Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

BIARLAH ENGKAU TAHU SENDIRI

Hadist sampaikanlah dakwah walau satu ayat tentu anjuran ini berhubungan dengan ilmu zahir (syariat) sedangkan di lain kesempatan Nabi menasehati kita untuk hati-hati dalam menyampaikan ilmu-ilmu khusus, “Sampaikanlah menurut kadar si penerima”. Islam itu berlapis dan tentu saja ilmu tentang Islam itu juga berlapis baik yang zahir maupun yang batin.

Dalam biografi tentang `Abdullah Al-Qurasyi dijelaskan bahwa suatu saat murid-muridnya memintanya untuk menyampaikan secuil tentang ilmu hakikat. Menanggapi permintaan murid-muridnya, dia lalu mengatakan pada murid-muridnya itu, “Berapa jumlah kalian saat ini?” Murid-muridnya menjawab, “Ada enam ratus orang.”

“Pilih seratus orang yang terbaik di antara kalian,” begitu pinta sang guru. Mereka lalu memilih seratus orang terbaik. “Dari seratus itu, ambil dua puluh orang yang terbaik,” sang guru menyaring lagi. Mereka lalu memilih dua puluh orang yang terbaik. “Seleksi lagi empat orang terbaik dari dua puluh itu,” kata sang guru meneruskan seleksinya.

Lalu mereka memilih empat orang terbaik itu, karena hanya empat orang itulah sesungguhnya yang mempunyai kemampuan kasyf dan makrifat. Tapi menariknya, Muhammad Al- Qurasyi lalu berkata, “Sekiranya aku sampaikan semua pengetahuan tentang hakikat (`ilm al-haqa’iq) dan pengetahuan tentang semua misteri / rahasia ( ‘Um al-asrar) itu pada kalian, niscaya orang pertama yang menjatuhkan vonis kafir kepadaku adalah empat orang ini.”

Tentang hakikat tidak akan mampu diuraikan lewat kata karena hakikat merupakan RASA dan tidak akan pernah bisa mengetahui tentang Rasa kalau tidak pernah merasakan.

Imam al-Ghazali ketika ditanya tentang hal-hal rahasia (hakikat) Beliau dengan bijaksana menjawab, “Tidak semua pertanyaan mu harus ku jawab, biarlah engkau nanti engkau tahu sendiri”. Ketika tiba masanya, seorang perempuan akan tahu bagaimana rasa menjadi seorang Ibu ketika dia sudah menikah dan melahirkan anak begitu juga seorang laki-laki akan mengatahui bagaimana menjadi seorang bapak ketika dia telah menikah dan memiliki seorang anak. Ribuan lembar buku tidak akan bisa menghadirkan RASA menjadi seorang Ibu atau Bapak sampai dia sendiri mengalaminya.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat…

Single Post Navigation

3 thoughts on “BIARLAH ENGKAU TAHU SENDIRI

  1. Hermawan on said:

    Amin….

  2. nur sholeh on said:

    aamiin,..terimakasih

Tinggalkan Balasan ke Teguh efendi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: