-
mari kita melakukan BID’AH!!!
Salah satu senjata ampuh dari golongan Wahabi untuk menyerang pemahaman diluar keyakinan mereka adalah dengan menggunakan sebuah kata…. BID’AH. Wahabi/Salafi merasa golongan paling benar dan paling berhak menafsirkan hukum-hukum Islam sehingga di awal munculnya mereka menolak mentah-mentah semua mazhab dari ahlul sunnah yang sudah begitu lama mengakar dalam masyarakat Islam. Walaupun Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi berlatar belakang mazhab Hambali namun dia tidak pernah mengakui sebagai pengikut mazhab Hambali. Dia lebih senang menyebut diri sebagai “Mawahhid” orang-orang yang bertauhid.
-
HAJI DAN KORUPSI
Departemen Agama seperti dipahami oleh pada umumnya masyarakat adalah sebuah Departemen mulia dengan pekerjaan mulia pula yaitu mengurus umat beragama agar lebih teratur mulai masalah ibadah sampai kepada kerukunan antar umat beragama. Orang-orang yang duduk di Depag tentu saja orang-orang yang paham akan agama dan seharusnya berakhlak mulia. Akan tetapi berulang kali masyarakat Indonesia dibuat kecewa oleh tingkah laku Depag yang tidak memperlihatkan sikap mulia dan menjadi contoh untuk semua. Bukan rahasia lagi kasus korupsi berulang kali terjadi di Depag, mulai dari Menteri sampai kepada KUA sebagai pelaksana di tingkat kecamatan.
-
Apakah “Allah” itu hanya milik Umat Islam
Oleh : Ulil Abshar Abdalla SEORANG perempuan beragama Kristen saat ini sedang menggugat pemerintah Malaysia dengan alasan telah melanggar haknya atas kebebasan beragama (baca International Herald Tribune, 29/11/2008). Mei lalu, saat balik dari kunjungan ke Jakarta, Jill Ireland, nama perempuan itu, membawa sejumlah keping DVD yang berisi bahan pengajaran Kristen dari Jakarta. Keping-keping itu disita oleh pihak imigrasi, dengan alasan yang agak janggal: sebab dalam sampulnya terdapat kata “Allah”. Sejak tahun lalu, pemerintah Malaysia melarang penerbitan Kristen untuk memakai kata “Allah”, sebab kata itu adalah khusus milik umat Islam. Umat lain di luar Islam dilarang untuk menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan untuk Tuhan mereka. Pemakaian kata itu oleh pihak non-Muslim…
-
TIDAK ADA DERITA ATAS NAMA CINTA
Oleh : Abu Hafidzh Al Faruq Pembaca yang budiman, berapa lamakah anda sebagai anak dibesarkan, diasuh, dididik, dibiayai… oleh orang tua anda? Apakah pernah terpikir betapa berat derita orang tua anda untuk membesarkan anda, berkorban perasaan, harta bahkan bersabung nyawa. Sebagai orang tua atau suami sudah berapa lamakah anda menanggung beban atas istri dan anak anak anda? Menafkahi lahir bathin… Saya mencoba mengambil hanya satu item menafkahi dari sekian banyak pengorbanan yang telah anda lakukan. Kepada para pembaca yang sudah mempunyai pengalaman sebagai suami atau orang tua (parents, not old man ; red), dari sekian lama menafkahi istri dan anak anak anda apakah terasa berat selama ini? Bagaimana kalau…
-
MENGGUGAT “ORTODOKSI” ISLAM TERHADAP DISKURSUS WAHYU DAN AKAL, IMAN DAN KUFUR
( Telaah Kritis Untuk Reaktualisasi Tauhid Dalam Persfektif Pemikiran Keislaman) Oleh : T. Muhammad Jafar SHI Pengantar Sedikit agak aneh memang, persoalan pertama yang muncul dalam Islam sebagai agama adalah bidang politik, bukan bidang teologi atau keagamaan. Tetapi persoalan politik ini segera meningkat menjadi persoalan-persoalan teologi.[i] Persoalan ”yang beriman” dan ”yang kafir” pasca Arbitrase antara Ali dan Muawiyah dalam lingkup pelaku dosa besar segera merubah wajah Islam kedalam pergulatan teologi yang tidak pernah berhenti. Kesimpulannya, munculnya persoalan-persoalan aqidah dalam Islam seperti pelaku dosa besar apakah dia mukmin hanyalah berasal dari persoalan ”rebutan kursi” , jadi sangat-sangat subjektif. Sejak saat itulah persoalan-persoalan teologi berkembang dari hanya persoalan-persoalan pelaku dosa besar,…
-
Gagalnya Ideologi Kekerasan Dalam Islam
Oleh : Ulil Absar Abdalla Banyak kalangan yang khawatir bahwa dieksekusinya Amrozi dkk akan melambungkan status mereka sebagai seorang “syahid” atau martir di mata umat Islam. Beberapa kalangan was-was jika mereka dihukum mati, alih-alih akan memotong akar-akar ideologi kekerasan, hukuman itu justru akan membuat ideologi mereka menjadi menarik di mata umat Islam, terutama di kalangan anak-anak muda. Menurut saya, kekhawatiran semacam ini sama sekali tak beralasan. Untuk sementara, mungkin saja kematian Amrozi dkk akan menaikkan emosi umat Islam, terutama kalangan yang sejak dari awal memiliki simpat pada ideologi para pelaku pengeboman di Bali itu, meskipun tak serta merta mesti setuju dengan tindakan mereka. Tetapi, lambat-laun, Amrozi dkk akan hilang dari…
-
Benarkah Nabi Menikahi Gadis Di Bawah Umur?
**Yusuf Hanafi Kaum Muslim seringkali disudutkan oleh pertanyaan berikut, “Akankah Anda menikahkan puteri Anda yang baru berumur 7 atau 9 tahun dengan seorang lelaki tua yang telah berusia 50 tahun?” Mereka mungkin akan terdiam karena bingung atau justru marah karena tersinggung. Lalu, pertanyaannya selanjutnya adalah, “Jika Anda tidak akan melakukannya, bagaimana Anda bisa menyetujui pernikahan gadis ingusan berusia 7 atau 9 tahun bernama ‘Aisyah dengan Nabi Anda, Muhammad bin ‘Abdillah?”