Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Beda Ilmu dan Makrifat

adabPagi ini saya coba membahas tentang ilmu dan makrifat, sesuai dengan status di Facebook tapi pagi, “Ilmu menyadarkan manusia akan adanya Allah sedangkan makrifat membawa manusia kehadirat-Nya”. Ilmu diperoleh dengan mencari, mempelajari, menelaah sehingga memperoleh sebuah kesimpulan dan kesimpulan tersebut disebut sebagai pengetahuan. Untuk mendapatkan ilmu diperlukan panca indera sebagai media penerimanya.

Makrifat tidak diperoleh lewat pencarian dan penelitian, tidak lewat hasil diskusi dan membaca dan tidak pula lewat kajian-kajian. Berpuluh tahun kita mempelajari makrifat dan beribu buku dibaca tidak akan mengantarkan kita kepada makrifat.

Makrifat yang saya maksudkan adalah Makrifatullah yang sering disederhanakan maknanya menjadi mengenal Allah. Makrifat bisa diartikan sebagai kondisi dimana manusia benar-benar telah mengenal Tuhan sehingga tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati bahwa sesuatu yang diyakini itu benar-benar Allah. Hal ini terungkap dalam ungkapan Syekh Abu Yazid Al-Bisthami ketika ditanya tentang makna makrifat, Beliau menjawab, “Tiada keraguan sedikitpun bahwa yang aku saksikan adalah Allah”

Makrifat dalam pandangan Abu Yazid adalah Penyaksian (Musyahadah), sebagai syarat awal untuk bisa dikatakan seseorang telah mengenal Tuhannya. Syarat seseorang bisa disebut sebagai muslim apabila telah mengakui Allah dan Rasul-Nya dalam sebuah kalimat pendek, “Aku Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad adalah Rasul-Nya”.

Tahap selanjutnya tentu kalimat itu bukan sekedar diucapkan, tapi kita benar-benar telah menyaksikan Allah SWT dan telah menyaksikan Muhammad sebagai Rasul sehingga kita tidak tergolong sebagai orang yang bersaksi palsu.

Makrifat hanya bisa didapat lewat mujahadah dalam dzikir dan ibadah, sehingga akan sampai rohaninya kepada alam Rabbani sehingga sang Hamba menyaksikan akan keagungan Dzat Allah yang sulit terungkap lewat kata-kata. Tahap ini hanya bisa diperoleh dengan bimbingan Seorang Wali Allah yang sudah sering bolak-balik ke sana sehingga bisa dengan teliti membimbing para murid Beliau untuk menempuh perjalanan kesana.

Kalau ada sebuah karangan yang mengupas tentang makrifat, itu hanyalah ilmu makrifat bukan makrifat itu sendiri. Membaca buku tentang makrifat akan menambah pengetahuan kita tentang makrifat tapi tentu saja tidak bisa membawa rohani kita sampai ke-alam makrifat itu sendiri.

Karena kunci untuk bisa sampai ke Alam Rabbani adalah lewat bimbingan seorang yang ahli, maka sebagai pencari kita berdoa agar Allah dengan sifat pengasih dan penyayang berkenan memperkenalkan kepada kita seorang kekasih-Nya, Ulama pewaris Nabi yang ikhlas tanpa pamrih membimbing kita untuk mengenal Allah SWT. Kita selalu berdoa semoga Allah memperkenalkan kita kepada sosok ulama yang benar-benar mewarisi Nur Muhammad sebagai syarat utama bisa menuntun rohani manusia, bukan ulama hanya sekedar mencari ilmu lewat membaca atau ulama yang disebut ulama karena pakaian dan tampilan fisiknya semata.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menuntun kita semua menuju kehadirat-Nya, Amin ya Rabbal ‘Alamin…

Single Post Navigation

79 thoughts on “Beda Ilmu dan Makrifat

Navigasi komentar

  1. Ass wr wb bang saya sdh dibimbing guru mursid pertanyaan saya otoritatif
    itu dg jerih panyah kitA atau atas kehendak guru kalau dg usaha kita bagaimana kita hrs melakoni

    • Wa’alaikum salam
      Atas kehendak Allah semata, sebagai murid kita melakukan kewajiban yang telah ditentukan, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan. Itulah sebabnya makrifat itu tidak bisa dicari. Ketika Allah menghendaki kita sampai kepada makrifat, maka Dia menuntun kita kesana, lewat kesungguhan dalam mujahadah.

  2. freaxout on said:

    knp kok ilmu di peroleh panca indra? banyak yang ngga pake mas dan makrifat dari mujahadah dzikir dan ibadah? masak sih, kalo belum bisa ya ngga bakalan bisa semua berbalik pada awalnya(tujuan dari ibadah itu sendiri) makanya niatnya apa? terus kalo udah dapet mau diapain ilmunya? terus kalo udah dapet ilmunya terus kenapa;bangga jadi orang yang makrifat apa? memangnya yang dicari makrifat itu masuk alam rabbani? memangnya ada alam rabbani? antum kalo ngasih ilmu ke orang yang bener nanti di tanya di akhirat kalo semua masih katanya apa yang berkata nanti yang nanggung kalo salah. ia kalo orangnya ngomong kalo bagian dari pembodohan ummat berarti yang buat buku yang ngomong

    • Saya dulu py pendapat spt anda krn persepsi sy terbentuk hy dari membaca dan mengaji. Tp karena penasaran sy akhirnya terjun k dalamnya dan yg plg penting mempraktekkan dgn bimbingan seorang guru sufi dan alhamdulillah sy baru ‘ngeh’ bahwa saya dulu orang yg picik dgn pengetahuan agama yg dangkal sdh brani menghakimi yg lain.begitulah pengalaman pribadi saya semoga Allah memberikan hidayahNya kepada anda.tks

    • sholin on said:

      ketahuan kalau anda sebenarnya masih ……………belum sampai dan masih berkutat di syariat aja

    • adi sucipto on said:

      Klau ngomong di pikir
      Anda tau agama islam dr siapa ?
      Anda tau ada muhammad dr siapa?
      Bukankah itu semua katanya ulama/buku

      Untuk jwbn di atas benar adanya wlaupun itu kata orang,klau kita punya iman

    • Sabar Om, ilmu yg ada pd dirimu belum dapat merubah adabmu. Belajar lagi ya Om. Maaf

    • syahrisal on said:

      kata rasulullah seandanya kalian tahu tentang apa yang kalian bahas,,, tentulah kalian akan mencari dan merangkak untuk mendapatkan wali wali allah swt dimuka bumi ini……..

  3. ijin copas Tulisannya Tuan…. 🙂

  4. Ping-balik: ilmu dan ma’rifat | MUHAMMAD ARIFIN

  5. hehehe Terima Kasih bang Sufi Muda atas pencerahannya…..teruslah menulis/berkarya Bang..Kami selalu menunggu pencerahan yang selanjutnya.

  6. Teguh Riyanto on said:

    assalaamu’alaikum…

    sahabatku sufi muda, tolong kalau ada mursyid di wilayah madiun atau sekitarnya saya bisa diberitahu alamatnya atau mungkin dikenalkan dengan sahabat sufi yang sefaham di wilayah saya terimakasih salam…

    teguh riyanto –  madiun

    • Wa’alaikum salam
      Kalau di daerah madiun saya belum ada info, mungkin sahabat yang lain ada yang bisa bantu memberikan informasi utk mas Teguh Riyanto?

    • amir karyo on said:

      Sekedar berbagi info :
      Di kota Kediri ada seorang Mursyid Besar, tepatnya di pondok pesantren Kedung Lo, jalan Wahid Hasyim Kediri. Beliau menggunakan metode Sholawat.

  7. linda on said:

    Izin share ya bang sufi muda

  8. Aim andalusia on said:

    Terima kasih banyak Bang Sufimuda…

  9. apakah ajaran makrirat hanya shalat batin saja sedangkan jasad atau raga tidak usah shalat?

    • Pertama, Tidak ada ajaran makrifat, Makrifat adalah kondisi atau maqam atau kedudukan rohani
      Kedua, Tidak ada shalat bathin, shalat harus dzahir dan bathin. Dzahir mengikuti aturan shalat yang telah ditetapkan sedangkan bathin, rohani menghadap Allah SWT. Sebagaimana Rasul shalat dzahir dan bathin maka kita sebagai ummat Beliau juga melakukan hal yang sama.

    • Tidak begitu..cuma kena tahu siapa yang memandu tubuh berbuat salat

  10. sayyid on said:

    Assalamualaikum wr.wb,
    semalam Allah mengajak saya berbicara, Allah berkata”,Lihatlah duniaKU ini sudah mau hancur”.

    wassalamualaikum wr.wb,

  11. kita di lahirkan ke muka bumi ini kan buat menjadi makhluk yg sempurna lahir dan bathin ??? sempurna nya seseorang di dalam mendalami agama yg di bawa baginda adalah apbila kita sudah bertemu dengan ———————————-???????????????? orang yg di pilih oleh allah swt bukan pilihan manusia dan dia tak pernah mengaku siapa dirinya ,,,,,./…………orang tareqah sejati pasti paham………….. karena kebenaran cerita ad pada orang pilihan nya yg maha agung bukan pilihan manusia ,,,,kebenaran…kebenaran..kebenaran.yg haiki.apakah anda sudah pernah bertemu dengan yg sy maksud ,,,,,, saya riskan menyebut anda seorang sufi apakah berdasarkan cerita 2, yg anda tulis lantas anda sudah layak menyandangnya …. sesungguhnya manusia adalah makhluk yg sering ,,, lalai akan tugas dan tanggung jawab nya lalai akan dirinya ……di akui lebih baik dari pada mengaku ……..————
    wahai kawan ingat siapa DIRI ANDA JANGAN LUPA DIRI ………..

    • Setiadi on said:

      Sufi atau bukan seorang sufi, bertemu atau belum bertemu biarlah itu menjadi pengalaman hidup Sufi Muda baik lahir maupun bathin. Buat saya apa apa yg disampaikan seorang Sufi Muda adalah pengetahuan atau ilmu yg baik karena itu menyangkut iman dan akhlak manusia. Tentunya kita tidak taklid buta, karena banyak sekali kaum ulama dahulu mengajarkan pengetahuan atau ilmu seperti yg disampaikan oleh seorang Sufi Muda. Seperti Abdul kadir Al Jailani, Para Wali Allah yg 9, Ibnu Kasir, Al Gazali, dll banyak sekali. Inipun kalau anda mempelajari dan meyakini apa apa yg anda pelajari.Jadi intinya kalo anda tidak setuju dgn apa yg disampaikan Sufi Muda maka kesampingkan saja dan diam itu lebih baik. Iman itu masalah keyakinan mengenai Allah Swt dan apa yg dibawa oleh Rosulnya. Begitupun ilmu dan pengetahuan seseorang atau ilmu.atau pengetahuan para ulama kalau kita tidak yakin maka hindari… begitulah adab kita untuk belajar… terima kasih mohon maaf lahir dan bathin saudaraku

      • Terimakasih banyak…

      • manusia punya tingkatan pengetahuan dan tidak semua manusia sama …. agama .keyakinan adalah tanggung jawab pribadi diri kita ,,, jangan pernah ikut ikut an di dalam beragama karena kita yg bertanggung jawab sepenuhnya terhadap diri kita ……………sesungguhnya ilmu agama yg sejati dan tak pernah bohong adalah diri kita sendiri
        karena kalau kita laki -laki akan di tuntut kelak pertanggung jawaban nya ……… buat apa ikut 2 an orang yg belum pernah dan mungkin tak tahu ap itu sorga dan di mana api neraka itu ,,,,,,,, wahai saudara ku jadilah pemimpin bagi dirimu dan keluargamu …,.,……pelajarilah dari dasar jangan menyantap yang sudah jadi nanti akan membuat bingung diri ………………………………….ilmu yang berasal dari cerita turunan apa bila salah sedikit diatas maka selamanya nya kalian salah . jangan terima instan nya saja tapi kaji dari bawah seperti menaiki anak tangga akan nikmat hasilnya ,,,,,, mencari di mana tuhan wajar dan lumrah tapi menjadikan diri tuhan ,,,,,,,,,,,, allah yg maha tahu segalanya ……….

      • YAH MAKANYA SAYA INGAT KAN ORANG YG TAK PAHAM

  12. assalamu ‘alaikum Wr. Wb. bang sufi muda yg saya hormati, mohon informasinya guru mursyid yang ada di wilayah tegal-jawa tengah dan sekitarnya. terimakasih

  13. annggit on said:

    ass. ngomong-ngomong sufimida pke komputer softwarenya bajakan atau smua asli original….?
    klo pke yang bajakan kan haram….

  14. Ass,,wr.wb.
    Apakah manusia di bumi ini yg tidak mempunyai ‘guru’ pembimbing seperti yg anda maksud berada dalam kesesatan ?
    Wass. wr.wb.

    • Yang dimaksudkan oleh sufimuda adalah guru sebenar benar guru yang bisa membimbing murid merentasi jalan rohani ..orang makfifat (kenal) Allah…bertemuNya adalah perkara gampang

  15. kalau boleh tau fb njenengan apa ustad? Saya pngn belajar banyak dari anda. Mksh

  16. lagaligo on said:

    Sip..Marifat adalah proses pengenalan dan penunggalan Tuhan Ɣñƍ Maha Esa,Proses ĬϞĭ butuh waktu τϊđακ sebentar, penuh dgn cobaan rintangan ƔάϞƍ sangat-sangat luar biasa.Kita dilatih bersabar dan bersyukur itulah salah satu prosesNya.

  17. hebatnya sufi muda ini kalau orang yang sepaham dengannya pertanyaan dijawab tapi kalau orang yang bertanya tidak sepaham dengannya tidak mau menjawab kenapa begitu seharusnya yang salah harus diluruskan kalau kamu memang benar seorang sufi ?

  18. Mahmud Firmansyah on said:

    kalau boleh saya tahu, siapakah guru anda? dari golongan manusia ataukah dari golongan yg lain?

      • Assalamualaikum ustad.. Kalau saya dan teman2 diperintahkan ustad kami untuk bershalawat.. Apakah bisa jalan thariqat kami hanya shalawat itu sendiri? Kalau kami mengaji pun yang dibahas seputar syari’at, ustad.. Apa kami sudah bermursyid? Syukron

        • Wa’alaikum salam wr. wb
          Beda, shalawat adalah amalan, baik pengamal tarekat atau bukan semua bershalawat kepada Nabi.
          Tarekat intinya amalan bukan kajian. Ketika mengamalkan dzikir maka Allah memberikan ilmu kepada kita. Guru Mursyid adalah pembimbing rohani yang jalur keguruannya bersambung kepada Rasulullah SAW tanpa terputus, jadi ilmunya bukan diperoleh lewat membaca..

        • Ilmu adalah segalanya…kemudian amal

  19. jadi lah surya yg menerangi siapapun tanpa memilih ,,agama,suku,,tua ,muda ,kaya ,miskin …….karena semuanya adalah milik nya yg agung ……… baik buruk yang datang adalah dari allah terima syukuri ….. tak ad kata pilih 2 dalam kebenaran …apakah anda ragu dengan kebenaran cerita anda terbukalah dengan lebar kalau itu yg anda inginkan ////

  20. amir karyo on said:

    Salam kenal Sufi Muda dan saudara-saudaraku yang lain.

    “Awaludin Makrifatulloh… Mengenal Alloh adalah awal dari sebuah perjalanan agama. Memang tidak bisa ditawar lagi, untuk mampu mencapai sebuah tujuan, terlebih dahulu kita harus mengetahui dan mengenal tujuan tersebut. Oleh karenanya Musyahadah/penyaksian akan kesejatian Alloh dan Rasululloh berada pada rukun yang pertama, sebagai syarat mutlak agar seseorang mampu berjalan pada Subhanahu Wa Ta’ala.

    Yang memprihatinkan, sebagian besar manusia hanya membaca atau melafalkan Syahadat saja, namun tidak pernah menyaksikan secara hakikat atau nyata. Ini sama halnya dengan sumpah palsu, dan sumpah palsu termasuk dosa yang sangat besar. Bagaimana mungkin mulut berani megucapkan “Saya menyaksikan Alloh dan Rasululloh” sedangkan indera matanya dan hatinya sama sekali tidak menyaksikan?

    Oleh karenanya saya sangat mendukung keberadaan Blog ini, semoga bisa menjadi motivasi bagi banyak manusia untuk mengenal Tuhannya secara hakiki, dan selanjutnya dapat mencapai-Nya.

    Mohon maaf atas segala kesalahan

  21. Karebet on said:

    Salam kenal sufi muda…..lanjutkan

  22. Adli emirates on said:

    jika di secara logika ilmu dan makrifat itu bukan hanya berbeda tetapi sudah menjadi jalan untuk lebih mengenal konsep aturan tentang pengetahuan tersebut ‘ dan tidak ada kata lain yang bisa di katakan selain subhanallah ……

  23. dito wijaya kusuma on said:

    🙂 lanjutkan karya mu wahai pemuda…..

  24. numpang lewat on said:

    assalammu’alaikum saudaraku..
    mohon tanya hakikat nafsu, akal…
    syukron

  25. memang benar itulah yg sebenarnya

  26. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Subhanallah..
    Terima kasih sufi muda atas pencerahan yg sangat berharga ini..
    Punya kenalan ga sufi muda guru mursyid di daerah cikampek-jawa barat..
    Saya pengen mndalami makrifat,mohon bantu ya..

  27. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Subhanallah..
    Terima kasih sufi muda atas pencerahn yg berharga ini..
    Tolong bantu sufi muda,saya mw tnya punya knlan guru mursyid ga daerh cikampek-jawa barat..
    Terima kasih sufi muda.
    Mohon maaf.

  28. Ass.mecom wb.
    Cara mengoreksi diri itu bagaimana pak ustad?

    • “cara mengoreksi diri bagaimana?”

      gampang sob.

      untuk melihat kuping kita sendiri aja kita perlu media (wasilah/perantara) kaca. kalu tidak gimana mau liat? klau tidakp punya kaca ya tinggal minta aja pada siapa saja yang kita temui untuk melihatkan telinga kita.

      pernah dengar pepatah; “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak”

      minta aja n jangan malu-malu demi kebaikanmu sendiri ke keluarga, teman, tetangga atau siapa saja untuk mengatakan kepada anda apa yang kejelekannmu. lalu perbaiki.

  29. Assalamu’alaikum’waroh matulloh hiwa baro katu
    apa kah blajar sufi butuh gelar?.
    Kenapa para ulama sufi itu tidak mau jadi pemimpin? yg hafal al-qur’an gak mau di sebut guru/mursid?
    Olah rasa itu bagai mana?
    Butuh makna dan yang inti nya

  30. Siapa anda ?
    Apa anda ustad solmet(sosial metdia)

  31. Aslmkm Bp. SufiMuda, dari tulisan diatas, belajar makrifat mirip dengan belajar berenang. Biarpun banyak berdiskusi / membahas / belajar tentang cara berenang dlsb, tetap saja tidak bisa berenang ….. kalau tidak mau masuk kedalam air.. :-). Apa begitu maksudnya Pak…? Wassalam.

  32. subhanallah..apa yang bang sufi tulis sudah saya alami sekarang,dengan proses yang sangat panjang,sampai harus bertengkar dan berdebat dengan suami yang kebetulan seorang sufi akhirnya Allah memberikan saya hidayah,dengan niat yang kuat dan atas izin-NYA akhirnya saya mendapat makrifat itu..

  33. mohon informasi guru (ahlus suffi) di Bali, terutama di Kota Denpasar. Sy sdh lama mengingikan guru utk membibing dalam tarekat. trimakasih

  34. Kalo sudah ngerti makripat hidup tidak perlu sholat lagi

    • Syech Abdullah Affandi on said:

      Mohon ijin Sdr Sufimuda,

      @ Sdr Agus
      Semua amalan Thariqat yang diajarkan oleh Guru Mursyid, tidak ada dan sesuai serta wajib berdasarkan Al -Quran dan Hadits / Syariat Nabi Muhammad yang sangat mulia.

      Dengan demikian, baik Guru Mursyid dan para muridnya yang telah mencapai Ma’rifat tetap menjalankan Sholat Wajib tanpa terkecuali

      Demikian semoga berkenan, menjadi jelas dan faham adanya, terima – kasih.

      Wassalam

  35. zainul arif on said:

    assalamualaikum. Maaf seribu kali maaf sebelum dan sesudah nya, baik untuk admin sendiri dn untuk para komentator di forum. setelah saya amati dari atas sampai bawah, kok tidak ada titik temu permasalahan, apakah setiap alim ulama dan ahli ilmu selalu berdebat saling menguatkan argumen masing “. ILMU ITU BUKAN UNTUK DI DEBATKAN, BUKAN PULA UNTUK DI PAMERKAN,, MELAINKAN DI PELAJARI DN DI BAGI KE SESAMA. Maaf bila tulisan di atas saya ketik dlam hidup besar. sampai saat ini saya sendiri masih memilih diam di antara perdebatan SESAMA alim ulama.. hanya ilmu alam saja yg saya pelajari.. MENGALIRLAH SEPERTI AIR.. BERHEMBUS SEPERTI ANGIN,,. Sekali lagi mohon maaf bila ada salah kata, sekiranya dpt di jadikan pertimbangan,, mengapa harus berdebat.
    wassalamuallaikum.

    • Wa’alaikum salam wr. wb
      Saya sepakat dengan anda, bahwa berdebat tentang agama lebih banyak rugi dari untungnya dan berdebat hanya untuk memuaskan ego.
      Tasawuf adalah ilmu sangat halus dan hanya bisa di pahami setelah di praktekkan, itu pun tidak cukup sehari 2 hari, membutuhkan waktu bertahun tahun agar bisa sampai ketahap pemahaman sebenarnya.
      Suatu hal yang wajar ketika membahas tasawuf timbul selisih paham, cara paling bijak adalah menghindari perdebatan yang tidak perlu.
      Bagi orang yang sudah sampai disana, maka tidak akan mungkin ada perdebatan. Bagaimana mungkin bisa berdebar tentang haus bagi orang yang sedang sibuk meminum air jernih di telaga?
      Terimakasih sdr. Zainul Arif atas komentarnya, menjadi nasehat bagi saya pribadi..
      Salam…

Navigasi komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: