Anak Muda, Di Dunia Ini Tidak Ada Manusia yang Keramat!

Judul di atas saya ambil dari ucapan Guru saya ketika pertama sekali bertemu Beliau disebuah Surau (tempat zikir). Kejadian itu sudah lama terjadi, akan tetapi sampai sekarang masih tersimpan dalam ingatan saya, menjadi kenangan yang sangat sulit dilupakan.

Suatu hari, saya masih ingat hari itu adalah hari jum’at jam 8 pagi. Seperti biasa Guru saya melayani murid-murid nya, ada yang menyampaikan masalah, mohon di doakan, ingin berobat atau juga sekedar mendengar fatwa-fatwa Beliau yang menyejukkan hati. Sebagai orang baru, saya tidak berani duduk didepan dan Guru saya selalu menyapa semua orang dengan ramah, menanyakan satu persatu. Kalau orang yang belum dikenal biasanya Beliau menyapa dengan panggilan “Anak Muda” untuk orang yang masih muda dan “Bapak” untuk yang setengah baya dan “orang tua” untuk yang telah berumur lanjut.

Ketika Beliau memberikan ceramah dihadapan murid-murid nya (saat itu yang hadir lebih kurang 30 orang), tiba-tiba Beliau menatap saya dan bertanya: “Anak Muda, di dunia ini apa ada orang yang keramat?”. Saya diam tidak berani menjawab, sebenarnya saya ingin sekali menjawab pertanyaan itu, menurut saya di dunia ini memang ada orang keramat (karomah). Sebagai seorang yang suka membaca, saya banyak membaca cerita-cerita para wali yang memiliki kehebatan-kehebatan diluar batas kemampuan manusia, ada yang bisa berjalan di atas air seperti Zunnun al Mishri, memasak tanpa api dilakukan oleh Rabi’ah al-Adawiyah, bahkan ada yang bisa terbang, saya pernah mendengar cerita tentang Syekh Abdul Wahab Rokan yang membantu peperangan di Aceh sampai di abadikan dalam photo oleh salah seorang wartawan perang Belanda, pada saat yang sama Beliau ternyata tidak pernah keluar dari rumahnya. Syekh Bahauddin naqsyabandi menghidupkan orang yang sudah mati dengan ucapan “Hidup kau atas berkat syafaat Guru ku”. Semua kekeramatan itu kalau diceritakan sangat banyak dan saya sendiri pernah bertemu dengan orang yang menceritakan kekeramatan seorang Syekh yang bisa pulang pergi ke Mekkah dalam sekejab. Saya juga mendengar cerita dari abang-abang senior kalau Guru saya juga sangat Keramat. Beliau pernah menolong muridnya yang tenggelam di laut pada saat yang sama Beliau lagi makan dengan santai di rumahnya. Pernah tidak basah dalam hujan dan juga pernah berjalan di atas air. Kekeramatan beliau kalau diceritakan sangat banyak termasuk mengobati orang yang terkena penyakit AIDS/HIV sembuh dalam seminggu, penyakit jantung sembuh dalam 1 hari dan ratusan bahkan ribuan orang disembuhkan dari berbagai jenis penyakit. Bahkan Gunung berapi pun bisa dipadamkan hanya dengan air bekas wudhuk Beliau. Tapi kenapa Beliau mengatakan tidak ada manusia yang keramat?

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.014 pengikut lainnya.