Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Setelah Shalat Subuh (11)

Salah Minum Obat

Karena salah memahami tentang wasilah inilah sebagian orang menuduh praktek ibadah dalam tarekat menjadikan Guru sebagai perantara antara manusia dengan Allah. Perdebatan ini sudah berlangsung sejak lama, Al-Gazali telah mendamaikan dalam karya-karyanya namun dikemudian hari muncul lagi gerakan wahabi yang menyerang tradisi yang sudah terbangun selama ribuan tahun sejak zaman Nabi. Atas niat ikhlas namun kurang ilmu mereka melarang total tarekat/tasawuf di Arab Saudi dan berusaha mengeskpor pemahaman tersebut ke dunia Islam lain agar seluruh dunia melarang tarekat dan tasawuf.

Bukan hanya tarekat yang dilarang, ziarah ke makam wali juga dilarang bahkan makam-makam para auliya dihancurkan untuk menjaga ummat tidak melakukan praktek-praktek ibadah yang menjurus kepada kemusyrikan.

Apa yang dilakukan oleh kaum wahabi saya pribadi bisa memaklumi karena sebelum menekuni tarekat saya juga memiliki pemahaman yang sama walau tidak se ekstrem pemahaman wahabi.

Prof Dr. Kadirun Yahya MA, M.Sc adalah tokoh sufi yang berjasa mendamaikan antara syariat dengan hakikat dimana Beliau menjelaskan tentang wasilah tersebut lewat ilmu teknologi yang bersifat eksak dan tidak terbantahkan. Penjelasan sedemikian jelas itulah yang membuat Presiden Sukarno bisa paham kenapa seorang WTS bisa masuk surga hanya karena memberi makan anjing yang kehausan. Penjelasan sedemikian sederhana itu pula yang membuat para professor dan para ahli teknologi diseluruh dunia belajar kepada Beliau, belajar menekuni tarekat, sebuah warisan Nabi yang tidak terhingga nilainya.

Selama ini tasawuf dijelaskan secara ilmu sosial, memakai dalil-dalil sehingga terjadi perdebatan yang tidak ada ujungnya. Ilmu sosial tentu saja bisa diperdebatkan karena multi tafsir sedangkan ilmu teknologi tidak demikian. Seluruh dunia tidak ada yang memperdebatkan 1 + 1 = 2, semua menerima bahwa hasil satu ditambah satu sama dengan dua. Seluruh dunia juga menerima hukum gravitasi, sebuah hukum pasti dan tidak terbantahkan.

Tasawuf sebenarnya bukan ranah ilmu sosial tapi ilmu teknologi. Tasawuf merupakan teknologi al-Qur’an yang memiliki energi Maha Dahsyat yang bisa membelah belah bumi, bahkan kiamat pun bisa tertunda berkat teknologi al Qur’an. Dengan teknologi al-Qur’an itu pula para Nabi menjukkan mukjizat dari Allah dan para wali menunjukkan karomahnya.

Anda jangan berikan perkerjaan teknologi kepada orang yang belajar ilmu sosial, mereka tidak akan paham apalagi melaksanakanya. Jangan dan suruh sembuhkan penyakit jantung kepada orang ahli ekonomi, jangan pula anda suruh buat komputer kepada orang ahli hukum, mereka tidak paham.

Karena Agama hanya dipahami secara aspek zahir, hanya berupa ilmu sosial, maka kehebatan al-Qur’an itu tidak bisa direalisasikan, hanya menjadi dogma dan cerita saja. Semua orang mengetahui bahwa al-Qur’an adalah sebagai obat, tapi berapa banyak orang bisa membuktikan secara ilmiah, secara pasti bahwa al-Qur’an bisa menyembuhkan HIV/AIDS, menutup jantung berlobang dan menyembuhkan kanker berat?

Orang ilmu sosial hanya paham dengan Rukyah, membaca baca saja ayat-ayat al-Qur’an dan dia yakin orang jadi sembuh, terutama orang kesurupan walaupun dalam kenyataan orang tidak kesurupan malah menjadi kesurupan setelah di ruqyah.

Orang ilmu sosial juga hanya paham menulis ayat-ayat al-Qur’an di kain, kemudian dibungkus dan di ikat dibadan untuk dijadikan jimat, sampai tahap itulah yang bisa dilakukan. Anda berdalih bahwa Nabi menyembuhkan orang dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an, itu benar tapi apakah sama bacaan Nabi dengan bacaan anda?

Itu sama dengan anda mencontoh seorang dokter hanya dengan mengamati praktek kerja dokter, kemudian anda melakukan hal yang sama persis, tapi kan sangat jauh berbeda seorang dokter yang telah 20 tahun mengenyam pendidikan dengan orang yang hanya melihat beberapa hari. Cara prakteknya mungkin bisa ditiru tapi hasilnya sangat jauh berbeda, bagai bumi dengan langit.

Perumpamaan itulah untuk memudahkan kita memahami tentang nabi. Di akhir zaman yang semakin aneh ini banyak orang yang memakai pakaian seperti pakaian Nabi seolah-olah dialah pengikut utama Nabi, yang lain hanya pemain cadangan. Kemudian berteriak keras menuduh orang lain salah dan merasa dirinya paling benar. Itulah persis seperti orang mencontoh dokter setelah jadi dokter, merasa sudah menjadi dokter hanya dengan membaca dan melihat praktek dokter, tanpa belajar dengan sungguh-sungguh di lembaga resmi fakultas kedokteran.

Kalau muncul dokter gadungan berbahaya bagi fisik manusia maka muncul ulama gadungan yang hanya ikut-ikutan berbahaya bagi bathin ummat, membuat ruhani ummat menjadi sakit. Kita bisa saksikan ummat sekarang berada dalam kondisi sakit, suka memfitah dan menyalahkan orang lain. Merasa benar sendiri dan merasa dialah orang yang paling mengikut sunnah Nabi. Penyakit ini muncul akibat dari resep palsu yang diberikan oleh ulama gandungan tadi, saya menyebutnya dengan istilah “salah minum obat”.

Single Post Navigation

6 thoughts on “Setelah Shalat Subuh (11)

  1. Nanang Eko on said:

    Sangat bagus gamblang…
    Ijin download…. Utk di print..Agar bisa di baca dan di pahami…. Tanpa hrs punya gagget..Laptop..Bagi saudaraku yg lain
    Terimakasih Sufimuda..

  2. Cahaya terang on said:

    Smoga penulis sehat dan panjang umur

  3. Penyusunan ayatnya mantap, saya mengagumi cara penulisan dan pemahaman anda mengenai hakikat juga cara penyampaian yang mudah tapi berkesan, ingin saya minta izin meng’copy’ tulisan anda ini.

  4. Alhamdulillah…trms bg sufi…,smg kita berjumpa dgn ulama pewaris nabi diakhir Zaman …aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: