Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Rasul”

Di Zawiyah Sebuah Mesjid

Oleh : Emha Ainun Nadjib

Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.

Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.

Baca selengkapnya…

KONTAK ROHANI

Manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Diri rohani adalah inti daripada manusia. Diri rohani yang merupakan mitra dari diri jasadi (jasmani) dapat mengadakan kontak dengan diri rohani manusia lainnya, baik semasa masih sama-sama hidup atau sama-sama sudah mati atau salah seorang sudah mati dan yang lainnya masih hidup. Diri rohani tidak mengalami kematian, sedangkan yang mengalami kematian adalah diri jasadi.

Baca selengkapnya…

Energi Al-Qur’an

Oleh : Maulana Ahmad Robi Darmawan

 

Membahas tentang sesuatu yang tidaklah kasat mata sebagaimana bahasan tentang energi memang sangatlah rumit. Hal ini dikarenakan sebagian besar umat manusia selalu ingin melihat pembuktian melalui panca inderanya. Sementara kita memahami bahwa panca indera kita memiliki keterbatasan yang pastilah tidak akan mampu untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang di luar ambang batas toleransi panca indera kita.

Baca selengkapnya…

Apakah Keramat Mesti di-Zahirkan?

Ada orang bertanya apakah keramat itu sama dengan sihir atau sama dengan mukjizat, adan apapula perbedaan di antaranya. Perbedaan antara keramat dan dengan sihir adalah sihir itu terjadi dikalangan orang-orang fasik, orang-orang zindik dan orang-orang kafir yang tidak percaya dengan Allah SWT. Keramat terjadi pada orang-orang yang percaya pada Allah dan sungguh-sungguh mengerjakan syariat-Nya dan dengan mujahadah yang kuat sehingga sampai pada derajat wali.

Perbedaan antara keramat dengan mukjizat bahwa keramat itu terjadi pada wali-wali Allah yang tidak menyatakan dirinya sebagai Nabi atau Rasul. Mukjizat terjadi pada Nabi-Nabi dan Rasul Allah sebagai pembuktian atas kebenaran kenabian dan kerasulannya. Karena itu mukjizat wajib dinampakkan untuk keperluan dakwah dan dakwah dengan pembuktian mukjizat itu adalah akurat, sangat dibutuhkan.

Kemudian ada juga yang bertanya apakah seorang wali di mesti menzahirkan (menampakkan) kekeramatannya?

Baca selengkapnya…

Post Navigation