MURSYID

Dalam setiap aktivitas rintangan itu akan selalu ada. Hal ini dikarenakan Tuhan menciptakan syetan tidak lain hanya untuk menggoda dan menghalangi setiap aktivitas manusia. Tidak hanya terhadap aktivitas yang mengarah kepada kebaikan, bahkan terhadap aktivitas yang sudah jelas mengarah menuju kejahatan pun, syetan masih juga ingin lebih menyesatkan.

Pada dasarnya kita diciptakan oleh Tuhan hanya untuk beribadah dan mencari ridla dari-Nya. Karena itu kita harus berusaha untuk berjalan sesuai dengan kehendak atau syari’at yang telah ditentukan. Hanya saja keberadaan syetan yang selalu memusuhi kita, membuat pengertian dan pelaksanaan kita terkadang tidak sesuai dengan kebenaran.

Dengan demikian, kebutuhan kita untuk mencari seorang pembimbing merupakan hal yang essensial. Karena dengan bimbingan orang tersebut, kita harapkan akan bisa menetralisir setiap perbuatan yang mengarah kepada kesesatan sehingga bisa mengantar kita pada tujuan.

Thariqah

Thariqah adalah jalan. Maksudnya, salah satu jalan menuju ridla Allah atau salah satu jalan menuju wushul (sampai pada Tuhan). Dalam istilah lain orang sering juga menyebutnya dengan ilmu haqiqat. Jadi, thariqah merupakan sebuah aliran ajaran dalam pendekatan terhadap Tuhan. Rutinitas yang ditekankan dalam ajaran ini adalah memperbanyak dzikir terhadap Allah.

Dalam thariqat, kebanyakan orang yang terjun ke sana adalah orang-orang yang bisa dibilang sudah mencapai usia tua. Itu dikarenakan tuntutan atau pelajaran yang disampaikan adalah pengetahuan pokok atau inti yang berkaitan langsung dengan Tuhan dan aktifitas hati yang tidak banyak membutuhkan pengembangan analisa. Hal ini sesuai dengan keadaan seorang yang sudah berusia tua yang biasanya kurang ada respon dalam pengembangan analisa. Meskipun demikian, tidak berarti thariqah hanya boleh dijalankan oleh orang-orang tua saja.

Lewat thariqah ini orang berharap bisa selalu mendapat ridla dari Allah, atau bahkan bisa sampai derajat wushul. Meskipun sebenarnya thariqah bukanlah jalan satu-satunya.

Wushul

Wushul adalah derajat tertinggi atau tujuan utama dalam ber-thariqah. Untuk mencapai derajat wushul (sampai pada Tuhan), orang bisa mencoba lewat bermacam-macam jalan. Jadi, orang bisa sampai ke derajat tersebut tidak hanya lewat satu jalan. Hanya saja kebanyakan orang menganggap thariqah adalah satu-satunya jalan atau bahkan jalan pintas menuju wushul.

Seperti halnya thariqah, ibadah lain juga bisa mengantar sampai ke derajat wushul. Ada dua ibadah yang syetan sangat sungguh-sungguh dalam usaha menggagalkan atau menggoda, yaitu shalat dan dzikir. Hal ini dikarenakan shalat dan dzikir merupkan dua ibadah yang besar kemungkinannya bisa diharapkan akan membawa keselamatan atau bahkan mencapai derajat wushul. Sehingga didalam shalat dan dzikir orang akan merasakan kesulitan untuk dapat selalu mengingat Tuhan.

Dalam sebuah cerita, Imam Hanafi didatangi seorang yang sedang kehilangan barang. Oleh Imam Hanafi orang tersebut disuruh shalat sepanjang malam sehingga akan menemukan barangnya. Namun ketika baru setengah malam menjalankan shalat, syetan mengingatkan/mengembalikan barangnya yang hilang sambil membisikkan agar tidak melanjutkan shalatnya. Namun oleh Imam Hanafi orang tersebut tetap disuruh untuk melanjutkan shalatnya.

Seperti halnya shalat, dzikir adalah salah satu ibadah yang untuk mencapai hasil maksimal harus melewati jalur yang penuh godaan syetan. Dzikir dalam ilmu haqiqat atau thariqat, adalah mengingat atau menghadirkan Tuhan dalam hati. Sementara Tuhan adalah dzat yang tidak bisa diindera dan juga tiak ada yang menyerupai. Sehingga tidak boleh bagi kita untuk membayangkan keberadaan Tuhan dengan disamakan sesuatu. Maka dalam hal ini besar kemungkinan kita terpengaruh dan tergoda oleh syetan, mengingat kita adalah orang yang awam dalam bidang ini (ilmu haqiqat) dan masih jauh dari standar.

Karena itu, untuk selalu bisa berjalan sesuai ajaran agama, menjaga kebenaran maupun terhindar dari kesalahan pengertian, kita harus mempunyai seorang guru. Karena tanpa seorang guru, syetanlah yang akan membimbing kita. Yang paling dikhawatirkan adalah kesalahan yang berdampak pada aqidah.

Mursyid

Mursyid adalah seorang guru pembimbing dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat. Mengingat pembahasan dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat adalah tentang Tuhan yang merupakan dzat yang tidak bisa diindera, dan rutinitas thariqah adalah dzikir yang sangat dibenci syetan. Maka untuk menjaga kebenaran, kita perlu bimbingan seorang mursyid untuk mengarahkannya. Sebab penerapan Asma’ Allah atau pelaksanaan dzikir yang tidak sesuai bisa membahayakan secara ruhani maupun mental, baik terhadap pribadi yang bersangkutan maupun terhadap masyarakat sekitar. Bahkan bisa dikhawatirkan salah dalam beraqidah.

Seorang mursyid inilah yang akan membimbing kita untuk mengarahkannya pada bentuk pelaksanaan yang benar. Hanya saja bentuk ajaran dari masing-masing mursyid yang disampaikan pada kita berbeda-beda, tergantung aliran thariqah-nya. Namun pada dasarnya pelajaran dan tujuan yang diajarkannya adalah sama, yaitu al-wushul ila-Allah.

Melihat begitu pentingnya peranan mursyid, maka tidak diragukan lagi tinggi derajat maupun kemampuan dan pengetahuan yang telah dicapai oleh mursyid tersebut. Karena ketika seorang mursyid memberi jalan keluar kepada muridnya dalam menghadapi kemungkinan godaan syetan, berarti beliau telah lolos dari perangkap syetan. Dan ketika beliau membina muridnya untuk mencapai derajat wushul, berarti beliau telah mencapai derajat tersebut. Paling tidak, seorang mursyid adalah orang yang tidak diragukan lagi kemampuan maupuan pengetahuannya.

Sumber : http://www.sufinews.com

768 Comments

  • asep

    @Sufi Gila

    Insya Allah saya akan banyak belajar lagi kepada para mursyid ataupun guru yang selalu bersandar para perawi hadist (mujtahid) dari ajaran Ahlulbait Nabi Saw berdasarkan nash Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad saw.
    Saya tidak pernah merendahkan atau meragukan keabsahan para guru lain. Akan tetapi alangkah baiknya kalo mursyid tsb dalam membimbing muridnya, senantiasa merujuk kepada Al Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad saw. Mursyid juga merupakan bagian dari seluruh umat Islam.

    Yaa Allah, lembutkanlah seluruh hati umat Islam untuk menuju kepada persatuan dan kesatuan umat.

    Wasalam

  • padimuda

    hihhihhiihi,, udahlah ga bakalan selesai deeeeh.
    Yang penting kita sama2 tahu batasan-batasan masing2. Saya yakin asep memiliki dasar yang kuat dalam prinsip menjalankan agama Islam seistilahnya. Dan kita yang lain pun juga begitu bukan? Mungkin yang perlu di tebalkan disini adalah kita gak perlu mengharuskan siapapun untuk mengikuti kaidahnya. Sebab semua umat Islam sudah tentu akan berpegang teguh pada alQuran dan Hadis (sepemahaman masing2 tentunya). Dan memaksakan menggunakan kaidah sendiri bukanlah hal yang bijak.
    Seorang Guru Mursyid/Imam sudah pasti merujuk pada Al Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Betul kata asep, Mursyid pun bagian dari Islam juga. Apalagi Imam. Ya kan?

  • asep

    @Padimuda

    Alhamdulillah…Insya Allah apa yang anda katakan benar saudaraku, tidak ada paksaan dalam agama. Akan tetapi apakah salah apabila seorang muslim menyampaikan pemahaman yg berbeda kepada muslim lainnya? Yang tentu saja pemahaman tsb dilandasi dengan Al Qur’an dan hadist Nabi Saw. Sungguh indah perbedaan tsb apabila dilandasi dengan kepasrahan secara total kepada ketentuan Allah Swt.
    Biarkanlah perbedaan tsb menjadi pembendaharaan seluruh umat Islam. Yang penting sekarang adalah mewaspadai musuh di luar Islam yg setiap saat siap menghancurkan persatuan dan kesatuan umat.

    Yaa Allah, lembutkanlah seluruh hati umat Islam untuk menuju kepada persatuan dan kesatuan umat.

    Wasalam

  • padimuda

    nah,, ntu asep dah tau. Bagus deh.
    Jadi ga perlu maksain mengikuti Imam atau mursyid tertentu kan? Selama mereka berpegang pada AlQuran dan Hadis serta selama kita benar2 dibimbing kehadirat Allah, ga perlu kita salah2kan kan? Mari kita agungkan/muliakan Mursyid/Imam kita masing2 tanpa menyinggung yang lain. Salam

  • padimuda

    sufi itu kayak cacing, tasauf adalah tanahnya.

    => pemikiran si kodok dari dalam sangkar.
    Kenapa mau jadi kodok ya? kenapa pula milih tinggal didalam sangkar?

  • padimuda

    hihihihihi,, kodok yang aneh. Baru didalam sangkar aja merasa sudah bebas dari tempurung. Jangan2 bentar lagi mau ngarang ‘aku adalah burung’. heuhuehuehuheuheuhuehue

  • nirwan

    hhhh…kodok memang bukan cacing, apalagi burung, tapi buahnya padi jelas salah satu makanan burung. Tenang saja…saya bukan sufi…yg sufi itu sufimuda. 😛

  • padimuda

    yup setuju.
    Biarlah bulir2 padi yang tersebar menjadi berguna buat burung2 yang lapar dan gemar buah padi.
    Cuma kalau dirunut dari awal ucapan anda, apa berarti sufimuda kayak cacingmuda?
    Wah, sopan sekali. Mudah2an tukang ngarang bisa mempertanggungjawabkannya. Apa sekedar karangan saja?

    Sebagai teman diskusi sufimuda di blog ini, saya ikut merasa terusik. Buat padimuda, cacing sangat lah membantu kesuburan. Jangankan sekedar ‘kayak cacing, menjadi cacing pun tidak masalah” untuk menjalankan tugas dariNya.
    Yah, padimuda juga seorang sufi. Tapi sufi yang sangat muda dan kopong, yang masih sukar menunduk seperti paditua yang berisi. Mmmm,, kayaknya enak neh ganti nickname lagi jadi cacingmuda. Hehehehehe…

  • Sufi Gila

    waduh bukankah kita berkumpul untuk menjadi satu
    janganlah ditambah bibit pertengkaran dalam dunia ini
    ingatlah untuk menjaga kesucian qolbu dan lathaif kita bersama …. dan sadarilah apabila muncul penyakit hati maka secepatnya kita harus kembali memohon ampun agar tidak berlama2 setan bersemayam dalam diri … tanda orang berma’rifat pada Allah maka nampak sifat@ Allah …

    terkadang datang setan menjebak kita dengan kebenaran yang semu … misalnya membela Guru atau Rasul atau Allah … tapi pada akhirnya amarah muncul dan tak terkendali … itulah kita sudah dikuasi setan akhirnya bertengkar trus saling caci maki trus bunuh2an … padahal kalau dianalisa dengan jernih ngapain kita belain sampai marah2 ???? lha wong nggak sudah ada pembela apalagi Allah nggak usah dibela kok

  • sufimuda

    Syarat utama tentu saja ikhlas dalam ber guru…
    Islam, Aqil Baliq, mengerti dasar2 ilmu syariat seperti rukun Islam….

    mmm…. bagus nya langsung aja cari Guru Mursyid nanti akan diberitahukan rukun syaratnya.
    Apa Cut Nanda tertarik ber Tarekat?

  • Cut Nanda Keumala

    sangat tertarik Bang Sufi Muda….
    saya udah lama pengen belajar tarekat karena selama ini hanya sekedar membaca.
    Kebetulan kakek saya dari jalur ibu pengamal tarekat naqsyabadi dan Beliau kabarnya udah diangkat jadi khalifah sedangkan dari ayah sangat anti tarekat karena Beliau pengurus Muhamadiyah.

    Waktu kecil sempat diajak ibu ke tempat suluk kakek, disana rata-rata yang suluk itu orang tua. Kakek saya bilang kepada saya bahwa orang yang tidak bertarekat itu amalannya tidak sampai ke Tuhan. Sampai sekarang kata-kata itu masih melekat dalam ingatan saya.
    Apa benar begitu Bang?

  • sabdalangit

    Sy kira sampai pada Tuhan (wushul) tergantung dari hati kita masing2. Tarekat memang melibatkan hati dan merupakan step ke 2 setelah syariat. Ia melibatkan kalbu dlm beribadah. Tetapi itupun masih jauh. Karena tangga menuju Tuhan masih ada 2 step lagi yakni hakekat dan makrifat. Di atas tataran makrifat adalah kodrat. orang-orang yg sudah mencapai sajaratul makrifat, wushul (istilah Jawanya manunggaling kawula Gusti), kehendaknya adalah hakekat kehendak Tuhan. Maka tiap ucapannya menjadi terbukti dan mewujud (ludah api/idu geni). inilah makna dari “sabdo pandito ratu”. sabdonya (doa/ucapannya) niscaya terwujud. Begitulah Tuhan memberi kemuliaan kpd manusia utama.

    Dapat diumpamakan; umat manusia itu bertugas makan buah kelapa secara utuh.

    Serabut/kulit kelapa; itu umpama syariatnya (sembah raga).
    Tempurungnya; ibarat tarekat (sembah kalbu/cipta).
    Hakekat; umpama daging kelapanya (sembah jiwa/ruh/ruhullah).
    Makrifat; itu sebagai air kelapanya (sembah rahsa/rasa/sir/sirullah). sirullah adalah sebagaimana gula dgn manisnya, rembulan dgn sinarnya (Zat dgn perwujudan makhluk).

    Nah, jaman sekarang ini jauh lebih banyak orang2 yg kekenyangan makan kulit, sehingga lupa bahwa “perjalanan” spiritual seseorang itu masih panjang. Akibatnya, ia menjadi mudah menuduh kafir bagi yg pendapatnya dianggap berbeda. Langsung keluar muka beringas jika merasa tersinggung sedikit saja. Kebencian ditebar di mana-mana. Tidak sadar membawa-bawa nama Tuhan, sedangkan kehendaknya adalah kehendak nafsu (rahsaning karep) bukan kehendak yg suci (kareping rahsa).
    Padahal ilmu yg ada di bumi ini umpama hanya setetes air laut. sedangkan ilmu Tuhan ibarat seluas air samudra di dunia. merasa seperberapa tetes kah ilmu seseorang itu ? sehingga seringkali sudah merasa paling benar ?

    Begitulah; sedih rasanya menyaksikan semakin sulit ketemu org2 zuhud. Jangankan zuhud, tarekat sajalah. Itulah sebab, apabila perjalanan spiritual seseorang selalu dibayangi oleh ketakutan akan kesesatan dan syirik. Ujungnya justru ketidaktahuan yang tiada batasnya. Ironis ! kita itu kaya akan ilmu spiritual, tetapi MISKIN PENCAPAIAN SPIRITUALNYA.

    Semoga Mas Sufi Muda menjadi generasi muda yg mampu membawa pencerahan umat. Kematangan dan PENCAPAIAN SPIRITUAL bukan ditentukan oleh usia !

  • Nurcholis Majid

    Assalamu warohmatulloh wabarokatuhu alaikum…
    Salam kenal….
    Segitu sulitkah TUhan ditemui hingga memerlukan prose yang serumit itu…
    Toriqot itu perjalanan sejarah salik menuju Tuhan atau sebuah sistem yang mampu membawa salik menuju Tuhan..
    Tolong yang punya pendapat kasih ke aku donk, please

  • Sufi Gila

    @NurcholisMajid

    sebenarnya nggak rumit kok … yg bikin rumit ya kita sendiri … lha wong yang udah suluk berkali kali aja kadang masih nggak tahu tentang Allah … bahkan setan merasuki diri aja nggak sadar …. jadi semua butuh pemahaman atau ilmu …. sehingga saaat mengamalkan ngga ragu lagi … jaman dahulu menjelaskan tentang Tauhid sangat rumit karena belum ada teknologi … tapi jaman sekarang semua sudah semakin mudah …. al islamu ilmiyun wa amaliyun jadi ilmu dulu baru amal ….

  • Sufi Gila

    @NurcholisMajid
    menurut saya lebih baik cari aja yang bisa menjelaskan Tauhid dengan teknologi …. atau ilmiah sehingga anda nggak kebingungan dalam menjinakkan otak anda … dan selalulah berdo’a agar dibuka hijab hati … sebab sejuta penjelasan hanya akan jinakkan otak tapi hanya Allah yang bisa membuka hijab hati untuk menerima segala penjelasan tentang Tauhid

  • sufi gaul

    Abangda sufi gila……
    ada baiknya,agar semua jelas kang NurcholisMajid ini berikan aja alamat yang jelas dimana tempat menjelaskan tauhid ini, sehingga dia tidak hanya akan mendapatkan penjelasan tetapi langsung pada perakteknya juga…..
    sehingga dengan sendirinya dia akan paham sendiri.
    wassalam……

  • Sufi Gila

    @NurcholisMajid
    silahkan anda minta alamat di mana mendapatkan penjelasan tentang Tauhid kepada SufiMuda dan juga penjelasan tentang prakteknya … karena di manapun juga kita belajar asalkan ada jalur silsilah keguruan sampai kepada Rasulullah berarti anda sudah di track yang benar … walau apapun tingkatan gurumu nggak usah engkau khawatir …. bersyukurlah dengan segala ketetapanNya …. nanti pada saatnya engkau akan bertemu dengan Qutubul Aulia … dan di situlah akhir daripada perjalananmu … dan ikutilah selalu perintah Guru ruhanimu

  • Sufi Gila

    o yah sekedar tambahan kisah … dulu GURU ku pernah berkata “Tiada kebahagiaan yang lebih tinggi di saat sang Guru melihat murid-muridnya berhasil mendaki bahkan melewati perjalanan ruhaninya” … lalu Beliau berkata lagi “Walau sang murid telah melampaui tingkatan sang Guru, maka jangan pernah merasa lebih tinggi walau sebenang dari Sang Guru” …. itulah sepenggal perkataan Beliau yang telah terukir dalam hatiku …

    seperti kata Syekh Muhammad Hasyim kepada Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin … “di masaku akan turun belasan wali tetapi di masa anak mayor nanti akan turun ribuan wali” … tapi sedikitpun tak ada rasa bagi si murid melebihi sang Guru karena apapun yang telah dihasilkan oleh murid berasal dari pada sisi Sang Guru

  • a'au

    Rasulullah SAW :”Ali bin Abi thalib adalah pintu ilmu”.
    Ali bin Abi thalib.ra :”siapa diantara kalian yg dpt menyamai Luqmaanul hakim{Salman Al Farisi .ra} berarti dia telah beroleh ilmu yg pertama begitu pula ilmu yg terakhir,dia telah dibacanya kitab yg pertama juga kitab yg terakhir,tak ubahnya ia bagai lautan yg air nya tak kan pernah kering.”
    RASULULLAH SAW:”Salman Al Farisi adalah KELUARGA KAMI”.HR:Bukhari&Muslim
    >lho????
    >berarti Salman Al Farisi ahlul bait jg donk???kata NABI. lho,secara hakeket iya donk!..pdhl sebelom memeluk ISLAM beliau kan agamanya majusi..trus masuk kristen ,orang persia pula..memang Rasulullah itu sangat bijaksana..gak melihat orang dari keturunan mana?,dulu agamanya apa?bapaknya dr mana?..asalkan dia beriman & rela berkorban untuk ISLAM lahir bathin+istiqomah berarti jd keluarga…indahnya ISLAM itu.. rahmatan lil alamin..berarti ini bukan agama khusus ORANG ARAB…BTW Beliau {Salman Al Farisi}kan ahli silsilah kedua tariqah naqsyabandi setelah Sayidina Abu Bakar ash shidiq.ra…
    >ahli silsilah yg skrng siapa ya???hrs d cari tuh…
    >oooo………………………………..oooooooooooooooooooh…………

  • a'au

    makan gak makan asal jumpa……..indahnyaaaa….
    tak tahu maka tak kenal
    tak kenal maka tak sayang
    tak sayang maka tak cinta
    tak cinta maka tak kasih
    tak kenal=bingung…hehe…………………

  • ajak-ajak

    T_T

    Guru, aku Kangeeennnn…
    Mana mesti dines ke hutan rimba 1 bulan.
    Jadi terngiang lagunya kusplus AYAH:
    “… dengarkanlah,, aku ,, ingin berjumpa,, walau,, hanya dalam,, mimpi”

    Oh Kekasih
    Perkenankan aku ikut ke Arsy lagi,
    bermesra menatap wajah Tuhanku,
    dalam bimbingan penuh kasih,
    Ooh Sang Kekasih
    Ijinkan aku membantu membangun syurgaMu.
    jadi kuli di syurga, tidur di nerakapun tak mengapa

  • Harjo Santoso

    Asslmkm…
    Alhamdulillah…mudah2an ajaran2 tasawwuf senantiasa tercermin dr dlm diri kita,
    salam ta’dzim untuk sufimuda,
    tetep istiqomah nggih mas,,,
    mg2 Gusti Allah senantiasa mbimbing & memberi kekuatan kpd panjenengan
    081384804212
    mdh2n saya bisa menjadi sahabat panjenengan dunia-akhirat dlm kebaikan,Aamiin

  • kembang matari

    wah mudah²an temen – temen serius dalam menempuh jalan cinta, karena terlalu banyak hijab yang harus dirubuhkan..dan itu ga mudah.harus siap lahir dan batin..

    cheers…..

  • ajak-ajak

    selain kesungguhan dan kesiapan lahir batin, yang pertama mesti di cari itu adalah Guru Mursyid itu sendiri kan? Dengan syafaat Beliau lah hijab2 itu bisa dirubuhkan. Beliaulah Sang kekasihNYA yang dengan ijin ALLAH SWT akan membimbing kita dalam menemukan Sang Cinta.

  • kaffikamaly

    Guru Mursyid, sekarang telah banyak orang-orang menyebut gurunya yang mengajar dzikir dan yang isi pembicaraannya mengandung kata-kata tauhid atau kata-kata hakikat atau ma’rifat, maka dengan segera gurunya itu disebut Mursyid, padahal guru Mursyid itu haruslah menjadi guru Yang Mursyid, yaitu seorang yang telah menguasai ilmu dan keilmuan hakikat agama yang terdalam. menurut syaikh Abdul Qadir jailaniy ra dan syaikh Ahmad Kabiru rifa’i, bahwa yang disebut guru yang Mursyid itu, minimal harus dapat hadir untuk muridnya ditiga tempat, pertama: Guru yang Muirsyid itu harus bisa berada disaat muridnya mau dicabut nyawanya oleh malikil maut, sang Mursyid itu harus berada ditengah diantara muridnya dengan malikil maut, dan terserah sang mursyid, apakah dia mau serahkan muridnya atau tidak. Kedua: Guru yang Mursyid itu harus bisa berada bersama muridnya saat muridnya menghadapi munkar wa nakir didalam kubur, dan yang ketiga: bahwa Guru yang Mursyid itu harus dapat menggandengkan tangan muridnya saat melintas diatas jembatan shiratal mustaqim. hal ini tersesuaikan dengan ayat qur’an yang menyatakan bahwa : “Setiap manusia pada hari kimata dipanggil beserta imamnya”. kenapa Guru yang Mursyid bisa melakukan hal ini semua, karena mereka para Guru yang Mursyid telah bekerja dalam kemampuannya Allah SWT, mereka tidak bekerja dengan kemampuan diri mereka sendiri. mengapa demikian, karena Guru yang Mursyid adalah pengejawantahan sirullah dimuka dunia ini, hanya saja banyak orang yang tidak atau belum memahami sepak terjangnya Guru yang Mursyid.

    Guru yang mengajar tentang pelajaran dasar/fiqih, syareat ataupun baca qur’an, maka gurunya itu pangkatnya Ustadz atau mudaris atau murabbi, kiyai dll.

    Guru yang mengajarkan tentang Dzikir, wirid, hikmah atau yang dikenal dengan sebutan Thariqat, maka gurunya berpangkat Syaikh (yang lebih tua)

    Guru yang mengajarkan ilmu kenal diri sendiri, dari luar sampai kedalam, dari atas sampai kebawah, dari qaib sampai nyata (bukan dari nyta sampai qaib), maka gurunya itu berpangkat Mursyid.

    Guru yang mengajarkan tentang kenal mengenal kepada Allah SWT, yang tiada lain adalah rahasia terdalam dari ilmu hakikat itu sendiri, sebagai rahasia diri pribadinya setiap manusia, maka gurunya itu berpangkat Wali. setiap kepangkatan guru ini memiliki kriteria dalam yang berbeda beda dan bertingkat pula. maka sekarang lihatlah kepada guru kita masing-masing, pangkat apakah dia sekarang ? semoga kontribusi pemikiran ini mendapat perhatian serius diantara kita semua.

    Guru yang mengajar

  • SufiMuda

    Apa yang kaffykamaly sampaikan itu benar dan insya Allah Guru saya memenuhi semua kriteria itu.

    Memang sekarang ini banyak orang salah mengartikan tentang Mursyid sehingga ahli agama pun disebut Mursyid.

    Sedemikian tingginya kedudukan Mursyid sehingga Syekh Junaidi pernah berkata, “Makrifat kepada Syekh Mursyid adalah awal makrifat kepada Allah”.

    Seorang Guru Mursyid harus seorang Wali Allah (kekasih Allah) yang bisa mengantarkan muridnya kepada Allah dan bisa mempertangjawabkan segala amal perbuatan muridnya.

    Apapun deninisi kita tentang Mursyid tidak akan bermakna sama sekali sebelum kita bertemu dengan Mursyid yang sebenarnya.

    Salam

  • Musafir Gendeng

    Ass.
    Sholu’ala nabi muhammad…..
    IMAN ibarat bibit, HATI ibarat tanah, AMAL/ibadah & pengabdian ibarat menanam, ILMU ibarat metode menanam. Ketika bibit ditanam dengan benar di hati yang bersih, maka buahnya adalah Ma’rifatulloh. Adapun kelebihan-kelebihan hidup, baik sebagai karomah maupun istidroj, itu sekedar bonus amal. Untuk mendapatkan karomah dan terhindar dari istidroj, maka amal membutuhkan latihan yang terbimbing. — Ikuti…. progam WISATA RELIGI gratis untuk melatih diri bersama kami guna mencari dan mengenali jati diri menuju pengenalan /ma’rifat kepada Ilahi Rabbi.(Semarag)
    mantap kang kaffykamaly…
    Nambah dikit…
    Harusnya di dunia ini,Guru Mursyid yang sejati lagi mulia, harus sudah dapat dilihat cirinya.bukan terlihat kalo kita mau mati atou sesudah mati baru kita tahu.
    udah banyak yg mengulas “Guru Mursyid yang sejati lagi mulia”adalah pilihan allah lewat Mursid yang terdahilu(Talkin)..
    Siapa yangmembimbing kita terbang dari alam dunia menuju alam ruhaniah….
    Alam Malakut dan seterusnya……sampai bersusyahadah,bermujalasyah dan seterusnya.
    padahal di situ banyak virus-virusnya lo….
    jadi dimanapun kita berada, Guru Mursyid yang sejati lagi mulia”akan selalu menyertai. tapi ada syaratnya “minimal kita sudah nge-link (Wusul sama Mursidnya)
    Wasalam……….

  • sufi gila

    salam cinta dan damai]

    @kaffikamaly
    bagi yg belajar carilah guru yg mursyid bagi yg mengajar carilah murid yg shiddiq … kalau bagi saya yg jelas Guru adalah pintu menuju hakikat Tuhan yg sesungguhnya … Tuhan yang tiada bernama tiada bersuara tiada berhuruf yg tiada yg menyertaiNya yaitu Tuhan segala Tuhan yg sendiri dalam kesendirianNya…. maka seorang Guru yg benar maka Dia akan tahu kapan harus melepaskan ikatan dengan sang murid karena sang murid telah betemu dengan Tuhannya yaitu Nurun ala Nuurin … maka tiada rasa takut bagi yg telah menemukan hakikat diri dan hikihat Tuhan … tiada pemaknaan yg tepat bagi Tuhan karena pemaknaan bersifat baharu/semu

Tinggalkan Balasan ke Harjo SantosoBatalkan balasan