Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

AHLI SILSILAH THAREQAT NAQSYABANDIYAH

 

AHLI SILSILAH THAREQAT NAQSYABANDIYAH

 

Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum” (An-Nisa’ 59).

Ta’atilah Allah  dan  Rasulullah serta para pemimpin kalian.

Dengan mematuhi Rasulullah SAW, berarti kita  mematuhi Allah . Oleh sebab itu jagalah agar Tuhan dan Rasulullah selalu berada dalam hatimu, dan bila kalian mematuhi gurumu, berarti kalian mematuhi Rasulullah SAW

Keberadaan seorang guru sangat penting dan setiap orang harus mempunyai seorang guru. Tanpa guru, tak seorang pun dapat mengalami kemajuan dan tak seorang pun bisa menemukan jejak dan jalur yang harus dituju. Bahkan Rasulullah SAW dan seluruh Rasul yang diutus Allah SWT ke dunia ini juga mempunyai guru. Rasulullah SAW mendapat bimbingan Jibril AS dalam proses pencarian Tuhan. Itulah sebabnya kita harus mempunyai seorang guru yang akan menunjukkan jalan kepada Rasulullah SAW dan seterusnya kepada Allah SWT. Jangan berpikir bahwa kita  dapat mencapai suatu tempat tanpa seorang guru, mustahil. Bila kita menempuh jalan sendiri, kita tidak akan mencapai suatu tempat karena jika kita kehilangan jejak, akan benar-benar tersesat. Oleh sebab itu gunakanlah seorang pemandu yang mengetahui jalan yang kalian tempuh, yaitu orang yang pernah melalui jalan itu sebelumnya, sehingga dia menjadi berpengalaman. Dia akan mengantarmu dan membimbingmu langsung menuju tujuanmu tanpa pergi ke sana ke mari, atau ke suatu tempat yang bisa menyesatkanmu.

Itulah sebabnya mengapa seluruh Tarikat  mempunyai Silsilah  yang merupakan mata rantai Guru-Guru yang sambung-menyambung dan kembali secara langsung, tanpa interupsi kepada Rasulullah SAW. Inilah yang kita butuhkan, suatu jalinan langsung. Kita tidak menginginkan suatu mata rantai yang terputus di suatu tempat. Suatu pipa yang tertanam di dalam tanah dan membawa air dari satu desa ke desa yang lain harus benar-benar terjalin dengan baik. Jika terdapat satu lubang di suatu tempat, air itu tidak akan sampai. Jika mata rantai Wali itu terputus, kita  tidak akan sampai kepada Rasulullah SAW.

Jika kita bertanya kepada seluruh manusia di muka bumi apa Agama anda, mereka mengatakan, “Kami adalah pemeluk Budha, Hindu, Kristen, Judaisme, atau Yoga,” atau suatu bentuk agama dan kepercayaan lainnya. Jika kita bertanya kepada mereka, “Siapa guru kalian?” Mereka akan menjawab, “si Anu dan Anu,” lalu siapa guru dari si Anu dan Anu tadi?

Sekarang kita bukannya ingin menentang suatu agama atau kepercayaan, karena semuanya itu akan mengantarkan kalian menuju tujuan masing-masing, tetapi mengertilah apa yang kami tanyakan, siapa guru dari guru kalian tadi? Orang itu tidak akan tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Seseorang mungkin akan menjawab, “Kepercayaannya berasal dari ajaran mistik dari leluhur mereka yang telah berusia 2.000, 3.000, atau 6.000 tahun.” Lalu bagaimana kondisi “pipanya” dalam kurun waktu ribuan tahun itu? Siapa guru-guru yang membentuknya, guru-guru dan Guru Besar yang meneruskannya? Tidak ada yang mengetahuinya, mereka hanya mengenal dua, tiga atau empat guru, setelah itu tidak ada lagi.

Sebuah pohon yang tidak berakar tidak akan menghasilkan buah. Pohon yang perakarannya tidak kuat akan mudah diterpa angin karena pondasinya sangat lemah. Seorang guru tidak boleh “mencantelkan diri,” begitu saja tanpa orang-orang mengetahui siapa gurunya, siapa guru-guru sebelumnya sampai guru yang mendirikan jalur tersebut. Itulah sebabnya guru-guru Sufi merupakan guru-guru yang saling terhubung dan merupakan guru-guru terkuat di dunia, mereka mempunyai hubungan yang benar, mereka mengetahui para leluhur mereka. Jika anda tidak mengetahui leluhur anda, maka anda tidak akan terhubung ke mana-mana atau tidak mengetahui ke mana anda terhubung.

Dari Budha hingga sekarang, bisakah seseorang menghitung jumlah guru-gurunya? Atau dalam agama Hindu? Bagaimana dengan agama Sikh? Atau filosofi China? Jelaskan mengenai Silsilah guru-guru mereka, atau paling tidak sebutkan nama-nama mereka sejak 3.000 tahun yang lalu. Kami menginginkan mata rantai yang tidak terputus, tanpa ada satu yang hilang. Kalian tidak akan menemukan mata rantai seperti itu, bahkan dalam spiritualitas Kristen atau filosofi Yahudi, kita hanya bisa menemukannya dalam Sufisme. Dan tanpa mata rantai seperti itu kita tidak bisa pergi ke mana-mana,Karenanya setiap orang membutuhkan guru Sufi untuk mengantarkannya menuju tujuan masing-masing.

Ini adalah pengetahuan yang diambil dari hati Sayyidina Muhammad SAW dan dibawakan melalui Silsilah guru-guru tersebut. Anda tidak bisa menemukannya di buku apa pun.

Rasulullah SAW menerima tiga Atribut dari Allah SWT, yaitu: pertama, beliau dibersihkan dengan Air Kehidupan dan diberikan kehidupan yang abadi. Kedua, beliau menerima Cahaya Ilahi. Pada saat itu, sebagaima yang telah kami katakan, beliau mampu merasakan apa yang dirasakan oleh setiap orang dan berada dalam hati setiap orang. Itulah arti dari ayat, “Wa’lamuu anna fikum rasuulullah,” “Ketahuilah bahwa Rasulullah  ada bersamamu, di antara kamu dan dalam dirimu” (al-Hujurat 7), karena beliau telah disandangkan dengan Cahaya Ilahi tersebut. Itulah sebabnya Rasulullah  dapat mengetahui apa yang kita rasakan, bagaimana masa depan kita, apa yang kalian lakukan, dan apa yang akan terjadi baik di sini maupun di hari kemudian.

Yang ketiga, Rasulullah SAW menerima Kekuatan Ilahi dari Samudra Kekuatan Ilahi. Semua ini bersumber pada suatu pengetahuan tingkat tinggi dan harus dipahami dengan seksama. Itu adalah atribut dari “Bahrul Qudra,” Samudra Kekuatan, yang pernah diminta oleh Nabi Musa u namun tidak diberikan oleh Allah. Nabi Musa AS meminta agar Allah SWT memberinya kekuatan dari Samudra Kekuatan agar bisa berkata kepada sesuatu, “Jadilah!” dan jadilah dia, Allah I berkata, “Tidak, lihatlah gunung itu, Aku akan memberikan cahaya kepada gunung itu. Jika gunung itu tetap berdiri di tempatnya, engkau akan diberikan kekuatan itu, tetapi jika gunung itu melebur atau hancur, engkau tidak bisa menerima kekuatan itu, karena engkau pun akan hancur.” Dan ketika Allah SWT mengirimkan cahaya ke gunung itu, gunung itu menjadi hancur lebur, Nabi Musa AS pun jatuh pingsan (al-A’raf 143). Itulah sebabnya Allah I mengatakan bahwa kekuatan itu bukan untuknya melainkan untuk Rasul terakhir.

Allah SWT telah memberi Rasulullah SAW Samudra Kekuatan itu sehingga beliau bisa mengucapkan “Jadilah!” Maka jadilah dia—tanpa perlu meminta izin kepada Allah SWT karena beliau telah berenang dalam Samudra Kekuatan itu. Rasulullah SAW bersabda, Maa shabballahu fii shadrii syay-an ilaa wa shababtuhu fi shadri Abii Bakri,” “Apa pun yang Allah  berikan ke dalam hatiku, telah kuberikan pula ke dalam hati Abu Bakar Ash-Shiddiq RA” (Maybudi, Razi, Ajluni, Suyuti), kemudian Abu Bakar As-siddiq menyerahkan semuanya kepada Salman al-Farisi , Salman  kepada Qasim , Qasim  kepada Imam Jakfar Saddik seterusnya pada Abu Yazid Al Bisthami sampai kepada Syekh Bahauddin Naqsyabandy dan sampai sekarang kepada Guru kita. Inilah yang dinamakan Silsilah.

Bagi seorang Sufi tidak mempunyai jarak dengan nabi Muhammad walau dipisahkan sambung menyambung dengan 36 Ahli Silsilah kerena setiap Ahli Silsilah itu sesungguhnya Rohani mereka bersatu dengan Rohani Rasulullah SAW dan sudah pasti bergabung dengan Allah SWT. Muhammad bin Abdillah selaku manusia telah wafat meninggalkan kita 1400 tahun yang lalu, akan tetapi Nur Muhammad akan tetap abadi sepanjang zaman.

Saidi Syekh Muhammad Hasyim Al-Khalidi (Ahli Silsilah ke-34) pernah menjelaskan dalam pantunnya :

Bukan Marabah Makan Padi, Marabah makan buah sikaduduk

Bukan di Mekkah tempat nabi, Nabi beserta kita duduk

Begitu dekatnya, begitu akrab dan mesranya para sufi merasakan hubungannya dengan Rasulullah dan Allah SWT

Jangan berpikir bahwa Allah  menciptakan makhluk-Nya dan meninggalkannya begitu saja. Allah  akan menyandangkan para Wali-Nya dan menyandangkan Rasulullah  dengan Atribut dan Cahaya-Nya untuk menghindarkan orang dari penderitaan dan dosa menuju maqam yang tinggi di hari kemudian.

Ketika Salman al-Farisi RA, salah satu Wali terbesar yang muncul setelah Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq  dan berasal dari Persia, mengetahui dari buku yang telah dibacanya dan melalui suatu tanda di luar kebiasaan yang muncul di gugusan bintang, yang menandakan bahwa Rasul terakhir akan muncul. Beliau tahu bahwa akan terjadi suatu peristiwa besar di dunia ini. Untuk pergi ke Mekkah, beliau menjual dirinya sebagai budak kepada beberapa orang yang pergi ke Mekkah, dan beliau mengiringi unta milik orang yang membelinya sepanjang 5.000 mil dari Persia ke Mekkah untuk bertemu Rasulullah SAW. Sekarang kita malah enggan untuk menempuh 20 atau 40 mil dengan kendaraan, dan mengatakan bahwa itu terlalu jauh. Lihatlah perjalanan para Wali yang sangat panjang dan jauh untuk bertemu dengan Rasulullah SAW

Kepada Para Wali diberikan Ilmu yang Maha Luas tidak akan habis diminum oleh Milyaran orang, kepada para Ahli Silsilah (Maha Guru) dititipkan Nur Muhammad sebagai faktor tak terhingga  untuk menyelamatkan ummat manusia dari kehancuran. Abu Hurairah  dalam hadits, “Shabba Rasulullah  fii qalbi wi’aanaini fa ammaa ahaduhumaa fa batsats-tuhu bii khalqi wa ammal akhara law batsats-tuhu laquthi’a hadzal bul’uum,” “Rasulullah  telah meletakkan dua jenis ilmu pengetahuan dalam hatiku. Satu pengetahuan telah kusebarkan kepada orang-orang, tetapi bila pengetahuan yang lainnya kukatakan, mereka akan memotong leherku” (Bukhari).

Allah membasuh hati Rasulullah dengan “Bismillah al-‘azhim,” Nama yang Terbesar. Sampai sekarang setiap Wali mencoba untuk mengetahui Nama Allah yang Terbesar, tetapi tidak ada yang mengetahuinya, karena rahasia itu belum dibukakan kepada seseorang, kecuali Rasulullah endiri yang telah menerima rahasia tersebut di dalam hatinya. Semua sekat dihilangkan dari hati Rasulullah tatkala Allah membasuh hatinya dengan air sungai Khawtsar, sebuah sungai di Surga yang diberikan kepada Rasulullah SAW manakala Allah SWT berfirman, “Innaa a’thaynaakal Khawtsar” (al-Khawtsar 1). Jika seseorang mandi di dalamnya, hatinya tidak akan pernah mati. Inilah sebabnya Rasulullah e bersabda, “Ana hayyun thariyyun fii qabri,” “Aku hidup dan tetap segar dalam kuburku” (Suyuti).

Ketika beliau baru berusia 1 jam, Rasulullah SAW bertanya kepada Allah SWT seolah-oleh beliau melihat-Nya, “Wahai Tuhanku, bagaimana dengan ummatku? Apakah Engkau akan membasuh ummatku dengan air dari sungai ini? Jika tidak, aku tidak mau dibasuh sendiri. Aku harus bersama ummatku, aku tidak bisa meninggalkan mereka.” Menurut Rasulullah SAW, ketika beliau meminta hal ini kepada Allah, Allah membasuh seluruh ummatnya dengan air dari Sungai Kehidupan itu. Allah I membasuh dan membersihkan hati mereka sampai menjadi bersih dan transparan seperti yang dimiliki Rasulullah, kemudian Allah  menyerahkan mereka kepadanya, “Aku menyerahkan ummatmu dalam keadaaan bersih, suci, lemah lembut, pemurah, rendah hati, saling mencintai dan menghormati sesamanya. Apakah engkau menerimanya?” Rasulullah  yang melihat mereka semua dalam keadaan bersih dan suci lalu berkata, “Aku menerimanya.” Ketika beliau mengatakan akan membawa mereka, Allah menunjukkan kepadanya bagaimana mereka akan membuat banyak dosa ketika diturunkan ke dunia ini. Rasulullah  bersabda, “Wahai Tuhanku, apa yang telah Kau lakukan?” Allah  menjawab, “Lupakan saja, cahaya tidak akan musnah dari dalam hati mereka. Mereka akan menutupi cahaya itu dengan kegelapan, tetapi itu akan seperti lap, dan Aku akan memberimu Awliya yang akan menjadi pembantumu agar mereka dapat membersihkan dan mengkilapkan hati mereka.”

Setelah Rasulullah  menerima ummatnya dengan cahaya mereka, dan setelah Allah  menunjukkan dosa-dosa yang akan mereka lakukan, Rasulullah meminta beberapa pembantu. Dengan segera Allah  memberinya 7.007 Wali Naqsybandi untuk membantu beliau membersihkan ummatnya. Di antara mereka terdapat 313 Wali yang tingkatannya tinggi. Dan di antara mereka terdapat 36 Guru Besar dari Ahli Silsilah, jalan kita menuju Rasulullah SAW. Mereka hidup disetiap zaman apabila satu orang berlindung kehadirat Allah SWT maka akan digantikan oleh penerusnya sehingga seluruh Ilmu Rasulullah tersampaikan kepada ummatnya walau terbentang jarak ribuan tahun. Ketigapuluh Enam Guru Besar mencoba melakukan yang terbaik untuk membersihkan setiap orang dari dosa-dosanya melalui cahaya yang telah diberikan Allah  ke dalam hati mereka. Beruntunglah bahwa kita berada di tangan salah satu Guru Besar tersebut—Guru Besar terakhir dalam silsilah ini, Maha Guru yang ketigapuluh Enam yang sangat Keramat.

 

 

 

 

 

 

Single Post Navigation

118 thoughts on “AHLI SILSILAH THAREQAT NAQSYABANDIYAH

Comment navigation

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    sungguh tiada sedikitpun maksud dalam diriku menyangkal tentang apa yang telah dituliskan oleh bang sufi diatas, bukan kebenaran bukan untuk diperdebatkan dan kesalah bukan untuk di pertontonkan, bang sufi yang aku hormati tentang Maha Guru yang ketigapuluh Enam yang sangat Keramat dimaksud bang sufi boleh kah saya diberi tahu urutan silsilan yang rinci (nasap) beliau agar semakin jelas tulisan bangu sufi sebelumnya mohon maaf atas ketidak sopanan sy

  2. Jika ada orang yg bisa terbang dan berjalan di atas air… janganlah sekali-kali kau tukar gurumu dengannya.
    Setialah pada Gurumu sampai akhir hayatmu “HAYATMU” bukan akhir hayat Gurumu.

  3. Ping-balik: ILMU & SENI & SUFI | Sang Pengembara

  4. saipul bahagia sepanjang masa on said:

    hanya ENGKAU yg kutuju dan ridhoMU yg ku harap….

  5. Roland aidil on said:

    ilahi anta maksudi waridhoka matlubi….
    semoga dunia ini belum berakhir sewaktu aku masih hendak beramal….

  6. utamlhea on said:

    Hanya Guru yang mempunyai Guru dan Gurunya sampai kepada Rasulullah yang bisa membimbing Menuju Allah Swt.

  7. Ruslianto on said:

    Teruslah bermujahadah dan berdo’a kepada Allah SWT, dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya, karena jalan “tharekat” (ini) khusus bagi insan yang ikhlas, oleh sebab itu Allah SWT berfirman :
    Liman Sya’a Minkum ay yastaqiimm
    Wama tasya’unna illa ay yasya allahu rabbul-‘alamiin
    Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila di kehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
    (Qur’an Suraah at Takwir-28,29)

  8. Assalamu’ alaykum…
    Mas Sufi Muda, bagaimanakah caranya agar bisa mempunyai guru pembimbing..? saya ingin sekali berthariqat, tapi tidak tahu caranya. mohon maaf sebelumnya

  9. cholis on said:

    gmn neh yang 36 sudah meninggal siapa nih penggantiny?????

  10. Nasrun Rambe on said:

    Illahi anta maksudi waridho kamatlubi, hanya engkau yang kutuntut dan engkau juga yang kumaksud.

  11. Marilah kita bersama2 menuju jalan Allah,karena kita hanya hidup untuk Allah…

  12. bro bro an on said:

    Maaf nih. yang dimasud “keramat” – seperti Eyang Ghoib ya?

  13. sy.toni on said:

    saya mau tanya.. mursyid yg ke36 siapa dan kalau sudah meninggal siapa penggantinya…

  14. D-Rhido on said:

    imam mahdi gak usah dicari….lo dah ktmu Mursyid.sedangkan yang ke36 sudah meninggal,saya harus berMursyid ke sapa?? nah ioh….saya mau jd murid kepada Mursyid yang masih hidup siapa orangnya? tolong di bantu

  15. iya nih pada bingung semua kita ini kaum buta hati (awam)……..,

    yg kita tau silsilah 36 ada 2 versi ada yg pakai Alm syekh dermoga dan ada juga yg pakai Alm Buya (putra kandung Syekh Kadirun Yahya), dan keduanya juga sudah berlindung
    dan artinya mutlak harus ada yg ke 37

    dan inipun ada 2 lagi, ada yg bermursyid dengan YMM ABU(putra kandung ke 2 Syekh kadirun yahya), dan yg satunya lagi kalau nggk salah Syekh Abdul Mutholib (putra kandung Syekh dermoga).

    mas sufimuda bisa nggk kita ini dibukakan mata hatinya dari jarak jauh (berbaiat dgn mas sufimuda)…….?

    Ya Allah Yang Maha Benar, manakah siratulmustaqim itu!!! sesungguhnya hamba dilputi rasa keragu-raguan dan engkau maha mengetahui.

  16. ilham harrys on said:

    SYEKH SALMAN DA’IM adalah silsilah ke 36 setelah rasulullah,..pesantren nya terletak di bandar tinggi sumut,…murid2 beliau sudah tersebar di seluruh pulau sumatra bahkan malaysia,..beliau masih hidup hingga sekarang,..dan memiliki ribuan murid dan terus bertambah hingga sekarang,….Add saya di ”’Harrys ilham””’
    facebook

  17. ilham harrys on said:

    Pesantren Naqsyabandhi Syekh SALMAN DA’IM adalah salah satu pesantren thareqat terbesar di sumut,..sy ingin kembali berguru kpd beliau,..saat ini sy merantau ke batam,..tapi salah satu murid beliau syekh Ahmad husein selalu membimbing saya walaupun melalui SMS/telpon….

  18. ilham harrys on said:

    Dalam hal magic dan kerohanian yg saya ketahui,..Beliau Syekh Salaman Da’im bisa membuat duplikat dirinya menjadi 4 untuk menghadiri beberapa acara pengajian yg sanagat mendadak….dan beliau tidak bisa di fhoto pakai kamera digital jika Beliau tidak mengijinkan nya,….jika ada orang memotret Beliau tanpa seijin nya, maka hasilnya gambar beliau tidak nampak di lembar fhoto…itulah beberapa keistimewaan beliau yg sy ketahui..

    • Ruslianto on said:

      Maaf ya Mas,.. setahu saya paranormal-pun bisa sperti itu. Mana Lebih hebat Beliau dengan Syekh Silau di Tebing Tinggi. Ah jangan-jangan anda tak tau (pula) dengan Syekh Yang melegenda didaerah Deli Serdang SUmut itu.
      Maaf Wass.

  19. ilham harrys on said:

    Tidak semua orang di beri kesempatan utk memahami ilmu Thareqat,…Sebelum masuk k thareqat,sy di beri tanda2 oleh Allah,…pada saat sy masih smp hingga sma,..sy selalu menjalankan ibadah secara continyu,….tapi di dalam hati ada rasa yg mengganjal bahwa ibadah yg saya lakukan itu belum ada apa2nya,..sy merasa ada yg kurang,ada hal yg belum sempurna dlm diri sy,..dan sy benar2 tidak tahu apa itu,..hingga 2 tahun kemudian ada seseorang yg mengajak sy utk belajar ilmu thareqat,..barulah sy tau bahwa inilah yg di cari dan di tuntut oleh qalbu sy,..hingga sy tak pernah merasa gundah lg

  20. Pemahaman sy yg telah membai”at kita itulah mursyid kita,tentumya yg silsilahnya bersambung sampai ke rosulullah ( meskipun beliau telah berpulang, kita takkan terputus selagi kita menunaikan amalan ). jadi kita tidak lagi mencari mursyid baru……..asah dan asah terus apa yg sudah di peroleh dari mursyid……….mohon koreksi saudaraku seperamalan jika pemahamannya kurang tepat….alhamdulillah

  21. Cinta damai on said:

    Ass. Wr wb .

    Subhanallah …
    jika abang sudah mengenal mursyd ke 35 wali yang mursydah kamil mukamil, tetaplah “bergayut” di jubah beliau sampai akhir hayat abang, bukan akhir hayat sang mursyd.

  22. kok pada debat mursyd ya …….mana yang satu nggak jawab satupun dari pertanyaan yang satu …..he he he saya penonton kecewa deh ….mana yang benar jadi bingung niiiih ….salam

  23. Raden satrio on said:

    Assalamualaikum….
    Ijin nyimak moga dpt barokah

  24. untuk kita semua saudaraku,kembalilah kepangkal jalan,ilmu yg kita dapati,bukan utk obrolan layaknya diwarungkopi,.satu metode tunggal,.”ya aiyuhalladzi na ammanu kuanfusakum wa ahlikum naar”..jangan coba cara yg lain,jangan bebani gurumu dgn ilmu yg sedikit diajarkannya sehingga kita pandai berbicara,sementara guru kita menanggung beban batin karnanya,.mari kt kembali ke pangkal jalan,..lalu kt jalan lg dg metode tunggal sebagaimana ayat diatas.terima kasih.wasalam

  25. Jendral Bintang on said:

    melek tapi ora weruh..
    melihat tapi tak memandang, memandang tapi tak melihat …
    itulah hakikat,

  26. bingung karena banyak yang mengaku mursyid??? …sebelumnya harus dipahami bahwa mursyid itu ada 2 yakni : mursyid yang bermursyid dan WALIYAMMURSIDA….untuk mursyid yang bermursyid itu buanyaaaakkk …… namun untuk WALIYAMMURSIDA itu hanya satu disetiap masa….. nah ketahui baik2 guru anda apakah beliau mursyid yang bermursyid atau mursyid yang haq ( WALIYAMMURSIDA)???..

  27. Aku suka dengan Obrolan abang abangku ini,, mencari mursyid yang kamil muhkamil…itu ada… yang pernah berguru sama ayah guru ,,,Prof. bukan anak kandung.., ponakan,, cucu dll. yang pernah berguru juga ke nenek Hasyim..

    • 36. Buya DR SYEKH SALMAN DAIM
      35. PROF DR SYEKH H JALALUDDIN
      34. SYEKH ALI RIDHO
      33. SYEKH SULAIMAN ZUHDI
      32. SYEKH SULAIMAN QURMI
      31. SYEKH ABD AFFANDI
      30. MAULANA SYEKH KHOLID QURDI
      29…DST……..



      2. SAYYIDINA ABU BAKAR SHIDDIQ RA
      1. NABI MUHAMMAD SAW

  28. Syech Abdullah Affandi on said:

    Hm..jadi tergelitik ingin berkomentar, tahukah anda siapa2 saja yg ber’HAQ’ menjadi Mursyid Penerus ? Dasarnya ada di Batu Tawwajuh/Fatehah yg 10 itu..
    5 dr pihak Nasab ( anak kandung, anak menantu ) dan 5 dr pihak murid/Khalifah…Tentu saja tdk sembarang..asal Nasab misalnya..maupun Khalifah..ada rukun syarat/kriterianya, yaitu ;
    1) Tamat kaji Suluknya
    2) Yakin serta mengamalkan Dzikirullah TN Khalidiyah/Kaji Suluknya
    3) Bagi Khalifah semasa Guru Mursyidnya blm berlindung, sdh ditugaskan utk memimpin Tawajjuh, menurunkan Thariqat serta memimpin Suluk.
    4) Diangkat serta dinobatkan/’TABAL’kan oleh Guru Mursyidnya sebelum berlindung sbg Mursyid Penerus, baik itu Nasab maupun Khalifah
    5) Bila Guru Mursyid blm sempat meNabalkan Nasabnya krn blm akil baliq penerusnya, namun sdh ditunjuk sbg Pewarisnya, maka nasab tsb tetap harus menamatkan Kaji Suluknya dibawah bimbingan Khalifahnya, Dan Khalifah tsb menjadi Mursyid sampai dgn Mursyid dr Nasab yg ditunjuk siap dan matang utk menjalankan amanah dr Ayah kandung sekaligus Guru Mursyidnya.
    6) Dalam hal semasa hidup Guru Mursyidnya yg sdh berlindung tdk menabalkan Mursyid Penerusnya baik kpd Nasab maupun Khalifahnya, maka dgn kondisi yg demikian adanya ke-dua2mya baik dr pihak Nasab maupun Murid/Khalifah berhak menjadi Mursyid Penerus, yg sesuai dgn kriteria serta memenuhi rukun dan syarat seperti yg diatas.
    7) Selain yg tsb diatas bagi Khalifah dapat terjadi diberikan amanah dan mengemban tugas sbg Mursyid Penerus secara Hakikat baik sewaktu berdzikir maupun melalui mimpi, namun tetap harus ada saksi Hakikatnya mis ; pada hari serta waktu yg sama si Abg Polan dan Abg Polin menyaksikan sewaktu berdzikir/mimpi bahwa si Abg Pendekar diangkat oleh Guru Mursyidnya sbg Mursyid Penerus.
    8) Apabila masih blm Haqul Yakin dgn pendapat tsb diatas bilamana memungkinkan naik keatas/kembali ke Pangkal yaitu ; carilah ahli waris/Mursyid Penerus drpd Gurunya si Guru Mursyid, dlm hal ini Kakek Guru kita, mana tau masih ada krn terlongkap misalmya, itu yg biasanya terjadi bila sang Guru Mursyid tdk mengangkat/tabal/menunjuk Pewaris/Mursyid Penerusnya baik kpd Nasab maupun Khalifahnya

    Bagi murid2/Khalifah yg sdh Khawas seharusnya mereka sdh mengetahui dan diberikan petunjuk oleh Kakek Gurunya, apa sebabnya dan mengapa sang Guru Mursyid tdk mengangkat serta menunjuk Nasab atau Khalifahnya sbg Mursyid Penerusnya.

    Akhirul kalam tiada yg salah maupun benar ataupun paling benar diantara sesama murid/Khalifahnya, hanya ALLAH SWT, RasulNYA dan WaliNYA ( Guru Mursyid ) yg paling mengetahui serta benar adanya, krn murid/Khalifah tempatnya salah.

    Dalam hal utk menjadi Musyid Penerus baik dr pihak Nasab maupun murid/Khalifah, ke-dua2nya mempunyai kesempatan/hak yg sama sesuai dgn batu Tawajjuh/Fatehah yg dasarnya dari sejarah Thariqat pula yaitu ;
    1) Turunnya Talqin dzahar ‘lailla ha illallah’ kpd Sayidina Ali keponakan dan menantu Rasulullah SAW ( Nasab ) yg menjadi Thariqat Qadiriyah.
    2) Turunnya Talqin sir ‘allah’ kpd Sayidina Abu Bakar sahabat dan umat Rasulullah SAW ( Murid ) yg menjadi Thariqat Naqsabandiyah.

    Demikianlah lebih kurangnya saya mhn maaf, semoga kita semua selalu diberikan Petunjuk, Bimbingan, Syafaat dr ALLAH SWT, Rasulullah SAW dan WaliNYA ( Guru Mursyid/Wali Mursyidin/Guru yg menguasai ilmu agama secara Khafah )
    .
    Hamba yg Dhaif, Hina, Papa ( pengamal Thariqat Naqshabandiyah Khalidiyah/Khalifah/Murid yg bodoh )

    • Terimakasih yang mendalam kepada Syech Abdullah Affandi, salam kenal dan salam hormat dari saya.
      Apa yang di uraiankan di atas benar apa adanya, seperti juga yang pernah saya dengar dari Guru dan beberapa kitab Tasawuf.
      Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.
      Amin ya Rabbal ‘Alamin.

    • iya… kok pada ribut “mursyid sekarang si fulan n bla bla bla” kan kecian saudara2 kita yg belum …..

      sah2 saja berkomentar seperti itu….

      walau guru sudah berlindung dan kemursyidan pindah, jika kita dapat petunjuk ya pindahlah, tapi klu petunjuk ga dapat gpp kita bermursyid (berchanel/rabitah) pada guru kita, karena sebelumnya kita sudah TERDAFTAR di GURU Mursyid sebelumnya dan statusnya SYAH (GENUI pinjam istilah System OS) jadi apa lagi yang anda risaukan?

      bagi yang belum ikut dan mau ikut disaat guru mursyid sudah berpulang IDEALNYA memang carilah pengganti beliau (semoga dipertemukan).

      Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib,
      “Saya menghafal dari Rasulullah Saw : Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.” (HR. Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)

      semoga ini bermanfaat, jika saya salah maka aku Mohon Ampun ya Allah, ya ROSUL mohonkan ampun aku.

  29. Ruslianto on said:

    KUTIPAN DALAM BUKU IBARAT SEKUNTUM BUNGA DARI TAMAN FIRDAUS-Terbitan Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika-Universitas Pembangunan Panca Budi – Medan (17 Desember 1982)

    Pada halaman 10 dalam buku ini Ayahanda Guru (Prof.DR.H.S.S Kadirun Yahya MA), menceritakan dengan gamblang tentang siapa-siapa saja Guru Beliau yang tentu silsilahnya memiliki jalur ke Jabal Qubais, dikutip lengkap sebagai berikut :
    “Kami berguru pula pada Maulana Syech Syahbuddin Sayur Matinggi dari sekitar tahun 1943 sampai 1946.
    Syech Sahbuddin mempunyai 3 buah Ijazah pula :

    1, 1(satu) buah Ijazah dari Saidi Syech Ali Ridha Jabal Qubis Makkah ;
    2, 1(satu) buah Ijazah dari Syech Ibrahim Kumpulan yang masyhur di Bonjol, Syech Ibrahim Kumpulan ini adalah Khalifah dari Saidi Syech Sulaiman Al Qarimi Jabal Qubis Makkah, Ayah dan Mertua dari Saidi Syech Sulaiman Zuhdi.
    3, 1(satu) buah Ijazah lagi, Syech Syahbuddin menerima dari Ayah kandungnya sendiri ; Syech yang masyhur di Tapanuli Selatan yang dimasyhurkan dengan nama Beliau Natar, juga turunan dari Jabal Qubis Mekkah.

    Kemudian ada dua orang Syech besar lagi yang kami selalu bermuzakarah dengan Belaiu-Beliau itu selama berpuluh tahun, selagi Beliau=Beliau Guru-Guru saya tersebut diatas masih hidup, yaitu :
    1. Syech Muhammad Said Bonjol, Khalifah dari Syech Ibrahim Kumpulan tersebut diatas, dan
    2. Syech Muhammad Baqi anak kandung dari Syech Sulaiman Hutapungkut tersebut diatas.

    Semuanya Syech-Syech Besar yang tersebut diatas sebagai Pewaris-Pewaris dari Ilmu Kerohanian Rasulullah SAW. Dengan izin dan ridho Allah, dengan nyata menerima keistimewaan keistimewaan yang benar-benar mengagumkan.
    Kesimpulannya, untuk menegakkan Thariqat Naqsabandi, kami mempunyai 4 (empat) buah Ijazah dari Guru-Guru Besar Ilmu Tasauf dan Sufi tersebut diatas, yang semuanya adalah merupakan langsung turunan-turunan dari Jabal Qubis atau yang jalurnya langsung juga semuanya ke-Jabal Qubis.

    Selain dari pada ini, tidak ada yang lain lagi,… Ada pula pernah di-issue-kan, bahwa salah seorang dari Guru saya adalah H.Jaluddin. Masya Allah ! ini sangat bertentangan dengan keadaan yang sebenar-benarnya. Berkali-kali dengan lisan dan tulisan, H.Jalaluddin “meminta”, agar ianya dapat diakui atau diterima sebagai murid oleh saya sendiri, tetapi saya tetap belum dapat mengabulkan akan permintaannya tsb, sampai akhir hayatnya. Karena Thariqat yang dibawakannnya nyata benar jauh berlainan sekali dengan thariqat Murni asal Jabal Qubis Mekkah, yang saya emban.

    Dan saya tahu benar akan H.Jalaluddin, karena Beliau adalah Mertua saya sendiri (Ayah kandung isteri saya HJ.Ummul Habibah) “. Demikian pernyataan dari Ayahanda Guru.

    Demikian penjelasan Ayahanda Guru tentang siapa Bapak H.Jalaluddin Itu.

    Wass.Demikian sMOGA bermanfaat.

  30. Abgnda rusli..
    Adakah hubungan ayahanda guru dgn syech abdul wahab rokan besilam ?

  31. gito nugroho on said:

    alhamdulillah….saya sudah ikut suluh tahun 2015 … ini email saya gitomusi@yahoo.co.id dan gitomusi@gmail.com… saya berharap bisa bermajelis dan ketemu saudara2qu…

  32. aesp s on said:

    ga usah ribut aang abang tentang
    mari kita bersatu mengamalkan tarekat yang benar

  33. Bang SM,
    Terkait dengan artikel di atas, saya mengirimkan pertanyaan melalui email:sufimuda@gmail.com
    Mohon sekiranya Abang berkenan membaca nya…
    Terima kasih.

  34. Asep Supriadi on said:

    Assalamu’alaikum
    dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, mohon diberitahu referensi keterangannya hadist atau qoul (bersumber dari kitab apa) mengenai penjelasan tentang waktu nabi baru berumur 1 jam dst. juga tentang “Dan di antara mereka terdapat 36 Guru Besar dari Ahli Silsilah, jalan kita menuju Rasulullah SAW. Mereka hidup disetiap zaman apabila satu orang berlindung kehadirat Allah SWT maka akan digantikan oleh penerusnya sehingga seluruh Ilmu Rasulullah tersampaikan kepada ummatnya walau terbentang jarak ribuan tahun.”

Comment navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: