TUHANKU TUHANMU TUHAN KITA
Kenapa kita berdoa selalu menengadahkan tangan dan memandang ke atas? Karena kita meyakini Tuhan berada di atas sana, berada di langit yang tinggi dan sulit di jangkau oleh makhluknya. Seluruh agama mempunyai ajaran seperti itu dan hampir semua kita mempunyai persepsi yang sama tentang Tuhan yaitu: Tinggi, Agung, Mulia dan tak terjangkau. Islam menggambarkan sifat-sifat Tuhan dalam 20 sifatnya, Wujud, Qadim dan seterusnya juga menggambarkan nama-Nya lewat Nama-Nama Tuhan yang baik yang kita sebut dengan Asma Al Husna yang berjumlah 99 Nama. Setelah kita menghapal nama-nama-Nya, mengetahui sifat-sifat-Nya, sudahkah kita benar-benar mengenal-Nya? Bisahkah kita mengenal sesuatu tanpa melihat? Mungkinkah Tuhan yang Maha Tinggi itu tidak bisa dilihat? Lalu untuk apa Dia menciptakan kita kalau memang Dia selalu berada pada posisi untouchable?
Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mungkin bisa di jawab lewat akal dan kita tidak bisa menemukan jawaban dengan sendirinya. Agama (dalam tataran syariat) mengajarkan kita tentang Tuhan tapi tidak secara langsung memberikan kita tuntunan kepada-Nya. Akal akan menemukan kebuntuan bila berhadapan dengan yang namanya Tuhan karena akal memiliki keterbatasan. Akal hanya bisa mengolah informasi yang diterima dari Panca Indera, padahal Tuhan adalah diluar jangkauan panca indera.
Kita sering kali melupakan pertanyaan “Bagaimana cara kita berjumpa dengan Tuhan?” karena kita lebih tertarik memperdebatkan “Apakah Tuhan bisa dilihat?” atau tentang “Bisakah Tuhan dilihat di dunia ini?. Kedua pertanyaan terakhir memberikan gambaran kepada kita tentang seseorang yang bingung dan putus atas belum bisa keluar dari keterbatasannya. Orang yang mempertanyakan tentang kemungkinan melihat Tuhan tidak akan menemukan jawaban apa-apa selain bertambah nafsunya dalam menemukan dalil-dalil yang mengingkari bahwa Tuhan bisa dilihat. Saya pernah mengalami hal serupa, dimana pertanyaan saya sebenarnya bukan untuk menemukan jawaban akan tetapi justru untuk mendukung argumen saya bahwa Tuhan memang tidak bisa dilihat sama sekali.
Hampir sebagian besar penganut agama di dunia ini bisa dengan mudah menemukan Tuhan mereka, Yesus Kristus, Sidharta Gautama, Krisna atau Dalai Lama adalah orang-orang yang di posisikan sebagai Tuhan atau manifestasi Tuhan atau inkarnasi dari Tuhan. Lalu bagaimana dengan Islam?
Islam hanya mengenal Tuhan yang bernama Allah, yang tidak pernah bisa dilihat dan tidak pernah bisa dijangkau. Al Islamamu ya’lu walaa yu’la ‘alayhi, Islam adalah agama tertinggi dan penutup semua agama, begitulah Nabi bersabda dan demikian juga kita semua meyakininya. Lalu apakah makna ketinggian itu berarti Islam juag mempunyai Tuhan yang sangat tinggi sehingga tidak pernah terjangkau dan tersentuh oleh hamba-Nya? Apakah memang pemahaman Tuhan seperti ini yang di inginkan Tuhan atau yang diajarkan Nabi Muhammad kepada ummatnya? Atau ajaran sebenarnya dari Rasulullah tentang Tuhan sangat rahasia sehingga tidak semua orang Islam mengetahuinya. Ajaran Islam tentang Tuhan yang sangat rahasia ini akhirnya tergeser oleh pemahaman syariat semata sebagai arus besar dan kenderaan politik dinasti-dinasti Islam tempo dulu.
Saya lebih cenderung dengan pendapat bahwa Rasul mengajarkan kepada para sahabat-Nya untuk berjumpa dengan Allah bukan hanya menyebut nama dan menghapal sifatnya saja. Ketika bilal diletakkan batu di atas perutnya dan ditanya siapa Tuhannya, dengan penuh percaya diri dia menyebut “Ahad” seakan-akan dia melihat sang Ahad. Saat peristiwa itu terjadi, sayangnya kita tidak berada disana, kita hanya membaca riwayat yang di tulis kemudian, apakah Bilal benar-benar mengucapkan kata “Ahad” atau “Ahmad”? Kalau Bilal mengucapkan nama Ahmad yang tidak lain sama dengan Muhammad berarti Bilal telah mengucapkan nama Tuhan lewat nama kekasih-Nya.
Al Qur’an menceritakan kepada kita ketika tukang sihir Fir’aun berhasil dikalahkan oleh Musa, kemudian mereka sujud kepada Musa dan Harun sambil berkata, “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Tuhan Harun”. Apakah mereka beriman kepada Tuhannya Nabi Musa dan Tuhannya Nabi Harun atau mereka mengakui Musa dan Harun sebagai perwujudan Tuhan sebagaimana juga Fir’aun. Sebutan Tuhan Musa bisa jadi sama dengan sebutan Tuhan Allah atau Tuhan Yesus seperti yang diyakini oleh ummat Kristiani.
Seluruh Agama mempunyai Tuhan yang amat nyata untuk disembah, hanya Islam yang tidak pernah nyata Tuhannya, siapa yang benar dan siapa yang salah?
Kita tidak akan menemukan jawabannya dalam syariat, karena kalau kita memandangnya dari kacamata syariat maka langsung timbul selera kita untuk berdebat menyalahkan tuhan-tuhan agama lain dan menganggap Tuhan kita yang gaib itu yang paling benar. Sebenarnya kalau kita dengan teliti mempelajari agama, Tuhan dengan sangat jelas memberikan kepada kita penjelasan bahwa Tuhan itu amat nyata namun kita belum bisa dengan benar menangkap pelajaran itu.
Kalau anda mempelajari Tasawuf dengan cara ber guru kepada seorang Mursyid dan terus menerus berzikir sampai Tuhan berkenan memperkenalkan diri-Nya, maka anda akan merasakan betapa Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya, betapa agung dan hebatnya Islam dan betapa Mulia dan luar biasanya para Ulama pewaris Nabi yang mampu menyimpan rahasia terbesar dari Agama dan kemudian mampu menyalurkan kepada ummat Islam agar terbebas dari kegelapan.
Tapi sayang seribu kali sayang, tidak semua ummat Islam tertarik dengan Tasawuf bahkan ada sebagian kelompok dengan bangga mencaci maki pengamal Tasawuf/Tarekat dan menganggap sebagai aliran sempalan. Kemudian mereka dengan bangga menyembah Tuhan menurut pikiran mereka. Tidak pernah sedikitpun terpikir dalam hati apakah caranya menyembah Tuhan ini sudah benar. Memang tidak semua pengamal Tasawuf sampai kepada Makrifatullah, berjumpa dengan Allah, paling tidak jalan yang ditempuhnya sudah benar dan minimal dia bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya.
Kalau kita belum sepenuhnya mengenal Tuhan dan dengan nyata melihat-Nya, maka Shalat tidak ubahnya seperti senam ala Arab, bertawaf keliling Kabah hanya meneruskan tradisi zaman zahiliyah semata. Seluruh ibadah kita tanpa sadar semuanya menyekutukan Tuhan. Tidak ada dosa yang paling besar yang tidak terampuni selain dari Syirik (menyekutukan Tuhan). Maksud hati menuduh pengamal Tasawuf berbuat syirik tanpa sadar kita sendiri penuh dengan kemusyrikan.
Saya masih ingat pertanyaan kedua yang ditanyakan ketika ingin menekuni Tarekat adalah, “Apakah anda pernah menuntut ilmu kiri (perdukunan), pernah ke dukun, mengambil jimat-jimat dari dukun?”. Kalau pada saat itu masih ada jimat di badan langsung di suruh lepaskan dan dijelaskan juga bahwa yang Haq dengan yang Bathil tidak akan pernah bertemu. Satu kali kita mendatangi dukun/paranormal maka 40 hari ibadah tidak diterima Tuhan. Itulah dasar Tauhid dalam Tasawuf yang saya pelajari. Kemudian banyak sekarang praktek perdukunan dicampur adukkan dengan ajaran Agama termasuk dengan ilmu Tasawuf agar bisa diterima masyarakat inilah yang merusak ilmu Tasawuf sehingga masyarakat menganggap Tasawuf identik dengan kesaktian dan gaib semata. Jika anda ingin menekuni sebuah Tarekat selidiki terlebih dahulu nama Tarekatnya apakah termasuk kedalam salah satu Tarekat muktabarah dan apakah Mursyidnya mempunyai silsilah (tali keguruan) yang bersambung sampai ke Rasulullah SAW. Dua hal ini sangat penting sekali agar kita tidak terjebak ke jalan yang keliru.
Lalu bagaimana dengan kami yang belum mengenal Allah?
Teruskanlah ibadah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan tidak ada satupun diantara kita yang berhak mengklaim tentang kebenaran. Seringlah bershalat Tahajud bermohon kepada-Nya agar dipertemukan dengan orang yang bisa mengantarkan kepada-Nya. Orang yang belum bertemu dengan Wali Mursyid adalah orang disesatkan Tuhan (maka segeralah menjadi orang yang diberi petunjuk agar rahmat dan karunia-Nya senantiasa mengalir selebat hujan dari langit). Carilah metode yang bisa mengantarkan langsung kepada-Nya, bersungguh-sungguh dijalan itu. Pastilah mendapat kemenangan dunia dan akhirat!
Tulisan ini semoga dapat menjadi obat dan membangunkan kita dari ketidaksadaran untuk segera dengan sungguh-sungguh mencari dan keluar dari keterbatasan.
Semoga Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim membukakan hijab siapapun yang membaca tulisan ini.
Amin Ya Rabbal Alamin…
133 Comments
dell
saya masih baru dlm tareqat jadi ilmu pun masih sangat sedikit. bagaimana agar dpt mencapai tingkat ma’rifat? mohon penjelasannya.
curious
Alhamdulillah,
Setelah membaca tulisan diatas wawasan saya mengenai Tuhan menjadi lebih terbuka dan seperti menemukan segaris tipis berkas. Mungkinkah ini hasil dari do’a ku? Sementara ‘Terus terang’ aku semakin jarang sholat sebab takut akan neraka wail yang disiapkan bagi orang2 yang lalai sholatnya. Aku takut sholat karena tidak yakin bahwa aku sedang menyembah Tuhanku. Aku takut sholat karena takut menduakan Allah SWT disaat aku sholat.
Tapi sementara waktu berlari, aku semakin tua dan Tuhanpun belum kutemukan. Hanya do’a ku saja yang kusebar setiap pagi dan petang, tapi tanpa alamat yang jelas. Mudah2an Allah lah yang menerima kiriman do’aku itu.
Pak sufimuda, bagaimanakah status saya? saya mau bersungguh2 menemui Allah. Tapi berhubung sudah beberapa kali terkesima, sampai sekarang saya masih bimbang terhadap maraknya tarekat / aliran yang mengaku berada pada jalan Nya. Apakah saya terus saja berdo’a mengharap bisa berjumpa dengan ALLAH sampai ada suatu kuasa besar yang mengaku sebagai Tuhan (menyadur artikel ABSURDITAS MANUSIA MODERN : SEBUAH REKONSTRUKSI SPIRITUAL MANUSIA MODERN ) yang berkenan mengijinkan saya melihatNya.
Ada beberapa komentator di blog ini yang mengatakan bahwa Tuhan berada dalam diri, kenapa mesti dicari diluar? Tapi saya yakin bahwa dalam diri bukan hanya ada Tuhan. Iblis pun bisa bersemayam disitu. Fungsi Nabi/rasul lah beserta agama/ajaran yang dibawanya sebagai pembimbing untuk membedakan mana Allah mana Iblis. Bagaimana saya bisa membedakan dua hal yang saya belum pernah melihatnya?
Sungguh, kalau di alQuran tidak ada janji seperti dalam artikel anda diatas: Al Islamamu ya’lu walaa yu’la ‘alayhi, niscaya saya lebih menyukai mengikuti agama lain yang lebih Jelas keberadaan Tuhannya.
Salam
smurf
amiiinn.. sMOGA smua orang tersadar n terpanapana 🙂 pastinya emang begitu.. 😉
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
the darknight
Subhanallah Sungguh Alloh benar-benar nyata bagi yang merasakan dan melihatNya..Melihatnya dalam setiap keajaiban dan kejutan2 dalam hidup.Melihatnya dalam segala amal makruf kita semuanya dari Alloh Allohlah yang begitu dekatnya sampai-sampai mengarahkan segala kegiatan,sikap,dan seringkali hawa nafsu ini menutupinya.Menutupi kehadirat Alloh,lembutnya hati perasaan kagum atas diriNya yang seringkali membeku dan menjadikan kita lalai dan berhati keras karena hawa nafsu ini.Sadarkan dirimu selalu jangan sampai kita lalai walau sedikitpun.Pastikan setiap tawa kita, kebahagaiaan kita n kesedihan kita selalu berorientasi dan menmandangkan hati hanya padaNya.Itulah Allohku dan Alloh kita semua.Sadarkan dirimu saudaraku kalau Allloh memang sangat dekat dan nyata bahkan lebih dari nyata.DAn sesungguhnya itulah nikmat dariNya.Itulah hakekatnya.Alloh memang sangat dekat dibandingkan urat leher kita.resapilah.Itu mah pendapatku sebagai upaya pengurangan pengaruh hawa nafsu yang tak kunjung tunduk padaNya
kangBoed
@ Sufi Muda
Orang yang belum bertemu dengan Wali Mursyid adalah orang disesatkan Tuhan (maka segeralah menjadi orang yang diberi petunjuk agar rahmat dan karunia-Nya senantiasa mengalir selebat hujan dari langit).
———————————————————————————————————–
Kasihan donk saya… yayaya…. saya selalu sesat dan disesatkan Tuhan…. dimana yaaa ada Wali Mursyid….. kenapa saya selalu berjalan sendiri… tidak seperti teman teman disini yang kelihatannya baik baik dan berpegang pada Wali Mursyid…. sampai kapan yaaa.. saya tersesat sedangkan melihat kelakuan para SUFI tulen sayapun mulai geraaaaaaaaaaaaaaaah…. ampun daaah
Salam Sayang Selalu……..
SufiMuda
@KangBoed
Tulisan di atas saya kutip dari Al Qur’an
“Barangsiapa yang diberi petunjuk maka dia akan mendapat petunjuk barang siapa yang disesatkan tidak seorang wali Mursyid pun memberikan petunjuk” (QS. al Kahfi : 17)
Kalau merujuk kepada Ayat tersebut maka seorang yang tidak menemukan Wali Mursyid tergolong yang masih tersesat dan tidak mendapat petunjuk.
mmm…. udah pernah jumpa dengan Sufi Tulen ya? baguslah walaupun saya baru dengar istilah sufi Tulen 🙂 tapi itu kan tidak menjamin anda untuk terbuka hijab.
Abu Lahab malah langsung jumpa dengan Nabi tapi tetap terhijab karena dia melihat Muhammad dengan segala kekurangannya dan selalu mencari kesalahan dan kekurangan Muhammad bukan berdoa agar diberi petunjuk.
Semoga KangBoed dibukakan hijabnya oleh Allah SWT, Amien
Salam
sufi wahdatul wujud
SEBENARNYA KITA SEMUA PUNYA TUHAN MASING-MASING, DENGAN CATATAN KETIKA KITA BELUM MENUJU TANGGA MAKRIFAT DALAM JALAN YANG SAMA, BARU TUHAN KITA SAMA.
TUHAN BAGI SEORANG FILOSOF ADALAH CERDAS, TUHAN BAGI SEORANG PEMIKIR ADALAH BEBAS, NAH TUHAN BAGI SUFI PERPADUAN SEMUANYA LUAR BIASA
Pendosa
Assalamualaiku wr.wb
…….Orang yang belum bertemu dengan Wali Mursyid adalah orang disesatkan Tuhan (maka segeralah menjadi orang yang diberi petunjuk agar rahmat dan karunia-Nya senantiasa mengalir selebat hujan dari langit)……….
Maaf saya kurang setuju dengan kalimat tersebut Firman Allah:
“Barangsiapa yang diberi petunjuk maka dia akan mendapat petunjuk (Allah memberikan Petunjuk kepada siapa yang dia Kehendaki dan dengan cara yang Dia kehendaki)
Barang siapa yang disesatkan tidak seorang wali Mursyid pun memberikan petunjuk (Orang yang disesatkan/menganiaya dirinya sendiri tidak akan mendapatkan petunjuk walaupun telah bertemu dengan Wali Mursyid”
……Jadi bertemu dengan Wali Mursyid bukan berarti orang tersebut telah diberikan petunjuk, begitu sebaliknya jika belum bertemu dengan Wali Mursyid bukan berarti kita telah disesatkan,
Maaf kalau pemikiran saya keliru, Mudah-mudah Allah kasih petunjuk, Nasihat menasihati dalam kebenaran dan Nasihat menasihati dalam Kesabaran
…….Astagfirullah Adhiim
Syaifu 'L Kariem
islam itu perpaduan ilmu dan amal.
nikmat itu kita kenali karena kita mengetahuinya (ilmu)
nikmat itu tidak akan bisa kita rasakan bila kita tidak mengamalkannya.
islam itu rahmatan lil alamin.
rahmat itu bisa kita nikmati apabila kita mengenalinya dan mengamalkannya.
wassalaamu alaykum.
Ganang
untuk ketemu atau melihat Tuhan orang islam kayaknya kog susah banget. ya memang susah… wong Tuhannya ghoib kog. jadi …? kabarnya siapa mengenal diri maka mengenal Tuhan. ayo kita rame2 mengenal diri sendiri dulu supaya kenal sama Tuhan. Gimana…? bang sufimuda, tolong diluruskan kalo statemen nya belok. thanks.
bibs
Permasalahannya sudahkah bener2 kita telah bertemu dengan wali yang mursyid… kalau kita udah bertemu dengan wali yg mursyid dan meyakini-Nya, otomatis Tuhan akan dg mudah memberikan petunjuk karena kuncinya ada pada bertemunya kita dengan wali yang mursyid.. ingat janji Tuhan itu pasti… jadi kalau kita tidak tidak mau di sesatkan oleh Tuhan maka kita harus cari dan bertemu dengan wali yang Mursyid…
wati
please help me
hafidzi
Lana ‘Amaluna walakum ‘Amalukum
salam knl
SufiMUda :
wA’alaikum salam, salam kenal kembali, terimakasih udah mampir di sufimuda, sukses selalu
10
BISMILLAHIRROCMANNIRROCHIM
@ BANG SUFI MUDA
kelihatannya yang menjadi pertanyaan untuk brjumpa dengan Tuhan ALLOH adalah sang mursyidnya bang? kemana mereka harus mencari ? bagaimana ciri2 seorang wali mursyid yang benar
izinkan adikmu yang bodoh ini mencoba menyampaikan ciri2 seorang mursyid yang benar menurut alQur’an:surat yunus ayat 62,63,64
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ 62
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ 63
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
jadi yang ciri dari waliyulloh adalah:
1.Orang yang beriman yaitu orang yang IMANYA tetap tidak berubah-ubah dalam keadaan bagaimanapun orangnya tetap dalam ruang lingkup IMAN jadi kondisi senang tetep IMAN kondisi susah tetep IMAN
2.Orang yang bertakwa yaitu secara lahir batin takut akan siksa dan kebesaran alloh bukan takutnya seseorang terhadap harimau kemudian lari tapi takut yang menjadikanya dekat
3.Tidak takut yaitu ketika menyampaikan kabar kebenaran mereka tidak takut akan ancaman baik dari luar maupun dalam( luarnya manusia dalamnya IBLIS)
4.Tidak susah yaitu:walaupun dakwah mereka du tentang oleh banyak kalangan asalkan benar menurut alqur’an hadist beliau tidak risau
5.diberi karomah nah kalo ini bonus dari ALLOH tetapi ini yang rata2 dijadikan pegangan bagi orang awam kadang mereka mengatakan yang bisa terbang itu wali/mursyid yang benar He.he…he..kalo ini yang di jadikan pegangan maka siap2lah keliru sebab itu bukan pegangan.sekarang kalo punya uang 550rb coba aja beli pesawat khan bisa terbang wah ini namanya wali apakah begitu???? itusich walimurid,walikota,ato wali gubernur hee..hee….
6.Gembira melaksanakan perintah2 Allohdan menyampaikan ajaran2 Alloh yaitu tidak ada keragu raguan dalam mengerjakan perinh dan larangan dari ALLOH
semoga menjadikan tolak ukur yang benar bagi yang mencari mursyid ato wali , apabila ada kata yang keliru mohon maaf
wasalam
10×12
Sufi Muda Menanggapi :
Ciri-ciri Waliyullah yang 10 sampaikan dapat menambah wawasan kita semua, terimakasih
TIDAK BEGITU ATHEIS
Dulu ndak kenal Tuhan karena ndak ketemu, sekerang dah ketemu dengan orang katanya dah ketemu Tuhan, tapi masih KATANYA. tapi biar sajalah Tuhannya kira2 dulu, yang penting percaya dulu. barang kali kalo Tuhannya bang sufi muda udah nyata ndak kira2 lagi ya.
terkadang lucu juga ngeliat orang yang ngaku beragama, bahkan fanatik, bahkan lagi mantab skali kalo ngomong tentang Tuhan seolah2 dah akrab banget tapi stelah saya amat amati ternyata Tuhannya kira-kira juga. kalo kata Pak Guru kalo Tuhannya kiro-kiro syetannya merajalela. ndak taulah pokoknya ikutan Pak Guru sj deh
aaboed
Huwal Awwalu wal Aakhiru
Az ZHOOHIRU wal Baathinu
demikian Alloh memperkenalkan diriNya kepada kita melalui Al Qur’an yang suci…
betapa kita dapat bersepakat dalam Tuhan yang bersifat Bathin
namun betapa sering kita saling berdebat dan bertentangan ketika bicara mengenai Tuhan yang ZHOHIR…
Mohon ampun atas segala kesalahan,
Allohu Alam Bisshowab.
juned
hadist qudsi :ana ahmad bila mim,ana a’rob bila a’in
zal
::Tuhan itu sebenarnya dalah yang sangat dikenali, bahkan amat sangat kenal, setiap saat, siapapun..
codenya :
1. hampir-hampir tidak percaya..
2. Man Arofa…teruskan sendiri..
dan bagiku dialah guru mursyid, dan hanya dia pemberi petunjuk, dan dia pulalah lah yang menemukanku, sebab jangankan menemukannya DIA, menemukan orang yang jika kita main petak umpet, lalu orang tersebut pulang kerumahnya, lalu masuk kamar dan tertidur di kolong tempat tidurnya… 🙂 …nah satu iklan dari salah atu provider telekkomunikasi menginfokannya…lakukan saja call..maka semuanya akan nongol… akh gak gitu…tapi gitu koq…akh terserah dianya aja…dia enggak ngeliat cara kita, tapi dialah yang menentukan siapa yg sudah siap ditemukannya…dengan dirinya…
yang terlalu heboh untuk ketemu, gak menemukan sebab orang ini gak bakal percaya, tapi..
yang gak ada ingin mau menemukannya, akan dicuekin aja…emang gue apaan…
kalau saran saya sih, lihat tukang sate keliling, yang gak tau dagangannya akan laku apa tidak, dia berjalan saja dan berteriak…teeee…., eh ada yang manggil satee….20 tusuk bang .. Alhamdulillah…ada yang beli…
Adam
Assalamualaikum,
Blog yg slama ini saya cari2,
trus trang saya emang dari dulu hoby ngenet,
tapi apa yg saya dapat,tidak ada…!!!
slain biaya akses yg membengkak dan pulsa yg terkuras kalo browsing lewat hp,
tapi stelah menemukan blog ini,saya bagaikan menemukan sebuah mutiara..,
terimakasih bang SUFIMUDA,
salam kenal untuk semua
dipikir
Salam buat semua sahabat maya. Pencinta tasawuf yang dikasihi. Teruskan pencarian mu sampai benar-benar mengenali Tuhan.
Perhatikan bayang-bayang jasad kita yang tersuluh dek pancaran matahari atau cahaya neon. Ingatilah bahawa kita adalah bayang-bayang Tuhan. Tuhan tersembunyi dalam diri kita. KataNya Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, hanya
kekasihKu jua yang mengenali Aku.
Pesan guruku, disini, didunia ini kita belajar mengenali sifat dan zat nya. Kelak diakhirat kita bisa melihat sifat dan zat nya. Akhirat itu bila dan dimana? Seperti kita memastikan Tuhan bersama kita begitulah akhirat juga pasti didunia ini.
Tuhan itu ESA yakni SATU. Satu pada ku, satu pada mu, Satu pada kita semua. Satu pada hakikat Zat Nya namun sifat nya berbagai. Lampu dikamar tidur kita berlainan tapi
cahayanya dari satu sumber tenaga elektrisiti.
Jumpa lagi….
Taufik Hidayat
Assalamualaikum,
Cuma mau nitip nama skaligus pengen ngisi absen doank neh bang,
hehehe..,
abiz saya udah sering banget mampir kesini,tapi gak pernah ngepost,
karena saya emang gak punya modal pengetahuan apa-apa untuk ngasih komen,
yg jelas bagi orang seperti saya blog SUFIMUDA ini akan sangat bermakna untuk menambah wawasan keagamaan saya sebagai pemicu untuk memperdalam amalan tarikat naqsyabandi,
salam
ekaria27
Assamualaikum Sufi,
Ijinkan saya dgn segala perbedaan sering2 mampir dan membaca artikel anda demi wawasan yg lbh luas dan toleransi yg lbh besar.
buat saya pribadi tiap kali ingin melihat Tuhan maka saya melongok ke dlm hati ini, bukankah jika kita hendak melanggar aturanNya maka nurani selalu bicara? Buat saya ini adl salah 1 cara berkomunikasi denganNya.
Artikel anda menambah khasanah pengetahuan saya. Trims
mukhtar alfaqir
trims bang sm utk artikelnya.anda org hebat.dizaman rasullulah para shbat2 ingin slalu dkt dgnnya sbab ucapan2 beliau slalu menyejukkan hati.maka dizaman ini blog andalah yg mewakilinya.Aku tlah menemukan diriku sendiri dan aku berusaha menjaganya.aku makmum saja pada kalian sdah terlalu banyak airmata yang tertumpa salam rindu sm.
KangBoed
@SufiMuda..
Semoga KangBoed dibukakan hijabnya oleh Allah SWT, Amien
————————————————————————————————————–
Yayayaya…. Semoga ALLAH berkenan membuka hijabnya… hmm… semoga ya maaas Sufi Muda dapat membantu memberikan pencerahan saya yang OON sur OON…. yamg selalu sendiri dalam kesesatan….. di tunggu pencerahannya yaaaa brooo….
Salam Sayang Selalu….
zal
::walah..walah KangBoed wes nggao lahan barune toh…, selamat yo…,
bagaimana mungkin mereka yang berjalan tak mengenal satu sama lain, sedang kalimahnya berkata… “mereka saling mengenal, perkataan mereka salam-salam…, ada yang salah dari pengenalan…, jika segala sesuatu, dalam suatu state yang kaku…
akh jalanMU, apakah hanya dalam buku kaku..yang tak lentur…, adakah kemampuan iblismu demikian kuat…akh…aku hanya melihat malaikat dan iblismu menghantar kearahMU dengan cara yang sama, state kaku…padahal Engkau dalam semua bentuk…
aku tak hendak dengan mereka..meskipun..xxxxx, mereka tak luas, bahkan tak memahami titahMU.meskipun telah menyampaikan persis dengan KalimahMU….
AR
TANDA-TANDA SUFI
Tanda seorang sufi yang benar, ia merasa dirinya selalu dalam keadaan fakir sekalipun hartawan, ia merasa dirinya hina sekalipun mulia, dan merasa dirinya tersembunyi sekalipun diketahui oleh orang banyak. Dan tanda seorang sufi yang dusta, merasa kaya sedang sesungguhnya fakir, merasa mulia kendati hina, merasa terkenal walau hanya segelintir yang tahu.
Delapan Sifat Sufi:
Dalam tashawuf, 8 sifat harus dilaksanakan Sufi itu mempunyai:
1. kemurahan hati seperti yang dimiliki oleh Ibrahim
2. Kepasrahan akan nasib seperti yang diterima oleh Ismail
3. Kesabaran seperti yang dipunyai oleh Ayub
4. kemampuan berkomunikasi dengan simbolis seperti Zakaria
5. sikap menjauhi diri dari rakyatnya seperti halnya Yahya
6. pakaian wol seperti mantel gembala Musa
7. pengembaraan seperti Perjalanan Isa
8. kerendahan hati seperti kerendahan nabi Muhammad
kangBoed
hmm…. mBaaah ZAL… hehehe….. Spiritualitas itu mambuat yang kaku menjadi semakin kakuuu dan akhirnya terdinding…. yayaya…. terdinding…. eee…. weleh weleeeeeeh… sorry yaa jadi kebalik balik nih… mangsrudnya Spiritualitas itu membuat yang kaku menjadi lentur…. semakin luwes dan lembut…. yayaya…. itulah SPIRITUALITAS….
Salam Sayang….
jelatang
ALLAH Ta’ala mendzahir…
ada yg bilang bohooong…
ada yg bilang ga benerrrr….
ada yg bilang sesaaaat…
ada yg bilang ga mungkin…
weleh weleh(maaf kangBoed gaya bicaranya saya tiru dikit,,asyik jg buat bikin orang kesel,,heehee)…Qo pada aneh ya…padahal yg jadi TUHAN kan DIA…kita kan cuma hambaNYA…tp qo kita yg protessss…bener2 aneh…
kalo ALLAH Ta’ala mau mendzahir,emangnya kenapa???
ada yg ga setuju sama kehendak-NYA??? wong DIA raja suka2 Qo…DIA mo berbentuk seperti apapun terserah DIA lah,,,yg pasti sifatNYA berbeda dengan mahlukNYA.
semoga berkenan..
eh,,tapi kalo DIA mau seperti mahlukNYA gmana??? terserah DIA juga toh???
mohon maaf bang SM,kalo komen saya keterlaluan,dihapus saja..
kangBoed
@ jelatang
Santaaaaaaaai nyoook kita saaaantaaaai…. hahaha.. santaaaai brooo apa yang bikin keseeeeel hehehe.. ambil sanaaaa daaah…. santaaai aja brooo….
hmm… yayaya… terimakasih mas jelatang atas pencerahannya *bingung Mode ON*… koook….
Santai aja brooo… sambil dengerin lagu SATU dari DEWA 19 *Mode Play ON*… huuuuwaaaakaakakak…. satu satu aku sayang ibu… dua dua aku sayang ayah… tiga tiga sayang adik kakak.. eeeee salah putar lagu *malu dech*… *kabuuur*… hehehe…
Salam Sayang
SUFI BARU
ALLAH MAHA RAHMAN ,,,
ALLAH MAHA RAHIM,,,
ALLAH MAHA KUASA,,,
ALLAH MAHA GHAIB,,,JUGA,,,
ALLAH MAHA NYATA…
SETUJU DENGAN BANG SUFI MUDA…
NABI MUHAMMAD ADALAH IKUTAN YANG MAHA SEMPURNA…
BAHKAN DALAM HADISTNYA DIKATAKAN….
“BARANG SIAPA YANG TIDAK MENGIKUTI AKU BUKAN UMATKU..”
NABI MUHAMMAD MENYELESAIKAN URUSAN KETUHANAN INI SEWAKTU MASIH HIDUP BUKAN SESUDAH MATI….
BERARTI KITA SEBAGAI UMAT NABIPUN HARUS BENAR MENCONTOH NABI DALAM HAL BER TUHAN INI..
BAPANDA GURU SAYA PERNAH BERFATWA…
KALAU KAU BISA BERENANG DI BATAM..MAKA DI MANAPUN KAU BERADA PASTI KAU AKAN BISA BERENANG JUGA…..
TAPI KALAU DI SINI SAJA KAU TIDAK BISA BERENANG MAKA DI TEMPAT MANAPUN PASTI KAU AKAN TIDAK BISA BERENANG JUGA….
SAMA DENGAN TUHAN ….KALAU DI DUNIA INI ENGKAU TIDAK BISA JUMPA denganNYA,,MAKA JANGAN HARAP
DI AKHERAT PUN KAU AKAN BISA MENJUMPAINYA….
KARENA TUHAN YANG DI DUNIA DAN DI AKHERAT ITU PASTLAH SAMA ADANYA NGGAK MUNGKIN BERBEDA…
TERIMA KASIH YA ALLAH ENGKAU TELAH BUKA SEDIKTI HIJAB KU SEHINGGA AKU BISA mengenalMU…
ILAHI ANTA MAKSUDI WA RIDHOKA MATLUBI
saraba 4
Assalamu’alaikum wr. wb.
di dalam perjalanan tentu dengan aspek kompas peta, bila perjalanan di atas perahu tentu di antaranya. dan pada saatnya untuk terpilihnya lintasan yang terpilih di benak. ada dengan jalur yang panjang ada pula jalur yang pendek, dengan hakikatnya 1. telaahlah di dalam perjalanan, bila tersimpangkan dengan jalur yang bukan tujuan, maka tenggelamlah dalam buai keasyikan raga. karna tujuan awal agar dapat menyadarkan kapal di penyandaran. dipenyandaranpun tetap halnya di atas, namun jalurnya ada kedudukan yang halus tiada tampak dan tanpa terasa, sebelum dapat meyadarinya. bila lekak dari perjalnan dan bersandarkannya kapal dengan tenang, insya Allah terbuka tirai tujuan yang sebanar-benar. sampilah. tiada lain dengan “MENAHAN DIRI, MELEPAS DIRI, MENYERAH DIRI, YANG MENYOKONG KEKUATAN IMAN YANG MENJADIKAN BERIMAN. AMIN SEMOGA SEMUA. SALAM BUAT KELUARGA DI RUMAH SERTA USER DI DALAM MAJELIS SUFIMUDA.
saloimen
Ass.. wr.wb. buat bang sufi muda.. saya sependapat dengan abang.. tulisan abang menambah pengetahuan saya..
joks
wahh.kalo kang boed sih tak tahu Tuhan.wong sukanya sama jin2 .arwah leluhur gentayangan,kang boed kan suka sekali sama jin sama arwa gentayangan malah dijadikan guru kaya sandolamgit,satri gundul,wong alus .gurunya ya demit-demit itu.
gotengs
Makasih bang SM atas pencerahan dan wawasannya.
kangBoed
@ joks,
di/pada Mei 9th, 2009 pada 4:55 pm Dikatakan:
wahh.kalo kang boed sih tak tahu Tuhan.wong sukanya sama jin2 .arwah leluhur gentayangan,kang boed kan suka sekali sama jin sama arwa gentayangan malah dijadikan guru kaya sandolamgit,satri gundul,wong alus .gurunya ya demit-demit itu.
————————————————————————–
Mas Joks… perasaan saya… saya tidak pernah menyinggung anda… kalau memang saya salah mohon maaf mas… memang saya bodoh dan tolol… belum tahu TUHAN… wajar kok kalau saya salah mbok jangan bawa kawan kawan yang lainnya… hehehe… sepertinya anda ini seorang provokator pura pura ngikut bang Sufi Muda…. hehehe.. kalau mau cerca saya silahkan maaas… tapi tolong jangan bikin keruh lagi suasana di sini…
Salam Sayang…
ABHusin
…..TUHANKU, TUHANMU, TUHAN KITA…..
TUHAN & BERTUHAN :
Telah bermadah Para Ariffbillah : Araftu Rabbi Birabbi. Aku kenal Tuhan-ku dengan Tuhan-ku. Tidak ada siapa yang bisa mengenal akan Dia, melainkan dengan Dia, oleh Dia. Perkataan Tuhan itu adalah istilah panggilan umum dan gantinama pertama kepada Si-Pencipta Yang Sebenar. Orang Islam berTuhan, orang Kristian berTuhan, orang Yahudi berTuhan, orang Hindu dan Buddha itu juga berTuhan. Kalo kita kata orang Islam itu juga berTuhan, maka bisa juga kita dianggap serupa kefahamannya seperti mereka, kerana istilah Tuhan itu fahaman umum…..
RABBI & ILAHI :
Begitu juga dengan istilah Rabbi dan Ilahi. Pada Nabi-Nabi yang silam Dia hanya dikenali dengan Rabbi ( Tuhan) . Kalo dalam istilah pengajian Ahli Hakeqat, Rabbi itu masih BerTuhankan Diri-Diri. Maka tidak hairanlah kenapa Bani Israel itu angkoh dengan Bangsa Rabbi-nya / Rabbai-nya. Tetapi “ILAHI” dan “ALLAH” itu diberikan rahsianya hanya kepada Nabi Muhammad SAW. Seperti yang termaktub dalam “DUA KALIMAH SYAHADAH” itu, serta lain-lain istilah yang amat dalam, hinggakan tak terucapkan tiada syahadah tiada syahadu itu…..
KEISTIMEWAAN MUHAMMAD :
Nabi SAW ada bersabda : “Demi Kekuasaan Allah ditangan-ku, diAkhirat kelak semua Nabi-Nabi itu dibawah panji-panji-ku, namun bukanlah pula aku bercakap besar….” Nabi-Nabi yang silam itu nggak dapat rahsia-Nya Allah seperti apa yang Junjunga Agung kita Nabi Muhammad SAW telah terima. Sebab itu kalo mereka diberi peluang, mereka juga ingin jadi Ummat Muhammad SAW, seperti kita. Apakah keistimewaannya itu “MUHAMMAD”…??? Wallahualam, nggak ada siapa yang tahu, melainkan Allah jua yang memberitahu….
AGAMA SAMAWI & AGAMA BUMI :
Agama Samawi nggak sama dengan Agama Bumi, walau pun keduanya dari Dia. Kepada Nabi-Nabi yang diimani dalam Islam dinamakan agama yang turun dari langit, yang dibangsakan kepada Agama Samawi. Bermula dari Nabi Pertama Adam AS hinggalah kepada Nabi Terakhir Muhammad SAW. Maksodnya bukanlah kita menolak bumi, kerana walau pun langit yang kita junjong, tapak penghidupan didunia ini adalah diatas bumi yang kita pijak ini…..
Agama Bumi seperti yang dianuti oleh bangsa yang lain itu amat jauh berbeda dari kefahaman agama Islam Yang Suci. Kerana kefahaman Tuhan itu kalo tidak diamati bisa terdorong kepada berTuhankan hanTu, jin, dewa-dewa, mambang-mambang, kadam-kadam dan kapitan, saka-baka, puaka, patong-patong, keris, ajimat, tangkal dan pelbagai lagi sebagai objek penyembahan, yang memerlukan sajian, pemujaan, semahan dan amalan.
Begitu juga hanya dengan menerima dan mengamal sepotong ayat itu dari Pawang atau Dukun kalo tidak diamati udah ada mendatangkan kadam-kadam. Atau ilmu perubatan yang memerlukan pengkerasnya. Kalo pengkerasnya tidak dipenuhi Pawang dan Dukun itu akan sakit-sakit. Itu tandanya ayat jampi mantranya ada kadam. Ambilnya senang, tapi kalo udah jadi sebati dengan darah daging pengamalnya, amat susah dibuang. Melainkan ada sebahgian Pawang atau Dukun yang ada jalan-jalan Hakeqat dan Makrifahtullah, yang bersabdar terus dengan Allah….
DOSA BESAR SYIRIK :
Allah sangat benci kita mensyirikkan-Nya. Anutan, akidah dan iktikad, perbuatan, amalan yang bukan dari sumber Islam, sangat dilarang kerana bisa memerangkapkan kita terjebak dalam Dosa Besar yaitu Syirik. Bagi Para Saufi mereka sangat takut akan Syirik itu. Dosa Syirik ini dosa halus lagi tersembunyi. Syirik bukan hanya pada perbuatan, malah “Bisikan Hati” itu jua kalo ada riak dan takbur bisa terdorong dalam Syirik…..
Kita mencari Allah Yang Maha Ghaib. Akal dan Ilmu nggak bisa mengenal-Nya. Hanya melalui “YANG GHAIB” itu jua yang mengenal itu “YANG MAHA GHAIB”. Dalam mencari “Yang Maha Ghaib” itu kita nggak bebas dari terjebak dalam ” Ghaib-Ghaib” yang banyak dan “Yang Bertanduk” itu, melainkan Guru Mursyid yang berdarjat Ariffbillah, yang bisa menbimbing kita mengenal mana “YANG BATIL” dan mana pula “YANG HAQQ”……
Oleh itu berwaspadalah kerana “Ghaib-Ghaib” yang bertanduk disekeliling kita sentiasa memohon kita memper”Tuhan”kan mereka, hinggakan kita lupa akan Allah Yang Maha Pencipta yang terlalu hampir dengan kita, tetapi kita jua yang lupa akan-Nya. Hampir-Nya Dia dan Berserta-Nya Dia semenjak : “Aku tiupkan Ruh-Ku….”
DOKTRIN HAKEQAT MUHAMMAD :
Tajallinya Doktrin Hakeqat Muhammad tidak sempurna, bermula dari Adam hinggalah kepada Nabi-Nabi yang lain. Kesempurnaan tajalli-Nya, Pengenalan Makrifah-Nya hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Ianya telah cukup sempurna lagi cukup lengkap. Perjalanannya diibaratkan angka lapan atau angka , bermulanya dari satu titik nokhtah, tulisannya dan pusingannya akhirnya akan ketemu dengan titik permulaannya. Namun Hakeqat Muhammad akan tetap berterusan dan berpanjangan hinggalah ke Akhir Zaman…..
Begitulah memang sudah Kehendak-Nya ALLAH YANG MAHA PENCIPTA. Makanya terpulanglah pada kefahaman dan keariffan masing-masing apakah yang dimaksodkan yang dinamakan “TUHANKU, TUHANMU, TUHAN KITA” itu…..
…..Wallahualam…..
(Olahan & Ringkasan dari Kitab Mengenal Ruh – Syeikh Talib Naem As-Saufi & Kitab Menenal Diri – Si-Sepuluh)
Peace / Salam / Damai…..