Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

NUR MUHAMMAD

Pokok dari ajaran agama adalah mengajarkan kepada ummatnya tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan, cara mengenal-Nya dengan sebenar-benar kenal yang di istilahkan dengan makrifat, kemudian baru menyembah-Nya dengan benar pula. Apakah agama Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain, semuanya mengajarkan ajaran pokok ini yaitu bagaimana seseorang bisa sampai kehadirat-Nya. Karena itu pula Allah SWT menurunkan para nabi/Rasul untuk menyampaikan metodologi cara berhubungan dengan-Nya, tidak cukup satu Nabi, Allah SWT menurunkan ribuan Nabi untuk meluruskan kembali jalan yang kadangkala terjadi penyimpangan seiring berjalannya waktu.

Nabi Adam as setelah terusir dari syurga bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun bertobat kepada Allah SWT tidak diampuni, setelah Beliau berwasilah (teknik bermunajat) kepada Nur Muhammad barulah dosa-dosa Beliau diampuni oleh Allah SWT, artinya Allah mengampuni Adam as bukan karena ibadahnya akan tetapi karena ada faktor tak terhingga yang bisa menyambungkan ibadah beliau kepada pemilik bumi dan langit. Lewat faktor tak terhingga itulah maka seluruh permohonan Nabi Adam as sampai kehadirat Allah SWT.  Faktor tak terhingga itu adalah Nur Muhammad yang merupakan pancaran dari Nur Allah yang berasal dari sisi-Nya, tidak ada satu unsurpun bisa sampai kepada matahari karena semua akan terbakar musnah kecuali unsur dia sendiri yaitu cahayanya, begitupulah dengan Allah SWT, tidak mungkin bisa sampai kehadirat-Nya kalau bukan melalui cahaya-Nya

Nur Muhammad adalah pancaran Nur Allah yang diberikan kepada Para Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW, dititipkan dalam dada para Nabi dan Rasul sebagai conductor yang menyalurkan energi Ketuhanan Yang Maha Dasyat dan Maha Hebat. Dengan penyaluran yang sempurna itu pula yang membuat nabi Musa bisa membelah laut, Nabi Isa menghidupkan orang mati dan Para nabi menunjukkan mukjizatnya serta para wali menunjukkan kekeramatannya. Karena Nur Muhammad itu pula yang menyebabkan wajah Nabi Muhammad SAW tidak bisa diserupai oleh syetan.

Setelah Rasulullah SAW wafat apakah Nur Muhammad itu ikut hilang?

Tidak! Nur tersebut diteruskan kepada Saidina Abu Bakar Siddiq ra sebagai sahabat Beliau yang utama sebagaimana sabda Nabi:

“ Tidak melebih Abu Bakar dari kamu sekalian dengan karena banyak shalat dan banyak puasa, tetapi (melebihi ia akan kamu) karena ada sesuatu (rahasia) yang tersimpan pada dadanya”

Pada kesempatan yang lain Rasulullah bersabda pula :
“Tidak ada sesuatupun yang dicurahkan Allah ke dadaku, melainkan seluruhnya kutumpahkan pula ke dada Abu Bakar Siddiq”.

Nur Muhammad akan terus berlanjut hingga akhir zaman, dan Nur itu pula yang terdapat dalam diri seorang Mursyid yang Kamil Mukamil yang wajahnya juga tidak bisa diserupai oleh syetan. Memandang wajah Mursyid hakikatnya adalah memandang Nur Muhammad dan sudah pasti memandang Nur Allah SWT.

Nabi SAW bersabda :

La yadhulunara muslimun ra-ani wal man ra-a man ra-ani wala man ra-a man ra-ani ai walau bisab’ina wasithah, fainnahum khulafa-li fi tablighi wal irsyadi, inistaqamu ala syarii’ati.

“Tidak akan masuk neraka seorang muslim yang melihat aku dan tidak juga (akan masuk neraka) yang melihat orang yang telah melihat aku, dan tidak juga (akan masuk neraka) orang yang melihat orang yang telah melihat aku, sekalipun dengan 70 wasithah (lapisan/antara). Sesungguhnya mereka itu adalah para khalifahku dalam menyampaikan (islam/sunahku) mengasuh dan mendidik (orang ramai), sekiranya mereka itu tetap istiqamah didalam syari’atku” (H.R. Al – Khatib bin Abd.Rahman bin Uqbah).

Makna melihat dalam hadist di atas bukan dalam pengertian melihat secara umum, karena kalau kita maknai melihat itu dengan penglihatan biasa maka Abu Jahal dan musuh-musuh nabi juga melihat beliau akan tetapi tetap masuk Neraka. Melihat yang dimaksud adalah melihat Beliau sebagai sosok nabi yang menyalurkan Nur Allah kepada ummatnya, melihat dalam bentuk rabithah menggabungkan rohani kita dengan rohani beliau.

Darimana kita tahu seseorang itu pernah melihat Nabi dan bersambung sampai kepada Beliau? Kalau melihat dalam pengertian memandang secara awam maka para ahlul bait adalah orang-orang yang sudah pasti punya hubungan melihat karena mereka adalah keturunan Nabi.

Akan tetapi karena pengertian melihat itu lebih kepada rabitah atau hubungan berguru, maka yang paling di jamin punya hubungan melihat adalah Para Ahli Silsilah Thariqat yang saling sambung menyambung sampai kepada Rasulullah SAW.

Syukurlah bagi orang-orang yang telah menemukan seorang Guru Mursyid yang silsilahnya bersambung kepada Rasulullah SAW, yang selalu memberikan pencerahan dengan menyalurkan Nur Muhammad sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin, bermohon atas namanya niscaya Allah SWT akan mengabulkan do’a dan dari Mursyid lah Firman Nafsani dari Allah terus berlajut dan tersampaikan kepada hamba-Nya yang telah mendapat petunjuk.

Barulah kita tahu kenapa memandang wajah Mursyid itu bisa mengubah akhlak manusia yang paling bejat sekalipun, karena dalam wajah Mursyid itu adalah pintu langsung kepada Allah SWT.

Nabi Adam as diampuni dosanya dengan ber wasilah kepada Nur Muhammad, apa mungkin dosa kita bisa terampuni tanpa Nur Muhammad?

Marilah kita memuliakan Guru Mursyid kita sebagai bhakti kasih kita kepadanya, dari Beliaulah Nur Muhammad itu tersalurkan sehingga bencana sehebat apapun dapat ditunda, sesungguhnya Guru Mursyid itu adalah Guru kita dari dunia sampai ke akhirat kelak, jangan kita dengarkan orang-orang yang melarang memuliakan Guru sebagai Ulama pewaris Nabi sesungguhnya ajaran demikian itu baru muncul di abad ke-18, muncul akibat keberhasilan orang orientalis menghancurkan Islam dari dalam.

Ingat pesan dari Nabi SAW yang mulia :

“Muliakanlah Ulama sesungguhnya mereka adalah pewaris pada nabi, barang siapa memuliakan mereka maka telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya” (H.R. Al – Khatib Al – Baghdadi dari Jabir R.A.)

 

Syukur yang tak terhingga bagi orang-orang yang telah menemukan ulama pewaris Nabi, yang apabila memandang wajahnya sama dengan memandang Nur Muhammad, wajah yang tidak bisa diserupai oleh syetan, dengan wajah itu pula yang bisa menuntun kita dalam setiap ibadah, dalam kehidupan sehari-hari, wajah yang kekal abadi, wajah Nur Muhammad.

 

Alhamdulillahhirabbil ‘Alamin

Single Post Navigation

187 thoughts on “NUR MUHAMMAD

  1. halah, syiah lagi syiah lagi….
    Koq yo ga mudeng2 seeh???
    To: SYIAH FAMILY

    Keluarga Nabi adalah manusia2 mulia, begitu juga para sahabat terdekat Nabi SAW. Nur Muhammad bukan harta warisan yang harus jatuh pada keturunan. Tapi di titipkan pada dada Manusia2 mulia yang memang dikehendaki Allah. Ketaqwaan seseorang pun bukan pula berasal dari keturunan, tapi seberapa dekat dia dengan Allah, seberapa teguh dia menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

    Keturunan Nabi SAW bukan jaminan seseorang layak jadi panutan ummat. Tapi mengasihi dan melindungi keluarga Nabi adalah termasuk tanda bahwa kita mencintai Baginda SAW.
    Imam2 syiah bukan mustahil melakukan kesalahan seperti yang sufitua tuduhkan terhadap mursyid diatas. Toh si imampun manusia biasa. Kalian yakini mereka adalah pemimpin yang haq ya silahkan. Saya meyakini bahwa Guru saya adalah seorang Wali Qutub, Mujaddid, Imam Mahdi. Ada tarekat lain berkeyakinan serupa terhadap mursyidnya ya silahkan juga. Wahabipun meyakini muhammad abdul wahab sebagai mujaddid. Terserah saja. Lakum dinukum waliyadin.
    Intinya carilah Guru/pemimpin yang bisa membawa kita sampai kehadirat Allah SWT. Sebab kalau kita sendirian ga bakal sampai. Di Quran istilahnya carilah WASILAH. Apa wasilah itu? menurut kalian imam, pemimpin, kiyai, mursyid, Ulama, up to u. Pastikan dia berasal dari silsilah yang sampai ke Nabi Muhammad SAW, pastikan kita bisa dibawanya BERTEMU dengan ALLAH SWT. That’s it. Selamat meyakini dan menjalankan.

    Kalau memang mau, banyak bantahan2 tentang syiah yang bisa saya referensikan. Tapi buat apa? Saya ikut meramai2kan blog ini supaya banyak yang tertarik mencari ridha Allah SWT, bukan supaya banyak yang anti syiah atau sejenisnya.

  2. Sufi Gila on said:

    salam cinta dan damai saudara saudaraku

    sekedar saya memberikan sebuah sudut pandang lain, bahwa apapun yang kita yakini saat ini adalah jalan terbaik yang diturunkan Tuhan untuk kita dan wajib bagi kita untuk mensyukurinya … apakah kita berkeyakinan A B C atau Z itu bukan sebuah masalah …. yang penting niatnya adalah benar yaitu hanya mencari ridho Tuhan …. karena bila kita benar di niat maka Tuhan akan menunjukkan keberadaannya dengan caraNya yg misterius …. karena Tuhan bekerja dengan cara yang misterius ….
    Karena banyak jalan menuju hadiratNya … tapi apapun itu seandainya kita sudah diperlihatkan oleh Allah tentang hakikat alam semesta maka akan hilanglah segala sekat segala agama segala pembatas …. oleh karena itu manusia seperti ini sudah tidak selayaknya berkumpul dengan yang lain apabila tidak mampu menyesuaikan diri dengan pemahaman sekitar … tapi bisa jadi memang itulah jalannya
    maka bila kita bertanya pada lulusan hanya SD tentang matematika maka pasti dijawab, “Matematika itu tambah kurang kali bagi” ….. karena memang hanya itu yang diketahuinya …. maka sebuah keniscayaan apabila kita bercerita bahwa matematika itu juga mencakup trigonometri dan kalkulus maka dengan serta merta kita akan dianggap sesat dan menyesatkan …. kata mereka, “nggak ada matematika seperti itu, engkau hanya mengada-ada saja, ” … itu pasti sihir pasti bid’ah pasti syirik dan lain-lain …. tapi bagi mereka yang sudah paham hakikat ilmu maka mau tidak mau mereka pasti akan memberikan manfaat pada sekitarnya walau dihujat sekalipun ….
    jadi menurut saya kalau ada sesuatu yang tidak kita pahami lebih baik kita jangan berselisih karena mungkin apa yang kita dengar belumlah bisa kita pahami karena kita belum mempelajarinya …. ada baiknya kita lanjutkan perbincangan dalam forum yang lebih kecil supaya tidak terjadi hujat menghujat bahkan akhirnya sampai pada titik salah menyalahkan atau dalam bahasa lain menganggap dirinya sudah paling benar … hati2 iblis akan menyusup di hati manusia2 yang telah terpancing ke akuan,l amarah dan sifat2 syetan yang lain .. karena saat itulah kita telah mempersilahkan mereka mengisi qolbu kita ……

    semoga berkenan dalam misi saling ingat mengingatkan

  3. ana_shogir on said:

    yang ngaku paling bener…… itu yang sesat…. hehehe
    apapun bahasannya …..
    jawabannya semua…..ada

    tapi tunggu ente-ente pada mati (^_^)

  4. emang kita udah mati
    kalau kita merasa hidup………

  5. Batam As05 on said:

    Ass Wr.Wb. Salam Kenal… Abang Sufi Muda smoga Allah SWT Melimpahkan Hidayah dan PetujukNYA…
    saya membaca tulisan Nur Muhammad begitu dalam makna hakikinya , sehingga timbul sejuta tanya dalam diri orang2 bodoh seperti saya.
    Apakah Nur Muhammad Adalah benar wujudnya cayaha yang Nyata dapat terlihat dengan mata batin apakah ada warnanya ataukah hanya kiasan saja dalam dunia Sufi tampa ada seseorang yang pernah menyaksikan atau pernah melihat dan merasakan Nur Muhammad.. sekiranya sufi muda berkenang memberi penjelasannya agar orang2 bodoh seperti saya tidak salah dalam memahami. Wassalam

  6. Wa’alaikum salam
    Salam kenal Kembali untuk saudaraku di batam
    Menurut pendapat saya, Nur Muhammad itu tidaklah seperti cahaya yang selama ini kita lihat. Tidak seperti cahaya matahari atau cahaya lampu yang mempunyai warna.
    Nur Muhammad tidak bisa dilihat oleh mata karena begitu halusnya.
    Nur Muhammad dapat dilihat lewat wajah Muhammad Bin Abdullah sebagai Nabi AKhir Zaman dan dapat dilihat pada wajah ulama pewarisnya…

    Dalam diri Mursyid ada Nur Muhammad karena disanalah wadah Nur tersebut.

    iNGIN Melihat Nur Muhammad maka lihatlah wajah Guru Mursyid. Insya Allah kalau kita bersungguh-sungguh maka Allah SWT akan membukakan hijab kita sehingga bisa menyaksikan Nur Muhammad lewat Musyid kita.

    Wasalam

  7. T_T
    so gentle, so beautiful…
    I remember…

  8. Ass.wr.wr

    Walah..walah kok jadi berantem nihh’ memang kita masih muda tp pengutaraannya harus bijak sehingga yang bengkok bisa diluruskan dengan halus jangan terlalu dipaksa nanti malah patah…ayo kembali ke bahasan Nur Muhammad……..dunkkk biar kita menjadi hamba yang dapat mencapai tingkatan makrifat jasad dan bathin ……pelajari lah dengan hati hati bukan hanya pelajaran mengenai nur tapi juga ijazah dan amalan untuk Nur Muhammad. Saya sudah sembilan tahun berguru kepada seorang Habib yang insyaAllah Bermaqom tinggi beliau telah mengajarkan tentang pengertian Nur itu..tetapi menurut beliau dan beliau telah mengijazahkan Nur tersebut kepada beberapa murid yang telah terpilih….beliau berkata belum sempurna pelajaran itu kalo kita sendiri belum mendapatkannya (ketetapan akan nur tersebut dan harus ada yang mengijazahkannya(mursyid ) yang telah sampai pada Maqom Nur Muhammad.) kalo pengertian akan nur saja kita bisa mendapatkannya tapi tertanam dan memandang akan nurnya harus ada pengakuan) InsayaAllah kita semua dapat mencapai maqom. Ingat saudara ku jangan terlalu puas dengan apa yang kita dapat karena kita ini adalah hamba yang fakir…..hanya Allah yang kuasa.. .

  9. ada yang pernah baca kitab berencong????????

  10. Apakah kita semua lupa?
    Apakah kita semua lalai?
    Apakah memang kita semua tidak mau tahu?
    Ketika ekonomi dan politik menjadi taghut-taghut yang kita sembah,
    Ketika intelektualitas dan logika menjadi sesembahan kita,
    Ketika kehidupan hedonistis menjadi berhala kita,
    Bahkan, ketika agama dan syari’at pun kita jadikan Tuhan,
    Nampaknya,
    Kita semua lupa,
    Kita semua lalai,
    Atau bahkan sebenarnya kita semua munafik,
    Diam-diam…,
    Syirik musyrik telah membius diri,
    Bid’ah dan sesat telah merasuk dalam darah,
    Pantas…
    Jika Allah menurunkan azab-Nya,
    Sangat pantas…
    Jika Allah dengan kasih-Nya memberikan pelajaran,
    “Asyhadu ala ilaha ilallah, wa asyhadu ana Muhammaddan rasulullah,
    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,
    La hawla wala quwata ila bilahil aliyul adzhim,”
    Patut kita akui,
    Nyatanya kita memang terlupa,
    Hanya sorga menjadi tujuan kita,
    Hanya rizqi menjadi dambaan kita,
    Nyatanya kita memang terlupa,
    Sesungguhnya Allah lah pencipta sorga dan rizqi,
    Semestinya…,
    “Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi,
    Allah adalah tujuanku dan ridho Allah yang kucari,”
    Semestinya…,
    Dengan syari’at, kita mengenal toriqoh (jalan menuju Allah),
    Dengan toriqoh, kita mengenal hakekat,
    Dengan hakekat, kita berma’rifat (mengenal Allah),
    Semestinya…,
    Agama dan syari’at bukan sarana menghakimi sesama,
    “Inna robbi latifu limayasan, innahu wa alimul hakim,”
    Nampaknya,
    Kita tidak mau tahu akan ayat-ayat-Nya,
    Kita tidak mau membaca tanda-tanda-Nya,
    Kita tahu.., tapi sengaja berselingkuh,
    Apakah kita tahu?
    Ketika Adam Air jatuh dan raib,
    Itulah tandanya bahwa hati dan bathin (adam) kita sirna,
    Apakah kita tahu?
    Ketika Senopati Nusantara tenggelam tak berbekas,
    Itulah tandanya bahwa musnahnya jiwa kepemimpinan nusantara,
    Apakah kita tahu?
    Ketika Garuda jatuh terbakar,
    Itulah tandanya bahwa Pancasila telah tumbang di negeri ini,
    Apakah kita tahu?
    Ketika bencana bersahutan menerpa bumi ini,
    Itulah tandanya bahwa pasukan sapu jagad (sirrullah) tengah bersiap,
    Melibas orang-orang ingkar dan munafik,
    Apakah kita tahu?
    Ketika semburan lumpur Porong tak jua usai,
    Itulah tandanya bahwa “seseorang” tengah dinanti,
    Aulia pilihan dan kekasih Allah,
    Sang Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu,
    Siapa lagi kalau bukan Sang Pamomong Nuswantoro,
    Telah terlihat Parikesit dibawah asuhan Abiyasa,
    Tak lama lagi,
    Akan datang Gajah Mada muda,
    Dengan ruh Bhinneka Tunggal Ika,
    Kokoh berpijak laksana Garuda Kencana,
    Dengan menghunus Naga Runting,
    Kembali bersumpah, mengucap Hamukti Palapa,
    “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa,”
    Berdua datang bak Musa dan Harun,
    Itulah Sabdo Palon dan Noyo Genggong.

  11. NUR MUHAMMAD asalnya dari JOHAR AWAL (NUR YANG MAHA SUCI) adalah gulungan DZAT yang sifatnya terang benderang ,JOHAR AWAL adalah bibitnya TUJUH LAPIS LANGIT dan BUMI beserta isinya dan NUR MUHAMMAD adalah tempat kembali,habis RASA habis JASMANI,dari asal kembali keasalnya.MULIH KAJATI MULANG KA ASAL.

    • nambahin kang
      ,ada lintang johar nur muhamad ,yang menjadikan johar firid johar murokab jadilah bumi 7 tngkat langit 7 tingkat,kita dikasih hidup berarti kita ketitipan sifat hayat ,gerak kesana kemari itu tandanya hidup,yang disebut hidup yang mana? kita tahu ,berarti kita ketitipan sifat ilmu .bagus jelek dapat mata,manis asin dapat lidah,bau wangi dapat idung,merdu fals dapat kuping jadi apa yang disebut ilmu?

    • Abu Nawfal on said:

      Pemikiran tentang Nur Muhammad itu dari mana mas? Apakah ada dalam Quran atau Hadits yang shahih?

  12. Assalamu’alaikum wr wb
    Seluruh milist yang masuk sangat menarik hati saya, apalagi semuanya memang mempunyai dada yang lapang dan kepala yang dingin untuk mencari kebenaran yang hakiki.
    Tapi kalau kemudian mempertahankan bahwa anda adalah yang paling baik berarti anda semua tidak lebih hanya seorang iblis laknatullah ketika diperintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabiyallah Adam AS: ” Ana khairu minha” aku lebih baik dari nya. Saudaraku janganlah kita berdebat dengan kebenaran yang kita miliki, karena siapapun anda pasti punya dalil yang membenarkan sikap dan pendirian anda. Maaf saya dengan pengetahuan agama saya yang sangat minim ini, bukannya mau memberikan nasihat karena manusia yang paling pantas memberikan nasihat kepada kita manusia hanyalah guru guru anda. Cobalah hidupkan Ukhuwah Islam jangan kita umat islam hanya terjebak masalah khilfiyah yang tidak ada kesudahannya!
    Sekali lagi saya mohon maaf!

  13. Apakah Imam Mahdi nanti akan menerima Nur Muhammad mas sufimuda?

    SufiMUda :

    Imam Mahdi Sudah pasti menerima Nur Muhammad

  14. Haruskah menunggu berpangku tangan ataukah mencari sesuatu yg misterinya diluar kemampuan kita…
    Jemputlah ia dg do’a,
    sayangi bagai kekasih kita yg kita rindukan,,
    beliau ada didekat kita…

  15. kangBoed on said:

    Rosulullah Saw bersabda :
    “Bahwasannya Allah Swt telah menjadikan akan Ruh-ku daripada Zat-Nya sedangkan sekalian Alam beserta isinya terbit dari pada Nur-ku (Nur Muhammad)”.

    Rumus dari pada Ma’rifatulah yang sebenarnya :
    “Syuhudul Wahdah Fil Katsroh, Syuhudul Katsroh Fil Wahdah”.
    (Memandang yang Satu (Nur) ada pada yang banyak, memandang yang banyak ada pada yang Satu).

    Dari dalil tersebut telah menguraikan bahwa Hakikat Nur Muhammad itu tidak hanya ada pada satu diri saja melainkan ada pada setiap yang maujud. Sehingga tak terbatas bagi Nur Muhamad itu, melainkan meliputi sekalian Alam termasuk pada diri sendiri.

  16. kalau aku sih yg penting syahadat nya yg hrs benar,gak asal ber syahadat. gimana mau di akui umat muhammad kalau syahadatnya masih makai syahadat orang. maka dari itu marilah kita bersyahadat yg benar agar di akui umat muhammad

  17. kalau aku sih yg penting syahadat nya yg hrs benar,gak asal ber syahadat. gimana mau di akui umat muhammad kalau syahadatnya masih makai syahadat orang.

    • saya menyaksikan niat,ucap dan perbuatan ………dst.
      hanya saya yang tahu….( narsis ah) kata orang sunda wiwitan BENER KU BENERNA SALAH KUSALAHNA ,ENYA KUENYANA ,HEUNTEU KU HEUNTEUNA ,jangan katanya ,tapi harus kata saya/ceuk aing

  18. FRANCE BERNAT on said:

    NUR MUHAMMAD itu nyata.. adanya alam ini beserta isinya..
    itullah yg disebut rahhmatan lil al amiin…. dialah anna abu arwah… .. … tapi cari yg mutlaknya donk….

  19. FRANCE BERNAT on said:

    allah itu sudah wujud.. dan ada di tengah2 kita

  20. FRANCE BERNAT on said:

    for capu. klo masalah sahadat mah.. yg terpenting maknanya: saha dzat : siapa dzat??? barang siapa tau akan dirinya maka akan kenal siapa tuhannya….

    sudah kenal belum capu… Muahammad itu hanya asma.. karna yg terpenting itu adalah yg meliputi asmanya…

  21. ABHusin on said:

    …..NUR MUHAMMAD / DOKTRIN HAKEQAT MUHAMMAD…..

    Nur Muhammad itu diberikan dengan berbagai nama dan gelaran, terpulang dari sudut mana kita memandangnya, pada sesuatu Hadrat / Kehadiran tajallinya kenyataan-Nya itu.

    Dalam ilmu Kesufian Islam iannya dinamakan NUR MUHAMMAD. Kalo dalam Metafizika Islam ianya disebut juga sebagai HAKEQAT MUHAMMAD / Al-HAQIQATUL MUHAMMADIAH…..Dan berbagai-bagai lagi namanya dan gelarannya dan peranannya pada sesuatu Hadrat itu…..

    Nur Muhammad / Hakeqat Muhammad itu adalah merupakan penyebab dan dasarnya Penciptaan Alam Semesta Raya ini dan segala isi-isinya……

    Seperti yang diisyaratkan Firman-Nya : “Kuntom Kunzun Mukhphian”…. “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, Aku suka Aku dikenali, maka Aku jadikan makhlok”. Maka Nur Muhammad / Hakeqat Muhammad telah bermula sejak dari Adam itu lagi. Hadis : “Aku adalah Nabi tatakala Adam masih antara tanah liat dan air”……

    …..Wallahualam…..

  22. Banjarmasin 2082 on said:

    awal agama mengenal allah,dan siapa yang mengenal dirinya niscaya mengenal akan tuhannya,tidak ada yang mengenal allah hanya allah,pahamilah nur muhammad karna nur muhammad dari zat allah swt…dan kita beserta skalian alam dari nur muhammad..laksanakan perintahnya jauhi larangannya ikuti yang di kerjakan nabi,bersihkan diri dari penyakit hati insya allah akan datang petunjuk allah..sabar dan ikhtiar….siapa yang mengerti dari mana datangnya pasti akan tau kemana jalan pulangnya..jahirnya allah ada di dalam bathin hambanya.

  23. Nurrullah,Sirrullah,Dzatullah,Sifatullah, on said:

    Nih q paste dari blog :
    http://akomtsm.wordpress.com/2008/11/03/awal-kejadian-manusia-part-1/

    AWAL KEJADIAAN MANUSIA

    Alhamdulillaahilladzi anzalanuru dzatullaahi Aa’ala Azallalunnurul anwari hasani rabbani.

    Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin wassalatu wassalamu ala millati Rasulullaah Sollallohu alaihi wasallam wa ashabihi ajma’in.

    Dengan nama Allah yang pengasih dan penyayang, bahwa atas pengasihan dan kemurahan-NYA nyatalah, maka disini para Tasyauf seperti Syech Syamsul Tabarrin, Syech Shufyan Tauricd, Ahmad Badaruddin serta beberapa Syechul Arifin dan Musanich, dapat membimbing kami para muslim sekalian, atas jalan-jalan yang benar, agar dapat kami mengenal kepada “Allah” Choliqul Alam.

    Bahwa dalam riwayat ini mereka menerangkan keadaan pada zaman entah berentah, gaib bergaib.

    Pada zaman tersebut yakni pada kekosongan belaka dan pada waktu itu masih belum ada sesuatu seperti “Arasy dan Kursyi”, “Lauh dan Qalam”, “Surga dan Neraka”, “Langit dan Bumi”, “Lautan dan Daratan”, “Bintang, Bulan dan Matahari”, maka hanya Allah Subhanahu wata’ala jua yang ada berkuasa, yang dikatakan :

    “La ilaha illallah”

    (“Tiada Ada Tuhan selain dari Allah”)

    Bahwa pada zaman kekosongan ini serta ketiadaan manusia pada waktu itu, maka siapakah yang kelak memuji kepada-Nya?

    Oleh sebab itu atas pengasih dan kemurahan Nya, Allah berkehendak menjadikan manusia, maka dahulu daripada manusia, atas kemurahan dan pengasihNya Allah menjadikan atau menyediakan alam, tempat tamasya manusia yang dipenuhi dengan berbagai-bagai rahmat dan rezeki manusia, karena Allah jua yang maha mulia dan maha besar kuasaNya.

    Sesungguhnya Allah itu tidak boleh disamakan dan diumpamakan dengan segala sesuatu apapun jua.

    “Laitsa kamislihi syai’un wahuwas sami’un alim”

    Dikatakan didalam alam kekosongan tetapi Allah sudah lebih dahulu ada dan tersdeia. Allah berdiri secara Roh.

    Roh berasal dari kata Rieh dalam Bahasa arab artinya angin. Roh itu disebut juga Rohullah, atau Rohul Kudus, atau Rohul Jahafi, atau Rohul Lathifurabbani, yakni Roh Allah yang Suci.

    Roh itu mempunyai dua sifatNya yang berlebih-lebihan ialah :

    1. Sifat Qohhar, artinya Maha Teguh

    “Wahuwa wahidul Qahhar” artinya Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala itu Tunggal dan Esa, tetapi mempunyai kekuasaan yang teguh.

    2. Sifat Muhiet, artinya Maha Meliputi

    “Innallaha ‘ala kulli syai’in Muhiet” artinya sesungguhnya Allah subhanahu wat’ala itu dapat meliputi dalam seru sekalian alam.

    Bahwa dua sifat yang berlebih-lebihan itu seperti Qohhaar dan Muhiet ini disebut “Kun Faya Kun” maka apa yang dikehendakinya pasti jadi dan berlakulah.

    Bahwa dalam Sier, maka “Kun” berarti Hayat, “Faya” berarti Mati dan “Kun” berarti Hidup Kembali. Bahwa pada awalnya hidup, maka ahirnya sesudah mati pasti hidup kembali.

    Syukur Alhamdulillah, bahwa atas berkat kedua sifat kebesaranNya itu maka kehendaknya jadilah seperti kenyataan dibawah ini.

    Bahwa atas kuasa serta pengasihanNya, maka mula-mula Allah menciptakan ciptaannya yang terawal yakni mula-mula Roh itu memancarkan sinarnya yang amat indah.

    Maka terjadilah sesuatu Nur yang terawal, Nur Muhammad namaNya. Nur itu berbentuk seperti sebuah huruf Mim Awal yang tidak bersangkut paut kekiri dan ke kanan dan beginilah rupanya Nur ini adalah kejadian yang pertama, menurut kenyataan “Awwal ma Cholaqollahu Ta’ala Nur” Bahwa Tiada segala sesuatu yang terlebih dahulu dijadikan oleh allah, selain daripada Nur Muhammad”. Nur itu menoleh ke kiri dan ke kanan tetapi tiada sesuatu apapun yang tampak olehNya. Nur itu menakbirkan dirinya, karena sangkanya bahwa ia sudahlah yang menjadi Allah, akan tetapi kasihan, ia tak dapat menciptakan sesuatu apa juapun oleh sebab kadua sifat kebesaran Allah seperti :”Qohhar dan Muhiet”. Tak ada padanya sesungguhnya kedua sifat kebesaran itu Tak ada padanya akan tetapi bagiNya, Allah menganugerahkan 4 (empat) sifat kelebihanNya seperti : Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah

    1. Sidiq, artinya kebenaran Allah ada padaNya

    2. Amanah, artinya Kepercayaan Allah ada padaNya

    3. Tabligh, artinya Muhammad senantiasa dapat menyampaikan firman Allah kepada hambaNya di dunia dan seruan hamba kepada Allah

    4. Fathonah, artinya yakni dengan fasheh dan sempurna ia tidak pernah mengurangkan pun tak pernah melebihkan.

    Kini terang dan nyatalah bagi seluruh jumaat Tasyauf sekalian bahwa Muhammad itu adalah kekasih Allah Subhanahu wata’ala adanya dan berarti Muhammad itu menjadi tempat pertemuan antara hamba dengan Allah Choliqul alamin.

    Bahwa tiada segala sesuatu apapun jua yang dapat nampak oleh Muhammad, maka kabarNya :“Allastu Bi Robbikum”

    Yakni Muhammad menakbirkan dirinya, bahwa ialah Tuhan bagi seru sekalian alam.

    Takbir Muhammad itu senantiasa diketahui oleh Allah, akan tetapi Muhammad tidak mengetahui bahwa adanya Allah. Akan tetapi atas pengasihan Allah, maka tiba-tiba Muhammad mendengar sesuatu bunyi yang amat manis dan merdunya, itulah suara yang terawal dari segala suara, yang berbunyi :”Assalamu alaikum Ya Muhammad Rosulullah”.

    Firman Allah yang Mutaqaddim terdengar Muhammad, maka Muhammad pun terkejut seraya Muhammad pun terus mengerti bahwa sesungguhnya dan Benar, suara itu adalah suara Allah yang artinya “Selamat dan damai atasmu hai Muhammad Rosulullah”.

    Terdengar oleh Muhammad akan sesuatu yang manis itu, maka ia berkata dalam hatinya bahwa itulah suara Allah, seraya Muhammad pun menjawab :”Wa ‘alaikum salam wa Rahmatullah” artinya Selamat dan damai jualah atasmu dan aku jadi atas RahmatMu ya Allah.

    Bahwa salam Allah dapat di dengar oleh Muhammad dan dapat ia mengerti akan makna salam tersebut. Maka dijawabnya, dengan suara yang amat lemah lembut dan manisnya.

    Karena salam Allah telah terbalas oleh Muhammad, maka atas Pengasihan Allah, dengan sekejap mata jua dari dalam roh itu terbitlah suatu Nur, yang teramat lebih indah dan gemerlapan dari Nur Muhammad.

    Nur itu berdiri sebagai Sebuah huruf alif dan Nurullah namaNya, inilah rupanya : , Sesungguhnya Alif itu Nurullah, tetapi hadirlah ia pada kejadian kedua.

    Huruf Mim Awal itulah “Dzatullah” dan Huruf Alif itulah “Sifatullah” sekarang Nurullah telah hadir dan berhadap hadapan dengan Nur Muhammad, maka Nur Muhammad pun bersujud dihadirat Nurullah seraya mengucapkan “Asyhadu Ala ilaha illallaah” artinya Aku mengaku dengan sesungguhnya bahwa tiada ada Tuhan yang kusembah selain dari Allah.

    Bahwa atas perjanjian suci dan pengakuan Muhammad di hadirat Allah itu, maka Allah pun berjanji dan mengaku “Wa asyhadu anna Muhammadar Rosulullah “ artinya aku mengaku dengan sesungguhnya engkau jualah Rosul Allah.

    Bahwa terjadilah pengakuan suci ini antara Allah dan Muhammad, maka seketika itu juga terbukalah pintu nur Muhammad itu dengan riangnya. Maka Nurullah pun menerjunkan didalam tubuh Nur Muhammad, maka lengkaplah Nurullah itu semasih dalam alam Gaib.

    Karena begitullah jadinya, maka kedua Nur itu menjadi satu yang Esa dan Kekal dengan namaNya “Ahmad”

    Inilah rupaNya Ahmad atau Wahid berasal dari bahasa Arab yang artinya “Satu yang Esa”. Inilah hakekatnya Suratul Ikhlas.

    Inilah nama yang suci bagi dunia dan akhirat serta kekallah untuk selama-lamanya. Ahmad jualah pencipta yang ulung nanti oleh sebab dalam perlindungan Allah di dalam Muhammad, maka hak kekuasaan Allah dan kelebihannya seperti Qohhar dan Muhiet, kini telah menjadi hak milik Muhammad jua adanya.

    Hak “La ilaaha illallah” menjadi hak Muhammad Rosulullah. Achmad bisa menjadikan, pun bisa mematikan.

    Kini Syukurlah Ahmad/Muhammad telah memangku 6 (enam) sifat kebesaran seperti :

    1. Qohhar (Maha Teguh)

    2. Muhiet (Maha Meliputi)

    3. Shidiq (Kebenaran)

    4. Amanah (Kepercayaan)

    5. Tabligh (Menyampaikan)

    6. Fathonah (Pintar)

    Atas Pengasih Allah, Muhammad sudah memangku enam sifat kebesaran dengan namaNya Achmad. Achmad pencipta yang ulung dan benar, daripada awal hingga pada akhirnya Dhohir hingga pada Bathinnya.

    Achmad atau Hu, Hu artinya dia, dan dia itu bagi laki-laki. Pikirlah baik-baik bahwa atas kemurahan Allah, kini Ahmad pencipta yang ulung itu berkehendak untuk menyatakan ciptaanNya.

    Mula-mula Achmad memancarkan sedikit sinarnya maka dari pancaran itu terjadilah suatu lautan yang amat luas, bernama “Baharudjdjauhaar” artinya “Lautan yang berkilau-kilauan”.

    Lautan tersebut ada 7 (tujuh) macam Rasanya, Rasa laut itu nanti terdapat juga pada diri manusia, umpanya rasa :

    1. Rasa Tawar, itulah air liur

    2. Rasa Asin, itulah keringat

    3. Rasa Payau, itulah air mata

    4. Rasa Pahit, itulah air empedu, nanti keluar dari telinga

    5. Rasa Manis, umpama air mani

    6. Rasa Pedis, umpama air perut

    7. Rasa Pahat, umpama hingus.

    Bahwa dalam ciptaan ini mula jadilah :

    I. Uap Laut jadilah :

    1. Arasy

    2. Kursyi

    3. Lauh

    4. Qalam

    5. Syurga

    6. Neraka

    II. Asap Laut menjadi :

    7. Langit

    III. Surutnya Laut Menjadi :

    1. Tanah
    2. Sebagian Laut itu di tarik oleh tanah menjadi air tawar
    3. Sebagian tinggal tetap menjadi air asin

    IV. Sinar Laut Menjadi :

    11. Bintang

    12. Bulan

    13. Matahari untuk merawat sekalian alam dunia, pun menjadi pedoman bagi manusia nanti, dalam perjalanan hidup di alam tamasya ini bila pada kegelapan.

    Kini ternyatalah oleh muslim sekalian bahwa atas kuasa dan kemurahanNya terhadapa hambaNya, kini telah tersedialah dunia dan akherat di dalam tiga belas (13) perkara, pada enam hari dan enam malam. “Cholaqossama wati wal ardha min sittati ayyam”.

    Syukur alhamdulillaah padaMu Ya Allah, bahwa engkau jualah yang maha Pengasih dan Penyayang serta atas kemurahanMu Ya Allah, ciptaanMu kini tersedialah dunia dan akherat atau langit dan bumi yang kelak berguna bagi kami dari sekarang hingga selama-lamanya.

    Amiin Ya Robal Alamaiin.

    Amiin..

  24. Nurrullah,Sirrullah,Dzatullah,Sifatullah, on said:

    KEJADIAN MANUSIA

    Dengan Nama Allah yang pengasih lagi penyayang, Alhamdulillahi robbil ‘alamin Wasshalatu wassalam ala milati Rosulullah Saw Fil Awwalil ikram, Wassalim Warodiyallah taba’roka wata’ala Rosulullah Saw Adjmain.

    Syukur Alhamdulillah Atas berkat dan kuasa Allah, serta lengkaplah dengan sempurna akan langit dan bumi dengan isinya kelak menjadi Rahmat dan rezeki bagi manusia karena kehendak Allah akan menurunkan manusia agar memuji padaNya, maka atas kuasaNya, Allah menjadikan manusia yang terawal, yang dijadikan daripada tanah haiyut, yakni tanah yang hidup, tanah yang berasal dari dalam syurga. Manusia itulah Adam dan Hawa.

    Sungguhpun Adam dan Hawa itu adalah manusia yang mula pertama dijadikan oleh Allah di dalam syurga, tetapi Muhammad jauh lebih dahulu jadi: Tubuh Adam dan Hawa dilengkapkan dengan 18 (delapan belas) perkara, oleh sebab itu Adam dan Hawa hanya tinggal terhentar saja seperti batang di dalam syurga layaknya. Apakah sebabnya demikian ?

    Marilah sama-sama kita saksikan apakah sebabnya hingga begitu sedangkan seluruh tubuh mereka sudah lengkap. kelengkapan tubuh mereka itu baru delapan belas perkara, yakni masih belum genap dua puluh perkara, jadi terang dan nyatalah bahwa dua perkara masih jauh terasing dari tubuh Adam dan Hawa. Yang dimaksud dengan dua perkara yang masih jauh terasing itu ialah Ahmad. Ahmad itulah hakekat Nyawa dan Roh. Oleh karena itu Ahmad masih jauh terasing hingga tubuh kedua manusia itu seperti batang saja, kaku lakunya. Bahwa atas kuasa dan pengasihnya, Allah berseru kepada Ahmad, Hai Ahmad masuklah engkau kedalam ka’bah yang baru itu, seraya disitulah engkau berhenti dan berlindung. Ahmad pun segera melakukan perintah Allah yang suci itu, akan tetapi ia tidak tahu jalan manakah yang harus dimasukinya, supaya ia dapat masuk supaya ia dapat berlindung dan berhenti di dalam yang baru itu. Karena demikian Ahmad pun bertanya kepada Allah. Pertanyaan Ahmad tersebut dijawab oleh Allah dengan seruan yang amat manis, Hai Ahmad/Muhammad carilah olehMu akan pintu kaca pada dinding ka’bah itu, maka disitulah engkau masuk, seraya disitu pulalah engkau berlindung dan berhenti. Seruan Allah yang manis itu di dengar oleh Muhammad (Ahmad), maka segeralah ia menerjunkan diriNya kedalam, masuk melalui pintu kaca dinding ka’bah yang baru itu, maka disitulah ia masuk dan berlindung.

    Pada ketika itu juga Adam dan Hawa pun Bangkitlah seraya mengucapkan “Asyhadu Alla ilaha ilallah Wa Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah”

    Adam dan Hawa pun terus mengaku dan berjanji bahwa : Aku mengaku dengan sesungguhnya bahwa tiada ada Tuhan yang kusembah selain dari Allah, dan aku mengaku dengan sesungguhnya bahwa Muhammad jualah Rosul Allah. Tadi-tadinya kalau Ahmad masih jauh terasing dari tubuh Adam dan Hawa, maka kaduanya tak berdaya malahan tinggal terhentar saja seperti batang lakunya. Akan tetapi setelah Ahmad masuk dan berlindung di dalam tubuh Adam dan Hawa, maka terjadilah Hayat dan Bangkit / kebangkitan atas kedua manusia yang terawal itu, seraya mengaku dan berjanji menyembah kepada Allah dan Muhammad.

    Disitulah terang bagi kami Muslim sekalian umumnya dan teristimewa bagi orang-orang mukmin khususnya , bahwa Ahmad jualah pohon hayat yang benar. (bersambung…)

  25. Hafid Silawane on said:

    yang dimaksud dengan 18 perkara? dan pintu kaca

  26. rusdy karim on said:

    yang dimaksud dengan 18 perkara dan pintu kaca

  27. rusdy karim on said:

    yang dimaksud dengan 18 perkara

  28. Saya pernah baca buku, bahwa Rosululloh Muhamad saw dalam peristiwa malam Isro mikrots mengendarai Buroq.
    Ada yg berpendapat bahwa Buroq digambarkan sebagai seekor kuda terbang yg bersayap dsb,namun gambaran ini ada versi lain Buroq adalah Cahaya/Sinar yang lebih dikenal dengan Nurin alla nurun ( Nur Allah=cahaya yg datangnya dari sisi Allah ) yg jadi pertanyaan adalah apakah itu juga disebut sebagai Nur Muhammad….?
    Kalau itu betul Nur Muhammad berarti Wali Qutub juga bisa melakukan perjalanan Isroq mikrots…….

    • Setiap mukmin bisa melaksanakan Mikraj

      • Abu Nawfal on said:

        Apakah pernyataan bang sufi muda ada dasar dari Quran dan Hadits? Kalau ada tolong dicantumkan sumber shahihnya, karena kita tidak bisa menyandarkan hal2 yang berhubungan dengan agama (ketuhanan) hanya berdasarkan otak-atik akal.

        • Ruslianto on said:

          Muhammad S.A.W adalah pertama dalam penciptaan dan terakhir dalam “pengutusan sebagai Rasul” , Allah ber-Firman : Katakanlah Yaa Muhammad ….: Wa anaa awalul Muslimin, (Al Qur’an Suraah Al- An’am ayat 162 dan 163).
          Katakan-lah Yaa Muhammad ;…dan akulah yang pertama dari orang Muslimin (Yang berserah diri).

          Komentar : Para Nabi terdahulu, dari Nabi Adam a.s sampai dengan Nabi Isa a.s adalah Muslimin (yang berserah diri) ,..tetapi ayat tersebut diatas, dengan jelas Allah S.W T berfirman (bahwa) : Muhammad S.A.W adalah Yang Pertama Muslim. ( bahkan, sebeum Nabi Adam, diciptakan Allah S.W T).

          Maaf, Sdr-Ku Sufi Muda,… jawaban saya atas pertanyaan dari Sdr. Abu Nawfal (itu) hanya sebagai mukadimah.
          TENTANG NUR MUHAMMAD,…. INILAH KAJIANNYA.
          Wass.

  29. Orang membuka masalah nur muhammad karena yakin tanpa keraguan sedikitpun, karena yakin maka dipelajarilah ilmu itu dari mursyid. ilmu yang teramat sangat jarang orang tau dizaman yang katanya serba modern tapi tidak bisa menjelaskan dengan ilmu pengetahuan teknologi keberdaan nur muhammad. jadi canggih mana antara ilmu agama dan teknologi, ilmu nur muhammad atau hakikat tidak bisa dipikir dengan otak, semua akan bertentangan. Salut buat yang membeberkan pelajaran begini tapi yang terpenting dari hamba hidup didunia ni cuma satu hal APA YANG AKAN KITA SERAHKAN KEPADA ALLAH SWT KLO SUDAH MENINGGALKAN DUNIA? Ilmu bermanfaat klo digunakan. Saran buat penulis masalah ini klo sudah membuka masalah ini terus ditanyakan soal rahasia nur muhammad bagaimana? contoh apa kesudahan dari nur muhammad?

  30. kang boed khan sering mi’raj kealam jin .tanya saja kangboed

  31. uday karim on said:

    setelah saya baca tentang kejadian manusia yang saya tanyakan yang dimaksud dengan 18 perkara dan pintu kaca coba di jelaskan?

  32. Kotabaru on said:

    kalau ingin memandang nur Muhammad pandanglah dengan mata bathinmu jangan pernah memandangnya dengan menggunakan mata zahir karena pandangan mata zahir tersebut awal dari pada kekafiran, memandang seorang Guru yg mursyid kalau tidak kita pandang kedalamnya itu bisa membawa kita keajaran berfana bila syech dan itu tidak di benarkan pada intinya jikalau kita ingin memandang Nur Muhammad tersebut Ingatlah Hadist Qudsi yg berbunyi Man Arafa Napsahu Bil Pahau Fakhad Arafa Robbah Bil Baqo, hadist inilah yg menuntun kita untuk mencapai ke Nur Muhammad.

  33. Asyik juga.. Nur menulis tentang Nur dgn huruf Nur dan dbaca oleh Nur.. Yg Maha Hidup menceritakn tentang Yang Maha Hidup kepada Yang Maha Hidup..

  34. Alan Syeba on said:

    perselisihan qadim dan muhadasnya nur muhammad tidak akan terselesaikan selama antara yang berpegang keduanya saling berhujjah, akan tetapi kita semua dapat merasakan dimana kita duduknya apakah di qadim atau muahadas? maka yang jelas, orang bijaksanalah yang dapat menjelaskan keduanya..sehingga akal tunduk kepada nur yang dirasakan ini.. lihatlah rasululllah ketika dilempari ketika berdakwah, berdarah diantara bagian wjahnya, tetapi beliau tidak marah..scra kmnusiaan tubuh manusia bisa berdarah..tapi lihatlah rasulullah SAW batinnya tetap tetap kuat shngga apa yang terjadi pd jhahir beliau tidak berpengaruh kpda hti dan batinnya,,adakah kta seperti itu..? itulah yang seharusnnya kita rsakan pada batin atau appun sebutannya..aduhai baginda Rasululullah SAW sungguh diriku ini banyak kesalahan terhadapmu, engkau yang maksum tetap meminta ampun maka bgaimana ak umatmu..shalawat bagaikan pakaian yg bersih mka siapakah yg memakai pkaianmu sedangkan ak kotor..aku meminta ampun untuk mmbrsihkan driku dan kemudian ya Allah berikan ak kkuatan untuk memuji kekasihmu Rasulullah SAW ak tdak ingin pakaian yang bersih itu,ku kotori dengan diriku ini..adriknii ya Rasulullah SAW….

  35. “nur muhammad itu tidak berbentuk, berbaca, berhuruf, berupa”

    harus dengan jalan amal soleh sahaja yang dapat menemukannya..

    yakni amal soleh yang dibimbing guru mursyid yang sebenar2 makrifatullah..

    ” bak kata imam-mam sufi : ..dari Dia kepada Dia.. hanya Dia yang mengenal Dia..hanya Dia yang menyembah Dia..”

    ..cerita hanya untuk kefahaman dan menambah semangat..sedang Beramal itulah untuk kebenaran dan merasai..

    “..tawasul dengan guru yang sampai kepada muhammad..”
    “..sedang muhammad sahaja yang mengenal Allah..”

  36. Abah Hafiz on said:

    Assalamualaikum….

    Bismillah…

    Tiada pernah sampai seseorang menuju sebuah tujuan kecuali diberi petunjuk oleh yang memiliki tujuan. Ibarat atau misal Nur Muhammad tidaklah bisa dikisahkan atau diceritakan bagaimana wujudnya dalam suatu keadaan yang benar (haq)…

    Nur pada dasarnya ada atas setiap diri manusia. Banyak yang beranggapan Allah menciptakan Nur sebagai mula kejadian alam semesta…Pendapat tersebut tidaklah salah, namun jika lebih disederhanakan sehingga mudah dimengerti lihat dan rasakanlah es kelapa.

    Sebelum dijadikannya sesuatu hingga menjadi es kelapa, maka ada beberapa tahapan atau proses yang dijalaninya. namun jika kita gali lebih dalam dan tentunya memerlukan kesabaran maka es kelapa tidak lebih dari air saja.

    Begitu pula dengan alam semesta dimana bearasal dari Allah kemudian disederhanakan menjadi Nur Muhammad dan seterusnya.

    Lantas apakah berbeda antar Allah dan Nur itu ? Yang jelas Allah adalah sebuah rahasia (Sir) dari pada Nur itu, dan Nur tentunya sebuah rahasia dari pada sekalian mahluk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: