Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

Minum racun adalah tindakan ekstrim untuk membuktikan sebuah kebenaran dan anda tidak harus memilih tindakan itu andaipun diperlukan. Namun demikian, agama Islam adalah agama yang eksak, pasti dan konkrit bukan sekedar dogma yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Ketika satu sisi dari Islam dipahami dan kemudian diyakini itu sebagai kesempurnaan Islam maka yang terjadi adalah keterpaksaan di dalam menerima hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan akal fikirannya.

Islam yang kita terima saat ini telah melewati rentang waktu yang panjang dan melewati pula pergolakan politik sehingga tidak menutup kemungkinan apa yang kita terima hari ini sebagai sebuah “paket” Islam tidak menutup kemungkinan telah terdistorsi. Apa yang kita yakini sebagai Islam (syariat) sebenarnya tidak lain adalah kumpulan argumentasi para ulama zaman dulu yang sebenarnya masih memiliki ruang untuk dikritik. Tapi sayangnya ruang itu di kalangan ulama fiqih sudah ditutup rapat-rapat sejak lama dengan sebuah ungkapan bahwa Pintu Ijtihad telah ditutup, maka tidak ada lagi kemungkinan untuk dibuka kembali.

Maka beragama kita hari ini adalah hasil dari argumentasi dari para ulama terdahulu dan kalaupun ada fatwa baru tidak lebih dan tidak kurang tetap memakai pola yang telah ada. Keuntungan bagi ulama fiqih adalah mereka hanya berada pada tahap argumentasi sehingga tidak perlu pembuktian akan kebenarannya. Imam Syafii berpendapat batal wudhuk jika menyentuh perempuan yang bukan muhrim sedangkan Imam Hahafi dan Maliki berpendapat beda, tidak batal wudhuk. Lalu kalau kita ingin kritis, kalau menurut Allah batal wudhuk tidak?

Baru kita bahas tentang batal atau tidak wudhuk, belum lagi hal lain, rukun shalat dan ibadah lain. Maka ujung dari sebuah argumentasi adalah “Wallahu’Alam”, Hanya Allah yang mengetahui, tidak lebih dan tidak kurang. Jika hanya berada pada tataran syariat juga tidak akan bisa menjawab apakah ibadah diterima atau tidak oleh Allah karena argumentasi tidak bisa mencapai ranah PASTI. Argumentasi hanya bisa mengatakan ini sudah sesuai atau tidak dengan aturan. Sah atau tidak cara ibadah dijawab dengan argumentasi oleh ahli fiqih sementara diterima atau tidak itu sudah masuh kepada wilayah pembuktian, disinilah tasawuf lewat metodologi (tarekat) bekerja untuk bisa mencapai tahap pembuktian.

Tasawuf yang saya maksud adalah tasawuf yang dipraktekkan dengan tarekat bukan tasawuf berupa kajian-kajian. Tasawuf kajian nanti akan kembali lagi kepada syariat, hanya mengetahui tanpa bisa dibuktikan. Anda mengikuti kajian tasawuf, disana dibahas tentang hakikat Ikhlas, walaupun 5 jam dibahas tetap saja hati anda tidak terasa ikhlas. Ikhlas hanya bisa dicapai kalau anda mempraktekkan zikir dibawah bimbingan Mursyid, melewati cobaan demi cobaan, barulah Allah SWT berkenan menitipkan Ikhlas-Nya ke hati anda.

Karena itulah fenomena sekarang orang banyak ikut kajian tasawuf tapi sifat-sifat tercela tetap juga menumpuk dihatinya karena mereka hanya balajar ilmu tasawuf bukan tasawuf nya. Jika ilmu tasawuf yang anda cari, tidak usah belajar kepada Mursyid, semua bisa anda baca di buku-buku tasawuf yang jumlahnya sangat banyak. Jika makin anda mengikuti pengkajian tasawuf dan hati anda makin suka menyalahkan orang lain itu tandanya anda belum bertasawuf, masih mengunyah sampah bukan isi.

Kajian tasawuf hanya untuk sebagai semangat tahap awal untuk menapaki jenjang berikutnya dan itu hanya bisa didapat dengan mujahadah lewat bimbingan Sang Ahli. Jika tidak nanti anda hanya berada pada tahap argumentasi sama halnya dengan fiqih, banyak tapi tidak banyak merasakan. Tasawuf adalah RASA dan tidak akan diketahui kecuali oleh orang yang telah sampai ke tahap RASA. MUSTAHIL mencapai tahap makrifat kalau hanya dengan mengikuti kajian tasawuf karena MAKRIFAT itu sudah wilayah RASA dan sudah masuk wilayah PASTI bukan wilayah kaji.

Single Post Navigation

4 thoughts on “MAKRIFAT TIDAK DIDAPAT LEWAT ARGUMENTASI

  1. Alhamdulillah terimakasih tak terhingga utk pencerahannya… semoga kami sellau berada dlm tilik kasih sayangNYA…..😇

  2. Terima kasih guru

  3. Assalamualaikum tuan guru, untuk itu kami mohon terus bimbingan selamanya. Allahumma salliala saidina waala ali saidina muhammad. Wassalamualaikum

  4. jonnihasibuan on said:

    Alhamdulillah.
    Terimakasih Tuan

Tinggalkan Balasan ke Budisufi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: