Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Jangan Pakai Jubah Ilahi

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary

“Allah mencegahmu untuk mengaku-aku hal-hal yang tidak layak bagi para makhluk. Apakah Allah membolehkan padamu untuk mengaku-aku sifatNya sedangkan Dia adalah Rabbul ‘Alamin?”

Syeikh Zarruq ra menegaskan: Tampilnya Sifat Allah padamu, dan penghiasan Sifat itu padamu bersamaNya adalah kesempurnaan yang layak bagimu, sehingga anda menjadi kaya bersama Allah, mulia bersama Allah, kuasa bersama Allah, kuat bersama Allah swt, hingga anda menjadi “Bismillah” dengan Nama Allah dari dirimu berselaras dengan “Kun” dari Allah, sehingga anda tidak berkehendak sedikit pun melainkan terjadi. Anda tidak butuh pada sesuatu dan tidak terhina oleh sesuatu dan tidak karena sesuatu. Anda tidak lemah karena sesuatu dan tidak berdaya karena sesuatu, bahkan anda mampu atas segala sesuatu bersama Tuhanmu, merasa cukup dengan Allah jauh dari cukup terhadap segalanya, mulia bersama Allah swt, dalam segalanya, kuat bersama Allah di sisi segalanya, sehingga anda pun tidak punya peluang sedikit pun untuk mengaku-aku (mengklaim) semuanya itu.

Justru semuanya itu untuk menguatkan diri anda agar kembali pada sifat asli anda, dan bangkit bersamaNya. Sifat anda itu adalah fakir, hina, tak berdaya dan lemah. Karena yang tampak pada diri anda hanyalah telanjang simbolis, dan yang simbolis itu secara hakiki tidak ada. Maka sesudah niscaya, anda harus terus menerus merasa hina dan butuh kepada Allah swt dalam segala upaya dan perilaku anda. Fahamilah semua itu.

Dalam pencegahan Allah swt, di atas, ada sesuatu yang terjadi secara syar’y, secara harga diri, dan hikmah. Maka diharamkan bagi seseorang untuk mengklaim milik orang lain, karena itu secara harga diri dan jiwa, sangat tidak layak, sehingga menimbulkan kecemburuan luar biasa.

Rasulullah saw, bersabda:

“Tak ada yang lebih cemburu ketimbang Allah.”

Kecemburuan itu dalam HakNya menimbulkan pencegahan, berupa hak atas sifatNya. Dalam hadits Qudsi disebutkan:

“Allah swt, berfirman: Kebesaran itu adalah pakaianKu dan Kesombongan itu adalah BajuKu, siapa yang melepas dariKu atas keduanya, maka Aku lempar ia ke neraka…”

Karena dua sifat itu adalah Sifat khusus  bagi Allah Ta’ala. Jika ada yang memakainya, berarti seperti merampas pakaian orang lain.

Sumber : Sufinews.com

Single Post Navigation

34 thoughts on “Jangan Pakai Jubah Ilahi

  1. susahnya komen disini 🙂 tapi “bismillah” moga ilmu menjadi berkah … moga langkah nemukan hikmah ..

  2. Bismillah wa rahman wa rahim ”0”

  3. Tulisan dari Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary selalu menghasilkan pemikiran dan pencerahan yang baru.
    Salam untuk Bang Sufi Muda dan seluruh pengunjung.

  4. KangBoed on said:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank sukses selalu yaaaak
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  5. Kawulo.. dengan lemah tak berdaya.. menghampiri GUSTI

  6. nyatanya kita memang sama sekali gak punya apapun, apalagi yg untuk disombongkan di hadapanNya 🙂

    .

  7. Segala sesuatu yang menjadi hak atas sifatNya memang tidak berhak diklaim sebagai milik kita.
    Kita lemah dan tidak berdaya. Dan karenanya wajib menjadikan Allah SWT sebagai pelindung.
    “Hasbiyallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannashiir”

  8. Ping-balik: kangBoed » Hujan Award dari Kang Saka Inget

  9. Ibnu Hajar Al-Batawie on said:

    Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary . . .adalah Lentera pencerahan dan Telaga penjernihan para menempa Hati

  10. KangBoed on said:

    Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  11. Jangan sampe ngaku punya terus di pake.. apalagi sampe salah pake…..

  12. Indah sekali .
    Yang berkaitan dengan tema di atas ada dalam artikel berikut ini : Akibat Memakai Baju Ilahi

    Salam hormat.

  13. eh seneng jangan pada tulisannya ato karyanya doang lho, harusnya seneng pada yang membuat karya. Kalo seneng karyanya belum tentu seneng pada yg mencipta, tapi kalo seneng pada yg mencipta pasti seneng pada karyanya…..siip khan

  14. jack sparroow on said:

    salam sejahtera

    saya rasa sudah pasti seharusnya seperti itu, manusia yang mengenal TUHANnya entah itu melalui sifat ataupun juga af-alnya tidak akan bersikap ataupun merampas jubah illahi… dia tidak akan mengaku-aku, ataupun tampak di permukaan… bahkan di dunia maya pun untuk diakui tiadak.. adapun kesejatian (kebenaran) yang diperoleh tidaklah butuh untuk terungkap. adapun pengungkapannya tidaklah berujar melainkan “tingkah lakulah ” yang berujar?????
    terimakasih…
    salam sejahtera

  15. domingos simoes on said:

    Saya sangat setuju sekali dengan tulisan anda di atas,,,,,

  16. domingos simoes on said:

    hidup matinya seseorang hanya ada di tangan tuhan so santai and enjoy saja your life ok Bro,,,

  17. tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah…

  18. Lepaskan kesombongan sekarang …

  19. Ping-balik: Para Blogger Pendobrak Kepalsuan « UMMATI PRESS

  20. mas telo on said:

    jangan sampai kita meninggalkan jubahnya…

  21. artikel yg bagus…
    salam kenal….

  22. assamua’alaikum wr wb

    “Libasuttaqwa khairullakum inkuntum taklamun”

    baju ketaqwaan itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya

  23. FAQIR PENGEMBARA KSA on said:

    Aku ingin meminjam sembunyi2…..masihkah cemburu padaku….bukankah tiada orang yang melihatnya kecuali kita berdua….Aku akan belajar cinta dari Rabi’ah Aladawiyah….Biar aku bisa menari-nari bersama Rumi….semoga kau bisa mema’afkan atas kecemburuanmu….cinta….cinta….cinta…seharusnya aku merahasiakannya….tak perlu kuucapkan biar tidak ada kecemburuan diantara kita berdua….”salam utk Bang sufimuda…dan rekan2 sepencari Cinta” From Faqir Pengembara KSA…….

  24. yang perlu dikaji, bahwa semua yang ‘menempel’ pada diri tiap manusia adalah titipan, termasuk nyawa. Namanya titipan, adalah sesuatu yang bukan milik kita. Gak pantas membangga-banggakan sesuatu yang bukan milik sendiri.
    Jadi pada dasarnya, materi, kekuasaan, bahkan hidup pun, tidak pantas dijadikan alasan untuk emnjadi sombong karena memang bukan milik manusia (baca: kita). HANYA TITIPAN dari Sang Maha Kaya lagi Memiliki.
    Terima kasih untuk SUFI MUDA yang sudah menyajikan bacaan ringan yang sangat berbobot.

  25. badrul huda on said:

    jika kamu benar-benar merasa faham tentang tuhan….
    maka kamu telah sesat…………….
    bercerminlah……………….
    dan… Istigfar………………

  26. Assalamu’alaikum wr.wb
    Nice artikel .

    salam kenal dari kami.
    http://binamuslim.wordpress.com/

  27. mantaapppppppp………………

    ooh ya sekalian numpang promosi buat temen-temen yang pingin jual ato buka counter bisa masuk di http://www.menone.wordpress.com/

  28. assalamualaikum,…… asal berjumlah…. banyak hanya bilangan sandiwara adalah karyanya senda-gurau adalah perbincangannya dan dia ciptakan kekasihnya hanya untuk temen agar tidak terasa sepi. apa yang mau kamu pakai – pakailah karena itu milik kamu juga aku-aku juga ….. sendiri lagi dech.

  29. manusia hanya saling memberi kabar dan motifnya saja…Selebihnya milik Allah swt…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: