma mengungkapkan isra’ mi’raj dari segi ilmu metafisika eksakta.

    Nabi menceritakan pengalaman ruhani nya kepada orang lain sesuai dengan keadaan zaman itu, kendaraan yang paling cepat saat itu yang kuda, jadi buraq itu seperti kuda

    Seorang Ibu di tanya oleh anaknya yang berumur 7 tahun, “adik datang nya dari mana?” maksud nya anak itu mau menanyakan dari mana ibu dapat adik bayi, kebetulan ibunya baru melahirkan?
    Apa jawaban yang paling bijak dari sang ibu, “adik baru ibu beli dari pasar” karena anak tadi masih kecil belum mengerti tentang proses kelahiran seorang bayi.

    Demikian mas farid
    salam

  • fahrizalmochrin

    Hidup adalah sebuah perjalanan mencari keridhoaan Allah..Ilmu manusia adalah setitik air di hamparan lautan Ilmu allah..Kisah Isra mijraj adalah perjalanan seorang hamba dalam mencapai kesempurnaan hidup.Manusia adalah Mahluk yang Mulia, yang diberikan akal untuk berpikir , dalam membangun peradaban yang mulia .budaya dan mitos hanyalah tipu daya yang menyengsarangkan manusia dalam mencari hakikat makna illahi.

  • suroso, Halim,Jkt

    Ya Tuhan, berilah kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhai, bukan jalan yang Engkau sesati ataupun Engkau murkai….Amin

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca