• Pemikiran

    Mempersedikit Doa

    Oleh : Abu Hafidzh Al Faruq Sedikit sedikitlah berdoa, bila perlu tak usah! Itulah saran kontroversial yang bisa saya sampaikan untuk anda. Pada kenyataannya banyak orang yang berdoa tidak meminta, sebaliknya orang yang meminta sesungguhnya telah memanjatkan doanya. Saya cenderung memilih kata ‘pinta’ dibandingkan kata ‘doa’ sebagai sesuatu yang dipanjatkan kehadirat Tuhan. Secara harfiah doa yang saya pahami adalah permintaan, harapan yang didahului puja puji kepada Tuhan. Sejatinya doa yang disampaikan itu adalah sesuatu yang pasti dimengerti oleh si peminta, demikanlah terminology dasar sebuah doa. Namun agaknya terminology tersebut telah berkembang menjadi ‘atas segala sesuatu yang dipanjatkan ke Tuhan adalah sebuah doa’ terlepas dimengerti atau tidak oleh si empunya doa.…

  • Pemikiran

    Mengapa Mesir?!

    Bukan hal biasa bila ribuan mahasiswa dari Tanah Air berbondong-bondong menekuni dan mendalami agama Islam di negeri Mesir. Sudah barang tentu Mesir menyimpan suatu magnet yang dahsyat, ialah al-Azhar yang telah berhasil menarik simpati seluruh umat manusia di muka bumi ini. Akan tetapi, sadarkah kita, ternyata al-Azhar hanyalah umpan belaka?!.  

  • Pemikiran

    Sesajen Untuk TUHAN

    Oleh : Abu Hafidh Al Faruq Apa iya TUHAN perlu sesajen? Sesajen adalah kata yang lebih akrab di telinga kita orang Indonesia dari pada kata aslinya ‘sesaji’ yang berarti sajian yang disajikan kepada yang diperTUANkan atau yang diperTUHANkan. Kata ini sangat berhubungan erat dengan dunia klenik alias perdukunan. Dalam imaginasi kita ketika mendengar kata ini mungkin akan terbayang sepiring lengkap buah buahan segar atau ditambah disisipi beberapa lembaran uang nominal tertinggi, bahkan terkadang rokok juga diikut sertakan dalam sajian tersebut. Beberapa tempat di Nusantara ada yang mensajikan kue kue tradisional, makanan mewah seperti ayam panggang utuh, tumpeng dan lain lain. Kalau di kampung saya sesajian tersebut dilengkapi dengan ‘beurteh’ (seperti…

  • Pemikiran

    Menjumpai TUHAN di dalam kamar-NYA

    Oleh : Abu Hafidzh Al Faruq Dalam seminar-seminar bisnis yang pernah saya ikuti, para pembicara yang telah menjadi pengusaha sukses dan kaya raya  selalu menempatkan ‘dream’ atau cita cita sebagai titik awal dalam memulai segala sesuatu usaha. Begitu pentingnya ‘impian’ ini sebagai motivator yang sangat kuat sehingga  membangkitkan dan membakar semangat dalam menggerakkan kemauan dan aktivitas untuk mencapai tujuan dari semua proses usaha yang dilakukan. Impian adalah terminal perjalanan usaha. Dalam aplikasinya “dream” ini bisa sangat bervariasi muncul, bisa keliling dunia dengan kapal pesiar yang super mewah, punya pesawat jet pribadi, ingin punya istana disuatu tempat dan sebagainya… Saudara, silahkan anda ber”mimpi” seliar apapun jika itu dapat  membakar semangat anda…

  • Pemikiran

    Dua Keinginan

    Oleh : Khalil Gibran Di keheningan malam, Sang Maut turun dari hadirat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan sang lelap. Ketika rembulan tersungkur kaki langit, dan kota itu berubah warna menjadi hitam legam, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di tengah pemukiman — berhati-hati tidak menyentuh apapun — sampai tiba di sebuah istana. Dia masuk dan tak seorang pun kuasa menghalangi. Dia tegak di sisi sebuah ranjang dan menyentuh pelupuk matanya, dan orang yang tidur itu bangun dengan ketakutan.

  • Pemikiran

    TUHANKU TUHANMU TUHAN KITA

      Kenapa kita berdoa selalu menengadahkan tangan dan memandang ke atas? Karena kita meyakini Tuhan berada di atas sana, berada di langit yang tinggi dan sulit di jangkau oleh makhluknya. Seluruh agama mempunyai ajaran seperti itu dan hampir semua kita mempunyai persepsi yang sama tentang Tuhan yaitu: Tinggi, Agung, Mulia dan tak terjangkau. Islam menggambarkan sifat-sifat Tuhan dalam 20 sifatnya, Wujud, Qadim dan seterusnya juga menggambarkan nama-Nya lewat Nama-Nama Tuhan yang baik yang kita sebut dengan Asma Al Husna yang berjumlah 99 Nama. Setelah kita menghapal nama-nama-Nya, mengetahui sifat-sifat-Nya, sudahkah kita benar-benar mengenal-Nya? Bisahkah kita mengenal sesuatu tanpa melihat? Mungkinkah Tuhan yang Maha Tinggi itu tidak bisa dilihat? Lalu untuk…

  • Pemikiran

    ABSURDITAS MANUSIA MODERN : SEBUAH REKONSTRUKSI SPIRITUAL MANUSIA MODERN

    Oleh : T. Muhammad Jafar SHI   A. PENGANTAR   Sejak  zaman Renaisance di abad 17 lalu, manusia memasuki “dunia baru”, dunia yang begitu  berbeda  dengan tatanan dunia sebelumnya. Alfin Tovler, futurolog yang membagi tiga tahapan perkembangan peradaban manusia, menyatakan bahwa manusia saat ini hidup di tengah periode masyarakat komunikasi yang berlangsung sejak 1970 hingga sekarang. Dalam kehidupan di dunia baru ini manusia mengalami proses transformasi – untuk tidak mengatakan revolusi seperti yang diistilahkan oleh Franz Magnis – yang begitu cepat dan mencengangkan. Hasil olah sains dan teknologi canggih yang diciptakan manusia  membuat sesuatu  menjadi mudah, tidak berjarak dan tidak tersekat oleh waktu dan tempat. Semuanya dapat dilampaui oleh ilmu…