Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “mursyid”

Bangunlah Dari Mimpi! (Selesai)

Nabi mengatakan bahwa ibadah akan ditolak oleh Allah kalau ibadah itu tidak dilakukan dengan Ikhlas. Bagaimana mungkin ibadah bisa ikhlas kalau dalam hati sanubari masih bersemayam unsur yang menyebabkan hati tidak ikhlas yaitu Iblis beserta bala tentaranya. Selama Iblis dan tentaranya masih bersemayam dalam hati manusia maka selamanya manusia tidak ikhlas beribadah dan ibadahnya akan ditolak.

Iblis tidak akan takut dengan bacaan ayat-ayat Tuhan yang diproduksi oleh mulut kita bahkan Iblis sangat fasih melantunkan ayat-ayat Tuhan. Bagaimana mungkin Iblis bisa dilawan, umurnya jutaan tahun, bisa keluar masuk kemana saja bahkan dia bisa keluar masuk ke surga, sedangkan kita???

Baca selengkapnya…

Bangunlah Dari Mimpi (2)

Ketika ruhani diajarkan agama oleh Arwahul Muqadasyah Rasulullah saw yang disalurkan oleh waliyamursyida, maka ruhani manusia akan mampu memandang hal-hal yang selama ini dianggap gaib. Ketika ruhani telah “dihidupkan” maka dia akan mampu mencapai alam Rabbani sehingga hal yang paling gaib sekalipun akan menjadi nyata.

Benar ucapan Ali bin Abi Thalib: “Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun” karena alam setelah kematian menjadi gaib atau abstrak bagi manusia yang sedang hidup, ketika manusia meninggal, alam kubur menjadi nyata dan alam dunia ini akan menjadi alam gaib atau abstrak baginya. Bagi orang yang telah meninggal dunia, alam kubur dengan segala isinya akan menjadi nyata (hidup) dan alam dunia akan menjadi abstrak (mimpi) baginya.

Baca selengkapnya…

Bangunlah Dari Mimpi! (1)

Manusia di dunia ini sesungguhnya sedang tidur. Manakala mati, mereka bangun

Ali bin Abi Thalib

Tuhan memberikan akal kepada manusia agar manusia mampu berfikir secara baik tentang alam dan ciptaan Tuhan sehingga bisa memberikan manfaat kepada manusia. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Akal manusia dengan kemampuan yang begitu luar biasa mampu menyerap dan mengolah informasi sehingga menghasilkan hal-hal yang luar biasa.

Baca selengkapnya…

Andai Kalian Tahu Apa Yang Aku Ketahui

rasulullah-sawRasulullah saw adalah orang yang paling mengenal Allah dan paling mengetahui rahasia ilmu berhubungan dengan Allah, paling mengetahui apa yang di firman kan Allah dan rahasia di balik firman tersebut. Al-Qur’an sebagai firman Allah yang tertulis memiliki makna zahir dan makna bathin. Makna zahir akan ditafsirkan oleh ulama yang mengetahui ilmu tentang tafsir al-Qur’an sedangkan makna bathin yang terkandung dalam Al-Qur’an akan dipahami oleh hati yang telah disinari dengan cahaya-Nya.

Baca selengkapnya…

Lebih Dalam Tentang Mursyid dan Wasilah (2)

allah-muhammadDalam tulisan Lebih Dalam Tentang Mursyid dan Wasilah telah kita uraikan bahwa Guru Mursyid pada hakikatnya adalah nur (cahaya) dan pengertian nur disini adalah “irsyad” petunjuk kepada Allah SWT. Jadi definisi cahaya dalam hal ini adalah akibat balik dari sesuatu. Nur yang dimaksud disini bukan seperti cahaya yang kita lihat dengan panca indera lahir, melainkan nur yang relatif abstrak yang mempunyai kekuatan dan getaran tak terhingga. Dengan kekuatan nur itu manusia yang menempuh jalan spiritual di bawah bimbingan guru mursyid akan mencapai tingkat ma’rifat (kenal) dengan Allah Ta’ala. Dengan nur itu pula mereka dapat mengetahui hakikat dari sesuatu hal.

Baca selengkapnya…

Lebih Dalam Tentang Wasilah dan Mursyid

rasulullah-sawRasulullah SAW di utus ke dunia bukan sekedar menyampaikan kebenaran dari sisi Allah atau hanya menyampaikan hukum-hukum yang dibolehkan atau di larang oleh Allah. Tujuan lebih hakiki dari keberadaan Nabi adalah agar manusia bisa mengenal Allah dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap saat. Rasul adalah pembawa wasilah dari sisi Allah dan melalui wasilah itulah manusia bisa berkomunikasi dengan Allah. Surat Al-Maidah 35 mewajibkan seluruh orang beriman untuk mencari wasilah agar menemukan kemenangan di dunia dan akhirat.

Baca selengkapnya…

Iman, Islam dan Ihsan dalam Bimbingan Kakasih-Nya

Mencapai tahap Makrifatullah (mengenal Allah) sehingga kita bisa menyembah Allah yang Maha Nyata dengan benar bukanlah persoalan yang mudah, memerlukan proses yang panjang, sekian banyak pengorbanan dan tentu saja harus ada pemandu jalan sehingga tidak tersesat. Kalau hanya sekedar menyembah Allah Yang Maha Gaib, meyakini bahwa Allah ada dan Dia mengetahui apa yang kita perbuat, itu tidak memerlukan Guru secara khusus, pelajaran-pelajaran seperti itu akan mudah kita dapatkan dimana saja, baik lewat ceramah di mesjid maupun lewat buku-buku yang jumlahnya sangat banyak.

Baca selengkapnya…

Post Navigation