Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

484

tanya2Rasa syukur tidak terhingga selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada kita semua tanpa putus-putus nya, tanpa pilih kasih, memerlukan keheningan hati dan ketenangan jiwa untuk bisa merasakan semua karunia tersebut.

Allah menciptakan alam ini dengan segala kesempurnaan dan Allah juga menciptakan hukum-hukum yang berlaku di alam dengan sangat adil. Maka disamping kita belajar firman kitabi, firman Allah yang diabadikan dalam kitab suci, kita juga perlu belajar firman Afaqi yaitu firman Allah yang ada di alam semesta ini baik yang Nampak maupun yang tersembunyi.

Seorang ulama mempelajari kitab suci, merenungkan dan menelaah, kemudian dari hasil perenungan tersebut lahirlah ijtihad berupa hukum-hukum atau aturan baru untuk menjawab tantangan zaman yang sesuai dengan tuntunan Tuhan untuk kemasalahatan ummat. Sementara para ilmuan mengkaji Firman Allah yang ada di alam ini sehingga kemudian terungkap rahasia alam juga untuk kemaslahatan manusia.

Ketika ulama fokus bagaimana membuat sebuah tatanan kehidupan yang sesuai dengan perintah Allah lewat kitab suci, kehidupan manusia di muka bumi menjadi harmonis, disisi lain para ilmuan dengan ikhlas mencari rumus-rumus baru, teknologi baru agar segala keperluan manusia terpenuhi.

Apel yang jatuh di mata seorang petani adalah peristiwa biasa, menandakan saatnya panen apel tapi tidak dalam pandangan newton, lewat perenungannya terungkap rahasia besar alam semesta kemudian lahirlah teori gravitasi. Apa yang dilakukan newton adalah seperti yang dianjurkan Nabi : “Berpikir Sesaat Lebih baik daripada Ibadah 60 Tahun”

Perenungan Thomas A. Edison sesaat bisa menciptakan bola lampu yang menerangi seluruh manusia, menerangi tempat-tempat ibadah sehingga memudahkan seluruh ummat manusia beribadah kepada Allah, bukankah nilainya sangat besar? Nilainya melebihi ibadah 60 tahun!. Tidak usah kita berdebat apakah si Edison kelak masuk surga atau tidak, itu urusan Allah, namun kebaikan yang dilakukan oleh dia memberikan manfaat yang begitu besar untuk ummat manusia, menjadi rahmat bagi seluruh manusia di muka bumi ini.

Saya sangat senang dengan diskusi via online tadi malam dengan teman-teman, membahas tentang rencana menerbitkan sebuah majalah yang isinya tidak hanya tentang tasawuf semata tapi juga membahas tentang bagaimana men-sinkronkan 3 firman Allah yaitu Kitabi, Afaqi dan Nafsani (sesuatu yang dibisikkan ke dalam qalbu orang yang dikasih-Nya). Sebuah majalah yang bisa memberikan pencerahan untuk segenap manusia, menyatukan keberagaman dan mengubah keberagaman tersebut menjadi sebuah energi besar yang memberikan manfaat kepada seluruh manusia.

Lewat tulisan ini saya ucapkan terimakasih atas inisiatif, karya dan kesungguhan dari sahabat sekalian, semoga silaturahmi kita akan memberikan manfaat untuk banyak orang. Tulisan ini adalah postingan yang ke 484 di www.sufimuda.net, semoga Allah memberikan kesempatan, kekuatan dan petunjuk kepada saya untuk melanjutkan postingan-postingan menuju angka 1000, 2000 dan seterusnya.

Amin ya Rabbal ‘Alamin!.

Single Post Navigation

5 thoughts on “484

  1. Berpikir Sesaat Lebih baik daripada Ibadah 60 Tahun

  2. Salam,,
    semoga bs menikmati majalahnya Abangda 😀

  3. Salam…
    bagaimana caranya berlangganan majalahnya…..

  4. Semoga sdr sufimuda selalu dalam lindungan Allah. Mohon terus berkarya….alhamdulillah tulisan sdr banyak memberikan inspirasi bagi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: