Sufi Muda

Menemukan Tuhan Dalam Keseharian

Archive for the tag “Ulama Sufi”

…Gurumu adalah Guruku Juga… (Selesai)

Mursyid itu SATU.

20130501-013103.jpgPada hakikatnya Guru Mursyid itu SATU, karena memang “isi” nya adalah sama yaitu Kalimah Allah Yang Maha Esa. Setiap Guru Mursyid membawa kebenaran dari Rasulullah SAW, menyebarkan Tauhid yang murni agar manusia tidak hanyut dalam kemusyrikan, inilah inti utama dakwah dari Guru Mursyid.

Read more…

…Gurumu itu adalah Guruku Juga…(2)

Guru kita Benar, Guru lain juga Benar.

IMG_9498Sangat wajar dan sempurna bagi seorang murid menganggap Gurunya adalah paling utama dan paling hebat di dunia, khalifah utama Rasulullah dan seterusnya. Satu hal yang lazim dalam tarekat memposisikan hanya Guru nya yang bisa menyampaikan orang kepada Tuhan, selain dari itu diragukan. Didikan ini satu sisi sangat bagus, karena memang seorang murid harus fokus kepada satu orang Guru. Bahkan dalam Adab (sopan santun) seorang Guru yang di tulis dalam kitab Tanwiril Qulub karya Syekh Amin al-Kurdi, Guru berhak melarang muridnya untuk berkunjung kepada Syekh lain dan salah satu Adab dari murid tidak boleh berkunjung kepada Guru Mursyid lain tanpa se izin dari Gurunya.

Read more…

…Gurumu itu adalah Guruku juga…

IMG_9495Syukur yang begitu mendalam kepada Allah SWT atas kesehatan dan karunia yang begitu melimpah diberikan di bulan suci ini, diberi kekuatan untuk beribadah baik wajib maupun sunat. Salam takzim yang se khalis-khalisnya kita haturkan kepada baginda Rasulullah SAW, kepada para Sahabat, kepada sekalian Guru Mursyid yang dengan ikhlas membimbing dan menuntun para murid tidak terkecuali saya pribadi sehingga bisa merasakan nikmatnya beribadah di bulan  penuh rahmat ini. Walaupun telah berlalu satu minggu, saya mengucapkan selamat memasuki bulan Ramadhan kepada para sahabat sekalian, memasuki bulan latihan menuju kesempurnaan.

Tulisan “…Gurumu itu adalah Guruku juga..” terilham dari pengalaman pribadi saya bertemu secara rohani dengan seorang Syekh yang telah lama wafat, artinya Beliau secara zahir sudah tidak ada tapi secara rohani Beliau memberikan nasehat berharga kepada saya walaupun Beliau bukan Guru saya. Tulisan ini setelah saya tulis ternyata cukup panjang, membahas tentang Guru Mursyid dan perdebatan seputarnya. Tulisan ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyan di komentar tentang, “Siapa Guru Mursyid yang Paling benar”, “Siapa Penerus Guru”, “Setelah Guru saya tidak ada lagi penerus”, “Kenapa Si A berani menyatakan diri sebagai penerus Guru?” dan lain-lain sehingga dengan membaca tulisan ini nanti tidak ada lagi pertanyaan atau pernyataan seperti dalam tanda kutip di atas dan kita bisa menyudahi membahas hal yang sebarnya tidak harus di bahas panjang lebar oleh orang yang menyatakan diri sebagai murid . Karena panjang (dan saya masih melanjutkan menulis untuk bagian akhir tulisan ini setelah dhuhur), maka tulisan ini saya bagi menjadi 3 bagian…

Read more…

Setelah Shalat Subuh (3)

Berkunjung atau mendatangi Guru Mursyid walaupun Beliau masih hidup disebut ber ziarah atau sering disebut berziarah kepada Guru Mursyid. Di Awal saya menekuni tarekat, kata ziarah digunakan untuk Guru yang masih hidup terasa mengganggu, bukankah ziarah itu mengunjungi kuburan atau mendatangi tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai spiritual. Kemudian baru saya ketahui bahwa sebenarnya ketika berkunjung kepada Guru Mursyid atau seorang Syekh Tarekat sebenarnya yang dikunjungi bukan sekedar zahir atau fisiknya tapi yang lebih penting adalah mengunjungi rohaninya, itulah sebabnya disebut berziarah. Dalam diri seorang Guru Mursyid tersimpan Nur Muhammad sebagai wasilah bagi seluruh ummat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Read more…

Setelah Shalat Subuh (2)

Pagi ini badan saya terasa sudah membaik dan segar kembali setelah selama seminggu lebih kondisinya kurang stabil. Saya merasakan kondisi yang benar-benar segar, setelah selesai shalat shubuh tadi saya teringat untuk mencoba menulis karena sudah sekian lama saya tidak menulis. Tentang shalat subuh saya teringat nasehat Guru, “Tidak ada hakikat untuk orang yang meninggalkan shalat maghrib dan subuh” dan saya belum pernah melihat Guru meninggalkan shalat dalam kondisi sakit sekalipun terutama  shalat subuh dan magrib. Tentang menulis, bagi saya menuangkan apa yang saya ketahui dalam bentuk tulisan sudah menjadi kebutuhan dan memberikan perasaan bahagia tersendiri bagi saya. Tanggal 20 Juni lalu saya memaksakan diri dalam kondisi sakit untuk berziarah ke makam Guru dalam rangka mengikuti sebuah acara yang menurut saya wajib di hadiri oleh murid yang sudah menemukan kesadarannya sebagai seorang murid.

Read more…

Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (Selesai)

Makrifat bukan merupakan ilmu tapi sebuah anugerah, sebuah pencapaian hasil dari mujahadah hamba sehingga Allah berkenan memperlihatkan keindahan wajah-Nya kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh karena itu makrifat tidak bisa diperoleh dengan hasil diskusi apalagi perdebatan. Makrifat tidak akan pernah bisa diperoleh dengan membaca buku dan meneliti kitab-kitab tasawuf bahkan semakin banyak akan semakin sulit untuk mencapainya.

Read more…

Sabar, Tunggu Waktunya Tiba! (1)

Agama adalah sarana bagi manusia untuk mencapai sebuah tujuan yaitu makrifatullah atau mengenal Allah. Ketika Makrifat kepada Allah dicapai maka manusia akan lebih sempurna melakukan pengabdian kepada Allah lewat ibadah dan amal-amal kebaikan yang diperintahkan Allah di dalam agama. Dengan agama manusia akan lebih memahami hakikat hidup dan ketika makrifat dicapai maka tindakan-tindakannya secara otomatis akan selaras dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan dalam agama. Sayangnya orang terlalu fokus kepada Agama sebagai sarana atau wadah dan melupakan tujuan dari agama itu sendiri yaitu Tuhan.

Read more…

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.900 pengikut lainnya.