Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Tauhid”

Kembali Kepada Ulama

3 Tahun lalu saya menulis sebuah tulisan dengan judul “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah” dan mendapat respon beragam baik pro maupun kontra. Jika anda penasaran dimana letak bahaya dari ajakan itu silahkan di baca kembali tulisannya. Ini merupakan kelanjutan dari tulisan “Bahaya di Balik Selogan Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah” untuk memberikan sedikit jalan kepada ummat Islam bagaimana dia harus bersikap agar bisa selamat di era akhir zaman yang penuh fitnah dan tipu daya ini..

Baca lebih lanjut…

Pentingnya Ilmu Tasawuf (2)

dsc_5159Fiqih, Tauhid dan Tasawuf adalah pilar pokok agama Islam yang harus dilaksanakan secara lengkap tanpa meninggalkan salah satu. Fiqih berhubungan dengan hukum-hukum Agama yang di gali dari al-Qur’an dan al-Hadist oleh para ahli yang kita sebut sebagai Imam dari ilmu fiqih yang kemudian melahirkan mazhab-mazhab. Dikalangan Suni ada 4 mazhab besar sebagai rujukan ummat yaitu Hanafi, Syafii, Maliki dan Hanbali sedangkan dari Syi’ah tidak memakai 4 mazhab ini, mereka mempunyai rujukan imam tersendiri. Baca lebih lanjut…

Saya Bukan Orang Musyrik!

6-162Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan wajahku kehadirat Yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang Musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah golongan orang-orang Muslim.

Hari Jum’at yang penuh berkah ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt atas segalah nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita, disadari atau tidak selama 24 jam kita selalu berada dalam “pelukan-Nya” yang mendekap kita dengan kasih dan sayang-Nya. Baca lebih lanjut…

MENGGUGAT “ORTODOKSI” ISLAM TERHADAP DISKURSUS WAHYU DAN AKAL, IMAN DAN KUFUR

( Telaah Kritis  Untuk Reaktualisasi Tauhid Dalam Persfektif Pemikiran Keislaman)

Oleh : T. Muhammad Jafar SHI

 

Pengantar

Sedikit agak aneh memang, persoalan pertama yang muncul dalam Islam sebagai agama  adalah bidang politik, bukan bidang teologi atau keagamaan. Tetapi persoalan politik ini segera meningkat menjadi persoalan-persoalan teologi.[i] Persoalan ”yang beriman” dan ”yang kafir” pasca Arbitrase antara Ali dan Muawiyah dalam lingkup pelaku dosa besar segera merubah wajah Islam kedalam pergulatan teologi yang tidak pernah berhenti.  Kesimpulannya, munculnya persoalan-persoalan aqidah dalam Islam seperti pelaku dosa besar apakah dia mukmin hanyalah berasal dari persoalan ”rebutan kursi” , jadi sangat-sangat subjektif. Sejak saat itulah persoalan-persoalan teologi berkembang dari hanya persoalan-persoalan pelaku dosa besar, menjadi  bermacam-macam diskursus teologi yang melahirkan banyak sekali aliran-aliran yang tetap berpengaruh hingga sekarang.

Namun, di Indonesia, teologi Islam yang sebenarnya begitu majemuk, luas dan mendalam – seperti dikatakan Harun Nasution -, pada umumnya di ajarkan dalam bentuk ilmu tauhid. Ilmu tauhid biasanya kurang mendalam pembahasannya dan kurang bersifat filosofis. Selanjutnya ilmu tauhid biasanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dan paham dari aliran lain yang ada dalam teologi Islam. Ilmu tauhid yang diajarkan di Indonesia pada umumnya ialah ilmu tauhid menurut aliran Asy’ariah, sehingga timbullah kesan dikalangan umat Islam Indonesia, bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam.[ii] Pemahaamn ini dipeluk dan dianut oleh otoritas (mayoritas) umat Islam melalui lembaga-lembaga formal keagamaan yang dengan otoritas itu segera menjadikannya sebagai doktrin yang melembaga dan meluas sehingga menjadi pegangan aqidah satu-satunya yang benar,  tak boleh ditawar-tawar lagi, tidak boleh diinterpretasikan lagi, inilah yang disebut dengan ortodoksi agama.[iii]

Baca lebih lanjut…

Post Navigation