Tasauf

Menemui Allah

“Hai manusia, sesungguhnya engkau harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menemui Tuhan-mu, sampai engkau bertemu dengan-Nya” (QS Al Insyqaq 84 : 6)

Berjumpa dengan Tuhan adalah dambaan setiap manusia dan itu merupakan impian tertinggi yang selalu dicita-citakan oleh semua orang. Ketika berbicara tentang “Berjumpa dengan Tuhan” maka yang terbayang pada semua orang adalah Kematian, Setelah manusia meninggal dunia (nafas berhenti) barulah ada peluang berjumpa dengan Tuhannya. Berjumpa dengan Tuhan setelah kematian itu sifatnya spekulatif, (bisa ya bisa juga tidak) lalu bagaimana kalau setelah meninggal kita tidak pernah berjumpa dengan Tuhan?

Kenikmatan tertinggi bagi penduduk Surga adalah melihat wajah Tuhan, artinya ada kemungkinan orang yang di surga tidak bisa melihat Tuhan, tentu saja mustahil bagi orang yang tidak masuk surga bisa berjumpa dengan Allah.

Andai nanti kita tidak berjumpa dengan Tuhan di akhirat, lalu mau kemana kita? Mau balik ke dunia???

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa proses perjumpaan dengan Tuhan itu berlangsung di dunia dan proses situ harus kita selesaikan di dunia ini juga sehingga di akhirat kita tidak lagi mengalami kesulitan menemui Allah. Yang diperlukan adalah kesungguhan kita untuk semaksimal mungkin berusaha menemui-Nya.

“Apabila hamba-Ku ingin menemui-Ku, Akupun ingin menemui-nya dan bila ia enggan menemui-Ku, Akupun enggan menemui-nya” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

Firman Allah dalam hadist qudsi di atas memberi gambaran kepada kita bahwa Allah ingin sekali ditemui namun terkadang hamba-Nya yang lalai dengan kesibukannya sendiri.

Menemui Allah, ya berjumpa dan memandang wajah-Nya itulah kenikmatan yang paling tinggi yang dirasakan oleh para pecinta-Nya.

Kalau di dalam shalat anda tidak merasakan kehadiran-Nya berarti anda belum berjumpa dengan-Nya, maka anda harus belajar lagi sampai anda bermakrifat kepada-Nya.

Saya menutup tulisan singkat ini dengan mengutip dialog antara saya dengan seseorang 7 tahun lalu tentang berjumpa dengan Allah. Suatu hari saya bertanya kepada seorang yang baru menekuni Tarekat (baru 3 hari),

“Andai anda berjumpa dengan Allah, apa yang akan anda sampaikan kepada Allah?”

Dia sepertinya terkejut dengan pertanyaan saya yang tiba-tiba dan pertanyaan tersebut belum pernah ditanyakan se umur hidupnya, dia diam tidak bisa menjawab apa2. Kemudian saya membantu dia dengan pertanyaan berikut :

“Kalau anda selesai shalat apa doa anda kepada Allah?”

Dia jawab dengan cepat, “bla bla bla…”

Dengan senyum dan dengan suara pelan saya katakan pada dia, “Berarti selama ini dalam shalat anda tidak pernah berjumpa dengan Allah?”. Dia menganguk dengan malu.

Syukur Alhamdulillah berkat Syafaat Rasulullah dan bimbingan Guru Mursyid, sahabat saya tersebut akhirnya benar-benar mengenal Allah dengan sebenar kenal dan selalu merasakan perjumpaan dengan Allah.

Mudah-mudahan tulisan ini memberikan gairah kepada para pencari dan membangkitkan rindu kepada para pecinta-Nya, salam

61 Comments

  • Dedi

    Subhanallah…benar2 ulasan yg menyejukkan fikiran dan mendorong kita untuk lebih mengenal dan melihat Allah….Melihat bukan dengan mata tetapi dengan Sirr yg telah ada di masing diri….mengenallah akan dirimu niscaya kenallah engkau kepada Tuhanmu…
    Barangsiapa buta (mata hatinya dr mengenal Allah) …maka terlebih2 di akhirat….Allah hu alam bis shawwab.
    Salam saudaraku Sufi Muda…salam dalam 1 MahabbahNya

    • iyan

      Hai saudaraku Dzat Alloh hanya bisa di lihat saat kita sudah mati,barang siapa mengaku tuhan sedang dia dapat dilihat berarti dia bohong,Tuhan kita tuhan nya Muhammad S.A.W Hanya bisa di lihat wujud nya setelah kita mati.maaf sufi muda jangan bicara terlalu jauh tingkatan Ilmu manusia itu berbeda-beda Wasalam

  • dinda

    Tulisan yang begitu menggugah perasaan>>
    Tuhan tunjukilah kami jalan MU yang lurus ini agar kami tiada tersesat dan dapat bertemu Engkau dalam Hidup dan Mati kami.

    terima kasih, postingannya Abangda:-)

  • eko choyo

    Subhanallah…
    Salawat dan Salam semoga diberikan kepada Rasulullah dan begitu juga dengan kita sebagai umat beliau, karena sadar atau tidak sadar yang membantu kita, yang mengajari kita, dan yang menuntun kita agar bisa bertemu dengan Nya, agar menembus hijab bisa mengenal ALLAH SWT, yang malaikat Jibril saja tidak “mampu” (history of Isra’ Mi’raj)

    Mohon maaf lahir bathin

  • piet

    Assalamualaikum wr.wb,
    mengenai kalimat :Menemui Allah, ya berjumpa dan memandang wajah-Nya itulah kenikmatan yang paling tinggi yang dirasakan oleh para pecinta-Nya.

    menemui Allah, insyaAllah bisa.apabila Allah berbicara di dalam kalbu seorang hamba.
    Allah selalu mengingatkan saya: ingatlah selalu padaKU, kalimat ini tersentuh pada kalbu saya.

    tetapi mengenai memandang wajahNYA, saya kira sudah ada FirmanNYA pada surat yaasiin ayat 58-59.

    semoga bermanfaat,
    sayyid.

  • Rudy Suwarno

    Maaf, nanya lagi. Mohon maklum msh awam.

    Emangnya org yg belum bs bertemu Allah dlm sholatnya, dia berdoa apa.? kok ditulis : Bla bla bla..? sehingga Mas SM bisa berkesimpulan dia blum betemu Tuhannya.

    Terima kasih. Salam hormat.

  • boggy

    bang boleh saya banyak tanya? Mau nangis saya baca tulisan abang. Rindu saya bang rindu sekali dengan YML AYAH, YML BUYA. Ajari saya agar bisa bertemu dengan mursyid bang. Ada email yang bisa saya hubungi?

  • Ruslianto

    Wahai Saudaraku Sufi Muda yang aku banggakan karena amal dzikrullahnya,…bergembiralah dan senangkanlah hatimu karena di Hari Kiamat nanti Allah SWT akan menampakkan diriNYA dengan wajah Para Mursyid.
    Dalam Hadist Qudsi : Al Bukhari ra berkata:Abdul Aziz bin Abdullah bercerita kepada kami, Ibrahim bin Sa’ad bercerita kepada kami,dari Ibnu Syihab dari Atha’bin Yazid Al Laitsi dari Abu Hurairah ra,bahwasanya orang-orang berkata :”Wahai Rasulullah apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?” maka Rasulullah saw bersabda :Apakahg kamu saling memadharatkan dalam melihat bulan pd malam purnama?” Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda : “Apakah kamu saling memadharatkan dalam melihat matahari yang tidak berawan ?”, Mereka menjawab : Tidak, wahai Rasulullah”. Beliau Bersabda : “maka sesungguhnya kamu akan melihatNYA seperti itu, Allah akan mengumpulkan manusia pada hari Qiamat, kemudian Allah berfirman: “Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka hendaklah ia mengikutinya”. Orang yang menyembah matahari, mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan ia mengikuti bulan, orang menyembah berhala, ia mengikuti berhala , dan yang masih ada, adalah umat ini yg didalamnya ada orang dapat memberikan pertolongan atau orang-orang munafik; “Ibrahim (Ibnu Sa’ad) dalam hal ini ragu. Kemudian Allah datang kepada mereka dan berfirman : “Aku lah Tuhanmu”. Lalu mereka berkata : Inilah tempatku sehingga Tuhan kami datang. Apabila Tuhan kami datang, kami mengenalnya”. Lalu Tuhan mereka datang, dalam bentuk Nya yang mereka KENAL, dan berfirman : “Aku lah Tuhanmu”. kemudian mereka berkata: “Engkaulah Tuhan kamu,” lalu mereka mengikutiNyA,dan dipasanglah jembatan diantara dua tebing Jahanam, lalu aku (Muhammad saw) dan umatku adalah orang yang pertama melewatinya. Pada hari itu tidak ada orang yang bercakap- cakap kecuali para Rasul,………………………………………..
    Penjelasan Hadist Qudsi No.333 s/d No.334 (diatas); dipetik dari Al Qasthalani; Perkataan Rasulullah saw “Lalu Tuhan mereka datang dalam bentuk yang mereka kenal, yakni Allah menampakkan dengan sifat-sifat NYA yang mereka kenal di dunia yakni Dia Maha Suci dari menyerupai makhluk, itulah tanda-tanda yang dengannya mereka mengenal Tuhan mereka, yakni Allah mengenalkan kepada mereka akan diri NYA dan Allah menghilangkan penghalang dari mereka.
    ..demikian lah Al Qasthalani.

    • SufiMuda

      Kalau teliti membaca Al Qur’an akan kita dapati tempat Allah.
      1. Arsy
      2. Allah lebih dekat dari Urat Leher.
      3. Qalbu Orang Mukmin Baitullah.
      4. Allah ada di mana2.
      Kalau sudah berjumpa Allah dalam Qalbu maka dimanapun bisa berjumpa dengan Dia termasuk dalam shalat, salam

  • Ahmad Fatahillah

    Sesungguhnya kehidupan didunia ini hanyalah kebohongan dan senda gurau belaka…maka barang siapa yg tertipu akan kesenangan dunia maka merugilah ia….Segala macam argumen, istilah dan filsafat yg digunakan manusia didalam membahas dan mengkaji nama,wujud dan zat Allah hanyalah sebatas metode dan teori yg ibarat jurang yg tak bertepi…sedangkan ALLAH SWT sendiri tlah menerangkan keberadaannya dengan jelas dalam berbagai hal dgn begitu nyata dalam Al Qur’an kariim…. mengapa masalah melihat Allah masih diperdebatkan…. sedangkan kita dan seluruh alam adalah makhluknya yg secara otomatis adalah ciptaanNYA….maka fahamilah dari apa dan bagaimana engkau diciptakan Tuhanmu….maka…secara pasti engkau sesungguhnya dari awal penciptaanmu tlh bertemu dan berjumpa denganNYA namun kini engau melupakanNYA….itulah manusia yg diciptakan dengan selalu tergesa-gesa dan sungguh pelupa…lalu…pada hal apa lagi yg kita ragukan…? jangan terpaku pada berbagai macam gelar,nama dan istilah yg sebenarnya kian akan membingungkan dan bahkan bisa menyesatkan…. Carilah, kenalilah, dan temuilah Allah Tuhanmu disegenap alam dan pada dirimu sendiri….Tuhan (ALLAH) yg padaNYA sejak dahulu kala secara langsung kita bertatap muka dan berhadap-hadapan guna saling bersaksi dan menyaksikan…..lalu kemudian disempurnakan kejadian kita….yang artinya…sesungguhnya kita tlh pernah bertemu Allah Azza wa JaLLa…dan kelak pasti akan menemuiNYA kembali….(dan hanya padaNYA-lah kamu sekalian akan dikembalikan)… Allaahu Akbar…..

  • Muhtarudin Wonosobo

    Assalmualaikum
    Rasanya aku baru mimpi puluhan tahu… nek menghadap padaNya.. hanya menhgadap pada diri sendiri. nggak ada apa apanya.. Dia yang sudah dihadapanku selama ini aku abaikn. makasih pencerahan atas kebodohanku…
    Wassalam fillah

  • Ruslianto

    Yaa ayyuhal-insanu innaka kaadihun ilaa rabbika kadhan fa mulaaqih.

    “Wahai manusia, Sesungguhnya engkau telah bersusah payah dengan kegiatan kerjamu untuk menuju Tuhanmu, maka pastilah engkau akan menemui-Nya”. (Al Inslqaq 84:6)

    Tafsiran dari ,…..kadihun ilaa rabbika,….adalah kerja giat penuh dengan kesungguhan untuk tujuan menemui-Nya. Tanpa jumpa dengan DIA tiadalah arti keterangan dan kebahagiaan.

  • H. Andi Burhanuddin Abdullah

    Assalamu Alaikum ww.. salam kenal SufiMuda, saya pengamal thareqat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Makassar pernah ditelpon oleh seseorang yg saya tdk kenal menanggapi pelajaran tharekat saya untuk mengantar manusia mencari tuhan menemukan tuhan dengan metode zikir yang diajarkan oleh Mursyid. Penelpon itu dengan berapi – api dan penuh emosi mempertanyakan hal tersebut, “Jadi kamu sudah ketemu Tuhan?” tanyanya dan saya jawab dengan merendah “Ah..belum, saya baru belajar” “Kalau Guru Anda sudah melihat Tuhan?” sekali lagi dengan merendah saya katakan “Ah..belum tahu..juga” Dan banyak lagi cercaan yang memojokkan darinya, lalu saya tawarkan bagaimana kalau Bapak datang ke rumah saya agar kita lebih enak saring diskusi tentang hal ini tapi dia tidak mau. Saya katakan padanya bahwa : sulit membahas pertanyaan Anda jika melalui telpon, lalu saya katakan padanya “Apakah Bapak Islam dan percaya Al – Qur’an” dia balas menjawab “Kalau Kamu bagaimana?” saya balas lagi “Loh jangan Bapak bertanya kembali kepada saya, karena jabawaban Bapak akan saya susul dengan pertanyaan berikutnya” Dia sepertinya terpana sesaat tidak mampu berkata-kata dengan pertanyaan yang mengunci dari saya, dan hal ini saya rasakan beberapa detik sehingga saya kemudian melanjutkan penjelasan kepadanya, meskipun telinga saya sudah panas bersentuhan dengan gagang telpon rumah. Saya katakan kepadanya :”Kalau bapak Percaya Al Qur’an mestinya bapak mempercayai kisah Nabi Musa yang terdapat di dalam Al Qur’an (Q:7-143) : Intinya Musa ingin melihat Tuhan, bahwa ciri seorang Nabi atau Rasul haruslah Cerdik atau pintar dan Mustahil Musa mau melakukan sesuatu yang sia-sia atau perbuatan bodoh atau keinginan kepada Tuhan sntuk mampu melihatNya apabila hal itu tidak bisa terjadi, arinya pada Hakikatnya menemukan dan melihat Tuhan itu bisa, hanya Tuhan menggaris bawahi bahwa kekuatanmu Musa sangat lemah dibanding Gunung, apabila engkau ingin memandangku dengan menggunakan Mata lahiriahmu, Mohon maaf jika terdapt kekeliruan karena maksud kami sekedar berbagi pengalaman kepada pembaca, dan bagaimana agar bisa sholat khusuk seolah olah Allah hadir di hadapan kita, maka dari itu Gunakanlah Mata bathiniahmu. Wassalam dari H. Andi Burhanuddin Abdullah di Makassar. Hp.081355733000

    • SufiMuda

      Wa’alaikum salam wr. wb.
      Semoga Rahmat dan Karunia Allah selalu menyertai anda.
      Terimakasih banyak atas informasinya. Mudah2an suatu saat Allah akan membukakan hijab-Nya. JIka hijab itu masih ada maka sampai kapanpun kita tidak akan bisa melihat-Nya.
      Semua atas izin Allah dan Allah telah menentukan waktunya.
      salam

  • SOBIRIN BAIHADI

    saya sgt setuju dgn tulisan sdra
    Smga Umat manusia yg bersungguh sungguh akan mendapatkan BERJUMPA dgn TUHAN NYA, dgn sifat ALLOH WUJUD,tapi wujudnxa Tan dunung tan dumunung ananging ono..

  • SOBIRIN BAIHADI

    Barang siapa yg tdk mengenal Tuhanxa(Berjumpa) di Dunia jangan harap Berjumpa dgn Tuhanmu di akhirat kelak,dan Barang siapa yg ingin menjumpai Tuhannxa Maka hilangkan nafsu dirimu sekecil apapun kalau msh ada nafsu atau kepentingan dirimu maka jgn harap kamu dpt berjumpa dgn Tuhanmu di dunia ini.

  • parmin

    kalo bnr memang orng itu brtemu dgn ALLOH, niscaya kita tak kan smpat lg nonton tv, chating, ngobrol, dn ujub, tp bl kita mengaku tlh brtemu dgn NYA, tp msh suka dgn hal sifat2 yg di benciNYA, sprti ujub dan lain2nya, brarti prtemuan kita dgn NYA, hanyalah ke GR an kita belaka, alias wong jowo bilang, “umuk” sprti hal nya TONG kosong berbunyi nyaring.

  • syam

    Assalamualaikum,wr.wb,,,bang sufi muda,,,,sy pernah ditanya seseorg namun sy tdk bs menjawabnya pertanyaanya sbb;dalam diri kita ada 5 unsur yakni,air,tanah,angin,api,dan besi dan disempurnakan dengan nur muhammad maka dimanakah tempat masing2 unsur trsbt dlm diri kita dan sifat-sifat ALLAH yg manakah yg DIA ciptakan sbg TUBUH yakni,mata,mulut,telinga,hidung?mohon bantuan penjelasan dan jawaban pertanyaan tsbt diatas…wassalam

  • qadarusman

    aku pribadi 99,9% mengerti&menerima akan hal ini. tapi,alangkah lebih baiknya jika anda lebih bijaksana/berhati2 dalam membahas hal ini, karena tidak semua orang bisa mengerti hal2 yg demikian.

  • joko

    asllamualaikum… slam sjahtra buat sufi muda. saya ingin bertanya
    ttntang keberadaan setiap makom yang ada pd diri insani…mhon jawabannya

  • Wiyanto

    Subhanalloh,,,bang Sufi Muda,,,bertetaplah berbagi dg kami,,,,saudara2 kami yg sdh mencoba membuka ini pasti sudah ada niatan dalam pencarian,,,,insyaAlloh suatu saat akan menemukan pemahaman juga,,,mohon do,a dan safaatnya agar kami2 mendapatkan wasilah dan bertemu dg Mursyid,,,,

  • Al-Haq

    Setelah saya membaca komen2 di atas yg sedikit apatis, itulah hijab-hijab yg ternaungi oleh otak cerdas manusia yg hanya menerima apa yg sdh mereka pelajari dari kitab-kitab yg ada, tanpa mau mencari makna kebenaran yg ada di dalam diri nya sendiri. Jadi menurut saya yg juga msh banyak kekurangan (hanya Alloh SWT yg Maha Sempurna) bagi saudara2ku mari kita terus mencari, belajar & berdoa, agar kita bisa menjadi lebih terbuka hijab antara manusia dg Tuhan nya, tanpa hrs menunggu mati. Krn kita dg Nabi Muhammad SAW sama2 manusia, yg dilahirkan dari rahim seorang ibu, mempunyai ayah dst…dan besyukurlah kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW, yg selalu beliau pikirkan sebelum wafat, agar umatnya selamat dunia & akhirat. Semoga Alloh SWT….mengabulkan do’a beliau. Semoga saudara2 yg msh belum atau tdk percaya dg hal yg disampaikan sdr. Sufimuda, tidak memperdebatkannya dgn bermacam2 dalil, karena ilmu ini personal dan rahasia dan hrs ada mursyidnya sbg penanggung jawab. Apabila apa yg dipelajari tsb benar/salah di hadapan Alloh SWT. di hari perhitungan nanti. Bagi yg belum paham & mengerti, semoga Alloh SWT memberikan ilham & jalan nya. Wassalam

  • Ruslianto

    Kita dg Nabi Muhammad SAW sama2 manusia, yg dilahirkan dari rahim seorang ibu,….(begitulah tulisan diatas), Saya jadi teringat kisah kira2 1500 tahun lalu ternukil dalam “asbabunnuzul” turunnya suraah At Taubah ayat 113 : Kala itu Rasulullah kejadiannya setelah pulang dari perang tabuk dan berhenti di pendakian Ashfan, duduk di sisi sebuah kuburan, serta berdo’a lama sekali kemudian menangis, Ibnu Mas’ud yg beserta dgn Rasul jadi turut menangis kala itu, karena tangisan itu Rasulullah bersabda “Kuburan yg aku duduki sisinya itu adalah kuburan ibuku, dan aku minta idzin kepada Tuhanku untuk mendo’akan baginya, tetapi Allah tidak memberi idzin kepadaku”. Permohonan Nabi dijawab dengan turun ayat 113 :
    Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya),setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka jahanam.

    Jadikanlah ini sebuah renungan, dan bagi yg sulit memahami & mengerti , semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahNYA

  • b .a g

    heheheheheheheh tuhan yg mana tuhan yang diciptakan atau tuhan yg menciptakan ,,, karena sepengetahuan sy yg dangkal ini ..baginda rasullullah muhammad saw ,, pada saat miraj menerima perintah sholat hanya bertemu dengan nur illahi .nur illahi???????? bukan bermaksud menggurui tapi coba di teliti lagi dengan benar baik dan secara seksama ,,, karena perbedaan nya sangat tipis tapi bisa mengakibatkan kesesatan antara yg haq dan yg bathil……………………….SHOLAT ADALAH MATI SEBELUM MATI?????????,,,, JADI SARAN SAYA KERJAKAN SESUAI DENGAN PORSI DAN KADAR NYA MANUSIA MASING MASING ,,, KARENA KITA SEMUANYA BERBEDA TAK BISA DI SAMAKAN …..ALLAH YG MENENTUKAN DAN MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA SIAPAPUN YG IA KEHENDAKI BUKAN MANUSIA KITA HANYA BISA SALING MENGINGATKAN….

  • deni

    dari jaman dulu sampai sekarang, tetap saja banyak yg pro dan kontra dlm hal mengenal atau melihat Tuhanya. dr hal trsbt d atas. dan bersyukurlah bagi yg mengatakan dlm dirinya mungkin dan bs menemui Nya, tinggal belajar selanjutnya cara “membunuh diri” selagi hidup utk lanjutanya. dan yg bilang nggak bisa or nggak mungkin, nikmatilah dunia ini truss teman selagi msh senang, ntar klo ud ling lung br tanya SM dgn serius. salamm

  • sakija

    Maaf SM mengenai..cara kita mengenal Alloh swt harus lewat seorang mursyid..kok saya agak bingung ya..beberapa tahun yl saya ketemu orang di Bank Pemerintah dlm wawancara kerja..dari beliau batin saya spt terbuka..utamanya tentang ketauhidan..dan salah satu yg beliau ajarkan bahwa..setiap manusia punya antene sendiri untuk bisa berhubungan dg Alloh swt yaitu dikala sholat…sholatlah sebanyak yg engkau mau kapan saja kecuali waktu waktu yg tdk diperbolehkan..

  • Ruslianto

    Sakija,…Lebih bingung LAGI, jika mikir-mikir,…Nabi Muhammad s.a.w mengenal Allah SWT melalui Malaikat Jibril, padahal pada DIRI Beliau ada NUR MUHAMMAD.
    Mengenai sholat ??? Sholat lah sebanyak kamu mau (katanya) Nah kalau TIDAK KhUSU’ gimana sholatnya ??? yaa engga ,…….

  • Ruslianto

    Sdr.Sakija,.. Mengenal Allah melalui seorang Mursyid Yang Kamil Mukamil, adalah bimbingan dan perintah Allah SWT berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah, dan Anda tak perlu bingung, Dan Mursyid tersebut mampu menyentuh Qolbu manusia yang terbuka hijabnya mengenal Allah.
    Jika seorang pegawai bank, anda tersentuh (itu) adalah pikiran (Anda) dan sekaligus menyentuh dompet kelak dikemudian hari (itu pasti), karena setiap pegawai baik yg handal dilatih/ditraenning untuk dapat menyentuh pikiran dan dompet/tabungan anda agar menjadi nasabah yang abadi.
    Jadi jangan Anda Sdr.Sakija, membanding-bandingkan antara seorang sosok Mursyid Yang Kamil Mukanil dengan dengan Seorang Pegawai Bank,… ah naïf ente,..engga cucok itu Lae.
    Wass.

    • sakija

      Jangan melihat siapa yg berbicara…lihatlah apa yg dia bicarakan…walaupun itu keluar dari seorang tukang becak… kalau itu sebutir mutiara ambillah….itu kata kata mutiara yg sangat dalam dan sifatnya sangat Tawadhu…..bang Rusli……salam……

Tinggalkan Balasan ke b .a gBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Sufi Muda

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca