-
Dialog Abu Yazid dan Pendeta
Abu yazid adalah salah satu pemuka kaum sufi diBaghdad pada abad ke III hijriah yang merupakan abad kemunculan madhab al-hubb al-illahi, ia memiliki perjalanan hidup yang mengagumkan dan perilaku yang kadang sulit untuk diterima oleh akal. Demi cintanya kepada ilmu pengetahuan ia berkelana dalam waktu
-
MELIHAT ABU YAZID
….Seandainya engkau melihat Abu Yazid sekali saja, itu lebih bermanfaat bagimu daripada melihat Allah SWT tujuh puluh kali….
-
Akibat Tamak
Jika seseorang mendambakan yang serba banyak atau terlalu panjang angan-angannya atas sesuatu yang lebih, niscaya hilanglah sifat qana’ah (merasa cukup dengan yang ada). Dan tidak mustahil ia menjadi kotor akibat loba dan hina akibat rakus sebab kedua sifat itu akan menyeret kepada pekerti yang jahat untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan munkar, yang merusakkan muru’ah (harga diri). Untuk itu, rasanya tidak keliru kalau kita perhatikan sebuah hadis Nabi saw. yang dijadikan sandaran oleh rekan saya dari Jalan Kertosentono, Malang, bemama Santoso H. ketika mengirimkan naskah ini. ” Apabila anak adam (manusia) itu mempunyai dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga untuk tambahan dua lembah tadi. Dan rongga anak Adam itu tidak…
-
Tiga Orang Quraisy yang Terbaik Akhlaknya
Sahabat Abdullah bin Umar bin ‘Aash berkata, “Ada tiga orang Quraisy yang paling baik akhlaknya, paling cerah wajahnya, dan paling besar malunya. Apabila mereka berbicara, tidak akan pernah berdusta dan kalau Anda yang berbicara kepada mereka, baik hak maupun batil mereka tidak akan mendustakannya. Mereka adalah Abu Bakar ash-Shiddiq RA, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah RA dan Utsman bin Affan RA.”
-
KETULUSAN
Selalu ada saja orang yang suka menangguk ikan di air yang keruh. Mereka mngambil keuntungan dari ke adaan yang kacau balau untuk kepehtingan diri sendiri. Bahkan acap kali mereka tidak segan-segan melakukan penipuan terhadap rakyat kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Tatkala Perang Badr sedang berkecamuk, suasana kehidupan dilanda ketegangan yang kian mencekam karena orang-orang kafir Quraisy, dengan kekuatan tentara tiga kali lipat daripada pasukan Nabi, mengancam akan mengadakanpenghancuran besar-besaran terhadap umat Islam, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Malam itu, pada waktu seluruh manusia sedang lelap dalam tidurnya, sekelompok penyamun mendapat berita, ada sebuah kafilah yang membawa bekal makanan bagi tentara Nabi dan sejumlah harta benda yang…
-
KEJUJURAN UMAR BIN KHATAB RA
Pada suatu hari Khalifah Umar bin Khattab RA naik ke mimbar dengan mengenakan pakaian rangkap dua. Ia berkata, “Wahai segenap manusia, tidakkah kalian mendengar?” Salman al-Farisi RA berkata, “Kami tidak akan mendengarkan kata-katamu.” Umar RA bertanya, “Mengapa, wahai Aba Abdillah (Salman)?” Salman RA menjawab, “Engkau membagi-bagikan kepada kami masing-masing sepotong pakaian, sedangkan engkau memakai pakaian rangkap dua.” Umar RA menjawab, “Jangan terburu-buru berkata demikian.” Kemudian ia berseru kepada para hadirin, “Wahai, Abdullah… Abdullah…” Tidak seorang pun yang menjawab. Umar menyeru lagi, “Wahai, Abdullah ibnu Umar!” Abdullah Ibnu Umar putranya, menjawab, “Labbaik, wahai Amirul Mukminin.” Umar bertanya, “Aku bertanya demi Allah, benarkah baju yang kupakai ini adalah milikmu?” Abdullah bin Umar…
-
TIGA EKOR IKAN
Konon, di sebuah kolam tinggal tiga ekor ikan: Si Pandai, Si Agak Pandai, dan Si Bodoh. Kehidupan mereka berlangsung biasa saja seperti ikan-ikan lain, sampai pada suatu hari ketika kolam itu kedatangan-seorang manusia Ia membawa jala; dan Si Pandai melihatnya dari dalam air. Sadar akan pengalamannya, cerita-cerita yang pernah didengarnya, dan kecerdikannya, Si Pandai memutuskan untuk melakukan sesuatu. “Hampir tak ada tempat berlindung di kolam ini,” pikirnya “Jadi saya akan pura-pura mati saja.” Ia mengumpulkan segenap tenaganya dan meloncat ke luar kolam, jatuh tepat di kaki nelayan itu. Tentu saja si Nelayan terkejut. Karena ikan tersebut menahan nafas, nelayan itu mengiranya mati: ia pun melemparkan ikan itu…