SURAT ANDA

 

Assalamu’alaikum. Wr.Wb.

 

Bang Sufimuda, pertama saya mohon maaf menulis email ini secara pribadi ke email Anda, membuat Anda repot membuka, membaca dan insya Allah membalas email saya ini. Saya bermaksud mohon bimbingan dari Anda agar saya sedikit demi sedikit bisa memasuki dunia tasawuf karena saya yakin melalui jalur inilah saya dapat benar-benar bertobat atas semua dosa-dosa saya yang Bang Sufimuda pasti akan ngeri apabila saya ceritakan satu per satu. Kalau boleh saya ibaratkan saya ini sudah seperti binatang. Tidak ada satu dosapun yang belum saya lakukan. Astagfirullah… Astagfirullah. Sayapun tidak tahu apakah istigfar saya diterima Allah atau tidak. Saya merasakan tidak satupun doa-doa saya yang dikabulkan Allah. Sepertinya Allah sudah benar-benar berpaling dari saya. Saya takut… takut sekali. Usia saya sudah memasuki usia senja (49 th). Saya harus segera menemukan jalan yang benar. Tobat yang benar. Sujud yg benar. Bimbinglah saya untuk menuju kesana Bang. Apa yg harus saya lakukan. Mulai dari mana. Siapa yg harus saya tuju. Mohon bimbinglah saya.

Semoga bimbingan Bang Sufimuda dibalas oleh Allah SWT. Amin

 

Wass,

Sufi Bayi

————————————

 

Assalamualaikum.

 

 

Salam kenal dari saya. Langsung saja, saya tertarik artikel anda di web anda tentang tarekat, terutama tentang naqsyabandiyah, saya juga (insya Allah) seorang pelaku tarekat, dari tarekat qadiriyah, artikel anda sangat bagus, menggugah semangat jiwa tasawuf, begitu jelas, langsung, dan mudah di pahami. Saya rasa tak ada perbedaan antara kita yg terlalu jauh, karena tujuan kita sama. Hanya saja, maaf, boleh saya ajukan pertanyaan, kalau kita lihat seringkali tayangan di berita di televisi tentang tarekat naqsyabandiyah, menonjolkan unsur perbedaan yg sangat jauh. Misalnya kita ambil contoh pada hari raya idul adha kemarin, secara perhitungan rukyat ataupun hilal , hari raya tsb jatuh pada hari senin, tapi kenapa jamaah marsnaqsyabandiyah merayakan idul adha pada hari sabtu, atau 2 hari sebelumnya. Apakah ini hanya suatu perbedaan ciri saja atau suatu hal yg memang harus berbeda secara mendasar. Sifat berbeda dari tarekat naqsyabandiyah membuat saya khawatir atas tanggapan masyarakat umum, yg menganggap tarekat itu aneh, nyeleneh, atau kadang menganggap tarekat sebagai sebuah aliran sesat. Sayapun memahami kalau terjadi hal demikian. Mungkin menurut saya ini adalah pr buat para pelaku tarekat, agar tasawuf kembali diminati masyarakat umum, dan kembalinya kejayaan islam. Demikian dari saya . Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Assalamualaikum.
Dede Iskandar ditaruma@gmail.com

 

——————————————–

assalamu alaikum wr.. wb

semoga kita semua dalam keadaan sehat dan trus

diberikan kesempatan utk menyebut nyebut namaNYA dan

selalu dalam bimbingaNYA untuk terus lurus berguru.

AMIN..

saya punya masukkan bagaimana kalau tulisan yang ada

diblog sufimuda dinaikkan disurat kabar. seperti

dibatam yaitu harianbatampos.

http://www.batampos.co.id

epaper.batampos.co.id

email: redaksi@batampos.co.id

telp 0778 – 460-000 ext 237

Demikian masukkan dan ide dari saya, karena saya yakin

batampos mau menaikkan tulisan yang ada diblog

sufimuda.

 

Assalamualaikum

 

Manobatam manobatam@yahoo.com

——————————————

 

 

Surat dari miyono_epambudi@yahoo.com ke <sufimuda@gmail.com>

 

Kepada Yth :

SUFI MUDA

Di –

            Tempat.

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama aku memohon kepada Allah swt. agar senantiasa membimbingku dijalan yang diridloiNya, dan memenuhi hatiku dengan cahaya ilmuNya agar hatiku senantiasa bisa menjadi kendaraan akal dan fikiranku didalam berjalan diatas muka bumiNya. Amin. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada jujungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Kedua, aku tertarik dengan dunia sufi ketika aku membaca Kumpulan Puisi Sufi, kemudian aku membaca buku Faridudin Attar : Musyawarah Burung, dan Al-Hikam Athailah as Sakandary. Inti dari buku itu , kalau saya tidak salah dalam menyimpulkan, bahwa manusia terikat oleh kehendak Allah , dan oleh karenanya manusia harus senantiasa mencurahkan seluruh hidupnya untuk selalu beribadah kepada Allah . dan dalam beribadah itu manusia harus membersihkan hatinya dari segala berhala : baik itu harta benda, wanita, dan tahta. Barulah manusia itu bisa sampai menyatukan dirinya dengan Tuhan ( Allah swt. ) , bukan bertemu dengan Allah sebagaimana yang Saudara tadi sebut dalam berchating dengan saya : “Soefi Moeda: Ya, kita harus berbaiat kepada Guru Mursyid jika kita ingin benar2 merasakan perjumpaan dengan Tuhan…Dulu Almarhum bapak saya pernah bilang seperti itu. Kira-kira begini : kalau kamu sudah cukup berpuasa, dan hatimu bersih, engkau akan merasakan kehadiran Allah swt. dalam hatimu. Kamu bisa bertemu dengan seseorang yang mirip dengan kamu. Saat itulah kamu bisa merasakan kedamaian dan ketenangan yang luar biasa. “ kira – kira begitu kurang lebihnya. Tapi itu terjadi dalam mimpi. Alasan Almarhum bapak, karena hal yang ghaib tidak mungkin hadir dalam diri seseorang dalam keadaan terjaga. Karena bentuk lahiriah manusia itu kotor, dan Yang Ghaib itu suci . Oleh karena itu dibutuhkan hati yang suci dan bersih dari segala nafsu.

Sayangnya, waktu itu aku tidak terlalu yakin dengan penjelasan alm. Bapak saya, karena aku anggap hal itu mustahil. Awal tahun 2006, Bapak saya meninggal. Aku pulang kampung. Aku bertanya pada saudara saya , bagaimana bapak meninggal. Saudara saya bilang, semua anaknya pagi itu dipanggil kerumah, kecuali saya yang berada di Jakarta. Beliau minta pada kakak pertama saya pengin makan bubur. Lalu dimasakkan bubur. Selesai makan, jam orang mau berangkat sholat jum’at, bapak minta supaya dibiarkan tidur. Semua saudara saya keluar dari kamarnya. Tak beberapa lama, adik saya masuk untuk melihat Bapak . Dari situlah ketahuan bapak meninggal. Dulu Bapak memang pernah bilang : kalau orang itu sudah cukup puasanya dan hatinya benar-benar bersih, dia bisa kembali kepada Yang Maha Kuasa sebagaimana yang diinginkan, asal syarat yang dipakai untuk kembali menghadap Allah swt. tidak bertentangan dengan keadaan yang sedang menghimpit hidupnya. Itu sama dengan bunuh diri, katanya. Harus dalam keadaan ihklas dan tidak dalam tekanan persoalan hidup.

Pada waktu itu ada kejadian aneh yang kualami. Aku pulang bersama anak dan istriku. Istriku lagi hamil sembilan bulan, dan anakku sakit panas. Sudah tigakali berobat ke dokter dan bidan. Tapi panasnya belum turun juga. Pas malam ketujuh bapak meninggal, besok sorenya kami mau balik ke Jakarta, sakit panas anakku belum turun juga. Sehabis tahlilan tujuh hari aku pulang ke mertua. Tengah malam sekitar jam satu, aku terbangun. Kuraba dahi anakku. Panas sekali. Aku kompres pakai air hangat. Tiba-tiba suasana takut menyelimuti diriku. Pikiran dan perasaanku kehal-hal yang tak masuk akal. Karena aku tak percaya dengan hantu tetek-bengek, aku paksakan diri keluar rumah berkeliling rumah, untuk memastikan benarkah kalau tujuh hari orang yang sudah meninggal mengunjungi anak-anaknya ? ternyata tak ada apa-apa. Aku masuk kembalike dalam rumah. Kuraba dahi anakku anakku, masih panas. Tak ada sepuluh menit. Antara tidur dan melek, aku mimpi ketemu bapak . aku seperti mengeluh kepada bapak: ” malah Anggit badannya panas sekali, besok tahu bisa balik ke jakarta atau tdk, kataku. Bapak menjawab : Kamu orangnya tak percaya sama hal ghaib. Aku percaya, Pak. Kataku. Sudahlah nanti juga sembuh. Hati-hati, kata bapak.”  Aku terbangun. Kuraba dahi anakku. Alhamdulillah. Anakku sudah sembuh. Ini sungguh diluar nalar dan akal manusia. Aku bangunkan istri saya dan kuceritakan memipiku itu. Diraba dahi anaknya. Benar sudah tidak panas lagi.

Peristiwa itulah yang membuatku kembali membuka-buka kembali buku – buku tasawuf. Dari situ aku mencoba belajar untuk bisa memahami dan mengamalkan sesuatu yang baik untuk kehidupan. Kenapa bapak saya bilang aku tidak percaya hal-hal ghaib ? karena selama ini aku lebih sering mengedepankan logika dalam menghadapi kehidupan. Dari situlah saya sering berselisih faham dengan bapak.

Almarhum bapak saya orang Islam , tapi tak pernah mengerjakan sholat. Persis apa yang diucapkan Syeh Siti Jenar : Shalat , puasa , tak ada gunanya, sampai kelimis jidatmu, kau tak akan mendapatkan apa-apa. ( Syeh siti Jenar, dalam buku Wali Songo ) . Inilah yang aku tak sependapat dengan almarhum bapak. Tapi yang diajarkan bapak, nabi dan malaikat sebagaimana yang diyakininya adalah nabi dan malaikat dalam islam. Setiapkali membaca do’a selalu berawal dengan Basmalah, dan kadang Syahadat. Inilah yang membuatku tak habis mengerti.

Itulah sekelumit kisah mengenai kehidupan yang membentuk pribadiku. Setelah sekian tahun aku mendengar pengajian Al-Hikam Drs. Imron Djamil, diantaranya berkata : untuk bertemu dengan Allah swt, kenapa harus menunggu sampai nanti. Kapan saja diinginkan bisa bertemu dengan Allah. Dari sinilah aku teringat dengan ucapan Bapak. Benarkah ? bagaimana rasanya ? bagaimana wujudnya Allah ? Benarkah manusia bisa bertemu dengan Allah selagi masih hidup ?

Menurut cerita bapak, gurunya dulu seorang kyai yang banyak mempelajari kitab-kitab agama. Namun sang guru tak menemukan apa yang dicari . kemudian Sang guru berpuasa mutih, sebanyak ia dikandung oleh ibunya : sembilan bulan sepuluh hari. Dari situlah gurunya mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa, dan memperoleh kehidupan bathin. Namun gurunya terus tidak melaksanakan sholat lima waktu sebagaimana seorang muslim melakukan kewajiban sholatnya.

Apakah Guru ini termasuk seorang sufi ?

Dan dari cerita, memang sang Guru dan beberapa muridnya memiliki kelebihan. Tapi bukan itu yang menjadi tujuan pengajaran sang Guru. Gurunya mengajarkan tentang kebaikan sebagaimana Islam mengajarkan kebaikan. Kelebihan itu relatif, tergantung Yang Maha Kuasa. Bukan mengajarkan tentang kekebalan, karena menurut sang guru, tak ada manusia yang kebal senjata, jika orang itu mengerti akan hakekat penciptaan manusia yang terdiri dari tulang dan daging dan karena kuasa Allah orang itu bisa hidup. Inilah yang membuatku jadi bingung. Dalam beberapa riwayat Rasulullah SAW, terluka dalam pertempuran. Begitulah Sang Guru mengajarkan.

Pertanyaan saya :

  1. Apakah Sang guru dari guru bapak saya itu belajar tasawuf dan kesufian ?
  2. Lantas apa bedanya ilmu kebathinan orang jawa yang sering disebut Manunggaling Kawula dan Gusti Allah itu sama denga ajaran Sufi dari Ibnu Arabi dalam Fuushul al-Hikamnya tentang wahdat al-wujûd ?
  3. Kenapa orang belajar sufi harus memiliki Guru / Mursyd ?
  4. Seandainya dia tak memiliki guru/ mursyd , dan menjadikan ajaran Rasulullah SAW, para Ulama dan Guru-guru Sufi yang tertulis dalam kitab-kitab yang pernah ditulisnya menjadi bagian dari gurunya dan menjadikan Allah swt sebagai penuntun jalan untuk menuju kepadaNya, apakah itu salah ?

Sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih untuk jawabannya. Semoga Allah swt selalu memberikan ridlo dan hidayahNya, agar kita dijauhkan dari prasangka-prasangka buruk, dan dari perbuatan fitnah yang keji.Amin. Sekiranya ada perbedaan mohon kita bisa menjadikan perbedaan itu sebagai satu Karunia dari Allah yang mengandung hikmah dan pelajaran untuk kebaikan kita semua.

Wasalaamu’alaikum Wr.Wb

Jakarta , 30 Oktober 2008.

 

miyono_epambudi@yahoo.com

===================================================================

 

 

 

 

 

Assalamu’alaikum Wr, Wb.

Alhamdulillah….., Wabillah….., Waminallah…..Wala hawla wala Quwwata illa billah…..
Asholatuwassalamu ‘alaika Ya Sayyidii Ya Rosulullah, KHuzbiyadii Qolat Hillati Adriknii…….
Salam dan berkah buat Saudaraku Sufi Muda……….
 
 
 
 

 

Untuk yang pertama kalinya Saya menanyakan kepada Saudara, Bagaimana kabar Anda Saudaraku…?

Do’a Saya semoga Anda tetap di dalam Naungan Kesehatan dan Keselamatan, serta yang terlebih penting lagi…. Ditetapkan Pendirian, Istiqomah dalam Iman dan Yakin, dibukakan segala rahasia Ilmu hingga sampai kepada “Mukassyafaturrobbanii……..”
Wahai Saudaraku……..
 
 
 
 

 

Perkenankan Saya menulis Email ini untuk Anda, sebab jika Saya tulis di Blog Sufi Muda, itu adalah suatu perbuatan yang tidak beradab. Lain Halnya jika sebatas menyapa, menambahkan, ikut berbagi saya rasa memang sangat tepat ditulis di blog sufi muda.

Wahai Saudaraku………

Benarlah apa yang sudah ditetapkan bahwa untuk menuju kepada Maqom Ma’rifatullah itu kita harus melewati Mursyid yang membimbing mulai dari Syari’at lalu naik kepada Thoriqot kemudian menuju kepada Hakikat. Kemudian pada Hakikat itulah berkah dari pada Nurun Ala Nurin menyinari Qolbu menembus kepada Sir Otak pada Akal lalu terbukalah Sir Ma’rifat pada Diri.
Di Maqom Ma’rifat itu Qolbunya lebih Dominan daripada Akalnya, Akal berperan mengikuti Suasana Qolbunya.
 
 
 
 

 

Katakanlah apa yang saya tulis ini hanya sebagai Sharing untuk sama-sama berbagi pengetahuan yang pada Hakikatnya Pengetahuan Ilmu itu hanyalah milik Allah Swt. Dan tidaklah di Dunia yang Fana ini kita adalah Saudara se Iman dan se Keyakinan yang walaupun mungkin ada beda pendapat tetapi tujuannya tetap SATU dan kembali kepada yang SATU. Dan juga saya harap Saudaraku Sufi Muda juga tidak segan-segan untuk memberikan masukkannya kepada Saya, itulah hikmahnya sebagai Saudara saling isi mengisi. Karena pada Zahirnya manusia itu ada kekurangan dan kelebihannya.
Wahai Saudaraku…………
 
 
 
 

 

Engkau telah mengatakan bahwa Posisi Mursyid itu sangatlah penting bagi sang Salik untuk mendapatkan Pencerahan Nur Muhammad Saw, sehingga wajib bagi kita untuk ta’at, hormat, tunduk, cinta, memuliakan dll kepada Mursyid. Karena dengan keta’atan kepada Mursyid sama halnya ta’at kepada Rosulullah Saw dan Ta’at kepada Rosulullah Saw sama halnya kita Ta’at kepada Allah Swt.
Jika kita kembali kepada Sejarah bahwa sebagian Sufi ada yang mendapatkan Pencerahan itu melalui Mursyid yang mempunyai silsilah Ilmu (mata rantai) seperti yang Anda kupas di Blog Sufi Muda. Tetapi kita tidak bisa membantah bahwa ada juga sebagian para Sufi yang mendapatkan Pencerahan itu tidak melalui Mursyid yang mempunyai Silsilah Ilmu (Mata Rantai),  akan tetapi dengan Kepasrahan diri serta keikhlasan diri maka mereka juga mendapatkan Pencerahan di Dirinya.
 
 
 
 

 

Bagi Saya itu menunjukkan Maha Adil dan Maha Bijaksanya Allah Swt. Kebenaran itu di dapat tidak hanya melalui Mursyid yang mempunyai Silsilah Ilmu melainkan juga melalui Mursyid yang mempunyai silsilah Spiritual/Rasa. Walaupun sekilas sama antara Silsilah ilmu dengan silsilah Spiritula/Rasa akan tetapi ada perbedaan yang sangat tipis diantara keduanya.
Kemudian Naiknya Maqom seseorang menuju Alam Robbani/Alam Lahut tentu ia melalui pendidikan/sekolah dengan Mursyid yang berbeda secara Zahir tetapi pada Hakikatnya Satu.
 
 
 
 

 

  1. Awalnya kita memandang kepada Mursyid Zahir, sebagaimana yang dikatakan Imam Al-Ghozali bahwa jika Engkau tidak bisa mengingat Allah Swt maka ingatlah engkau kepada Guru yang sangat berpengaruh di jiwamu maka hakikat gurumu itu akan menyampaikan ke hadirat Allah. Lalu apakah kita hanya stop sampai disitu saja? Tentu tidak! jika kita hanya sebatas Poin ke-1, dari sisi “kacamata” Spiritual itu masih Sekolah Dasar (SD) walaupun dari sisi “kacamata” orang Awam itu sudah luar biasa tingkatannya. Pada Maqom ini menurut Silsilah Spiritual adalah “MAQOM THORIQOTULLAH”.
  2. Pada Posisi ini Ia tidak menuntut Ilmu kepada Mursyid Zahir lagi tetapi kepada Sir yang pada Mursyid (Rosulullah). Pandangan Zahirnya ia tetap menghormati Mursyid Zahirnya layaknya seorang Anak kepada Orang Tuanya tetapi Pendiriannya sudah tidak kepada Mursyid itu lagi tetapi kepada Rosulullah. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam Kitab Fathul Ghoibi mengatakan : “Bahwa pada diri Nabi dan Rosul itu ada suatu Rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun begitu juga pada diri seorang Murid terkadang menyimpan suatu Rahasia yang tidak diketahui oleh Gurunya, sebaliknya Sang Guru pun menyimpan suatu rahasia yang tidak diketahui oleh Muridnya walaupun Maqom Sang Murid telah hampir sampai kepada Maqom Sang Guru. Tatkala Maqom si Murid sampai kepada Maqom Sang Guru maka tahulah ia akan Rahasia Gurunya. Lalu Tuhan mengatakan pada dirinya ; Aku putuskan dirimu dengan segala Makhluk, dengan segala isi dunia ini, dan juga Aku putuskan dirimu dengan Gurumu, Cukuplah Engkau berdialog dengan Tuhanmu Saja”. Pada Maqom ini Guru/Mursyid Zahir tak ubahnya hanya sebagai  Inang Pengasuh saja yang jika telah sampai umur 2 tahun maka ia tidak menyusu lagi kepadanya. Dan dipandangnya Sir pada Mursyid zahirnya tadi ada pada dirinya, yang Hidup di diri Mursyid itu adalah yang Hidup di Dirinya Juga. Karena itu Fokus pandangannya tidak kepada yang diluar dirinya lagi melainkan pandangannya tertuju kepada yang Hidup yang ada pada Dirinya. Itulah Hakikat Muhammad pada Diri. Itulah Maqom menurut Silsilah Spiritual adalah “MAQOM HAKIKATULLAH”.
  3. Jika ia sudah tidak memandang dan tidak memfokuskan Qolbunya kepada Mursyid Zahir lagi dan hanya tertuju kepada Hakikat Muhammad yang ada pada Diri terus dan terus dan tetap di dalam Musyahadahnya (tapi bukan berarti ia cuek kepada mursyid zahirnya, Tidak! Ia tetap cinta dan hormat kepadanya tetapi hanya sebatas Zahir layaknya anak kepada orangtuanya) maka Allah Swt akan membukakan Tirai/Hijab yang sangat halus sekali sehingga akan diketahuinya dan dikenalnya serta dirasakannya Tuhan sebenarnya Tuhan atau Allah “Baqobillah”. Pada Maqom ini menurut Silsilah Spiritual adalah “MAQOM MA’RIFATULLAH”.

Itulah perjalan Spiritual yang sebenarnya dan seharusnya di ikuti bagi mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt.

Ma’afkan saya jika Saya terlalu lancang menguraikan ini kepada Saudaraku Sufi Muda……….. tidaklah apa yang saya sampaikan ini melainkan saya berposisi sebagai saudara Anda untuk saling isi mengisi, dan saya rasa Anda sudah lebih cukup paham tentang ke Ilmuan ini dari pada Saya, karena itu Saya mohon Ma’af jika terlalu Otoriter dari apa yang saya sampaikan. Sesungguhnya Saya ini tidak berilmu dan Bagi Allah Swt saya ini adalah Fakir di Mata Nya.


Terimakasih sebelumnya dan semoga Allah Swt selalu memberkati dalam keberkatan Rosulullah Saw.

Aamiin
Wassalamu’alaikum Wr, Wb.
 
 
 
 

 

NB:
      Saya tunggu ya….. masukan dari Saudaraku Sufi Muda.
 
 
 
 

 


Salam Hangat,

Achmad Yusuf (yusuf6463@yahoo.com)
 
 
 
 

 

========================================================================== 

Wa’alaikum salam,
Terimakasih sekali atas masukannya, dan saya sangat senang telah menerima email ini sebagai bagian dari silaturahmi yang merupakan sunnah nabi kita…
Saat membaca email ini kabar saya baik-baik saja, dan kebetulan juga saya membalas email ini dalam berpuasa, semoga Allah akan menuntun saya kejalan-Nya. Saya membuat 7 point menanggapi apa yang saudaraku sampaikan

  1. Banyak sekali para penempuh spiritual tersesat ditengah rimba belantara hakikat dikarenakan dia tidak mempunyai seorang pembimbing rohani yang disebut Mursyid, saya senang sekali saudaraku punya prinsip yang sama yaitu kita harus berguru kepada seorang Mursyid yang akan membimbing kita ke jalan-Nya.
  2. Perbedaan antara Mursyid zahir dengan mursyid rohani (nur Muhammad atau nur ala nuri) itu terletak pada pemahaman seseorang. Dalam bahasa ilmu Kiblat kita itu ada 4 yaitu : ka’bah (syariat), Qalbu (Thariqat), Mursyid (hakikat) dan Allah (makrifat).
  3. Rohani dari Mursyid yang saudara sebutkan sebagai Mursyid zahir itulah yang disebut dengan NUr Muhammad karena nur itu akan menempati seperti wadah nya. Ketika NUr Muhamammad itu berada dalam diri Muhammad bin Abdullah maka NUr itu pun menyerupai wajah Muhammad Bin Abdullah, ketika Nur itu pindah ke Avu Bakar menyerupai wajah Abu baker dan ketika NUr itu pindah kepada Mursyid kita maka akan menyerupai wajah Mursyid kita.
  4. Guru itu makan, tidur, punya istri dan punya anak seperti manusia biasa, tapi Mursyid itu kan tidak seperti itu, Rohani Mursyid itu terbit dari zat dan sifat Allah SWT. Sama juga dengan Rasulullah itu (NUr Muhammad) tidak makan dan tidak tidur, akan tetapi Muhammad bin Adulllah tidak berbeda dengan kita. Yang membuat berbeda karena dalam diri Beliau ada Nur Muhammad.
  5. Memisahkan antara Rasulullah (Nur Muhammad) dengan Muhammad bin Abdullah suatu hal yang tidak mungkin. Ketika kita menghormati Muhammad bin Abdullah maka otomatis kita menghormati Rasulullah, dan ketika kita menyakiti/memusuhi Muhammad bin Abdullah maka secara otomatis Nur Muhammad tersakiti. Harus di ingat, yang disakiti oleh Abu Lahab dan musuh2 Islam itu adalah Muhammad bin Abdullah, tapi karena dalam diri Beliau ada Nur Muhammad maka secara otomatis ikut tersakiti dan Allah melaknat mereka.
  6. Menurut saya, Guru Mursyid itu secara manusianya tidak ada beda seperti kita, Cuma saya tidak bisa memisahkan antara zahir dan bathin Beliau. Wal awalu wal akhiru wa zahiru wa bathinu… itulah hakikat Mursyid. Yang kita ingat dan kita jadikan rabitah adalah Nur Muhammad, bagaimana bentuknya? Yang menyerupai wajah Mursyid. Karena itu wajah Mursyid itu tidak bisa ditiru oleh syetan.
  7. Dalam beberapa sejarah sufi yang saya baca, seorang murid itu tidak pernah durhaka kepada gurunya, walaupun guru nya itu hanyalah sebagai zahir pembawa Nur Muhammad. Kita sebenarnya tidak memerlukan kawat, yang kita perlukan adalah listrik, tapi bagaimana kita bisa memisahkan antara kawat dengan listrik?

Akhirnya, saya berkesimpulan, saya setuju seperti yang saudaraku katakan, bahwa Guru Mursyid itu seperti inang pengasuh yang akan membawa kita kepada ke ALAM RABBANI, setelah kita sampai kealam sana maka yang menjadi guru itu adalah ALLAH SWT, inilah tauhid yang benar.

Seperti yang saya kemukakan pada point 2 (dua) bahwa kiblat makrifat itu adalah ALLAH SWT, apabila kita telah bermakrifat, guru kita telah mengantar kita kehadirat-Nya maka pandangan kita tidak berpaling sedikitpun selain kepada DIa, hanya Allah semata yang wajib kita sembah dan guru tetap kita hormati sebagai orang yang telah berjasa membimbing kita.

Kalau saudaraku telah sampai kepada-Nya, jangan palingkan sedikitpun harapan selain kepada-NYa

 

Demikian tanggapan dari saya, semoga saudaraku berkenan.

 

 

Wasalam

 

Sufimuda

================================================================== 

Assalamu alaikum. .

 

Sufimuda. . maaf nita baru sempat balas emailnya. .

Sebenarnya banyak hal yang ingin diceritakan, tapi susah untuk dibicarakan. .

Nita belum terlalu Paham tentang “Ahli Silsilah” apa bisa dijelaskan lagi biar nita bisa mengerti?

Sufimuda pernah bilang tentang Pembimbing Spiritual apakah yang Sufimuda maksud itu adalah “Ahli Silsilah”?

Apa nita bisa jadi salah satu orang yang mendapat bimbinganNya?

Sufi. . .terimakasih sebelumnya

 

Wasalam

Yoanita Putri

 <yoanitasuroyo@yahoo.com>

 ==========================================================================

Jawaban 

Wa’alaikum salam….

Pembimbing rohani di dalam thariqat disebut Mursyid, sebenarnya Mursyid itu bukanlah zahirnya guru tapi adalah rohani nya yang terdiri dari Zat dan Sifat Allah SWT, Rohani Rasulullah berupa Nur Muhammad itulah yang diturunkan kepada Guru Thareqat yang Haq.

Nah Ahli Silsilah adalah kumpulan (mata rantai) para Guru pilihan yang merupakan wali utama di zamannya (setiap zaman ada 1 orang wali utama/wali qutb)

Antara satu guru dengan guru yang lain itu saling berhubungan, pernah berjumpa dan hubungan antara murid dengan Guru, sehingga apa yang disampaikan oleh guru terakhir tidak lain adalah amanah dari guru pertama.

Setiap orang yang telah berjumpa dengan seorang guru Mursyid yang Kamil Mukamil sudah pasti dia telah mendapat petunjuk.

 

Silahkan baca keterangan lengkap  tentang ahli silsilah dan mursyid di artikel dengan judul AHLI SILSILAH THARIQAT NAQSYABANDIYAH dan URGENSI KEMURSYIDAN.

Makasih atas pertanyaannya

 

Salam

 

 BAGAIMANA SHALAT MENJADI KHUSUK?

Pada 6 Mei 2008 21:34, alim madahin kawanku_nemo@yahoo.com.my

assalammualaikum tuan ustaz,saya dari sabah malaysia,

1.   saya ingin bertanya bagaimana kita mengenal diri,orang kata kalau kita tidak mengenal diri kita solat dan amalan kita tidak betul atau tidak diterima Allah.

 

2. Bagaimana saya belajar ilmu-ilmu atau amalan dalam solat supaya saya dapat merasakan kusyhuknya solat saya dan manisnya iman itu.

 

saya berharap ustaz dapat memberi nasihat atau doa buat diri saya yang sangat dhoif lagi jahil ini.

 

wassalam

dariku yang jahil

alim bin madahin 

sabah.

============================================================

Jawaban

Wa’alaikumussalam Wr. Wb

Salam kenal untuk saudaraku Alim bin Madahin di Sabah Malaysia, semoga rahmat Allah senantiasa menyertai disetiap derap langkah dan disetiap denyut jantung, ternyata jarak tidaklah menghambat kita untuk saling kenal, di dunia ini tidak ada yang kebetulan, semua telah diatur olehNya. 

Terimakasih atas penghargaannya telah memanggil kami dengan panggilan ustad, kami hanya seorang hamba Allah dalam setiap keluh kesah dan kegembiraan hati berusaha untuk selalu dalam dekapan-Nya, kami hanyalah bayi dipangkuan-Nya, hanyalah sebutir pasir di hamparan sahara-Nya, setetes air di samuderanya nan tak berhingga.

izinkan kami memberikan jawaban mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan tuntunannya disetiap kata yang kami tulis dalam jawaban ini.

  1. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa, “Barangsiapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya“. Kebanyakan orang mengartikan diri sebagai badan yang nampak, tapi menurut ilmu tasauf diri itu adalah sesuatu yang berasal dari Tuhan, sesuatu dititipan dari-Nya yang kemudian akan kembali lagi kepadaNya, “innalillahi wa inna ilaihiraji’un“. Maha Guru ke-36 berfatwa, “Kenalilah dirimu rata-rata maka engkau akan mengenal TUHANmu yang amat NYATA

Dalam ilmu Thareqat mengenal diri mempunyai proses panjang, melalui tahapan-tahapan, melewati pos-pos rohani (Maqam) tentu harus mempraktekkannya di Laboratorium Kerohanian yang kita sebut dengan iktikaf/suluk sehingga akan melewati 3 alam, yaitu:

  • Alam JABARRUT,

  • Alam MALAKUT dan

  • Alam RABBANI. 

Di alam Rabbani lah kita bisa berjumpa dengan-Nya. Bagaimana cara kita bisa masuk ke alam Rabbani? bukankah alam Rabbani itu Maha Gaib? sementara kita ini tidak gaib?

Jawabannya, tentu kita harus gaib dulu baru berjumpa dengan yang Maha Gaib, maka dalam sebuah hadist desebutkan: “Matikanlah dirimu sebelum engkau mati“. Menurut Syariat pengertian mati itu nafas berhenti, tapi menurut tasauf mati itu adalah mematikan otak kita, mematikan fikiran kita akan fokus dalam bermunajat kepada-Nya, karena sesungguhnya otak itu sifatnya BAHARU, sedangkan Allah adalah QADIM, menurut ilmu Tauhid tidak akan mungkin yang BAHARU bisa berjumpa dengan QADIM

Allah SWT Maha Gaib, Maha Rahasia, karena Dia adalah Maha Rahasia maka tidak semua orang bisa ke alam-Nya kecuali mengikuti metodologi (At-Thariqat) yang telah diberikan kepada Para Nabi/Rasul diteruskan oleh para khalifah Rasul, diteruskan oleh Ulama warisatul Anbiya sampai saat ini.

Saudaraku, singkatnya semua pertanyaan itu hanya bisa terjawab setelah kita masuk Thareqat dibawah bimbingan seorang guru MURSYID yang kamil Mukamil.

Di awal masuk Thariqat sudah di ajarkan cara mematikan diri, diberitahukan dimata letak QALBU sebagai media penangkap sinyal Allah SWT, dari sanalah terbuka pinta alam gaib, terbuka hijab kita sehingga seluruh yang Maha Gaib akan menjadi nyata, dalam ilmu matematika berlaku rumus :

+ x – = – artinya NYATA X GAIB = GAIB, tidak akan ketemu dengan gaib.

untuk bisa ketemu gaib harus memakai rumus: – x – = +, artinya GAIB x GAIB = NYATA, gaibkan diri kita maka seluruh persoalan GAIB menjadi NYATA, menjadi KONKRIT.

Satu hal yang amat keliru dipahami oleh sebagian besar ummat Islam bahwa ilmu Thariqat itu adalah ilmu hapalan seperti ilmu fiqih, TIDAK, ilmu Thariqat merupakan TEKNIK BERMUNAJAT, merupakan ilmu METAFISIKA EKSAKTA, merupakan TEKNOLOGI AL QUR’AN yang maha dasyat, dengan Ilmu Metafisika Eksakta inilah mampu dijelaskan dengan gamblang bagaimana ilmiahnya proses nabi Musa membelah laut, nabi Isa menghidupkan orang mati, berbagai mukjizat nabi dan kekeramatan wali. Sungguh keliru kita menempatkan ilmu Thariqat sebagai ilmu hapalan sehingga berpuluh tahun mengikuti thariqat tidak mendapatkan apa-apa, karena kita tidak pernah masuk ke Laboratorium (Suluk) yang benar dibawah bimbingan seorang Ahli (Mursyid) yang Kamil Mukamil. Para Nabi/Wali bukan hanya ahli hukum, mereka merupakan para TEKNOLOG yang mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu Al-Qur’an dengan nyata yang oleh sebagian kita hanya mampu menghapal, mengalun-alunkan dengan indah tanpa mampu mengaplikasikannya.

Semua orang pasti ingin shalatnya Khusuk, kenapa? karena kalau shalat tidak khusuk di ancam oleh Allah dengan NERAKA WAIL, sungguh sia-sia orang yang puluhan tahun shalat ternyata hasilnya masuk neraka. Menurut orang awam tidak lalai dalam shalat itu adalah shalat tepat waktu, misalnya dhuhur jam 12.45 harus tepat pada jam itu, kalau menurut tasauf sedetik hati lupa kepada-Nya itu sudah tergolong lalai. Kenapa shalat kita tidak khusuk? karena dalam diri kita masih bersemayam was-was, gangguan, syetan. Gelombang iblis selalu mengkacaukan konsentrasi kita kepada-Nya.

Guru kami pernah mengatakan, “jangan engkau tanyakan bagaimana shalat bisa khusuk, tapi carilah apa penyebab shalat itu tidak khsusuk” .Pengalaman kami sejak sekolah dasar (umur 6 tahun) tidak pernah meninggalkan Shalat, tapi sampai umur 20 tahun tidak pernah merasakan yang namanya khusuk dalam shalat, artinya 16 tahun ibadah yang kami lakukan tidak lain hanya menyembah tikar sembayang dan menyembah dinding semata, Na’uzubillah min zalik sampai kami berjumpa dengan seorang guru Mursyid AHLI SILSILAH THARIQAT NAQSYABANDI ke-36, yaitu SAIDI SYEKH DERMOGA BARITA RAJA MUHAMMAD SYUKUR, berkat bimbingan Beliau lah kami menemukan keajaiban-keajaiban, barulah kami merasakan betapa MAHA HEBATNYA ALLAH, betapa indahnya beribadah.

Alamat Beliau ada di Indonesia di kota Batam,

Yayasan Kiblatul Amin Dua Komplek Perumahan Cendana Batam Centre

Di Malaysia banyak sekali murid-murid Beliau, Beliau pernah menyelenggarakan SEMINAR INTERNASIONAL di Malaysia, yang dihadiri oleh berbagai kalangan baik pengamal tasauf maupun bukan.

Bila saudaraku tertarik, di malaysia ada beberapa orang Khalifah Beliau yang telah di izinkan untuk menurunkan amalan Thariqat :

Ustad ARIF AHMAD FAUZI No hp +60132525974 

Demikian saudaraku, jawaban yang kami berikan hanyalah terori belaka, walau kami menjelaskan beribu lembar halaman tentang manisnya buah mangga tidak akan bisa saudaraku merasakan manisnya, ambillah buah mangga itu kepada Maha Guru ke-36, setelah merasakannya, nanti kita Cuma bisa saling tersenyum, tidak ada kata, tidak ada puisi yang bisa mewakili keindahan-Nya.

Di lubuk hati nan paling dalam, kami ikut mendo’akan agar saudaraku dibukakan hijab, batas antara Dia dengan kita, Amin ya Rabbal ‘Alamin

 

Wasalamu’alaikum wr. wb

 

 

Sufimuda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

462 Comments

  • mutiarazuhud

    Assalammualaikum Wr Wb.

    Ketika saya membaca risalah singkat Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, saya temukan tentang Naqsyabandiah Haqqani pada catatan kaki halaman 58, silahkan periksa pada ebook berikut

    http://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2010/07/aqidah_aswaja_single_page1.pdf

    Isinya adalah:
    Di antara para pendusta yang mengaku sebagai ahli tasawwuf adalah orang yang
    bernama Abdullah ad-Daghistani. Ia bukanlah sunni sebagaimana dinyatakan oleh Syekh
    Muhammad Zahid an-Naqsyabandi.

    Abdullah ad-Daghistani keluar dari Daghistan dan mengaku sebagai seorang sunni, pengikut Thariqah an-Naqsyabandiyyah padahal sanadnya terputus, tidak bersambung.
    Mufti Daghistan terdahulu Sayyid Ahmad ibn Sulaiman Darwisy Hajiyu memperingatkan umat Islam akan bahaya dan kesesatan Abdullah ad-Dagistani ini.

    Abdullah ad-Daghistani punya beberapa pengikut, di antaranya Nazhim al-Qubrushshi.
    Nazhim kemudian mempunyai murid, di antaranya Hisyam Qabbani yang menyebut dirinya
    al-Haqqani, juga saudaranya ‘Adnan Qabbani.

    Mereka ini termasuk orang yang paling bodoh tentang agama, dan karenanya para ulama Ahlussunnah memperingatkan masyarakat akan bahaya dan kesesatan mereka.
    Bahkan Mufti Tripoli Lebanon menulis komentarnya di majalah al Afkar agar masyarakat mewaspadai dan tidak tertipu oleh mereka, karena mereka ini mengaku mengetahui ilmu ghaib dan menganggap bahwa hamba ini adalah bagian dari Dzat Allah,
    mereka mengatakan bahwa orang kafir jika membaca al Fatihah maka akan memperoleh keutamaan dan anugerah dari Allah yang belum pernah diperoleh oleh para nabi,
    dan barangsiapa yang membaca ayat ﻝﻮﺳﺮﻟﺍ ﻦﻣﺍﺀ … sekali saja ia akan memperoleh anugerah yang belum pernah diperoleh olah para nabi dan para wali, serta masih banyak kekufuran-kekufuran mereka yang lain.

    Alhamdulillah para ulama Indonesia, khususnya para pengikut Thariqah Naqsyabandiyah telah menyadari kesesatan mereka ini dan memperingatkan masyarakat akan bahaya dan kesesatan mereka.

    Kesesatan-kesesatan ini bisa dilihat dalam buku-buku mereka seperti Muhithat ar-Rahmah, al Washiyyah dan lain-lain.

    Mohon konfirmasi kejelasan atau kebenarannya.

    Terima kasih

    Wassalammualaikum Wr Wb

    Zon di Jonggol

  • ZZ

    sya ingin bertanya pada supi muda,,,,,
    dalam mimpi saya saya ketemu dengan nabi daud AS,,,katanya ada satu doa yang tak terhijab oleh apapun…
    apa saya boleh tau…..doa seperti apa?mohon penjelasannya

  • riang-riang remaja

    salam saudara.. saya seorang muslim dari Malaysia. Saya ingin mencari penawar untuk HIV. Diharap para saudara sekalian dapat membantu saya membebaskan diri dari penyakit ini sebagai salah satu jalan syadaqah..
    Salam

    • abdul rosyid

      as salaamualaikum…
      teruntuk saudaraku yang sedang dicoba olehNya dgn suatu penyakit…saya pernah membaca sebuah kitab kesehatan, disana dikatakan SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA KECUALI PIKUN DAN MATI…
      saran saya :
      1.yakinlah bahwa penyakit saudara ADA obatnya.
      2.yakinlah bahwa yang bisa mengobati sakit saudara hanyalah ALLOH.
      3.COBALAH UTK RIDHO THD PEMBERIAN ALLOH BAIK YG MENYENANGKAN ATAU TDK…TERMASUK PENYAKIT…SENYUMLAH DAN KATAKAN DLM HATI” YA ALLOH…HAMBA RIDHO DG SEMUA INI…HAMBA RIDHO…”
      lakukan terus disaat ht saudara merasa takut dg kondisi yang ada..kemudian rasakan perubahan yang ada..
      MOHON MAAF KALAU ADA YG SALAH DR TULISAN INI..SEMOGA CPT SEMBUH…
      wassalamu alaikum wr wb

  • abdi

    SELALULAH periksa hati atau jiwa
    Gerakannya halus, perjalanannya seni, kesannya besar
    Sungguh susah dan sulit sekali mengesan perjalanannya
    Kerana gerakannya tidak dapat dilihat oleh mata
    Bahkan akal fikiran pun tidak mampu mengesannya
    Hanya dapat dikesan dengan mata hati itu juga
    Serta disuluh oleh ilmu mengenai hati atau jiwa
    Siapa mengenal dan dapat mengesan
    perjalanan hati atau jiwanya
    Dia telah mengenal dirinya sendiri
    Orang yang mengenal diri, dia akan mengenal Tuhannya
    Barangsiapa tidak mengenal diri sendiri
    Sudah pasti dia tidak kenal Tuhan yang menjadikannya
    Orang yang tidak kenal Tuhan
    adalah menjadi bencana kepada dunia
    Makin pandai, jika tidak kenal Tuhan,
    makin menjadi perosak kepada dunia dan manusia
    Semakin kaya, kalau tidak kenal Tuhan,
    semakin merbahaya kepada manusia dan kehidupan
    Lebih-lebih lagi orang yang berkuasa tidak kenal Tuhan
    Berlakulah penzaliman, penganiayaan dan penindasan
    Aduh! Awasilah manusia yang derita dan terseksa
    Malang kepada manusia
    Berbagai-bagai perkara yang besar dan sulit
    manusia telah mengesan dan mengenalnya
    Bermacam-macam ilmu yang telah dapat didapat
    Tapi malang sekali,
    sedikit sekali manusia yang mengenal diri……..

  • mamo cemani gombong

    assalamuallaykum mas sufi muda ….aku ingin anda buat artikel dimasa bulan puasa 2010 ini tentang nuzul quran untuk nambah ketaqwaan pengunjung blog anda . trimakasih wassalamuallaykum.

  • bowo

    Assalamualaikum…
    maaf bang sufi muda mungkin pertanyaan saya jauh dari tasawuf tapi saya mohon bantuan bang sufi muda atas pertanyaan dibawah ini, karena saya tidak mampu menjawab sebab kurang ilmu…seseorang menulis :

    Sahih Bukhari Volume 2 Buku 21 no.245
    Diriwayatkanoleh Abdullah: Seseorang disebutkan dihadapan sang Nabi dan diadiberitah bahwa dia terus tidur sampai siang dan tidak bangun utksholat. Nabi berkata, “Setan kencing dikupingnya.

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Nabi saw., Beliau bersabda: Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk salat, ia berlari sambil terkentut-kentutsampaitidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembalimenghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidakmendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi.(Shahih Muslim No.582)

    ”Sahih Muslim B2 #462
    AbuHuraira melaporkan: Rasulallah berkata. Jika kalian bangun tidur danmelakukan wudhu, dia harus membersihkan hidungnya tiga kali, karenasetan telah menginap dilubang hidungnya.

    Pertanyaan :

    1.Apakah setan bisa kencing dan kentut ??

    2.Apakah setan bisa tidur ?

    Coba jelsakan secara ilmiah hadits-hadits diatas dengan menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan :
    Sertakan bukti ilmiah hasil penemuan para ahli.

    mohon saya diberi pandangan terhadap tulisan diatas dan mohon bantuan untuk menjawabnya, saya juga mohon izin untuk menyampaikan jawaban bang sufi muda…semoga anda berkenan. terimakasih,
    Assalamualaikum…

    • Dewa Game

      Sdr q , daripada mikirin setan bisa kentut atau bisa tidur,mending mencari bagaimana kita bisa lebih bisa berhampir diri kpd Allah,agar setan tdk bisa dekat berhampir pada kita,pasti mkita tdk akan pernah cium kentutnya

  • uthik

    Dengan hormat,saya tidak bermaksud berkomentar
    tetapi saya ingin bertanya kepada sufi muda,saat ini saya benar2 sedang terpuruk dan sudah tidak tahu lagi harus bergerak kemana saya benar2 bingung menghadapi semua permasalahan saya,saya sudah mohon ampun pdNYA tetapi belum juga ada solusi,kalau boleh saya bertanya,saya ingin membersihkan hati saya dg bertsawuf tetapi saya tidak tahu caranya,bisakah anda memberikan judul buku bimbingan unt belajar tasawuf yang benar ? saya benar2 butuh solusi secepatnya.terima kasih

  • irvan

    assalamualaikum wr wb… solawat serta salam selalu kita persembahkan kehadirat rosulullah saw.. dan semoga abang pengasuh sufi muda slalu dlm lindungan dan bimbingan allah swt..amin… terus terang sy baru membuka web ini..alhamdulillah sy bangga dg adanya sufi muda yg insyaallah akan mengembalikan kejayaan islam..amin.. salam sy buat smua abang2 pengasuh sufi muda… sulfan tauhid mataram

  • Ruslianto

    Mas Bowo,…saya coba menjawab, pertanyaan anda, apakah setan bisa kecing,kentut dan tidur ?

    1. Bahwa “setan” itu adalah kata SIFAT (Bisa saja Jin
    atau Manusia) tapi dalam kontek pertanyaan tsb,
    sebangsa jin yang “mengganggu” orang sholat
    – QS.Surah Al Jin – 11 :
    Dan diantara kami (Jin) ada yang saleh dan ada
    pula kebalikannya.Kami menempuh jalan yang
    berbeda=beda
    – QS.Surah Al Jin – 19 :
    Dan ketika Hamba Allah berdiri menyembahNYA
    (melaksanakan sholat),mereka (jin-jin) itu
    berdesakan mengerumuninya.
    – QS Surah Al Jin – 5
    dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia
    dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang
    dusta terhadap Allah.
    2. Berdasarkan ayat diatas, setan-pun bisa tidur,….
    kok tidur ? berkata dusta aja saja sanggup

    Neraka itu diisi oleh manusia dan jin yang durhaka kepada Allah, Jin dalam kehidupannya kebalikan alam
    nya manusia , jika manusia tidur dimalam hari maka
    Jin tidur disiang hari’

    Wassalam, mohon maaf jika jawaban saya tidak ber
    kenan

  • wanto

    Saya hamba Allah yang dhoif, ingin bertaubat. Ada hal yang masih mengganjal yaitu setumpuk hutang yang harus saya lunasi. Barang kali ada saudaraku yang bisa membantu menjualkan ginjal saya buat meringankan jalan saya menuju taubatan nasuha. Sungguh saya menunggu bantuan saudara2ku.

  • EDY KUSWORO

    Aslkm wr. wb.
    Bang Sufi Muda bagaimana kiat-kiat beristiqomah karena rasanya susah sekali untuk beristiqomah apa apa yang telah diajarkan guru kepada saya,
    terima kasih

    • mutiarazuhud

      Klo boleh turut saran
      Kiat-kiat beristiqomah,

      Pandanglah bahwa semua cobaan, permasalahan, kebutuhan, keinginan dan termasuk kenikmatan adalah kehendak Allah Azza wa Jalla.

      Pada hakikatnya Allah Azza wa Jalla hanya ingin “melihat” bagaimana kita menghadapi kehendakNya seperti menghadapi cobaan, permasalahan, kebutuhan, keinginan dan kenikmatan yang telah diberikanNya.

      Oleh karenanya hadapilah segala kehendakNya dengan sikap/perbuatan kita yang dicintai oleh Azza wa Jalla.

      Semoga Allah ta’ala meridhoi kita agar keyakinan dan keimanan kita selalu bertambah baik dibandingkan hari kemarin.

  • muhatsib

    aku ingin kenal lebih banyak dengan ulama sufi di zaman sekarang, aku ingin ketemu mereka, aku ingin berguru dengan mereka, bersahabat, bermesraan, makan bersama dan bekerja bersama, bolehkah?

  • fredi

    assamu’allaikum wr wb
    saya orang kecil yg habis tenggeng bang,
    rasanya udah kapok jd orang setengah gila gimana bang saya kmbuh lgi pa endak ya bang,trus klu udah sembuh gimana,apa bisa tenggeng lg paendak ya,mohon maaf yg jawab setiap tulisan ini langsung beliau pa abang2 yg lain yabang,mohon dgn amatsangat di balas

  • Salim

    Assalamu’alaikum
    Bang sufimuda juga saudaraku yang lainnya
    Dengan kerendahan hati semoga Allah memberikan pemahaman yang benar kepada saya melalui coretan-coretan saudaraku, karena saya belum punya guru Mursyid.
    Saya ingin menanyakan tentang suatu yang menjadi dasar aqidah Islam yaitu Syahadat. Bagaimana kita menempatkannya ?
    Mohon dengan sangat dikoreksi apa-apa yang saya pahami saat ini.
    1. Ketika seseorang sudah mengucapkan dua kalimat Syahadat berarti dianya telah menyatakan keIsalamannya, meskipun tanpa memahami makna sebenarnya.
    2. Kalimat “Saya bersaksi/menyaksikan bahwa tiada ilah kecuali Allah”, mengandung kata “bersaksi/menyaksikan”. Saya lebih cenderung memahami kata itu apa adanya dibanding dengan “saya meyakini”. Mungkinkah kata “bersaksi’ ini setara dengan persaksian di suatu peradilan bahwa seorang saksi harus mempunyai bukti keasaksiannya?. Bukti kesaksian dapat berupa melihat, mendengar, mencium atau merasakan sendiri terhadap suatu objek bukti. Barangkali alat yang paling mungkin untuk menyaksikan Wahdaniyahnya Allah adalah hati yang bersih entah bagaimana bentuk persaksiannya.
    Seseorang yang baru memeluk Islam, bahkan saya sendiri sampai saat ini, belum mampu menunjukkan bukti kesaksian itu; Ya Allah ampunilah yang mengaku-aku sebagai hamba ini karena telah banyak berbuat dholim; Bagaimana telah mengatakan persaksian, hanya mulut saya saja yang dusta.
    Dalam hal ini saya ingin menanyakan apakah ucapan Syahadat itu sebagai start awal untuk menemukan bukti-bukti itu?
    Apakah kumpulan bukti-bukti itu yang akan dimintai pertanggung-jawannya diakhir kehidupan kita?

    Terima kasih saudaraku, semoga coretan-coretannya akan memberikan arah kepada lilin-lilin penerang jalanku.

  • fredi

    ……………………………………………………………………………………………….bang mohon maaf sbesar-besarnya.apa boleh tnya kbr keluarga besar ym abu jga anak beliau adawiyah banafjad ………………………………………………………klu memang berkenan ini aq slah hadap pa endak,……..sejak ziarah thn 2000 sampai hidupku yg hari ini masih bingung,apa anda berkenan mnjawab bang

      • SufiMuda

        Setiap murid ditakdirkan oleh Allah berguru kepada Mursyid tertentu yg sudah diatur oleh Dia. Karena itulah di dunia ini banyak Mursyid untuk membimbing manusia yg sudah mencapai 5 Milyar.

        Jadi, mari kita lanjutkan berguru kepada Mursyid kita dgn penuh semangat dan menempatkan hadap kepada Mursyid dengan semestinya agar ilmu dan kasih sayang Allah mengalir bersama kita.
        Dan, biarkanlah orang lain memilih Mursyid nya, mudah2an mereka juga mendapat petunjuk, amin

        Salan untuk semua

  • murid

    PEMAHAMAN STATUTA PENTING BAGI PENGAMAL THAREQAT

    APABILA SYEH TELAH BERPULANG KERAHMATULLAH MAKA KITA HARUS ,SEGALA MURID DAN KHALIFAH NYA,DGN SEGERA MENGANGKAT PENGGANTI SYAIKH ITU, HENDAKNYA DGN BERPEDOMAN KEPADA HADAP DAN SYARAT YANG TELAH DITENTUKAN OLEH MASAIKH AHLIN THARIQAT DIJAMAN DAHULU

    1. DENGAN LAPAS WASIAT DARI PADA SYAIKH YANG TERDAHULU,MAKA UMUMKAN LAH OLEHMU,MAKA UMUMKANLAH YANG DIWASIATKAN ITU DAN TIDAK BOLEH YANG LAINNYA ( JANGAN SODARA2 MENGAKU MURSYID YANG BARU)

    2. SIAPA SIAPA MURID ATAU KHALIFAH NYA YANG SELALU MENJADI WAKIL,DARIPADA SYAIKH PADA MASA HIDUPNYA ,MAKA IALAH SEBAGAI GANTI SYAIKH TERSEBUT

    3. DAN APA BILA TIDAK ADA WASIAT DARIPADA SYEH YANG TERDAHULU

    MAKA HENDAKLAH SEKALIAN MURID DAN KALIFAH MUFAKAT SERTA MEMILIH DIANTARA SALAH SATU KALIFAH YANG PATUH PADA MUFAKAT TERSEBUT

    4. KALAU 1,2 DAN 3 SEMUA TIDAK ADA ,MAKA DIWAJIBKAN KITA MEMINJAM MURSID ORANG LAIN.

  • murid

    Dan betul bukan jadi karna perbedaan maka ada ketidak harmonisan atau saling menjunjung perbedaan , Hanya saja jika mengaku patuh dari Mursid yang A, ya mau tidak mau harus ikuti lapas wasiat nya ,yang sesuai dgn Statuta TN, kalu lep[as dari wasiat Gurunya maka masuklah kita pada Durhaka Pada Guru,

  • WAN

    Assalammualaikum sufi muda.salam perkenalan.saya sangat tertarik dengan artikel tuan.disini saya ingin berkongsi pengalaman saya dan pendapat tuan.pada 5tahun yang lalu saya mengalami 1 penyakit ganjil dan kurang siuman tetapi dengan berkat doa ibu saya ada yang datang beri pertolongan kepada saya dalam mimpi.dan selepas itu banyak zikir berlagu dan menitiskan air mata.dan kadang2 apa yang saya hujah mengenai tentang ilmu terikat setahu saya tidak pernah belajar semua itu.adakah bersangkut dengan ilmu laduni.saya harap pihak tuan dapat memberi pendapat kepada saya.

    • SufiMuda

      Wa’alaikum salam
      Ada baiknya saudara mencari Guru Mursyid, yg nanti bisa membimbing serta memberitahukan saudara siapa yg datang di alam gaib tersebut.
      Demikian

  • Aira sweet

    Assalamualaikum…..mgkin sye owng biase hidup xkaya dan tidak pula dikelilingi pangkat dan kemewahan….tetapi sye ingin mencari keredhaaan sbg insan muslimim yang sejati…Saya igin mencari ketenangan namun bimbang sye melakukan dosa berulang kali..sye hanyalah insan yang lemah namun mahu berubah …..bagaimana harus saye melakukan perubahan dan terus berubah kearah kebaikan

  • Ruslianto

    Bang Sufi Muda, mohon maaf saya ingin nimbrung pada tulisan diatas (Aira sweet) ,…… tersebut ada 3 permintaan : (1). Ingin mencari keredhaan sbg insan muslim sejati; (2).Mencari ketenangan (maksudnya jiwa mungkin) dan (3).Bimbang melakukan dosa berulang kali ,………………………..Jawabnya Insya Allah CARILAH GURU MURSYID………………Apakah 3 pertanyaan itu cukup dengan mencari Guru Mursyid ?,…..baik saya jelaskan :
    1. Muslim yang belajar tasauf dan bertarekhat serta berguru Mursyid “mengajarkan Illahi anta Maqsudhi waridhoka mathlubi” Engkaulah yang kumaksud dan redho-Mu lah yang ku-tuju. Sang Guru Mursyid mengajar dzikir menjadi amalan para murid-muridnya.
    2. Mau tenang jiwa (anda ?) ….berpedoman pada Al Qur’an Suraah Ar Rad-28 Allajji na’amanu wattadmainu Qulubbuhum bidzikrillah ala bi dzikrillah tad mainnul Qulub. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan tentram hatinya dengan dzikir kepada Allah,…INGATLAH,…Hanya dengan dzikir kepada Allah sajalah ketentraman hati.
    3, Oh,…anda bimbang karena dosa berulang kali,…? Lihat Al Qur’an Suraah Ali Imaran – 135 : Dan (juga) orang-orang yg apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka berdzikir pada Allah, Lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

    ………..Dan MENGAPA GURU MURSYID ?,….Semoga Allah SWT membimbing anda dengan Firman-Nya berbunyi (An Nahl-43) :
    Lantaran itu tanyalah kepada Ahli dzikir jika kamu tidak tahu……………….

  • Setiono

    Teruntuk sufimuda mohon maaf numpang nyampaikan amanat mohon di koreksi dan kritik untuk pembenahan diri makasih.

    Nazoman anak madrasah

    Beginilah Tuntunan Islam
    Belum ketemu tapi sepaham
    Islam jadi Rohmatnyah Alam
    Bila sampurna Hawa dan Adam

    Agama Ihsan iman islam
    Tanpa Simbol Amal Islam
    Beda kaipiat berbeda paham
    Hanyalah kembang penyubur Alam

    Alloh Taala pencipta Alam
    Mengawasi seluruh Alam
    Hasud dengki sirik dendam
    Alloh mengutuk siang dan malam

    Ilmu putih ilmu hitam
    Bagai kopi dua Alam
    Barang luwar barang dalam
    Tukang mitnah terburuk Alam

    Pitnah itu lebih kejam
    Dari kejamnyah ebom meriam
    Hasud dengki sesama islam
    Islam jadi penghancur islam

    Sabdolangit amanat Alam
    Coba ulama belajar maham
    Bukan timbang simbol islam
    Tetapi bijak dewasa paham

    Adapun Julang kejuluk ayam
    Di gosipin berilmu hitam
    Ulama islam hasud dendam
    Sirik dengki mengundang awam

    Pancasila jika di paham
    Isi ihsan iman islam
    Tukang mitnah ya ditikam
    Amanat Alloh pencipta Alam

    Bukti pakta tuntunan islam
    Semenjak Zaman Nabi Adam
    Kiamat hanya buwat Alam
    Manusia penghasud dendam

    Silih menuding bagai di maksar
    Sambil tida usaha sadar
    Napsu emosi sering terbakar
    Ulama silih menuding nyasar

    Orang awam salah belajar
    Para doktrin salah mengajar
    Menjadi kompak ngaco nyasar
    Sambil pada hilang sadar

    Satu duwa orang sadar
    Tapi tasabbuh pada nyasar
    Jadi tibang bingung benar
    Tungtungannyah semuwah benar

    Nuju sorga tepat benar
    Nuju naroka tepat benar
    Hanya ilmu paling benar
    Kenal Alloh Allohuakbar

    Hasud musrik bermulut besar
    Gambar sipetruk tepat benar
    Mulut besar perut besar
    Dewasa bijak picik benar

    Alloh di adu saling gampar
    Sesama iman kaga sadar
    Sesama islam ora sadar
    Katah Alloh sikurang ajar

    Julang ketuduh ngaco nyasar
    Terblokir tiep mengajar
    Murtad kapir kupur kupar
    Julang tibang berkelakar

    Saudaraku nyang masih sadar
    Sabdolangit patut mengajar
    Ulama umaro wajib belajar
    Supaya umat ketemu sadar

    Lembaran ini penting di sebar
    Kepenjuru dunya seputar
    Agar orang iklas belajar
    Paling tida rumasa sadar

    Tuntunan sudah begini baik
    Mengapa orang suka menampik
    Mungkin dari sangat picik
    Tidak sadar pasik munapik

    Amanat tablig patonah sidik
    Sipat rosul makluk terbaik
    Menuntun umat kejalan baik
    Seperti ini pabila cerdik

    Terburuk mu’min hasud musrik
    Menjadi sombong rasa terbaik
    Tuntunan iman malah ditampik
    Merasa dirinyah orang terapik

    Ahli sunah cobalah lirik
    Berjamaah hasud dan musrik
    Dongeng rosul hanya menarik
    Demi pendukung bertambah baik

    Lapad Alloh buta mendelik
    Wujud Alloh ora kelirik
    Cuma bonapid yang dilirik
    Hinggá tak sadar zolim munapik

    Putus taklid si kapir zindik
    Empat mazhab di obrak abrik
    Taklid batil ulama musrik
    Ulama pajal tidak tertilik

    Merasa keras rasa tercutik
    Nyinggung nyindir nyuruh cerdik
    Kepada Alloh cermat cerdik
    Jikalau benci itulah musrik

    Julang bersukur pada peracik
    Tiep tuntunan amatlah baik
    Ini lembaran penyebab taupik
    Jika pembaca tidak munapik

    Musuh Alloh sihasud musrik
    Hidup serakah teramat sirik
    Sesama umat silih mencutik
    Akhirnyah kompak Alloh neng nyutik

    Julang 2

    Hidup julang sebatang kara
    Pendidikan tidak punya
    Amal ibadah sekaba kaba
    Entek anu Alloh kejumpa

    Qur’an hadis kias ijma
    Hanya itu padoman taqwa
    Sampai Alloh ketemu juga
    Tapi julang ketuduh gila

    Begitulah cerita dunya
    Dalam soal iman taqwa
    Alim ulama cemburu buta
    Mitnah tidak pernah rumasa

    Untungnyah Alloh maha bisa
    Nulung julang walau gila
    Dateng sohib satu duwa
    Mereka iklas beri harta

    Semoga Alloh selalu bela
    Pada sohib yang setia
    Dunia berkah dan bahagia
    Di akherat masuk sorga

    Semoga teman suku bangsa
    Bila betul telah membaca
    Sabdo langit punya bicara
    Jadi kajian sekujur jiwa

    Kalau julang mah sudah gila
    Sampai juga anak keluarga
    Kompak ama banyak warga
    Kaya ulama ngatain gila

    Namun tida tiep ulama
    Masíh banyak alim ulama
    Aji baca uji dan tanya
    Rendah hati iklas bertanya

    Agama bukan kadar cerita
    Simbol itu tida berguna
    Tapi ngaji mengkaji jiwa
    Sampai Alloh bisa kejumpa

    Wujud Alloh montong di tanya
    Tapi iklas yakin percaya
    Islam iman ihsan agama
    Husu taqwa Alloh kejumpa

    Aparatur pemerintah
    Jika mereka sadar pangkatnyah
    Pasti hormat menghargainyah
    Pada manusia insan kamilnyah

    Insan kamil horikul adah
    Ia istirahat ibadah
    Alloh izinkan apa maonyah
    Tapi hidupnyah semalah susah

    Memang Alloh ituh sipatnyah
    Alloh raja julukannyah
    Tapi melarat ama duwitnyah
    Alloh raja paling bugegnyah

    Manusia pakar duwitnyah
    Terutama pemerintah
    Alloh juga ampe kalah
    Bisa jadi Alloh kebantah

    Amanat Alloh lihat sajah
    Sawah ladang jadi rumah
    Pepohonan abis semuwah
    Bumi gundul Allohnya marah

    Manusia gundul gede anunyah
    Bumi gundul semalah lemah
    Azab bahla tentu sajah
    Melanda dunya seluruhnyah

    Jika manusia coba sadarlah
    Pancasila coba kajilah
    Lambat laun amalkanlah
    Insha Alloh duniya berkah

    Sabdo langit serta jamaah
    Jangan segan di solusinyah
    Julang ini sudah rebah
    Semuwah orang pada ogah

    Semuwah tida semuwahnyah
    Epro contra itulah rohmah
    Jika sama bertuhannyah
    Apah alasan amanat ogah

    Hasud musrik dengki serakah
    Montong nuduh montong mitnah
    Tapi rumasa sadar dirinyah
    Begitulah Alloh amanah.

    Julang 3

    Nazoman anak madrasah

    Mengenal Alloh wajib usaha
    Belajar Ihlas dawam bertaqwa
    Wajib Ain bertoat jiwa
    Kepada Alloh raja pencipta

    Cara mengenal Alloh taala
    Ada caranyah lima perkara
    Baca Alquran paling pertama
    Ke dua penting menghapaz Asma

    Mengenal sipat cara ketiga
    Wajib mustahil harusnyah juga
    Dengan menghapaz sipat dan nama
    Alloh teringat di mana kita

    Cara keempat mengenal jiwa
    Rasa rumasa Alloh pencipta
    Piilnyah Alloh teramat nyata
    Dengan mengaji bersyukur jiwa

    Cara kelima beryaqin jiwa
    Mengenal ezat cahaya mulya
    Mata melihat segala rupa
    Ingatlah Alloh ezat pencipta

    Putuskan tiep mahluk penggoda
    Walaupun ejin islam penggoda
    Tawassul jangan salah bekerja
    Musrik Akidah wajib rumasa

    Sipat Tawaddu punya rumasa
    Kepada Alloh senantiyasa
    Merasa diri paling berdosa
    Kepada Alloh minta hampura

    Berpedoman hadis Alqur’an
    Guru mursid di pendidikan
    Iklas sabar mengerjakan
    Rajin bertanya pengalaman

    Itulah dasar ini jawaban
    Ahli ma’ripat taklit iman
    Taklit soheh esah beriman
    Tiada gengsi nukar pikiran

    Arti nukar pemikiran
    Pikiran sesat di tinggalkan
    Merasa sampai puncak tujuwan
    Tau-tau mengsol tuntunan

    Kobul amal makbul iman
    Tujuwan hamba yaqin iman
    Dengan ilmu pengetahuwan
    Misah dari islam simbolan

    Agama islam iman ihsan
    Satu jiwa di pengamalan
    Sarat rukun di pahamkan
    Hingga batalnya ketauwan

    Bigitupun salah jalan
    Bisa tau salah jalan
    Pendapat orang masing2an
    Jalan lurus pendapat Tuhan

    Qias ijma hadis Alqur’an
    Pelan pelan di pelajarkan
    Sampai ketemu Alloh Tuhan
    Tanpa ada pelantaraan

    Dalam cerita ini temuwan
    Hanya tinggal penyempurnaan
    Duwa kalimat sahadat iman
    Terus sajah di pelajarkan

    Dalam amal bakti toat
    Ada rukun ada sarat
    Ketemu rukun ketemu sarat
    Soheh esah amal ibadat

    Ada kelas umum rakyat
    Ada husus kelas umat
    Howasil howas husus amat
    Alim ulama wajib cermat

    Jangan mudah ngatain sesat
    Walau bagi peninggal solat
    Komo ninggal solat jum’at
    Lantaran pada buwangin sarat

    Sahadat solat puasa Zakat
    Pergi haji sama bersarat
    Batal masrut tanpa sarat
    Sia-sia amal ibadat

    Surat Almaun coba lihat
    Dusta agama banyak amat
    Sahadat solat puasa zakat
    Haji tida belajar sarat

    Harta benda bukanlah sarat
    Dalam ibadah bakti toat
    Juga bukan gelar pangkat
    Walau alim ulama berpangkat

    Rosululloh contohnya umat
    Beliyau tida ngidolain pangkat
    Rosululloh sangatlah hormat
    Soheh toat walau melarat

    Aji baca tanya dan uji
    Johir batin sekujur diri
    Sampai bisa mengenal diri
    Mengenal Alloh sudah pasti

    Ezat Alloh maha suci
    Amat sulit di ceritai
    Tida bisa di samai
    Selain bisa dilihat sendiri

    Hindarilah sipat terkeji
    Hasud musrik sirik dengki
    Rumasa kotor sepenuh diri
    Kepada Alloh mintalah mandi

    Alloh repot ngajak mandi
    Alloh gendong bagai bebayi
    Alloh amat sayang sekali
    Sehingga mantau setiep hari

    Kalau lagi susah rejeki
    Alloh di suruh pergi mencari
    Alloh kuasa mengkuwasai
    Ada sajah pemberi rejeki

    Bila ihlas bagi rejeki
    Alloh juga siap mengganti
    Di aherat Alloh siapi
    Alam sorga Alloh nanti

    Julang 4 (PJ 16/8/2010)

    Jikalau hasud musrik iman
    Tiada boleh disalahkan
    Untuk apa hadis Alqur’an
    Jika biarkan perusak iman

    Sedangkan hasud musrik iman
    Juga baca hadis Alqur’an
    Satu jenis jadi lawanan
    Organisasi partai golongan

    Dari itulah penggapai iman
    Wajib tegas di penjelasan
    Umum husus di Pengamalan
    Tergantung dari peyaqin iman

    Banyak sekarang iman ucapan
    Hadis Qur’an Cuma bacaan
    Amal ibadah cuman roman
    Mangkanyah perlu penjelasan

    Alim ulama Pendoktrin iman
    Sudah pasti banyak tantangan
    Dari itulah di Ijtima’kan
    Wajib kokoh di persatuwan

    Di pancasila kesatuwan
    Hendaknyah wajib di dewasakan
    Karna negara yaitu bukan
    Alloh tangguhkan di perorangan

    Di kutbah Jumat di wasiatkan
    Satu ayat Kesatuwan
    Tolong menolong berpengertian
    Tida husus di segolongan

    Dari itulah pengamal iman
    Amal wajib pendewasaan
    Sarat rukun di Pengesahan
    Wajib belajar di ajarkan
    =====================
    Makbul iman kobul ibadah
    Alloh izinkan horikul adah
    Di pahamnyah memang susah
    Selain bisa baca tarehnyah

    Tujuwan iman Amal ibadah
    Amal ibadah menuntut esah
    Menjauhkan bid’ah dolalah
    Amal tanpa sarat rukunnyah

    Apapun amal ada saratnyah
    Tiep kerjaan ada rukunnyah
    Ada yang wajib ada yang sunah
    Jikalau batal haram semuwah

    Persiden sajah ada batalnyah
    Ulama juga ada rusaknyah
    Sekarang ini kewajibannyah
    Mengetahuwi benar dan salah

    Tuding-tudingan tak sudah-sudah
    Hanya membuat rusuh resah
    Isu gosip namimah pitnah
    Jadi propesi umat semuwah

    Nazom sair bukan mengkucah
    Tetapi baca benar dan salah
    Ada koridor baro meternyah
    Tugas alim ulama semuwah

    Bila hianat dari tugasnyah
    Ulama dajal itu kelasnyah
    Jadi pendusta iman akidah
    Jumlah total musrik semuwah

    Jangan menuduh jangan mempitnah
    Tetapi ngaji dan kajilah
    Sampai kepaham ibadah esah
    Amal dunya pun aheratnyah

    Julang 5 (20/09/2010)

    Banyak cerita selalu benar
    Komo ngucap Allohuakbar
    Tetapi aneh tiada benar
    Kaipiat amal bila di tatar

    Beda pendapat para pembesar
    Tokoh dunia orang bergelar
    Tapi praktek cobalah tatar
    Dari rosul semalah nyasar

    Mengsol jalur tanpa sadar
    Solat puasa ogah belajar
    Alim ulama kagak sabar
    Dalam teori peraktek mengajar

    Guru sejati susah benar
    Lawanannyah banyak benar
    Guru sejati semalah nyasar
    Hidup dewekan susah nyebar

    Malah gosip pitnah bertebar
    Ngaco tersesat akidah nyasar
    Mitnah bari gengsi belajar
    Tidak rumasa tidak sadar

    Ada orang yang belajar
    Malah di gosip kebawa nyasar
    Si penggosip tidak sadar
    Tibang merasa tukang ngajar

    Ukuran ilmu bukanlah ngajar
    Juga bukan pangkat gelar
    Tetapi sarat rukun ditatar
    Hingga kepaham esah benar

    Esah benar pinter benar
    Alloh dowang pinter benar
    Sipat mahluk hanya belajar
    Rumasa salah itulah sadar

    Tanggung jawab para ilmuwan
    Menyampaikan amanat Tuhan
    Tetapi banyak di abaikan
    Karna takut di benci golongan

    Dengan begitu amanat Tuhan
    Seperti hadis dan Alqur’an
    Hanya tinggal kadar bacaan
    Tida pada amanat Tuhan

    Sedangkan kata amanat Tuhan
    Kalamulloh kitab Alqur’an
    Kitabulloh sekujur badan
    Amat perlu pendewasaan

    Rukun islam rukun iman
    Amal sekujur rukun ihsan
    Sering sekali di selewengkan
    Di sebut hilang tanggung jawaban

    Dengan hilangnyah tanggung jawaban
    Tanpa sadar muncul di badan
    Ego congkak membanggakan
    Amal tanpa pengetahuwan

    Merasa bagus di kebisaan
    Tidak melihat rido Tuhan
    Rido Tuhan hanya hayalan
    Iming-iming nasehat iman

  • Arief Muncar

    assalàmu*lækum warahmatullàhi ta*àlà wabarakàtuhu wamaghfiratuh:-)

    alhamdulillahi rabbil *àlamiin:-)

    akhirx q dipertemukan jg dg para ahli tasawwuf, salam kenal &ta*dim dr q anak muncar banyuwangi duhæ para twn guru sufi,,mohon ridlox u/ brguru pdmu,q yg g’px apa2 slain salah&dosa ini yg sangat haus akn jalan mnuju kpd allah, mohon izin br?

    APA prbedaan antara aliran FANA’ BAQO’ DG aliran WAHDATUL WUJUD, cz q bingung sbb bxk dkalangn tasawwuf ahli sunnah waljama’ah yg mngharamkn WAHDATUL WUJUD?

  • Ruslianto

    Assalamua’laikum WWbr-Setelah sejenak saya “merenung” akhirnya
    kusadari dan maafku khusus pada Sufi Muda pada beberapa artikel yg ta’terasa ku buat tanpa seizin SM (khawatir salah adab) pula, wa laupun sedikit terlambat,maaf daku yang orang Medan, ini. ya Sufi Muda. Salam ta’zim penuh hormat buat Guru Sejati Sufi Muda yang Kamil mukamil yang wajahNya ta’lepas mata bathin Sufi Muda, sudilah kiranya dengan mendo’akan kami yang renta ini tetap istiqomah walaupun badai menerpa.
    Wassalam.

  • abdullah

    saya seorang pemuda,,,klo boleh saya tanya apakah anda orang yg di pesantren tarekat,,,apa yang di ajarkan guru anda tentang mengalahkan syahwat karena saya sendiri belum menikah, saya rutin puasa sunah tapi tetap saja belum bisa mengalahkan syahwat saya,,,apa yang kira2 bisa saya lakukan jika syahwat saya memuncak pada puncaknya,,,saya benar2 bingung, tapi klo tidak bisa saya kekang berarti saya orang munafik,,,beberapa tahun lagi sya punya cita2 ingin ke psantren tarekat,,, semoga abdullah bisa menjawab pertanyaan saya dikomentar siini saja,,sekian terima kasih

  • Hadi

    Assalamualaikum Bang Sufi Muda,

    Entah apa sebabnya kita bertemu dimaya ini…

    Saya ingin lihat wajah sufi muda kerana sejak berlindungnya Ayahandaguru saya, pada tanggal 9 Me 2001, saya didatangi suatu mimpi yang saya kira ada mesej didalamnya.

    Ringkasannya saya ditemukan dengan seorang pemuda yang datang dengan menunggang kuda. Saya masih ingat akan rupa pemuda itu dan adakah dia itu sufi muda ini sendiri?

    Didalam mimpi itu juga saya ditunjukkan satu stok madu yang besar jumlahnya tetapi tersembunyi. Hanya hujung pipenya timbul dihalaman rumah. Almarhum menyuruh saya menjilatnya dan ternyata madu.

    Hanya Allah yang menentukan.

    Wassalam,

    HBI

Tinggalkan Balasan