Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Hukum Universal: Berkelimpahan (2)

1sedekahAtas Rahman dan Rahim Allah Ta’ala maka Dia menurunkan agama, aturan-aturan yang memudahkan manusia memahami hukum-hukum yang tidak Nampak dialam ini, manusia bersama agama tidak perlu lagi memikirkan atau melakukan riset yang membutuhkan waktu lama untuk bisa berjalan sesuai dengan hukum alam tersebut, tinggal menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan dan meninggalkan larangan-Nya maka secara otomatis manusia akan berada dalam hukum-hukum yang berlaku di alam ini.

Sebagian muslim masih belum memahami kehebatan zakat misalnya, yang nilainya hanya 2,5%, sementara orang-orang tercerahkan diluar sana lewat pengalaman yang dialaminya memberikan 99% penghasilannya kepada orang lain dan dia terus berada dalam kemakmuran. Kenapa orang yang member semakin kaya? Jawabannya sesuai dengan hukum berkelimpahan yang berlaku di alam, orang menanam satu butir menghasilkan puluhan butir, orang yang menanam ribuan butir akan menghasilkan lebih banyak lagi. Maka benar, semakin anda bersedekah maka anda akan semakin makmur.

Dengan pemahaman ini maka seharusnya anda bersedekah bukan menunggu makmur, tapi dengan bersedekah anda akan menjadi makmur. Syukur Alhamdulillah saat ini sudah banyak ustad yang mengajarkan tentang kehebatan bersedekah ini.

Kalau anda ingin bahagia dan senang, sesuai dengan hukum alam, maka anda harus menyenangkan dan membahagiakan orang lain, semakin banyak orang yang anda bahagiakan maka semakin banyak pula kebahagiaan anda dapatkan. Sebaliknya semakin banyak orang yang anda sakiti maka semakin banyak pula derita dan sakit anda alami dalam berbagai bentuk.

Saya jadi ingat nasehat Guru, “Kalau kau ingin terkenal maka terkenalkan Guru mu, kalau kau ingin kaya maka kaya-kan Guru mu”. Nasehat ini baru saya pahami setelah belajar banyak diluar, memahami kehebatan hukum Alam. Guru bukan sedang memperalat murid agar dia menjadi kaya, bukan pula menjadikan murid menjadi media dia untuk terkenal, Guru sedang mengajarkan tentang hukum berkelimpahan, sedangkan mengajarkan tentang hakikat memberi adalah menerima cuma contoh yang paling mudah dan bisa diterima langsung oleh si murid adalah hubungan antara murid dengan Guru.

Semakin besar rencana kita untuk mensejahterakan orang lain, apakah keluarga atau orang lain maka semakin besar pula alam menyiapkan kepada kita kekuatan berupa kemakmuran dan berkelimpahan. Ketika anda berniat membantu satu orang anak yatim akan berbeda dengan ketika anda merencanakan akan membantu 1000 anak yatim, bedanya alam menyiapkan sesuai dengan keinginan anda. Kalau begitu kenapa anda tidak berniat yang besar saja agar alam juga menyiapkan yang besar pula untuk anda.

Itu lah sebabnya orang-orang hebat, para tokoh yang berpengaruh di dunia ini adalah orang-orang yang tidak sibuk memikirkan diri sendiri, mereka fokus memikirkan bagaimana membuat orang lain menjadi lebih baik. Ketika presiden Sukarno bercita-cita ingin membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan, menjadi bangsa yang merdeka maka alam menyiapkan kekuatan besar kepada Sukarno untuk mewujudkan cita-cita nya dan kemudian sejarah mencatat Presiden Sukarno menjadi seorang pemimpin besar yang harum namanya.

Segala pilihan ada di tangan anda, apakah anda ingin menjadi orang yang hanya memikirkan diri sendiri, hidup di dunia ini dan meninggal seperti pada umumnya manusia tanpa meninggalkan warisan berharga kepada dunia atau anda menjadi orang yang setiap saat memikirkan bagaimana membahagiakan manusia dan alam menyiapkan segala sesuatu untuk anda.

Berniat baik dan bercita-cita baik itu tidak memerlukan biaya dan tidak ada ruginya bahkan Allah memberikan motivasi untuk itu, ketika manusia berniat baik maka Allah memberikan pahala kepada mereka dan catat oleh malaikat walaupun dia belum melakukan kebaikan itu. Agama memudahkan manusia untuk tetap berjalan sesuai hukum-hukum universal yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Semoga Bermanfaat!

Single Post Navigation

15 thoughts on “Hukum Universal: Berkelimpahan (2)

  1. belajar sufi on said:

    Setiap tulisan yg d baca slalu meresap ke dlm ht…Ty SM…smg Allaah swt slalu memberikan keberkahan n slalu dlm ridho Nya…

  2. Terima kasih

  3. salam bang SM, bgmn caranya agar kita memberi tepat sasaran yaitu benar2 kpd org yg membutuhkan? soalnya byk peminta2 yg statusnya tdk benar2 butuh bantuan. yg status fakir miskin saya jg kurang tau kriteria spt apa. apa hrus diselidiki latar belakangnya dulu? mohon pcerahannya.

    • Memberi tanpa syarat lebih tinggi nilainya, apakah dia miskin betulan atau pura2 miskin biarlah urusan dia dgn Tuhan.
      Atau bantu orang2 terdekat yg lebih di kenal dan layak menerima agar hati terasa plong dalam memberi.

  4. Syofyan Riau on said:

    Salam damai SM … saya sangat sepakat bahwa hidup ini harus memberi manfaat kepada sesama. Memberi tidak hanya berupa materi, tetapi juga dapat berupa non materi seperti ” senyum, Ilmu dan lainnya”. Jika kita naik ke tahap berikutnya … Akan timbul kesadaran bahwa … Apa yang kita miliki ini semuanya adalah milik Allah SWT. jua. Maka semuanya akan menjadi lebih bermakna.

  5. Alhamdulillah

  6. Tulisan yang mencerahkan,memberi,memperhatikan orang lain disekitar kita hakekatnya kita memberi dan memperhatikan diri kita .

  7. Inspiratif tulisan om SM ini, sy jadi berfikir tak ada yg benar2 milik kita, yg menjadi milik kita adalah yg kita berikan ke pada orang lain..

  8. Tulisan yg sangat inspiratif om SM, sy jd berfikir, tidak ada yg benar2 milik kita,kecuali apa2 yg telah kita berikan kpd orang lain..

  9. setelah baca artikel ini jadi lebih arif menambah inspirasi. Makasih

  10. Syafrudintan on said:

    Alhamdulillah, sangat bermaanfaat, terima kasih atas tulisannya.

  11. saya harus membacanya pelan pelan bahkan berulang agar dapat memahami tulisan ini.bagaimana kalau yg memberi mengharap imbalan contohnya agar dipuji orang lain ,memberi agar niatnya pd orang yg diberi di kabulkan atau berharap rezekinya bertambah apakah itu salah mohon pencerahan

  12. Wong Bego on said:

    HEM …. KALAU DIUKUR SECARA HUKUM EKONOMI MUNGKIN YA TAMBAH BANGKRUT ? SUDAH TAK PUNYA APA2 MALAH DIANJURKAN UNTUK SHODAKOH ? TAPI KALAU DIUKUR SECARA HUKUM ILLAHI ? MUNGKIN ADA BENARNYA ? KARENA ORANG YANG MENERIMA / YANG DIBANTU AKAN SELALU MENDOAKAN ! TRIMA KASIH GUS SUFI MUDA , TAMBAH PENCERAHAN !

  13. dodi tanjung on said:

    assalamualaikum
    klaw tuhan membawa rahmat
    klaw nabi membawa safaat
    klau manusia haruz mmbawa manfaat btulkn bngda
    …..!!!

  14. Teman Kamu on said:

    Aku baru baca tulisan ini, terasa sangat menampar.
    Sekarang aku ngerti kenapa susah dapat pekerjaan, krn rencana aku yang mau tinggal sendiri (biar bebas) tanpa memikirkan orangtua yg sangat membutuhkan bantuan dari aku.
    Aku mulai sekarang harus memikirkan orang-orang disekitarku, mungkin dengan begitu Alam akan memberikan aku jalan2 agar bisa mendapatkan pekerjaan idaman.
    Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: