-
Abdal
Oleh : Jalaluddin Rakhmat Dalam kafilah ruhani yang berjalan menuju Tuhan, kita melihat barisan yang panjang. Mereka yang berada dalam barisan mempunyai martabat yang bermacam-macam, bergantung pada sejauh mana mereka telah berjalan. Dari tempat berangkat ke tujuan, ada sejumlah stasiun yang harus mereka lewati. Derajat mereka juga bergantung pada banyaknya stasiun yang sudah mereka singgahi. Pada setiap stasiun selalu ada pengalaman baru, keadaan baru, dan pemandangan baru. angat sulit menceritakan pengalaman pada stasiun tertentu kepada mereka yang belum mencapai stasiun itu.
-
Syahadat Saridin
Oleh : Ehma Ainun Najib Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi. Dan kini ia harus membuktikan diri. Semua santri, tentu saja juga Sunan Kudus, berkumpul di halaman masjid. Dalam hati para santri sebenarnya Saridin setengah diremehkan. Tapi setengah yang lain memendam kekhawatiran dan rasa penasaran jangan-jangan Saridin ternyata memang hebat. Sebenarnya soalnya di sekitar suara, kefasihan dan kemampuan berlagu. Kaum santri berlomba-lomba melaksanakan anjuran Allah, Zayyinul Qur’an ana biashwatikum – hiasilah Qur’an dengan suaramu. Membaca syahadat pun mesti seindah mungkin. Di pesantren Sunan Kudus, hal ini termasuk diprioritaskan. Soalnya, ini manusia Jawa Tengah: lidah mereka Jawa medhok dan susah dibongkar. Kalau orang Jawa Timur lebih luwes.…
-
Andai ENGKAU Memanggilku…
Sebelum Engkau wahai Maha Raja Diraja Pemilik Bumi dan Langit memanggilku untuk kembali ke istana abadi-Mu… Izinkanlah aku menebarkan kebaikan di muka bumi agar semua makhluk-Mu bisa merasakan ketentraman. Izinkanlah aku menuliskan nama-Mu sebanyak mungkin di setiap hati manusia agar mereka bisa terus mengingat-Mu lewat nama Agung itu. Izinkanlah aku bisa membesarkan nama kekasih-Mu keseluruh jagat raya ini agar mereka semua bertasbih memuji-Mu lewat nama kekasih-Mu
-
KASYF
Bagi pengamal Tarekat apalagi yang sudah pernah suluk, rasanya tidak asing mendengar kata Kasyf atau pengucapan mudahnya menjadi “Kasaf”. Kalau ada teman seperguruan yang bisa menebak isi hati orang lain atau mengetahui hal-hal yang belum terjadi kemudian kita menamakannya dengan kasyf. Kita semua sepakat bahwa seorang yang kasyf adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengetahui hal-hal gaib baik tentang dirinya maupun diluar dirinya, yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Akan tetapi pada umumnya kita tidak terlalu mempermasalahkan makna kasyf yang sebenarnya.
-
Syarat dan Kriteria Mursyid Menurut Prof. Dr. S.S. Kadirun Yahya MA. M.Sc
Seorang ahli fiqih yang sudah boleh disebut ulama disamping ilmu dan pengalaman dalam hukum hukum Islam juga memimpin sebuah lembaga keagamaan mendatangi saya ingin mempelajari tasawuf dan menekuni tarekat. Terjadi diskusi yang sangat menarik dan dari diskusi tersebut, ternyata beliau sudah banyak membaca tentang tasawuf/tarekat dari berbagai macam buku termasuk karya-karya klasik. Kebetulan beliau juga penggemar kitab kuning (kitab klasik) karangan ulama-ulama dulu. Ada sebuah pertanyaan yang menarik bagi saya dan bagi kalangan pengamal tarekat pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan dan dianggap tabu. Beliau bertanya, “Kalau saya mengamalkan zikir tarekat, berapa lama saya bisa jadi Mursyid?”
-
Pendapat Imam Al Ghazali Tentang Pentingnya Mursyid
Bergabung dengan kalangan sufi adalah fardhu ‘ain. Sebab tidak seorangpun terbebas dari aib dan kesalahan kecuali para Nabi. (Imam Al-Ghazali) Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’I dikenal dengan nama Imam al Ghazali lahir tahun 450 H/1058 M di propinsi Khurasan Irak. Beliau mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak dalam berhujjah sehingga digelar sebagai hujjatul Islam. Diantara banyak karya tasawuf yang beliau karang yang sangat terkenal sampai sekarang adalah Ihya Ulumuddin (Kebangkitan ilmu-ilmu Agama). Imam al Gahazali pada mulanya bukanlah pengamal tasawuf bahkan beliau tidak begitu mempercayai penomena-penomena kekeramatan yang di alami oleh orang-orang shaleh sampai Allah memberikan petunjuk kepada beliau sebagai mana yang beliau ceritakan…
-
Sembilan Bulan SUFI MUDA
Waktu terlalu cepat berlalu melewati hari melintas bulan tanpa disadari telah 9 bulan Sufi Muda hadir dalam dunia tidak nyata, dunia maya yang memberikan kebebasan kepada siapapun untuk berkarya menumpahkan pikiran dan perasaannya untuk dibaca oleh manusia diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh sekat-sekat wilayah. Sufi Muda di awal kehadirannya tidak lain untuk mengisi spasi kosong dari tulisan-tulisan tentang tasawuf yang telah begitu banyak ditulis oleh penulis-penulis hebat dan bermutu. Apa yang disampaikan oleh Sufi Muda hanya perulangan dari kajian-kajian tasawuf yang telah banyak beredar di internet. Sufi Muda hanya membahas dari sudut pengalaman pribadi dalam berguru kemudian menyelaraskan dengan teori-teori dasar tasawuf yang sudah mapan dan lahirlah tulisan-tulisan yang saudaraku…